Surabaya (beritakota.net) Sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyediakan wadah sekaligus meresmikan Ruang Layanan Keluarga Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang dilakukan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Rabu, (2/5/2018) di gedung Siola lantai 2.
 
Menurut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, maksud dan tujuan menyediakan fasilitas pelayanan anak berkebutuhan khusus untuk membangun pemerataan layanan tanpa diskriminasi, memberikan ruang penanganan bagi ABK dengan kesulitan belajar umum maupun khusus melalui pemberdayaan orang tua serta mengembangkan wadah edukasi bagi orang tua, guru, guru pandamping kelas untuk pengasuh dan pendidikan efektif.
 
"Seburuk apapun kondisinya, mereka tetap ciptaan Tuhan dan itu sama posisinya dimata Tuhan. Tidak ada lagi anak berkebutuhan khusus disembunyikan orang tuanya. Kita semua sama," tegas Wali Kota Risma di sela-sela sambutannya.
 
Dibalik kekurangan ABK, Wali Kota Risma mengingatkan kepada orang tua bahwa Tuhan menyelipkan talenta yang tidak dimiliki oleh orang-orang pada umumnya.

''Seperti Albert Einsten yang dinilai gurunya tidak bisa dan mengerti dengan yang diajarkan. Tapi akhirnya, jasanya mempengaruhi dunia hingga saat ini,'' ujarnya.
 
Agar para orang tua tidak berkecil hati dengan kondisi anaknya dan percaya bahwa Tuhan adil, Wali Kota Risma menjelaskan bahwa ke depan, anak-anak berkebutuhan khusus akan dibutuhkan di dunia pekerjaan. Alasannya, mereka dinilai fokus saat menyelesaikan pekerjaan, seperti halnya pembuatan chip mobil mewah.

"Anak-anak autis bisa menyelesaikan pekerjaan semacam itu karena susunan saraf otaknya teratur seperti rak buku, berbeda dengan anak normal,'' tutur Wali Kota sarat akan prestasi itu.
 
Dirinya juga berharap kepada seluruh industri kesehatan utamanya yang menangani ABK, agar memberikan pelayanan yang terbaik dan mengetahui cara menangani pola dan perilaku ABK.

''Kalau kita memberikan yang terbaik dan mampu memecahkan masalah dengan trik yang benar maka anak itu akan membawa perubahan bagi dirinya dan dunia seperti halnya Einsten,'' tandasnya.
 
Ke depan, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini berencana membuat ruang khusus bagi psikologi dan terapi untuk membahas permasalahan anak lalu menganalisis permasalahan yang dialami ABK.

Tujuannya, mampu menemukan langkah tepat ketika menangani persoalan yang dialami setiap ABK. "Pemikiran orang banyak akan sangat baik ketimbang satu pikiran saja," jelas Mantan Kepala Dinas Bappeko itu.
 
Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), Antiek Sugiharti menyampaikan, ruangan ini tidak hanya diperuntukkan untuk ABK saja, melainkan melatih para orang tua agar dapat menangani putra-putrinya secara mandiri.

''Orang tua akan dilatih bagaimana cara memberikan terapi yang sesuai untuk perkembangan buah hatinya dengan dibantu psikolog dan terapis,'' urai Antiek.
 
Untuk orang tua yang ingin mengkonsultasikan permasalahan putera/puterinya, langsung datang ke Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) setiap hari pukul 9 pagi hingga 4 sore.

Setelah itu, dilakukan assement untuk menggali data kebutuhan anak lalu membuat program penanganan individual untuk anak dan melatih orang tua agar menindaklanjuti program tersebut.  
 
Sementara itu, Wiji Lestari selaku Tim Psikolog Pusat Pembelajaran Anak (PUSPAGA) menambahkan, saat ini ada sekitar 20 orang masing-masing 10 orang psikolog dan 10 orang konselor yang siap membantu para orang tua dalam menangani dan mendampingi permasalahan ABK.

Pemkot Surabaya sendiri telah menyediakan ruangan gratis tanpa dipungut biaya serta fasilitas lengkap seperti terapis dan psycolog dan beberapa ruangan untuk melatih dan menangani ABK seperti, ruang konseling untuk orang tua, ruang terapi, ruang edukasi bagi orang tua yang ingin mendapatkan berbagai macam informasi pengetahuan untuk mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak. Lalu, ada ruang observasi dan bermain.

"Khusus untuk terapi, masing-masing anak diterapi 45 menit," katanya. Dikarenakan ruangan layanan ini memang dikhususkan untuk ABK dengan berbagai macam jenis macam gangguan seperti autis dan down syndrome sehingga mendapatkan penanganan yang tepat serta tuntas atas masalah yang dialami, pihaknya telah melibatkan beberapa pihak terkait.

"Untuk terapi treatment kami memberikan pelayananremedial teaching, pemberian stimulasi dini dan layanan intervensi khusus (terapi perilaku / ABA, OT, CBT dan Wicara)," ujar Lestari.

Ditanya ciri-ciri ABK yang mengalami down syndrome, Lestari menjelaskan, rata-rata kecenderungannya mengalami disabilitas intelektual (IQ di bawah rata-rata) dan perlustimulasi banyak hal. Kemudian gangguan wicara dan keseimbangan tubuh yang kurang.

''Khusus keseimbangan tubuh, kami menstimulasi motorik mereka seperti memanjat dan meluncur untuk melatih keseimbangan,'' terangnya.

PUSPAGA dan DP5A juga melibatkan beberapa instansi sebagai penunjang dalam penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami ABK dengan melibatkan Dinas Kesehatan Surabaya, RS dr.Soetomo, RS Haji, RSAL, RS. Soewandhi, praktek pribadi dokter spesialis (anak, THT, Wicara), lembaga terapi sensori integrasi, okupansi terapi wicara, lembaga pendidikan dan perguruan tinggi ang memiliki laboratorium penanganan ABK.

Kepeduliaan Pemkot Surabaya terhadap ABK mendapat respon positif dari UNICEF Indonesia Deputy Representative, Lauren Rumble. Lauren mengapresiasi fasilitas yang disediakan Pemkot Surabaya tersebut.

''Program ini sangat baik sekali dan luar biasa karena pemkot dapat menggali potensi ABK sehingga ke depan mereka dapat berkontribusi dan bermanfaat bagi sesamanya," tegas Lauren saat mengunjungi PUSPAGA beberapa waktu lalu.

Senada dengan perwakilan UNICEF, salah satu ibu rumah tangga, Sisca (37) yang tinggal di kawasan Surabaya Barat mengaku senang dengan adanya fasilitas semacam ini dan berharap para orang tua tidak malu dengan permasalahan yang sedang dialami anaknya.

"Fasilitas yang ada didalamnya sangat memadai untuk menunjang tumbuh kembang anak dan proses penyembuhannya serta menghemat biaya," ungkap Sisca. and.dan


Gresik (beritakota. net)- Potensi Gresik utara menjadi destinasi wisata cukup besar, hanya saja belum digarap maksimal.

Demikian penegasan Wakil ketua DPRD Gresik Nur Qolib, menyarankan Pemkab agar menggarap seriusr sektor wisata, dimana disektor ini punya potensi besar untuk meningkatkan   Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.

Salah satu potensi tempat wisata yang belum digarap secara maksimal lanjut Nur Qolib, adalah di Desa Mengare,kecamatan Bungah. Tempat tersebut punya keindahan alam yang luar biasa  berupa pantai dan juga ada bangunan bekas peninggalan Belanda (Benteng Mengare) . Namun sayangnya potensi alam itu masih belum dikelola atau termenejemen dengan baik.

Selain di Mengare, bekas galian C di kecamatan Bungah, Sidayu, Ujung Pangkah,serta Panceng menurut Nur Qolib layak dimanfaatkan menjadi wisata. “ Untuk wilayah utara menurut saya sudah seharusnya. (Menjadi daerah wisata red-). Saya melihat potensi bekas galian seolah seolah menjadi bangunan kan itu, . Kemudian wilayah Mengare, waduh! pantainya luar biasa,” bebernya.(23/4/18)

Lebih lanjut, politikus PPP ini, menegaskan kembali agar Pemkab benar-benar menggarap sektor ini. Apalagi kota di pesisir utara pulau Jawa ini sudah punya wisata yang lain yakni wisata makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim yang menyedot ribuan wisatawan tiap harinya. Artinya mereka yang berkunjung menikmati wisata religi juga bisa ditawari wisata alam yang dampaknya sangat positif bagi masyarakat dan Pemkab Gresik.

Untuk itu, kunci pengelolahan di sektor wisata ini lanjut Nur Qolib, ada pada menejemen (penganggaran, pengelolaan) dan Infrastruktur. Sedang terkait kewenangan, Pemkab Gresik bisa memberi kewenangan kepada setiap Desa untuk menggali atau menciptakan potensi wisata masing-masing sesuai dengan kearifan lokal.

“Saya berfikir harus ada potensi wisata yang ditangkap oleh masing-masing desa. Untuk Infrastruktur Pemkab Gresik wajib membangunkan jalan poros Desa, sebab anggaran Desa tidak cukup membangunnya,” tambahnya.

Terkait dengan Penganggaran, jika dalam rencana pembangunan terkendala biaya Nur Qolib, kembali memberikan masukkan yakni Pemkab maupun PemDes untuk tidak segan-segan menggandeng investor atau pihak ketiga,”Ketika Desa itu tidak ada dana bisa saja bekerja sama dengan pihak lain, bisa investor,” bebernya.

Namun Ia memberi catatan, sebelum menggandeng investor, harus ada payung regulasi terlebih dahulu yang intinya mendukung dan mendorong wisata Desa. yang nantinya memberikan keuntungan bagi PemDes, serta Masyarakat sekitar serta menghindari sengketa hukum dikemudian hari.

Selain payung hukum atau regulasi yang harus siapkan dengan pihak ketiga perlu juga disiapkan menejemen seperti disain tata ruang, aturan kepada setiap wisatawan untuk mengantisipasi dampak negatif. ." Nanti kan ada pertiban, dalam hal mana tentu dibatasi jam, kemudian didisain tempat ini tidak memberikan keluasaan hal-hal negatif,” bebernya.

 " Pemerintah Daerah harus membackup itu termasuk DPRD. agar dana Desa dapat digunakan BumDes untuk pengembangan pariwisata,” paparnya. yan/adv

Surabaya (beritakota.net) Program pemberdayaan industri ekonomi kreatif di Kota Surabaya dirasa berhasil dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Surabaya.

Khususnya melalui program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda. Hal ini kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di luar daerah. Seperti yang dilakukan oleh mama-mama dari Wamena,

Kabupaten Jayawijaya Papua dan para pemuda dari Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara langsung mereka berkunjung ke Kota Surabaya untuk belajar dan mendalami bagaimana industri kreatif bisa berkembang di Kota Pahlawan ini.

Selama empat hari mereka berkunjung ke beberapa titik industri kreatif yang ada di Surabaya. Dengan di pandu oleh Bagian Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Seperti salah satunya berkunjung pada acara Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda yang bertempat di KAZA, dan rumah kreatif Wiwit Collection yang berada di Kebraon Surabaya.

Diakhir kunjungannya tersebut, rombongan yang berkisar 20 orang ini, kemudian dijamu untuk makan bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinas.

Sembari makan bersama, Wali Kota Risma juga memberikan beberapa arahan dan pesan kepada mereka, agar ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama beberapa hari di Surabaya bisa di terapkan di daerah asal masing-masing.

"Bapak Ibu sekalian sudah luar biasa berkorban datang ke Surabaya. Namun, kalau ilmu dan pengalaman yang didapat tidak diterapkan, sangat eman sekali," kata Wali Kota Risma, saat memberikan arahan kepada para rombongan di rumah dinas, Minggu, (29/04) sore.

Menurutnya, banyak masyarakat dari daerah yang pernah belajar ataupun study banding di Kota Surabaya. Namun, ketika mereka kembali, pengalaman dan ilmu yang telah didapat tidak diterapkan di daerah asalnya.   

Hal tersebut sungguh sangat disayangkan. Karena menurut Wali Kota Risma, bahwa apapun bukan menjadi alasan untuk seseorang bisa sukses.

"Ke sini (Surabaya) gunanya untuk melakukan perubahan. Kalau kita mau menjadi lebih baik, maka kita harus memulainya. Karena, apapun bukan menjadi alasan untuk seseorang bisa sukses," ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Kepala Dinas dan Koperasi dan UKM Kabupaten Flores Timur Frederik S Bili menyampaikan di Kota Surabaya banyak hal positif yang mendorong anak muda untuk berwirausaha. Salah satunya yakni melalui program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya.

"Industri kerajinan disini sudah bagus, bahkan kuliner juga bagus. Beberapa pengalaman kami sudah dapatkan disini, pastinya kami akan coba terapkan di daerah kami," kata dia.

Bahkan, menurut dia, kedepan pihaknya juga akan kembali melakukan kunjungan ke Kota Surabaya. Tidak hanya itu, dirinya juga berharap dikesempatan yang akan datang pihaknya ingin mendatangkan beberapa industri ekonomi kreatif yang ada di Surabaya untuk memberikan pelatihan di Flores Timur.

"Kalau memungkinkan kami ingin undang beberapa industri ekonomi kreatif di Surabaya untuk menjadi narasumber atau memberikan pelatihan di Flores Timur," jelasnya.

Sementara itu, Pendamping (Fasilitator) dari Mama-mama Papua Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Bidang Perekonomian Rosmala Dewi menambahkan dalam rangka membina ibu-ibu yang ada di Wamena Papua, pihaknya sengaja datang untuk belajar dan mendalami bagaimana industri ekonomi kreatif di Surabaya bisa berkembang.

Disamping itu, dirinya bersama rombongan yang berkisar 10 orang tersebut, ingin mengetahui secara langsung apa itu program Pahlawan Ekonomi yang ada di Surabaya.

"Kami juga perlu membina ibu-ibu di Wamena (Papua) untuk belajar lebih banyak lagi tentang bagaimana berwirausaha. Kalau disini (Surabaya) kan ada program Pahlawan Ekonomi. Kami juga mau adopsi disana dengan nama Pejuang Ekonomi Papua," pungkasnya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya memberikan penghargaan kepada pendonor darah yang 50 kali mendonorkan darahnya secara suka rela selama tahun 2017.

Pemberian penghargaan yang digelar di Graha Sawunggaling itu juga untuk memperingati Hari Palang Merah Sedunia dan Bulan Sabit Merah ke 155 & HUT Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya ke 63 tahun 2018.

Pada kesempatan itu, sebanyak 334 orang mendapat penghargaan. Selain itu, PMI Surabaya juga memberikan penghargaan berupa pin emas kepada para juara umum.

Khusus untuk kategori LSM diraih oleh Totok Sudarto dari Harmoni Karaoke Club, kategori instansi diberikan kepada Bank Indonesia dan untuk kategori sekolah atau perguruan tinggi diraih oleh Universitas Airlangga. Ketiganya mendapatkan pin emas yang disematkan langsung oleh Ketua PMI Surabaya Hendro Gunawan.

"Yang mendapatkan penghargaan sebanyak 344 orang, terdiri dari pria 311 orang dan wanita 23 orang.Semuanya mendonorkan darahnya di unit Donor Darah PMI Kota Surabaya. Kami juga memberikan penghargaan kepada penggerak donor darah terbaik selama tahun 2017 ini,"  kata Hendro Gunawan saat menggantikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan sambutan dan penghargaan, Senin (30/4/2018).

Sekretaris Daerah Kota Surabaya ini juga menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemkot Surabaya kepada pahlawan kemanusiaan yang telah mendonorkan darahnya selama tahun 2017. Dengan donor darah dari mereka itu, maka masyarakat yang sedang mendapatkan musibah bisa langsung teratasi dari segi darahnya.

"Oleh karena itu, kami atas nama pemerintah kota dan atas nama PMI Surabaya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendonorkan darahnya selama ini," kata dia.

Menurut Hendro, donor darah itu merupakan perbuatan mulia, sehingga dia meminta kepada semua pihak untuk terus mengajak lingkungan sekitarnya, baik keluarga, kerabat dan tetangga untuk melakukan perbuatan mulia itu.

Bahkan, ia meminta para pendonor dan penggerak yang sudah mendapatkan penghargaan itu untuk terus melakukan donor darah secara rutin, tanpa harus menunda saat memasuki waktu donor.

"Berkat para pendonor darah ini, maka Kota Surabaya sudah melebihi target nasional angka keamanan darah. Target dari pusat ditetapkan angka keamanan darah nasional adalah 2 persen dari jumlah populasi setiap tahunnya. Sedangkan di Surabaya telah berhasil mencapai angkat 14 persen dari jumlah penduduk Kota Surabaya," tegasnya.

Hendro juga menjelaskan bahwa Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya untuk yang pertama kalinya di Indonesia mendapatkan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari BPOM pusat. Bahkan, Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya juga menjadi yang terbaik di Indonesia. "Makanya,kami selalu menjadi rujukan study banding bagi unit donor darah daerah lain," kata dia.

Pada kesempatan itu, Hendro juga memastikan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas serta pelayanan kepada masyarakat, Pemkot Surabaya telah memberikan dana hibah kepada PMI Kota Surabaya untuk pembangunan fasilitas gedung PMI. Harapannya, pelayanan bisa terus ditingkatkan dan bisa semakin maju ke depannya.
 
"Apalagi, kami sudah sering dibantu oleh PMI selama ini. Jadi, kalau ada musibah, biasanya tim dari PMI ini yang datang pertama kali. Ke depannya, kami akan terus berusaha meningkatkan pelayanan sehingga semakin maju dan dapat maksimal membantu masyarakat," ujarnya.

Totok Sudarto dari Harmoni Karaoke Club yang meraih penghargaan pin emas PMI Surabaya mengaku senang dengan penghargaan itu. Sebab, jerih payahnya dihargai oleh Pemkot Surabaya atau PMI Surabaya.

"Meskipun, pada hakekatnya ini bukan tujuan utama kami dalam menggerakkan donor darah ini. Saya sangat senang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot, mereka peduli kepada kami," pungkas Totok. and.dan



Surabaya (beritakota.net) Perubahan fungsi Fasum (fasilitas umum) menjadi tempat hunian di Perumahan Puri Mas Gunung Anyar Surabaya, mendapat protes dari warga RW 07/RT 10 kelurahan Gunung Anyar kecamatan Gunung Anyar Surabaya.

Pasalnya, fasilitas umum (Fasum) yang seharusnya menjadi tempat bermain atau tempat oleh raga untuk warga Perumahan Puri Mas kini diperjual belikan oleh pihak pengembang PT Mahkota Berlian Cemerlang (BMC) beralih fungsi menjadi tempat hunian dan diperjual belikan tanpa adanya sosialisasi ke warga.

Ketua RW 07 Kelurahan Gunung Anyar, Indra Jaya Wardhana mengatakan, awal mula warga kami bergejolak, karena memang ada beberapa yang kami anggap fasum sesuai dengan site plan yang dipunyai teman-teman ini ketika membeli. Tiba-tiba beralih fungsi dan diperjual belikan dan iru mulai kami pertanyakan.

''Intinya kami sudah melakukan komunikasi untuk duduk bersama, ketika memang ada permasalahan fasum/fasos ayo kita selesaikan beraama secara kekeluargaan. Tapi sampai hari ini belum ada reapon cukup baik dari pengembang, ahkirnya kami melayangkan surat ke DPRD Surabaya untuk memfasilitasi permasalahan kami,'' terang Indra saat dikonfirmasi, Selasa (1/05/2018).

Masih menurut Ketua RW 07 Perumahan Puri Mas ini, yang pasti kami secara hukum kalah. Kalahnya kenapa, kami baru tau pengembang ini melakukan replaning berdasarkan Perwali 12 tahun 2012 di situ menyatakan replaning terkait Fasum/Fasos bisa dilakukan tanpa persetujuan 2/3 pemilik lahan.

''Lah, tentunya Perwali itu tidak memihak kepada kami selaku warga dan pembeli rumah dan itu yang kami pertanyakan,'' ujarnya. Pria yang juga PNS di Inspektorat Jatim ini juga menambahkan, memang pengembang melakukan peralihan fungsi berpedoman pada Perwali tersebut.

Upaya yang dilakukan warga untuk mencapai titik temu dengan pengembang pun sempat berbuah manis. Saat itu Komisi C DPRD Surabaya memfasilitasi dengar pendapat antara warga Perumahan Puri Mas dan pengembang, tepatnya pada Desember 2017 lalu.

''Tentunya kami pertanyakan hal itu di depan dewan. Bahkan waktu hearing pertama di dewan pada bulan Desember 2017 kemarin. Disitu sudah ada kesepakatan yang dibuat antara DPRD kota, kami selaku warga, pengembangan serta PU Cipta Karya beserta Kelurahan dan kecamatan. Disitu perintah dewan adalah untuk menunda segala macam pemagaran, pembangunan lokasi yang dianggap fasum sambil menunggu kejelasan hearing tahap dua. Kami sudah layangkan surat ke pihak dewan yang terhormat untuk segera dilakukan hearing tahap dua,'' paparnya.

Hasilnya, pihak pengembang diminta menahan diri untuk tidak lagi melakukan alih fungsi fasum menunggu pertemuan lanjutan. Namun bukan berarti pengembang akan menuruti permintaan ini.

''Jika tetap tidak ada titik temu, warga sudah siapkan dua opsi yakni melaporkan kasus ini ke Ombudsman serta mengajukan tuntutan ke PTUN,'' pungkasnya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Pasca pelatihan manajemen keuangan dan ketahanan ekonomi keluarga beberapa waktu lalu, kini anggota Fatayat Nahdatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Sahabat Perempuan Surabaya akan mengikuti pelatihan usaha kecil menengah (UKM) di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Keinginan untuk mengubah hidup menjadi lebih baik dan sejahtera mengemuka pada acara bertajuk "Sahabat Perempuan Surabaya 2018 Sebuah Ikhtiar Untuk Makmur Rakyat Jawa Timur" di Kaza Mall, Selasa, (1/5/2018).
 
Koordinator Sahabat Perempuan Surabaya, Ucik mengucapkan rasa terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berkenan dan peduli kepada warga yang notabene berasal dari kalangan santri.

"Perkumpulan perempuan santri ingin maju, dibina dan siap bersinergi dengan Pemkot Surabaya agar bermanfaat bagi sesama dan berdaya secara ekonomi," kata Ucik ketika memberikan sambutannya.

Mendengar usaha dan rencana niat baik tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendorong upaya perempuan Fatayat NU yang mau bergerak menuju hidup yang lebih sejahtera dengan mengikuti pelatihan dan pendampingan UKM.

"Saya senang panjenengan semua mulai bergerak, nanti kami bantu karena itu tugas saya," ujar Wali Kota Risma dalam sambutannya. Dalam pertemuan tersebut, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menyampaikan kepada perempuan Fatayat NU agar tidak bingung dan takut saat memasarkan produknya.

"Nanti diajari saat pelatihan dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta saya sendiri ikut mempromosikan," tandas Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan.

Bahkan nantinya, kata Wali Kota Risma, perempuan Fatayat NU akan diberi wadah khusus saat pelatihan dan didampingi tim serta pengembangan usaha.

"Kalau mau gabung setiap sabtu dan minggu tanpa dipungut biaya. Nanti dalam pelatihan akan dibagi dan langsung praktek ditempat," jelasnya.
 
Melihat upaya dan keinginan perempuan Fatayat NU untuk bergerak maju, Wali Kota Risma, optimis semua permasalahan dapat diselesaikan karena kuat dari segi finansial.

"Kalau semua mau mengubah nasib menjadi lebih baik, bukan tidak mungkin para ibu-ibu bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.
 
Alasan Wali Kota Risma mengkaitkan pendidikan bagi anak-anaknya dengan usaha yang kini sedang diperjuangkan perempuan Fatayat karena saat ini cukup banyak tenaga kerja asing yang memasuki pasar Indonesia.

"Semua harus sekolah, nggak bisa kalau nggak sekolah. Saya tidak ingin anak turunan kita kembali dijajah," tegasnya. Dengan adanya keinginan mencapai hidup yang sejahtera, Wali Kota Risma berharap agar perempuan Fatayat NU mau berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan hidupnya dan membangun ekonomi kota atau negara yang tangguh.

"Mari bersama-sama kita berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan dengan mendongkrak ekonomi masyarakat yang ada di bawah sehingga roda perekonomian di Surabaya terus bergerak naik," pungkasnya.
 
Di akhir sambutannya, Wali Kota Risma kembali mengingkatkan kepada seluruh perempuan Fatayat NU agar mampu mewujudkan rukun islam yaitu zakat dan berbagi. Artinya, dirinya menginginkan agar warga lebih peduli dan memunculkan rasa saling tolong menolong antar sesama, utamanya mereka yang tidak bisa mengakses apapun.  

"Minimal sedekah kalau tidak bisa memberikan pekerjaan," tutur wali kota sarat akan prestasi itu. and.dan


Gresik (beritakota. net)- Akibat lahan bekas tambang galian C di Kabupaten Gresik tidak direklamasi, ternyata membahayakan warga sekitar. Adalah Rama (11), bocah SD Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu tewas akibat tenggelam di lahan bekas tambang di Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Selasa (1/5/2018).

Kejadian nahas itu bermula saat Rama bersama-sama teman-teman sebayanya memanfaatkan libur May Day untuk bermain. Mereka kemudian datang di kubangan bekas tambang di Desa Wadeng. Saat bermain, diduga putra dari pasangan suami istri Kasto dan Zulaikha itu tak menyadari kalau sebagian air dari kubangan sangat dalam. Korban kemungkinan terpeleset di kubang air yang dalam hingga tenggelam.

Teman-teman korban yang mengetahui kejadian itu kemudian lapor ke warga setempat untuk melakukan pencarian. "Korban usai ditemukan dan dievakuasi langsung dibawa pulang ke rumah duka. Keluarga korban tidak menuntut atas kejadian ini," kata Kanit Reskrim Polsek Sidayu Aiptu Bakti Aris.

Korban yang masih duduk di bangku SD itu ditemukan warga sekitar pukul 09.00 WIB setelah dilakukan pencarian.

Sementara Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib sangat menyayangkan terjadinya peristiwa ini. Sebab, kejadian ini bukan pertama kalinya di Gresik.

Menurut dia, kejadian ini akibat ketidakpatuhan penambang terhadap Peraturan Perundangan. Selain itu, ia juga menilai pemerintah lalai karena membiarkan lahan bekas tambang tidak direklamasi.

"Dinas Lingkungan Hidup (DLH) secara konstitusi seharusnya memiliki kewajiban untuk meminta dan menindak para pengusaha tambang yang melakukan pelanggaran seperti tidak melakukan reklamasi terhadap lahan bekas galian C", ujar Nur Qolib saat dihubungi wartawan.

Politikus PPP ini menyebutkan jika reklamasi lahan bekas tambang sudah diatur dalam UU, di antaranya  Nomor 05 tahun 1960, kemudian UU Nomor 11 Tahun 1967, dan UU Nomor 04 Tahun 2009.

"Lahan eks tambang harus direklamasi atau diuruk agar tidak membahayakan lingkungan sekitar. Tapi faktanya di Gresik pasca ditambang habis-habisan kan dibiarkan," ungkap penggagas Program Desa Mandiri ini.

Untuk itu, Nur Qolib meminta Pemkab selaku pemilik wilayah turut menjaga dan mengamankan masyarakatnya dari pengusaha tambang. "Semua masyarakat tahu kalau di wilayah Kabupaten Gresik bertebaran eks areal tambang yang sangat membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar. Bekas tambang itu dibiarkan menganga dengan kedalaman melebihi ambang batas. Ada yang digali dengan kedalaman hingga 20 meter lebih. Jika ada orang yang jatuh pasti meninggal. Seperti eks tambang yang menyebabkan Rama meninggal," tegasnya. yan

Surabaya (beritakota.net) Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki Kebun Raya Mangrove akhirnya terwujud setelah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan penandatangan MoU pada acara puncak Jaga Bumi di Jalan Tunjungan Surabaya, Minggu, (29/4/2018).

Usai MoU acara dilanjutkan dengan penyerahan prasasti dan bibit mangrove oleh Kepala Pusat Kebun Raya Indonesia kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Joestamadji.

MoU disaksikan secara langsung oleh Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI), Megawati Soekarnoputri bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan rasa terima kasih dan bangga karena Surabaya dipilih sebagai tuan rumah Jaga Bumi sekaligus dilaunchingnya Kebun Raya Mangrove Surabaya pertama di dunia.

‘’Akan menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa ke depannya. Kita buat penghijauan terus agar warganya betah,’’ kata Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan dari warga.

Keberhasilan membangun lingkungan yang asri dan segar tidak hanya membuat warga nyaman tetapi juga mampu mengurangi suhu panas di Surabaya karena banyak warga banyak menanam dan membersihkan lingkungan.

‘’Ini sekarang sudah turun 2 derajat. Semoga, niat untuk menjaga lingkungan dapat diteruskan sampai anak turunan kita,’’ ujar mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan itu.

Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Megawati Soekarnoputri mengungkapkan, alasan mendirikan YKRI karena dirinya prihatin akan kondisi kebun raya di Indonesia saat dirinya menjabat sebagai wakil presiden.

‘’Saya kemudian mengambil keputusan untuk membuat yayasan ini,’’ jelasnya.  Setelah sekian lama, lanjut Mega, usaha mendirikan kebun raya tidak sia-sia, karena masyarakat merespon dengan menunjukkan cinta dan kasih sayang terhadap tumbuh-tumbuhan dan hewan. 

“Indonesia memiliki flora dan fauna terbesar dan oleh dunia diakui mampu menyumbang oksigen bagi dunia,” terang Megawati. Disampaikan Mega, alasan memilih festival Jaga Bumi di Surabaya karena ketika dipilih menjadi pemimpin, Wali Kota Risma telah berjanji untuk membangun kota dan SDM warga Surabaya menjadi lebih baik.

‘’Sekarang terasa, ada kenyaman seperti pohon dan sungai bersih untuk wisata dan warga lebih nyaman,’’ tuturnya. Tidak hanya itu, kata Dia, Surabaya dinilai apik dalam membangun komunikasi bersama warga untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sehingga timbul kenyamanan di setiap sudut kota.

‘’Saya berharap kota lain bisa meniru Surabaya utamanya dalam hal pembangunan lingkungan dan anak,’’ tegas Mantan Presiden kelima Republik Indonesia tersebut.

Perempuan kelahiran Yogyakarta itu juga optimis bahwa warga Surabaya akan mendukung terobosan yang sudah dilakukan Wali Kota Risma.

‘’Ayo semua elemen membantu bu Risma menanam di kebun raya mangrove mulai kelompok kecil sampai dewasa. Mau apa tidak,’’ tanya Mega kepada seluruh warga.  

Mengingat pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan, Plt Kepala LIPI, Bambang Subiyanto mengatakan, masih diperlukan 47 kebun raya dan hingga saat ini masih terkumpul 42 kebun raya dari masing-masing kota yang telah mendaftar.

Bahkan menurut Bambang, kebun raya mangrove memiliki banyak manfaat bagi kelangsungan hidup manusia antara lain, menjadi penahan dari gelombang abrasi laut karena pemanasan global yang menyebabkan kenaikan laut, penyimpan karbon paling banyak 5 kali dari pada hutan serta mampu menjadi destinasi wisata.

‘’Banyak kota dan desa yang terancam punah karena ulah manusia, namun dengan adanya lahan seluas 2.800 hektare, maka Surabaya siap menjadi paru-paru bagi kota di Indonesia dan dunia,’’ urai Bambang.  

Keberadaan kebun raya mangrove, bagi bambang, tidak hanya apik secara ilmiah, tetapi juga memiliki manfaat lain dalam hal pendidikan bagi anak dan peningkatan ekonomi pelaku UKM.  

‘’Bagi pelajar sebagai laboratorium untuk bidang biologi lalu konservasi dalam rangka perlindungan terhadap tanaman yang nyaris punah dan jasa lingkungan serta ekowisata bagi pelaku UKM untuk meningkatkan ekonomi warga,’’ tandasnya.  

Usaha dan rencana Pemkot Surabaya membangun Kebun Raya Mangrove mendapat respon positif dari Ismiati (38). Warga Surabaya Barat itu mengaku senang ketika mendengar Surabaya akan membangun Kebun Raya Mangrove.

‘’Kan Surabaya padat bangunan dan tambah panas, namun Surabaya mampu membuat perubahan dan penyegaran bagi warganya, utamanya bagi kesehatan dan keberlangsungan hidup warga Surabaya,’’ ujar Ismiati.  

Sama halnya dengan Komarudin (54). Datang bersama keluarga, dirinya mengaku Surabaya sudah berbeda dari sebelumnya, utamanya dalam hal tata kota.

‘’Kota ini sudah bagus ditambah adanya kebun raya sebagai kawasan konservasi yang berada di kota besar. Sangat luar biasa dan ke depan sangat baik untuk kehidupan masyarakat,’’ pungkas Komarudin.

Dia berharap, kota-kota besar dapat mencontoh Surabaya. Sebab baginya, kondisi lingkungan saat ini sudah berubah dari sebelumnya. ‘’Sudah saatnya, Surabaya dan Indonesia mulai sadar akan kebersihan, mencintai dan menyelamatkan lingkungan sehingga ke depan, bumi Indonesia tetap utuh dan lestari,’’ tutur pria kelahiran Bekasi tersebut. 

Dalam acara tersebut, berbagai event telah disiapkan Pemkot Surabaya antara lain, Fun Walk, Festival Bunga, Jaga Praja (pameran UKM dan pertunjukan komunitas), Jaga Cilik (permaian tradisional anak Indonesia, Jaga Wiyata, dan lomba mewarnai), Jaga Raga (aktivitas olahraga, zumba), Jaga Gita (pertunjukan musik) yang akan diramaikan oleh artis papan atas seperti Tipe X, White Shoes and the Couples Company, dan The SIGIT, Jaga Prakasa (simbolis Kebun raya Mangrove Surabaya), Jaga Sakra (sarasehan penerima penghargaan Kalpataru), dan Jelajah Bumi Komunitas Sepeda. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) bersama Pemerintah Kota Surabaya menggelar kegiatan Jaga Bhumi Festival. Salah satu kegiatannya adalah sarasehan yang diikuti oleh Pendiri YKRI Megawati Soekarno Putri, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan 84 peraih kalpataru se-Indonesia.

Sarasehan yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya itu memberikan kesempatan kepada para peraih kalpataru untuk menyampaikan usulan dan rekomendasi tentang pembangunan lingkungan di Indonesia.

Salah satu perwakilan peraih kalpataru menyampaikan usulan dan rekomendasinya yang meminta untuk difasilitasi bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Bahkan, mereka juga meminta untuk dibuatkan semacam organisasi yang dapat menguatkan komunikasi diantara para peraih kalpataru. Menanggapi permintaan itu, Megawati Soekarno Putri selaku pendiri YKRI dan yang menginisiasi acara itu mengaku akan menyampaikan semua usulan dan rekomendasi itu kepada pemerintah, termasuk kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

“Tentunya, kami akan menghubungi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta akan menyampaikan apa-apa yang sudah diusulkan oleh mereka,” kata Megawati saat acara itu, Sabtu (28/4/2018).

Megawati mengaku sangat mendukung apabila para peraih kalpataru itu membuat forum atau organisasi yang bisa menjalin komunikasi dan menjadi wadah pembelajaran kepada mereka. Namun, ia mengingatkan supaya organisasi itu tidak disalahgunakan untuk kepentingan lainnya.

“Saya sangat senang dan mendukung kalau mau dibuat organisasi, tapi semangat untuk membangun lingkungan dan ruhnya kalpataru harus tetap dijunjung tinggi, tidak boleh sampai hilang,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Risma juga mengapresiasi dikumpulkannya para peraih kalpataru itu. Sebab, dengan cara itu mereka bisa saling berbagi untuk mengembangkan lingkungan dan diharapkan bisa menambah semangat para peraih kalpataru untuk mengembangkan lingkungannya.

“Saya pikir ini bagus, karena kita bisa saling berbagi. Bekerja di lingkungan itu tidak ada yang mengapresiasi, padahal pekerjaanya itu sangat berat. Boleh dicek, kemarinnya kita kerja bakti cuman sedikit aja, capeknya minta ampun. Melalui cara ini, diharapkan mereka bisa lebih semangat lagi di lapangan,” kata Wali Kota Risma.

Di forum sarasehan itu, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu banyak menjelaskan perkembangan pembangunan lingkungan.

Mulai dari menanam padi dan sayur-sayuran di Balai Kota, pertanian yang semakin pesat hingga menyejahterakan para petani hingga perkampungan yang masing-masing warganya gemar menanam.

Selain itu, Wali Kota Risma juga menjelaskan kualitas cabai made yang tidak busuk hingga satu bulan, termasuk pula setiap bulannya ada program minggu pertanian yang digelar di Balai Kota Surabaya.

Minggu pertanian ini untuk memasarkan hasil pertanian di Kota Surabya. “Boleh dicek di perkampungan kami, warga sudah semakin gemar menanam di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga memastikan akan terus membangun hutan-hutan kota di semua wilayah di Kota Surabaya. Baik di wilayah utara, barat dan selatan. Khusus di wilayah Surabaya barat, ia mengaku sudah banyak karena daeranya lebih tinggi dan memang untuk menyerap air.

“Di bara itu sudah ada tiga lokasi. Di selatan ada satu di Balasklumprik , mungkin satu lagi lalu dikebraon. Mungkin di Waru Gunung dan sekarang yang sedang dibangun di Mulyorejo,” kata dia.

Khusus untuk di Kebraon, lanjut dia, Pemkot Surabaya berencana membangun hutan kota obat-obatan yang akan ditanami daun kelor, bambu dan beberapa tanaman obat lainnya.

“Lokasinya, nanti yang hutan kota obat-obatan di Kebraon, karena itu aset pemkot yang berhasil diamankan oleh pihak kejaksaan. Suatu saat, hutan kota obat-obatan itu diharapkan bermanfaat untuk pengembangan pengobatan di Indonesia,” pungkasnya. and.dan

 

 

 

Surabaya (beritakota.net) Gerakan Nasional 1000 startup kembali dibuka di Kota Surabaya tahun 2018. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka langsung gerakan nasional 1000 startup itu di Graha Sawunggaling, Sabtu (28/4/2018).

Dalam sambutannya, Wali Kota Risma mengatakan bahwa anak muda saat ini memasuki era yang sangat luar biasa dan berat. Namun, apabila anak muda itu mau dan ingin untuk menang, maka pasti bisa, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama seseorang itu berusaha.

“Kalau kita mau belajar dan mendengarkan orang lain, maka pasar di dunia ini akan  milik kita. Begitu juga sebaliknya, apabila kita tidak mau, maka mereka yang akan menyerang kita dan kita akan menjadi pasar bagi mereka,” kata Wali Kota Risma saat membuka Gerakan Nasional 1.000 startup.

Oleh karena itu, salah satu kuncinya untuk sukses dalam dunia startup adalah langsung memulai dan melakukan apa yang diinginkan. Ia juga mewanti-wanti untuk tidak takut atau pun ragu dalam memulainya, dan tidak malu untuk bertanya, karena bertanya itu bukan berarti bodoh.

“Jangan takut untuk memulai, mulailah dan lakukanlah. Saya juga pernah seperti itu, saya sudah bangun, lha ternyata masih ada masalah, tidak ada yang salah dalam memulai, mungkin kurang sempurna saja, makanya kita harus terus belajar untuk menjadi sempurna,” kata dia.

Wali Kota Risma juga meminta untuk tidak hanya ngomong saja untuk memulai startup, sebab nanti akan bingung sendiri lama kelamaan. Ia menilai, dengan bersama-sama, maka pasti bisa dan tidak ada yang tidak mungkin.

“Yang paling penting juga, kita harus patahkan ego kita bahwa kita paling bisa, patahkan ego kita kalau kita paling mengerti, kalau kita bisa patahkan itu, maka kita akan mudah berkolaborasi,” kata dia.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan bahwa kalau mau berkolaborasi, maka harus dipahami dan diterima kelebihan dan kekurangan partnernya. Sebab, peluang ke depannya sangat banyak untuk bisa dikembangkan.

“Jadi, jangan sampai disia-siakan. Tuhan itu tidak pernah membeda-bedakan kita asalkan kita mau. Ayo kita bergerak,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga mengajak anak muda yang hadir pada acara itu untuk membuktikan kepada dunia bahwa meskipun negara Indonesia tidak terlalu kaya, tapi warganya bisa berhasil di dunia.

“Kalau emaknya bisa, masak kalian tidak bisa?. Ayo kita buktikan bahwa kita bisa dan mampu untuk berhasil. Mari kita balikkan anggapan bahwa meskipun negara Indonesia tidak terlalu kaya, tapi kita mampu dan bisa sukses,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Gerakan Nasional 1000 startup di Kota Surabaya Lastriani Yumna Fariha mengatakan acara ini diikuti oleh sekitar 450 mahasiswa dan umum yang sudah konfirmasi hadir.

Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah itu bertambah mengingat pada waktu mengisi daftar hadir banyak yang tidak konfirmasi sebelumnya.

“Pesertanya berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, tapi yang paling banyak mahasiswa dan umum serta pelaku startup di Kota Surabaya,” kata Lastriani disela-sela acara.

Menurut Lastriani, setelah berjalan selama lebih dari satu tahun, Gerakan Nasional 1.000 Startup Digitalini sudah menjaring lebih dari 33.000 pendaftar, lebih dari 7.000 peserta yang terpilih yang melibatkan  370  mentor,  dan  sekitar  127 startup.

Mereka sudah mengikuti tahapan inkubasi di 10 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.

“Berbeda dengan proses sebelumnya, program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital kali ini lebih fokus dalam mematangkan konsep para peserta dengan mendatangkan para domain expert di sektor atau industri yang merupakan fokus dari prioritas pemerintah,” kata dia.

Adapun sektor industri yang menjadi prioritas tersebut adalah agrikultur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, logistik, dan energi. Fokus terhadap keenam sektor ini ditujukan agar para entrepreneur di Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap permasalahan yang riil di lapangan.

Gerakan ini, lanjut dia, terdiri dari lima tahapan, yaitu dimulai dari Ignition, Networking, Workshop, hacksprint, bootcamp dan yang terakhir inkubasi. Namun, pada kesempatan kali ini hanya pada tahap ignition dan akan dilanjutkan pada tahapan berikutnya di lain waktu.

“Kami yakin, startup di Kota Surabaya akan semakin berkembang karena Pemkot Surabaya atau Bu Risma sangat mendukung tumbuh kembangnya Startup. Terbukti dengan adanya Co-working spacedi gedung Siola yang memang diperuntukkan untuk anak-anak muda supaya berkembang, terutama dalam mengembangkan startup-nya,” pungkasnya. and.dan

 

 

 

Page 8 of 250