Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725 hari ini, Kamis, (31/5/2018). Acara yang berkonsep resepsi itu dihadiri oleh seluruh jajaran Pemkot Surabaya dan semua Forkopimda Kota Surabaya serta para veteran dan tamu undangan. Resepsi itu dibuka dengan pembacaan sejarah singkat Kota Surabaya oleh Ketua DPRD Surabaya.

Sepanjang acara resepsi, musik gamelan khas Suroboyoan selalu mengiringi setiap acara hingga akhir. Bahkan, ada pula paduan suara pelajar Surabaya yang membawakan lagu-lagu daerah khas Surabaya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga memberikan 102 penghargaan kepada masyarakat dan para tokoh yang dinilai mendukung perkembangan Kota Surabaya.

Seusai pemberian penghargaan, giliran 275 penari cilik atau anak-anak menampilkan tari remo. Jumlah itu diambil dari Hari Jadi Kota Surabaya yang sudah memasuki usia ke 275.

Dengan alunan musik remo, tiba-tiba ratusan anak kecil itu datang dari sisi timur dan sisi barat Balai Kota Surabaya. Mereka langsung menyedot perhatian warga Surabaya yang menonton upacara dan tamu undangan yang hadir.

Kemeriahan tak berhenti sampai disitu, sebab acara berikutnya adalah penampilan opera "Surabaya Ceria". Saat itu, anak-anak berprestasi di Kota Surabaya tampil memakai baju sesuai keahlian atau bakatnya masing-masing.

Selain itu, yang nampak mencolok adalah penampilan anak-anak yang memakai baju sesuai agamanya masing-masing. Mereka terlihat akrab dan bergandeng tangan, sehingga keberagaman sangat terasa dalam resepsi yang dikemas dengan sederhana itu.

Di awal sambutannya, Wali Kota Risma langsung mengungkapnya rasa duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban musibah bom di Surabaya. Sebab, para korban itu tidak bisa menikmati dan memperingati Hari Jadi Kota Surabaya ke 725.

"Hari ini, kita merayakan Hari Jadi Kota Surabaya ke-725 tahun dengan hati yang terluka, karena sebagian saudara kita tidak dapat bersama memperingati dengan rasa syukur yang sepatutnya dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, sekali lagi disampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban," kata Wali Kota Risma.

Menurut Wali Kota Risma, para pelaku serangan bom itu telah mencoba mengoyak semua hasil kinerja kolektif membangun kota dan bahkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka benar-benar sengaja merusak rasa aman dan nyaman Surabaya sebagai salah satu kota teraman di dunia.

"Namun, kenyataan pahit ini harus kita hadapi dan bahkan harus menjadi cambuk untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan segenap insan di Kota Surabaya. Kini saatnya kita berdiri dan bergandengan tangan seraya berteriak, Kita Bersaudara!!!," tegasnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk lebih maju dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ia juga ingi membuktikan kepada dunia bahwa kebersamaan di Surabaya bisa mewujudkan cita-cita pendiri bangsa.

Sebab, Bangsa ini bukan bangsa yang lemah, yang menerima kemerdekaaan sebagai hadiah penjajah. Itu telah dibuktikan 725 tahun lalu dan 10 Nopember 1945, Surabaya telah berhasil mengusir Balatentara terkuat dunia.

"Inilah yang harus kita contoh, dengan satu tekad, gigih berjuang dan pantang menyerah tanpa mengenal perbedaan apapun, serta tidak pernah peduli akanketerbatasan atau halangan yang menghambat kemajuan," kata dia.

Wali Kota Risma juga mengaku sangat bersyukur atas soliditas warga kota dengan segenap pemangku kepentingan Surabaya yang sungguh luar biasa.

Makanya, dunia ekonomi dan bisnis di Kota Surabaya sudah bergerak dengan masif pasca musibah itu, demikian juga mobilitas dalam dan luar negeri serta implementasi dari investasi juga telah berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

"Saya pastikan kondisi Kota Surabaya saat ini sudah kembali pulih," tegasnya. Ia menambahkan, tantangan terbesar ke depan yang dihadapi dalam upaya membangun Surabaya yang hebat, yakni dibutuhkannya daya kreativitas tinggi yang ditunjang kerja keras pantang menyerah, serta mau belajar dari yang berbagai pengalaman untuk menggapai keberhasilan.

"Kita harus membudayakan disiplin dan toleransi. Dimulai dari diri sendiri, baik di rumah maupun sekolah serta di jalan raya. Jangan ada korban karena karena tak disiplin dan merasa benar sendiri," kata dia.

Saat ini, warga Kota Surabaya mengemban misi bersejarah "mengalahkan" musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan kebodohan dalam arti yang luas.

Sebab, apabila itu kalah, maka kita akan mengalami "penjajahan" kembali, yakni hanya menjadi "Penonton" atau "Pelayan" atau bahkan akan mengalami "devide et impera atau adu domba" di kota sendiri.

"Kita dan para Pahlawan, tentu ingin Anak-Anak menjadi Pemenang, bukan penonton. Untuk itu, izinkan saya berbicara Tidak ada yang tidak bisa, asal kita mau atau tidak," ujarnya.

Oleh karena itu, untuk mencegah adu domba dalam bentuk terorisme dan penyebaran paham radikal, Pemkot Surabaya meluncurkan aplikasi SIPANDU (Sistem Informasi Pantauan Penduduk) yang membutuhkan peran aktif dari semua lapisan masyarakat. Melalui aplikasi ini, maka diharapkan bisa mendeteksi dini hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Kota Surabaya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725, Pemkot Surabaya melakukan 3 penandatanganan kerjasama diantaranya, kerjasama daerah jaringan lintas perkotaan dengan 15 kabupaten/kota di Indonesia, kerjasama dengan lembaga pihak ketiga dalam rangka peningkatan SDM dan penyaluran pendidikan vokasi bagi penerima beasiswa berprestasi Pemkot Surabaya serta penandatanganan perjanjian hibah dari PT Telkom berupa sarana dan prasarana Broadband Learning Center (BLC) di lima lokasi Surabaya serta empat dump truck dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kerjasama dari 15 kabupaten/kota di Indonesia kepada Surabaya yang meliputi kabupaten Pakpak Bharat, Batang Hari, penukal abab lematang ilir (PALI), Bantul, Bogor, Sambas, Jayawijaya, Paser, Metro, Pemkot Bekasi, Surakarta, Madiun, Batu, Barjarmasin dan Samarinda. Mereka sudah belajar ilmu yang ada di Surabaya kemudian diterapkan di kotanya masing-masing.

"Ini rutin kami adakan dan ada banyak kerjasama yang dilakukan mulai masalah lingkungan, teknologi informasi, perekonomian, pendidikan dan masalah lain. Tergantung mana yang mereka inginkan dari Kota Surabaya" kata Wali Kota Risma usai acara penandatangan di lobby balai kota lantai II, Kamis, (31/5/2018).

Atas kerjasama yang dibangun antara 15 kota dengan Pemkot Surabaya, Wali Kota Risma mengaku senang kepada pemerintah kabupaten/kota yang ingin mengikuti jejak Surabaya dalam meningkatkan mutu pelayanan dan administrasi untuk masyarakatnya.

"Saya tidak ingin ilmu ini hanya berhenti di Surabaya tapi semua kota juga harus maju sehingga warganya menjadi sejahtera," tegas Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan.

Disampaikan Wali Kota Risma, kunci kesuksesan Kota Surabaya dapat dibangun secara cepat dan pesat dikarenakan semua sistem pelayanan dan keuangan menggunakan elektronik. Artinya, kata Dia, biaya anggaran yang dulunya digunakan untuk membeli kertas, kwitansi dan lain-lain dialihkan ke elektronik.

Menurut Wali Kota perempuan pertama di Surabaya, hal ini mengurangi beban anggaran yang kemudian digunakan untuk biaya lainnya seperti, biaya operasional sampah lebih murah karena sisa sampah diolah untuk tanaman, lalu pelayanan kesehatan yang semakin canggih, Human indeks development naik pesat menjadi 81,8 persen.

Unggul dari Jakarta dan Bali. Kemudian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat setiap tahunnya. "Untuk PAD tahun ini 5 triliun dan tahun depan 6 triliun. Setiap tahun naik 1 triliun," jelasnya.

Ini semua, lanjut Wali Kota Risma, tidak lepas dari peran serta seluruh unsur masyarakat Surabaya yang ikut membangun kota mulai pemerintah, aparat penegak hukum, perguruan tinggi, BUMN dan media serta semua masyarakat saling bergotong royong menjaga dan membangun Kota Pahlawan ini. "Kami semua kompak dan saling membantu. Itu kekuatan di Surabaya," pungkasnya.

Sementara itu, terkait pendidikan vokasi yang dijalin Pemkot Surabaya dengan Universitas Surabaya (UBAYA), Wali Kota kelahiran Kediri berharap agar anak-anak Surabaya berprestasi dapat mengembangkan dan mengasah bakat dan minat di bangku perkuliahan.

Dengan begitu, diharapkan setelah lulus kuliah anak-anak dapat langsung bekerja di PT. Bersatu Sukses Swadana, PT. Inti Sumber Hasil Sempurna dan PT. Pelindo Daya Sejahtera yang juga melakukan MoU hari ini. "Jadi mereka tidak perlu waktu lama untuk mencari pekerjaan," imbuh Wali Kota sarat akan prestasi itu.

Mendengar rekam jejak dan terobosan Kota Surabaya, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan, bahwa hal ini menjadi prioritas dan dapat diadopsi oleh semua kota agar masyarakat sejahtera dan berharap kualitas pelayanan juga menjadi baik.

Bahkan dirinya, berharap, kerjasama dapat ditingkatkan dan ditindaklanjuti sesuai kinerja perangkat daerah. "Anggap kami sebagai anak yang diajarkan ibunya tentang segala hal yang positif sehingga mampu mengimplementasikan kepada sesama," tuturnya.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengungkapkan bahwa Wali Kota Risma mau membagi ilmu. Berawal tahun 2016 Pemkot Banjarmasin belajar tentang lingkungan hidup dan pembinaan Satpol PP untuk menangani permasalahan tata kota.

Lebih lanjut, tahun 2017 belajar tentang pengurusan administrasi dan kependudukan warga dan sudah diterapkan sepenuhnya oleh Pemkot Banjarmasin.

"Kini mereka tidak perlu datang ke kantor, cukup diakses melalui gadget masing-masing sehingga semua keperluan yang diinginkan terlaksana dengan cepat," ungkapnya.

Di akhir acara, Wali Kota Risma dan seluruh pimpinan kabupaten/kota berfoto bersama lalu saling bertukar cinderamata berupa kerajinan tangan khas daerah-daerah masing-masing. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pancasila adalah falsafah untuk kita berprilaku dalam kehidupan, Pancasila bukan hanya sekedar untuk dihafalkan, namun juga harus diresapi makna dan artinya.

Ungkapan tersebut merupakan pesan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Hari Lahir Pancasila yang ke-73. Hari Lahir Pancasila yang jatuh tepat pada 1 Juni, merupakan momentum dimana bangsa Indonesia untuk kembali mengingat esensi dari dasar sebuah pemikiran ideologi Pancasila.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa di dalam Pancasila sudah diatur lengkap, baik hubungan dengan Tuhan maupun sesama manusia. Selain itu, kata dia, di dalam Pancasila sudah terkandung sebuah hubungan yang membuat masyarakat bisa maju dan sejahtera.

"Maka dari itu, kita jangan hanya sekedar menghafalkan (Pancasila), mari kita resapi yang namanya Pancasila," kata Wali Kota Risma, saat ditemui usai memimpin jalannya upacara Hari Lahir Pancasila ke-73, di Balai Kota, Jum'at, (01/06/18).

Di hari lahir Pancasila yang ke 73, Wali Kota Risma mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjadikan moment ini dapat menjadi momentum untuk semuanya bersama-sama saling menjaga persatuan dan saling bertoleransi, serta lebih mendalami nilai serta sejarah Pancasila.

"Ayo kita pahami apa yang ada di dalam itu (Pancasila). Coba kita masuki apa yang ada di dalam itu. Kalau itu terjadi, maka kita bisa menjadi makhluk yang mulia," ujar wali kota sarat akan prestasi ini.

Menurut Wali Kota Risma, Pancasila merupakan sebuah harmonisasi kehidupan. Artinya Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini ingin menegaskan bahwa manusia tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Maka dari itu, sangat perlu sebuah sikap toleransi dan saling menghormati sebuah perbedaan.

"Tidak ada manusia yang sempurna, manusia itu tempatnya salah. Kesempurnaan itu hanya milik Tuhan," tegas wali kota berkerudung ini.

Dalam upacara yang berlangsung di Taman Surya, Wali Kota Risma membacakan sambutan Presiden Joko Widodo dalam rangka upacara peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2018.

Dalam sambutan tersebut, Presiden Joko Widodo yang diwakili oleh Wali Kota Risma mengingatkan kemerdekaan Indonesia akan memasuki tahun ke-73.

"Selama 73 tahun, Pancasila sudah bertahan dan tumbuh di tengah deru ombak ideologi-ideologi lain yang berusaha menggesernya. Selama 73 tahun, Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhineka Tunggal Ika," terangnya.

Presiden Jokowi, melalui sambutan yang dibacakan Wali Kota Risma juga mengingatkan sejarah Pancasila dihasilkan dari para pejuang bangsa.

"Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945, dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 2018," papar Wali Kota Risma.

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang bertempat di Taman Surya ini dihadiri oleh para pejabat di jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya, Forpimda Surabaya, Karang Taruna, Tagana serta jajaran Polri, dan TNI. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat kunjungan rombongan dari pemuda-pemudi Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat.

Kunjungan kali ini merupakan bentuk rasa empati dari pemuda-pemudi Papua, atas musibah yang telah menimpa tiga gereja di Surabaya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini secara langsung menerima kunjungan rombongan pemuda-pemudi dari Papua tersebut.

Rasa empati dan bantuan yang diberikan oleh pemuda-pemudi dari Papua merupakan salah satu bentuk kepedulian masyarakat Papua terhadap Kota Surabaya.

Secara langsung Wali Kota Risma mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian masyarakat Papua terhadap musibah yang telah menimpa Kota Surabaya beberapa hari yang lalu.

"Kami terima kasih atas bantuannya. Bantuan ini saya terima, namun saya kepingin itu (bantuan) kembali ke saudara-saudara kita di sana (Papua) yang lebih membutuhkan," kata Wali Kota Risma, saat menerima kunjungan dari pemuda-pemudi Papua, di Balai Kota, Jum'at (01/06/18).

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini mengimbau kepada pemuda-pemudi Papua, agar dana yang sudah terkumpul tersebut bisa untuk disumbangkan kepada saudara-saudara di Papua yang lebih membutuhkan.

"Dana tersebut bisa juga untuk membantu pembangunan gereja di Papua. Karena saya kepingin saudara-saudara saya di sana (Papua) lebih bahagia," pesannya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Risma juga menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya sudah membackup penuh terkait perbaikan pada tiga gereja tersebut.

Saat ini, lanjutnya, Pemkot Surabaya sedang mencari konsep terbaik. Karena menurutnya, bukan hanya sekedar memperbaiki gereja ataupun tempat ibadah tapi bagaimana langkah sustainable-nya.

"Supaya hal-hal yang terjadi kemarin tidak terulang kembali," terangnya. Dalam pertemuan ini, Wali Kota Risma juga berpesan kepada pemuda-pemudi Papua, bahwa dia siap membantu apabila orang Papua ditimpa masalah.

Terutama bagi pemuda Papua yang merantau untuk menuntut ilmu di Kota Surabaya. Wali Kota Risma menyatakan siap memberi bantuan dan semangat agar mereka terus maju sehingga kelak kembali membangun Papua.

"Saya siap membantu kalian, saya akan bantu masalah-masalah kalian," ujar wali kota yang juga sangat peduli kepada anak-anak Papua ini.

Namun, Wali Kota Risma mensyaratkan agar tidak ada lagi sikap membeda-bedakan sesama saudara. Ia menegaskan antar orang Papua sendiri tidak lagi membedakan antara orang gunung dan orang pantai.

"Tidak ada yang berbeda pada diri kita. Baik orang gunung atau orang pantai, semuanya sama orang Papua, dan kita semua bersaudara," tuturnya.

Sementara itu, Ketua pemuda-pemudi tim peduli kemanusiaan untuk masyarakat Surabaya, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat, Spenyernaa mengatakan bahwa pihaknya mewakili pemuda-pemudi Papua mengucapkan rasa belasungkawa dan empati atas musibah yang menimpa tiga gereja di Surabaya.

Maka dari itu, pihaknya bersama rombongan datang langsung menemui Wali Kota Risma untuk memberikan donasi bantuan dan ucapan belasungkawa. "Ini merupakan inisiatif kami dari pemuda-pemudi di Sorong Selatan, Papua," kata dia.

Sebelumnya, pihaknya telah menggalang dana dalam aksi solidaritas peduli kemanusiaan untuk masyarakat Surabaya di Sorong Selatan, Papua Barat.

Dana yang sudah terkumpul sebanyak Rp20.500 juta tersebut, rencananya akan didonasikan untuk membantu perbaikan tiga Gereja di Surabaya. Namun, Wali Kota Risma mengimbau agar dana yang sudah terkumpul tersebut, bisa untuk membantu saudara-saudara di Papua yang lebih membutuhkan.

"Setelah dari pembicaraan dengan Bu Risma tadi, dana ini rencana akan kami salurkan untuk saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan di Papua," pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pesta belanja 11th Annual Surabaya Shopping Festival (SSF) 2018 resmi ditutup di Galaxy Mall, Jum'at, (1/6/2018).

Penutupan dari rangkaian acara Hari Jadi Kota Surabaya ini dihadiri oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jatim Sutandi Purnomosidi, CEO BNI Kanwil Surabaya Muhammad Jufri dan CEO Galaxy Mall, Hari Wijaya.

Di awal sambutannya, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jatim Sutandi Purnomosidi mengakui perekonomian Surabaya pasca bom yang terjadi beberapa waktu lalu sempat menurun.

Namun, lanjutnya, berkat recovery dari Pemkot Surabaya beserta jajaran, kondisi mall dan roda perekonomian perlahan-lahan pulih kembali.

"Lima hari pasca bom, pengunjung di seluruh mall Surabaya mulai terlihat normal kembali," kata Sutandi di sela-sela sambutannya.

Disampaikan Sutandi, meskipun perekonomian sempat merosot akibat bom, dirinya menegaskan bahwa hal ini tidak menganggu pencapaian target transaksi yang dicanangkan sejak awal yakni 5 triliun. Justru, kata Sutandi, target ini tercapai dengan baik dan itu terlihat dari jumlah kupon yang dikembalikan.

"Dari total 3,5 juta kupon yang didistribusikan, ada sekitar 2,8 juta kupon yang dikembalikan. Ini menunjukkan transaksi luar biasa dan merata di seluruh Surabaya" ungkapnya.

Hal serupa juga mempengaruhi retail di surabaya yang menurutnya akan jauh lebih baik karena dalam waktu dekat konsumen akan menyerbu mall mengingat sebentar lagi memasuki hari raya idul fitri. "Target melampaui dan kami akan terus bangkit," imbuh pria berkacamata ini.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan, ucapan terima kasih kepada penyelenggara SSF karena mampu menghidupkan kembali perekonomian Surabaya ketika gangguan bom melanda Kota Pahlawan.

"Tidak boleh menyerah dan takut. Kita tingkatkan rasa persaudaraan dan harus tetap kuat dengan cara bekerja keras," ujar Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan.

Bahkan, Wali Kota Risma, mengaku SSF tahun ini lebih baik dibandingkan tahun kemarin. Alasannya, penyelenggara SSF mampu menunjukkan usaha dan kerja keras dengan cara cerdas pasca bom, sehingga roda perekonomian Kota Surabaya dapat terus bergerak secara baik dan maksimal. "Ini harus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi," ungkapnya.

Ke depan, Wali Kota Perempuan pertama di Surabaya ini meminta agar SSF menghadirkan ide baru di tahun 2019 dengan mengembangkan produk baru seperti home decoration, mabel dan produk rumah tangga untuk menarik jumlah konsumen yang lebih banyak.

"Tidak hanya warga Surabaya tetapi jangkauannya Jawa timur dan Luar pulau sehingga pendapatan dan roda perkonomian di Surabaya bisa meningkat secara maksimal," tutur Wali Kota sarat akan prestasi ini.

Di penghujung acara, 15 mall yang terlibat dalam acara SSF memberikan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 2.500.000, masing-masing kepada 10 orang (total ada 150 orang). Kemudian, uang tunai senilai Rp 20 juta dan Rp 35 juta rupiah masing-masing kepada 2 orang pemenang dan puncak hadiah paling besar berupa uang tunai senilai Rp 70 juta rupiah untuk satu orang pemenang.

Saat pengundian hadiah utama Rp 70 juta, Wali Kota Risma diajak untuk mengambil kupon serta membacakan pemenang hadiah sekaligus membunyikan sirene bersama 15 pimpinan mall sebagai tanda ditutupnya acara SSF tahun 2018. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Para pelaku UKM yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda menggelar pameran produk untuk memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 725 di Kaza City Mall Surabaya, Sabtu (2/6/2018). Gelar produk itu diikuti oleh 160 pelaku usaha atau UKM, yang terdiri dari 40 UKM food dan 120 lainnya non food.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut hadir dalam gelar produk itu. Ia mengunjungi satu persatu stand yang memajang berbagai produk UKM itu.

Bahkan, Wali Kota Risma juga berkali-kali memberi saran dan masukan untuk pengembangan produk para pelaku UKM. Ia pun terlihat memborong beberapa produk UKM itu.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma menceritakan susahnya memulai program Pahlawan Ekonomi pada tahun 2010 silam. Saat itu, ia mengaku sempat shock dan kaget karena barang yang dihasilkan jelek semuanya.

"Namun, minggu kedua hasilnya sudah lebih bagus, sehingga dari situlah saya semakin optimis bahwa warga Surabaya pasti bisa mengembangkan ekonominya," kata Wali Kota Risma.

Dengan berjalannya waktu, program Pahlawan Ekonomi semakin berkembang dan perekonomian Kota Surabaya semakin maju. Bahkan, pada awal ia menjabat tahun 2010, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya masih di kisaran Rp19 miliar per tahun, tapi sekarang sudah mencapai Rp5 triliun per tahun.

''Itu dari pajak-pajak. Artinya ekonomi di Surabaya terus bergerak, jika kota maju dan besar tapi warganya hanya jadi penonton dan bukan pelaku usaha, maka yang menikmati perputaran uang adalah orang lain. Makanya, saya ingin warga Surabaya menjadi tuan dan nyonya di kotanya sendiri," ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada para pelaku usaha dan UKM di Kota Surabaya untuk terus belajar dan berinovasi. Sebab, ketika masuk di dunia industri kreatif, tidak boleh mengenal kata berhenti dalam belajar dan berinovasi.

"Kalau kita tidak kreatif dalam mengembangkan usaha kita, maka orang akan malas untuk membeli barang kita. Jadi, jangan banyak bicara, tapi harus banyak bekerja. Siap ibu-ibu?" tanya Wali Kota Risma yang disambut kata "Siap" oleh para pelaku UKM.

Wali Kota Risma juga mengajak para pelaku usaha dan UKM untuk terus bergerak untuk menuju perubahan di masa depan. Sebab, jika tidak ada gerakan, maka tidak akan ada perubahan di Kota Surabaya.

"Tidak ada rejeki yang datang tiba-tiba. Mana ada hujan uang. Industri kreatif ini tidak akan pernah mati, jadi ayo bergerak. Saya juga begitu, kalau saya gak gerak, Surabaya tidak akan berubah. Saya ingin warga Surabaya sejahtera," tegas Risma.

Menurut Wali Kota Risma, memang saat ini sudah banyak perkembangkan dan kemajuan dari Pahlawan Ekonomi. Beberapa produknya pun sudah banyak yang diekspor, sehingga Wali kota perempuan di Kota Surabaya ini juga mengaku senang dengan perkembangan itu.

"Tapi, jangan cepat puas. Pemkot terus memfasilitasi para pelaku UKM ini, termasuk stand penjualannya di berbagai tempat di Surabaya. Di mal-mal hampir semuanya kita sudah punya stand," kata dia.

Selain di mal-mal, Wali Kota Risma juga mengaku terus menambah stand penjualan produk UKM Surabaya, termasuk di park and ride dan beberapa tempat lainnya. "Kami terus berkomitmen mengembangkan ini," tegasnya.

Sementara itu, Dennis Adishwara yang selalu menjadi mentor Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda mengatakan para pelaku UKM Surabaya sudah memiliki bekal dasar untuk membuat produk yang berdaya saing di pasaran.

Makanya, ia juga meminta supaya para pelaku UKM itu tidak hanya memasarkan produknya di dunia nyata, tapi juga harus dipasarkan di dunia maya atau sosial media.

"Produk UKM itu harus memiliki nilai tambah dan keunikan dalam membuat produk. Bahkan, kalau bisa khusus untuk yang makanan, harus membuat produknya supaya lebih awet tanpa bahan pengawet, hal itu bisa disiasati ketika memasaknya atau pengemasannya. Jika itu bisa dilakukan, maka pasti produk itu akan gampang masuk di berbagai daerah," tegasnya.

CEO Layaria ini juga mengaku sudah mencicil pemasaran produk UKM Surabaya ke daerah-daerah lainnya. Sebab, ia ingin tahu market Jakarta, market Semarang dan daerah lainnya tentang hasil produk UKM Surabaya.

"Ternyata hasilnya positif, mereka juga memberikan masukan-masukan yang konstruktif, sehingga saya bisa menyampaikan masukan hasil temuan itu kepada para pelaku UKM di Surabaya, ini juga untuk evaluasi dan meningkatkan produk kita. Tapi yang pasti, tanggapannya positif banget," pungkasnya. and.dan

 

Sampang (beritakota.net) Dalam rangka Pilkada Sampang Kabupaten Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sampang AKBP Budi Wardiman, SH, SIK, MH, berdo'a bersama sekaligus memberikan santunan kepada 40 anak yatim piatu melalui Tabligh Akbar dan Buka Bersama bertempat di halaman Mapolres Sampang Selasa (29/05).

Kegiatan Tablik Akbar dan do'a besama itu menjenjelang Pilkada Sampang agar berjalan aman dan damai, di hadiri oleh Pj Bupati Sampang, H Jonatahan Judianto, Sekda Sampang, Futhut Budi Santoso, Damdim 0828, Letkol CZI Ary Syahrial SE (Forkopimda) Ulama, Kiyai, Ormas dan Tokoh Masyarakat beserta 40 anak yatim piatu.

Usai memberikan santunan kepada anak yatim yang di serahkan oleh Kapolres Sampang, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang KH Bukhori Maksum, di susul dengan pembacaan Tilawatil Quran, di bawakan oleh Anggota Polres Sampang sendiri.

Sambutan Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, SH., SIK, MH, berharap kepada seluruh undangan yang hadir agar menciptakan Pilkada di Kabupaten Sampang yang aman dan damai, dan di harapkan pula peran serta seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama mensukseskan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Sampang mendatang.

"Saya berharap do'a nya para Ulama, Kiyai dan anak yatim, beserta seluruh undangan yang hadir agar Pilkada Sampang mendatang benar-benar aman dan damai. Saya juga berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar ikut serta mensuskseskan Pilkada Sampang," harapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Pj Bupati Sampang H Jonathan Judianto mengatakan, proses demokrasi Pilkada Sampang mendatang semoga aman dan kondusif dan di kabulkan oleh Allah SWT menjadikan Pilkada di Sampang aman damai dan kondusif.

"Ini proses rutin yag kita laksanakan setiap lima tahun sekali, ini sudah masuk gelombang 4 pilkada serentak. Saat ini penyelenggara pemilu ada 3 agenda sekaligus, mudah-mudahan dengan tablik akbar ini Pilkada Sampang bisa berjalan dengan baik," ujar Pj Bupati Sampang di hadapan para undangan.

Acara di lanjutkan dengan tauziah atau ceramah agama dan di lanjutkan dengan buka bersama dan solat magrib berjamaah imam oleh KH Bukhori Maksum. Usai solat magrib dilanjutkan dengan beramah tamah bersama Kapolres, Bupati, Ulama, Kiyai, Forkopimda Kabupaten Sampang. is

 

Surabaya (beritakota.net) Grand City Mall dan Galaxi Mall Surabaya sejak Sabtu (26/05) dan Senin (28/05) kondisi kunjungan warga kota sudah sangat normal seperti biasanya.

Praktis terhitung 10 hari pasca kejadian bom terorisme yang mengguncang Kota Pahlawan, itu suasana kota umumnya sudah aman dan nyaman, kepercayaan masyarakat pulih kembali, dan ekonomi kota merangkak naik lagi.

General Manager (GM) Grand City Mall Surabaya, Rudianto, mengatakan, sejak kejadian sudah mengkondisikan keamanan di Grand City secara intern.

“Kami sangat berterima kasih kepada Walikota Surabaya, Ibu Risma, karena beliau bersedia menyempatkan waktu keliling mall, supaya masyarakat lebih percaya lagi kalau kondisi di mall sudah aman dan normal kembali. Terhitung kondisi normal kembali seperti biasanya baru tiga hari yang lalu, yakni sabtu, minggu dan hari ini senin 28 Mei 2018. Ada event di mall seperti Opick dan artis lainnya, dengan acara yang menarik pengunjung yang semuanya berjalan lancar dan meriah,” kata Rudianto, saat mendampingi Walikota Risma di Grand City Mall, Senin (28/05), menyapa pengunjung.

Menurutnya, selama seminggu sejak kejadian itu mall ini sepi sekali pengunjung. Persentasi penurunan angka kunjungan warga ke mall ini bisa mencapai 70 persen, kondisi yang sama lalu lintas di jalanan kota juga sepi.

Tapi dari asosiasi pengelola mall (APPBI) yang meminta tolong Pemerintah Kota Surabaya untuk menumbuhkan kembali kepercayaan warga masyarakat, disambut baik oleh Walikota Tri Rismaharini yang bersedia berkunjung ke mall – mall untuk menyapa warga kota, pasca kejadian.

Dan hasilnya, benar – benar melegakan bahkan menggembirakan. Terbukti sejak sabtu 26 Mei 2018 hingga hari ini mall kembali ramai dikunjungi warga, itu berarti kepercayaan masyarakat kepada keamanan dan kenyamanan berkunjung ke mall telah pulih kembali.

“Sejak hari pertama (pasca kejadian) kita selalu buka mall, kita ndak takut teroris, seperti warga kota Surabaya lainnya. Harapan kami memang masyarakat juga mendukung supaya tidak perlu takut lah terhadap peristiwa itu, kalau takut kan sama saja dengan memberi semangat pada teroris,” tambah Rudianto, seraya menambahkan, mendekati lebaran ini mall – mall juga sudah mempersiapkan diri menawarkan produk – produk untuk kebutuhan lebaran masyarakat.

Senyum lega Walikota Tri Rismaharini demi melihat perkembangan kondisi keamanan yang sangat menggembirakan di Grand City Mall dan hari sebelumnya di Galaxi Mall, itu pun senantiasa tampak di sela – sela menyapa dan menyemangati pengunjung mall.

“Kita lihat sekarang posisi hari Senin (28/05) ternyata mall sudah sangat normal kembali, biasanya kalau hari Senin mall tidak seramai ini, dan  pengunjungnya habis di hari minggu. Tapi hari senin ini alhamdulillah mudah – mudahan kondisi ini terus membaik dan kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Dari TNI – Polri juga sudah menjaga (keamanan) dengan baik,” tutur Walikota Risma, seraya menambahkan.

Menurut Risma, pihaknya juga sudah memerintahkan Asisten 1 Pemkot Surabaya untuk merapatkan terkait sinergi bersama TNI – Polri supaya Kota Surabaya tetap aman dan kodusif.

Wali Kota mengatakan, menghadapi lebaran kali ini tugas Pemkot jauh lebih berat lagi, karena harus menjaga titik – titik lokasi yang merupakan obyek vital, selain kantor – kantor dinas Pemkot, sekolahan, dll, mengantisipasi bukan hanya soal kriminalitas dan terorisme, tapi juga bahaya kebakaran dan lainnya.

“Untuk beberapa hari dalam liburan lebaran nanti kantor – kantor perijinan dan pelayanan masyarakat lainnya kita upayakan tetap buka, karena kita juga tidak ingin investasi berhenti dan harus tetap jalan,” pungkas Walikota Tri Rismaharini. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya dalam menumbuhkan minat baca kepada anak. Hal tersebut rupanya menggungah kepedulian instansi untuk ikut peduli terhadap budaya literasi di Kota Surabaya.

Yang terbaru, Kompas Gramedia (KG) ikut berpartisipasi dalam mendukung kinerja Pemkot Surabaya, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), dengan menghibahkan satu unit mobil perpustakaan untuk mendukung program layanan literasi di Kota Surabaya.

Secara langsung, Kompas Gramedia (KG) menyerahkan bantuan dalam wujud satu unit mobil perpustakaan lengkap dengan 750 judul buku bacaan anak. Penyerahan CSR ini, ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkot Surabaya dengan Kompas Gramedia (KG), yang dilakukan di ruang kerja Wali Kota, Senin, (28/05/2018).

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengapresiasi penyerahan bantuan CSR oleh Kompas Gramedia (KG). Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini berharap dengan bertambahnya mobil perpustakaan keliling yang dimiliki pemkot bisa semakin menumbuhkan budaya baca anak Surabaya.

“Ini sejalan dengan program pemkot. Dimana kita menaikkan minat baca untuk anak-anak,” kata Wali Kota Risma. Ditanya alasan kenapa mengarahkan anak untuk membaca, Wali Kota Risma menegaskan bahwa dengan cara membaca, maka seluruh panca indera anak akan bergerak.

Selain itu, kata dia, membaca berbeda dengan menonton film. Jika menonton film, sambungnya, maka warna dan suara akan keluar, namun tidak mengimajinasikan.

“Tapi kalau dia membaca, maka daya imajinasi mereka akan keluar,” terang wali kota berkerudung ini. Terkait dengan bantuan mobil perpustakaan, wali kota menjelaskan bahwa di Surabaya, fungsi mobil perpustakaan dirasa sangat membantu dalam menyediakan akses literasi kepada anak-anak.

Selama ini, mobil perpustakaan ikut berperan aktif dalam memberikan layanan literasi baik di kampung-kampung maupun di taman. “Saat ini kita mempunyai 1400 Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Tapi itu kita masih kurang, karena masih banyak yang belum tersentuh,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, Pemkot Surabaya memiliki lima mobil perpustakaan keliling untuk mendukung akses literasi di kampung-kampung yang belum terdapat TBM. Akses literasi ini, tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan anak.

Namun, menurut Wali Kota Risma, dengan adanya literasi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan daya imajinasi anak. “Kalau semakin tinggi imajinasi (anak), dia akan tidak mudah menyerah dan tidak akan putus asa,” tutur wali kota yang sangat concern terhadap anak-anak ini.

Direktur Corporate Communications KG Rusdi Amral mengaku senang mendapatkan kesempatan untuk ikut berkontribusi kepada Pemkot Surabaya. Menurut dia, penyerahan mobil pustaka ini terkait dengan program yang diluncurkan oleh GM, dimana program yang bernama “Aku Baca” tersebut, merupakan sebuah gerakan bagaimana menumbuhkan budaya baca dan meningkatkan literasi baca di seluruh wilayah Indonesia.

“Mobil pustaka ini dilengkapi dengan buku-buku. Ada sekitar 750 judul buku. Gerakan aku baca ini, juga sudah mencapai 26 Provinsi atau 98 Kab/Kota,” kata dia.

Disampaikan Rusdi, budaya minat baca masyarakat Indonesia yang dinilai masih tergolong sangat rendah, membuat seluruh kalangan baik pemerintah daerah maupun instansi swasta terus berupaya bagaimana mendorong agar masyarakat Indonesia mau meningkatkan budaya membaca. “Keadaan ini harus kita dorong bagaimana meningkatkan minat baca masyarakat,” pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Duta Besar Perancis Jean Charles Berthonnet menawarkan kerjasama keamanan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pasca bom yang terjadi di tiga rumah ibadah dan kantor Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu.

Peluang kerjasama tersebut mengemuka ketika Jean Charles Berthonnet beserta jajaran diterima Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar (Kombes) Pol Rudi Setiawan di ruang kerja wali kota pada, Senin, (28/5/2018).

Pertama-tama, Duta Besar Perancis Jean Charles Berthonnet mengucapkan belangsungkawa kepada Wali Kota Risma dan Kapolrestabes Surabaya Rudi Setiawan atas kejadian bom yang terjadi beberapa waktu lalu di Surabaya.

“Ini bentuk solidaritas dan kepeduliaan kita terhadap Surabaya,” kata Jean seusai acara. Lebih lanjut, Jean menawarkan kerjasama kepada Pemkot Surabaya terkait keamanan utamanya penanggulangan terorisme.

Menurutnya, penting untuk melihat secara spesifik kerjasama dalam menanggulangi aksi terorisme. Pasalnya, Dirinya juga ingin meningkatkan keamanan dan menciptakan kenyamanan bagi kota maupun warga Surabaya sendiri. 

“Selain itu kami juga ingin menunjukkan bahwa Perancis memiliki kepeduliaan serta memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi terhadap Surabaya,” terangnya.

Bahkan, dirinya beserta rombongan turut mengunjungi gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di kawasan Ngagel Madya untuk melihat kondisi disana pasca bom secara langsung.

“Kami ingin memberikan dukungan kepada masyarakat dan umat yang ada di sana,” ungkapnya. Mendengar penjelasan Dubes Perancis tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih atas kepeduliaannya kepada Kota Pahlawan.

Wali Kota Risma pun menjelaskan berbagai macam upaya yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan terorisme dengan cepat. Salah satu caranya melakukan pemulihan pasca bom kepada anak anak yang mengalami traumatic pasca bom. 

“Sampai saat ini kami tetap melakukan penjagaan di sekolah bersama kepolisian dan TNI,” ungkapnya. Terkait kerjasama keamanan, Wali Kota Risma akan segera membicarakan lebih dalam bersama Porestabes Surabaya dan Kepolisian Perancis untuk mengantisipasi teroris di Surabaya. 

“Kita tunggu dan bicarakan kelanjutannya dengan Kepolisian Perancis,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan yang menyambut baik kerjasama di bidang keamanan bersama negara Perancis utamanya pengamanan terorisme.  

Menurutnya, sisi keamanan Kota Surabaya dalam menanggulangi teroris hampir sama dengan Perancis. Artinya, pasca kejadian, pihak kepolisian terus melakukan investigasi dan menangkap para pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme.

“Hal ini masih terus berjalan dan saat ini situasi warga dan Kota Surabaya sudah kembali normal serta tingkat kewaspadaan masyarakat berangsur-angsur membaik,” terangnya.

Sementara itu, Direktur IFI Surabaya Benoit Bavouset menambahkan, Surabaya dan Perancis juga menjalin kerjasama di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Saat ini, kata Benoit, Institut Perancis telah mengenalkan kebudayaan dan pendidikan bahasa Perancis bersama seniman Surabaya. “Juli 2018, kami akan memutar film tentang wajah Surabaya yang toleran garapan sineas film Surabaya dengan mengundang dubes Perancis serta wali kota Risma,” tuturnya.

Adapun jalinan kerjasama lain yang dibangun kedua negara terkait transportasi. Untuk ide transportasi sendiri, Benoit ingin terlibat pada pembangunan transportasi massal di Surabaya.

Sebab, kata dia, perusahaan perancis telah berpartisipasi pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta. “Kami sangat senang apabila dapat berpartispasi dalam pembangunan transportasi massal di Surabaya,” ungkap pria kelahiran Argenton-Surcreuse, Perancis Tengah itu. and.dan

Page 2 of 248