Surabaya (beritakota.net) Inisiatif kalangan mewajibkan rumah memilili garasi mendapat respon positif dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya mendukung wacana pengaturan garasi itu.

Keberadaan garasi mobil pada masing-masing rumah dipandang akan memudahkan akses. Mobil pribadi tak lagi parkir sembarangan di pinggir-pinggir jalanan kampung.

"Itu ide yang sangat cerdas, saya sangat dukung ide dari dewan, karena sangat bagus," ujarnya, Jumat (22/9). Risma, menyampaikan, beberapa peristiwa kebakaran telat ditangani karena mobil PMK tidak segera sampai ke lokasi. Penyebabnya adalah mobil warga yang parkir sembarangan di depan rumah menghambat akses.

"Respon kita terhadap kebakaran, kecelakaan, atau orang sakit paling lama 7 menit," katanya. Suatu ketika, saat ada kejadikan kebakaran di Mulyosari tahun lalu, mobil PMK telat sampai lokasi.

"Saya tanyakan ke Bu Chandra (Kadis PMK), ternyata karena mobil PMK susah lewat, apalagi kejadiannya saat itu malam," terangnya.

Raperda inisiatif ini harus memiliki sanksi bagi pemilik mobil yang tidak mempunyai garasi. "Saya belum tahu (sanksi), cuma karena ini perda pasti ada sanksinya," ujarnya.

Di Pondok Indah Benowo sudah memberlakukan aturan setiap rumah harus memiliki garasi. Regulasi itu merupakan inisiatif RT/RW setempat.

"Jadi kalau punya mobil di Pondok Indah Benowo itu ya harus punya garasi," ujarnya.

Diketahui, wacana aturan garasi mobil ini tengah digodok di dewan Surabaya. Pansus Klasifikasi dan Kelas Jalan DPRD Surabaya berencana memasukkan kewajiban satu mobil satu garasi.

Ketua Pansus Klasifikasi dan Kelas Jalan Vinsensius mengatakan, selama ini aturan untuk membangun garasi sudah masuk persyaratan mengurus izin mendirikan bangunan (IMB).

Namun, aturan tersebut lebih dikhususkan pada pengembang perumahan. "Belum mengatur pada rumah di perkampungan," ujarnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Program bersepeda ke kantor bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada setiap Jumat di akhir bulan, tidak sekadar demi mengurangi emisi di Surabaya.

Lebih dari itu, program yang akan mulai dilaksanakan pada 29 September mendatang ini bertujuan untuk menjaga kesehatan. Utamanya kesehatan jantung.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, di Indonesia, utamanya di kota-kota besar, akhir-akhir ini ada banyak orang meninggal mendadak karena serangan jantung.

Menurut wali kota, tinggi nya angka orang meninggal mendadak alias sudden unexpected death karena serangan jantung tersebut bukan semata karena penyakit, tetapi lebih karena perilaku masyarakat perkotaan yang cenderung tidak sehat dan malas bergerak.

"Karena itu, saya membuat program ini. Tujuan nya untuk kesehatan. Kalau emisi itu terselamatkan karena banyak pohon. Kalau ini untuk kesehatan," tegas wali kota kepada wartawan di ruang kerja wali kota, Jumat (22/9/2017).

Disampaikan wali kota, menurut data di RSUD M.Soewandhie (salah satu rumah sakit milik Pemkot Surabaya), semakin banyak orang melakukan operasi jantung termasuk pasang ring. Bahkan, frekuensi operasi jantung di rumah sakit di kawasan Tambah Rejo ini bahkan hampir setiap hari.

"Banyak yang terkena serangan jantung karena perilaku gaya hidup. Semisal makan makanan nggak sehat dan kurang gerak. Jadi bukan penyakit. Kalau mau sehat, yang pertama-tama dilakukan ya mengubah gaya hidup," sambung wali kota.

Wali kota yang baru saja menerima penghargaan Learning City dari UNESCO di Cork, Irlandia ini menambahkan, program bersepeda ke kantor setiap hari Jumat pada akhir bulan ini diharapkan bukan hanya untuk PNS di lingkungan Pemkot Surabaya.

Namun, ajakan hidup sehat melalui bersepada ini juga bisa dilakukan oleh masyarakat Surabaya pada umumnya.

"Kami juga mengajak masyarakat. Bukan orang Pemkot aja. Saya pengen warga Surabaya sehat dengan rajin bergerak. Kalau sudah biasa, masyarakat nggak susah. Kalau jarak nya pendek bisa berjalan kaki. Toh, trotoar nya sudah bagus. Intinya mau sehat nggak?" sambung wali kota.

Wali Kota juga menyebut tidak terlalu peduli apakah program bersepeda ke kantor yang akan diterapkan di lingkungan Pemkot Surabaya ini merupakan yang pertama di Indonesia atau sudah ada pemerintah kota/kabupaten/provinsi yang sebelumnya sudah menerapkan program ini.

Bagi wali kota yang terbiasa berolahraga sejak kecil ini, yang terpenting warga Surabaya menjadi lebih sehat.

"Ini bukan masalah nomor satu atau nomor berapa, yang terpenting mengubah perilaku untuk jadi lebih sehat. Dan kalau sudah terbiasa, hidup jadi lebih terencana karena kita bisa mengatur waktu. Dan saya optimistis warga Surabaya akan merespons positif karena warga Surabaya mudah sekali untuk diajak berperilaku positif," sambung wali kota.

Ajakan untuk hidup sehat demi jantung sehat melalui program bersepeda ke kantor yang dilaksanakan pada tanggal 29 September mendatang juga bertepatan dengan World Heart Day alias Hari Jantung Sedunia.

Menyambut World Heart Day, wali kota menyebut Pemkot akan bersinergi dengan dokter untuk melakukan simulasi kepada masyarakat perihal penanganan pertama pada penyakit jantung.

"Minggu nanti di Car Free Day Raya Darmo (kawasan Taman Bungkul, kami bersama dokter-dokter, akan melakukan simulasi pertolongan pertama kalau ada yang terkena serangan jantung tiba-tiba di jalan," jelas wali kota. and.dan

Gresik (beritakota.net) Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto meminta Kelompok barisan Dinas Kesehatan Gresik serta Kelompok barisan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag untuk tinggal di lapangan.

"Untuk kelompok barisan Dinas Kesehatan Gresik serta Kelompok barisan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag tinggal di tempat" ujar Sambari saat memimpin apel pagi yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (18/9).

Bupati yang saat itu didampingi Wabup Gresik Dr. Mohammad Qosim, Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik Nadhif dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono segera membariskan 2 kelompok dinas tersebut.

Selain 2 kelompok dinas, Bupati Sambari juga memanggil 6 orang PNS yang tidak memakai seragam korpri serta 2 orang PNS lain yang datang terlambat.

Pada kesempatan itu, Bupati kembali mengingatkan tentang disiplin PNS. "Sebagai PNS mestinya anda bisa menjadi contoh panutan masyarakat dalam hal kedisiplinan. Datang tepat waktu, pakaian harus sesuai aturan.

Meski anda yang dari Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag tidak terlambat. Saya ingin menekankan agar anda selalu mengingatkan teman anda untuk berlaku disiplin" kata Sambari.

"Tolong besok saat apel pagi 2 dinas ini harus lengkap. Ingatkan teman kerja saudara untuk juga datang tepat waktu dan disiplin sesuai aturan. Kerena anda sudah mendapat Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP). Kepada BKD agar dicatat nama-nama yang tidak hadir apel pagi ini, kalau besok masih tidak hadir langsung kasih surat teguran" tegas Sambari.

Kepala Bagian Humas Suyono yang ikut mendampingi Bupati mengatakan, permintaan Bupati Sambari ini terkait minimnya jumlah barisan kedua Dinas tersebut. Dari data yang disampaikan Kepala BKD, jumlah PNS Dinas Kesehatan 88 orang namun yang hadir apel hanya 48. Sedangkan jumlah PNS Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag 83 orang yang hadir hanya 55 orang.

"Stressing ini adalah salah satu upaya untuk mendisiplinkan PNS Pemkab Gresik, dan wajib dilakukan di semua lingkungan kantor Pemkab Gresik termasuk juga pada kantor pelayanan masyarakat. Dengan disiplin ini maka tidak ada lagi laporan masyarakat yang merasa tidak dilayani dengan alasan tidak ada pegawai yang melayani saat jam dinas" papar Suyono. yan

 

Surabaya (beritakota.net) Saat ini, masyarakat muslim di Indonesia, berbondong-bondong menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah yang jatuh pada tanggal 21 September esok.

Pada kesempatan itu, dengan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah S, Sos. seluruh prajurit dikumpulkan di masjid At-Taqwa, Makodam V/Brawijaya, Kota Surabaya Rabu (20/9/2017) pagi.

Dalam sambutannya, Kasdam memberikan beberapa wejangan kepada seluruh prajurit. Menurut Kasdam, memasuki Tahun Baru Islam saat ini, dirinya menghimbau seluruh personelnya untuk terus berbuat baik.

"Peringatan Tahun Baru Islam seperti ini, dapat kita jadikan wahana untuk melakukan perbaikan diri dengan berinstropeksi terhadap apa yang sudah dan belum kita lakukan," tegas Brigjen Widodo dihadapan seluruh prajuritnya melalui amanat Pangdam yang dibacakannya.

Selain itu, kata Kasdam, melalui proses instrospeksi tersebut, seluruh prajurit bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Utamakan berbuat baik kepada sekeliling, khususnya masyarakat," imbuhnya.

Tahun Baru Islam saat ini, kata Kasdam, merupakan salah satu momentum dalam memperkuat sekaligus memperbarui etos kerja yang selama ini menjadi kewajiban seluruh prajurit TNI-AD, khususnya di jajaran Kodam V/Brawijaya.

"Tingkatkan kedisiplinan, mantapkan etos kerja dan jalin terus kebersamaan bersama seluruh komponen bangsa," pintanya.

Selain dihadiri seluruh prajurit, berlangsungnya acara penyambutan Tahun Baru Islam itu, juga dihadiri oleh Kyai Haji Sholihin Yusuf sebagai penceramah, para Persit KCK PD/V Brawijaya dan beberapa pejabat teras di Makodam V/Brawijaya. dan

 

Surabaya (beritakota.net) Di rumah dinas Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Selasa (19/9/2017) telah diadakan orientasi dan makan siang bersama untuk para penerima beasiswa pemerintah Jepang, Monbukangakusho/MEXT (Ministry of Education, Culture, Sport, Science and Technology) tahun anggaran 2017.

Penerima beasiswa ini dengan berbagai program yakni Japanese Studies, Teacher Training, S-1, Research Student, S-2 dan S-3 melalui rekomendasi universitas di Jepang serta program training jangka panjang JICA "Innovative Asia 2017".

Mereka akan menempuh study di Jepang sejak bulan September dan Oktober tahun ini. Orientasi ini dihadiri 28 penerima beasiswa tersebut yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur antara lain : Surabaya, Malang, Jember dan lain-lain.

Pada pembukaan acara, Konsul Jenderal Masaki Tani memberikan kata sambutan yang mengatakan sangat bersuka cita karena banyak penerima beasiswa berasal dari Jawa Timur.

Sebelum berangkat ke Jepang mungkin banyak kekhawatiran, namun dengan nasehat-nasehat dari para senior yang berbagi pengalaman dalam orientasi ini bisa menepis kekhawatiran tersebut dan berangkat dengan tenang.

''Saya harap anda sekalian dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya di Jepang serta berperan aktif sebagai jembatan penghubung Jepang-Indonesia," katanya.

Setelah itu, para penerima beasiswa memperkenalkan diri masing-masing dan sambil menikmati makan siang, 2 anggota Persada (Perhimpunan Alumni Dari Jepang) Ibu Maretaningtias Dwi Ariani, drg, M.Kes.Ph.D dan Ibu Karina Erda S.KG, keduanya dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga, alumni Universitas Hiroshima memberikan orientasi tentang kehidupan dan kiat-kiat study di Jepang serta berbagi pengalamannya selama study di Jepang.

Dengan demikian para peserta orentasi bisa tersenyum puas karena pertanyaan-pertanyaan yang dikhawatirkan mereka sebelum berangkat sudah terpecahkan bahkan hubungan persahabatan di antara mereka pun semakin akrab. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pasar tradisional yang dikelola oleh PD Pasar Surabaya selalu diidentikkan dengan kondisi kumuh, berbau dan becek. Hal ini kemudian menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan beberapa praktisi dari UNAIR dan ITS untuk mentransformasikan Pasar Surabaya masa depan.

Prof. Dr. Djoko Mursinto selaku Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) mengatakan, pasar tradisional yang selalu diidentikkan kumuh, bau dan becek disebabkan banyaknya kesalahan yang dilakukan pengelolaan manajemen dari pengelola PD Pasar.

Kesalahan ini, lanjut Djoko, terletak pada manusianya, bukan pada sistem yang ada di dalamnya atau yang biasa disebut dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi). Baginya, pengelola harus memiliki jiwa wiraswasta yang inovatif dan kreatif, tidak hanya sekedar menjalankan apa yang tertuang dalam Tupoksinya

"Tugas pengelola tidak hanya menarik retribusi dan menyewakan tempat untuk berjualan saja, tetapi juga harus mampu memikirkan cara untuk bisa meramaikan pasar," kata Djoko saat jumpa pers di kantor bagian Humas pada Rabu, (20/9/2017).

Menurut Djoko, transformasi yang harus dilakukan adalah meramaikan pasar. Artinya, pihak pengelola harus mampu mencari sumber pendapatan lain diluar retribusi pasar dan penyewaan stan. "Ada ruang-ruang tertentu yang dapat disewakan untuk iklan dan pameran yang akan mendatangkan pendapatan dari PD Pasar, memang saat ini sudah dilakukan namun pengelolaannya masih belum profesional," jelasnya.

Selain meramaikan pasar, transformasi lain yang dapat dilakukan pengelola pasar adalah mengembangkan pasar. Artinya, tidak hanya menjadikan pasar sebagai tempat untuk berbelanja melainkan juga sebagai tempat rekreasi yang tentunya harus bersih, terang dan tidak kumuh seperti kondisi saat ini.

"Kondisi pasar yang saya sebutkan di Jawa Timur ada di pasar tradisional Kota Malang yang kebersihannya terjaga dan lampunya terang benderang, dengan kondisi yang sedemikian rupa tidak dipungkiri akan muncul ikon-ikon tertentu yang dapat ditonjolkan berkaitan dengan Kota Surabaya seperti gantungan kunci Suro Ing Boyo," urai Djoko.

Disampaikan Djoko, tidak hanya pembenahan secara fisik tetapi juga pembenahan terhadap pengelola pasar yang tidak hanya diperuntukkan kepada direksi, melainkan juga kepada manajemen menengah yakni kepala pasar juga harus terlibat dalam pembenahan ini. Sebab baginya, unutk mewujudkan perubahan pasar surabaya masa depan, kepala pasar diharuskan untuk berani mengambil keputusan dengan segala macam risiko serta memiliki pemikiran yang visioner.

"Merekalah yang memegang kekuasaan terbesar terhadap maju atau tidaknya pasar, mereka juga yang mengetahui persis kondisi pasar mulai dari penjual, pembeli, serta lingkungan sosial yang menguasainya," pungkas pria berambut putih tersebut

Drs. Kresnayana Yahya selaku Pakar Statistik Universitas Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menuturkan, keberadaan pasar tradisional tidak akan surut. Sebab, kebutuhan pasar masih sangat diperlukan. "Ada 120 ribu usaha kecil makanan minuman yang perlu kulakan harian, belum lagi hotel, resto dan kantin (HOREKA) yang masih memerlukan pasar," ujar Kresna.

Adapun cara agar bisa mewujudkan pasar Surabaya masa depan diantaranya, dengan membuat pasar pasar tematik yang mampu terintegrasi dengan kebutuhan wilayah perumahan, menjadikan pasar sebagai "show room" kultur, asal usul dan pertemuan kultural serta membuat pasar yang sifatnya spesifik. "Pasar spesifik yang dimaksud adalah setiap pasar fokus menjual buah, sayur, daging, ayam, telur sampai kebutuhan spesifik seperti empon empon dan bahan jamu," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, drs. Khalid berharap pihak manajer atau direktur PD Pasar yang baru dapat memahami tata cara pengelolaan pasar supaya transformasi pasar surabaya masa depan dapat segera terwujud.

"Calon pemimpin pasar harus mengerti mulai dari manajemen aset, kemudian bekerja berdasarkan waktu jadi ada batas waktu kalau bekerja, mampu menghier seluruh elemen pelayan publik, dan mampu melayani masyarakat dengan baik melalui bisnisnya tersebut," imbuhnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Nama Surabaya kini semakin mendunia. Kota Pahlawan kembali mendapatkan apresiasi positif dari dunia. Surabaya menjadi satu dari 16 kota di dunia yang mendapatkan UNESCO Learning City Award di tahun 2017 ini.

Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di Cork, Rep. Irlandia, pada Senin (18/9) di sela-sela International Conference on Learning Cities (ICLC) ke-2 yang berlangsung 15-21 September 2017.

Ke-16 pemenang UNESCO Learning City Award dipilih oleh dewan juri internasional karena kemajuan luar biasa yang dicapai dalam mempromosikan pendidikan dan kehidupan seumur hidup.

Kota-kota ini dinilai telah berada pada tahap yang berbeda untuk berkembang menjadi kota belajar. Kesemuanya menghadapi tantangan baik ekonomi, politik, sosial atau lingkungan yang spesifik untuk masing-masing wilayah dan telah berhasil menentukan pendekatan yang diadopsi.

Khusus untuk Surabaya, kota yang tahun 2016 lalu jadi tuan rumah Prepcom Habitat III ini dinilai telah mempromosikan 'helix approach' (pendekatan helix), yang mencakup keterlibatan semua pemangku kepentingan untuk memastikan upaya meningkatkan kesempatan belajar dan memprioritaskan kepentingan masyarakat.

Selain Surabaya, pemenang Learning City 2017 Bristol (Inggris Raya dan Irlandia Utara), Câmara de Lobos (Portugal), Contagem (Brasil), Gelsenkirchen (Jerman), Giza (Mesir), Hangzhou (China), Larissa (Yunani), Limerick (Irlandia), Mayo-Baléo (Kamerun), N'Zérékoré (Guinea), Okayama (Jepang), Pécs (Hungaria), Surabaya (Indonesia), Suwon (Korsel), Tunis (Tunisia), Villa María (Argentina).

Direktur UNESCO Institute for Lifelong Learning (UIL), Arne Carlsen menyampaikan ucapan selamat kepada kota-kota yang mendapatkan penghargaan atas usaha dan pengabdian mereka yang besar untuk mempromosikan akses terhadap pendidikan dan kesempatan belajar seumur hidup bagi warganya.

Menurutnya, upaya ini mengesankan dan berjalan jauh untuk memastikan standar kehidupan yang lebih baik bagi semua orang.

"Saya berharap UNESCO Learning City Award akan memotivasi kota-kota lain di seluruh dunia untuk terus berupaya mencapai keseluruhan pembangunan secara keseluruhan guna mendapatkan pembelajaran seumur hidup," kata Arne Carlsen.

Setelah menerima penghargaan, Wali Kota Tri Rismaharini diminta oleh UNESCO untuk menjadi pembicara di hadapan wali kota dunia yang diundang. Wali kota memaparkan tentang perkembangan kota secara menyeluruh mulai kebersihan hingga pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM), di Surabaya yang berkembang sangat drastis.

Sebelumnya, Wali Kota Tri RIsmaharini mengatakan, menurut perwakilan Indonesia di Unesco, Indonesia baru pertama kali mendapatkan penghargaan ini.

UNESCO Global Network of Learning Cities merupakan jaringan berorientasi kebijakan internasional yang memberikan inspirasi, pengetahuan dan praktik terbaik.

GNLC UNESCO mendukung dan memperbaiki praktik pembelajaran seumur hidup di kota-kota di dunia dengan mempromosikan dialog kebijakan dan pembelajaran sebaya di antara kota-kota anggota; menempa link; mendorong kemitraan; menyediakan pengembangan kapasitas; dan mengembangkan instrumen untuk mendorong dan mengenali kemajuan yang dicapai dalam membangun kota belajar.

UNESCO mendefinisikan kota belajar sebagai kota yang memobilisasi sumber dayanya secara efektif di setiap sektor untuk mempromosikan pembelajaran inklusif dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, merevitalisasi pembelajaran dalam keluarga dan masyarakat, memfasilitasi pembelajaran untuk dan di tempat kerja, memperluas penggunaan teknologi pembelajaran modern, meningkatkan kualitas dan keunggulan dalam pembelajaran, dan mendorong budaya belajar sepanjang hidup.

Sementara itu, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini menilai, Surabaya yang dianugerahi predikat Learning City ini tak lepas dari peran serta para stakeholder. Mulai dari sektor swasta, masyarakat, media dan pemerintah kota sendiri.

"Jadi konsep Learning City di Surabaya tidak akan berjalan dengan sukses jika tanpa peran serta semua pihak", ungkapnya.

Dalam mengembangkan konsep Learning City, Surabaya mengajak masyarakat untuk berperan aktif. Contohnya, kampung pendidikan. Di kampung ini, masyarakat setempat menyepakati waktu-waktu belajar bagi anak-anaknya. Dengan demikian, meski tidak sedang di sekolah, anak-anak dapat belajar secara non-formal dalam bentuk permainan.

Rumah Bahasa dan Rumah Matematika, yang dapat dijumpai di Kompleks Balai Pemuda, mendorong masyarakat lebih mencintai pelajaran bahasa dan matematika. Rumah Bahasa merupakan contoh konkret peran aktif relawan yang bersedia mengajar bahasa kepada masyarakat.

Relawan bahasa ini datang dari kalangan mahasiswa, akademisi, maupun konsulat jenderal negara-negara sahabat. Kini, tak kurang dari 13 bahasa dapat dipelajari di Rumah Bahasa secara gratis. Sedangkan Rumah Matematika menawarkan konsep belajar dengan cara yang menyenangkan dengan diselingi beragam permainan, sehingga matematika kini tak lagi menakutkan bagi anak-anak.

Selain itu, guna mendorong minat baca masyarakat, Pemerintah Kota membangun taman baca masyarakat (TBM) dan perpustakaan yang dapat dijumpai di balai RW dan taman-taman kota. TBM dan perpustakaan dapat dijumpai di 1.500 titik yang tersebar di seluruh penjuru kota.

Serta, Broadband Learning Center (BLC) di 50 lokasi dapat dimanfaatkan warga untuk belajar mengenai komputer dan internet. BLC ini banyak dimanfaatkan ibu-ibu pelaku UKM untuk memasarkan produknya secara online.

Meski, para pelajar sekolah tak mau ketinggalan memanfaatkan BLC meningkatkan skill di bidang teknologi informasi. Terbaru, Pemkot Surabaya membangun co-working space bernama "Koridor" yang berada di pusat kota. Tepatnya di lantai 3 gedung Siola.

Tempat ini disediakan bagi para pelaku industri kreatif dan start up Surabaya untuk berdiskusi dan berkarya lebih jauh. Pada waktu-waktu tertentu, Koridor juga digunakan oleh Google untuk memberikan pelatihan tematik.

Tak hanya secara teoritis, Pemkot Surabaya juga memberikan bekal wirausaha praktis secara gratis. Melalui Pejuang Muda dan Pahlawan Ekonomi, warga dapat mengakses pelatihan yang nantinya dapat menjadi bekal bagi memulai bisnis sendiri.

Program tersebut rutin digelar di Kapas Krampung Plaza (KAZA) setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 10.00 WIB. Konsep belajar diterapkan kepada seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali mereka dengan kebutuhan khusus.

Di Pondok Sosial Kalijudan, anak-anak berkebutuhan khusus mendapat bekal pelatihan sesuai minat dan bakat. Mayoritas anak-anak di sana menggemari pelatihan melukis. Berkat pelatihan dan pendampingan rutin, mereka mampu menghasilkan lukisan-lukisan berkualitas.

Tak jarang lukisan mereka dipamerkan di sejumlah galery dan harga jual lukisan tersebut cukup tinggi. Dengan demikian, mereka mampu memperoleh penghasilan dari hasil lukisan tersebut. and.dan

Makassar (beritakota.net) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pejuang RI Makassar pada hari Sabtu, tanggal 16 September 2017 melaksanakan kegiatan yudisium yang bertempat di hotel Grand Pacifik.

Kegiatan yudisium ini diikuti oleh 85 mahasiswa yang berasal dari beberapa konsentrasi di Program Studi Kesehatan Masyarakat, diantaranya konsentrasi promosi kesehatan, administrasi kebijakan kesehatan, gizi kesmas, epidemiologi, kesehatan reproduksi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta konsentrasi kesehatan lingkungan.

Pada kegiatan yudisium ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Pejuang RI Makassar, Ibu DR. Hj. Andi Niniek Fariaty Lantara, SE, MS. beliau mengatakan bahwa sumpah yudisium yang dirangkaikan dengan sumpah ahli kesehatan masyarakat Indonesia dapat dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

''Terutama pada poin nomor empat yaitu berjanji dan berikrar memberikan pelayanan kesehatan masyarakat yang terbaik dengan senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu kesehatan masyarakat," ungkap mantan anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan 2 Periode ini di depan para peserta yudisium.

DR. Arlin Adam, SKM, M.Si., dalam sambutannya menyatakan bahwa semua alumni yang dicetak pada yudisium kali ini agar bisa berkontribusi dalam peningkatan dan pengembangan keilmuan kesehatan masyarakat.

''Alumni harus mampu berkompetisi dalam mengakses peluang-peluang yang ada, dan institusi FKM Universitas Pejuang RI Makassar tidak akan meninggalkan alumni, melainkan akan menjadi mitra bagi alumni demi kemajuan individual dan kemajuan institusi,'' tegas Arlin Adam yang juga Dekan di FKM Universitas Pejuang RI Makassar.

Lanjut Arlin Adam mahasiswa lulusan FKM Universitas Pejuang RI Makassar telah memiliki modal besar sebagai ahli kesehatan masyarakat dan memiliki program studi yang telah terakreditasi B.

Mahasiswa harus menunjukkan bahwa kita mampu bersaing dengan mahasiwa lulusan ditempat lain, persingan semakin ketat, sehingga perlu peningkatan jenjang yang lebih tinggi dengan melnjutkan studi S2.

''Hal ini didukung dengan akan dibukanya program studi S2 Kesmas di Universitas Pejuang RI Makassar yang dulunya Universitas Veteran RI Makassar dan ini merupakan sejarah baru di Universitas Pejuang RI Makassar dimana ibu DR. Hj. Andi Niniek Fariaty Lantara, SE, MS selaku rektor pertama yang membuka program pasca sarjana S2 di Universitas Pejuang RI Makassar dapat di buka Insya Allah," ungkap Arlin Adam yang juga Dosen Luar Biasa di Program Pasca Sarjana UNM dan UMI ini.

Yudisium kali ini, juga dihadiri oleh Dewan Pengawas Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma (YPTKD) Makassar, jajaran Wakil Rektor UPRI Makassar, dan Dekan dalam lingkup Institusi UPRI, serta Pejabat Struktural dan seluruh dosen-staf FKM UPRI Makassar. yan

Surabaya (beritakota.net) Lima anak muda calon pilot dari Surabaya mendapatkan kesempatan mengikuti program rekruitmen pilot di Citilink Indonesia. Mereka akan disekolahkan kembali untuk mengambil lisensi type rating pesawat A320--sesuai tipe pesawat Citilink Indonesia. Sebelumnya, kelima calon pilot dari keluarga kurang mampu ini mendapatkan beasiswa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan baru lulus dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (BP3) Banyuwangi.

Diterimanya lima anak muda Surabaya “bersekolah” di Citilink itu merupakan salah satu poin dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerjasama antara Pemkot Surabaya dan Citilink Indonesia yang ditandatangani Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo di Balai Kota Surabaya, Kamis (14/9/2017).

Selain pemberdayaan sumber daya manusia, poin kerja sama tersebut juga berupa Citilink Indonesia membantu memperluas akses pasar produk makanan ringan dari pengusaha UMKM binaan Pemkot Surabaya. Dua produk UMKM Surabaya, almond crispy dan nastar nantinya dijual di pesawat-pesawat di seluruh jaringan penerbangan nasional Citilink Indonesia.

“Saya atas nama Pemkot surabaya dan warga Surabaya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada PT Citilink Indonesia yang mau dan bisa menampung anak-anak kami yang kami sekolahkan pilot dan juga dibantu untuk UKM kami, produk nya dipasarkan di pesawat,” ujar wali kota.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tri Rismaharini sempat menangis bahagia. Dia mengaku sempat gundah dan stres dengan adanya kabar ada kurang lebih 1200 anak (bersekolah) pilot yang tidak dipekerjakan karena over supply dan ketatnya persaingan. Karenanya, begitu Citilink mau untuk menampung lima anak Surabaya yang lulus dari BP3 tersebut, wali kota mengaku plong. “Ketika tahu berita itu, saya sempat khawatir, bagaimana dengan anak-anak Surabaya ini. Begitu tahu Citilink mau menerima, itu rasanya kepala saya seperti diguyur air es. Saya bersyukur Citilink berkenan menampung anak-anak ini,” ujar wali kota.

Kelima anak Surabaya yang disekolahkan di Citilink tersebut yakni Adyatma K Wijaya, Rizal Awalludin, M Salman Alfarisy, M Sayifudin, dan M Iqbal Muttaqin. Lima anak tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan Pemkot Surabaya. Dulu yang daftar ada 50 anak, Pemkot Surabaya mem-plot ada 10 anak yang masuk. Namun, setelah dilakukan seleksi, hanya lima anak yang lolos.

“Mereka ini tersebar dari kampung-kampung, anaknya keluarga tidak mampu. Kami cek sendiri rumahnya dan pekerjaan orang tua nya. Karena itu, kalau mereka diterima, saya pesan agar memberikan yang terbaik untuk Citilink. Saya ingin mereka mengangkat derajat keluarganya,” sambung wali kota.

Disampaikan wali kota, selain pilot, ke depannya, Pemkot Surabaya juga akan memberikan akses bagi anak-anak Surabaya untuk menjadi pramugari. “Kami akan beri kesempatan kepada anak-naka Surabaya untuk bisa jadi pramugari,” ujarnya.

Direktur Utama Citilink Indonesia, Juliandra Nurtjahjo menyampaikan, pihaknya merasa bangga dan terhormat bisa membangun kerja sama dengan Pemkot Surabaya dalam dua bidang strategis. Yaitu pengembangan sumber daya manusia melalui program rekrutmen pilot dan awak kabin, serta aktivitas bisnis dalam upaya memperluas akses atau jangkauan wilayah pasar produk UMKM dari Surabaya di jaringan penerbangan nasional yang diterbangi Citilink Indonesia.

“Citilink Indonesia merasa bangga dan terhormat bisa membangun kerjasama dengan Pemkot Surabaya, khususnya dalam membuka kesempatan untuk menjadi pilot dan awak kabin (flight attendant) serta kolaborasi dalam perluasan strategi pemasaran kedua belah pihak yang saling menguntungkan,” ujar Juliandra Nurtjahjo.


Menurutnya, lima calon pilot warga Surabaya tersebut akan disekolahkan Citilink Indonesia melalui program tanggungjawab sosial perusahaan atau CSR untuk memperoleh lisensi type rating pesawat Airbus A320 sehingga nantinya dapat bergabung dengan keluarga besar karyawan Citilink Indonesia.

Mengenai kerjasama bisnis, Juliandra mengtatakan, Citilink Indonesia membantu memperluas akses pasar produk makanan ringan dari pengusaha UMKM binaan Pemkot Surabaya melalui penjualan di pesawat-pesawat di seluruh jaringan penerbangan nasional Citilink Indonesia. Dengan demikian diharapkan terbangun standar kualitas mutu produk UMKM yang unggul serta munculnya kepercayaan public yang luas akan prouk-produk UMKM asal Surabaya. “Dengan strategi pemasaran yang baik mulai dari aspek segmentasi, target pasar maupun market positioning-nya, diharapkan dapat mengatasi hal-hal yag selama ini menjadi kelemahan fundamental produk-produk dari UMKM,” katanya.

M Salman Alfarisy (21 tahun), salah satu calon pilot dari Surabaya mengaku sangat bersyukur. Dia berterima kasih kepada Wali Kota Surabaya dan juga PT Citilink Indonesia atas kesempatan yang diberikan. Warga Siwalan Kerto ini mengaku sempat khawatir begitu tahu ada berita over supply pilot. “Tapi kami berusaha fokus menyelesaikan pendidikan di BP3. Dan Alhamdulillah kami mendapatkan kesempatan ini. Tadi kami dipesani Bu Risma untuk memberikan yang terbaik dan jangan lupa membantu orang tua, saudara dan sesama,” ujar anak sulung yang telah bikin bangga keluarganya ini. and.dan

Ciptakan Kondisi Aman dan Kondusif

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian di Kota Surabaya atas peran besarnya dalam mengawal keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Pahlawan.

Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan penghargaan dari Pemerintah Kota Surabaya kepada Kabag Ops Bambang Sukmo Wibowo dan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya Sutrisno N R yang diserahkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini di ruang kerja wali kota, Kamis (14/9).

Wali Kota Tri Rismaharini menyampaikan, penyerahan piagam penghargaan ini merupakan wujud terima kasih Pemkot Surabaya kepada jajaran Kapolrestabes karena telah banyak membantu dalam mewujudkan situasi aman dan kondusif bagi surabaya.

"Bayangkan jumlah penduduk kota ini kalau siang hari mencapai 5 juta orang sedangkan malam hari 3,2 juta. wilayahnya separuh Jakarta. Jadi peran serta dari kepolisian sangat berpengaruh terhadap keamanan dan kondisivitas kota ini," ujar wali kota.

Disampaikan wali kota, peran besar pihak kepolisian dalam mengamankan kota Surabaya dari segi kondisivitas sangat jelas terlihat dalam kurun waktu satu tahun ini, seperti halnya ketika ada demonstrasi.

"Itu biasanya Pak Sutrisno yang suka nggembosi kalau mau ada demo dan akhirnya nggak jadi karena sudah digembosi dulu. Alhasil. Cara ini membuat Kota Pahlawan menjadi bagus dan relatif tenang karena masyarakatnya bisa diajak berkomunikasi," sambung wali kota.

Wali kota menambahkan, ke depannya, Pemkot akan menyambungkan peralatan yang ada di Pemkot dengan Polres untuk bisa lebih cepat dan tepat dalam merespons kejahatan yang terjadi di objek vital dan masyarakat.

"Pak Kapolres sudah berkirim surat ke daerah objek vital mulai dari mall, pertokoan dan bank untuk menyiapkan CCTV kamera yang nantinya langsung bisa menyambung ke polrestabes. Harapannya pengendalian kejahatan menjadi lebih mudah," imbuh wali kota.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Muhammad Iqbal didampingi Kabag Ops AKBP Bambang Sukmo Wibowo dan Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya AKBP Sutrisno N R beserta jajarannya, mengucapkan terima kasih sekaligus memberi apresiasi kepada 2 timnya yang berhasil mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Memang AKBP Sutrisno ini melakukan proses manajemen pencegahan dengan penggalangan dan penetrasi ke semua elemen masyarakat. Bahkan jika tidak ada momentum pun, Pak Sutrisno melakukan pendekatan dan berkomunikasi dengan masyarakat, sehingga hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi baik," ujar M.Iqbal.

Sementara Kabag Ops Bambang Sukmo Wibowo, lanjut, Iqbal bertugas menyiapkan manajemen pengamanan. Artinya, satu pengaman objek harus ada manajemennya.

"Nah pak kabag ops ini yang tahu, siapa berbuat apa bertangggung jawab apa, ada perwira pengendali di lokasi dan ada batasan cara bertindak. Dia tahu semua," urai pria kelahiran Palembang itu.

Disampaikan M.Iqbal, AKBP Bambang memang layak mendapatkan penghargaan dari wali kota. Pasalnya, selama 9 bulan berdinas di Surabaya, Iqbal menilai kinerja AKBP bambang tidak kenal lelah. "Jadi dengan kinerja yang sudah dibuat dan motivasi dari ibu walikota, mudah-mudahan bisa jadi Kapolres juga lah," kelakar Iqbal. and.dan

Page 10 of 234