Tes Kesehatan Calon, KPU Jatim – IDI Teken MoU

Posted by on May 24, 2013 |

andrySurabaya (beritakota.net) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur melakukan Memorandum of Uderstanding (MoU) dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), untuk tes kesehatan bagi para bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim yang telah mendaftar mengikuti pemilukada yang akan diselenggarakan pada 29 Agustus.

Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad mengatakan MoU yang dilakukan dengan IDI adalah bagian dari tahapan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Provinsi Jatim.

“Nantinya, IDI akan merekomendasikan rumah sakit yang akan ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan tes kesehatan. Setelah itu akan dibentuk tim yang menangani tes kesehatan para bakal calon,” ujar Andry, Jumat (24/5)

Menurutnya, tes kesehatan ini adalah salah satu tahapan yang sangat penting dalam penentukan lolos tidaknya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Tes kesehatan tidak hanya dilakukan untuk kesehatan jasmani saja, namun secara rohani juga akan diperiksa.

“Ada puluhan item tes kesehatan yang harus dilalui para bakal calon, saya tidak hafal, karena semua sudah tertuang dalam MoU dengan IDI. Nanti IDI akan merekomendasikan rumah sakit tempat tes kesehatan,dan hal yang tak kalah pentingnya dalam tes kesehatan itu juga mencantumkan para bakal calon harus bebas dari narkoba,” tambahnya.

Selain itu lanjut Andry tes kesehatan rohani dilakukan untuk melihat kesiapan secara mental para bakal calon ketika mereka terpilih nanti. Jangan sampai ketika sudah terpilih kemudian dalam menjalankan tugas tugasnya sebagai kepala daerah malah tidak mampu menerima beban tersebut. Jika hal itu terjadi, maka mereka tidak akan bisa mengambil keputusan dan kebijakan dengan baik dan pastinya akan mengganggu roda pemerintahan.

Terkait dengan waktu waktu pelaksanaan tes, Andry menambahkan belum bisa memastikan. Namun demikian, pihak KPU sudah menentukan rumah sakit akan menggunakan RSU dr Soetomo Surabaya.

“Waktunya secara pasti belum, dan ini baru akan rapat dengan pihak rumah sakit, tapi yang jelas akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Untuk biaya, seluruhnya ditanggung oleh APBD untuk Pemilukada,” paparnya.

Sementara itu Ketua IDI Jatim, dr Poernomo Boedi Setiawan mengatakan, ragam pemeriksaan kesehatan pada Pemilukada kali ini tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Intinya adalah pemeriksaan secara jasmani dan rohani. “Kalau item pemeriksaannya banyak sekali, tidak hanya fisik luar saja tapi juga dalam. Seperti seperti jantung, paru paru, mata dan lainnya,” ujarnya.

Namun demikian, dia menegaskan bahwa dalam tes kesehatan ini harus dipisahkan dengan masalah penyakit. Dia memandang, meski ketika bakal calon sedang sakit mata misalnya, maka tidak terlalu mempengaruhi, sejauh secara keseluruhan tidak ditemukan gejala yang nantinya bisa mengganggu kinerja jika sudah jadi. “Nanti laporan hasil tes itu akan disampaikan secara keseluruhan, bukan per item. Dari laporan itu akan diketahui apakah pasangan calon lolos atau tidak ke tahapan selanjutnya,” ujarnya. (*kjp/yan)