Syaifullah Mahdi yang populer disapa Sandi, pemenang kontes bandeng kawak pada Ramadan 2025, sudah tidak asing. Terutama di kalangan para petani tambak atau petambak. Betapa tidak pria yang juga menjadi kepala desa (Kades) Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, itu selalu menang dalam setiap Kontes Bandeng Kawak yang digelar setiap malam Selawe (24) pada bulan suci Ramadhan.
Nah, pada Ramadan tahun ini Sandi memenangkan Kontes Bandeng Kawak keempat kalinya, keberuntungan kembali diperoleh Sandi. Bandeng kawaknya menjadi pemenang. Beratnya bobot 14,6 Kilogram dan panjang 109 sentimeter seukuran balita. Sandi mendapat hadiah Rp. 30 juta.
Selain itu bandengnya dilelang terjual Rp. 50 juta setelah dibuka penawaran terendah dari Rp. 20 juta dan dari peserta lelang Kontes Bandeng tersebut ada yang menawar Rp. 40 juta (H. Achmad Nadir anggota Fraksi PDIP DPRD Gresik), kemudian tawaran tertinggi lelang Rp. 50 juta oleh Menejemen Petrokimia Gresik.
Gelaran Tradisi Kontes Bandeng Kawak 2025 ini dibuka langsung oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Kawak di Bandargrisse Jl. Basuki Rahmad, Kecamatan Gresik, Rabu malam (26/3/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Muhammad Isa Anshori, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Acara tersebut juga tampak hadir pula beberapa kepala daerah di Provinsi Jawa Timur, di antaranya Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, serta perwakilan dari kabupaten/kota lainnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat sambutan mengatakan tradisi Kontes Bandeng Kawak ini warisan dari kecerdasan Mbah Sunan Giri di era itu, ingin meningkatkan ekonomi sektor ikan bandeng di wilayah Leran, Manyar sampai Ujungpangkah,” Gus Yani sapaan akrab H. Fandi Akhmad Yani.
"Kabupaten Gresik memiliki potensi budidaya ikan bandeng yang luar biasa. Terhitung tiap tahunnya, penghasilan ikan bandeng di Gresik mencapai 90 ribu ton," ujarnya.
Dia berharap tiap tahun bandeng 90 ribu ton, semoga sektor perikanan tidak tergerus oleh regulasi-regulasi yang ruwet, seperti regulasi pupuk.
"Pupuk ini sangat krusial untuk pakan ikan bagi petambak, karena itu kedepannya bisa ditingkatkan lagi dalam budi ikan bandeng Gresik yang sejak dulu sudah dikenal luas gurih dan enaknya diolah menjadi menu makanan khas Gresik," lanjutnya.
Sementara itu pemenang Kontes Bandeng Kawak 2025, Sandi mengaku ikan bandeng miliknya sudah berusia 16 tahun, dengan perawatan ekstra dan dibudidayakan di lahan tambak khusus.
“Bandeng ini sudah kami rawat selama 16 tahun, di tambak seluas 4 hektar, jadi tambak tersebut memang kami siapkan khusus untuk bandeng-bandeng yang akan mengikuti kontes setiap tahun,” ujar Sandi.
Sandi menyebut, dirinya sudah sejak puluhan tahun mengikuti Kontes Bandeng Kawak. Hal ini sebagai wujud kecintaan terhadap budaya Kabupaten Gresik, serta kebanggaan dan penyemangat para petani tambak.
“Kami berharap petani atau pembudidaya bisa terus melestarikan tradisi Kontes Bandeng Kawak ini, karena Bandeng adalah salah satu ikon kebanggaan masyarakat Gresik,” lanjutnya.
Dia melanjutkan rahasia membudidaya ikan bandeng kawak harus ulet dan telaten, apalagi terkait biaya tidak itungan karena perlu kesabaran dan ekstra hati-hati dengan kondisi cuaca pergantian musim. Selain itu pelunya tim untuk penangangan khusus terkait dengan pertumbuhan ikan bandeng Kawak tersebut yaitu dengan bekerja sama satu sama lainnya agar ikan bandeng kawak sesuai dengan harapan dan bisa menangkan setiap event Kontes bandeng Kawak.
Sementara itu Anggota Komisi Anggota Komisi III DPRD Gresik Yuyun Wahyudi yang juga hadir di acara Puncak Kontes Bandeng Kawak tersebut, dia mengatakan Pemkab Gresik dalam hal ini Dinas Perikanan untuk terus melakukan pembinaan pada petani tambak agar bisa meningkatkan produksi budidaya ikan bandeng yang menjadi salah satu icon Gresik sebagai peningkatan pendapatan ekonomi kerakyatan.
"Selamat kepada pemenang semoga bisa menjadi motivasi pada tahun berikutnya untuk bisa menangkan Kontes Bandeng Kawak yang menjadi icon tradisi Gresik sejak era keemasan Sunan Giri," ujar Bowo sapaan akrabnya. (ian)