Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya dalam menumbuhkan minat baca kepada anak. Hal tersebut rupanya menggungah kepedulian instansi untuk ikut peduli terhadap budaya literasi di Kota Surabaya.

Yang terbaru, Kompas Gramedia (KG) ikut berpartisipasi dalam mendukung kinerja Pemkot Surabaya, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), dengan menghibahkan satu unit mobil perpustakaan untuk mendukung program layanan literasi di Kota Surabaya.

Secara langsung, Kompas Gramedia (KG) menyerahkan bantuan dalam wujud satu unit mobil perpustakaan lengkap dengan 750 judul buku bacaan anak. Penyerahan CSR ini, ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Surabaya dengan Kompas Gramedia (KG), yang dilakukan di ruang kerja Wali Kota, Senin, (28/05/2018).

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengapresiasi penyerahan bantuan CSR oleh Kompas Gramedia (KG). Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini berharap dengan bertambahnya mobil perpustakaan keliling yang dimiliki pemkot bisa semakin menumbuhkan budaya baca anak Surabaya.

“Ini sejalan dengan program pemkot. Dimana kita menaikkan minat baca untuk anak-anak,” kata Wali Kota Risma. Ditanya alasan kenapa mengarahkan anak untuk membaca, Wali Kota Risma menegaskan bahwa dengan cara membaca, maka seluruh panca indera anak akan bergerak.

Selain itu, kata dia, membaca berbeda dengan menonton film. Jika menonton film, sambungnya, maka warna dan suara akan keluar, namun tidak mengimajinasikan.

“Tapi kalau dia membaca, maka daya imajinasi mereka akan keluar,” terang wali kota berkerudung ini. Terkait dengan bantuan mobil perpustakaan, wali kota menjelaskan bahwa di Surabaya, fungsi mobil perpustakaan dirasa sangat membantu dalam menyediakan akses literasi kepada anak-anak.

Selama ini, mobil perpustakaan ikut berperan aktif dalam memberikan layanan literasi baik di kampung-kampung maupun di taman. “Saat ini kita mempunyai 1400 Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Tapi itu kita masih kurang, karena masih banyak yang belum tersentuh,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, Pemkot Surabaya memiliki lima mobil perpustakaan keliling untuk mendukung akses literasi di kampung-kampung yang belum terdapat TBM. Akses literasi ini, tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan anak.

Namun, menurut Wali Kota Risma, dengan adanya literasi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan daya imajinasi anak. “Kalau semakin tinggi imajinasi (anak), dia akan tidak mudah menyerah dan tidak akan putus asa,” tutur wali kota yang sangat concern terhadap anak-anak ini.

Direktur Corporate Communications KG Rusdi Amral mengaku senang mendapatkan kesempatan untuk ikut berkontribusi kepada Pemkot Surabaya. Menurut dia, penyerahan mobil pustaka ini terkait dengan program yang diluncurkan oleh GM, dimana program yang bernama “Aku Baca” tersebut, merupakan sebuah gerakan bagaimana menumbuhkan budaya baca dan meningkatkan literasi baca di seluruh wilayah Indonesia.

“Mobil pustaka ini dilengkapi dengan buku-buku. Ada sekitar 750 judul buku. Gerakan aku baca ini, juga sudah mencapai 26 Provinsi atau 98 Kab/Kota,” kata dia.

Disampaikan Rusdi, budaya minat baca masyarakat Indonesia yang dinilai masih tergolong sangat rendah, membuat seluruh kalangan baik pemerintah daerah maupun instansi swasta terus berupaya bagaimana mendorong agar masyarakat Indonesia mau meningkatkan budaya membaca. “Keadaan ini harus kita dorong bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat,” pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Duta Besar Perancis Jean Charles Berthonnet menawarkan kerjasama keamanan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pasca bom yang terjadi di tiga rumah ibadah dan kantor Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu.

Peluang kerjasama tersebut mengemuka ketika Jean Charles Berthonnet beserta jajaran diterima Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar (Kombes) Pol Rudi Setiawan di ruang kerja wali kota pada, Senin, (28/5/2018).

Pertama-tama, Duta Besar Perancis Jean Charles Berthonnet mengucapkan belangsungkawa kepada Wali Kota Risma dan Kapolrestabes Surabaya Rudi Setiawan atas kejadian bom yang terjadi beberapa waktu lalu di Surabaya.

“Ini bentuk solidaritas dan kepeduliaan kita terhadap Surabaya,” kata Jean seusai acara. Lebih lanjut, Jean menawarkan kerjasama kepada Pemkot Surabaya terkait keamanan utamanya penanggulangan terorisme.

Menurutnya, penting untuk melihat secara spesifik kerjasama dalam menanggulangi aksi terorisme. Pasalnya, Dirinya juga ingin meningkatkan keamanan dan menciptakan kenyamanan bagi kota maupun warga Surabaya sendiri. 

“Selain itu kami juga ingin menunjukkan bahwa Perancis memiliki kepeduliaan serta memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi terhadap Surabaya,” terangnya.

Bahkan, dirinya beserta rombongan turut mengunjungi gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di kawasan Ngagel Madya untuk melihat kondisi disana pasca bom secara langsung.

“Kami ingin memberikan dukungan kepada masyarakat dan umat yang ada di sana,” ungkapnya. Mendengar penjelasan Dubes Perancis tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih atas kepeduliaannya kepada Kota Pahlawan.

Wali Kota Risma pun menjelaskan berbagai macam upaya yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan terorisme dengan cepat. Salah satu caranya melakukan pemulihan pasca bom kepada anak anak yang mengalami traumatic pasca bom. 

“Sampai saat ini kami tetap melakukan penjagaan di sekolah bersama kepolisian dan TNI,” ungkapnya. Terkait kerjasama keamanan, Wali Kota Risma akan segera membicarakan lebih dalam bersama Porestabes Surabaya dan Kepolisian Perancis untuk mengantisipasi teroris di Surabaya. 

“Kita tunggu dan bicarakan kelanjutannya dengan Kepolisian Perancis,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan yang menyambut baik kerjasama di bidang keamanan bersama negara Perancis utamanya pengamanan terorisme.  

Menurutnya, sisi keamanan Kota Surabaya dalam menanggulangi teroris hampir sama dengan Perancis. Artinya, pasca kejadian, pihak kepolisian terus melakukan investigasi dan menangkap para pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme.

“Hal ini masih terus berjalan dan saat ini situasi warga dan Kota Surabaya sudah kembali normal serta tingkat kewaspadaan masyarakat berangsur-angsur membaik,” terangnya.

Sementara itu, Direktur IFI Surabaya Benoit Bavouset menambahkan, Surabaya dan Perancis juga menjalin kerjasama di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Saat ini, kata Benoit, Institut Perancis telah mengenalkan kebudayaan dan pendidikan bahasa Perancis bersama seniman Surabaya. “Juli 2018, kami akan memutar film tentang wajah Surabaya yang toleran garapan sineas film Surabaya dengan mengundang dubes Perancis serta wali kota Risma,” tuturnya.

Adapun jalinan kerjasama lain yang dibangun kedua negara terkait transportasi. Untuk ide transportasi sendiri, Benoit ingin terlibat pada pembangunan transportasi massal di Surabaya.

Sebab, kata dia, perusahaan perancis telah berpartisipasi pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta. “Kami sangat senang apabila dapat berpartispasi dalam pembangunan transportasi massal di Surabaya,” ungkap pria kelahiran Argenton-Surcreuse, Perancis Tengah itu. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) kembali menggelar kegiatan tahunan yakni lomba foto.

Kegiatan ini merupakan serangkaian dari Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke 725. Dalam lomba foto tahun ini, Pemkot Surabaya mengambil tema "Enjoy Public Space” yang dipilih karena Kota Surabaya sangat terkenal dengan semakin banyaknya ruang publik yang tersedia untuk memanjakan warganya.

Tiga dewan juri profesional pun disiapkan dalam mendukung penilaian juara. Yakni, Pakar Tata Kota ITS Johan Silas, Ketua PSS Surabaya Tan Josua Victor dan Dosen Fotografi Universitas Widya Mandala Surabaya Noveina Dugis.

Sebanyak 28 karya foto terbaik dipamerkan di Grand City Surabaya, panitia mengambil tiga juara dan 10 nominator terbaik yang sebelumnya telah dilakukan penilaian oleh para dewan juri.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya M. Taswin mengatakan bahwa sebuah karya foto selain menjadi sebuah dokumen yang penting, juga bisa menginspirasi banyak orang, melalui pesan yang disampaikan.

Selain itu, lanjutnya, selama ini Pemkot Surabaya menyampaikan hasil-hasil pembangunan kemajuan kota melalui media foto. Maka dari itu, Pemkot Surabaya sangat mendukung sekali dengan dunia fotografi.

“Dalam konteks Kota Surabaya, saya juga menggunakan foto sebagai salah satu cara menyampaikan hasil-hasil pembangunan Kota Surabaya, dalam paparan saya.” kata dia, saat membuka pameran foto bertempat di Grand City Surabaya, Jum’at, (25/05/18).

Disisi lain, sambungnya, para insan fotografi Surabaya juga mempunyai peran penting dalam membantu menyampaikan pembangunan kota di mata dunia.

Oleh karena itu, pemerintah Surabaya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para insan fotografi yang telah membantu dalam mempromosikan kota Surabaya di mata dunia. 

“Karena itu pentingnya dunia fotografi, maka Pemkot Surabaya secara rutin menyelenggarakan kegiatan ini,” terangnya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser menambahkan acara ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725 pada 31 Mei 2018. Untuk tahun ini, tema "Enjoy Public Space” dipilih, karena Kota Surabaya sangat terkenal dengan semakin banyaknya ruang terbuka yang berbeda dengan kota-kota lain.

“Melalui lomba foto ini, kita ingin mengenalkan dimana keceriaan warga kota, dimana memanfaatkan sarana dan prasana yang disiapkan oleh Pemerintah Kota,” ujarnya.

Apalagi, menurutnya, tahun 2017 Pemkot Surabaya mendapatkan penghargaan Learning City Awards dari UNESCO, terkait dengan ruang terbuka. Melalui agenda tahunan ini, pemerintah ingin menyampaikan kepada warganya agar bisa menikmati fasilitas publik yang telah disediakan oleh Pemkot Surabaya.

“Melalui pameran ini, kita juga ingin mengenalkan kepada warga Surabaya. Silahkan warga datang menikmati fasilitas dan berbagai isinya,” pungkasnya. and.dan 

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Lion Air Group menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman tentang pemanfaatan dan pengembangan potensi Kota Surabaya atas prinsip kemitraan dan memberikan  manfaat.

MoU itu dilakukan di Gedung Serbaguna Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya, Kamis (24/5/2018). Pada kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan terimakasih banyak kepada Lion Air Group karena sudah mau menerima anak-anak Surabaya sebagian siswa hasil seleksi Dinas Sosial Kota Surabaya dari keluarga tidak mampu.

Bahkan, ketika sudah lulus nanti akan dipekerjakan sebagai karyawan di Lion Air Gruoup. “Jadi, saya menyampaikan terimakasih banyak karena sudah membantu anak-anak kami,” kata Wali Kota Risma di ATKP, Kamis (24/5/2018).

Menurut Wali Kota Risma, beasiswa ini sebagai upaya Pemkot Surabaya dalam rangka memutus garis kemiskinan struktural di Kota Surabaya. Melalui cara ini, Pemkot ingin menepis anggapan bahwa anaknya orang miskin pasti akan miskin. "Nah, dengan cara ini kemiskinan struktural itu kita coba pangkas," tegasnya.

Wali Kota Risma menjelaskan kuota beasiswa untuk lion air kali ini sebanyak 48 orang yang nantinya akan dibagi menjadi dua kelas. Hingga saat ini, perekrutannya masih dalam proses dan akan berakhir pada 30 Mei 2018.

“Bagi yang lolos, nanti akan didik di ATKP ini menempuh pendidikan D3 teknik pesawat udara yang masa kuliahnya 3 tahun. Ini pertama kalinya kerjasama dengan Lion Air Group dalam beasiswa ini,” kata dia.

Sementara itu, President and CEO Lion Air Group Edward Sirait mengatakan kerjasama cukup menguntungkan bagi dua belah pihak. Sebab, Lion Air sangat membutuhkan tenaga teknisi banyak ke depannya, apalagi dunia penerbangan terus berkembang.

"Bicara industri perawatan pesawat, bukan hanya milik kami, tapi juga dari luar negeri bisa perawatan kesini. Hingga tahun 2025, kebutuhan teknisi sekitar 20 ribu," kata Edward.

Erdward menjelaskan beasiswa yang kerjasama dengan Pemkot Surabaya ini merupakan yang pertama dan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan untuk perekrutan pramugari dan pilot.

“Pramugari juga kita lakukan seleksi melalui Dinas Sosial Surabaya, mungkin juga pilot, tapi tahun ini baru teknisi," tandas Edward. Beasiswa ini, lanjut dia, merupakan bagian dari tanggungjawab sosial Lion Air Group untuk memberikan hak-hak yang sama bagi mereka-mereka yang kurang mampu.

Mereka itu memang harus diberi kesempatan supaya bisa berkembang. “Kami harap kerjasama ini bisa semakin langgeng dan dikembangkan ke depannya,” imbuhnya.

Dirut PT Batam Aero Technic (BAT) I Nyoman Rai Pering Santaya mengatakan, SDM lulusan ATKP yang telah dipilih oleh Pemkot Surabaya nantinya dipersiapkan untuk memperkuat BAT. PT BAT merupakan anak perusahaan Lion Air Group yang bergerak di bidang Maintenance, Repairing, and Overhole Pesawat dengan fasilitas di Batam yang mampu menampung 48 pesawat.

BAT yang kini sudah berkapasitas hampir sama dengan GMF, membutuhkan tenaga dengan skill tinggi berskala internasional di bidang teknisi pesawat untuk memperkuat fasilitas yang terus dikembangkan oleh BAT.

Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya Ir Setyo MM menjelaskan, posisi ATKP dalam skema kerjasama ini adalah untuk melakukan pendidikan terhadap anak-anak terpilih.

Seleksi SDM calon teknisi penerbangan ini pertama dilakukan oleh Dinas Sosial Surabaya, untuk kemudian menjalani seleksi persyaratan mengikuti pendidikan di sini.

"Nanti, persyaratan untuk menjadi pegawai, psikotes, dan tes bahasa Inggrisnya, itu yang menentukan nanti Lion Group," kata Setyo. Tahun ini, lanjut dia, ATKP mewisuda 24 orang siswa hasil seleksi Pemkot Surabaya yang prosesi pelepasannya juga dilakukan hari ini.

Namun, mereka ini akan bekerja di GMF. "Jadi ini kontrak kerja sama tahun lalu. Pelepasan dan penyerahterimaan siswa ke GMF dilakukan hari ini. Lion Air itu selanjutnya," ujarnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Program bantuan beasiswa penerbangan di bidang pendidikan aircraft, structure dan maintenace yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, kini telah terlihat hasilnya.

Beberapa anak Surabaya yang diterima di Akadami Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya,  diwisuda hari ini, Kamis (24/5/2018).

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku gembira sekaligus bangga, ada beberapa anak muda asal Surabaya yang mampu mencapai pendidikan tinggi. Bahkan, boleh jadi mereka yang diwisuda tersebut, sebelumnya tidak pernah membayangkan bisa bersekolah dan lulus dari akademi penerbangan.

“Kami bangga kalian bisa mencapai pendidikan tinggi yang mungkin sebelumnya belum pernah kalian pikirkan. Saya ucapkan selamat berkarier dan jangan lupakan asal mula kalian. Saya juga sampaikan terima kasih kepada ATKP Surabaya yang telah berkenan membina anak-anak kami di Surabaya,” kata Wali Kota Risma dalam sambutannya.

Menurut Wali Kota Risma, beasiswa ini sebagai upaya Pemkot Surabaya dalam rangka memutus garis kemiskinan struktural di Kota Surabaya. Melalui cara ini, Pemkot ingin menepis anggapan bahwa anaknya orang miskin pasti akan miskin. "Nah, dengan cara ini kemiskinan struktural itu kita coba pangkas," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga meminta kepada para wisudawan yang baru lulus itu untuk selalu memegang teguh kepercayaan dari orang lain. Sebab, sekali kepercayaan itu diingkari, maka habislah sebagai manusia. "Pegang teguhlah komitmen, kalian adalah arek-arek Suroboyo dan anak-anaknya para pejuang," katanya.

Selain itu, Wali Kota Risma juga meminta supaya meraka ingat asal muasalnya yang bisa bersekolah di ATKP ini. Bahkan, ia meminta supaya mereka bisa membantu orang-orang yang kurang mampu juga.

"Tolong kalau nanti sudah dapat gaji. Saya nitip kalian berangkat dari anak-anak yang kurang mampu. Jangan macem-macem dulu. Saya ingin kalian membantu orang tuanya kalau misal punya adik. Ringankan beban orang tua," pesan Wali Kota Risma.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo mengatakan ada 24 anak Surabaya yang ikut diwisuda dalam wisuda taruna AKTP tersebut. Beberapa dari mereka merupakan hasil seleksi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya yang sebelumnya melakukan seleksi di beberapa sekolah di Surabaya, kemudian bekerja sama dengan berbagai instansi. Diantaranya dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) dan ATKP.

“Kami akan terus berupaya untuk memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak berprestasi di Surabaya yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ujar Supomo.

Supomo menambahkan, dengan diwisudanya 24 orang itu, maka total yang sudah masuk ke GMF sebanyak 48 orang. Jumlah itu akan terus bertambah karena Pemkot terus berusaha menjalin komunikasi yanh baik dengan Garuda.

Suasana haru terlihat ketika selesai upacara wisuda, tepatnya ketika para orang tua menemui putra-putrinya. Beberapa dari mereka terlihat sesenggukan tanda haru sekaligus bangga setelah anaknya diwisuda.

Salah satu anak Surabaya yang diikut diwisuda adalah Bartolomius A.V. yang berasal dari Jalan Pucangkerep Kecamatan Gubeng. Saat diwisuda itu, dia hanya dihadiri oleh neneknya dan beberapa saudaranya. Ia mengatakan tidak pernah berpikir dan tidak pernah menyangka bisa bersekolah dan menempuh pendidikan di ATKP.

“Jadi, saya sangat senang karena tidak pernah berpikir bisa lulus di ATKP ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Pemkot Surabaya dan pihak Garuda yang telah membantunya menempuh pendidikan hingga lulus. Ia juga mengaku akan selalu mengingat pesan-pesan Wali Kota Risma untuk membantu sesama apabila nanti sudah sukses. “Bagaimana pun juga, kami pernah menjadi seperti mereka itu, sehingga saya kira sudah sepantasnya harus bantu,” pungkasnya. and.dan

 

 

Surabaya (beritakota.net) Masa tugas Konsul Jenderal Amerika Serikat Heather Variava berakhir di Kota Surabaya Kamis (24/5/2018) kemarin.

Untuk itu Heather berpamitan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sekaligus mengucapkan belasungkawa atas kejadian bom yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Saya pamit dan mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan Wali Kota Risma dan Pemkot Surabaya dalam menjalin hubungan kerjasama maupun program yang telah disusun konsulat Amerika untuk Surabaya selama ini,” kata Heather seusai acara di lobby balai kota.

Menurutnya, hubungan antara Amerika Serikat di Surabaya sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan beberapa jalinan kerjasama antara kedua negara seperti pertukaran pelajar dan program pelatihan bagi generasi muda. “Lebih spesifiknya di bidang pendidikan, pertukaran budaya, enterpreneurship, sains dan teknologi,” jelasnya.

Dia juga optimis, siapa pun orang yang akan menggantikan posisinya akan mampu menjaga hubungan serta meningkatkan kerjasama dengan Kota Surabaya secara maksimal dan efisien.

Sebagai tanda penghormatan dari kedua negara, Wali Kota Risma memberi hadiah lukisan berupa wajah Heather yang digarap oleh anak-anak Liponsos Kalijudan. Terlihat bagaimana raut wajah senang dan gembira saat menerima lukisan tersebut. “Ini lukisan yang sangat cantik dan indah bagiku,” ungkapnya.

Sedangkan Heather memberi dua buah buku kepada Wali Kota Risma. Satu buku tentang negara bagian asalnya Iowa dan satu buku tentang makanan khas Amerika. Alasan memberi buku kuliner kepada Wali Kota Risma karena dirinya sangat menyukai kuliner.

Ditanya apa makanan favorit selama bertugas di Surabaya, dia mengaku sulit untuk menjawab namun ada beberapa pilihan makanan yang menurutnya paling enak. “Saya sangat suka Rawon dan Soto,” jawabnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut mengucapkan banyak terima kasih kepada Heather atas perannya yang dinilai sukses dalam menjalankan hubungan kerjasama di beberapa bidang antara Kota Surabaya dan Amerika Serikat. “Peran anda selama bertugas di sini sangat baik dan care terhadap keanekaragaman yang ada di Surabaya,” tutur Wali Kota Risma.  

Rekam jejak Heather sebagai konsul jenderal AS terbilang sarat akan pengalaman. Sebelum ditugaskan di Surabaya, dia pernah menjabat sebagai Direktur Kantor di Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, Maladewa serta Bhutan pada Biro Urusan Asia Tengah dan Selatan Departemen Luar Negeri AS. Setelah ini, Heather akan ditugaskan di Jakarta. and.dan

 

 

Surabaya (beritakota.net) Pasca sepekan Kota Surabaya ditimpa musibah, yang berimbas pada turunnya transaksi penjualan di beberapa pusat perbelanjaan dan mall Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan bahwa saat ini perekonomian Kota Surabaya sudah kembali berangsur normal.

Pusat perbelanjaan yang sebelumnya dirasa sepi pengunjung, saat ini mulai berangsur membaik. Demi meyakinkan warganya, Wali Kota Risma bersama jajaran menyempatkan untuk berkeliling di beberapa pusat perbelanjaan Kota Surabaya.

Selain untuk meyakinkan warganya, ia juga ingin mendengar langsung dari para pedagang bagaimana transaksi dari bisnis mereka. Khususnya bagi para pedagang ritel yang juga sempat terkena imbasnya.

“Karena sempat turun perekonomian di Surabaya. Sebenarnya ini momentum untuk pedagang dimana mendekati hari raya bisa naik,” kata dia, saat berkeliling di salah satu pusat perbelanjaan Jembatan Merah Plasa (JMP), Rabu, (23/05).

Dalam kesempatan ini, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini, berkeliling untuk menyakinkan warganya, dan sekaligus berbelanja. ia juga menyempatkan untuk berfoto bersama masyarakat. Menurut dia, masyarakat tidak perlu lagi khawatir ataupun takut jika ingin berbelanja.

“Saya kepingin masyarakat percaya. Bukan hanya masyarakat Surabaya, tapi juga masyarakat Indonesia di bagian timur (Jawa Timur), bahwa itu aman,” tegas orang nomor satu di Surabaya ini.

Dalam kesempatan sebelumnya, Wali Kota Risma juga sempat mengunjungi beberapa mall di Surabaya. Seperti Ciputra World Mall dan Pakuwon Mall. Untuk mengembalikan perekonomian ini, ia menuturkan bahwa program Surabaya Shopping Festival sekaligus Midnight Shopping yang berlangsung selama bulan Mei 2018 masih berlangsung.

“Kalau tadi para pedagang menyampaikan sudah kembali normal. Tapi memang pick nya (ramai) itu dua minggu menjelang lebaran,” ujarnya.

Salah satu pedagang ritel di pusat perbelanjaan Jembatan Merah Plasa Farah mengatakan bahwa saat ini angka penjualan bisnisnya sudah kembali berangsur membaik.

Walaupun, menurutnya, angka tersebut masih mencapai 80%, belum sepenuhnya 100%. Namun, ia optimis bahwa dua minggu menjelang lebaran angka tersebut akan terus naik hingga melebihi 100%.

“Ya Alhamdulillah sekarang sudah mulai ramai lagi, kemarin pasca adanya Bom penjualan kami sempat menurun. Namun sekarang sudah mulai kembali normal,” tutupnya. and.dan

 

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) memberikan pengarahan sekaligus menjalin tali silahturahmi dengan ketua RT/RW se-kecamatan Tegalsari di Graha Sawunggaling pada Selasa, (22/5/2018).

Alasan Wali Kota Risma mengumpulkan para RT/RW untuk mensosialisasikan aplikasi terkait mekanisme pelayanan pindah datang dan pindah keluar penduduk serta pendataan penduduk non permanen di Kota Surabaya pasca bom yang terjadi beberapa waktu lalu di tiga rumah ibadah dan kantor Kapolrestabes Surabaya.

"Nama aplikasinya Sipandu (Sistem informasi Pantauan Penduduk) dan bisa di download di app store,” kata Wali Kota Risma usai mendengar penjelasan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya.

Menurut wali Kota Risma, aplikasi ini untuk meningkatkan interaksi para ketua RT/RW agar mengetahui kehidupan warganya dan mendeteksi secara dini perilaku atau tindakan yag menyimpang dari ajaran agama dan negara.

“Mari kita bergandengan tangan serta mempererat tali persaudaraan untuk bekerjasama antar masyarakat,” tutur Wali Kota Risma. Nantinya, kata Wali Kota Risma, ketua RT/RW akan menerima username dan password satu per satu dari kelurahan.

Aplikasi tersebut memuat beberapa pertanyaan seputar keluarga yang sedang pergi lama, tidak tetap, maupun pendataan penduduk bukan Surabaya.

Apabila sudah mengisi semua pertanyaan, masukkan NIK dan alamat lalu menjelaskan kemana perginya keluarga tersebut. Kemudian, memasukkan salah satu data pribadi keluarga seperti SIM, KK, KTP lalu klik simpan. “Nanti staf saya akan turun ke lapangan dan akan dijelaskan secara lebih rinci dan detail,” imbuh Risma.

Tidak hanya ketua RT/RW, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (Bappeko) itu juga memberlakukan hal serupa untuk pengurus rumah ibadah.

Mereka akan diberi username dan password untuk memonitor aktivitas ceramah dan kelompok yang melakukan disksusi di rumah ibadah masing-masing. Hal ini, lanjutnya, penting dilakukan untuk mendeteksi dan mengantisipasi secara dini paham radikalisme.

“Nanti tolong didata siapa korlapnya, tanggal, topik dari aktivitas tersebut lalu mengupload kegiatan tersebut dalam bentuk foto. Apabila ada aktivitas yang mencurigai langsung lapor ke pihak berwenang,” terang wali kota sarat akan prestasi tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menambahkan, acara ini merupakan kesempatan untuk menyatukan persepsi dan bangkit menjaga Kota Surabaya menjadi aman dan terkendali secara bersama-sama.

“Melangkah bersama dalam melakukan pencegahan serta aktif berinteraksi dan mengetahui detail kehidupan orang per orang rumah per rumah di lingkungannya,” tutur Rudi di sela-sela sambutannya.  

Bahkan, Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatra ini akan membentuk tim khusus untuk memantau kelompok-kelompok yang membahas paham radikal bersama seluruh jajaran.

“Jika para ketua RT/RW menemukan hal serupa, jangan segan atau takut untuk melapor. Nanti kami yang akan bergerak,” ungkap Rudi.

Oleh karena itu, Rudi meminta kepada ketua RT/RW untuk lebih peka, aktif dan mau bekerjasama dengan Pemkot, TNI dan Polres dalam mencegah dan mendeteksi dini paham radikalisme yang akan melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji untuk memecah belah keutuhan nusa dan bangsa. “Yang bisa mendeteksi di lingkungan-lingkungan itu ya warga itu sendiri. Jadi, mulai sekarang tidak boleh ada warga yang tidak tahu, ini masalah bersama bukan hanya pemerintah dan jajaran kepolisian saja,” pungkasnya. and.dan

 

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bergerak cepat menghadapi peristiwa teror bom di Kota Surabaya. Setidaknya, ada lima “jurus” atau langkah taktis yang dilakukan oleh Wali Kota Risma dalam menghadapi teror bom ini.

Pertama aksi, Wali Kota Risma tidak tinggal diam melihat peristiwa teror itu. Ia pun langsung turun ke lapangan meninjau tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya yang terkena teror. Di gereja, Wali Kota Risma mendampingi kunjungan Presiden RI dan Kapolri.

Selanjutnya, Wali Kota Risma mengumpulkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan memerintahkan untuk memback up kerja kepolisian. Bahkan, Wali Kota Risma juga turun mengikuti penggerebekan rumah terduga teroris yang dilakukan oleh Densus 88 di daerah Wonorejo.

“Ini adalah cobaan yang mana kita tidak boleh menyerah dan kita tidak boleh kalah dengan hal-hal yang sifatnya menakut-nakuti warga Surabaya semuanya. Ingat kita punya Tuhan Yang Maha Kuasa,” pesan Wali Kota Risma kepada warga Surabaya.

Kedua simpati, Wali Kota Risma menunjukkan rasa simpatinya kepada para korban teror bom dengan menjenguk korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit. Bahkan, ia juga menyempatkan waktu untuk melayat ke rumah korban yang meninggal seraya menguatkan para keluarga yang ditinggalkannya.

Ketiga dialog, Wali Kota Risma tidak mau kejadian serupa terjadi lagi di Kota Surabaya, sehingga dia langsung menggelar sejumlah dialog, diantaranya menggelar dialog dengan RT/RW.

Saat bertemu dengan RT/RW, ia mengimbau untuk selalu deteksi dini dan menekankan agar tetap waspada terhadap orang-orang yang mencurigakan dan tidak mudah terprovokasi.

“Saya juga minta warga untuk ikut mempresure ruang gerak pelaku teror. Makanya, Siskamling dan PAM swakarsa, kalau bisa mohon untuk diaktifkan kembali," kata Wali Kota Risma kepada para RT/RW.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan ciri-ciri para pelaku teror yang tinggal di tengah-tengah masyarakat. Biasanya, orang seperti itu justru lebih sopan dan ramah terhadap tetangga. Namun, untuk kehidupannya keseharian ataupun pekerjaannya, pasti akan lebih tertutup.

“Kalau dirasa ada warga yang dicurigai, jangan memaksa untuk mengatasinya. Saya tidak mau terjadi apa-apa dengan warga saya. Silahkan penjenengan memberikan informasi saja, biarkan nanti aparat yang bergerak,” pesannya.

Selain itu, Wali Kota Risma juga berdialog dengan Kepala Sekolah se Surabaya. Saat itu, ia meminta kepala sekolah untuk berkomunikasi dengan wali kelas agar mampu mendeteksi anak-anak yang mengalami perilaku ‘aneh’ ketika berbicara. Sebab, hal itu akan menjadi informasi awal untuk ditindaklanjuti.

“Guru BK (bimbingan konseling) dan agama saya minta untuk aktif berinteraksi dengan anak-anak, karena sangat berperan penting dalam mengembangkan perilaku dan pola pikir anak,” kata dia.

Selanjutnya, Wali Kota Risma juga berdialog dengan Takmir Masjid se Surabaya. Saat itu, ia menjelaskan bahwa ajaran islam tidak pernah mengajarkan untuk menyakiti orang lain.

Makanya, ia meminta kepada seluruh takmir masjid untuk terus memegang teguh ajaran rasul. Ia juga menjelaskan bahwa islam itu adalah agama rahmatan lil ‘alamin, yaitu agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin, apalagi sesama manusia.

“Banyak sekali ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menerangkan bahwa islam itu ajaran yang sangat mulia. Maka dari itu, mari kita bersatu dan saling bersilaturahmi dengan erat. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.

Dialog berikutnya dengan guru agama se Surabaya. Pada saat itu, Wali Kota Risma menjelaskan manusia hidup itu tidak hanya mengurusi hubungan manusia dengan tuhannya saja, tapi juga harus memperhatikan hubungan antar sesama manusia. Hal ini pula yang harus diperhatikan oleh anak-anak di sekolah.

“Makanya, harus genjot kembali pembelajaran toleransi, agar anak-anak bisa lebih care dan juga peduli kepada sesamanya,” katanya.

Bahkan, ia juga meminta untuk mengajari anak-anak tentang sejarah yang telah dilalui Indonesia untuk memperoleh kemerdekaannya. Anak-anak perlu diingatkan bahwa Indonesia punya sejarah yang dibangun dengan berdarah-darah, sehingga sangat tidak layak apabila melupakan sejarah.

“Saya mohon mengajarkan bahwa kita punya sejarah dan perjuangan yang sangat luar biasa. Kalau kita sekarang bisa menikmatinya, lalu melupakannya, berarti kita menjadi orang yang tidak tahu berterimakasih,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Risma juga berdialog dengan para psikolog dan psikiater. Saat dialog itu, ia meminta untuk bergandeng tangan menghilangkan rasa takut dan trauma anak-anak Surabaya.

“Kita sudah membuat tim yang terdiri dari para psikolog dan psikiater untuk bersama-sama menyembuhkan kondisi psikis dari anak-anak (korban) ini,” imbuhnya.

Keempat santunan, Wali kota yang sarat dengan prestasi ini memberikan santunan kepada korban teror bom yang luka-luka maupun yang meninggal. Santunan itu berupa uang, perawatan sampai sembuh bagi korban yang luka-luka, bantuan pemakaman bagi korban yang meninggal, ganti rugi kerusakan bagi korban terdampak teror bom yang mengalami kerugian materiil, dan beasiswa bagi anak korban teros bom.

“Semua nanti pengobatan hingga proses pemakaman dan lain-lain, itu akan ditanggung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Jadi, keluarga ndak perlu kuatir, kami akan bantu selesaikan nanti,” imbuhnya.

Kelima penghargaan, untuk memberikan aspirasi kepada semua pihak yang telah membantu penanganan teror bom di Surabaya, Wali Kota Risma memberikan penghargaan yang diserahkan pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110. Penghargaan itu diberikan kepada pihak rumah sakit, universitas, psikolog, dan kepolisian.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma memastikan bahwa teror bom di Surabaya tidak membuat penduduk Kota Pahlawan larut dalam duka dan amarah. Justru sebaliknya, peristiwa itu semakin menguatkan rasa persatuan dan kesatuan antar sesama dan umat beragama.

“Tidak boleh menyerah. Usaha dan niat baik yang sudah lama kita pupuk jangan sampai dirusak oleh orang-orang yang ingin memecah belah kerukunan sesama manusia. Kita harus bekerjasama dan berinteraksi antar masyarakat,” pungkasnya. and.dan

 

 

 

 

Surabaya (beritakota.net) Senin Siang (21/5/2018) Pengurus DPD PKS Kota Surabaya dan Fraksi PKS DPRD Kota berkunjung ke rumah  korban di daerah Gubeng Kertajaya dan Pulo sari yang merupakan korban tragedi bom yang terjadi pada Minggu (13/5).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh sekretaris DPD PKS Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, Wakil Ketua Fraksi PKS, Reni Astuti, Sekretaris Fraksi PKS, Achmad Zakaria dan Ketua PKS Muda Kota Surabaya Himas El Hakim. Kunjungan ini merupakan tidak lanjut dari sikap PKS Kota Surabaya pekan lalu bahwa PKS mengutuk keras peristiwa teror bom tersebut.

Berikut sikap Resmi DPD PKS Kota Surabaya, yang telah dipublikasi tepat setelah tragedi bom Minggu (13/5).  Pertama, mengutuk keras siapapun pelaku pengeboman ini.

Kedua, menyampaikan duka cita, bela sungkawa, dan keprihatinan yang mendalam kepada para korban. Ketiga, mengajak kepada masyarakat untuk tidak terpancing atau terprovokasi dengan kondisi ini dan bangkit untuk mejaga persatuan dan kesatuan untuk kondusifitas Kota Surabaya.

Keempat, mendukung aparat keamanan untuk mengusut tragedi ini sampai tuntas dan memulihkan situasi keamanan. Kelima, menyerukan kepada seluruh kader PKS dari tingkat DPC hingga DPR untuk ikut berperan aktif bersama masyarakat dalam menjaga kondusifitas dan ketertiban umum.

Dalam Kunjungan tersebut, Cahyo Siswo Utomo, Sekertaris Umum DPD PKS Kota Surabaya, atas nama keluara besar PKS Kota Surabaya, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan mengutuk keras perbuatan pelaku bom bunuh diri tersebut.

“Selain kita mengutuk keras pengeboman yang terjadi di beberapa tempat di Surabaya oleh teroris, kita juga harus memikirkan masa depan dari keluarga yang ditinggalkan oleh korban pengeboman. Bagaimana mereka melanjutkan kehidupan dan perekonomiannya serta sekolah anak –anaknya,” ungkap Cahyo.

Selain itu, juga mengajak kepada seluruh warga Kota Surabaya agar bangkit dan tidak takut. “110 tahun yang lalu, bulan ini diperingati sebagai Kebangkitan Nasional. Untuk itu, kita harus bangkit dari rasa takut dengan membuktikan bahwa Surabaya adalah kota yang aman dan damai,” katanya

Selain dari DPD PKS Kota, Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya, juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota atas penanganan keluarga korban.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti, “Kami mengapresiasi dan mendukung  pemerintah kota yang telah memberikan santunan kepada keluarga korban dan memberikan beasiswa kepada anak anak korban,” jelasnya. and

 

Page 5 of 250