Surabaya (beritakota.net) Jelang pergantian musim, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tengah membuat surat edaran kepada beberapa OPD, terkait antispasi panen bagi para petani dan kebakaran. Para RT/RW, lurah dan Camat se-Surabaya juga diberi surat edaran agar terus bergerak menginformasikan kepada setiap warga utamanya dalam mengantisipasi kebakaran.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, meminta kepada pihak Dinas Pertanian untuk membuat sekaligus melaporkan hasil konsep dalam mengatasi musim kemarau bagi para petani di Surabaya.

"Terkait bagaimana cara penyiraman saat musim kemarau agar bisa panen meskipun musim kemarau," kata Wali Kota Risma di ruang kerjanya, Rabu, (25/4/2018).

Lebih lanjut, Wali Kota Risma juga memantau potensi timbulnya kebakaran saat musim kemarau. Menurutnya,, ada banyak kebakaran saat musim kemarau tiba, salah satunya kebakaran alang-alang.

"Dalam hal ini, dirinya meminta kepada dinas kebakaran dan RT/RW agar menyampaikan dan menghimbau warganya," ujarnya.

Selain RT/RW, wali kota sarat akan prestasi tersebut juga memerintahan lurah dan camat untuk memantau lokasi atau bangunan yang dapat menimbulkan kebakaran.

"Saya minta para Camat dan Lurah agar menginventariskan lahan kosong yang akan berpotensi kebakaran," tegas Wali Kota Risma. Adapun himbauan dari wali kota perempuan pertama di Surabaya kepada seluruh camat dan lurah agar memberitahukan kepada warga terkait pencegahan penyakit demam berdarah (DB).

Baginya, penyakit ini sering menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Bahkan, penyakit ini berpotensi menghilangkan nyawa seseorang.

Untuk itu, lanjut Wali Kota Risma, para lurah dan camat diharapkan terus bergerak menyisir setiap kampung agar tidak ada warga yang terserang penyakit berbahaya tersebut.

"Korban DB tidak hanya menyerang orang yang tinggal di kampung, tetapi perumahan-perumahan elit perlu diingatkan," pungkasnya.

Oleh karenanya, Wali Kota Risma menegaskan kepada para RT/RW serta lurah dan camat agar warga yang tinggal di kawasan elit tetap diberi surat edaran dan terus diingatkan. "Ingat korban DB yang merenggut nyawa seorang direktur perusahaan besar saat itu," ujarnya.

Antisipasi Lonjakan Harga Saat Bulan Puasa
Lebih lanjut, menjelang puasa pada pertengahan bulan Mei nanti, Wali Kota Risma akan menyiapkan beberapa strategi untuk mengantisipasi melambungnya harga kebutuhan bahan pokok. "Nanti ada pasar murah, bazar UKM, roadshow pahlawan ekonomi di 20 lokasi," tuturnya.

Ditanya apakah OPD terkait sudah menyiapkan konsep ini untuk mengantisipasi harga kebutuhan bahan pokok saat bulan puasa, Wali Kota Risma mengaku sudah melakukan mapping terkait kegiatan semacam ini untuk meredam tingginya harga kebutuhan bahan pokok.

"Insyallah minggu depan sudah bisa dilaksanakan," tandas Wali Kota kelahiran Kediri itu. Saat memasuki bulan puasa dan ramadhan, dirinya menghimbau kepada warga Surabaya agar berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan jangan terlalu memaksa.

"Yang terpenting persiapkan hati dan pikiran dengan bersih menyambut bulan yang penuh dengan kesuciaan ini," pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melakukan penyegaran pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya. Sebanyak 24 pejabat dirotasi dan 43 orang lainnya mendapat promosi jabatan.

Dari total 67 pejabat yang dilantik tersebut, rinciannya berdasarkan eselon III B sebanyak tiga orang, IV A 20 orang, dan IV B 44 satu orang. Ini adalah kali keduanya mutasi-rotasi pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya pada April 2018. Mutasi sebelumnya dilaksanakan pada 6 April silam.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya mengatakan, mutasi-rotasi pejabat ini rutin dilakukan di lingkungan Pemkot Surabaya demi penyegaran.

Dihadapan para pejabat yang baru saja dilantik tersebut, Wali Kota Risma mengimbau agar mereka lebih bersyukur dengan jabatan yang telah di berikan, dan tetap menjadi manusia yang tetap rendah diri.

"Setinggi apapun jabatan kita, sebesar apapun pendapatan kita, kita tetap manusia yg penuh kekurangan. Kata Wali Kota Risma, disela-sela pelantikan pejabat, bertempat di Balai Kota Surabaya, Rabu, (25/08/18).

Disampaikan Wali Kota Risma, dihadapan para pejabat yang baru dilantik, ia menegaskan agar mereka bisa terus menjaga kinerjanya. Terlebih, pejabat yang telah mendapatkan promosi tidak menurun kinerjanya.

Ke-67 pejabat tersebut juga diimbau untuk terus taat pada aturan. Disamping itu, ia juga berharap agar kedepan, mereka lebih peduli lagi terhadap kepentingan masyarakat Surabaya.

"Tolong coba bayangkan kalau hanya menuruti kepentingan dan ego kita, sementara ada anak yang tidak bisa sekolah, dosa apa kita,? nanti pasti kita akan mempertanggung jawabkan kepada Tuhan," pesannya.

Dalam rincian pengangkatan jabatan administrasi, total sebanyak 40 Sekretaris Kelurahan (Sekkel) dan Kepala Seksi (Kasi) Kelurahan yang dilantik hari ini. Wali Kota sarat akan prestasi tersebut kembali mengunggah kepada mereka, agar tidak merasa minder.

Sebab, kata dia, penempatan pejabat di wilayah kelurahan bukan berarti pangkatnya menurun. Namun, dengan penempatan di wilayah tersebut, dirinya berharap agar pejabat yang ditugaskan di Kelurahan bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat.

"Kalau saya tempatkan kawan-kawan ke kelurahan bukan berarti jabatan anda menurun. Namun, biar bagaimana anda agar bisa merasakan dan berhubungan langsung dengan masyarakat," ujar Wali Kota Risma.

Diakhir sambutannya, Wali Kota Risma pun kembali mengigatkan kepada para pejabat yang baru saja dilantik tersebut, agar mereka tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, untuk terus saling berkomunikasi dan bersinergi dengan yang lain.

"Terima kasih, selamat bertugas di tempat yang baru, mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini bisa memberikan manfaat untuk kita, keluarga kita, dan masyarakat Surabaya,"pungkas orang nomor satu di Surabaya ini. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Jatuhnya korban jiwa akibat minuman beralkhohol yang dioplos di Kota Surabaya mendapatkan sorotan dari banyak pihak. Anggota DPRD Kota Surabaya dan PC NU Surabaya mengimbau agar pemkot segera membuat aturan pembatasan bahkan pelarangan peredaran minuman beralkhoho(Mihol).

Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya Mazlan Mansyur menegaskan bahwa ini kejadian tewasnya tiga orang warga Pacara Keling akibat mengkonsumsi Mihol oplosan  menunjukkan Surabaya tengah pada dalam kondisi darurat Mihol.
 
"Surabaya sudah darurat miras. Kami meminta kepada Pemerinta Kota Surabaya untuk menerapaka Perda Larangan peredaran Minuman beralkhol," ungkapnya kepada Surabaya Pagi Senin (23/4) di kantor Komisi B DPRD Kota Surabaya.

Dengan adanya peristawa miras oplosan yang terus memakan korban ini, Komisi B DPRD Kota Surabaya akan memanggil Pemkot Surabaya diantaranya Dinas Perdagangan, Bagian Hukum, Satpol PP kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya.

" Besok kita panggil untuk kita mintai keterangan disini," beber Mazlan lebih lanjut.

Di sisi lain, politisi PKB ini turut mempertanyakan fakta tidak diundangkannya  Perda Mihol oleh Pemkot meskipun sudah disahkan melalui Paripurna sejak bulan Mei 2016.

" Perda itu sebenarnya kan tinggal diundangkan saja, tapi hingga kini Pemkot belum mengundangkan perda tersebut," tegasnya.

Untuk diketahui pada tahun 2016 Komisi B merupakan Pansus Raperda pembatasan Peredaran Minuman Beralkhohol yang sempat disahkan namun terhenti dalam perundangannya setelah ada revisi Gubernur. Namun sampai sekarang tidak ada tiondak lanjut Pemkot Surabaya untuk melakukan pembahasan revisi tersebut.

"Pengajuan revisi oleh Gubernur itu, sebelum diputuskan, sedangkan Perda Mihol ini disahkan pada bulan Mei dan permintaan Gubernur itu bulan Juli. Sebenarnya Perda itu sudah bisa di undangkan. Jika ada keberatan tinggal ajukan revisi melalui MK," pungkas Mazlan.

Senada, Sugito selaku anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya juga memiliki pendapat yang kurang lebih sama. Hanya saja, Ia lebih menggarisbawahi agar Satpol PP menjadikan kejadian ini sebagai ajang introspeksi.

"Razia terhadap miras-miras oplosan ilegal yang di warung-warung kecil ini harus lebih giat dilakukan lagi. Jangan sampai kejadian ini terulang untuk yang kedua kali," kata Sugito.

Keberadaan Command Centre 112 yang diinisiasi oleh pemerintah jajaran Wali Kot Tri Rismaharini perlu dimanfaatkan dengan baik bagi masyarakat. "Dalam artian, bantu pemerintah untuk mengawasi peredaran miras oplosan," tegasnya.

"Apabila masyarakat menemukan adanya peredaran miras oplosan di lingkungannya, jangan takut untuk melaporkan. Gunakan 112 ini. Ini agar lingkungan kita tetap kondusif," pungkas pria yang juga Sekretaris DPC Partai Hanura Kota Surabaya ini.

Sementara Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kota Surabaya meminta Peraturan Daerah tentang Pelarangan Minuman Beralkohol yang sudah disahkan pada 10 Mei 2016 segera diundangkan menyusul tewasnya tiga warga akibat minuman keras.

"Perda yang sudah diputus agar segera diundangkan. Selebihnya penegakan perda oleh aparat yang berwenang harus lebih serius," kata Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri kepada, Senin(23/4).

Selain itu, lanjut dia, masyarakat di Kota Surabaya harus terlibat aktif dalam ikut mengawasi peredaran minuman beralkohol dan membantu pembinaan keluarga dan lingkungan.

Menurut dia, ada dua hal dalam hal ini yakni minuman keras pabrikan dan minuman keras oplosan. Adapun Perda yang sudah diputus beberapa waktu lalu, lanjut dia, melarang secara total peredaran minuman keras pabrikan, baik tipe A, B maupun C.

"Jika ini segera diterapkan, maka aparat pemkot bekerja sama dengan pihak kepolisian harus terus memantau keberadaan minuman keras di supermarket, hotel dan restauran. Jika ada maka, aparat perlu menindak atas pelanggaran itu," katanya.

Soal minuman keras oplosan, kata dia, polisi perlu meningkatkan fungsi sersenya untuk mendeteksi pihak-pihak yang memproduksi dan penjualnya lalu segera melakukan tindakan sebelum berjatuhan korban.

Selain itu, kata dia, kafe-kafe tidak berizin yang akhir-akhir ini banyak tumbuh di sudut-sudut kota harus segera ditindak atau ditutup karena diduga potensial menjadi salah satu tempat konsumsi minuman keras.

Diketahui sedikitnya tiga warga Pacar Keling IV, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya diketahui tewas setelah diduga meminum minuman keras yang dioplos pada Sabtu (21/4) malam.

Kejadian tersebut bermula pada saat ketiga korban meminum minuman keras yang dioplos secara berturut-turut yakni mulai Jumat (20/4) sore, Sabtu (21/4) pagu, sore dan malam.

Pada Sabtu (21/4) malam, mereka pulang dalam kondisi tidak sadar. Satu orang pulang ke rumah dan meninggal pada Minggu dini hari pukul 03.00 dan dimakamkan pukul 12.00 siang ini. Sedangkan dua korban lainnya, meninggal pada Minggu siang ini pukul 12.00 dan dimakamkan pada Minggu sore. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Program Merdeka Dari Sampah (MDS) yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, banyak direspon positif oleh warga Surabaya. Hal ini selaras dengan program Nasional yaitu Indonesia Bebas Sampah 2020, yang sangat baik untuk diwujudkan secara bersama.

Seperti yang dilakukan oleh warga RT 01 RW 08 Kelurahan Gading, Kecamatan Tambaksari Surabaya. Dari hasil pengolahan dan pemilahan sampah tersebut, dimanfaatkan oleh warga untuk biaya rekreasi bersama keluarga.

Ketua RT 01 RW 08 Kelurahan Gading, yang juga menjabat sebagai ketua Bank Sampah Euphorbia (BSE) mengatakan Bank Sampah Euphorbia (BSE) sendiri berdiri sejak tahun 2010.

Anggotanya merupakan warga RT01 RW 08 Kelurahan Gading. Sekitar 50 orang dari total 75 KK (Kartu Keluarga)yang tergabung dalam anggota BSE ini.

‘’Setiap bulannya masing-masing warga akan mendatangi BSE untuk menyetorkan sampah dari hasil limbah rumah tangganya,’‘ kata Sudarto, Senin, (23/04/18).

Sampah yang telah disetor oleh wargatersebut, lanjut dia, kemudian akan dipilah menjadi dua bagian. Yakni sampah kering dan basah. Untuk sampah kering, akan dimasukkan ke dalam Bank Sampah.’‘Sedangkan sampah basah, kita jadikan sebagai pupuk komposting,’‘ ujarnya.

Dari hasil setoran sampah kering tersebut, Sudarto menjelaskan, selanjutnya oleh bank sampah akan dikonversikan ke dalam bentuk rupiah dan uangnya masuk ke dalam bukukas tabungan masing-masing anggota.

‘‘Ada yang dapat 30 ribu ada yang 70 ribu. Banyaknya rupiah tergantung dari rajinnya warga mengumpulkan sampah. Dan hasilnya, ditabung untuk biaya rekreasi warga,’‘ ujar Sudarto, yang menjabat ketua RT dalam tiga periode ini.

Sudarto menuturkan, hasil tabungan dari bank sampah,dalam setiap bulannya jika diglobalkan bisa mencapai rata-rata Rp850 ribu. Sedangkan dalam satu tahun, jika dikalikan bisa mencapai Rp10,2 juta. Menurut dia, dengan adanya program bank sampah tersebut, bisa menjadi solusi alternatif lain dalam mengurangi tumpukan sampah di setiap Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

‘‘Dulu sebelum ada bank sampah, pembuangan sampah bisa mencapai satu minggu dua kali. Sedangkan sekarang, satu minggu satu kali dan itupun tidak sampai penuh satu gledek,’‘ jelasnya.

Disampaikan Sudarto, dengan adanya program bank sampah di wilayahnya, bisa menjadiinovasi bagaimana mengunggah kesadaran warga agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan. Dilain sisi, warga juga bisa menikmati hasildari pengumpulan dan pemilahan sampah tersebut, untuk biaya liburan bersama keluarga.

‘‘Barusan dilaksanakan anggota bank sampah yaitu tur ke Jogja, Insya Allah tahun depan kita akan mengadakan tur lagi,’‘ imbuhnya. Diketahui, dalam awarding Surabaya Green and Cleantahun 2013, Bank Sampah Euphorbia pernah menyabet penghargaan Best of The Best.

Hal ini yang kemudian menjadi pemacu semangat baru bagi warga RT 01 RW 08 Kelurahan Gading, untuk terus melakukan pengelolaan dan pemilihan sampah limbah rumah tangga.

Yang paling penting, kata Sudarto, kehadiran BSE ini menimbulkan efek yang positif di masyarakat. Sampah bisa dikelola dengan baik, sehingga kampung menjadi lebih bersih dan nyaman. Seluruh warga pun menjadi semakin sadar dengan pengelolaan sampah, mulai dari anak-anak, remaja hingga para orang tua, menjadi makin sadar untuk bersama-sama salingmenjaga lingkungan.

‘‘Alhamdulillah, warga sekarang sudah semakin sadar tentang pentingnya mengolah sampah. Harapannya, kalau bisa seluruh kampung mengadakan pemilahan sampah seperti ini,’‘ tandasnya. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dan Satlantas Polrestabes Surabaya sudah melakukan uji coba pembukaan arus lalu lintas di Jembatan Ujung Galuh, mulai Selasa (27/3/2018).

Selanjutnya, Pemerintah Kota Surabaya berencana melakukan pengecekan kualitas beban Jembatan Ujung Galuh, Selasa (24/4/2018) besok. Selama pelaksanaan ini, maka jembatan baru itu akan ditutup sementara, mulai pukul 07.30-18.00 Wib.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengawasan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Ridho Nur Wahab mengatakan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan bekerjasama dengan tim ITS akan melakukan pengecekan kualitas beban Jembatan Ujung Galuh besok.

Tujuannya, supaya bisa diketahui kualitas beban jembatan itu ketika nanti benar-benar diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Kami juga tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari setelah benar-benar diresmikan,” kata Ridho di kantor Humas Pemkot Surabaya, Senin (23/4/2018).

Dalam pengecekan itu, kata dia, pihaknya akan mendatangkan 8 truk yang masing-masing isinya 25 ton. 8 truk itu nantinya akan diletakkan di atas Jembatan Ujung Galuh. “Jadi, beban di atas Jembatan Ujung Galuh itu nanti sekitar 200 ton, kemudian nanti akan ada alat pengukurannya, apakah ada penurunan dari jembatan itu atau tidak?” kata dia.

Menurut Ridho, proses pengecekan kualitas beban itu direncanakan mulai pukul 07.30 Wib dan diupayakan selesai sekitar pukul 18.00 Wib. Selama pelaksanaan itu, Jembatan Ujung Galuh akan ditutup sementara bagi warga.

“Namun, kalau pengecekannya bisa lebih cepat, maka penutupan jembatan ini akan lebih cepat pula,” ujarnya. Ia mengaku bahwa penutupan jembatan itu dimulai pukul 07.30 Wib karena di pagi hari itu, Pemkot Surabaya masih memberikan kesempatan atau mengakomodir masyarakat yang ingin berangkat kerja dan anak-anak yang berangkat ke sekolah.

“Semoga bisa cepat selesai, sehingga penutupannya tidak sampai pukul 18.00 Wib,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Surabaya untuk melakukan rekayasa arus lalu lintas akibat Jembatan Ujung Galuh itu ditutup sementara.

“Pada hakekatnya, arus lalu lintas di sekitar Jembatan Ujung Galuh itu tetap kembali pada semula, yakni sebelum ada jembatan baru itu,” kata Irvan.

Namun, arus lalu lintas yang paling signifikan nantinya akan terdapat di Jalan Darmo Kali sisi utara. Sebab, di jalan itu nantinya akan diberlakukan kembali arus dua arah.

“Yang pasti, nanti akan ada petugas dari Dishub dan Satlantas Polrestabes Surabaya yang akan siaga di lokasi untuk mengarahkan para pengendara,” kata dia.

Khusus untuk Dishub Surabaya, Irvan mengaku akan menurunkan sekitar 30 personil untuk membantu para pengendara yang akan melintas di kawasan itu.

“Oleh karena itu, mengimbau kepada warga Surabaya untuk sementara waktu  menghindari kawasan itu, supaya tidak terjadi penumpukan, karena akan ada penutupan sementara,” ujarnya.

Irvan memastikan, setelah pengecekan beban jembatan selesai, maka Jembatan Ujung Galuh itu bisa dilintasi kembali seperti biasanya. and.dan

Surabaya (beritakota. net)- Ketua DPP PPP M. Romahurmuzy yang akrab disapa Gus Romy semakin akan terang bisa menjadi Cawapres mendampingi Presiden Jokowi pada pilpres 2019. Demikian penegasan Sekretaris DPC PPP Surabaya H. Norman Fauzi Soelaiman menyikapi perkembangan politik banyak parpol merapat ke Jokowi.

Menurut Norman Munas Alim Ulama PPP dengan dihadiri dan pidato Presiden Jokowi di Semarang setidaknya merupakan sinyal lampu hijau merestui Gus Romy maju cawapres.

"Beliau (Gus Romy, red) sangat layak mendampingi Jokowi di pilpres 2019, karena fakta bahwa Jokowi semakin memberikan kepercayaan kepada Gus Romy menjadi juru bicara Pilpres 2019 untuk parpol koalisi", ujar Norman.

Putra almarhum mantan Ketua DPW PPP Jawa Timur KH Soelaiman Fadli ini melanjutkan dari inti pidato Jokowi di Munas tersebut bisa dipahami itu mentahkan manuver elit elit politik parpol lain, seperti PKB (Cak Imin, red) yang merasa dekat dekat  dengan Jokowi dan mengklaim serta sudah deklarasi seolah sudah cawapresnya.

"Dia (Cak Imin, red) kalau orang Jawa bilang GR yaitu gede rumongso padahal belum tentu diterima Jokowi", kata Norman.

Ketua PPKN Gerbangkertosusilo ini menyebutkan, hal itu sangat berbeda jauh dengan Gus Romy yang berpolitik cerdas penuh perhitungan kehati2an, tidak mengkampanyekan diri tapi dengan membuktikan selama ini kinerjanya sebagai ketum partai termuda yang bisa diterima lintas partai ternyata menarik simpatik Jokowi.

"Gus Romy semakin bagus politik kebangsaan dengan gerbong PPP menunjukkan makin diberi tempat yang strategis dan nantinya malah  semakin bisa menyalip PKB," lanjutnya.

Masih ditambahkan Norman langkah Gus Romy makin membuka peluang PPP akan menjadi partai papan atas, maka untuk itu jajaran partai mulai dpw dan dpc serta pac se-Indonesia wajib bekerja keras dan cerdas.

"Ya ini untuk selalu memanfaatkan peluang politik di tahun 2018 dan 2019 ini demikian juga dpw dan dpc serta jajaran sampai ke bawah, maka harus teguh menjaga elektabilitas partai agar terus meningkat sampai pelaksanaan pemilu Rabu 17 April 2019,"  terangnya.

Dikatakan Norman yang tidak kalah penting adalah elit elit PPP, dimana pun harusnya bisa menterjemahkan kemesraan Jokowi dengan Gus Romy, supaya terus bergerak bersama rakyat mendukung Jokowi dua periode.

"Bahkan, kalau perlu mulai ranting pac dan dpc serta dpw se-Indonesia bisa sosialisasi duet Gus Romy dengan  Jokowi", pungkasnya menegaskan. ynn

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Sabtu, (21/4/2018) di gedung siola lantai IV menjadi narasumber seminar berskala internasional bertajuk Nordic Talks yang diselenggarakan oleh empat negara yaitu Norwegia, Denmark, Finlandia dan Swedia.

Hadir dalam acara tersebut Duta Besar Norwegia Vegard Kaale, Duta Besar Swedia Johanna Brismar Skoog, Duta Besar Denmark Rasmus Abildgaard Kristensen dan Duta Besar Finlandia Paivi Hiltunen beserta peserta jajaran dan peserta.
 
Dalam paparannya, Wali Kota Surabaya Risma menjelaskan beberapa poin bagaimana upaya mengatasi berbagai macam persoalan kota mulai dari kesehatan, pelayanan masyarakat dan pendidikan.
 
Salah satu alasan mengapa Surabaya secara perlahan-lahan mampu mengentaskan kemiskinan, memberikan pendidikan dan kesehatan secara gratis yakni mengubah sistem pelayanan dan perizinan yang sebelumnya menggunakan kertas menjadi elektronik atau online.
 
Hal ini, lanjutnya, yang kemudian menghemat keuangan pemerintah sebesar 25 persen lalu disalurkan di bidang pendidikan dan kesehatan secara gratis kepada warga Surabaya.

''Dengan adanya terobosan semacam ini, uang yang biasanya digunakan untuk membeli kertas dan lain sebagainya dialihkan ke sektor pendidikan, kesehatan dan pelatihan bagi pelaku UKM," kata Wali Kota Risma.
 
Keuntungan ini kemudian benar-benar direalisasikan Wali Kota Risma untuk mengentaskan kemiskinan dengan melatih ibu-ibu rumah tangga menjadi Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang diharapkan mampu mendongkrak income ekonomi mereka.

"Ada sekitar 9.500 pelaku UKM Pahlawan Ekonomi saat ini dan sebagian besar sudah mengekspor produknya di beberapa negara," terang Wali Kota sarat akan prestasi ini.  
 
Tidak hanya itu, Wali Kota Risma juga memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada setiap warga yang tidak mampu. Menurutnya, bantuan kesehatan bagi warga miskin berupa pembayaran asuransi yang terbagi menjadi dua.

Pertama, untuk membayar asuransi kesehatan bagi warga tidak mampu, sedangkan satu kantong untuk warga yang tergolong middle. "Untuk warga menengah memang tidak terlalu miskin tetapi dalam urusan kesehatan hampir sebagian besar tidak mampu," ujar Wali Kota sarat akan prestasi itu.
 
Sementara di ranah pendidikan, dirinya memberikan pendidikan gratis bagi pelajar mulai TK sampai SMP, membangun 141 perpustakaan dan menyediakan trainer untuk mendampingi anak anak belajar. "Kemampuan keuangan dan SDM kami terbatas, tetapi akan terus kita maksimalkan," imbuhnya.
 
Ketika ditemui seusai acara, Wali Kota Risma mengaku bahwa nama Surabaya sudah dikenal dunia. Hal itu dibuktikan melalui banyaknya acara internasional dan Surabaya dipercaya sebagai tuan rumah.

"Rasanya acara internasional bulan ini dan bulan depan akan sangat padat di Surabaya," ungkap Wali Kota sarat akan prestasi itu.
 
Terkait masalah perkotaan, Wali Kota kelahiran Kediri itu menuturkan berdasarkan ramalan di tahun 2040, hampir 60 persen manusia akan tinggal di perkotaan.

Oleh karena itu, kata Dia, mulai saat ini berbagai macam permasalahan kota seperti banjir, perumahan dan pemukiman serta sampah mulai dicari solusinya.

"Saya kira kita harus banyak belajar dan banyak mendengar, mengingat perkembangan tekonologi dan pertumbuhan ekonomi begitu cepat," tutur Wali Kota Risma.
 
Ditanya apakah ada rencana untuk merangkul keempat negara sebagai sister city dengan Surabaya, Wali Kota Risma mengaku bukan tidak mungkin jika ke depan akan ada kerjasama di beberapa bidang yang dirasa cocok dengan kebutuhan antar negara. ''Harus ada simbiosis mutualisme seperti halnya pendidikan,'' pungkasnya. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa Kartini jaman now, itu yang bisa berprestasi, bisa mempunyai income yang bagus dan tinggi.

Walaupun begitu, seorang perempuanyang mempunyai income penghasilan yang tinggi, harus tetap berpegang teguh sesuai dengan kodrat dan agamanya, tidak melupakan kewajiban utama sebagai seorang ibu rumah tangga.

"Kalau kita sudah mempunyai anak-anak, maka kita bisa merawat dan membimbing anak-anak kita untuk bisa lebih berhasil dari orang tuanya. Itulah Kartini Jaman Now," Kata Wali Kota Risma, saat acara Peringatan Hari Kartini di Balai Kota Surabaya, Sabtu,(21/04).

Di Hari Peringatan Kartini ini, Wali Kota Rismajuga berbagi tips kepada seluruh perempuan di Indonesia. Menurutnya, jika seorang perempuanyang hidupnya merasa tertekan ataupun terkucilkan dalam lingkup keluargaatau lingkungannya. Maka hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan meyakinkan keluarga dan lingkungan kalau dirinya bisa dipercaya.
 
"Kita harus meyakinkan mereka kalau kita benar-benar bisa dipercaya, dengan melakukan hal-halyang lebih baik," pesan wali kota kelahiran Kediri ini.

Dengan memberikan kepercayaan kepada keluarga, lanjut Wali Kota Risma, dan berusaha untuk menyakinkan mereka melalui buktikonkrit. Wali Kota Risma juga menegaskan bahwa seorang perempuan tidak hanya menuntutsaja kepada keluarga.

Namun, dirinya juga harus bisa membuktikan untuk bisa berprestasi. Maka otomatis lingkungan ataupun keluarga pasti akan percaya kepada dirinya.

"Kalau itu terjadi, saya kira lingkungan pasti akan membuka dengan sendirinya," imbuhwali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Acara peringatan Hari Kartini yang berlangsung di Balai Kota tersebut, dihadiri ratusan staf dan pejabat Pemkot Surabaya setingkat lurah, camat, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Berbagai acara serudigelar di pagi ini, di antaranya lomba menghias kue yang pesertanya pejabat setingkat kepala OPD dan camat.

Menariknya,dalam acara menyambut Hari Kartini, Pemkot Surabaya juga mengadakan berbagai macam lomba unik. Seperti lomba cantol topi dan makan kerupuk yang pesertanya merupakan perempuan di lingkungan pejabat Pemkot Surabaya.Selain itu, merekajuga diwajibkan menggunakan pakaian kebaya saat mengikuti lomba tersebut.

Di tempat yang sama, salah satu peserta lomba Rusbaidah mengaku senang mengikuti gelaran lomba di Hari Kartini. Menurut dia, walaupun dirinya memakai kebaya saat mengikuti lomba, hal tersebut tidaklahmenjadikan beban ataupun kesulitan. Sebab, kata dia, apapun kondisi atau keadaan seorang perempuan, maka harus tetap bersemangat.

"Tak akan sulit bagi kita, karena kita adalah wanita-wanita yang modern. Maka dari itu, kita harus tetap bersemangat," ujar Rusbaidah, staff pegawai Kecamatan Jambangan tersebut. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama 5 orang Jurnalis televisi, masing-masing dari negara Belanda dan Aljazira meninjau eks lokalisasi Dolly tepatnya di kawasan wisma barbara, Jum'at, (20/4/2018).
 
Dalam kunjungan kali ini, Wali Kota Risma memberikan solusi kepada warga dan anak-anak SMP maupun SMK terkait masalah pendidikan dan kesejahteraan sosial yang mereka alami. Diawali ketika salah seorang ibu bercerita ada 3 orang anak yang hidup sebatang kara karena orang tuanya meninggal akibat penyakit HIV. "Satu ikut saya, yang dua tinggal dengan neneknya. Tapi neneknya sakit keras," ungkap salah seorang ibu kepada Wali Kota Risma.
 
Mendengar hal tersebut, Wali Kota Risma memerintahkan pihak Dinas Sosial (Dinsos)  untuk segera mendata dan mengecek kondisi keluarganya. "Nanti kita memberikan bantuan permakanan setiap harinya kepada semua anggota keluarga termasuk ibu yang merawat salah seorang anak tersebut," tuturnya.  
 
Tidak hanya itu, Wali Kota Risma juga menggratiskan biaya kesehatan bagi seorang ibu yang mengalami sakit keras usai melalukan pemeriksaan di salah salah rumah mirip tempat pemeriksaan bagi orang sakit. Ditanya wali kota, sakit apa, ibu itu menangis lalu menceritakan kepada Wali Kota kelahiran Kediri, bahwa dirinya diwajibkan dokter cuci darah namun Dia menolak dikarenakan tidak ada biaya.
 
"Sudah ibu istirahat dan fokus penyembuhannya, tidak usah mikir biaya, nanti saya kasih fasilitas kesehatan gratis dan diberi permakanan serta uang setiap bulannya," ujarnya.   
 
Selain masalah kesejahteraan sosial, Wali Kota Risma juga mendata anak-anak yang mengalami putus sekolah. Menurut data Dinsos ada sekitar 22 anak SD dan SMP yang mengalami putus sekolah. Beragam alasan dilontarkan anak-anak ketika ditanya alasan mengapa mereka putus sekolah diantaranya, belum membayar SPP dan akhirnya tidak bisa ikut ujian, ada juga yang ingin melanjutkan ke jenjang SMK tetapi putus karena tidak ada biaya.

"Kalau ingin mengubah nasib lewat pendidikan, jadi tidak boleh putus sekolah. Tidak usah mikir biaya, nanti saya carikan solusinya," pungkas wali kota diiringi tepuk tangan anak-anak.

Setelah mendata dan bertemu warga, Wali Kota Risma mengunjungi  anak-anak muda yang tengah mengecat spanduk bertuliskan Njarak Dolly berwarna hijau tua dan muda.  Tepat di samping spanduk (lapangan futsal), beberapa anak sedang melakukan mural bergambar klub sepak bola Persebaya Surabaya.
 
Pada kesempatan ini, Wali Kota Risma ikut mengecat tembok bergambar logo klub sepak bola Persebaya. Terlihat lekukan tangan Wali Kota Risma menebali setiap goresan kapur yang digarap salah seorang pemuda. "Iki engkok dadi gambar opo rek (ini nanti jadi gambar apa ya?)," tanya Wali Kota Risma kepada salah seorang pemuda.
 
Usai mengecat, Wali kota sarat akan prestasi itu mengunjungi rumah poduksi sepatu di wisma Barbara.  Disana, Wali Kota Risma banyak bercengkerama dengan salah seorang pembuat sepatu. "Kok apik bu, nggawe sepatu model opo iku (kok bagus bu, buat sepatu model apa ini),"?  ucapnya sambil tersenyum.
 
Selanjutnya, Wali Kota Risma beranjak ke stand produk pelaku UKM yang terdiri dari pomade, produk makanan tempe jarwo, bumbu rujak kemasan botol, kaos, pernak pernik kalung, gelang, keripik samijali, minuman sari belimbing dan pembuatan kain batik.

Saat mendatangi pengrajin batik, mantan kepala bagian Bina Program itu memberi masukan kepada salah seorang pengrajin kain batik. "Ini krahnya dipercantik dan dimodel berbeda-beda agar kesannya terlihat mahal," tegasnya.
 
Sementara itu, salah seorang jurnalis asal Aljazira, Stef menceritakan tujuan datang ke Surabaya terinspirasi dari seorang perempuan Belanda yang dulu melakukan perjalanan berkeliling dunia, termasuk Surabaya.

Dalam hal ini, dirinya bersama tim ingin mengkampayekan hak-hak perempuan. "Kami ingin mendokumentasikan sosok perempuan Belanda itu dengan perempuan kekinian yaitu Wali Kota Risma," terang Stef. and.dan 


Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali melaunching program Merdeka dari Sampah (MDS) 2018 di Graha Sawunggaling, Jumat (20/4/2018). Program tahunan yang sudah memasuki tahun ke 10 ini mengangkat tema "Ayo Rek Stop Nyampah Plastik".

Wali kota Risma menilai, tema Merdeka dari Sampah tahun ini bertaraf internasional. Sebab, semua negara di dunia sudah sepakat untuk mengurangi sampah plastik. Apalagi, sampah plastik itu merupakan sampah yang tidak mudah terurai dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk mengurai sampah plastik itu.

"Coba bayangkan, kalau semuanya pakai plasti, lama kelamaan kita akan hidup di atas plastik. Makanya, tema kali ini saya kira sudah tema internasional karena sudah sepakat untuk mengurangi sampah plastik," kata Wali Kota Risma seusai melaunching merdeka dari sampah 2018.

Menurut Wali Kota Risma, semakin lama semakin banyak sampah plastik. Bahkan, ia sempat menemukan saluran di Dharmawangsa ketutupan sampah plastik seperti botol-botol air mineral. Karena ketutupan dan hujan lebat, maka di daerah itu tergenang.

"Sebenarnya saya sangat mudah untuk membersihkannya, tapi itu kan menimbulkan genangan. Saya juga heran kenapa harus buang sampah di saluran, kenapa tidak mau sebentar saja membuang sampah itu di tempatnya," ujarnya.

Oleh karena itu, mantan Kepala Dinas Kebersihan Kota Surabaya itu meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama mengurangi sampah plastik ini. Bahkan, ia meminta kepada kader lingkungan yang tersebar di Kota Surabaya untuk masuk ke sekolah-sekolah dalam mengurangi sampah plastik jajan anak-anak sekolah.
 
"Ayo kita nanti lihat sama-sama, bagaimana supaya bisa dikurangi. Mungkin salah satu solusinya setiap anak harus bawa gelas dan piring sendiri ke sekolah, sehingga ketika jajan tidak lagi menggunakan plastik," tegasnya.

Wali Kota Risma juga menjelaskan bahwa Kota Surabaya itu tidak mempunyai tambang emas, tambang minyak dan pemandangan yang sangat bagus. Namun, Surabaya punya warga yang sangat luar biasa untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan mengangkat Surabaya ke tingkat dunia.

"Hal ini penting karena apabila kita tidak sama-sama menjaga lingkungan Surabaya, maka tidak ada lagi yang akan berkunjung ke Surabaya, sehingga kota ini akan ditinggalkan. Kalau kota ini ditinggalkan, maka anak cucu kita akan kesulitan mencari kerja dan mencari uang," ujarnya.

Makanya, dengan adanya Merdeka dari Sampah ini diharapkan semua RT dan RW se Surabaya dapat mengikutinya. Tujuan utamanya untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungannya dan sama-sama menjaga kebersihan Kota Surabaya. "Tidak apa-apa meskipun kalah, yang penting kita partisipasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan," kata dia.

Bahkan, Wali Kota Risma meminta kepada pihak kelurahan yang hadir saat launching untuk mengikut sertakan warganya setiap RW satu peserta. Ia pun berencana untuk membuat surat edaran yang akan disampaika kepada RT/RW se Surabaya supaya mengikuti Merdeka dari Sampah itu.

"Nanti saya akan buat surat edaran ke RT/RW yang jumlahnya sekitar 1.364 se Surabaya, supaya mereka bisa ikut. Nanti disebarkan ya Pak Lurah," imbuhnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga terus mengajak kepada semua pihak untuk menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing. Sebab, kebersihan itu merupakan bagian dari iman. "Ayo kita berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menjaga kebersihan," harapnya. and.dan


Page 6 of 246