Surabaya (beritakota.net) Kedutaan Besar Inggris di Indonesia menunjuk Ivy Kamadjaja sebagai Konsul Jenderal Kehormatan Inggris yang baru di Surabaya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, saat melakukan kunjungan ke sembilannya di Kota Surabaya, Rabu, (06/06/18).

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan tujuan utama dari penunjukan ini adalah untuk mewakili Inggris di Surabaya dalam bidang politik, bisnis, maupun untuk membantu dalam mengidentifikasi ekonomi dan peluang komersial untuk Inggris di Surabaya dan Jawa Timur.

"Saya senang mengumumkan Ivy Kamadjaja sebagai Konsul Kehormatan Inggris yang baru di Surabaya. Penunjukan Ivy adalah langkah maju lain dalam hubungan kami dengan Surabaya," kata Moazzam saat audiensi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Balai Kota.

Nantinya, Ivy akan bergabung dengan perwakilan konsulat Inggris di Surabaya, yakni Erlin Puspitasari, dan bekerja bersama dengan beberapa perusahaan Inggris di Surabaya.

"Mereka akan bersama-sama membantu menciptakan hubungan yang lebih erat dan lebih kuat antara Inggris dan Surabaya," terangnya.

Ditanya alasan mengapa dipilih Kota Surabaya, Malik menyampaikan karena Kota Surabaya merupakan kota terbesar ke dua di indonesia. Selain itu, lanjut ia, Kota Surabaya merupakan kota berpotensi untuk masa depan indonesia. Kota Surabaya memiliki peran penting dalam kemajuan Indonesia. Sebagai kota terbesar ke dua dengan good governance yang telah dilakukan oleh Wali Kota Risma.

"Kalau Indonesia akan berhasil pasti Jatim dan surabaya akan memainkan peran yang penting," ujar pria kelahiran London ini.

Dalam kesempatan ini, Moazzam Malik juga menyampaikan ucapan duka cita atas musibah yg menimpa Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Menurutnya, ini merupakan kunjungan pertamanya di Surabaya, pasca Kota Pahlawan ditimpa musibah beberapa pekan lalu.

"Saya menyampaikan duka cita atas nama pemerintah saya, atas nama pribadi saya, atas nama kedubes saya. Saya kira respon pemkot, pemrov dan kepolisian cepat. Sebagai Negara sahabat, kami secara penuh mendukung untuk mengendalikan resiko terorisme," ujarnya.

Menanggapi adanya hal tersebut, pihaknya masih berkomitmen untuk menjalin kerjasama dengan Surabaya. Malik menganggap adanya ancaman terror yang melanda Kota Surabaya beberapa pekan lalu, membuatnya tidak takut.

Bahkan, lanjut ia, adanya ancaman terror tersebut membuat kerjasama antara Indonesia dengan Inggris dalam bidang keamanan akan lebih ditingkatkan.

"Salah satu kota (Surabaya) yang berperang penting untuk indonesia, kami tidak takut. Sebagai Negara sahabat kami secara penuh mendukung Surabaya untuk menolong dan mengendalikan resiko terorisme," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyambut baik adanya kabar tersebut. sebagai implementasi awal kerjasama antara Liverpool dengan Surabaya, dalam waktu dekat, Wali Kota Risma akan mengirim beberapa anak berkebutuhan khusus dengan para guru untuk mendapatkan pendidikan di Liverpool, Inggris.

"Nanti bulan Juli akan ada anak-anak tuna netra dan guru di Surabaya akan berangkat ke liverpool," kata Wali Kota Risma, usai menerima kunjungan dari rombongan dari Kedubes Inggris.

Menurut Wali Kota Risma, Ini merupakan langkah kongkret kerjasama dalam waktu dekat antara Kota Surabaya dan Liverpool. Dengan memberikan training pendidikan bahasa inggris kepada para guru sekolah di Surabaya.

"Jadi itu sebagai langkah kongkretnya dalam waktu dekat, Sehingga guru-guru komunikasinya bisa lebih luas," pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya langsung bergerak cepat untuk memfungsikan Jalan Kenari yang sudah kembali ke tangan Pemkot.

Kali ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung turun ke lokasi dengan didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga Erna Purnawati untuk mengetahui kondisi lapangan.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengatakan awalnya memang ingin memperbaiki jalan dan memfungsikannya. Sebab, selama ini jalan tersebut tidak difungsikan untuk umum.

Namun, setelah mencoba memperbaiki jalan, diketahui bahwa di bawah jalan itu terdapat saluran besar yang catchment areanya mulai dari embong malang sampai Blauran dan menuju Rumah Pompa Simpang Dukuh.

"Jadi, kita akan perbaiki dulu salurannya, baru setelah itu akan kita perbaiki jalannya untuk difungsikan sebagaimana mestinya jalan umum," kata Wali Kota Risma seusai meninjau Jalan Kenari, Rabu (6/6/2018).

Menurut Wali Kota Risma, saluran yang merupakan peninggalan Belanda itu disinyalir ada masalah, kemungkinan endapan. Makanya, ia meminta petugas Dinas PU Bina Marga untuk mengecek saluran itu apabila airnya sudah kosong.

"Nanti kalau sudah kosong airnya, maka anak-anak akan turun dan bisa mengetahui masalahnya," tegasnya.

Sembari memperbaiki saluran dan jalan, Pemkot Surabaya juga berencana membebaskan tanah untuk memperlebar jalan di Simpang Dukuh itu.

Nantinya, jalan di Simpang Dukuh itu akan menjadi dua lajur atau total semuanya empat lajur. Hal ini penting karena apabila trem mulai dibangun, maka akan dialihkan ke Jalan Simpang Dukuh, sehingga ini menjadi alternatif dari Jalan Tunjungan.

"Apalagi seringkali Jalan Tunjungan kan ditutup, dengan difungsikan jalan ini, maka tidak ada alasan lagi Jalan Tunjungan macet. Insyallah tahun ini kelar pembebasan tanahnya, karena kami sudah komunikasi dan sudah ada anggarannya. Jadi, nanti di sini lebar," tegasnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga menjelaskan asal muasal Jalan Kenari itu menjadi polemik hingga terancam lepas dari Pemkot Surabaya. Awalnya, memang ada wacana mau disewa, tapi ternyata tiba-tiba keluar sertifikat saat itu sekitar tahun 1990an.

Karena itu memang tanah aset, maka Pemkot Surabaya berkali-kali menggugat namun selalu berakhir dengan kekalahan. Namun, setelah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, ternyata ditemukan dan diketahui ada beberapa kesalahan prosedur.

"Karena kalau mau disertifikatkan tanah itu, kan harus melalui persetujuan Pemkot, tapi kami tidak ada itu," kata dia.

Makanya, Kejati Jatim berhasil mengembalikan aset tersebut ke tangan Pemkot Surabaya. Selanjutnya, aset tersebut langsung diberi plang bahwa itu tanah aset Pemkot Surabaya.

"Selain itu, ini sedang proses kami buatkan sertifikatnya, supaya segera bisa difungsikan untuk jalan umum," harapnya.

Proses penyerahan aset Jalan Kenari itu berbarengan dengan penyerahan aset Gedung Gelora Pancasila Jalan Indragiri. Proses serahterima itu dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Sunarta dan diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, kemarin.

Secara keseluruhan, nilai kedua aset itu diperkirakan mencapai Rp200 miliar, dengan rincian luas tanah gelora pancasila mencapai 7.500 meter dengan taksiran harga mencapai Rp138 miliar. Sedangkan tanah di jalan kenari seluas 2.000 meter dengan taksiran harga Rp17 miliar.

"Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Kajati Jatim dan timnya yang telah membantu menyelamatkan dua aset ini," pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Meskipun mendapat lampu hijau dari Menteri PAN-RB untuk mudik dengan menggunakan mobil dinas, namun jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Surabaya harus gigit jari.

Pasalnya selama libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melarang memakai mobil dinas dan harus dikumpulkan di halaman Taman Surya atau tempat lain yang ditunjuk.

''Mobil akan tetap dikumpulkan. Seluruh mobil dinas yang non operasional harus sudah dikumpulkan pada tanggal 9 nanti,'' tegas Wali Kota Risma kepada Wartawan Senin (4/6/2018).

Wanita yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bappeko Surabaya itu menegaskan bahwa mobil dinas operasional yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya akan disiagakan.

''Mobil dinas tidak boleh dipakai untuk mudik. Seperti mobil Puskesmas, lalu PMK, Ambulance, dan Linmas akan tetap disiagakan. Pokoknya yang operasional,'' tambahnya.

Wali Kota juga menjelaskan mobil dinas mana saja yang wajib dikumpulkan di Taman Surya dan mana mobil yang akan tetap beroperasi atau diminta untuk stand by. "Karena kan tidak semua PNS di lingkungan Pemkot Surabaya cuti, masih ada yang piket mulai dari kelurahan hingga dinas," jelasnya.
 
Selain pengamanan dan pengawasan mobil dinas di Taman Surya dan Jalan Jimerto, Pemkot Surabaya juga memberlakukan piket jaga di sekolah dan juga Puskesmas. Ini karena di sekolahan dan Puskesmas ada investasi teknologi dalam jumlah besar.

''Saya juga mengeluarkan  surat edaran untuk para RW yang intinya mengingatkan untuk mewaspadai bahaya kebakaran karena sekarang sudah masuk musim kemarau," imbuh pejabat kelahiran Kediri ini.

Sebelumnya, Menteri Pan-RB Asman Abnur memperbolehkan ASN pakai kendaraan dinas untuk mudik. Dia menyebut pemakaian kendaraan dinas tidak bisa dibebankan kepada negara.

Artinya, kata Asman, biaya yang keluar saat pemakaian kendaraan dinas pada waktu mudik ditanggung oleh masing-masing pemakai. Misalnya, biaya bensin, perawatan mobil, dan fasilitas-fasilitas lainnya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya berencana membangun jembatan baru di daerah Joyoboyo. Jembatan ini akan tersambung langsung dengan frontage road (FR) sisi barat guna membantu kelancaran lalu lintas ke dalam Kota Surabaya.
 
Menurut Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini rencana pembangunan jembatan Joyoboyo baru akan dimulai tahun 2019. Menurut Risma jembatan tersebut sepanjang 175 meter dan dimulai dari Jalan Pulo Wonokromo dan akan berakhir sebelum SD Santo Yosep.

''Jembatan ini lebarnya 19,5 meter dan akan menjadi akses kendaraan besar seperti bus dan trem. Nanti bisa langsung masuk terminal. Jadi Bus dan trem tidak usah lewat jalur utama kota," jelas Risma kepada wartawan, Senin (4/5/2018).

Ia optimistis bahwa jembatan ini akan mempermudah akses masuk kota. Risma juga mengatakan, proyek jembatan Joyoboyo ini dianggarkan Rp65 miliar dari dana APBD. Proyek ini dikerjakan dalam waktu dua tahun yakni 2019-2020.
 
''Kami memakai uang APBD. Jembatan ini akan membantu mengurai kemacetan akses masuk kota. Jembatan ini kelanjutan frontage road sehingga pembebasan tanah akan banyak sekali. Nanti akan kita pelajari lagi berpengaruh di wilayah mana saja,'' ujarnya.

Risma menambahkan bahwa nantinya jembatan ini juga akan diperindah dengan diorama. Diorama-diorama tersebut akan menceritakan kehidupan di kota Surabaya seperti gedung Siola, bambu runcing, dan ikon kota lainnya.

Selain di jembatan, hiasan akan berada di sisi depan bawah jembatan yang berupa taman. Taman ini juga akan dilengkapi dengan air mancur dan tulisan Surabaya.

Ia menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan di jembatan Joyoboyo akan berbeda. Ia akan menggunakan teknologi modern yaitu teknologi kabel.

''Jembatan ini menggunakan teknologi beda dari jembatan yang sudah dibangun Pemkot sebelumnya. Jembatan ini menggunakan penahan kabel seling yang berjajar rapi mirip jembatan Suramadu,'' tambahnya.

Sebenarnya di Joyoboyo telah ada jembatan yang terdapat pipa saluran air PDAM. Namun Risma tidak berniat untuk mengubah bentuk jembatan lama tersebut. ''Jembatannya kan bagus, heritage itu. Makanya kita lestarikan,'' ujarnya. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Satu per satu aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang bermasalah mulai kembali. Di awal bulan Juni ini, dua aset yaitu Gelora Pancasila yang terletak di jalan Indragiri 6 dan Jalan Kenari berhasil kembali ke tangan Pemkot Surabaya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Jawa Timur, Sunarta secara resmi menyerahkan kedua aset tersebut kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Gedung Gelora Pancasila Selasa, (5/6/2018).

"Ucapan terima kasih tak terhingga kepada seluruh tim yang mampu menyelamatkan dua aset ini. Gedung ini mempunyai nilai sejarah yang luar biasa dan bertepatan dengan momen hari lahir Pancasila, kemarin," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di sela-sela sambutannya.

Setelah menerima kembali aset gelora pancasila, Wali Kota Risma akan merenovasi untuk kejuaraan internasional dengan menyesuaikan kondisi saat ini namun tidak mengubah struktur aslinya. Sebab, kata Dia, gedung ini merupakan cagar budaya.

"Nanti BAK mengusulkan ke DPRD meminta pergantian gedung, setelah itu tahun 2019 mulai renovasi gedung dan langsung dimanfaatkan saat itu juga," terangnya.

Menurut Risma, secara spesifik pemanfaatan olahraga yang bisa digunakan pada gedung gelora pancasila antara lain volley, badminton dan basket. "Nanti tinggal menyesuaikan ingin olahraga yang mana," tutur Wali Kota yang pernah menjadi atlit pelari.

Ditanya biaya anggaran yang digelontorkan untuk merenovasi, Wali Kota Risma mengaku belum mengetahui secara pasti. Sebab, dirinya masih harus menghitung total biaya perbaikannya. "Kita juga harus bicara dengan tim cagar budaya," imbuhnya.

Dikarenakan gelora pancasila sudah menjadi milik Pemkot Surabaya dan akan dibuka secara umum untuk penggunananya, Wali Kota Risma menekankan kepada seluruh warga Surabaya agar menjaga setiap fasilitas yang ada di dalam gedung gelora pancasila seperti halnya lapangan Thor yang terletak di sebelah gedung Gelora Pancasila.

"Nanti, lapangan itu standartnya internasional dan seluruh peralatannya juga ada standart-standart. Itu harus dijaga agar tidak rusak," pesan Wali Kota sarat akan prestasi tersebut.

Sedangkan untuk jalan kenari, pemkot akan segera membuka jalan tersebut agar warga dapat menikmati akses jalan secara cepat dan mudah. "Bisa menjadi jalur alternatif ke Simpang Dukuh," singkatnya.  

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur Sunarta mengatakan, hasil penyelamatan kekayaan negara berupa bangunan atau gedung gelora pancasila dan Jalan Kenari sebagai bentuk penegakan hukum.

Artinya, tanah yang sebelumnya diakui oleh tiga pengusaha properti asal Surabaya telah diserahkan secara sukarela kepada Kejati dan setelah dicek ternyata aset ini benar-benar milik Pemkot Surabaya.

"Hari ini sudah diselamatkan dan sudah kami serahkan hak aset tersebut kepada Wali Kota Risma yang mewakili Pemkot Surabaya," ujarnya di sela-sela sambutannya.

Dijelaskan Sunarta, luas tanah gelora pancasila mencapai 7500 meter dengan harga Rp138 miliar, sedangkan tanah di jalan kenari seluas 2000 meter seharga Rp17 miliar. Jika ditotal secara keseluruhan, nilai kedua aset mencapai Rp200 miliar.

"Tidak dapat diukur dengan uang karena ada nilai sejarahnya dan itu membanggakan untuk negara karena aset pemkot telah kembali," tandasnya.
 
Ke depan, Sunarta menyampaikan kepada Wali Kota Risma dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya bahwa Kejati maupun Kejari siap mengawal setiap kasus aset pemerintah kota/daerah yang hilang, tergugat maupun digugat.
 
Hal ini ditekankan karena dirinya mengacu pada tupoksi yang langsung berada di bawah perintah presiden untuk siap membantu dan melakukan pendampingan terkait aset milik pemerintah kota/daerah.

"Silahkan laporkan dan kami siap mengawal semua proyek pemerintah yang mengalami masalah. Jangan ragu untuk berkoordinasi dengan kami," pungkas pria berkacamata itu.
 
Usai melakukan penyerahan aset gelora pancasila dan jalan kenari, Wali Kota Risma memberikan piagam penghargaan kepada 7 orang masing-masing dari Kejari dan Kejati atas dedikasi dan keberhasilannya menyelamatkan dua aset milik Pemkot Surabaya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemasangan papan untuk menunjukkan bahwa aset gelora pancasila benar-benar menjadi milik Pemkot Surabaya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama PT. PLN (Persero) menggelar aksi penanaman 1.000 pohon jenis Jacaranda yang bertempat di Taman Harmoni Surabaya.

Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada 5 Juni 2018. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya mencegah efek rumah kaca dan mengurangi global warming.

Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Chalid Buhari mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PT. PLN Persero terhadap lingkungan. Dengan mengadakan penanaman 1000 pohon guna untuk mewujudkan lingkungan yang lestari.

"Ini moment yang luar biasa sekali, bertepatan pada Hari Lingkungan Hidup sedunia. Dimana PLN menyumbangkan kepeduliannya untuk membenahi lingkungan, salah satunya dengan menanam," kata dia, seusai acara ceremony penanaman 1000 pohon di lokasi Taman Harmoni Surabaya, Selasa, (05/06/18).

Disampaikan Chalid, Taman Harmoni merupakan taman dengan berkonsep bloking warna. Dimana pada setiap area, terdapat berbagai jenis tanaman yang memiliki corak warna tersendiri.

"Karena konsepnya (Taman Harmoni) bloking warna, maka dipilih pohon Jacandra untuk melengkapi Taman Harmoni ini," jelasnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) I, Djarot Hutabri mengatakan, bahwa aksi penanamam 1.000 pohon di Jawa Timur dilakukan oleh UIP JBTB I, UIP JBTB II dan PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali yang dipusatkan di Taman Harmoni Keputih Surabaya.

Kegiatan ini, bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat, agar mau bersama-sama saling menjaga bumi demi kelangsungan hidup generasi mendatang. "Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari program peduli lingkungan," kata dia.

Dipilihnya Taman Harmoni sebagai pusat penanaman 1000 Pohon, Djarot menuturkan bahwa pihaknya terkesima dengan kondisi Taman Harmoni sekarang. Lokasi yang sebelumnya merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kini bertransformasi menjadi sebuah ruang terbuka publik yang lebih indah dipandang mata.

"Kita sangat berterima kasih kepada Pemkot Surabaya, karena sudah ada tempat yang luar biasa ini, bayangkan tempat sampah bisa disulap menjadi taman," tuturnya.

Menurutnya, Taman Harmoni yang digagas oleh Wali Kota Risma, sangat memberikan efek positif terhadap Kota Surabaya, khususnya lingkungan sekitar. Dimana efek positif yang dihasilkan dari adanya ruang terbuka hijau, menjadikan kawasan tersebut terlihat lebih asri dan indah.

"Tidak semua orang mempunyai visi seperti ini (Wali Kota Risma), yang memberikan manfaat luar biasa untuk lingkungan sekitar," imbuhnya.

Ia menilai konsep Taman Harmoni yang digagas oleh Wali Kota Risma mempunyai filosofi tersendiri. Kosep bloking warna yang suguhkan merupakan bentuk manifestasi dari keberagaman.

"Kalau saya melihat, Taman Harmoni ini didesain oleh ibu wali kota berwarna-warni dari berbagai unsur. Dengan berbeda-beda itu, kita bisa melihat kemajemukan itu semakin indah," tutupnya. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725 hari ini, Kamis, (31/5/2018). Acara yang berkonsep resepsi itu dihadiri oleh seluruh jajaran Pemkot Surabaya dan semua Forkopimda Kota Surabaya serta para veteran dan tamu undangan. Resepsi itu dibuka dengan pembacaan sejarah singkat Kota Surabaya oleh Ketua DPRD Surabaya.

Sepanjang acara resepsi, musik gamelan khas Suroboyoan selalu mengiringi setiap acara hingga akhir. Bahkan, ada pula paduan suara pelajar Surabaya yang membawakan lagu-lagu daerah khas Surabaya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga memberikan 102 penghargaan kepada masyarakat dan para tokoh yang dinilai mendukung perkembangan Kota Surabaya.

Seusai pemberian penghargaan, giliran 275 penari cilik atau anak-anak menampilkan tari remo. Jumlah itu diambil dari Hari Jadi Kota Surabaya yang sudah memasuki usia ke 275.

Dengan alunan musik remo, tiba-tiba ratusan anak kecil itu datang dari sisi timur dan sisi barat Balai Kota Surabaya. Mereka langsung menyedot perhatian warga Surabaya yang menonton upacara dan tamu undangan yang hadir.

Kemeriahan tak berhenti sampai disitu, sebab acara berikutnya adalah penampilan opera "Surabaya Ceria". Saat itu, anak-anak berprestasi di Kota Surabaya tampil memakai baju sesuai keahlian atau bakatnya masing-masing.

Selain itu, yang nampak mencolok adalah penampilan anak-anak yang memakai baju sesuai agamanya masing-masing. Mereka terlihat akrab dan bergandeng tangan, sehingga keberagaman sangat terasa dalam resepsi yang dikemas dengan sederhana itu.

Di awal sambutannya, Wali Kota Risma langsung mengungkapnya rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban musibah bom di Surabaya. Sebab, para korban itu tidak bisa menikmati dan memperingati Hari Jadi Kota Surabaya ke 725.

"Hari ini, kita merayakan Hari Jadi Kota Surabaya ke-725 tahun dengan hati yang terluka, karena sebagian saudara kita tidak dapat bersama memperingati dengan rasa syukur yang sepatutnya dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, sekali lagi disampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban," kata Wali Kota Risma.

Menurut Wali Kota Risma, para pelaku serangan bom itu telah mencoba mengoyak semua hasil kinerja kolektif membangun kota dan bahkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka benar-benar sengaja merusak rasa aman dan nyaman Surabaya sebagai salah satu kota teraman di dunia.

"Namun, kenyataan pahit ini harus kita hadapi dan bahkan harus menjadi cambuk untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan segenap insan di Kota Surabaya. Kini saatnya kita berdiri dan bergandengan tangan seraya berteriak, Kita Bersaudara!!!," tegasnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk lebih maju dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ia juga ingi membuktikan kepada dunia bahwa kebersamaan di Surabaya bisa mewujudkan cita-cita pendiri bangsa.

Sebab, Bangsa ini bukan bangsa yang lemah, yang menerima kemerdekaaan sebagai hadiah penjajah. Itu telah dibuktikan 725 tahun lalu dan 10 Nopember 1945, Surabaya telah berhasil mengusir Balatentara terkuat dunia.

"Inilah yang harus kita contoh, dengan satu tekad, gigih berjuang dan pantang menyerah tanpa mengenal perbedaan apapun, serta tidak pernah peduli akanketerbatasan atau halangan yang menghambat kemajuan," kata dia.

Wali Kota Risma juga mengaku sangat bersyukur atas soliditas warga kota dengan segenap pemangku kepentingan Surabaya yang sungguh luar biasa.

Makanya, dunia ekonomi dan bisnis di Kota Surabaya sudah bergerak dengan masif pasca musibah itu, demikian juga mobilitas dalam dan luar negeri serta implementasi dari investasi juga telah berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

"Saya pastikan kondisi Kota Surabaya saat ini sudah kembali pulih," tegasnya. Ia menambahkan, tantangan terbesar ke depan yang dihadapi dalam upaya membangun Surabaya yang hebat, yakni dibutuhkannya daya kreativitas tinggi yang ditunjang kerja keras pantang menyerah, serta mau belajar dari yang berbagai pengalaman untuk menggapai keberhasilan.

"Kita harus membudayakan disiplin dan toleransi. Dimulai dari diri sendiri, baik di rumah maupun sekolah serta di jalan raya. Jangan ada korban karena karena tak disiplin dan merasa benar sendiri," kata dia.

Saat ini, warga Kota Surabaya mengemban misi bersejarah "mengalahkan" musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan kebodohan dalam arti yang luas.

Sebab, apabila itu kalah, maka kita akan mengalami "penjajahan" kembali, yakni hanya menjadi "Penonton" atau "Pelayan" atau bahkan akan mengalami "devide et impera atau adu domba" di kota sendiri.

"Kita dan para Pahlawan, tentu ingin Anak-Anak menjadi Pemenang, bukan penonton. Untuk itu, izinkan saya berbicara Tidak ada yang tidak bisa, asal kita mau atau tidak," ujarnya.

Oleh karena itu, untuk mencegah adu domba dalam bentuk terorisme dan penyebaran paham radikal, Pemkot Surabaya meluncurkan aplikasi SIPANDU (Sistem Informasi Pantauan Penduduk) yang membutuhkan peran aktif dari semua lapisan masyarakat. Melalui aplikasi ini, maka diharapkan bisa mendeteksi dini hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Kota Surabaya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725, Pemkot Surabaya melakukan 3 penandatanganan kerjasama diantaranya, kerjasama daerah jaringan lintas perkotaan dengan 15 kabupaten/kota di Indonesia, kerjasama dengan lembaga pihak ketiga dalam rangka peningkatan SDM dan penyaluran pendidikan vokasi bagi penerima beasiswa berprestasi Pemkot Surabaya serta penandatanganan perjanjian hibah dari PT Telkom berupa sarana dan prasarana Broadband Learning Center (BLC) di lima lokasi Surabaya serta empat dump truck dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kerjasama dari 15 kabupaten/kota di Indonesia kepada Surabaya yang meliputi kabupaten Pakpak Bharat, Batang Hari, penukal abab lematang ilir (PALI), Bantul, Bogor, Sambas, Jayawijaya, Paser, Metro, Pemkot Bekasi, Surakarta, Madiun, Batu, Barjarmasin dan Samarinda. Mereka sudah belajar ilmu yang ada di Surabaya kemudian diterapkan di kotanya masing-masing.

"Ini rutin kami adakan dan ada banyak kerjasama yang dilakukan mulai masalah lingkungan, teknologi informasi, perekonomian, pendidikan dan masalah lain. Tergantung mana yang mereka inginkan dari Kota Surabaya" kata Wali Kota Risma usai acara penandatangan di lobby balai kota lantai II, Kamis, (31/5/2018).

Atas kerjasama yang dibangun antara 15 kota dengan Pemkot Surabaya, Wali Kota Risma mengaku senang kepada pemerintah kabupaten/kota yang ingin mengikuti jejak Surabaya dalam meningkatkan mutu pelayanan dan administrasi untuk masyarakatnya.

"Saya tidak ingin ilmu ini hanya berhenti di Surabaya tapi semua kota juga harus maju sehingga warganya menjadi sejahtera," tegas Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan.

Disampaikan Wali Kota Risma, kunci kesuksesan Kota Surabaya dapat dibangun secara cepat dan pesat dikarenakan semua sistem pelayanan dan keuangan menggunakan elektronik. Artinya, kata Dia, biaya anggaran yang dulunya digunakan untuk membeli kertas, kwitansi dan lain-lain dialihkan ke elektronik.

Menurut Wali Kota perempuan pertama di Surabaya, hal ini mengurangi beban anggaran yang kemudian digunakan untuk biaya lainnya seperti, biaya operasional sampah lebih murah karena sisa sampah diolah untuk tanaman, lalu pelayanan kesehatan yang semakin canggih, Human indeks development naik pesat menjadi 81,8 persen.

Unggul dari Jakarta dan Bali. Kemudian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat setiap tahunnya. "Untuk PAD tahun ini 5 triliun dan tahun depan 6 triliun. Setiap tahun naik 1 triliun," jelasnya.

Ini semua, lanjut Wali Kota Risma, tidak lepas dari peran serta seluruh unsur masyarakat Surabaya yang ikut membangun kota mulai pemerintah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, BUMN dan media serta semua masyarakat saling bergotong royong menjaga dan membangun Kota Pahlawan ini. "Kami semua kompak dan saling membantu. Itu kekuatan di Surabaya," pungkasnya.

Sementara itu, terkait pendidikan vokasi yang dijalin Pemkot Surabaya dengan Universitas Surabaya (UBAYA), Wali Kota kelahiran Kediri berharap agar anak-anak Surabaya berprestasi dapat mengembangkan dan mengasah bakat dan minat di bangku perkuliahan.

Dengan begitu, diharapkan setelah lulus kuliah anak-anak dapat langsung bekerja di PT. Bersatu Sukses Swadana, PT. Inti Sumber Hasil Sempurna dan PT. Pelindo Daya Sejahtera yang juga melakukan MoU hari ini. "Jadi mereka tidak perlu waktu lama untuk mencari pekerjaan," imbuh Wali Kota sarat akan prestasi itu.

Mendengar rekam jejak dan terobosan Kota Surabaya, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan, bahwa hal ini menjadi prioritas dan dapat diadopsi oleh semua kota agar masyarakat sejahtera dan berharap kualitas pelayanan juga menjadi baik.

Bahkan dirinya, berharap, kerjasama dapat ditingkatkan dan ditindaklanjuti sesuai kinerja perangkat daerah. "Anggap kami sebagai anak yang diajarkan ibunya tentang segala hal yang positif sehingga mampu mengimplementasikan kepada sesama," tuturnya.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengungkapkan bahwa Wali Kota Risma mau membagi ilmu. Berawal tahun 2016 Pemkot Banjarmasin belajar tentang lingkungan hidup dan pembinaan Satpol PP untuk menangani permasalahan tata kota.

Lebih lanjut, tahun 2017 belajar tentang pengurusan administrasi dan kependudukan warga dan sudah diterapkan sepenuhnya oleh Pemkot Banjarmasin.

"Kini mereka tidak perlu datang ke kantor, cukup diakses melalui gadget masing-masing sehingga semua keperluan yang diinginkan terlaksana dengan cepat," ungkapnya.

Di akhir acara, Wali Kota Risma dan seluruh pimpinan kabupaten/kota berfoto bersama lalu saling bertukar cinderamata berupa kerajinan tangan khas daerah-daerah masing-masing. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pancasila adalah falsafah untuk kita berprilaku dalam kehidupan, Pancasila bukan hanya sekedar untuk dihafalkan, namun juga harus diresapi makna dan artinya.

Ungkapan tersebut merupakan pesan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Hari Lahir Pancasila yang ke-73. Hari Lahir Pancasila yang jatuh tepat pada 1 Juni, merupakan momentum dimana bangsa Indonesia untuk kembali mengingat esensi dari dasar sebuah pemikiran ideologi Pancasila.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa di dalam Pancasila sudah diatur lengkap, baik hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia. Selain itu, kata dia, di dalam Pancasila sudah terkandung sebuah hubungan yang membuat masyarakat bisa maju dan sejahtera.

"Maka dari itu, kita jangan hanya sekedar menghafalkan (Pancasila), mari kita resapi yang namanya Pancasila," kata Wali Kota Risma, saat ditemui usai memimpin jalannya upacara Hari Lahir Pancasila ke-73, di Balai Kota, Jum'at, (01/06/18).

Di hari lahir Pancasila yang ke 73, Wali Kota Risma mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjadikan moment ini dapat menjadi momentum untuk semuanya bersama-sama saling menjaga persatuan dan saling bertoleransi, serta lebih mendalami nilai serta sejarah Pancasila.

"Ayo kita pahami apa yang ada di dalam itu (Pancasila). Coba kita masuki apa yang ada di dalam itu. Kalau itu terjadi, maka kita bisa menjadi makhluk yang mulia," ujar wali kota sarat akan prestasi ini.

Menurut Wali Kota Risma, Pancasila merupakan sebuah harmonisasi kehidupan. Artinya Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini ingin menegaskan bahwa manusia tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Maka dari itu, sangat perlu sebuah sikap toleransi dan saling menghormati sebuah perbedaan.

"Tidak ada manusia yang sempurna, manusia itu tempatnya salah. Kesempurnaan itu hanya milik Tuhan," tegas wali kota berkerudung ini.

Dalam upacara yang berlangsung di Taman Surya, Wali Kota Risma membacakan sambutan Presiden Joko Widodo dalam rangka upacara peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2018.

Dalam sambutan tersebut, Presiden Joko Widodo yang diwakili oleh Wali Kota Risma mengingatkan kemerdekaan Indonesia akan memasuki tahun ke-73.

"Selama 73 tahun, Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. Selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhineka Tunggal Ika," terangnya.

Presiden Jokowi, melalui sambutan yang dibacakan Wali Kota Risma juga mengingatkan sejarah Pancasila dihasilkan dari para pejuang bangsa.

"Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945, dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 2018," papar Wali Kota Risma.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang bertempat di Taman Surya ini dihadiri oleh para pejabat di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya, Forpimda Surabaya, Karang Taruna, Tagana serta jajaran Polri, dan TNI. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat kunjungan rombongan dari pemuda-pemudi Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat.

Kunjungan kali ini merupakan bentuk rasa empati dari pemuda-pemudi Papua, atas musibah yang telah menimpa tiga gereja di Surabaya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara langsung menerima kunjungan rombongan pemuda-pemudi dari Papua tersebut.

Rasa empati dan bantuan yang diberikan oleh pemuda-pemudi dari Papua merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat Papua terhadap Kota Surabaya.

Secara langsung Wali Kota Risma mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian masyarakat Papua terhadap musibah yang telah menimpa Kota Surabaya beberapa hari yang lalu.

"Kami terima kasih atas bantuannya. Bantuan ini saya terima, namun saya kepingin itu (bantuan) kembali ke saudara-saudara kita di sana (Papua) yang lebih membutuhkan," kata Wali Kota Risma, saat menerima kunjungan dari pemuda-pemudi Papua, di Balai Kota, Jum'at (01/06/18).

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengimbau kepada pemuda-pemudi Papua, agar dana yang sudah terkumpul tersebut bisa untuk disumbangkan kepada saudara-saudara di Papua yang lebih membutuhkan.

"Dana tersebut bisa juga untuk membantu pembangunan gereja di Papua. Karena saya kepingin saudara-saudara saya di sana (Papua) lebih bahagia," pesannya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Risma juga menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya sudah membackup penuh terkait perbaikan pada tiga gereja tersebut.

Saat ini, lanjutnya, Pemkot Surabaya sedang mencari konsep terbaik. Karena menurutnya, bukan hanya sekedar memperbaiki gereja ataupun tempat ibadah tapi bagaimana langkah sustainable-nya.

"Supaya hal-hal yang terjadi kemarin tidak terulang kembali," terangnya. Dalam pertemuan ini, Wali Kota Risma juga berpesan kepada pemuda-pemudi Papua, bahwa dia siap membantu apabila orang Papua ditimpa masalah.

Terutama bagi pemuda Papua yang merantau untuk menuntut ilmu di Kota Surabaya. Wali Kota Risma menyatakan siap memberi bantuan dan semangat agar mereka terus maju sehingga kelak kembali membangun Papua.

"Saya siap membantu kalian, saya akan bantu masalah-masalah kalian," ujar wali kota yang juga sangat peduli kepada anak-anak Papua ini.

Namun, Wali Kota Risma mensyaratkan agar tidak ada lagi sikap membeda-bedakan sesama saudara. Ia menegaskan antar orang Papua sendiri tidak lagi membedakan antara orang gunung dan orang pantai.

"Tidak ada yang berbeda pada diri kita. Baik orang gunung atau orang pantai, semuanya sama orang Papua, dan kita semua bersaudara," tuturnya.

Sementara itu, Ketua pemuda-pemudi tim peduli kemanusiaan untuk masyarakat Surabaya, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, Spenyernaa mengatakan bahwa pihaknya mewakili pemuda-pemudi Papua mengucapkan rasa belasungkawa dan empati atas musibah yang menimpa tiga gereja di Surabaya.

Maka dari itu, pihaknya bersama rombongan datang langsung menemui Wali Kota Risma untuk memberikan donasi bantuan dan ucapan belasungkawa. "Ini merupakan inisiatif kami dari pemuda-pemudi di Sorong Selatan, Papua," kata dia.

Sebelumnya, pihaknya telah menggalang dana dalam aksi solidaritas peduli kemanusiaan untuk masyarakat Surabaya di Sorong Selatan, Papua Barat.

Dana yang sudah terkumpul sebanyak Rp20.500 juta tersebut, rencananya akan didonasikan untuk membantu perbaikan tiga Gereja di Surabaya. Namun, Wali Kota Risma mengimbau agar dana yang sudah terkumpul tersebut, bisa untuk membantu saudara-saudara di Papua yang lebih membutuhkan.

"Setelah dari pembicaraan dengan Bu Risma tadi, dana ini rencana akan kami salurkan untuk saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan di Papua," pungkasnya. and.dan

 

Page 4 of 250