Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini diundang menghadiri kegiatan The 12th Global Forum on Human Settlements (GFHS) & Sustainable Cities and Human Settlements Awards (SCAHSA) Ceremony yang digelar di gedung markas PBB di New York, Amerika Serikat pada Senin (30/10/2017).

Tidak hanya diundang menghadiri acara, Wali Kota Tri Rismaharini juga akan tampil sebagai pembicara. Karena bersifat global, acara ini akan dihadiri oleh pemerintah dan jajaran pemangku kepentingan dari beberapa negara di dunia. 

GFHS sendiri merupakan forum yang bertujuan menciptakan platform bagi dialog internasional tingkat tinggi, untuk berbagi pengetahuan, teknologi dan pengalaman sukses, meningkatkan kapasitas, mendorong kemitraan serta memfasilitasi inovasi yang efektif. 

Kabag Humas Pemerintah Kota Surabaya, Muhammad Fikser menyampaikan, wali kota akan menyampaikan paparan tentang beberapa hal, seperti transportasi kota, energi dan permukiman.

Menurut Fikser, undangan menjadi pembicara tersebut merupakan tindak lanjut diskusi dan paparan Wali Kota Surabaya pada penyelenggaraan GFHS ke-11 di Konferensi Habitat III Quito tahun 2016 yang memaparkan tentang kebijakan dan insiatif-insiatif yang dilakukan di Kota Surabaya dalam tiga sektor tersebut.  

Selain itu, pada hari yang sama, Wali Kota Tri Rismaharini juga akan menyampaikan paparan tentang strategi dan inovasi yang telah dilakukan di Kota Surabaya dalam satu tahun setelah dokumen New Urban Agenda diadopsi di Quito tahun 2016. Untuk paparan ini, materi paparan wali kota akan dinilai oleh panitia kegiatan GFHS.

“Tema paparannya ditentukan (oleh panitia SCAHSA Ceremony sebagai rangkaian kegiatan GFHS), yakni apa yang dilakukan satu tahun pasca new urban agenda. Ini nanti dinilai dan Kota Surabaya berpeluang meraih penghargaan Global Green City 2017,” ujar Fikser.

Dalam kunjungan ke New York, Wali Kota Tri Rismaharini juga akan melakukan pertemuan dengan Wali Kota New York (1/11). Menurut Fikser, output dari kunjungan tersebut, Pemkot Surabaya memiliki kesempatan untuk menggali potensi Kota New York serta menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Kota New York.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga dapat memperluas jaringan kerja sama internasional serta memperkaya pengetahuan dalam bidang pentaan kota dan pemukiman dalam rangka mewujudkan agenda 2030 tentang pembangunan berkelanjutan serta new urban agenda melalui dialog tingak tinggi di New York.

Sebelum ke New York, wali kota terlebih dulu berkunjung ke Philadelphia pada 28 Oktober hingga 1 November 2107. Kunjungan ini menindaklanjuti surat dari Konsul Jenderal RI di New York terkait undangan kepada Pemkot Surabaya untuk melakukan kunjungan kerja ke Philadelpia.

Di kota terbesar di negara bagian Pennysylvania, Amerika Serikat tersebut, delegasi Pemkot Surabaya akan bertemu dengan Pemkot Philadelphia untuk membahas bidang yang potensial dikembangkan ke dalam kerjasama konkret, antara lain terkait urban plan, pengembangan social enterprises yang ramah lingkungan dan lain-lain.

Serta, melakukan pertemuan bisnis dengan pengusaha dan investor dari Philadelphia guna menggali peluang bisnis dan investasi kedua kota serta membahas kerja sama konkret di bidang perdagangan. 

“Ibu wali kota bersama delegasi Pemkot Surabaya juga akan mengunjungi beberapa fasilitas transportasi publik di sana, serta kunjungan ke beberapa perusahaan milik warga Surabaya di Philadelphia,” jelas Fikser.

Melalui kunjungan ke Philadelphia ini, selain menjajaki kerja sama dengan kota-kota di Amerika Serikat, Pemkot Surabaya juga dapat menggali potensi Kota Philadelphia melalui kegiatan pertemuan dengan pemerintah Philadelphia dan pertemuan bisnis dengan para pengusaha setempat.

“Delegasi Surabaya juga berkesempatan untuk melakukan pertemuan dengan masyarakat Indonesia di Greater Philadelphia di mana jumlah warga Indonesia asal Surabaya terbesar, guna membahas inovasi-inovasi dalam membangun industri kreatif,” pungkas Fikser. and.dan

 

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Syahari Jaang beserta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Samarinda Kamis (26/10/2017) kemarin mengunjungi Pemerintah Kota Surabaya untuk mempelajari optimalisasi pelayanan publik.

Selain itu sekitar 30 pejabat dari Pemkot Samarindah yang diterima langsung oleh Wali Kota Tri Rismaharini di Ruang Sidang Wali Kota ingin mengetahui bagaimana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam mengelola, mengatur, dan menyelenggarakan pendidikan, pertahanan dan ketertiban di Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Asisten I, II, dan III, serta Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Wali Kota Samarinda, Syahari Jaang dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya sudah diterima dengan baik di Kota Surabaya. Syahari juga memberi apresiasi atas berbagai penghargaan yang telah diraih kota Surabaya selama ini.

''Karena prestasi yang diraih kota Surabaya inilah kami ingin belajar ke Bu Risma,'' katanya. Syahari menambahkan kunjungannya kali ini juga untuk menindak lanjuti proses MOU yang akan dilaksanakan oleh Pemkot Samarinda dan Pemkot Surabaya, yang sebelumnya pernah dibahas yakni tentang penerapan e-government.

''Saya mengundang ibu dan seluruh jajaran di Pemerintah Kota Surabaya untuk berkunjung dan bertukar pendapat dengan Pemerintah Kota Samarinda serta untuk memberikan pengarahan atau mensupervisi OPD kami, sebagaimana pengalaman ibu Wali dalam memimpin Kota Surabaya,'' tutur Syahari.

Dalam paparannya, Wali Kota Risma menjelaskan, Pemkot Surabaya sangat peduli dengan maslah pendidikan di Kota Surabaya. Pemkot memfasilitasi berbagai macam kebutuhan para siswa, mulai dari sekolah gratis dari Sekolah Dasar (SD) hingga aluran bakat serta kreatifitas para siswa.

Risma mencontohkan seperti penyediaan sarana kegiatan belajar mengajar yang memadai sampai pada penyediaan sarana bermain (taman skate park, taman bungkul, lapangan bola) serta berbagai fasilitas umum lainnya yang dapat dipergunakan dalam mengasah potensi anak, baik di bidang akademik maupun non akademik.

Wali kota perempuan pertama dalam sejarah Surabaya ini menambahkan untuk keamaman, Kota Surabaya surabaya memiliki kurang lebih 3.000 cctv yang tersebar di seluruh penjuru kota, dan dapat dipantau secara langsung di Command Center 112, Ruang Kerja Walikota dan Polrestabes Surabaya sehingga dapat memantau dan meminimalisir kejahatan di Kota Surabaya terutama pada malam hari.

''Selain itu Surabaya juga memiliki program kerja baru yaitu e-Tilang, dimana pengendara dipantau melalui cctv yang dipasang di traffic light. Untuk pengendara yang melanggar maka surat tilang akan dikirim ke alamat yang sesuai dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK). and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Rombongan Delegasi Asia Pasific Submarine Conference (APSC) 2017 Kamis (26/10/2017) sore berkunjung ke Balai Kota Surabaya. Delegasi tersebut datang dari 23 Negara diantaranya Indonesia sebagai tuan rumah, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Amerika, India, Vietnam, dan masih banyak lagi.

Delegasi yang dipimpin oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur, Laksamana Muda TNI Darwanto menyampaikan apresiasinya kepada Kota Surabaya atas penghargaan dan apresiasi atas berbagai penghargaan yang telah diraih Kota Surabaya.

Menurut Laksamana Muda TNI Darwanto, APSC merupakan agenda tahunan dalam rangka menyatukan para perwira kapal selam dari negara-negara asia pasifik dan eropa.

Pertama kali APSC diselenggarakan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 2011 yang pada awalnya, konferensi ini diadakan sebagai wujud perhatian mendalam terhadap kecelakaan kapal selam yang terjadi di beberapa negara di dunia.

''Keselamatan kapal selam tentunya menjadi kepentingan kita bersama, oleh karena itu forum diskusi akan diadakan untuk saling bertukar ide, informasi dan pengetahuan tentang aspek-aspek penyelamatan dan keselamatan kapal selam guna mencapai zero casualty atau bahkan zero accident pada seluruh operasi-operasi kapal selam di wilayah Asia Pasifik,'' jelasnya kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam kunjungan delegasi APSC Wali Kota Risma juga memperkenalkan dan menjelaskan secara singkat mengenai Kota Surabaya.

Menurut Wali Kota Risma, element utama wisata di Kota Surabaya salah satunya yaitu museum-museum serta taman-taman yang banyak tersebar di pusat Kota Surabaya.

Beberapa destinasi wisata di Kota Surabaya menurut Risma juga sudah disinkronkan oleh Pemkot. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan Bus pariwisata yang dapat digunakan secara gratis oleh turis lokal/internasional yang akan berkeliling ke tempat-tempat wisata di Kota Surabaya.

Tak kalah menariknya delegasi APSC juga berkunjung ke gedung kuno balai kota Surabaya. Wali Kota Risma menyampaikan gedung Balai kota ini merupakan salah satu gedung tertua di Surabaya yang dibangun tahun 1923.

''Hingga kini hampir 90 persen arsitekturnya masih dijaga seperti saat awal dibangun,'' katanya. Selain tempat pariwisata, masih menurut Risma Surabaya memiliki berbagai fasilitas tambahan antara lain untuk Fasilitas Sport, Surabaya memiliki Lapangan Hocky dan Softball, Lapangan Golf dan Lintasan Atletik yang berstandart internasional.

Acara dilanjutkan dengan bersepeda santai dari Balai Kota menuju Monumen Kapal Selam, Jl. Embong Kaliasin Kota Surabaya oleh delegasi APSC 2017 bersama-sama. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Delegasi Jepang berjumlah 6 orang yang berasal dari perguruan tinggi masing-masing tenaga pengajar dan perwakilan pemerintah Jepang melakukan kunjungan ke Surabaya.

Mereka diajak berkeliling oleh wali kota surabaya Tri Rismaharini untuk mengunjungi command center, museum dan coworking space yang terletak di gedung siola, kawasan surabaya pusat, Rabu, (25/10/2017).

Tiba sekitar pukul 2 siang di gedung siola, rombongan perguruan tinggi Jepang yang didampingi Rektor Institut Sepuluh november (ITS) Joni Hermana diterima Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini besera jajaran OPD terkait. Rombongan, oleh wali kota langsung diajak berkeliling untuk melihat sistem kerja pelayanan publik di lantai dasar.

"Semua urusan pelayan publik mulai pembuatan KTP, akta kelahiran dan surat pindah penduduk dan semuanya menggunakan sistem elektronik, jadi warga tidak perlu berlama-lama lagi untuk menunggu hasilnya," kata Risma kepada rombongan.

Tidak berlama-lama mengitari pelayanan publik di lantai dasar, wali kota sarat akan prestasi kemudian mengajak rombongan untuk melihat command center. Disana, interaksi antara wali kota dan delegasi Jepang semakin intens.

Wali kota yang juga didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Antiek Sugiharti menjelaskan fungsi dari command center kepada rombongan. Dijelaskan wali kota, ruang Command Center atau ruang kendali darurat untuk mengatasi segala permasalahan yang terjadi dengan cepat.

Lebih lanjut, salah seorang rombongan bertanya kepada wali kota terkait banyaknya gambar moda transportasi yang terpampang di salah satu layar.

"Ini untuk memantau arus kendaraan dan wilayah yang mengalami kemacetan. Intinya command center adalah tempat pengaduan dari segala macam kejadian dan siap melayani 24 jam," pungkas wali kota kelahiran Kediri tersebut.

Tidak hanya itu, wali kota juga menjelaskan instansi-instansi terkait yang bekerja di ruang command center.

"Di sini lengkap dan campur, ada Pemadam Kebakaran, Polisi, Linmas, Satpol PP, Bakesbangpol, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, dan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan," ujarnya sambil tersenyum.

15 menit berbincang dan melihat suasana di ruang command center, rombongan lalu diarahkan untuk melihat tempat berkumpunya anak-anak muda kreatif atau yang biasa disebut coworking space lantai 3.

Dijelaskan wali kota, tempat ini dibuat untuk anak-anak muda yang ingin mengasah minat-bakat di bidang industri kreatif. Selain itu, anak-anak bisa mengeksplorasi kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi dan membangun start-up.

"Jadi co-working space ini seperti workshop-nya mereka. Nanti akan ada trainer yang akan membina mereka. Peralatan hardware semua akan kami sediakan di sana sehingga anak-anak tinggal memakai," jelasnya.

Risma juga mengatakan kepada para delegasi bahwa tempat yang akan dilaunching pada tanggal 10 November 2017 ini masih belum selesai.

"Nanti akan ada 7 koridor, ini hanya 3, sisanya ada dibelakang dan masih tahap pengerjaan," ungkap wali kota kelahiran Kediri itu.

Di akhir acara, wali kota menawarkan kepada rombongan untuk mencicipi produk minuman yang tersaji di bagian depan koridor sebelum melakukan sesi foto bersama.

"Minuman ini dibuat oleh pelaku UKM dan dibantu oleh komunitas tata rupa dari segi packagingnya," imbuhnya. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Tugas merehabilitasi sosial para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti gelandangan, pengemis, eks psikotik dan lansia terlantar hingga anak jalanan, hingga memulangkan mereka ke daerah asalnya, bukanlah pekerjaan mudah. Tetapi, dibutuhkan tekad kuat untuk bisa melaksanakan tugas tersebut.

Kasi Rehabilitasi Anak dan Tuna Sosial Dinas Sosial Kota Surabaya, Sunarko menyampaikan, selama ini, Pemkot Surabaya merawat para PMKS di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih. Kebanyakan mereka berasal dari kota-kota tetangga Surabaya. Juga ada yang dari luar provinsi, bahkan dari luar pulau.

"Hingga hari ini (25/10), data jumlah penghuni Liponsos Keputih ada 1508 orang," ujar Sunarko di acara media gathering yang digelar di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Rabu (25/10/2017).

Menurut Sunarko, selain memenuhi kebutuhan dasar, pemkot juga melakukan pemeriksaan kesehatan, pembinaan mental spiritual hingga kegiatan pemberdayaan ekonomi bagi penghuni dengan memberikan keterampilan dan praktek langsung menghasilkan handycraft.

"Produk yang dihasilkan kemudian dipamerkan dan dipasarkan," sambung Sunarko. Setelah mendapatkan perawatan, bagi para penghuni yang sudah mandiri dan berasal dari Surabaya, akan dikembalikan ke keluarga.

Sementara bagi warga luar Surabaya, akan dipulangkan ke daerah asal atau bagi yang tidak memiliki keluarga, akan disalurkan ke Ponsos milik provinsi. Untuk tahun 2017, hampir setiap bulan ada PMKS yang dipulangkan ke daerah asalnya.

Untuk tugas pemulangan ini, pemkot dibantu para tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK). Meskipun, tugas PMKS bukan hanya pemulangan tetapi juga penanganan PMKS di kecamatan untuk kemudian dibawake Liponsos. Di setiap kecamatan ada satu tenaga TKSK. Sehingga total ada 31 tenaga TKSK dari 31 kecamatan.

"Pemulangan PMKS ini sangat sulit. Karena yang dipulangkan rata-rata penyandang masalah eks psikotik yang sulit ditanya. Untuk satu lokasi, kadang kami harus bertanya ke 10 orang. Selain itu, terkadang ada keluarganya yang tidak menerima. Belum lagi bila masa obatnya habis," jelas Wiji Koordinator TKSK Wilayah Surabaya Selatan.

Wiji mencontohkan, ada PMKS yang kencing di dalam mobil ketika hendak dipulangkan. Ada juga yang dibawa ke toilet kemudian kabur. Pernah juga ketika memulangkan PMKS ke Ngawi, karena sulit mencari lokasi, mereka baru tiba di rumah keluarga nya pada jam 1.00 dini hari. Itupun di kawasan pegunungan sehingga untuk turun gunung harus menunggu pagi.

"Yang paling saya ingat, pernah pada 2010 lalu, ada yang kami pulangkan ke Banyuwangi. Orang ini kami temukan dalam kondisi gila kemudian kami rawat di Liponsos selama 1,5 tahun. Ketika kami bawa ke daerahnya, ternyata oleh keluargaya sudah dianggap meninggal karena sudah tujuh tahun tidak kembali," kenang Wiji.

Akademisi dan Psikolog dari Universitas Katolik Widya Mandala, Yessyca Diana Gabrielle mengapresiasi kerja hebat yang dilakukan para TKSK Kota Surabaya. Menurutnya, untuk penanganan PMKS hingga memulangkan mereka ke tempat tinggal asalnya, sama sekali tidak mudah.

"Mari kita beri aplaus untuk para TKSK ini. Perjuangannya sungguh luar biasa. Mereka tidak hanya harus kreatif dan tahan banting, tetapi iman juga harus kuat. Karena ketika manusia ndak bisa ditanya, ya harus berpegang pada spiritualitas," ujar Yessyca.

Menurut Yessyca, dalam penanganan PMKS, tidak hanya tentang memberi makan ataupun menyediakan tempat tinggal. Lebih dari itu, faktor psikologis PMKS juga harus diperhatikan.

"Penanganan PMKS ini harus holistik," kata dia. Penanganan holisitik tersebut meliputi kondisi PMKS harus sejahtera, tidak hanya sejahtera ekonomi tetapi juga psikologis.

Dia mencontohkan semisal di Surabaya, PMKS mendapatkan makanan tiga kali sehari. Kemudian penanganannya melibatkan berbagai profesi dan lembaga semisal akademisi hingga psikolog. Dan ketiga, PMKS harus ada aktivitas.

"Itu semua diberikan di Surabaya. Karenanya, mereka yang setelah dikembalikan ke tempat asalnya, ada yang kemudian balik lagi ke sini. Bisa jadi karena mereka merasa standarnya (penanganan) di Surabaya lebih bagus dibanding di daerahnya. Ini yang menjadi pekerjaan rumah," sambung Yessyca. and.dan

 

Terkait Hilangnya Fasilitas Ibadah di DPRD

Surabaya (beritakota.net) Pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya setinggi 8 lantai sudah mulai dilaksanakan. Proyek prestisius Pemkot Surabaya senilai hampir Rp60 Milyar itu harus mengorbankan masjid yang berada di lingkungan komplek gedung parlemen dan Balai Pemuda Surabaya tersebut. Ironisnya, masjid sudah terlanjur rata tapi tempat pengganti untuk fasilitas ibadah belum kunjung disediakan.

Kondisi itu mendapat perhatian dari Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya, HM. Faridz Afif. Tokoh muda NU yang akrab disapa Gus Afif ini mengaku mendapat keluhan dari sejumlah masyarakat yang bingung saat akan melaksanakan ibadah sholat.

Padahal sehari-hari mereka biasa sholat di masjid tersebut. Terlebih pada hari Jumat, ke mana masyarakat akan melaksanakan sholat Jumat. Menurut Afif, seharusnya pemkot bijak dengan merelokasi fasilitas ibadah itu sebelum membongkar masjid.

"Kami akan surati Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Kami minta Bu Risma segera menyiapkan fasilitas ibadah sementara, sampai bangunan masjid yang baru selesai di bangun. Jangan sampai pembangunan gedung baru mengorbankan ibadah masyarakat," tegas alumni pasca sarjana Unair itu, Selasa (24/10).

Afif berharap, nantinya bangunan masjid yang baru harus lebih besar dari yang sudah dibongkar. Karena idealnya, harus seimbang antara bangunan perkantoran dan ruang pribadi anggota dewan dengan masjid yang ada di lingkungan tersebut. Setidaknya, pemkot bisa menyontoh pemprov Jatim atau DPRD provinsi Jawa Timur, di sana tempat ibadahnya cukup representatif.

Orang nomor satu di GP Ansor Kota Surabaya ini mengingatkan, jangan sampai nantinya masjid yang baru di bangun di basement atau di lantai parkir seperti yang banyak terdapat di Mal maupun pusat perbelanjaan. Menurutnya, masjid adalah tempat suci, rumah Allah, sehingga harus di tempatkan secara terhormat.

"Jangan sampai nantinya masjid yang baru nanti di bangun di basement atau tempat parkir. Harus di lantai tersendiri dan harus lebih bagus dari bangunan fisik masjid yang lama. Kalau masjidnya bagus, Insya Allah, ibadahnya lebih khusyu," imbuh Afif.

Mantan Wakil Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) ini juga mengkritik, rencana pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya yang dinilai mubazir alias pemborosan. Karena faktanya, selama ini anggota dewan jarang berada di kantor. Padahal domisili mereka umumnya di Kota Surabaya.

Afif melanjutkan, anggota DPRD Kota Surabaya lebih sering beraktifitas di luar kantor, baik itu melakukan kunjungan kerja (kunker) maupun studi banding ke luar kota. Belum lagi dengan aktifitas mereka sebagai kader maupun pengurus partai. Praktis dalam seminggu paling hanya satu atau dua hari anggota dewan berada di kantor.

"Harapan kami, dengan bangunan baru yang megah nanti, anggota dewan lebih betah berada di kantor. Dengan begitu, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi lebih mudah menemui wakilnya tersebut," pungkas putera mantan anggota DPRD Kota Surabaya, Ali Yakub tersebut. and

 

Surabaya (beritakota.net) Komisi D DPRD Surabaya meminta para jurnalis ke luar ruangan saat dengar pendapat dengan Bagian Bina Program pemkot surabyaa dan BPJS Ketenagakerjaan Surabaya.

Ketua Komisi D, Agustin Poliana, usai dengar pendapat mengungkapkan, permintaannya agar para jurnalis tak mengikuti rapat tertutup atas permintaan Kepala Bagian Bina program Pemkot Surabaya, Dedi Irianto.

"Sebenarnya tak tertutup, Cuma Bagian Bina program minta tertutup," ungkapnya. Selasa (24/10). Ia mengaku, alasan rapat dilaksanakan tertutup, sebab agendanya menyangkut keberadaan tenaga Out Sourcing.

Pasalnya, mereka direkrut lewat proses pengadaan barang dan jasa. Persoalan lainnya, menyangkut ketidaksesuaian data kepesertaan BPJS ketenaga kerjaan.

"Dari sekitar 17.800 orang, sebagian belum menerima kartu BPJS," ujarnya. Agustin mengurai, sebanyak 17.800 peserta BPJS tersebut, sebanyak 14.000 berada di organisasi pemerintah daerah dan sisanya adalah tenaga pengajar di SD dan SMP.

Ia berharap, semua tenaga kerja baik formal maupun non formal tercover seluruhnya, karena menyangkut keselamatan.

"Mereka rata-rata kan bekerja naik motor, jadi rentan bahaya, Jika sampai sekarang belum terima kartunya kan disayangkan," ucapnya.

Padahal menurutnya, seluruh biaya BPJS sudah ditanggung pemerintah kota. Agustin mengharapkan, 7 hari setelah premi BPJS dibayarkan, kartunya sudha diterima yang bersangkutan.

"Jadi aman, kalau ada apa-apabisa langsung klaim," tegasnya

Agustin mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan perbedaan data, pihaknya meminta BPJS melakukan sinkronisasi dengan Bagian Bina Program, karena tenaga kontrak ada yang berlangsung selama 3- 6 bulan. and

 

Surabaya (beritakota.net) Kota Surabaya kembali menerima penghargaan. Kali ini, layanan Siaga 112 Kota Surabaya mendapatkan penghargaan Bhumandala Award dalam Inovasi Pemanfaatan Informasi Geopasial 2017 kategori inovasi terbaik.

Penghargaan diberikan pada puncak peringatan Hari Informasi Geopasial (HIG) 2017 yang diselenggarakan di kantor Badan Informasi Geopasial (BIG) jalan Raya Jakarta - Bohor KM 46 Cibinong Jawa Barat memilih Kota Surabaya meraih penghargaan Bhumandala Award 2017.

Penghargaan Bhumandala Award 2017 diserahkan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Selain meraih Bhumandala Award 2017 kota Surabaya juga mendapat rekomendasi akhir Tata Ruang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Surabaya.

Piagam penghargaan Bhumandala Award ini diberikan terkait aplikasi Siaga 112 yang diciptakan oleh Pemkot Surabaya. Tak hanya itu juga diserahkan surat rekomendasi akhir konsultasi tata ruang dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Peraturan Zonasi (PZ)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (DPUCKTR) Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, hari ini kota Surabaya mendapat penghargaan Bhumandala Award dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas.

''Perhargaan tersebut diberikan bersamaan dengan keluarnya rekomendasi Geopasial atau peta RDTR Surabaya. Jadi, rekomendasinya turun, biasanya di indonesia satu kota satu kecamatan, kalau Surabaya satu kota 31 kecamatan,'' terang Eri usai mengikuti acara HIG 2017 bersama Asisten II Pemerintahan Bidang Pembangunan, M Taswin, Selasa (24/10).

Menurut Ery, pemberian rekomendasi tata ruang RDTR dan PZ yang digunakan oleh Pemerintah Kota Surabaya berdasarkan foto udara perekaman pada tahun 2016. Sedangkan informasi Geospasial Dasar telah sesuai dengan kaidah pemetaan skla 1 : 5.000 untuk RDTR.

''Data batas wilayah perencanan RDTR dan PZ Kota Surabaya yang digunakan merupakan hasil kesepakatan di daerah serta disesuaikan dengan fisik alam," tandasnya.

Lanjut Eri, rekomendasi RDTR nantinya akan dipakai oleh kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya karena sudah ada MoU dengan BPN.

''Jadi nanti, semua sertifikat yang dikeluarkan BPN dilengkapi juga SKRK dan IMB. Jadi tidak ada perbedaan lagi antara IMB dan peta bidang atau sertifikat BPN. Untuk itu masyarakat lebih mudah melihat informasinya,'' paparnya. and.dan

 

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan kota Surabaya terus melakukan peningkatan pelayanannya terhadap masyarakat. Tak terkecuali pelayanan kesehatan terhadap para kaum wanita.

Deteksi dini ini dilakukan Dinkes untuk mewujudkan wanita Indonesia bebas kanker serviks dan payudara, menjadi fokus utama dalam program yang digagas oleh Dinas Kesehatan kota Surabaya.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Mira Novia menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan Sadanis (Pemeriksaan Payudara oleh Tenaga Medis).

Pemeriksaan ini dilangsungkan dalam rangka memperingati bulan IVA dan upaya mengurangi resiko kanker serviks dan payudara pada kaum wanita di Graha Sawunggaling terhadap seluruh pegawai wanita di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Sekitar 600 pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya dijadwalkan dalam pemeriksaan yang akan berlangsung maraton sampai tgl 3 November mendatang.

''Sebelum pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas medis, para partisipan harus melalui tahapan anamnase terlebih dahulu. Pada tahap anamnase dilakukan wawancara terhadap pasien mengenai data diri hingga riwayat penyakit,'' jelasnya.

Setelah melalui tahap ini, barulah para pasien akan melalui proses pemeriksaan IVA dan Sadanis oleh tenaga medis dari Rumah Sakit Pemerintah dan Puskesmas.

Selepas pemeriksaan, pasien yang kedapatan hasil positif dalam pengecekan pun langsung mendapat rujukan untuk tindak lanjut lebih intensif di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

''Kalai hasil pemeriksaan negatif, pasien akan dipersilahkan untuk meninggalkan tempat pemeriksaan,'' tambahnya.

Menurut Mira Inspeksi Visual Asam Asam Asetat (IVA) diperuntukkan bagi perempuan yang telah melakukan aktifitas seksual, sedangkan bagi wanita yang belum pernah melakukan aktifitas seksual akan diberikan vaksin HPV.

''Hal ini juga untuk mengurangi resiko kanker serviks dengan melalui beberapa cara antara lain dengan vaksinasi HPV, pola hidup seksual yang sehat, tidak merokok, dan diet dengan pola hidup yang sehat,'' jelasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, kembali mendapatkan penghargaan skala internasional. Wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini meraih penghargaan GovInsider Innovation Awards 2017 kategori "Inspirational Leader".

Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Tri Rismaharini di Singapura, Selasa (26/9). Sebelumnya, Selasa (19/9/2017) pekan lalu, Wali Kota Tri Rismaharini menerima penghargaan Learning City dari UNESCO di Cork, Republik Irlandia.

Penghargaan GovInsider Innovation Awards 2017 kategori "Inspirational Leader" yang diterima Wali Kota Tri Rismaharini, tidak lepas dari keberhasilan Pemkot Surabaya dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dalam sistem birokrasi maupun berinovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Rismaharini menyampaikan paparan berisikan beberapa inovasi yang telah dikembangkan Pemkot Surabaya.

Diantaranya upaya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus perizinan melalui Surabaya Single Windows dan inovasi dalam memberikan kemudahan pelayanan di bidang kesehatan melalui e-health yang bisa diakses melalui e-Kios di Puskesmas dan kecamatan.

GovInsider Innovation Awards dibentuk untuk memberikan apresiasi terhadap inovasi di sektor publik. Tahun lalu, instansi pemerintah di Singapura, Indonesia dan Papua Nugini, dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa diakui mengenai bagaimana mereka meningkatkan pelayanan publik dan meningkatkan kehidupan warga negara.

Kandidat yang kemudian terpilih sebegai pemenang GovInsider Innovation Awards ini dinilai oleh panel internasional. Panel internasional itu terdiri dari Siim Sikkut (GCIO, Estonian Prime Minister's Office), Karen Delafield (CIO, HM Treasury and Cabinet Office, United Kingdom), Tuty Kusumawati (Head of Planning, Jakarta Regional Development Planning Board), Stuart Smith (Chief of Service Innovation and Design, National University of Singapore, Institute of Systems Science), dan Joshua Chambers (Editor, GovInsider).

Pemenang diumumkan di Innovation Labs World, yang berlangsung pada tanggal 26 September 2017 di Singapura. Acara ini mengumpulkan pemikiran pemimpin di sektor publik dan unit pemerintah yang inovatif untuk membahas masa depan layanan publik, dan bagaimana menggunakan solusi kreatif untuk memperbaiki layanan publik.

Seusai menerima penghargaan tersebut, Wali Kota Tri Rismaharini menyampaikan, bahwa tidak mudah mengimplementasikan program e-govermence di Surabaya.

"Kalian tahu, ketika saya ingin menerapkan program ini, banyak tekanan yang mengarah kepada saya dan keluarga agar tidak menerapkan penggunaan teknologi e-govermence ini," kata Risma.

Wali kota sarat akan prestasi ini bahkan tak kuasa menahan air mata kebahagiaan ketika dirinya berhasil menerapkan e-govermence. Tak lupa, Risma mengucapkan terima kasih kepada seluruh staff yang turut membantu dirinya membuat e-govermence.

"Tujuan saya membuat program ini untuk memangkas praktek-praktek korupsi dari segala bidang dan membuat semua transaksi keuangan mulai dari infrastruktur pembangunan, kesehatan, pendidikan di Kota Surabaya menjadi transaparan," pungkas Risma diiringi tepuk tangan peserta. and.dan

Page 8 of 234