Surabaya (beritakota.net) Dalam rangka menyambut peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Dinas Kesehatan kembali mengadakan acara bertajuk Surabaya Health Season (SHS) 2018.

Sebanyak 1.500 orang akan meramaikan gelaran acara ini, yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Mei 2018 di Taman Surya, dengan mengangkat tema "Budaya Kesehatan Pasien, Meningkatkan Mutu Kesehatan".

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, drg. Yohana Sussie Emissa mengatakan kegiatan ini akan dimulai pada hari Sabtu, 5 Mei 2018 di Taman Surya.

Beberapa kegiatan menarik akan kembali digelar dalam meramaikan SHS 2018. Seperti kegiatan konsultasi tentang obat oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), kemudian Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) akan memberikan konsultasi dan pemeriksaan sederhana.

"Dan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama-sama dengan Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) akan melakukan konsultasi terhadap hasil pemeriksaan (kesehatan) tadi," kata Sussie, saat menggelar jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Kamis, (03/05/2018).

Adapun rangkaian acaranya, Sussie (sapaan akrabnya) menjelaskan, selain acara pemeriksaaan kesehatan secara gratis, juga akan diadakan acara imunisasi hepatitis dan difteri secara simbolis kepada petugas lapangan. Seperti pada petugas lapangan DKRTH, Linmas, Satpol-PP, PDAM dan Dinas Sosial.

''Walaupun saat ini pelaksanaan imunisasi hepatitis dan difteri sudah berlangsung. Dan nantinya, akan ditindaklanjuti untuk dinas lainnya,'' paparnya.

Disamping itu, kata dia, nantinya acara juga diisi dengan kegiatan senam. Disis lain, Sussie menuturkan, acara pada sabtu besok juga akan melibatkan pameran UKM binaan dari beberapa dinas terkait.

Seperti Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Dinas Koperasi untuk bersama-sama meramaikan gelaran SHS tahun 2018 di Taman Surya.

''Harapannya masyarakat juga mengenal bahwa di Surabaya ini banyak UKM yang bisa bersaing dengan daerah lain,'' imbuhnya. Sementara itu, Ketua Panitia Surabaya Health Seasion (SHS), dr. Pudjo Hartono, SP. OG mengatakan, dalam acara pembukaan SHS, nantinya semua tenaga medis kesehatan akan ikut terlibat. Seperti dokter spesialis, dokter umum, bidan, perawat, farmasi, laboratorium, rekan optik, semuanya akan terlibat dalam meramaikan rangkaian acara SHS 2018.

''Kita harapkan pada SHS kali ini bisa menggerakkan dirinya untuk menuju ke perbaikan. Termasuk pada fasilitas kesehatannya, seperti apotik dan lab. Jadi peningkatan tidak hanya pada orangnya saja,'' ujarnya.

Selain itu, kata dia, masing-masing fasilitas kesehatan yang ada di Surabaya akan melakukan improvisasi. Seperti tahun lalu, setiap fasilitas kesehatan akan dilakukan lomba sesuai dengan stratanya.

Dia juga menegaskan bahwa dengan diadakannya lomba paling tidak ada semangat untuk maju bersama. "Harapannya bukan kemenangan, namun agar lebih mengunggah semangat pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. and



Surabaya (beritakota.net) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Eri Cahyadi berlapang dada kepada pelaku perusakan mobilnya. Eri mengaku tidak memiliki dendam.

Sikap bijaksana ini ditunjukkan saat bersaksi atas kasus penembakan mobilnya yang dilakukan terdakwa Royce Muljanto, anak bos Liek motor di ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (3/5/2018).

''Saya ikhlas memaafkan dan tidak ada rasa dendam sesama manusia. Karena saya sudah memaafkan maka tidak perlu ada perbaikan atau ganti rugi apapun biar semua jadi pembelajaran agar setiap manusia bisa saling menghargai dan menyayangi satu sama lain tanpa  harus ada imbalan tertentu,'' ujarnya.

Eri Cahyadi menyambut kata maaf setelah adanya pengakuan salah dari terdakwa Royce Muljanto. Suasana sidang yang awalnya tegang berubah mencair, setelah terdakwa Royce Muljanto mendatangi Eri Cahyadi dan bersalaman serta memeluk tubuh Eri Cahyadi.

Seperti diingat,  Kasus penembakan mobil Toyota All New Innova milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Ery Cahyadi dilakukan terdakwa Royce Muljanto pada 14 Maret 2018 lalu.

Penembakan itu diduga bermotif dendam lantaran bengkel Motor Gede (Moge) milik terdakwa Royce Muljanto di bongkar oleh Pemkot Surabaya.

Sidang kasus ini digelar diruang Garuda PN Surabaya dengan majelis hakim yang diketuai Anne Lusiana dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso.

Tepat pukul 09. 10 WIB, Jaksa Ali Prakoso membacakan surat dakwaannya dan dilanjutkan dengan pembuktian lantaran terdakwa Royce Muljanto melalui tim pembelanya tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

Ada empat saksi yang dihadirkan pada sidang perdana tersebut, mereka adalah Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Ery Cahyadi, dua security Perumahan Puri Kencana Karah, Kecamatan Jambangan Surabaya yakni

Muhamad Sudaryanto dan Arik Triyono serta saksi J Agung Sulistya dari Polrestabes Surabaya.

Selain mendengarkan keterangan keempat saksi tersebut, Jaksa Ali Prakoso membacakan beberapa keterangan saksi yang tidak hadir pada persidangan.

Keterangan saksi dalam BAP yang dibacakan itu adalah keterangan saksi ahli Langgeng Bayu Laksono (ahli dari Polda Jatim), Erikermawan Prasetyo (ahli dari Perbakin), Ragil Ismanto dari Polrestabes Surabaya dan Fadli Badjeber, anggota Sat Pol PP Pemkot Surabaya.

Pada dakwaan jaksa, Anak Bos Liek Motor itu didakwa melanggar pasal 406 KUHP tentang penggerusakan, 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan pemberatan dan melanggar pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api. and


Sampang (beritakota.net) Hj Khofifah mendapat amunisi baru dari Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Sampang. RKIH mendukung menjadi Hj Khofifah untuk menjadi Gubernur Jawa Timur.

Hal itu disampaikan langsung Pengurus Rumah Kreatif Indonesia Hebat (RKIH) Kabupaten Sampang sekaligus Wakil Ketua RKIH Kabupaten Sampang, Afrizal.

Ia  menyatakan bahwa jajaran pengurus menyatakan sikap mendukung Paslon nomor 1 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2018 - 2023 pada Pilkada Serentak tahun 2018

Menurut  Afrizal, Jawa Timur membutuhkan figur Gubernur yang bersih, jujur, cerdas dan mempunyai kemampuan mengelola Pemerintahan.

"Figur tersebut ada pada sosok Hj Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak," ujar Afrizal saat kunjungan Hj Khofifah Indar Parawansa Selasa (2/5/2018) di salah satu Hotel yang ada di jalan Rajawali Sampang

Ditambahkan pihaknya bertekat akan menggalang kekuatan untuk mengawal dan memenangkan Paslon nomor 1 Hj Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018 - 2023. is


Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para insan pengajar atas dedikasinya pada dunia pendidikan di Kota Surabaya.

Penghargaan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menjadi inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 dan Hari Otonomi Daerah ke 22 di halaman Taman Surya, Rabu (02/05/2018).

Hadir dalam upacara peringatan Hardiknas dan Otoda tersebut, Wali Kota beserta wakil wali kota dan sekretaris daerah bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya, para guru dan juga siswa-siswi di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para insan pendidikan di Surabaya. Dirinya juga menjelaskan kepada para guru bahwa anak-anak di Surabaya kedepan akan bersaing dengan anak-anak di seluruh dunia.

Menurutnya, pada tahun 2040 keterbukaan dunia global sudah tidak bisa dihalangi dan dicegah. Karena itu, dirinya berharap agar para insan pendidik mengajarkan kepada para pelajar untuk mau belajar dengan tekun serta mandiri untuk tidak tergantung kepada siapapun.

''Mari kita ajarkan anak-anak kita belajar dengan rajin dan tekun. Kita harus menyiapkan mereka agar bisa sejajar dengan anak-anak lain di seluruh dunia," kata Wali Kota Risma, saat memberikan sambutan dalam peringatan Hardiknas dan Otoda yang berlangsung di Taman Surya, Rabu, (02/05).

Wali Kota Risma juga memberikan motivasi kepada siswa-siswi di Surabaya tentang pentingnya memiliki tekad kuat untuk meraih cita-cita yang diimpikan.

Menurut dia, sebuah keterbatasan bukanlah hambatan dalam meraih cita-cita. Dirinya pun lantas mencontohkan dahulu para pejuang kemerdekaan dengan keterbatasan alat namun mampu mengusir para penjajah. Maka dari itu, ia berharap juga kepada anak-anak Surabaya agar meniru para pejuang dengan tidak mengenal kata menyerah untuk mencapai suatu keberhasilan.

"Asal kalian belajar dengan keras, asal kalian tidak malu untuk bertanya. Kalian tidak usah takut, keberhasilan dan kesuksesan akan berada ditangan kalian semuanya," ujar wali kota sarat akan prestasi ini.

Kunci utama sebuah keberhasilan dan kesuksesan yakni, kata dia, melalui cara belajar dengan rajin dan tekun. Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga menegaskan bahwa yang dibutuhkan oleh Bangsa dan Negara ini adalah tidak pernah menyerah.

"Ayo terus pupuk semangat api kalian untuk terus belajar. Karena keberhasilan dan kesuksesan kalian adalah kesuksesan bangsa ini," pesan Wali Kota Risma.

Dalam pidato sebelumnya, Wali Kota Risma membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada peringatan Hardiknas 2018. Beberapa poin penting dari pidato Mendikbud yakni, menjadikan Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah di perjuangkan di bidang pendidikan.

Pada Hari Pendidikan Nasional 2018, pemerintah mengajak semua guru, orang tua, dan masyarakat untuk menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuh kembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia.

Tripusat pendidikan itu harus secara simultan menjadi lahan subur tempat persemaian nilai-nilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong-royong, dan seterusnya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa. Hal ini, selaras dengan tema Hardiknas tahun 2018 yakni "Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan".

Seusai upacara peringatan Hardiknas dan Otoda tersebut, Pemkot Surabaya kembali memberikan penghargaan kepada para insan pendidikan yang berprestasi.

Ada 14 penghargaan yang diberikan. Disambung dengan launching Lomba Kampung Pendidikan tahun 2018. Peresmian acara tersebut dilakukan oleh Wali Kota Surabaya beserta Kapolrestabes Surabaya dan Forpimda dengan memainkan angklung sebagai bentuk simbolik dibukanya Kampung Pendidikan 2018. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Sebagai wujud kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyediakan wadah sekaligus meresmikan Ruang Layanan Keluarga Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang dilakukan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Rabu, (2/5/2018) di gedung Siola lantai 2.
 
Menurut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, maksud dan tujuan menyediakan fasilitas pelayanan anak berkebutuhan khusus untuk membangun pemerataan layanan tanpa diskriminasi, memberikan ruang penanganan bagi ABK dengan kesulitan belajar umum maupun khusus melalui pemberdayaan orang tua serta mengembangkan wadah edukasi bagi orang tua, guru, guru pandamping kelas untuk pengasuh dan pendidikan efektif.
 
"Seburuk apapun kondisinya, mereka tetap ciptaan Tuhan dan itu sama posisinya dimata Tuhan. Tidak ada lagi anak berkebutuhan khusus disembunyikan orang tuanya. Kita semua sama," tegas Wali Kota Risma di sela-sela sambutannya.
 
Dibalik kekurangan ABK, Wali Kota Risma mengingatkan kepada orang tua bahwa Tuhan menyelipkan talenta yang tidak dimiliki oleh orang-orang pada umumnya.

''Seperti Albert Einsten yang dinilai gurunya tidak bisa dan mengerti dengan yang diajarkan. Tapi akhirnya, jasanya mempengaruhi dunia hingga saat ini,'' ujarnya.
 
Agar para orang tua tidak berkecil hati dengan kondisi anaknya dan percaya bahwa Tuhan adil, Wali Kota Risma menjelaskan bahwa ke depan, anak-anak berkebutuhan khusus akan dibutuhkan di dunia pekerjaan. Alasannya, mereka dinilai fokus saat menyelesaikan pekerjaan, seperti halnya pembuatan chip mobil mewah.

"Anak-anak autis bisa menyelesaikan pekerjaan semacam itu karena susunan saraf otaknya teratur seperti rak buku, berbeda dengan anak normal,'' tutur Wali Kota sarat akan prestasi itu.
 
Dirinya juga berharap kepada seluruh industri kesehatan utamanya yang menangani ABK, agar memberikan pelayanan yang terbaik dan mengetahui cara menangani pola dan perilaku ABK.

''Kalau kita memberikan yang terbaik dan mampu memecahkan masalah dengan trik yang benar maka anak itu akan membawa perubahan bagi dirinya dan dunia seperti halnya Einsten,'' tandasnya.
 
Ke depan, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini berencana membuat ruang khusus bagi psikologi dan terapi untuk membahas permasalahan anak lalu menganalisis permasalahan yang dialami ABK.

Tujuannya, mampu menemukan langkah tepat ketika menangani persoalan yang dialami setiap ABK. "Pemikiran orang banyak akan sangat baik ketimbang satu pikiran saja," jelas Mantan Kepala Dinas Bappeko itu.
 
Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), Antiek Sugiharti menyampaikan, ruangan ini tidak hanya diperuntukkan untuk ABK saja, melainkan melatih para orang tua agar dapat menangani putra-putrinya secara mandiri.

''Orang tua akan dilatih bagaimana cara memberikan terapi yang sesuai untuk perkembangan buah hatinya dengan dibantu psikolog dan terapis,'' urai Antiek.
 
Untuk orang tua yang ingin mengkonsultasikan permasalahan putera/puterinya, langsung datang ke Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) setiap hari pukul 9 pagi hingga 4 sore.

Setelah itu, dilakukan assement untuk menggali data kebutuhan anak lalu membuat program penanganan individual untuk anak dan melatih orang tua agar menindaklanjuti program tersebut.  
 
Sementara itu, Wiji Lestari selaku Tim Psikolog Pusat Pembelajaran Anak (PUSPAGA) menambahkan, saat ini ada sekitar 20 orang masing-masing 10 orang psikolog dan 10 orang konselor yang siap membantu para orang tua dalam menangani dan mendampingi permasalahan ABK.

Pemkot Surabaya sendiri telah menyediakan ruangan gratis tanpa dipungut biaya serta fasilitas lengkap seperti terapis dan psycolog dan beberapa ruangan untuk melatih dan menangani ABK seperti, ruang konseling untuk orang tua, ruang terapi, ruang edukasi bagi orang tua yang ingin mendapatkan berbagai macam informasi pengetahuan untuk mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak. Lalu, ada ruang observasi dan bermain.

"Khusus untuk terapi, masing-masing anak diterapi 45 menit," katanya. Dikarenakan ruangan layanan ini memang dikhususkan untuk ABK dengan berbagai macam jenis macam gangguan seperti autis dan down syndrome sehingga mendapatkan penanganan yang tepat serta tuntas atas masalah yang dialami, pihaknya telah melibatkan beberapa pihak terkait.

"Untuk terapi treatment kami memberikan pelayananremedial teaching, pemberian stimulasi dini dan layanan intervensi khusus (terapi perilaku / ABA, OT, CBT dan Wicara)," ujar Lestari.

Ditanya ciri-ciri ABK yang mengalami down syndrome, Lestari menjelaskan, rata-rata kecenderungannya mengalami disabilitas intelektual (IQ di bawah rata-rata) dan perlustimulasi banyak hal. Kemudian gangguan wicara dan keseimbangan tubuh yang kurang.

''Khusus keseimbangan tubuh, kami menstimulasi motorik mereka seperti memanjat dan meluncur untuk melatih keseimbangan,'' terangnya.

PUSPAGA dan DP5A juga melibatkan beberapa instansi sebagai penunjang dalam penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami ABK dengan melibatkan Dinas Kesehatan Surabaya, RS dr.Soetomo, RS Haji, RSAL, RS. Soewandhi, praktek pribadi dokter spesialis (anak, THT, Wicara), lembaga terapi sensori integrasi, okupansi terapi wicara, lembaga pendidikan dan perguruan tinggi ang memiliki laboratorium penanganan ABK.

Kepeduliaan Pemkot Surabaya terhadap ABK mendapat respon positif dari UNICEF Indonesia Deputy Representative, Lauren Rumble. Lauren mengapresiasi fasilitas yang disediakan Pemkot Surabaya tersebut.

''Program ini sangat baik sekali dan luar biasa karena pemkot dapat menggali potensi ABK sehingga ke depan mereka dapat berkontribusi dan bermanfaat bagi sesamanya," tegas Lauren saat mengunjungi PUSPAGA beberapa waktu lalu.

Senada dengan perwakilan UNICEF, salah satu ibu rumah tangga, Sisca (37) yang tinggal di kawasan Surabaya Barat mengaku senang dengan adanya fasilitas semacam ini dan berharap para orang tua tidak malu dengan permasalahan yang sedang dialami anaknya.

"Fasilitas yang ada didalamnya sangat memadai untuk menunjang tumbuh kembang anak dan proses penyembuhannya serta menghemat biaya," ungkap Sisca. and.dan


Gresik (beritakota. net)- Potensi Gresik utara menjadi destinasi wisata cukup besar, hanya saja belum digarap maksimal.

Demikian penegasan Wakil ketua DPRD Gresik Nur Qolib, menyarankan Pemkab agar menggarap seriusr sektor wisata, dimana disektor ini punya potensi besar untuk meningkatkan   Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.

Salah satu potensi tempat wisata yang belum digarap secara maksimal lanjut Nur Qolib, adalah di Desa Mengare,kecamatan Bungah. Tempat tersebut punya keindahan alam yang luar biasa  berupa pantai dan juga ada bangunan bekas peninggalan Belanda (Benteng Mengare) . Namun sayangnya potensi alam itu masih belum dikelola atau termenejemen dengan baik.

Selain di Mengare, bekas galian C di kecamatan Bungah, Sidayu, Ujung Pangkah,serta Panceng menurut Nur Qolib layak dimanfaatkan menjadi wisata. “ Untuk wilayah utara menurut saya sudah seharusnya. (Menjadi daerah wisata red-). Saya melihat potensi bekas galian seolah seolah menjadi bangunan kan itu, . Kemudian wilayah Mengare, waduh! pantainya luar biasa,” bebernya.(23/4/18)

Lebih lanjut, politikus PPP ini, menegaskan kembali agar Pemkab benar-benar menggarap sektor ini. Apalagi kota di pesisir utara pulau Jawa ini sudah punya wisata yang lain yakni wisata makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim yang menyedot ribuan wisatawan tiap harinya. Artinya mereka yang berkunjung menikmati wisata religi juga bisa ditawari wisata alam yang dampaknya sangat positif bagi masyarakat dan Pemkab Gresik.

Untuk itu, kunci pengelolahan di sektor wisata ini lanjut Nur Qolib, ada pada menejemen (penganggaran, pengelolaan) dan Infrastruktur. Sedang terkait kewenangan, Pemkab Gresik bisa memberi kewenangan kepada setiap Desa untuk menggali atau menciptakan potensi wisata masing-masing sesuai dengan kearifan lokal.

“Saya berfikir harus ada potensi wisata yang ditangkap oleh masing-masing desa. Untuk Infrastruktur Pemkab Gresik wajib membangunkan jalan poros Desa, sebab anggaran Desa tidak cukup membangunnya,” tambahnya.

Terkait dengan Penganggaran, jika dalam rencana pembangunan terkendala biaya Nur Qolib, kembali memberikan masukkan yakni Pemkab maupun PemDes untuk tidak segan-segan menggandeng investor atau pihak ketiga,”Ketika Desa itu tidak ada dana bisa saja bekerja sama dengan pihak lain, bisa investor,” bebernya.

Namun Ia memberi catatan, sebelum menggandeng investor, harus ada payung regulasi terlebih dahulu yang intinya mendukung dan mendorong wisata Desa. yang nantinya memberikan keuntungan bagi PemDes, serta Masyarakat sekitar serta menghindari sengketa hukum dikemudian hari.

Selain payung hukum atau regulasi yang harus siapkan dengan pihak ketiga perlu juga disiapkan menejemen seperti disain tata ruang, aturan kepada setiap wisatawan untuk mengantisipasi dampak negatif. ." Nanti kan ada pertiban, dalam hal mana tentu dibatasi jam, kemudian didisain tempat ini tidak memberikan keluasaan hal-hal negatif,” bebernya.

 " Pemerintah Daerah harus membackup itu termasuk DPRD. agar dana Desa dapat digunakan BumDes untuk pengembangan pariwisata,” paparnya. yan/adv

Surabaya (beritakota.net) Program pemberdayaan industri ekonomi kreatif di Kota Surabaya dirasa berhasil dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Surabaya.

Khususnya melalui program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda. Hal ini kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di luar daerah. Seperti yang dilakukan oleh mama-mama dari Wamena,

Kabupaten Jayawijaya Papua dan para pemuda dari Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara langsung mereka berkunjung ke Kota Surabaya untuk belajar dan mendalami bagaimana industri kreatif bisa berkembang di Kota Pahlawan ini.

Selama empat hari mereka berkunjung ke beberapa titik industri kreatif yang ada di Surabaya. Dengan di pandu oleh Bagian Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Seperti salah satunya berkunjung pada acara Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda yang bertempat di KAZA, dan rumah kreatif Wiwit Collection yang berada di Kebraon Surabaya.

Diakhir kunjungannya tersebut, rombongan yang berkisar 20 orang ini, kemudian dijamu untuk makan bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinas.

Sembari makan bersama, Wali Kota Risma juga memberikan beberapa arahan dan pesan kepada mereka, agar ilmu dan pengalaman yang didapatkan selama beberapa hari di Surabaya bisa di terapkan di daerah asal masing-masing.

"Bapak Ibu sekalian sudah luar biasa berkorban datang ke Surabaya. Namun, kalau ilmu dan pengalaman yang didapat tidak diterapkan, sangat eman sekali," kata Wali Kota Risma, saat memberikan arahan kepada para rombongan di rumah dinas, Minggu, (29/04) sore.

Menurutnya, banyak masyarakat dari daerah yang pernah belajar ataupun study banding di Kota Surabaya. Namun, ketika mereka kembali, pengalaman dan ilmu yang telah didapat tidak diterapkan di daerah asalnya.   

Hal tersebut sungguh sangat disayangkan. Karena menurut Wali Kota Risma, bahwa apapun bukan menjadi alasan untuk seseorang bisa sukses.

"Ke sini (Surabaya) gunanya untuk melakukan perubahan. Kalau kita mau menjadi lebih baik, maka kita harus memulainya. Karena, apapun bukan menjadi alasan untuk seseorang bisa sukses," ujar wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Kepala Dinas dan Koperasi dan UKM Kabupaten Flores Timur Frederik S Bili menyampaikan di Kota Surabaya banyak hal positif yang mendorong anak muda untuk berwirausaha. Salah satunya yakni melalui program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya.

"Industri kerajinan disini sudah bagus, bahkan kuliner juga bagus. Beberapa pengalaman kami sudah dapatkan disini, pastinya kami akan coba terapkan di daerah kami," kata dia.

Bahkan, menurut dia, kedepan pihaknya juga akan kembali melakukan kunjungan ke Kota Surabaya. Tidak hanya itu, dirinya juga berharap dikesempatan yang akan datang pihaknya ingin mendatangkan beberapa industri ekonomi kreatif yang ada di Surabaya untuk memberikan pelatihan di Flores Timur.

"Kalau memungkinkan kami ingin undang beberapa industri ekonomi kreatif di Surabaya untuk menjadi narasumber atau memberikan pelatihan di Flores Timur," jelasnya.

Sementara itu, Pendamping (Fasilitator) dari Mama-mama Papua Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Bidang Perekonomian Rosmala Dewi menambahkan dalam rangka membina ibu-ibu yang ada di Wamena Papua, pihaknya sengaja datang untuk belajar dan mendalami bagaimana industri ekonomi kreatif di Surabaya bisa berkembang.

Disamping itu, dirinya bersama rombongan yang berkisar 10 orang tersebut, ingin mengetahui secara langsung apa itu program Pahlawan Ekonomi yang ada di Surabaya.

"Kami juga perlu membina ibu-ibu di Wamena (Papua) untuk belajar lebih banyak lagi tentang bagaimana berwirausaha. Kalau disini (Surabaya) kan ada program Pahlawan Ekonomi. Kami juga mau adopsi disana dengan nama Pejuang Ekonomi Papua," pungkasnya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya memberikan penghargaan kepada pendonor darah yang 50 kali mendonorkan darahnya secara suka rela selama tahun 2017.

Pemberian penghargaan yang digelar di Graha Sawunggaling itu juga untuk memperingati Hari Palang Merah Sedunia dan Bulan Sabit Merah ke 155 & HUT Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya ke 63 tahun 2018.

Pada kesempatan itu, sebanyak 334 orang mendapat penghargaan. Selain itu, PMI Surabaya juga memberikan penghargaan berupa pin emas kepada para juara umum.

Khusus untuk kategori LSM diraih oleh Totok Sudarto dari Harmoni Karaoke Club, kategori instansi diberikan kepada Bank Indonesia dan untuk kategori sekolah atau perguruan tinggi diraih oleh Universitas Airlangga. Ketiganya mendapatkan pin emas yang disematkan langsung oleh Ketua PMI Surabaya Hendro Gunawan.

"Yang mendapatkan penghargaan sebanyak 344 orang, terdiri dari pria 311 orang dan wanita 23 orang.Semuanya mendonorkan darahnya di unit Donor Darah PMI Kota Surabaya. Kami juga memberikan penghargaan kepada penggerak donor darah terbaik selama tahun 2017 ini,"  kata Hendro Gunawan saat menggantikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan sambutan dan penghargaan, Senin (30/4/2018).

Sekretaris Daerah Kota Surabaya ini juga menjelaskan bahwa pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemkot Surabaya kepada pahlawan kemanusiaan yang telah mendonorkan darahnya selama tahun 2017. Dengan donor darah dari mereka itu, maka masyarakat yang sedang mendapatkan musibah bisa langsung teratasi dari segi darahnya.

"Oleh karena itu, kami atas nama pemerintah kota dan atas nama PMI Surabaya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendonorkan darahnya selama ini," kata dia.

Menurut Hendro, donor darah itu merupakan perbuatan mulia, sehingga dia meminta kepada semua pihak untuk terus mengajak lingkungan sekitarnya, baik keluarga, kerabat dan tetangga untuk melakukan perbuatan mulia itu.

Bahkan, ia meminta para pendonor dan penggerak yang sudah mendapatkan penghargaan itu untuk terus melakukan donor darah secara rutin, tanpa harus menunda saat memasuki waktu donor.

"Berkat para pendonor darah ini, maka Kota Surabaya sudah melebihi target nasional angka keamanan darah. Target dari pusat ditetapkan angka keamanan darah nasional adalah 2 persen dari jumlah populasi setiap tahunnya. Sedangkan di Surabaya telah berhasil mencapai angkat 14 persen dari jumlah penduduk Kota Surabaya," tegasnya.

Hendro juga menjelaskan bahwa Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya untuk yang pertama kalinya di Indonesia mendapatkan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) dari BPOM pusat. Bahkan, Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya juga menjadi yang terbaik di Indonesia. "Makanya,kami selalu menjadi rujukan study banding bagi unit donor darah daerah lain," kata dia.

Pada kesempatan itu, Hendro juga memastikan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas serta pelayanan kepada masyarakat, Pemkot Surabaya telah memberikan dana hibah kepada PMI Kota Surabaya untuk pembangunan fasilitas gedung PMI. Harapannya, pelayanan bisa terus ditingkatkan dan bisa semakin maju ke depannya.
 
"Apalagi, kami sudah sering dibantu oleh PMI selama ini. Jadi, kalau ada musibah, biasanya tim dari PMI ini yang datang pertama kali. Ke depannya, kami akan terus berusaha meningkatkan pelayanan sehingga semakin maju dan dapat maksimal membantu masyarakat," ujarnya.

Totok Sudarto dari Harmoni Karaoke Club yang meraih penghargaan pin emas PMI Surabaya mengaku senang dengan penghargaan itu. Sebab, jerih payahnya dihargai oleh Pemkot Surabaya atau PMI Surabaya.

"Meskipun, pada hakekatnya ini bukan tujuan utama kami dalam menggerakkan donor darah ini. Saya sangat senang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot, mereka peduli kepada kami," pungkas Totok. and.dan



Surabaya (beritakota.net) Perubahan fungsi Fasum (fasilitas umum) menjadi tempat hunian di Perumahan Puri Mas Gunung Anyar Surabaya, mendapat protes dari warga RW 07/RT 10 kelurahan Gunung Anyar kecamatan Gunung Anyar Surabaya.

Pasalnya, fasilitas umum (Fasum) yang seharusnya menjadi tempat bermain atau tempat oleh raga untuk warga Perumahan Puri Mas kini diperjual belikan oleh pihak pengembang PT Mahkota Berlian Cemerlang (BMC) beralih fungsi menjadi tempat hunian dan diperjual belikan tanpa adanya sosialisasi ke warga.

Ketua RW 07 Kelurahan Gunung Anyar, Indra Jaya Wardhana mengatakan, awal mula warga kami bergejolak, karena memang ada beberapa yang kami anggap fasum sesuai dengan site plan yang dipunyai teman-teman ini ketika membeli. Tiba-tiba beralih fungsi dan diperjual belikan dan iru mulai kami pertanyakan.

''Intinya kami sudah melakukan komunikasi untuk duduk bersama, ketika memang ada permasalahan fasum/fasos ayo kita selesaikan beraama secara kekeluargaan. Tapi sampai hari ini belum ada reapon cukup baik dari pengembang, ahkirnya kami melayangkan surat ke DPRD Surabaya untuk memfasilitasi permasalahan kami,'' terang Indra saat dikonfirmasi, Selasa (1/05/2018).

Masih menurut Ketua RW 07 Perumahan Puri Mas ini, yang pasti kami secara hukum kalah. Kalahnya kenapa, kami baru tau pengembang ini melakukan replaning berdasarkan Perwali 12 tahun 2012 di situ menyatakan replaning terkait Fasum/Fasos bisa dilakukan tanpa persetujuan 2/3 pemilik lahan.

''Lah, tentunya Perwali itu tidak memihak kepada kami selaku warga dan pembeli rumah dan itu yang kami pertanyakan,'' ujarnya. Pria yang juga PNS di Inspektorat Jatim ini juga menambahkan, memang pengembang melakukan peralihan fungsi berpedoman pada Perwali tersebut.

Upaya yang dilakukan warga untuk mencapai titik temu dengan pengembang pun sempat berbuah manis. Saat itu Komisi C DPRD Surabaya memfasilitasi dengar pendapat antara warga Perumahan Puri Mas dan pengembang, tepatnya pada Desember 2017 lalu.

''Tentunya kami pertanyakan hal itu di depan dewan. Bahkan waktu hearing pertama di dewan pada bulan Desember 2017 kemarin. Disitu sudah ada kesepakatan yang dibuat antara DPRD kota, kami selaku warga, pengembangan serta PU Cipta Karya beserta Kelurahan dan kecamatan. Disitu perintah dewan adalah untuk menunda segala macam pemagaran, pembangunan lokasi yang dianggap fasum sambil menunggu kejelasan hearing tahap dua. Kami sudah layangkan surat ke pihak dewan yang terhormat untuk segera dilakukan hearing tahap dua,'' paparnya.

Hasilnya, pihak pengembang diminta menahan diri untuk tidak lagi melakukan alih fungsi fasum menunggu pertemuan lanjutan. Namun bukan berarti pengembang akan menuruti permintaan ini.

''Jika tetap tidak ada titik temu, warga sudah siapkan dua opsi yakni melaporkan kasus ini ke Ombudsman serta mengajukan tuntutan ke PTUN,'' pungkasnya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Pasca pelatihan manajemen keuangan dan ketahanan ekonomi keluarga beberapa waktu lalu, kini anggota Fatayat Nahdatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Sahabat Perempuan Surabaya akan mengikuti pelatihan usaha kecil menengah (UKM) di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Keinginan untuk mengubah hidup menjadi lebih baik dan sejahtera mengemuka pada acara bertajuk "Sahabat Perempuan Surabaya 2018 Sebuah Ikhtiar Untuk Makmur Rakyat Jawa Timur" di Kaza Mall, Selasa, (1/5/2018).
 
Koordinator Sahabat Perempuan Surabaya, Ucik mengucapkan rasa terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berkenan dan peduli kepada warga yang notabene berasal dari kalangan santri.

"Perkumpulan perempuan santri ingin maju, dibina dan siap bersinergi dengan Pemkot Surabaya agar bermanfaat bagi sesama dan berdaya secara ekonomi," kata Ucik ketika memberikan sambutannya.

Mendengar usaha dan rencana niat baik tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendorong upaya perempuan Fatayat NU yang mau bergerak menuju hidup yang lebih sejahtera dengan mengikuti pelatihan dan pendampingan UKM.

"Saya senang panjenengan semua mulai bergerak, nanti kami bantu karena itu tugas saya," ujar Wali Kota Risma dalam sambutannya. Dalam pertemuan tersebut, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menyampaikan kepada perempuan Fatayat NU agar tidak bingung dan takut saat memasarkan produknya.

"Nanti diajari saat pelatihan dan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta saya sendiri ikut mempromosikan," tandas Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan.

Bahkan nantinya, kata Wali Kota Risma, perempuan Fatayat NU akan diberi wadah khusus saat pelatihan dan didampingi tim serta pengembangan usaha.

"Kalau mau gabung setiap sabtu dan minggu tanpa dipungut biaya. Nanti dalam pelatihan akan dibagi dan langsung praktek ditempat," jelasnya.
 
Melihat upaya dan keinginan perempuan Fatayat NU untuk bergerak maju, Wali Kota Risma, optimis semua permasalahan dapat diselesaikan karena kuat dari segi finansial.

"Kalau semua mau mengubah nasib menjadi lebih baik, bukan tidak mungkin para ibu-ibu bisa menyekolahkan anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi," ujarnya.
 
Alasan Wali Kota Risma mengkaitkan pendidikan bagi anak-anaknya dengan usaha yang kini sedang diperjuangkan perempuan Fatayat karena saat ini cukup banyak tenaga kerja asing yang memasuki pasar Indonesia.

"Semua harus sekolah, nggak bisa kalau nggak sekolah. Saya tidak ingin anak turunan kita kembali dijajah," tegasnya. Dengan adanya keinginan mencapai hidup yang sejahtera, Wali Kota Risma berharap agar perempuan Fatayat NU mau berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan hidupnya dan membangun ekonomi kota atau negara yang tangguh.

"Mari bersama-sama kita berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan dengan mendongkrak ekonomi masyarakat yang ada di bawah sehingga roda perekonomian di Surabaya terus bergerak naik," pungkasnya.
 
Di akhir sambutannya, Wali Kota Risma kembali mengingkatkan kepada seluruh perempuan Fatayat NU agar mampu mewujudkan rukun islam yaitu zakat dan berbagi. Artinya, dirinya menginginkan agar warga lebih peduli dan memunculkan rasa saling tolong menolong antar sesama, utamanya mereka yang tidak bisa mengakses apapun.  

"Minimal sedekah kalau tidak bisa memberikan pekerjaan," tutur wali kota sarat akan prestasi itu. and.dan


Page 4 of 246