Surabaya (beritakota. net)- Kopdar ID42ER Chapter Jatim Toyota Fortuner Club of Indonesia di The Carnivore dan Garden Peeleace berlangsung semarak riuh meriah, Jumat malam (27/4).

Dalam pertemuan suasana keakraban itu terlihat guyub rukun dan bersahabat dengan keluarga para member.

Id42er adalah media silaturrahmi pemilik fortuner se-Indoneaia yg memiliki cabang hampir diseluruh Indonesia.

 "Luar biasa membernya sudah mencapai 2000 an, sehingga kita punya sahabat yang hampir menyebar ke seluruh Indonesia", ujar Ali Azhar Ketua Chapter Jatim.

Menurut Om Ali demikian akrab dipanggil di komunitas Chapter Jatim ini, banyaknya member akan memudahkan untuk urusan urusan bisnis juga dengan berbagai kegiatan lainnya.

Dikatakan Om Ali, ID42ER lebih mengedepankan silaturrahmi dan media sosil untuk saling berbagi dan mengenal alam indonesia.

"Untuk media sosial kita sering melakukan baksos baik di panti asuhan maupun dilokasi tertinggal hal semacam ini sering kita laksanakan ketika toring di tempat wisata juga masih banyak lagi kegiatan2 kita kedepannya", beber Om Ali.

Bagi yang ingin bergabung dengan Chapter Jatim, imbuh Om Ali bisa mereka yang mempunyai mobil fortuner.

"Silakan kalau ingin lebih dalem mengetahuinya dan bergabung dengan kami", pungkasnya seraya memberikan nomer WA bagi yang mau menjadi anggota ID42ER bisa langsung japri di 081357507450. ynn

Lamongan (beritakota.net)- Ratusan pedagang pasar ikan Lamongan mengelu-elukan Cagub Jatim Khofifah Indarparawansa yang berkunjung di Pasar Ikan Lamongan, Sabtu (28/4). Kedatangan Cagub nomer urut 1 ini sejak Pukul 08.30 sebelumnya sudah disanggong ratusan pedagang Ikan yang ingin bertemu bersalaman dengan Khofifah Indarparawansa, saat tiba di lokasi yang bersangkutan mereka menyambut dengan teriakan yel yel mendukung Khofifah Indarparawansa.

 "Ada ibu Khofifah, hidup Khofifah wes wayahe coblos nomer siji" teriak salah seorang pedagang Ikan membuat senyum Khofifah Indarparawansa, kemudian mereka disapa dan ditanyai soal bagaimana dagangan ikan dan kondisinya pasar tersebut.

Dalam kesempatan itu mereka tampak berebutan bahkan sampai berlarian meninggalkan stand jualannya, demi untuk bisa bersalaman dan berfoto dengan Cagub nomer 1.

Menurut Khofifah Indarparawansa fasilitas pasar perlu dibenahi misalnya tempat jualan ikan supaya kalau terik matahari tidak panas, juga bila hujan turun tidak kehujanan.

"Tadi pedagang menyampaikan pasar supaya ada owning, kalau panas tidak kepanasan dan bila hujan tidak kehujanan, sehingga pedagang merasa nyaman berjualan", ujar Khofifah Indarparawansa.

Selain itu lanjut Ketua PP Muslimat NU ini kebutuhan pupuk untuk petani tambak juga perlu perhatian, karena untuk membesarkan ikan.

 "Saya lihat banyak ikan bandeng kecil kecil yang dibawa petani tambak tadi, kemudian saya tanya kenapa tidak bisa besar ikannya dijawab mereka karena kurang pupuk, nah ini juga perlu stok pupuk yang bisa memenuhi kebutuhan petani tambak", tambah mantan Menteri Sosial era Presiden Gus Dur dan Kabinet Kerja Presiden Jokowi ini menjelaskan.

Di sela sela dialog dengan pedagang, Khofifah Indarparawansa sempat memborong berbagai jenis ikan mulai dari bandeng, juga ikan tombro atau ikan emas dan ikan udang vanami serta ikan kerang juga jajan pasar Lamongan, tentu saja para pedagang bertambah sumringah melihat Cagub nomer urut 1 yang merakyat ini, apalagi Khofifah Indarparawansa tidak canggung menyalami tangan para pedagang yang berlumuran amis ikan ikan baru dientas dari tambak diantar ke pasar ini. yan

Surabaya (beritakota. net)- Kalau ada alumni PMII yang getol memperjuangkan suksesnya pasangan Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak nomer urut 1, dialah Akhmad Subhan Ketua Ika PMII Kota Mojokerto.

Aktivis yang sempat menjadi anggota DPRD Jatim ini tidak kenal lelah harus pontang panting, sibuk dengan berbagai kegiatan yang terkait kampanye menangkan Khofifah-Emil.

"Biyen Pakde saiki Bude (Khofifah Indarparawansa, red) wes wayahe Gubernur Jatim", ujar Subhan mengawali pembicaraan.

Menurut Subhan, semua alumni  PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) harus all out mendukung dan menangkan Khofifah Indarparawansa, karena yang bersangkutan adalah alumni terbaik PMII yang sangat layak memimpin Jawa Timur lebih baik.

"Bu Khofifah dan Mas Emil itu punya rekam jejak kepemimpinan sangat baik sehingga menjadi modal untuk bisa membawa perubahan Jawa Timur yang lebih sejahtera", ujarnya.

Dikatakan Subhan, misalnya Khofifah Indarparawansa selain teruji kepemimpinannya di Muslimat NU, juga pernah menjadi pertama perempuan yang menjabat Ketua PC PMII Surabaya juga pengalamannya di pemerintahan era Presiden Gus Dur dan Presiden Jokowi sebagai Menteri Sosial sangat dirasakan manfaaf bagi bangsa dan negara.

 "Bangga punya alumni seperti beliau, makanya perlu kita perjuangkan kerja bersama menangkan Khofifah-Emil", lanjutnya.

Selain itu imbuh Subhan, pendamping Khofifah Indarparawansa yaitu Emil Elestianto Dardak juga punya pengalaman di usianya yang relatif muda mewakili generasi milenial jam terbangnya sudah mendunia, karena kecerdasan akademisnya dan pengalamannya berbagai organisasi seperti aktif di NU, bahkan pernah menjabat Ketua PCI NU Jepang, di Bank Dunia serta menjadi Bupati Trenggalek menjadikan sempurna kedua pasangan Cagub dan Cawagub Jatim tersebut.

 "Harapan Masyarakat Jawa Timur yang ingin lebih baik dan sejahtera akan terpunuhi, apabila Khofifah-Emil terpilih pada 27 Juni mendatang", lanjutnya.

Sebelumnya, Subhan bersama alumni PMII se Jawa Timur mendeklarasikan Sahabat Khofifah Jatim di Ponpes Amanatul Ummah Surabaya, juga bersama sejumlah tokoh NU Subhan ikut mendirikan PPKN (Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah).

Deklarasi dilakukan sebelum pasangan Cagub dan Cawagub tersebut mendaftar dan ditetapkan KPUD Jatim. Sahabat Khofifah untuk mewadahi alumni PMII yang tersebar di seluruh Jawa Timur dalam menyukseskan Khofifah-Emil. Sedangkan PPKN adalah ormas ke-NU-an yang bertujuan untuk menegakkan Khittah NU hasil Muktamar NU ke 28 Yogyakarta, yaitu menekankan politik kebangsaan dan bukan politik perseorangan yang sekedar memanfaatkan NU kedalam kepentingan politik pragmatis. ynn

Caption: Dari kiri Akhmad Subhan, Emil Elestianto Dardak dan Ahmad Yani Elbanis Ketua Relawan Khofifah-Emil Gresik dalam sebuah acara di gedung Astranawa Surabaya. (dok. berikota. net)

Surabaya (beritakota. net)- Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil Jawa Timur M. Roziqi menghimbau tim relawan bersatu, saling bekerjasama untuk menangkan pasangan Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

"Tim relawan Khofifah-Emil begitu banyak sehingga harus dijadikan satu agar sejalan dan satu komando di lapangan", ujar Roziki.

Menurut Roziqi dileburnya tim relawan supaya di lapangan tidak terjadi benturan, namun antar tim relawan saling bisa kordinasi kerja bersama dalam menangkan Khofifah-Emil.

 "Semua tim relawan dari berbagai elemen menjadi satu", ujarnya.

Mantan Kepala Kanwil Depag Jawa Timur ini melanjutkan tim relawan dari berbagai elemen secara suka rela dengan tenaga dan pikirannya membantu suksesnya Khofifah-Emil.

"Semoga kerja keras dari berbagai tim relawan itu menjadi amal kebaikan dan bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur yang lebih baik bersama Khofifah-Emil", lanjutnya.

Dikatakan Roziqi Tim Pemenangan Khofifah-Emil Jawa Timur, menargetkan kemenangan mutlak melalui strategi simpatik agar nantinya pemilih mencoblos pasangan nomer urut 1, yaitu dengan politik santun menjauhi cara cara politik yang menghalalkan segala cara.

 "Tim relawan harus elegan berkampanye sesuai aturan KPUD, kalau mereka melanggar bisa dikordinasikan untuk diproses lebih lanjut ke Panwaslu tingkat kabupaten dan Bawaslu tingkat Propinsi", tegasnya. ynn

Caption: Dari kiri KH Afifuddin Tim 9 Khofifah-Emil, Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil Jawa Timur, M.Roziqi dan Ahmad Yani Elbanis dari PPKN dalam sebuah kesempatan konsolidasi di Surabaya. (dok/beritakota. net)

Surabaya (beritakota. net)- Kalau ada tim relawan terbanyak sepanjang sejarah di negeri ini, adalah Tim Suksesnya Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak. Bayangkan saja tim relawannya berjumlah 80 tim relawan tersebar di seluruh Jawa Timur untuk menangkan Khofifah-Emil dengan suka rela tanpa ada yang membiayai. Dibalik sukses banyaknya tim relawan itu ternyata tidak lepas sentuhan tangan Ketua Sahabat Jatim Ali Azhar SH.

Pria kelahiran Banyuwangi ini mengawali gebrakan deklarasi Sahabat Khofifah Jawa Timur di Ponpes Amanatul Ummah asuhan KH Asep Syaifuddin sebelum pendaftaran resmi pasangan Khofifah-Emil ke KPUD Jatim.

 "Sepanjang sejarah bangsa Indonesia belum ada Pasangan Calon Gubernur di Dukung 80 elemen relawan kecuali Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak", ujar Gus Ali sapaan akrab Ali Azhar.

Menurut Gus Ali awalnya dirinya bersama alumni PMII se Jawa Timur menggagas Sahabat Khofifah Jawa Timur untuk ikut serta mengawal dan menyukseskan Khofifah Indarparawansa sebagai Cagub Jatim, setelah terbentuk Sahabat Khofifah Jatim kemudian ditetapkannya pasangan Khofifah-Emil nomer urut 1 baru kemudian mengepakkan sayap dengan kordinasi pada tim tim relawan dari berbagai unsur elemen, misalnya ada PPKN, Bagus, Kamil, Kiai Santri, Sedulur Rikho Khofifah-Emil.

 "Semuanya tim relawan dilebur sesuai arahan Ibu Khofifah Indarparawansa menjadi Relawan Kamil", lanjutnya.

Salah satu deklarator PPKN ini menambahkan dengan meleburnya tim menjadi satu itu tidak mengurangi dari program masing-masing tim relawan, namun hanya untuk memudahkan kordinasi dengan Cagub Khofifah Indarparawansa.

"Tim relawan sudah lama bekerja keras untuk menangkan Khofifah-Emil maka tim tim relawan yang tersebar se Jatim itu bisa menjalankan programnya menangkan Khofifah-Emil, tapi tentunya dengan cara elegan tidak menghalalkan cara seperti calon lainnya", imbuhnya.

Dikatakan Gus Ali setelah pembekalan 80 tim relawan Khofifah-Emil di Pondok satunya Amanatul Ummah asuhan KH Asep Syaifuddin yang di Pacet, maka diharapkan langsung tancap gas untuk bekerjasama menangkan Khofifah-Emil dengan bekal dan materi yang sudah diberikan, misalnya membentuk tim tingkat ranting per desa/kelurahan sampai tingkat kecamatan dan kabupaten, hal ini sangat urgen mengingat semakin dekatnya pencoblosan 27 Juni mendatang, terutama terkait saksi saksi sudah harus disiapkan untuk mengawasi segala bentuk kecurangan dari kubuh sebelah.

"Semuanya tim relawan harus solidkan barisan dan bisa bekerja lebih keras lagi untuk bersama menangkan Khofifah-Emil, juga kalau ada pelanggaran dilakukan kubu sebelah misalnya money politik atau memanfaatkan fasilitas negara dari calon sebelah harus dilaporkan ke tim Kamil agar diteruskan ke proses hukum lebih lanjut", terangnya menegaskan. yan

Keterangan foto: Dari kanan tampak dalam sebuah kesempatan Gus Ali memberikan sambutan selaku Ketua Panitia Pembekalan Tim Pemenangan Khofifah-Emil dihadapan KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), KH Asep Syaifuddin dan KH Afifuddin. (dok/beritakota. net)

Gresik (beritakota. net)- Tak kenal lelah, tiada hari tanpa gerilya menangkan Pasangan Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak nomer urut 1. Itulah dia yang disapa Cak Muslih bernama lengkap Muslih Hasyim Syufi. Pria yang menjabat Sekretaris DPD KNPI Jatim ini sangat populer di kalangan aktivis PMII dan Ansor, maklum Cak Muslih juga pernah aktif di organisasi tersebut. 

"Harga mati untuk alumni kader PMII memperjuangkan Khofifah Indarparawansa menjadi Gubernur Jatim, karena beliau adalah alumni PMII terbaik yang harus kita sukseskan bersama", ujar Cak Muslih. 

Menurut Cak Muslih figur Khofifah Indarparawansa sudah teruji kepemimpinannya, baik selama menjadi Menteri Sosial era Presiden Gus Dur juga pada kabinet kerja Presiden Jokowi. 

"Beliaulah yang menjadikan kementerian sosial punya nama di dunia internasional, pada saat beliau menjabat menteri kinerjanya sangat bagus, bahkan Presiden Jokowi memuji kinerjanya", tambah Cak Muslih. 

Ketua Relawan Gerakan Sosial (RGS) Jatim ini melanjutkan pengalaman Khofifah Indarparawansa sangat dibutuhkan masyarakat Jatim, makanya sangat tepat bila kemudian Khofifah Indarparawansa mundur dari jabatan Mensos untuk mencalonkan Gubernur Jatim, hal ini menunjukkan dia tidak ambisi jabatan tapi betul betul sebagai pengabdian kepada bangsa dan negara untuk bisa memajukan Jawa Timur.

 "Kalau ngomong ambisi jabatan maka jabatan Menteri itu masih lebih tinggi daripada jabatan gubernur, tapi beliau (Khofifah, red) rela meletakkan jabatannya hanya untuk memajukan Jawa Timur", tambahnya. 

Selain itu lanjut Cak Muslih figur Khofifah Indarparawansa adalah satu satunya Cagub yang berlatar jelas ke-NU-annya baik pengabdiannya sebagai Ketum Muslimat maupun perjuangannya untuk NU sangat dirasakan warga nahdliyin, sehingga tidak heran Gus Dur menyebutnya Khofifah Indarparawansa dengan Srikandi NU.

"Ibu Khofifah Indarparawansa sangat dekat dengan ulama kiai NU juga warga NU karena peran beliau selama ini, maka pasti kalau beliau menjadi Gubernur akan memberdayakan sejahtera nahdliyin khususnya juga umumnya untuk masyarakat Jawa Timur dengan programnya Nawa Bhakti Satya", lanjutnya. 

Sekretaris Tim Sahabat Khofifah-Emil Jatim ini mengimbuhkan semakin dekatnya pencoblosan 27 Juni mendatang, semua relawan harus ekstra kerja keras untuk bersama gerilya menangkan Khofifah-Emil, juga tidak kalah penting relawan harus siap siaga dengan gerakan gerakan mencurigakan lawan yang ingin menjatuhkan Khofifah-Emil dengan berbagai cara, karena kemenangan Khofifah-Emil semakin terbuka lebar. 

 "Jangan sampai kita kecolongan dari segala black campaign lawan yang ingin menang curang, kita buktikan tim Khofifah-Emil menang secara terhormat tidak dengan cara cara halalkan segala cara, karena politik harus dengan santun dan program yang bisa sejahterakan bersama rakyat Jawa Timur", terangnya seraya menegaskan tim relawan Khofifah-Emil nantinya harus pasang satgas di tiap TPS monitoring segala bentuk kecurangan dan pelanggaran pilgub lawan. yan

Keterangan foto:  Tampak Cawagub Jatim Emil Dardak memakaikan Rompi Tim Sukses Pemenangan Khofifah-Emil kepada Cak Muslih pada kesempatan acara konsolidasi di Surabaya. (foto/dok/beritakota. net)

Lamongan (beritakota. net)- Kholis Fahmi, salah seorang pendamping PKH Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan merasa kaget mendengar informasi yang beredar di media atas Laporan Pengurus Ranting PDIP terhadap pendamping PKH ke Panwaslu Kabupaten Lamongan.

"Saat dapat kabar dari teman sesama pendamping PKH terkait informasi yang beredar di media, saya langsung kroscek ke lapangan menemui beberapa warga penerima manfaat PKH yang menerima stiker," jelas Kholis Fahmi, Kamis (26/04).

Kholis Fahmi menyampaikan ada kejanggalan atas berita yang beredar. Pasalnya, dirinya sebagai pendamping PKH yang bertugas mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di  Desa Kendalkemlagi tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan seperti membagikan stiker salah satu Paslon Pilgub Jatim.

Namun, Kholis Fahmi menyampaikan, saat kroscek ke warga ternyata LM yang dilaporkan ke Panwaslu Kabupaten Lamongan, sebenarnya warga biasa dan bukan pendamping PKH. Jadi, sepertinya pelapor yang juga PR PDIP salah melaporkan orang.

"Ibu yang dilaporkan ke Panwas itu loh bukan Pendamping PKH, dan ternyata juga bukan orang yang membagikan stiker Paslon Pilgub Jatim yang dimaksud pelapor." Tutur Kholis Fahmi.

Lagipula, Kholis Fahmi menduga Khotamin, Pengurus Ranting PDIP yang melaporkan tersebut juga tidak mendengar dan mengetahui secara langsung kejadian pembagian stiker salah satu Paslon di Pilgub Jatim.

Hingga kini, Kholis Fahmi selaku pendamping PKH Desa Kendalkemlagi, mengaku juga belum mendapatkan panggilan dari Panwaslu Lamongan untuk klarifikasi atau kepentingan lainnya.

Sebelumnya diketahui, Khotamin, PR PDIP Desa Kendalkemlagi bersama sejumlah warga melaporkan salah seorang oknum Pendamping PKH dengan inisial LM yang membagikan stiker dan mengajak warga memilih salah satu Paslon di Pilgub Jatim.mim/yan

Lamongan (beritakota. net)- Tim sukses pemenangan Cagub - Cawagub Jatim nomor urut 1  pasangan Khofifah - Emil Dardak  Kabupaten Lamongan, menganggap "Lebay" terhadap cara timses lawan yang mengunakan isu PKH untuk menyerang pasangan Khofifah - Emil Dardak di Pilgub Jatim.

"Bagaimana tidak lebay, melaporkan pembagian stiker yang diduga dilakukan pendamping PKH, terus di blow up, padahal bukan pendamping PKH," kata Khoirul Huda, Sekretaris Tim Sukses Pemenangan Pasangan Khofifah - Emil Dardak Cagub - Cawagub Jatim Kabupaten Lamongan, Kamis (26/04).

Khoirul Huda menduga tim sukses lawan sengaja membuat berita ini untuk melawan atau menjatuhkan pasangan Khofifah - Emil Dardak yang secara prestasi dan programnya lebih bagus jika dibandingkan dengan Paslon Lainnya.

"Bisa jadi ini ulah mereka timses lawan sendiri yang merasa ketakutan terhadap pergerakan kita dan para relawan Khofifah - Emil dengan membagikan stiker. Padahal, stiker seperti itu kan semua bisa buat," kata Khoirul Huda, Mantan Ketua GP Ansor Kabupaten Lamongan.

Sejauh ini, kata Khoirul Huda, Tim Sukses Pemenangan Pasangan Khofifah - Emil Dardak Kabupaten Lamongan, tidak pernah mencetak stiker atau alat peraga kampanye diluar ketentuan yang sudah diatur oleh KPU.

Dirinya berharap pada Perhelatan Pilgub Jatim ini, timses lawan agar bermain yang santun dan menjaga kondusifitas daerah dan jangan sampai memicu perselisihan antar warga pendukung Paslon yang akan berebut di Pilgub Jatim.

"Ayolah bermain yang santun, jaga kondusifitas daerah dalam mengkampanyekan paslon dukungannya. Kita bisa juga kok berain kasar, cuma itu tidak kita lakukan demi kondusifitas daerah," ucap pria yang pernah menjabat Ketua KPU Kabupaten Lamongan.

Terkait persoalan pelaporan oknum pendamping PKH ke Panwaslu Kabupaten Lamongan oleh pengurus ranting PDIP Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, pihaknya juga telah melakukan investigasi dan hasilnya ternyata tidak seperti apa yang dilaporkan.

"Ternyata tidak ada oknum PKH yang membagikan stiker kepada warga Keluarga Penerima Manfaat Program PKH di Desa Kendalkemlagi," tuturnya.mim/yan

 

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merespon cepat adanya indikasi kecurangan pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasi Kompetensi (UNBK) disalah satu SMP negeri Surabaya.

Ia sangat menyayangkan hal tersebut, sebab pelaksaaan UNBK SMP/MTs yang seharusnya dilaksanakan dengan kejujuran namun ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa telah ditemukan adanya indikasi  kejanggalan pada pelaksanaan UNBK di salah satu sekolah SMP Negeri Surabaya. Peserta ujian yang seharusnya melaksanakan pada sesi pertama (pagi), namun malah melakukan pada sesi ke tiga (sore).

"Mestinya anak-anak itu mengikuti ujian sesi satu, tapi malah dipindah ke sesi tiga. Dan kami temukan adanya kejanggalan," kata Wali Kota Risma, saat menggelar jumpa pers di ruang kerja Balai Kota, Kamis, (26/04/2018), sore.

Adanya temuan ini, Wali Kota Risma menegaskan pertama kali ditemukan sendiri oleh pihak Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya yang saat itu sedang memantau jalannya proses UNBK SMP/MTs melalui Pos terpadu. Dirinya memastikan, yang jelas temuan ini merujuk pada indikasi kecurangan.

"Kita tidak bisa ngomong itu setingan dari awal. Dan yang menemukan pertama kali Dispendik Surabaya. Makanya kemudian kita konsultasikan ke pihak Kepolisian dulu," terangnya.

Senada hal ini juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan pihaknya mengaku menemukan adanya kejanggalan pada pelaksanaan UNBK SMP/MTs disalah satu sekolah Negeri Surabaya. "Kami temukan adanya kejanggalan UNBK. Sehingga kemudian kami coba datangi sekolah tersebut untuk mengamankan komputer dan handphone dari teknisi," tuturnya.

Menurutnya, adanya kecurangan pada pelaksanaan UNBK tersebut, bukanlah sebuah kebocoran soal. Namun, ada indikasi akses illegal yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dirinya juga belum bisa memastikan apakah soal ujian yang diakses secara illegal tersebut yang benar diujikan.

"Di sekolah tersebut, terdapat 30 an komputer. Tapi yang diakses oleh teknisi ada 5 komputer. Kemudian soal itu difoto oleh teknisi dan diinfokan oleh pihak ketiga dari luar," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menambahkan adanya indikasi kecurangan soal tersebut saat ini masih dalam tahap konsultasi. Rencananya, malam ini akan dilakukan pelaporan oleh Dinas Pendidikan. "Rencanannya akan kita kembangkan. Saat ini masih dalam tahap konsultasi dengan kita," pungkasnya. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Cita-cita Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mensejahterakan warganya kembali diwujudkan dengan menyediakan wadah khusus bagi penyandang tuna netra berupa panti pijat.

Panti pijat tuna netra yang lokasinya berada di gedung siola lantai 1 telah dibuka sekaligus diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kamis, (26/4/2018).
 
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, panti pijat tuna netra secara khusus di dedikasikan untuk teman-teman yang memiliki kekurangan dari segi fisik.

''Saya ingin berbuat adil, agar saudara-saudara kita bisa mengakses kehidupan yang lebih baik sama halnya dengan orang pada umumnya,'' kata Wali Kota Risma di sela-sela sambutannya.
                                             
Agar kesetaraan ini semakin terlihat antara warga biasa dengan para difabel, Wali Kota Risma berencana memberi ruang kepada mereka untuk bekerja di kantor Pemerintahan Kota Surabaya. Caranya, lanjut Wali Kota Risma, dengan memberi ketrampilan lain bagi penyandang difabel.

"Agar ada akses yang sama dengan warga pada umunnya. Mudah-mudah bisa terwujud," ujar Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini.
 
Bahkan, dirinya berharap suatu saat kelak, panti pijat tuna netra yang berada di dalam bangunan sarat akan sejarah dan terletak di tengah kota, semakin banyak dikunjungi warga.

"Semoga bisa menjadi destinasi bagi warga yang membutuhkan penyegaran dan jumlah pasien jauh lebih besar dari sebelumnya," harapnya.
 
Ke depan, Wali Kota Risma akan terus menginovasi individu penyandang tuna netra dan menambah fasilitas bagi penyandang tuna netra lainnya. Sebab, kata Dia, masih banyak hal yang perlu dikembangkan agar potensi mereka dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.

''Tidak berhenti sampai disini, kami akan terus menambah dan mengembangkan fasilitas bagi penyandang disabilitas lainnya,'' tutur mantan kepala Bappeko tersebut.
 
Usai sambutan, Wali Kota Risma secara simbolik melakukan pemotongan pita tanda diresmikannya panti pijat tuna netra. Kemudian, meninjau kondisi panti pijat di dalam ruangan.
 
Saat meninjau, Wali Kota sarat akan prestasi itu langsung membaringkan diri di atas tempat tidur kemudian melakukan pijat refleksi kaki. Terlihat bagaimana dirinya menikmati pijatan sambil bercengkerama dan bersenda gurau.

''Enak rek, biasanya berapa menit kalau refleksi," celetuk Wali Kota Risma kepada salah seorang terapis.
 
Sementara Kepala Seksi Rehabilitas Penyandang Cacat dan SRBK Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Agus Rosyd menuturkan, sejak soft launching tanggal 20 April 2018, cukup banyak pengunjung yang datang.

''Rata-rata per hari jumlah pengunjung mencapai 8-9 orang,'' jelas Agus. Dijelaskan Agus, jam pelayanan mulai hari Senin - Sabtu pukul 09.00 sampai 15.00. Sedangkan tarif pelayanan pijat, Pemkot mematok harga sesuai dengan kantong warga Surabaya.

''Untuk durasi 15 menit seharga Rp25 ribu, 30 menit Rp45 ribu dan 60 menit Rp70 ribu," terangnya.  
 
Agus menyampaikan,  saat ini ada 5 orang terapis pijat tuna netra yang terdiri dari 3 laki-laki dan 2 perempuan dengan usia produktif antara 25-55 tahun. Menurutnya, kemampuan kelima terapis tidak perlu diragukan karena mereka dibekali pelatihan dan mengikuti ujian untuk menjadi terapis.

''Jadi orang-orang tidak perlu khawatir dengan kemampuan mereka karena sudah bersertifikat,'' urai Agus. Untuk membantu aktivitas penyandang tuna netra baik secara individu hingga pelayanan administrasi, Agus mengaku, pemkot telah menyediakan satu orang dari (Dinsos) yang bertugas mengawasi aktivitas dan membantu tugas mereka selama bekerja.

''Mungkin saat mau sholat atau mau ke toilet akan didampingi pihak Dinsos," ujarnya. Agus menambahkan, sebanyak 15 penyandang tuna netra dan Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) yang mana usia dan pendidikan masih memungkinkan untuk dikembangkan.

Untuk itu Pemkot akan memberikan pelatihan komputer braile. Tujuannya, agar mereka mampu mengembangkan profesinya serta mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kemampuan.
 
''Tadi sudah disematkan secar simbolis tanda peserta pelatihan. Apabila mereka lulus ujian komputer dan sesuai dengan standart kualifikasi, insyallah akan direkrut dan bekerja di kantor pemerintah kota seperti yang disinggung ibu wali kota,'' tandas pria berkacamata ini.
 
Saat ini, jumlah total anggota PERTUNI sebanyak 150 orang, namun sementara hanya 20 orang yang dilibatkan dalam kegiatan dan program Pemkot Surabaya. "Karena mereka juga tidak menanggur melainkan juga usaha sendiri," tuturnya.
 
Usaha sendiri juga dilakukan salah seorang terapis, Wiwik Hariyati (57). Perempuan yang tinggal di kawasan Surabaya Utara ini mengaku, sebelum diberi wadah dan menjadi terapis di gedung siola, dirinya bersama suami membuka usaha pijat di rumah.

''Alhamdulilah sekarang rezekinya bertambah sampai bisa menyekolahkan anak semata wayangnya ke jenjang perguruan tinggi,'' ungkapnya.
 
Wiwik sapaan akrabnya tak lupa mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemkot kepada dirinya maupun teman-teman tuna netra lainnya.

''Senang dan alhamdulilah diberi tempat disini. Saya berharap usaha ini tetap lancar dan pengunjung semakin banyak biar pendapatan semakin baik,'' ucapnya.
 
Usaha dan niat baik Pemkot Surabaya turut mendapat respon positif dari salah satu pengunjung, Stefanus (55). Dia memuji terobosan pemkot yang mampu memperhatikan sekaligus memberdayakan kaum tuna netra.

Baginya, terobosan ini tidak sekedar meningkatkan ekonomi bagi penyandang tuna netra, namun juga memberikan rasa kepercayaan dan motivasi bahwa mereka dapat memberikan sumbangsih bagi sesamanya.
 
''Program ini sangat baik sekali dan luar biasa karena pemkot mampu memperhatikan dan mensejahterakan orang-orang kecil semacam ini. Semoga hidup mereka semakin sejahtera ke depannya,'' tegasnya. and.dan

Page 5 of 246