Surabaya (beritakota.net) Untuk meningkatkan mental yang baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini memberikan pembekalan mental guna meningkatkan iman, takwa, dan memberikan pemahaman serta mendorong kualitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya.

Acara yang digelar di Graha Sawunggaling Kamis (21/12/2017) oleh Dinas Sosial kota Surabaya ini dihadiri oleh ratusan pegawai ASN di lingkungan Pemkot Surabaya.

Turut hadir,  Kepala Dinas Sosial kota Surabaya, Supomo dan Ali Aziz selaku tokoh agama. Acara dibuka secara khidmat dengan mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh qoriah Maria Ulfa.

Wali Kota Risma dalam sambutannya menyebutkan bahwa hakikatnya tugas ASN adalah sebagai pelayan. Seperti pada saat melakukan sumpah jabatan, ASN bertugas sebagai pelayan masyarakat. Lebih lanjut Risma menambahkan segala pekerjaan harus dilakukan dengan tulus dan ikhlas agar ridho Allah selalu menyertai.

''Kita terus berbuat banyak sampai benar-benar dapat ridho dari Allah. Tulus ikhlas memberi sesuatu pada orang lain. Tidak perlu dengan uang yang banyak dan ingin dilihat orang. Kalau tulus itu sudah luar biasa. Bukan hanya untuk jabatan dan uang saja,'' kata Risma.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini mengatakan, setiap orang tidak akan pernah merasa cukup karena banyak sekali kebutuhan dan gaya hidup yang semakin kencang setiap harinya.

"Oleh karenanya, saya meminta kepada para ASN agar bersyukur atas apa yang sudah diterima," kata Risma di sela-sela sambutannya.

Selain itu, wali kota juga meminta kepada ASN untuk lebih loyal baik ketika melayani masyarakat,  khususnya dalam hal perizinan maupun dalam hal jam bekerja.

Hal ini harus dilakukan, karena selain gaji yang diterima, para ASN juga mendapat tambahan intensif tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) serta tunjangan yang lain.

"Jadi jangan seenaknya minta TPP tapi nggak mau lembur. Jangan memikirkan diri sendiri dan hanya menuntut hak, hak dan hak," ujar wali kota.

Risma kembali mengingatkan kepada para ASN akan janji dan sumpah yang sudah dilontarkan ketika dilantik, yakni menjadi abdi bagi masyarakat.

"Kalian itu sudah disumpah dihadapan Tuhan untuk menjadi abdi masyarakat. Sumpah itu bukan buat saya tetapi untuk Tuhan dan masyarakat. Nanti, sumpah yang sebenarnya akan kalian pertanggungjawabkan di akhirat," pungkas Wali Kota kelahiran Kediri ini.

Sementara itu Ali Aziz mengawali tausiyahnya dengan membacakan sholawat dan sepotong ayat dari QS. Al-Azab 56 bersama-sama dengan para hadirin sekalian.

Tokoh agama yang merupakan akademisi di UIN Sunan Ampel ini menyampaikan apabila kita bersholawat kepada Nabi maka kita juga bersholawat bersama Allah dan para malaikat.

Lebih lanjut dalam  tausiyahnya, Ali Aziz menyampaikan jika tugas pokok sebagai ASN selain sebagai pelayan masyarakat juga harus menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat.

''Jangan menyuruh orang sebelum memberi contoh terlebih dahulu,'' ujar Aziz. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya akhirnya memutuskan untuk tidak menerima gugatan yang dilayangkan oleh pihak Pasar Tanjungsari kepada Pemerintah Kota Surabaya, Selasa (19/12/2017).

Hakim ketua I Nyoman Harnanta beserta hakim anggota Merna Cinthia dan Lusinda Panjaitan membacakan satu persatu tiga berkas gugatan bernomor 64/G/2017/PTUN.SBY, 68/G/2017/PTUN.SBY, dan 70/G/2017/PTUN.SBY. Ketiga berkas perkara itu diputuskan tidak diterima.

Selain itu, majelis hakim juga menegaskan menerima eksepsi Pemkot Surabaya atau tergugat dan menerima eksepsi perkumpulan pedagang sayur dan buah Pasar Induk Osowilangun Surabaya (P2SB-PIOS) selaku tergugat intervensi. Makanya, majelis hakim juga menolak penundaan pelaksanaan sanksi yang memasuki tahapan akhir penutupan pasar.

 "Gugatan penggugat tidak dapat diterima," kata I Nyoman sembari mengetukkan palunya tiga kali.

Pasca putusan ini, Pemkot Surabaya khususnya Dinas Perdagangan diminta tegas dalam memberikan sanksi kepada tiga Pasar Tanjungsari. Jika sebelumnya sudah disanksi pembekuan IUP2R (izin usaha pengelolaan pasar rakyat), maka kali ini didesak untuk mencabut IUP2R atau penutupan pasar rakyat melalui penyegelan.

"Kami mendesak kepada Dinas Perdagangan untuk melanjutkan sanksi pencabutan (ijin) dan penyegelan sesuai dengan perwali 53 pasal 2 tahun 2015," tegas kuasa hukum P2SB-PIOS, Mulyadi ditemui wartawan seusai sidang.

Menurut Mulyadi, sudah seharusnya Dinas Perdagangan melanjutkan sanksi bagi Pasar Tanjungsari, karena permohonan skorsing atau penundaan sanksi yang diajukan oleh penggugat sudah tidak diterima oleh majelis hakim.

"Jadi, tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda sanksinya, segera keluarkan bantib untuk penutupan. Yang perlu diketahui pula adalah semua aktivitas pedagang di Pasar Tanjungsari melawan hukum karena menjual buah secara grosir dan itu melanggar," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Perdagangan Kota Surabaya yang ikut dalam persidangan enggan diwawancarai dan menolak memberikan statement apapun.

"Tolong jangan dikutip, langsung ke atasan saya," kata pria yang berseragam dinas ini usai memberi keterangan panjang lebar pada wartawan. Dia juga menolak menyebutkan identitasnya. and


Surabaya (beritakota.net) Geliat Jalan Tunjungan pada Selasa (19/12/2017), terlihat ramai dengan pemberiaan penghargaan pelaku UKM yang tergabung dalam program Pemerintah Kota Surabaya, Pahlawan Ekonomi. Dalam Awarding Pahlawan Ekonomi ini, ada tiga kategori pemenang, yaitu Creative Industry, Home Industry dan Culinary Business.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika membuka acara ini mengatakan, melalui program PE (Pahlawan Ekonomi) ini, para pelaku usaha bisa meningkatkan kualitas mutu produk dan harga.

"Sama capeknya dalam membuat produk UKM. Namun karena dilatih oleh PE, rasanya jadi enak, bersih dan sehat, membuat harga bisa lebih tinggi sampai Rp25.000. Dengan begitu, saya berharap, produk warga Surabaya ini bisa masuk ke kelas ekonomi atas," kata Tri Rismaharini di depan warga Surabaya.

Semua produk, kata Wali Kota, bisa masuk ke dalam program Pahlawan Ekonomi. Sehingga warga Surabaya bisa bergabung di program ini tanpa harus bingung memikirkan bentuk usahanya. Bahkan bila usaha ini berkembang besar menjadi perusahaan, hal itu bisa diwariskan kepada anak cucunya.

"Bila jabatan, tidak dapat diwariskan. Jadi lebih baik kita buat usaha sendiri yang bisa diwariskan kepada anak kita. Saya ingin warga Surabaya mau seperti ini dan menjadi tuan dan nyonya di kota sendiri," ujarnya.

Dalam sambutannya ini, Wali Kota Risma mengajak salah satu pelaku UKM binaan Pemkot Surabaya yang biasa di panggil Bu Jai. ''Saya ikut PE sejak tahun 2010. Alhamdulillah sudah pernah naik haji dengan cucu. Dengan pendapatan di PE ini, di umur yang sekarang saya masih bisa berkarya tanpa perlu meminta anak dan cucu,'' kata ibu yang kini umurnya sudah70 tahun saat ditanya oleh Wali Kota Surabaya.

Wali Kota juga berpesan agar warga Surabaya tidak boleh malas dan terus bekerja keras agar bisa lebih maju.

Dalam Awarding ini, pemenang sudah diumumkan dan dipilih Juara 1 sampai Juara 3 dalam tiga kategori. Tiga Kategori itu, Creative Industry, Home Industry, Culinary Business. Para pemenangnya yaitu, ULS Collection, ESM Collection dan Bintang Collection untuk pemenang Pahlawan Ekonomi Kategori Creative Industry.

Sedangkan untuk pemenang Kategori Culinary Bussiness, yaitu Omah Duren, Juice Niar dan Kikil Rizky. Dalam Kategori Home Industry, pemenangnya yaitu, Cita Rasa Alami, Sari dan Bunda.

"Sangat senang, bangga dan puas rasanya," kata Trisnawati pemilik UKM Omah Duren dengan produk olahannya Udur - Udur. Trisnawati memenangkan Juara 1 Kategori Culinary Bussiness.

Menurutnya kesusahan dalam usaha ini adalah dari segi harga produk yang tinggi. Trisnawati mengatakan, karena harga produknya yang tinggi dan berkelas ini, dirinya takut tidak laris. Namun karena semangat terus, konsumen juga akhirnya tahu bahwa harga duren juga tinggi.

"Akhirnya produk kita laris. Saya memasarkan produk ini dengan promosi lewat online, whatsapp, tester sehingga tahu rasanya. Jadi ketika orang tahu rasanya, yang suka duren pasti beli. Kita harus berani promo dengan tester ini," katanya. Saat ini produknya tidak hanya dijual di Surabaya saja, namun juga sampai di Jakarta.

Sama halnya dengan Trisnawati, pemilik UKM Cita Rasa Alami Yuli Ningsih juga menyampaikan kegembiraannya memenangkan lomba di Pahlawan Ekoonomi ini. Dia memenangkan Juara 1 Kategori Home Industry.

Dengan produk jajanan kering, seperti Egg Roll, Brownies Kering, Keripik Usus, Dan Kacang Sengon dia mampu mendapatkan peningkatan pendapatan hingga 50 juta/bulan.

"Awalnya coba - coba dan saya hanya bisa buat kue kering, saat ini produknya sudah sampai di Manado, Jakarta dan sampai di Singapura," kata Yuli.

Keramaian di sepanjang Jalan Tunjungan ini tidak hanya sekedar Awarding kepada para UKM Surabaya yang tergabung dalam Pahlawan ekonomi saja, namun juga ada penjualan produknya selama seharian.

Ada sekitar 250 UKM PE yang berjualan di sepanjang Jalan Tunjungan ini dengan aneka macam produk. Mulai dari olahan makanan hingga pakaian ada disini. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membangun masjid As-Sakinah menjadi lebih besar dan megah kembali mendapat dukungan dan respon positif. Kali ini dukungan mengalir dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya dan Pemuda Muhammdiyah Surabaya.

Sebelumnya dukungan pembangunan masjid As-Sakinah datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya.

Ketua GP Anshor Cabang Surabaya Faridz Afif mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan sikap Pemkot Surabaya terkait pembangunan masjid As-Sakinah yang akan membangun kembali masjid dengan ukuran lebih besar dan megah.

Diharapkan dengan adanya perluasan masjid yang terletak di komplek Balai Pemuda itu, jumlah jamaah akan semakin bertambah banyak dan mampu menjadikan masjid sebagi pusat pendidikan serta kajian ilmu dalam mendidik umat berakhlaqul karimah.

“Kami secara tegas menyampaikan pernyataan bahwa GP Ansor bersama dengan Banser mendukung dan mengawal penuh pembangunan masjid As-Sakinah sampai tuntas,” kata Faridz Afif dalam jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya Jum’at, (15/12/2017).

Terkait bentuk pengawalan pembangunan masjid As-Sakinah yang akan dilakukan GP Ansor dan Muhammadiyah, Gus Afif – sapaan akrabnya akan menerjunkan beberapa pemuda untuk mengawal pembangunan masjid dan secepat mungkin melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Minimal kami menurunkan 50 orang untuk mengawal,” imbuhnya.

Sedangkan Novi Amirul Fatah selaku Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Surabaya menyampaikan beberapa sikap dari Pemuda Muhammadiyah terkait dukungan pembangunan masjid As-Sakinah.

Beberapa poin tersebut, jelas Novi, diantaranya, pembangunan masjid di lingkungan tersebut hendaknya menjadi ruang bagi publik. Kedua, masjid dibangun kembali lebih luas dan megah agar menampung jamaah lebih banyak. Serta ada tempat dan fasilitas pengganti sholat yang memenuhi syarat.

“Kami Pemuda Muhammaditah siap mengawal dan barangsiapa ada yang mengganggu proses pembangunan masjid akan berhadapan dengan kami,” tegas Novi. 

Setelah mendapat dukungan dari para alim ulama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Tata Ruang Kota Surabaya, Ery Cahyadi menyampaikan, pemkot bersama alim ulama segera melakukan pembongkaran masjid dalam waktu dekat.

“Setelah kami duduk bersama, Insya Allah hari Rabu, (20/12/2017) akan dilakukan pembongkaran,” ungkap Ery.

Pembongkaran, lanjut Ery, segera dilakukan berdasarkan arahan dari para sesepuh dan kyai yang meminta agar masjid segera dirobohkan dan dibangun masjid yang lebih besar dan megah.

Setelah mendapat dukungan dan respons positif dari para alim ulama, Ery berharap dengan dibangunnya kembali masjid As-Sakinah dapat berguna dan bermanfaat sebagai sarana ibadah yang lebih khusyu dan representatif. “Pembangunan masjid ini utamanya untuk membangun umat Islam yang berakhlaqul karimah,” pungkasnya. and

 

 

Surabaya (beritakota.net) ''Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau mengenang dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya''. Kalimat yang pernah diucapkan Mantan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno itu layak disematkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebagai wujud tindakan nyata untuk melestarikan, menjaga dan menghargai jasa pahlawannya dengan cara meresmikan museum Dr. Soetomo pada Rabu, (29/11/2017).

Di hari sebelumnya, Wali Kota Surabaya telah meresmikan museum HOS Cokroaminoto. Peresmian museum yang terletak di Gedung Nasional jalan Bubutan No. 87 tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Widodo Suryantoro dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wiwiek Widayati.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sebagian besar anak-anak Surabaya belum mengetahui makna atau arti sesungguhnya alasan Surabaya disebut sebagai kota pahlawan.

Oleh karena itu, Wali Kota ingin mengembalikan memori anak-anak salah satu caranya meresmikan museum yang didalamnya berisi bukti atau replikasi barang-barang bersejarah.

''Jadilah anak bangsa yang berkarakter dan jangan sampai anak-anak kehilangan roh mantan pejuang,'' kata Wali Kota dalam sambutannya.

Wali kota yang telah menerima banyak penghargaan internasional ini juga menaruh harapan kepada anak anak agar mampu belajar dan mengeluarkan ide-ide kebangsaan untuk membangun bangsa yang lebih baik.

''Kedepan, ide kebangsaan harus terus didorong, agar anak bangsa tidak mudah rapuh dan dipecah belah karena dihasut isu-isu rasis,'' jelas wali kota kelahiran Kediri itu.

Disampaikan Risma, peresmian museum ini bukan final. Artinya, jika ada data atau arsip berupa foto, tulisan atau barang-barang bersejarah maka pemkot akan melakukan pembaharuan.

''Ini akan bergerak terus, jika ada koleksi serta informasi yang baru akan kita beritahukan kepada masyarakat,'' imbuhnya.  Agar kawasan tersebut bisa mendatangkan rejeki, Risma meminta kepada warga sekitar untuk menjaga dan meramaikan museum ini salah satunya berjualan kaos dan souvenir di area museum. Sehingga ke depan, sambung wali kota, Surabaya dapat menjadi kota budaya.

''Ini aset namun tetap mengikuti aturannya, tidak boleh seenaknya sendiri saat berjualan,'' tegasnya.

Usai melakukan penandatanganan prasasti dan pemotongan tali di museum berlantai 2 itu, Wali Kota berjalan-jalan memantau kondisi museum. Saat berada di lantai 2, wali kota menerangkan barang-barang peninggalan yang ada di dalam museum pendiri Budi Utomo tersebut.

''Barang-barang ini asli semua, kalau yang ini berasal dari rumah sakit simpang,'' ujar Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Sementara itu, Kasi Akuisisi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Emadarta menambahkan, selain menghadirkan barang-barang peninggalan Dr. Soetomo, Pemkot Surabaya juga menyediakan galeri foto di pendopo yang dilengkapi kode barcode pada setiap pigura dengan tujuan memudahkan pengunjung mengakses arsip foto dan artikel sejarah Dr.Soetomo.

''Setelah melakukan barcode, pengunjung langsung tersambung ke website www.dispusip.surabaya.go.id, yang mana di dalamnya tersedia berbagai macam  informasi terkait foto dan artikel museum Dr. Soetomo, HOS Cokroaminoto dan WR. Soepratman,'' pungkasnya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Memperingati Hari Ulang Tahun ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, diimbau untuk semakin profesional dan bisa bekerja lebih efektif. Diantaranya dengan terus memunculkan inovasi dalam pelayanan publik.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini seusai upacara peringatan HUT Korps Pegawai Negeri (Korpri) ke-46 tahun di halaman Taman Surya, Rabu (29/11/2017). Hadir dalam upacara HUT Korpri tersebut, pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Tantangannya kini semakin berat, karena itu kita harus bisa lebih profesional dan bisa (bekerja) lebih efektif. Juga tidak boleh mementingkan kepentingan pribadi, kelompok maupun organisasi seperti yang disampikan oleh pak presiden," terang wali kota.

Dalam konteks Surabaya, wali kota mengimbau pegawai negeri di lingkungan Pemkot Surabaya untuk terus bekerja keras. Meskipun, ada banyak pihak yang telah memberikan apresiasi atas prestasi Pemkot Surabaya. Namun, jelas wali kota, meraih penghargaan bukanlah tujuan akhir.

"Tujuan akhir bukanlah penghargaaan. Tujuannya agar warga sejahtera. Sepanjang warga belum sejahtera, kita harus terus bekerja keras," sambung wali kota.

Sebelumnya, di tengah sesi upacara, Wali Kota Tri Rismaharini yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Presiden RI, Joko Widodo. Ada beberapa poin penting dalam sambutan tertulis presiden tersebut.

Diantaranya harapan HUT Korpri menjadi momentum untuk menjaga solidaritas, soliditas dan menjadi perekat kebhinekaan. Selain itu, aparatur sipil negara juga harus terus berinovasi untuk menciptakan pelayanan publik yang optimal.

Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga memberikan bantuan pendidikan Korpri dan juga bantuan sosial untuk korban kebakaran untuk Sukardi, staf Puskemas Jagir Dinas Kesehatan. Wali kota juga menyerahkan santunan kematian anggota keluarga (suami) dari Semiati, staf kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal.

Seusai upacara, wali kota bersama OPD (organisasi perangkat daerah) menuju ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa untuk berziarah ke makam pahlawan.

Seusai melakukan upacara penghormatan dan mengheningkan cipta, wali kota bersama Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan dan kepala OPD, menabur bunga di atas makam pahlawan.

Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan yang juga Ketua Korpri Surabaya menyampaikan, ulang tahun Korpri yang ke-46 tahun ini menjadi momentum tepat untuk lebih meningkatkan kinerja.

"Harapannya di ulang tahun Korpri yang ke-46 tahun ini, Korpri akan semakin baik dengan mengutamakan solidaritas dan soliditas. Selama ini sudah baik, tapi akan terus kami tingkatkan, terutama kualitas SDM," ujar Sekkota Surabaya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Surabaya memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata pahlawan. Selaras dengan predikat sebagai kota pahlawan, di Surabaya ada banyak peninggalan bernilai sejarah yang menjadi rekam jejak para pahlawan pendiri bangsa.

Salah satunya rumah di Jalan Peneleh Gang VII nomor 29 yang dulunya merupakan kediaman guru bangsa, Raden Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto.

Senin (27/11) siang, rumah bersejarah tersebut diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebagai museum HOS Tjoktoaminoto. Hadir dalam peresmian tersebut, cucu HOS Tojkroaminoto, Harjono Sigit dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Wiwiek Widayati.

Dalam sambutannya, wali kota menyampaikan bahwa museum HOS Tjokroaminoto tersebut belum sempurna. Karenanya, pemkot akan terus berupaya untuk menyempurnakannya dengan melengkapi isi museum tersebut.

"Ini memang belum sempurna. Ke depan akan terus kami sempurnakan sehingga jadi aset wisata pahlawan di Surabaya," jelas wali kota.

Wali kota juga meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kota Surabaya untuk membuat museum ini menjadi mudah dimengerti anak-anak. Semisal dibuatkan media interaksi yang membuat anak-anak senang dan lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan.

"Nanti akan ada media interaksi sehingga anak-anak senang. Semisal tentang siapa saja tokoh yang dulunya belajar di rumah ini," sambung wali kota.

Wali kota yang telah menerima banyak penghargaan internasional ini mengatakan, kawasan di Peneleh tersebut sarat sejarah. Selain museum HOS Tojkroaminoto, tidak jauh dari sana juga terdapat rumah kelahiran presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno. Dalam waktu dekat, Surabaya juga akan memiliki museum Dr Soetomo dan museum WR Soepratman.

"Ini bisa jadi kekuatan yang besar. Ini luar biasa asetnya. Bahkan, kelak bisa menjadi rezeki untuk warga," sambung mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.

Agar kawasan tersebut bisa mengalirkan rezeki untuk warganya, wali kota meminta warga di kawasan tersebut bisa memanfaatkan kawasan wisata pahlawan tersebut. Salah satu bentuknya dengan mengembangkan usaha mandiri. Warga juga berharap warga tidak mengubah bentuk rumah demi menjaga nuansa sejarahnya.

"Saya harap warga di sini bisa memanfaatkan dengan menjual souvenir semisal kaos atau gantungan kunci sesuai dengan temanya. Pak RW, tolong ya (supaya masyarakat bisa menangkap peluang)," sambung wali kota.

Sementara cucu HOS Tjokroaminoto, Harjono Sigit mengaku senang dan bangga karena rumah kakeknya dapat dimanfaatkan orang banyak. "Saya senang tentu saja dan bangga semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata Harjono.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Wiwiek Widayati menambahkan, koleksi yang ada di museum HOS Tojkroaminoto, selain berasal dari badan arsip nasional, juga dari bantuan keluarga. Beberapa koleksi tersebut diantaranya buku, mebel, baju, tempat tidur. "Ini sifatnya dinamis. Seperti kata bu wali, kami akan terus menyempurnakannya," ujar Wiwiek. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Pemerintah Kota Liverpool akan melakukan pengembangan kerja sama dalam lima bidang. Rencananya, penandatanganan nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama antara kedua kota, akan dilakukan tahun 2018.

Pembahasan pengembangan kerja sama dalam lima bidang antara kedua kota tersebut mengemuka saat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima kunjungan delegasi Pemerintah Kota Liverpool yang dipimpin Wakil Wali Kota, Gary Millar di ruang kerja wali kota di Balai Kota Surabaya, Senin (27/11/2017).

Dalam pertemuan tersebut, ikut hadir Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan, Asisten II Sekkota M.Taswin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji, Kepala Dinas Perdagangan, Arini Pakistyaningsih, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Widodo Suryantoro dan Kepala Dinas Perhubungan, Irfan Wahyudrajat.

Seusai pertemuan, Gary Millar menyampaikan bahwa ada lima poin kerjasama yang nantinya menjadi dikerjakan bersama antara kedua kota. Lima bidang tersebut yakni industri kreatif, olahraga, art (film dan musik), perdagangan dan pendidikan.

"Jadi kami akan berkonsentrasi untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi kreatif, olahraga, art, perdagangan dan pendidikan. Ada lima poin utama yang masuk dalam letter of intent MoU kerja sama Surabaya dan Liverpool," ujar Gary Millar di Balai Kota Surabaya, Senin (27/11).

Disampaikan Millar, meskipun Surabaya selama ini telah menjalin kerja sama sister city dengan beberapa kota, termasuk kota-kota di Inggris, tetapi Liverpool sangatlah berbeda. "Liverpool adalah kota dengan sejarah yang bagus, orang yang ramah, industri yang bagus, dan universitas yang hebat. Dan kita akan bekerja sama dengan pemerintah kota Surabaya untuk mengembangkan hal tersebut. Terima kasih telah menjamu kami dengan sangat baik," jelas Millar.

Sebagai contoh, Gary Millar mengatakan Liverpool siap membagikan pengalaman dalam mengelola industri kreatif yaitu musik. Pemerintah Liverpool memiliki wadah bagi para pemuda untuk mengembangkan bakat di bidang musik dan seni.

"Kami punya banyak musisi jalanan, yang kemudian menjadi musisi besar. Itu sebab kami punya iklim industri musik yang bagus," ujarnya

Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini mengapresiasi positif kunjungan tersebut. Menurutnya, antara Surabaya dan Liverpool memiliki kesamaan.

"Dia (Kota Liverpool) kan semangatnya sama dengan Surabaya. Di sana seimbang antara pendidikan, seni, musik dan olahraganya bagus. Itu yang ingin saya kembangkan di Surabaya. Kalau itu bisa terpenuhi, seluruh komponen masyarakat yang tertarik di bidang apapun akan bisa berkembang," ujar walikota yang baru berulang tahun ini.

Terkait realisasi kerja sama di bidang olahraga dan art/musik, untuk program jangka pendek, wali kota menyebut tengah melakukan seleksi untuk anak-anak, U (under) 11 untuk bisa melakukan trial (latihan) sepak bola di Liverpool. Termasuk juga untuk seniman/pemusik di Surabaya.

"Saya berharap mereka punya visi bukan hanya bisa bermain musik, tetapi juga mengerti tentang manajemen, bagaimana kerja sama dengan pihak-pihak tertentu. Bagaimana me-manage dirinya," harap wali kota. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri acara penanaman batang pohon yang diselenggarakan oleh PT. PLN Persero. Mengusung tema pelestarian alam melalui aksi tanam batang pohon, wali kota dan pimpinan PLN melakukan aksi penanaman 5.250 batang pohon di Kebun Bibit Wonorejo Surabaya, Senin, (27/11/2017).

General Manajer PT. PLN Persero Distribusi Jawa Timur Dwi Kusmanto mengatakan, gerakan pelestarian alam yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian dari peringatan hari listrik nasional sekaligus merayakan ulang tahun PLN yang ke-72 tahun.

Disampaikan Dwi Kusmanto, melalui program misi operasional berwawasan lingkungan ini, PLN ingin mengajak masyarakat surabaya untuk peduli terhadap lingkungan. "Kegiatan ini merupakan implementasi dari visi pelaksanaan bina lingkungan untuk mewujudkan keharmonisan hubungan PLN dengan alam khususnya masyarakat surabaya," kata Dwi sela-sela sambutannya.

Dwi - panggilan Dwi Kusmanto menuturkan, jumlah batang pohon yang sudah dilakukan oleh PLN sepanjang tahun 2017 di Jawa Timur sebanyak 72.000 batang pohon salah satunya pohon cemara dan pagoda. "Angka 72 mencerminkan usia dari PLN yang kemarin baru saja merayakan ulang tahun," terang Dwi.

Dengan adanya program ini, Dwi berharap PLN mampu melanjutkan kegiatan lingkungan ini, utamanya mendukung acara green and clean yang telah dijalankan oleh Pemkot Surabaya. "Kita sangat mendukung terciptanya lingkungan yang ijo royo-royo, asri dan apik dan itu harus menjadi bagian dari PLN," tegasnya.

Mintarjo selaku Ketua Pensiunan PT. PLN Surabaya menambahkan, program pelestarian alam ibarat setetes embun di musim kemarau yang akan memberi kesejukan bagi warga Surabaya dan anak cucu di masa mendatang. "Semoga gerakan lingkungan ini mampu diresapi seluruh masyarakat surabaya," ungkap Mintarjo.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan bahwa Kota Surabaya tidak banyak memiliki kekayaan alam, oleh karena itu dirinya berusaha keras untuk mengenalkan Surabaya keluar negeri melalui program lingkungan green and clean. "Tujuan promosi ini bukan untuk mencari prestasi namun utamanya adalah mensejahterakan warga surabaya," tutur wali kota di sela-sela acara.

Berkat program Green and Clean, lanjut wali kota, warga yang ada di luar surabaya khususnya wisatawan asing telah mengetahui bagaimana situasi lingkungan di Kota Pahlawan dan sudah cukup banyak wisatawan lokal dan asing yang masuk ke surabaya.

Melihat banyaknya wisatawan yang masuk ke surabaya, kata dia, pemkot menaikkan indeks pembangunan (IP) seperti hotel dan apartemen sebanyak 200% dan itu tertinggi di Indonesia jika dibandingkan Jakarta, Bandung dan Semarang. "Kalau IP dinaikkan maka akan ada pemasukan bagi pekerja hotel, apartemen dan lainnya," terang wali kota sarat akan prestasi itu.

Di akhir sambutan, wali kota mengucapkan terima kasih kepada PT. PLN karena turut membangun Kota Surabaya dari sisi lingkungan. "Nantinya, program ini tidak saja dinikmati untuk kita, tetapi juga anak-anak dan cucu kita," pungkasnya. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Setelah sukses mengikuti pameran yang digelar oleh asosiasi perusahaan jasaboga Indonesia (APJI) di Garden Palace Hotel Surabaya, Selasa (24/10/2017). Kali ini, Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia turut meramaikan Car Free Day di Jalan Darmo Surabaya, Minggu (26/11/2017) pagi.

Mereka membuka stand di halaman pusat penjualan sepeda angin dengan memajang buah dan sayuran segar seperti semangka biasa, semangka inul, pepaya, nanas, jeruk, buah naga, wortel, kentang, cabai, ketimun, cabai besar dan cabai kecil, bawang merah, bawang putih, jagung dan manisa. Produk yang masih segar itu langsung diserbu warga karena penasaran dengan Paskomnas.

Selain memajang buah dan sayuran segar, mereka juga menyiapkan tempat foto booth instagram serta hadiah voucher belanja sebesar Rp 25 ribu. Stand ini semakin ramai ketika para staf Paskomnas mengajak warga untuk menebak berat buah dan sayuran yang dipajang.

Bagi warga yang berhasil menebak berat buah dan sayuran itu, maka bisa langsung mengambilnya sebagai hadiahnya. Mereka juga diminta foto di booth instagram Paskomnas. Meski banyak yang berhasil, namun ada pula yang kurang beruntung.

Pada saat itu pula, semua staf Paskomnas memberikan pemahaman kepada warga penikmat CFD bahwa saat ini sudah tidak perlu lagi berbelanja buah dan sayur-sayuran ke pasar. Sebab, sudah ada aplikasi Paskomnas yang dapat memudahkan para ibu rumah tangga, pengusaha perhotelan, restoran dan para pengusaha catering untuk berbelanja.

"Cukup melalui handphone, anda bisa belanja buah dan sayuran segar untuk keperluan hotel, restoran dan catering," kata salah satu staf Paskomnas Rahayu Trisila kepada warga penikmat CFD.

Caranya, lanjut dia, tinggal buka play store lalu download aplikasi Paskomnas atau situs resminya www.paskomnas.com. Selanjutnya, tinggal mengikuti petunjuk dari aplikasi itu dan memilih apa saja yang perlu dibeli dari buah dan sayur-sayuran.

Pembayarannya pun sangat mudah, bisa langsung transfer atau dibayar ketika sudah diantarkan barangnya. Tentunya, dengan minimal pemesanan via online Rp 250 ribu.

"Paskomnas ini sudah banyak dimanfaatkan oleh ibu rumah tanggan yang super sibuk, para pengusaha restoran dan catering, karena terbukti mudah, murah dan barang-barangnya masih segar," imbuhnya.

Sementara itu, Sutarni, salah satu warga yang sedang menikmati CFD dan mampir ke stand Paskomnas sangat mengapresiasi terobosan tersebut, karena tidak perlu lagi berbelanja ke pasar, terlebih saat ini musim hujan yang kadang males ke pasar.

"Ini saya kira sangat bagus, apalagi sekarang males ke pasar musim hujan. Saya juga sibuk dengan pekerjaan, sehingga ini bisa menjadi solusi solutif untuk berbelanja buah dan sayuran," kata warga Jemur Gayungan ini sembari memamerkan buah semangka yang didapatkannya.

Bahkan, saat itu pula dia langsung men-download aplikasi Paskomas untuk berbelanja buah-buahan. Sebab, akan kedatangan tamu dari Jakarta. "Lumayan, ini kan juga dapat potongan Rp 25 ribu, dapat voucher barusan," imbuhnya sambil tersenyum. and

Page 4 of 234