Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Angkat Pamor Kesenian Ludruk

Senin, 10 Juli 2017 05:28

Surabaya (beritakota.net) Kesenian asli Surabaya ludruk kini terancam punah. Pelan tapi pasti, para penggemar ludruk mulai meninggalkannya, sedangkan para pemain banyak yang beralih profesi.

Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Surabaya akan berusaha kembali menghidupkan ludruk. "Dulu di Surabaya ada Cak Markeso, Cak Markuat, Cak Kancil tapi sekarang tidak ada penerusnya. Kebanyakan penerusnya alih profesi," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, Sabtu (8/7/2017).

Meski mengaku kesulitan, lanjut Widodo, pihaknya tetap berusaha kembali mengangkat kesenian asli Surabaya ini kembali eksis. Salah satunya dengan menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung pelestarian ludruk, seperti di Balai Pemuda dan Tempat Hiburan Rakyat (THR).

"Bu Wali (Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, red) meminta kita untuk melengkapi fasilitas untuk kesenian ludruk. Bahkan, gamelan yang semula di Balai Pemuda, sekarang diminta agar dipindah ke THR untuk mendukung acara pertunjukan ludruk di sana," tuturnya.

Ironinya, kata Widodo, setiap kali THR mengadakan pertunjukan ludruk, selalu sepi penonton. "Akhirnya kami harus memaksa orang untuk menonton. Tapi kalau memaksa menonton kan ya tidak mungkin," ujarnya.

Padahal, Widodo mengatakan, ludruk seharusnya bisa tetap digandrungi para penonton sampai kapan pun asal grup ludruk terus berkreasi di setiap pertunjukan.

Dengan kondisi kesenian ludruk yang demikian, ia melanjutkan, akhirnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk menyampaikan materi edukasi kesenian tradisional kepada murid sekolah di Kota Pahlawan.

"Paling tidak para siswa mengetahui kalau ada kesenian tradisional Ludruk yang pernah populer di Surabaya," ujarnya. and.dan

 

Rate this item
(0 votes)
Read 67 times