Terkait Bantuan untuk Siswa SMA/SMK

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah meminta pertimbangan dari ahli hukum, kejaksaan dan kepolisian terkait permohonan untuk memberikan bantuan kepada siswa/siswi SMA/SMK kurang mampu yang terdampak pengalihan pengelolaan pendidikan menengah dari pemerintah kota ke pemerintah provinsi.

Dari hasil konsultasi tersebut, wali kota menegaskan bahwa pemkot tidak bisa mengeluarkan uang untuk membantu siswa/siswa tersebut. Walaupun, keinginan untuk membantu SMA/SMK tetap ada, tetapi pemkot ingin masalah hukum clear sehingga kelak tidak bermasalah.

"Kenapa saya nggak berani? Karena saya sudah minta pertimbangan dari ahli hukum, kejaksaan, kepolisian. Kemudian diruntut semua aturan, kita tidak bisa mengeluarkan uang itu," jelas wali kota saat melakukan teleconference bersama awak media di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin (6/11).

Menurut Risma, Pemkot selama ini telah melakukan berbagai upaya untuk mencari solusi atas permasalahan ini. Diantaranya sudah pernah melakukan konsultasi ke pemerintah pusat. Pemkot juga telah menganalisa hal ini bahkan sebelum disidangkan di Mahkaman Konstitusi.

"Jadi kami sudah kaji jauh-jauh hari, bukan hanya sebulan atau sekarang ini. Kenapa aku berjuang setengah mati saat itu nggak ada yang care?," sambung wali kota.

Pemkot juga sempat berkirim surat ke Pemerintah Provinsi tertanggal 8 dan 22 Februari 2017 lalu. Kala itu, Pemkot menyampaikan data sementara siswa SMA/SMK Kota Surabaya yang tidak mampu membayar SPP.

Oleh Pemprov, surat tentang permohonan pembebasan biaya pendidikan dari sejumlah 55 siswa sesuai data usulan tersebut dijawab bahwa untuk SMA/SMK negeri pada prinsipnya menyiapkan diri untuk pembebasan biaya pendidikan, namun perlu dilakukan visitasi terlebih dahulu untuk memastikan kebenaran data.

"Intinya dijawab oleh provinsi akan dibantu. Kalau provinsi sanggup ya sudah, karena kewenangannya memang ada di provinsi," sambung Wali Kota Risma.

Wali kota juga menegaskan bahwa kalau memang aturan membolehkan, tentunya tidak ada halangan untuk melakukan hal itu. "Kalau aturannya boleh, kenapa nggak? Kalau memang bisa, kasih dong surat ke saya," ujarnya.

Surabaya (beritakota.net) Banyak parkir liar di Kota Surabaya mulai ditertibkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Saat ini Penertiban parkir tepi jalan terus dilakukan Dinas Perhubungan Kota Surabaya dengan memasang alat parkir meter.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat, tahun 2018 rencananya kawasan Taman Bungkul akan dipasang 10 alat parkir meter.

''Rencananya untuk akhir Desember 2017, 10 mesin parkir meter akan dipasang di Taman Bungkul dan akan mulai dioperasikan awal tahun 2018,'' ujarnya Senin (6/11/2017).

Rencana pemasangan parkir meter ini dilakukan setelah melakukan evaluasi dan mendapat masukan dari warga serta, pengunjung taman yang pernah mendapat penghargaan dari PBB itu.

Irvan menjelaskan, alasan pemasangan parkir meter tidak dilakukan serentak di beberapa titik, meski sebelumnya sudah memasang 10 alat di kawasan Balai Kota Surabaya.

''Kenapa tidak dilakukan secara serentak, hal itu dikarenakan alatnya mahal. Jangan sampai dipasang ratusan parkir meter seperti, di kota lain tapi tidak berfungsi, kan percuma,'' ungkap Irvan.

Irvan juga mengatakan, pasca dioperasikannya parkir meter, maka lahan parkir di Taman Bungkul hanya boleh parkir di satu sisi yakni sisi timur saja.

''Nantinya hanya boleh yang dekat dengan Taman Bungkul, sisi barat dilarang digunakan untuk parkir, sehingga kendaraan pengunjung taman yang ingin mengakses jalan tidak tersendat,.'' kata Irvan.

Sementara Kepala UPTD Parkir Tepi Jalan Umum Dinas Perhubungan Surabaya, Trangono Wahyu Wibowo memastikan pemasangan mesin parkir meter akan mengelilingi Taman Bungkul.

Ia berharap dengan adanya parkir meter ini, tempat parkir di Taman Bungkul tidak lagi semrawut, seperti banyak dikeluhkan warga.

''Semoga ini menjadi solusi solutif, untuk mengatasi parkir di Taman Bungkul yang selalu bikin macet,'' kata dia.

Meskipun memakai parkir meter, Tranggono tetap memastikan bahwa juru parkir di Taman Bungkul yang ada saat ini, akan dilakukan pembinaan serta direkrut menjadi tenaga kontrak Pemkot Surabaya seperti yang sudah dilakukan kepada jukir di sekitar Balai Kota Surabaya.

''Nantinya kami akan rekrut dan digaji Pemkot. Nanti ada 63 jukir yang akan melayani parkir disana,'' jelasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka sekaligus memberi pengarahan kepada Ketua LPMK, RW dan RT Se-Kota Surabaya di graha sawunggaling Lt.6, Senin, (6/11/2017). Sosialisasi ini, digelar untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat dan memudahkan kebutuhan masyarakat.

Acara yang digelar mulai tanggal 6 hingga 24 November 2017, turut dihadiri Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan, Asisten wali kota II, M. Taswin, para ketua RT/RW Wonocolo, Wiyung dan Gunung Anyar serta jajaran OPD terkait.

Dalam acara tersebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan beberapa poin diantaranya, pelayanan perizinan, pembangunan fasilitas olahraga, pengawasan orang asing, masalah sosial (pembangunan makam) dan pelatihan bagi pelaku UKM.

Disampaikan Wali Kota, pelayanan publik terkait pengurusan surat pernikahan, akte kelahiran dan kematian maupun pengurusan izin lainnya bisa dilakukan melalui elektronik sehingga warga tidak perlu lagi datang ke Dispendukcapil.

"Tolong disosialisasikan lagi kepada warganya, jika belum jelas nanti akan dijelaskan staff dari dinas Kominfo," kata Risma di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan pembangunan lapangan olahraga yang ada di setiap sudut Kota Surabaya. Menurutnya, tujuan pembangunan fasilitas olahraga ini agar anak-anak muda tidak terjerumus dalam kasus kenakalan remaja jadi jangan rebutan.

"Saya ingin mereka selamat karena kalau sudah kena kasus kenakalan remaja susah dibetulkan," ujarnya.

Adapun masalah sosial terkait pembangunan makam. Dikatakan Wali Kota, tahun depan Pemkot akan membangun tempat pemakaman di beberapa titik di surabaya barat (Babat Jerawat) dan bagian selatan (Karang Pilang). Alasan pembangunan makam ini, kata dia, untuk mengurangi jumlah tekanan yang ada di TPU Keputih.

"Kalau ada makam baru kan yang dari selatan nggak perlu ke keputih bisa langsung, selain itu, harga tanah di keputih sangat mahal," ungkap wali kota sarat akan prestasi tersebut.

Selain itu, wali kota juga menekankan pengawasan terhadap orang asing di lingkungan masing-masing. Wali kota meminta bantuan kepada para RW/RT untuk menerapkan budaya wajib lapor 1x24 jam bagi warga baru.

"Kita harus mendeteksi dini untuk orang-orang baru yang hadir di lingkungan kita, kalau sudah dilaporkan kita bisa antisipasi dan jangan sampai ada kelompok teroris yang menyusup masuk dan dipakai sebagai tempat kejahatan internasional," tegasnya.

Di akhir sambutan, wali kota berpesan jika nanti dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai wali kota, Ia ingin agar kehidupan warga surabaya lebih sejahtera, salah satunya dengan mendorong warga untuk menjadi pelaku Usaha Kerja Menengah (UKM).

Dikatakan demikian karena wali kota ingin meningkatkan roda perekonomian bagi warga surabaya dan masing-masing kampung memiliki produk UKM. Lebih dari itu, ke depan wali kota tidak ingin melihat generasi muda di surabaya menjadi susah dan sulit untuk mencari pekerjaan karena tidak memiliki ketrampilan sehingga tidak bisa bersaing dengan negara lain.

"Saya minta bantuan kepada para RW/RT untuk mengajak warganya yang ingin menjadi usahawan dengan mengikuti pelatihan dan pembinaan setiap hari sabtu dan minggu di koridor siola lantai 3," ajak wali kota yang baru saja menerima penghargaan Global Green City di New York, Amerika Serikat. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Penataan parkir di Surabaya menjadi salah satu fokus Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Utamanya mendorong parkir off street demi mengembalikan fungsi jalan untuk kelancaran lalu lintas. Selaras dengan tujuan itu, November ini, Dishub Surabaya akan memperluas titik kawasan zona parkir di Kota Pahlawan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat menyampaikan, sejak diterapkan pada Maret 2017 lalu, kawasan parkir zona terbukti efisien dalam meningkatkan kelancaran lalu lintas dengan mengurangi intensitas parkir pada jalan-jalan yang padat, serta mengalihkan tingginya tingkat potensi parkir di jalan tertentu ke jalan yang memiliki tingkat kepadatan yang lebih rendah.

"Berdasarkan evaluasi dan juga masukan dari jajaran samping maupun masyarakat dan media massa selama tujuh bulan ini, ada beberapa ruas jalan yang juga harusnya diterapkan parkir zona. karena itu, parkir zona kami perluas mulai bulan ini," terang Irvan kepada awak media di kantor Dishub Surabaya, Jumat (3/11).

Pada Maret lalu, Dishub Surabaya menetapkan 10 kawasan parkir zona yang meliputi Jembatan Merah, Pasar Atom, Tugu Pahlawan, Keputran, Tunjungan, Blauran, Taman Bungkul, Kertajaya, Embong Malang, dan Balai Kota Surabaya. Nah, mulai 6 November ini, Dishub akan memperluas kawasan parkir zona di empat kawasan. Yakni di Mayjen Sungkono, Kebun Binatang Surabaya, Nginden, dan Rungkut. Total ada 97 ruas jalan.

"Di beberapa negara, parkir di jalan lebih mahal karena aspek fungsi jalan. Kami berharap parkir on the street nanti jadi off the street. Karena idealnya jalan dikembalikan sesuai fungsinya. Jangan melihat parkir ini hanya untuk mendapatkan PAD, tetapi juga instrumen pengendali lalu lintas," jelas pejabat yang baru saja menunaikan ibadah haji ini.

Parkir zona merupakan bentuk pelayanan jasa parkir dengan ditetapkan tarif parkir tersendiri untuk setiap zona atau kawasan tertentu. Hal ini merujuk pada Perda Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Penyelenggaraan Perparkiran dan Retribusi Parkir di Pasal 1.

Untuk penetapan parkir zona, merujuk Perwali Surabaya Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penetapan Parkir Zona di Kota Surabaya Pasal 2, pada ayat (1) disebutkan bahwa lokasi parkir zona ditetapkan pada tempat parkir di tepi jalan umum yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Lokasi parkir zona sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan dengan keputusan kepala dinas. Dan keputusan kepala dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus menyebutkan secara jelas nama jalan yang ditetapkan sebagai lokasi parkir zona daerah.

Sementara untuk tarif parkir zona, sesuai Perda Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Perparkiran dan Retribusi Parkir Pasal 30, disebutkan tarif untuk kendaraan berjenis truk gandeng/trailer sebeasar Rp15 ribu, truk/bus dan sejenisnya Rp10 ribu, truk mini dan sejenisnya sebesar Rp7.500. Kemudian untuk mobil sedan, pick up dan sejenisnya sebesar Rp5000, lalu sepeda motor dan sejenisnya Rp2000 dan sepeda Rp1000.

Kepala UPT Parkir Dishub Surabaya, Trenggono menambahkan, ada 15 ruas jalan yang termasuk dalam empat kawasan parkir zona yang baru. Yakni Jalan Mayjen Sungkono, Jalan HR Muhammad, Jalan Dr.Soeotomo, Jalan Indragiri, Jalan Ciliwung, Jalan Kutai, Jalan Adhityawarman, Jalan Ngagel Jaya Selatan, Jalan Nginden, Jalan Manyar, Jalan Prapen, Jalan Jemursari, Jalan Rungkut Kidul, Jalan Rungkut Industri Kidul dan Jalan Rungkut Lor.

"Juru parkir yang berjaga di kawasan parkir zona ini sama seperti di parkir zona sebelumnya. Mereka dilengkapi tanda pengenal berupa seragam rompi serta harus menggunakan karcis parkir berwarna merah yang bertuliskan parkir zona," jelas Trenggono. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Kota Surabaya memang sudah ada di peta dunia. Maknanya, nama Surabaya sudah terkenal di skala global. Tidak hanya dalam pengelolaan lingkungan dan penataan permukiman yang membuat Surabaya mendapatkan Global Green City Award 2017, tetapi juga untuk predikat kota layak anak.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, ketika bertemu dengan awak media di ruang kerjanya di Balai Kota Surabaya, Sabtu (4/11/2017).

Menurut Wali Kota Tri Rismaharini, ketika menerima penghargaan Global Green City di New York, Amerika Serikat pada 31 akhir Oktober lalu, ternyata Surabaya sudah menjadi pembicaraan di PBB terkait kota layak anak.

"Ternyata itu (Surabaya layak anak) telah menjadi pembicaraan di PBB sana. Surabaya terkenal sebagai kota layak anak," jelas wali kota.

Dijelaskan wali kota, menurut penjelasan dari pihak UNICEF (United Nations Children's Fund)--salah satu organisasi dibawah naungan PBB yang fokus pada hak-hak anak, menanggulangi kemiskinan, kekerasan, wabah penyakit, dan diskriminasi--kelayakan Surabaya sebagai kota layak anak tersebut karena sudah memenuhi sekian banyak kategori yang disyaratkan.

Ini karena Surabaya selama ini memang concern dalam memenuhi kebutuhan anak. Diantaranya dengan membangun Rumah Matematika, Rumah Bahasa, Broadband Learning Center hingga membangun sirkuit di kawasan Gelora Bung Tomo di Surabaya Barat.

Atas dasar itu, sambung wali kota, UNICEF kemudian meminta Surabaya untuk menjadi tuan rumah seminar internasional kota layak anak yang akan digelar tahun 2018 mendatang.

"Mei tahun depan, UNICEF minta diadakan pertemuan internasional terkait kota layak anak di Surabaya. Saya juga diminta jadi pembicara untuk menjelaskan tentang ini," sambung wali kota.

Selain menyampaikan perihal permintaan dari UNICEF tersebut, wali kota juga menyampaikan tentang beberapa indikator yang membuat Surabaya meraih penghargaan global green city dari PBB.

Diantaranya karena kualitas udara yang lebih bagus dari tahun ke tahun imbas optimalisasi fungsi Ruang Terbuka Hijau, luasan genangan air yang semakin berkurang, juga air bersih yang kini hampir merata di seluruh Surabaya. Hal itu mendapatkan nilai bagus karena Surabaya melakukan itu semua di saat kota lainnya berlomba memanfaatkan lahan untuk bangunan.

"Yang jelas, tujuannya bukan untuk penghargaan. Dan kita harus terus bekerja keras karena green city ini tengah menjadi isu penting di dunia internasional," jelas wali kota alumnus ITS ini. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Ratusan warga Surabaya menyemarakkan Parade Juang yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Agenda yang memasuki tahun kesembilan ini untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November.

Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan, Kapolrestabes Surabaya M. Iqbal, Polrestabes Tanjung Perak, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, elemen masyarakat seperti Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), PNS Pemkot Surabaya, komunitas seni dan mahasiswa/pelajar.

Parade awal di Tugu Pahlawan yang dimulai pukul 08.00 WIB menampilkan aksi teatrikal Sumpah Pregolan (sumpah merdeka atau mati).

Selain di kawasan Tugu Pahlawan, teatrikal juga akan digelar di kawasan Siola, yakni perang TKR laut, kemudian teatrikal perobekan bendera Belanda di Hotel Mojopahit yang dilanjutkan pembacaan puisi "Surabaya" karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

Kemudian teatrikal perang 10 November di depan Grahadi, lalu di Tugu Bambu Runcing dan Polisi Istimewa-Santa Maria. Dibandingkan dengan tahun lalu, Parade Surabaya Juang tahun ini lebih banyak menampilkan aksi teatrikal sosiodrama.

Parade Surabaya Juang yang menempuh rute sejauh 6,5 kilometer mulai start Tugu Pahlawan dan berakhir di Taman Bungkul melibatkan 28 unsur komunitas dengan total jumlah peserta sebanyak 350.

Mereka terdiri dari berbagi elemen masyarakat, pelajar dan pecinta sejarah. Tidak hanya itu, peserta Parade Juang kali ini tidak datang dari Surabaya, melainkan dari Kalimantan dan Sulawesi turut memeriahkan acara tersebut.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, momemtum parade surabaya juang diperuntukkan bagi warga surabaya terutama bagi generasi muda untuk mengetahui makna sejarah peristiwa 10 november yang sesungguhnya.

"Sebenarnya rangkaian acara ini sudah dimulai sejak bulan September dan berlanjut ke bulan November," kata wali kota sebelum memberangkatkan peserta parade di Tugu Pahlawan, Minggu, (5/11/2017).

Disampaikan Wali kota, peringatan Parade Surabaya Juang ini dimaksudkan agar masyarakat surabaya terlebih generasi muda, mengerti dan mampu memaknai kemerdekaan yang sudah diraih para pendahulu.

"Para pejuang mendapatkan kemerdekaan bukan dengan cara yang muda tetapi dengan seluruh perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Mari kita berjuang terus, tidak ada kata menyerah. Pertahankan api perjuangan bagi Indonesia raya agar mampu membawa pesan damai, aman, sentosa dan sejahtera," tegasnya.

Ditanya harapan di hari pahlawan bagi generasi muda, wali kota menuturkan meskipun sudah merdeka, anak-anak muda tidak boleh lengah. Pasalnya, persaingan ke depan antar negara sangat berat.

"Oleh karenanya, anak muda harus belajar lebih keras agar bisa mempertahankan kemerdekaan itu," ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Sedangkan pesan bagi masyarakat, lanjut wali kota, momentum hari pahlawan dimaknai sebagai tanda untuk tidak mengenal lagi kata lelah dan putus asa.

Melainkan, kata dia, tetap bekerja keras agar mampu memenangkan pertempuran yang sesungguhnya yakni melawan kemiskinan dan kebodohan.

Selama acara berlangsung beberapa titik ruas jalan dari arah Tugu Pahlawan ke Jl. Tunjungan (Gedung Siola dan Hotel Majapahit) - Jl. Gubernur Suryo (depan Gedung Negara Grahadi) - Jl. Panglima Sudirman (Monumen Tugu Bambu Runcing) - Jl. Polisi Istimewa (Monumen Polri) - Jl. Darmo (Sekolah Santa Maria) dan finish di Taman Bungkul ditutup.

Untuk mengamankan acara ini, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengerahkan 75 personel untuk pengaturan lalu lintas selama acara Parade Surabaya Juang berlangsung.

Dishub juga mengerahkan 25 orang untuk penataan parkir serta 150 palang kuda/barrier. Sedangkan Satpol PP Kota Surabaya menerjunkan 600 personel Satpol PP dan Linmas untuk membantu kelancaran agenda. Kedua dinas juga dibantu jajaran Satlantas Polrestabes Surabaya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Setelah berlangsung selama 3 hari, akhirnya kejuaraan nasional (kejurnas) atletik, secara resmi diakhiri. Hal itu, ditandai dengan adanya upacara penutupan yang berlangsung di lapangan atletik Thor, Gelora Pancasila Kota Surabaya dengan diikuti oleh ratusan peserta Jumat (3/11/2017).

Selain dihadiri oleh masing-masing kontingen atletik, penutupan tersebut juga dihadiri oleh beberapa pejabat TNI, terutama Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Kav M. Zulkifli dan Kasgartap III/Surabaya, Brigjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto.

Dalam berlangsungnya kejurnas tersebut, para peserta terbagi menjadi beberapa kelompok. Selain lari atletik sejauh 10.000 KM, panitia juga menyediakan lomba jungkit putra, lari 100 Meter dan beberapa kategori lainnya.

Melalui amanat Panglima TNI, Kasgartap III/Surabaya mengatakan dari hasil capaian kejurnas tersebut, nantinya akan menjadi penilaian tersendiri, khususnya menjadi tolak ukur pembinaan masing-masing Satuan.

"Untuk kategori umum, dalam ajang ini nantinya akan dijadikan sebagai ajang menyiapkan tim atletik Indonesia dalam menghadapi Sea Games mendatang," jelas Brigjen TNI (Mar) Widodo.

Selain itu, kata Kasgartap, bagi atlet TNI, nantinya akan dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan Conceil Internasional de Sport Militiare (CSIM).

"Selama berlangsungnya Kejurnas ini, Panglima TNI mengucapkan selamat dan semoga, prestasi yang kalian raih bisa menjadikan dasar semangat untuk terus berlatih," jelas Kasgartap melalui amanat Panglima TNI yang dibacakannya. dan

Ambon (beritakota.net) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk bersinergi dengan 6 (enam) BUMN yakni PT Adhi Karya, PT Periknus, PT Perindo, PT Jakarta Loyd, PT Abipraya dan PT KBN pada hari ini hadir di Kampus Universitas Pattimura Ambon sebagai bagian dari program Kementerian BUMN yaitu BUMN Hadir di Kampus.

BUMN Hadir di Kampus digelar di Auditorium Unpatti Ambon ini dikemas dengan diskusi dan kuliah umum. Hadir dalam acara BUMN Hadir di Kampus Hambra Samal, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Tri Abdisatrijo, Direktur Enjiniring dan Proyek PT Semen Indonesia, serta Direktur Utama beberapa BUMN.

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN, Hambra Samal, mengatakan bahwa kegiatan BUMN Hadir di Kampus ini diselenggarakan serentak di 28 perguruan tinggi di Indonesia bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda.

Tujuan digelarnya kegiatan ini yakni untuk memberikan pemahaman kepada civitas akademika tentang kondisi perekonomian nasional serta peran strategis BUMN dalam pembangunan ekonomi nasional.

"Civitas akademika menjadi tujuan kegiatan karena para mahasiswa merupakan bagian penting dari generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu mengubah bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik, bangsa yang adil, makmur serta sejahtera. Selain itu kami ingin para mahasiswa lebih mengenal BUMN, memahami peran, serta visi dan misi BUMN, kemudian menjadi bagian dari program-program BUMN ke depan,'' ujar Hambra Samal.

Banyak tantangan agar masyarakat Indonesia bisa maju dan berkembang serta menjadi 4 besar negara terkuat di dunia dari sisi ekonomi pada tahun 2040-2045.

Tantangan tersebut meliputi: inequality development, ketahanan energi & pangan, infrastruktur & industri dasar, akses layanan keuangan serta Sumber Daya Manusia.

"Untuk itu para generasi muda kita inilah nantinya yang akan mengatasi permasalahan tersebut dan memastikan bahwa negara kita mampu menjadi salah satu negara besar," ungkap Hambra.

Sementara itu Direktur Enjiniring dan Proyek Semen Indonesia Tri Abdisatrijo mengatakan, selain mengajar dan berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa.

Pada kegiatan ini PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan Universitas Patimura menandatangani nota kesepahaman terkait kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam kegiatan BUMN Hadir di Kampus ini, Semen Indonesia juga memberikan bantuan senilai Rp150 juta, dan gabungan 6 BUMN memberikan bantuan senilai Rp450 juta.

Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk pengembangan pendidikan di Universitas Pattimura. Selain itu gabungan 7 BUMN ini juga memberikan bantuan berupa beasiswa kepada 40 siswa beprestasi, bantuan Laptop serta bantuan operasional kendaraan roda dua.

Lebih lanjut Tri Abdi mengatakan, dengan digelarnya kegiatan ini, Perusahaan BUMN dan perguruan tinggi senantiasa dapat melakukan kerjasama yang bersifat mutualisme.

Peran positif dari perusahaan kepada perguruan tinggi, diharapkan dapat memberi dampak yang positif juga dalam pengembangan keilmuan bagi mahasiswa. yan

 

Gresik (beritakota.net) PT Petrokimia Gresik (PG) menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi menjelang musim tanam Okmar (Oktober 2017 - Maret 2018).

Berdasarkan data per 31 Oktober 2017, dari alokasi s.d 31 Oktober 2017 sebesar 1,389,868 ton, PG telah menyalurkan sebesar 1,547,505 ton atau 111% dari alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sedangkan stok pupuk bersubsidi PG dari lini I hingga IV (gudang produsen, gudang penyangga, gudang distributor, hingga kios) mencapai 1.006.085 ton atau 6 kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum Kementerian Pertanian (150.578 ton). Dari jumlah stok nasional tersebut, sebesar 271.572 ton diantaranya merupakan stok untuk provinsi Jawa Timur.

Sekretaris Perusahaan PG Yusuf Wibisono menyatakan bahwa perusahaan sebagai salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen penuh untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah yang menjadi tanggungjawabnya. Karena pupuk merupakan salah satu elemen penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

"Kami informasikankepada petani bahwa pupuk bersubsidi telah tersedia. Kami berkomitmenmenyediakan stok pupuk bersubsidi bahkan melebihi ketentuan stok yang disyaratkan oleh Kementerian Pertanian," ujar Yusuf.

Dalam penyalurannya, lanjut Yusuf,jumlah dan tujuan pupuk bersubsidi tersebutberpedoman pada peraturan pemerintah, mulai dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), Peraturan Gubernur (Pergub), hingga Peraturan Bupati (Perbup).

PG bertanggungjawab penuh terhadap distribusi pupuk bersubsidi hingga ke petani dengan berpegang teguh pada Prinsip 6Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, PG didukung oleh jaringan pemasaran yang terdiri dari 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP), 323 asisten SPDP, 305 gudang penyangga dengan kapasitas 1,4 juta ton, 652 distributor, dan 28.228 kios resmi yang tersebar di seluruh nusantara.

Dalam distribusi pupuk bersubsidi, PG rutin mengevaluasi kinerja dan memastikan distributor menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayah kerjanya. PG akan menindak tegas terhadap distributor yang terbukti menyalahi ketentuan.

Dalam pelaksanaannya, setiap kios resmi wajib menyalurkan pupuk bersubsidi berdasarkanPerbup yang penyusunannya didasarkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Oleh karena itu, PG menghimbau kepada petani agar dapat memperoleh pupuk bersubsidi petani harus tergabung dalam Kelompok Tani dan menyusun RDKK.

Untuk teknis penyaluran dan pengawasan, PG melalui petugas SPDP yang tersebar di seluruh nusantaramulai meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, mulai dari distributor, Dinas Pertanian, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, dan aparat penegak hukum.

"Masyarakat juga dapat turutmengawasi penyaluran pupuk bersubsidi ini,dan jikamenemukan penyelewengan maupun peredaran pupuk palsu, langsung saja laporkan ke pihak berwajib," tegasYusuf.

Yusuf kembali menegaskan bahwa PG selalu terbuka dan menyampaikan data penyaluran pupuk bersubsidi kepada instansi terkait dan merilisnya secara periodik melalui media massa.

Yusuf juga berharap dengan penyaluran pupuk bersubsidi ini PG memantapkan kontribusinya terhadap kedaulatan pangan sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. yan

Berikut adalah rincian alokasi dan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi PG :

 

No

Jenis Pupuk

Alokasi s.d 31 Okt

Realisasi

s.d 31 Okt

% Alokasi s.d 31 Okt

 

 

1

2

3 (2:1)

1

Urea*)

211,857

245,087

116

2

ZA

347,937

409,525

118

3

SP-36

120,279

140,692

117

4

NPK Phonska

433,341

458,598

106

5

Petroganik

276,454

293,603

106

 

TOTAL

1,389,868

1,547,505

111

 

 

Malinau (beritakota.net) Proyek hibah bantuan dari Pemerintah Jepang berupa Gedung Perpustakaan untuk SD Integral Hidayatullah, di Malinau Kota, Kabupaten Malinau diresmikan oleh Konsul Jenderal (Konjen) Jepang di Surabaya, Masaki Tani Selasa (31/10).

Bantuan pembangunan gedung perpustakaan ini merupakan salah satu sasaran program bantuan hibah untuk keamanan manusia tingkat akar rumput atau Grant Assistance for Grass-Roots Human Security Projects (GGP) dari pemerintah Jepang.

Penandatanganan MoU Proyek SDIT Hidayatullah Malinau, telah dilaksanakan pada bulan Maret 2016 lalu dengan total nilai bantuan sebesar Rp493.769.000. Dana tersebut untuk membangun 1 ruang perpustakaan, 100 kursi murid, 6 set meja kursi, 6 rak buku, 6 lemari siswa, 11 set meja dan kursi ruang guru.

Acara juga dihadiri oleh Wakil Bupati Malinau, Toto Yusuf, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Malinau, Akhmad Zaeni, Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah untuk menyaksikan peresmian proyek.

KetuaYayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Malinau, Toto Yusuf menyampaikan terima kasih atas bantuan perpustakaan yang didirikan atas bantuan dana hibah akar rumput pemerintah Jepang serta kepada pemerintah Kabupaten Malinau yang juga ikut mendukung proyek ini.

Sementara itu Wakil Bupati Malinau, Topan Amrullah menyatakan bahwa peningkatan sumber belajar merupakan salah satu bagian dari 3 program unggulan di kabupaten Malinau, yaitu wajib belajar 16 tahun.

Ia berharap bantuan ini dapat meningkatkan mutu pendidikan di Malinau, menambah sumber daya manusia yang unggul, berkarakter dan berdaya saing.

Dalam kesempatan yang sama, Konjen Jepang di Surabaya, Masaki Tani menyatakan, bantuan hibah Jepang ini merupakan itikad baik dari masyarakat Jepang untuk masyarakat Indonesia yang sudah lama menjalin hubungan persahabatan dengan Jepang.

Beliau juga berharap dengan adanya ruang perpustakaan dan peralatan belajar yang baru, siswa-siswi dapat belajar lebih giat dan bisa melanjutkan pendidikan di Jepang sehingga menjadi jembatan penghubung antara Jepang dan Indonesia. and

Page 7 of 234