Sampang (beritakota.net) DPRD Kabupaten Sampang secara resmi melantik Moh. Zainuddin S.PDi sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD Sampang periode 2014 - 2019, menggantikan Thamrin Zin Firdaus yang telah meninggal Dunia dan KH Yusuf Abdul Al Damanhuri sebagai pengganti KH Abdullah Mansur, SE yang sedang mencalonkan Cawabup Sampang periode 2018 - 2023 digedung DPRD Sampang, Senin (26/3/2018).

Dalam rapat paripurna istimewa DPRD kabupaten sampang tahun rapat 2018, peresmian pemberhentian dan peresmian pengangkatan penggantian anggota DPRD kabupaten sampang masa jabatan tahun 2014 -2019.

Bertindak sebagai pimpinan Ketua DPRD Sampang, KH Imam Ubaidillah dengan dihadiri Wakil Ketua DPRD Sampang, DR Fausan Adima, SH M.Hum, Mohammad Hakiki, Abdussalam serta Bupati Sampang Jonathan Judianto, anggota DPRD Sampang dan ratusan undangan lainnya.

Menurut KH Imam Ubaidillah, berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor: 171.434/300/011.2/2018 tanggal 21 Maret 2018 tentang peresmian pengganti antar waktu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sampang Zin Firdaus dan peresmian pengangkatan Moh. Zainuddin, S.PDi sebagai penggantian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sampang serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sampang Abdullah Mansur, SE dan peresmian pengangkatan KH Yusuf Abdul Al Damanhuri masa jabatan 2014 - 2019.

Pada kesempatan tersebut, dirinya menyampaikan atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Sampang mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepadaMoh. Zainuddin, S.PDi sebagai anggota DPRD Kabupaten Sampang yang berasal dari daerah pemilihan dapil II dari Partai Nasional Demokrat dan Abdullah Mansur, SE yang berasal dari daerah pemilihan dapil I dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

''Dan kepada Moh. Zainuddin, S.PDi dan KH Yusuf Abdul Al Damanhuri yang telah dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Sampang dari Nasdem dan PKB yang diresmikan pengangkatannya. Kepada kedua anggota DPRD yang baru saja dilantik dapat segera menjalankan tugas den kewengan yang telah diamanahkan oleh konstitusi, dan DPRD dapat menyelenggarakan urusan pemerintahan dengan sebaik-baiknya," harapnya.

Dikatakan Ubaidillah, setelah dilantik, tentu menjalin kerjasama yang selama ini terjalin baik untuk diteruskan untuk kemajuan Kabupaten Sampang antara eksekutif (Pemerintah) dan legislatif (DPRD) untuk kepentingan masyarakat Sampang pada umumnya.

Sebagai wujud mengemban amanah rakyat dan menjadi semangat baru demokrasi di Bumi Bahari untuk mewujudkan Sampang bermartabat," tuturnya.
 
"Tujuan dari semua itu adalah tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat, menegakkan supremasi hukum, tersalurkannya aspirasi masyarakat dan terciptanya demokrasi sebagaimana yang dicita-citakan bersama," tandasnya. is


Surabaya (beritakota.net) Rumah Sains bersama Komunitas Seduluran Homeschooling menyelenggarakan acara bertajuk "Indonesia Main Sains".

Acara yang akan diikuti oleh 150 orang, terdiri dari kelompok SD Surabaya Sidoarjo, anak anak homeschooling, lengkap beserta orang tua dan para pendidik.

Diantaranya SDN Kapasan 5, SDN Simokerto 5, SDN Simokerto 6, SDN Simolawang, SDN Kedurus, SD Islam Aulia Prambon, Kampung dolanan dan tentu saja dari Komunitas Seduluran Homeschooling Surabaya.

Mengapa Sains?. Karena berdasarkan survey dari Pusat Penelitian Perkembangan IPTEK LIPI Bahwa 54 persen dari 1.829 responden di 10 kota besar di Indonesia tidak paham dan tertarik pada Ilmu Pengetahuan Sains.

Bagaimana dengan anak atau murid SD?. Tidak kalah mengherankan, dalam survey juga disebutkan bahwa kemampuan literasi, teoritis, dan praktik sains anak anak Indonesia masih kalah dengan negara di kawasan Asia Pasifik bahkan dunia.

Fenomena itu yang menggerakkan Rumah  ILMA bersafari keliling kota di Indonesia untuk memberikan pelatihan secara gratis kepada murid SD, Guru, serta Orang tua beraneka ragam permainan sains.

Dalam acara nanti para peserta diajak bermain beraneka ragam prinsip dasar Sains dengan media percobaan yang mengasyikkan dan anti jenuh. Permainan nanti bisa terus dipraktikan di rumah bersama orang tua atau teman sepermainan.

Pada hari ini (26/3), tepatnya Surabaya dan Sidoarjo menjadi tuan rumah setelah acara ini sukses menyita perhatian di banyak kota. Para peserta kali ini berasal dari Surabaya, Sidoarjo dan Probolinggo.

Acara yang berlangsung lebih kurang 4 jam ini menggandeng Komunitas Seduluran Homeschooling Surabaya. Acara ini dipimpin langsung oleh Kak A Muzi Marpaung, beliau adalah founder dari Rumah Sains Ilma.

Yakni sekelompok orang tua yang memang memilih jalur pendidikan alternatif berupa pendidikan berbasis keluarga. Anak anak yang masuk dalam komunitas Seduluran Homeschooling ini berjumlah lebih kurang 35 orang yg tetap. and


Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menggelar kembali acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan, Kamis (29/3/2018). Acara yang digelar setiap bulan ini akan dikemas berbeda dari sebelumnya, karena acara kali ini akan menjadi ajang pemberian penghargaan bagi Pubic Reations (PR) berprestasi se Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan pihaknya nanti akan bekerjasama dengan PR Indonesia yang akan memberikan penghargaan kepada PR berprestasi di Indonesia. Makanya, nanti akan ada dua panggung besar yang dipasang di Jalan Tunjungan.

"Panggung besar yang pertama akan menjadi tempat hiburan seperti biasanya, dan panggung besar kedua akan menjadi tempat pemberian penghargaan bagi PR Indonesia. Selain itu, ada pula pertunjukan atau hiburan di sela-sela stand," kata Widodo saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Senin (26/3/2018).

Menurut Widodo, acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan itu akan dikuti oleh sekitar 150 UKM yang ada di Surabaya. Mereka terdiri dari Pahlawan Ekonomi, Dekranasda, UKM Dinas Koperasi, UKM dolly, UKM Dinas Perdagangan, UKM Kampung Lawas Maspati serta mengajak pihak hotel yang akan menyediakan food and beverage.  

"Seperti biasa, mereka menyediakan makanan khas Surabaya sesuai dengan klasternya masing-masing. Mereka akan menempati 95 meja, setiap meja diisi oleh dua sampai tiga UKM," imbuhnya.

Melalui cara ini, lajut dia, maka Jalan Tunjungan yang sangat fenomenal akan hidup kembali seperti yang diharapkan Pemkot Surabaya. Disamping itu, para pelaku UKM di Surabaya bisa mendapatkan pendapatan tambahan dari acara ini, sehingga perekonomian warga terus berputar dan UKM terus terdorong untuk tumbuh.

Adapun yang menarik dari Mlaku-mlaku Nang Tunjungan kali ini adalah adanya PR award yang digelar oleh PR Indonesia. Sebenarnya, mereka akan menggelar sejumlah acara di Kota Surabaya mulai tanggal 27 Maret 2018, dan puncak acaranya pada Kamis malam di Jalan Tunjungan yang ditandai dengan penyerahan penghargaan dan tropi kepada PR berprestasi. "Jadi, pasti akan lebih meriah," tegasnya.

Sementara itu,founder sekaligus CEO PR Indonesia Asmono Wikan mengatakan kompetisi dan ajang penghargaan PR ini rutin digelar setiap tahunnya. Tahun ini sudah memasuki tahun ketiga. Dua ajang penghargaan sebelumnya digelar di Bali dan baru kali ini digelar di Surabaya.

"Inilah pesta olimpiade’paling komprehensif yang dihadirkan untuk mengukur kinerja dan produk humas atau PR selama satu tahun. Kompetisi ini diikuti oleh korporasi dan organisasi baikpemerintah maupun nonpemerintah," kata Asmono saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya.

Asmono menjelaskan tema sentral tahun ini adalah "Kepemimpinan yang Menginspirasi". Tema ini sebenarnya terinspirasi dari cara kerja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam memimpin Kota Surabaya.

Kepemimpinan adalah elemen penting yang menentukan keberhasilan suatu organisasi, termasuk di wilayah PR. Tanpa pemimpin yang memahami pentingnya PR dan memberikan ruang strategis kepada tim PR untuk berkembang, mustahil PR dapat memberikan kontribusi optimal.

"Itulah alasan kami mengapa acara PR award kali ini digelar di Kota Surabaya. Selain itu, Pemkot Surabaya sudah terkenal dengan PR nya yang sangat bagus," kata dia.

Dalam penghargaan kali ini, delapan kategori yang dinilai, tiga diantaranya adalah kategori baru, yaitu kategori Krisis (Pedoman Krisis, Penanganan Krisis), Manual Tata Kelola Kehumasan, dan Laporan Tahunan (Annual Report dan Sustainability Report).

Sedangkan kategori yang sudah ada sebelumnya meliputi Owned Media (Media Cetak, E-Magazine, dan Video Profile), Kanal Digital (Aplikasi, Website, dan Media Sosial), Program PR (Corporate PR, Government PR, Marketing PR, dan Digital PR), Program CSR (Sustainability Business dan Community Based Development), Departemen PR, dan kategori Terpopuler di Media yang menggandeng PT Isentia.

"Tahun ini, entri kategoriini semakin meroket menjadi 463 buah yang berasal dari 105 organisasi yang terdiri dari 72 korporasi dan 33 lembaga pemerintah. Tahun lalu, acara ini mengemas 224 entri dari semua kategori," kata dia.

Asmono menambahkan, sebanyak 16 juri ahli dikerahkan untuk memberikan penilaian obyektif. Proses penjuriannya pun dilakukan secara maraton di kantor PR Indonesia. Para juri pun telah menentukan pemenangnya dan akan diumumkan langsung di acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan.

Untuk memperlancar acara ini, Satlantas Polrestabes Surabaya dan Dishub Surabaya melakukan penutupan Jalan Tunjungan. Mereka pun sudah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas pada saat acara itu.

"Jadi, Jalan Tunjungan akan ditutup total mulai tanggal 28 Maret 2018 pukul 24.00,dibukakembalitanggal 29 Maret 2018 pukul 24.00," kata Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajat saat jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya.

Berdasarkan rapat koordinasi yang telah dilakukan, rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan diantaranya, arus kendaraan dari arah gemblongan diarahkan ke genteng kali atau praban. Lalu kendaraan dar arah blauran yang menuju Siola akan diarahkan ke Jalan Bubutan.

"Sementara untuk tamu yang menginap di Hotel Majapahit akan dilewatkan melalui Jalan Gubernur Suryo dan nanti akan ada jalur kontra flow," pungkasnya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pendidikan Kota Surabaya memastikan beasiswa bagi generasi emas Surabaya akan segera cair. Hingga saat ini, pencairan beasiswa bagi keluarga yang kurang mampu itu masih dalam proses dan sudah dipersiapkan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya Ikhsan menjelaskan pencairan beasiswa terus dimatangkan karena memang ada beberapa perubahan kebijakan terkait dengan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Hal ini juga berkaitan dengan pengambilalihan pengelolaan beasiswa dari Dinas Sosial Surabaya ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

"Jadi, sebelumnya beasiswa diberikan maksimal Rp 3 juta, sehingga kalau ada mahasiswa yang UKT-nya lebih dari Rp 3 juta, maka hanya Rp 3 juta itu yang dibayarkan oleh Pemkot, dan selebihnya dibayarkan sendiri oleh mahasiswa," kata Ikhsan kepada wartawan, Rabu (21/3/2018).

Menurut Ikhsan, skema semacam ini tentunya masih memberatkan mahasiswa yang mendapat beasiswa Generasi Emas Surabaya, karena mereka harus mencari biaya tambahan dari UKT itu.  

"Nah, tahun ini kebijakan dari Bu Wali Kota untuk biaya UKT dipenuhi semuanya, sesuai dengan UKT yang ada pada masing-masing perguruan tinggi. Jadi, kalau UKT -nya Rp 5 juta, maka akan dbayari penuh Rp 5 juta, sehingga mahasiswa dan orang tuanya tidak bingung lagi untuk mencari biaya UKT tambahan," tegasnya.

Selain itu, uang saku bulanan yang akan diterima oleh Generasi Emas Surabaya juga ada kebijakan baru, yaitu penambahan uang sakut sebesar Rp 100 Ribu. "Jadi, jika sebelumnya uang saku Rp 400 ribu, maka pada tahun ini menjadi Rp 500 ribu," tegasnya.

Bahkan, uang biaya penunjang pendidikan yang biasanya diterima setiap satu semester juga ada perubahan. Sebelumnya, uang biaya penunjang pendidikan ini hanya untuk buku dan beberapa keperluan lain, namun sekarang bisa digunakan untukpendukung perkualihan yang memang mereka butuhkan.

"Sebab, sangat beda antara mahasiswa Fakultas Teknik dan dengan mahasiswa Fakultas Ekonomi. Tentunya, kebutuhannya juga berbeda-beda. Kita menyesuaikan dengan kebutuhan mereka masing-masing," ujarnya.

Ikhsan berharap beasiswa ini akan segera cair. Namun, walaupun belum cair hingga saat ini, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak perguruan tinggi dan bertemu dengan pihak rektorat. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bahwa kalau dulu pembayaran UKT diberikan langsung kepada masing-masing mahasiswa, dan selanjutnya mahasiswa membayarkannya kepada pihak kampus.

"Namun, untuk pembayaran selanjutnya, uang UKT ini akan langsung ditransfer oleh Pemkot Surabaya kepada pihak kampus masing-masing," tegasnya.

Mantan Kepala Bapemas Kota Surabaya ini juga memastikan, apabila selama ini mahasiswa yang mendapatkan beasiswa generasi emas belum melakukan pembayaran, maka pihak perguruan tinggi sudah sepakat untuk memberikan kemudahan kepada mahasiswa itu, sehingga tetap bisa mengurus KRS dan bisa kuliah seperti biasanya.

"Kami berkomitmen, kalau nanti proses ini sudah selesai, maka kami akan langsung transfer pembayarannya ke perguruan tinggi masing-masing," kata dia.

Di samping itu, apabila ada mahasiswa penerima beasiswa generasi emas yang sudah terlanjur membayarkan uang UKT-nya, maka dipastikan akan diganti oleh Pemkot Surabaya.

"Kami sudah minta datanya dari komunitas generasi emas ini, mereka ada grup bersama. Yang sudah membayar akan didata dan uang pencairan semester ini akan diberikan kepada mereka langsung, bukan universitas," katanya.

Ikhsan pun berharap perubahan skema semacam ini akan semakin membantu pembelajaran mahasiswa penerima Generasi Emas Surabaya. Apabila semua proses dari skema baru ini sudah selesai, maka diharapkan ke depannya akan selalu lancar tiap bulannya.

"Mudah-mudahan segera cair, kami masih proses pencairan dan segera kami sampaikan, kalau prosesini selesai, maka bulan-bulan berikutnya tidak akan terlambat lagi," pungkasnya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya terus mengebut pengerjaan bozem baru di Surabaya Barat untuk mengantisipasi banjir. Pada tahun 2018 ini, ada tujuh bozem yang sedang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP).

Tujuh bozem itu adalah di Kebraon, Telogo Tanjung Bangkingan, Waduk Banpur Karangpilang, Simo Hilir, Lempung Perdana, Manukan Tirto, dan di Yono Suwono. Tujuh bozem itu ukurannya rata-rata kecil dan sedang.

"Yang paling besar yang akan kami bangun di Telogo Tanjung Bangkingan. Dan yang pasti, tujuh bozem yang dibangun itu bisa menampung air saat hujan deras," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/3/2018).

Menurut Erna, pembangunan tujuh bozem itu dilakukan secara swakelola. Artinya, tidak dilelangkan seperti biasanya. Sebab, ia menilai apabila dilelang seperti biasanya akan memakan waktu panjang dan biayanya juga lumayan besar. "Jadi, temen-temen garap sendiri. Alat beratnya pun kita bagi," katadia.

Melalui cara ini, maka proses pengerjaan bozem itu bisa dipercepat. Bahkan, ia memperkirakan proses pengerjaannya hanya membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga bulan. "Apalagi, temen-temen garapnya hampir setiap hari, jadi bisa cepat diselesaikan," ujarnya.

Hingga saat ini, sebanyak 37 bozem telah dibangun oleh Pemkot Surabaya. Luasnya mencapai 1,2 juta lebih meter persegi. Adapun bozem yang paling luas dan terbesar adalah Bozem Morokrembangan dengan luas 800 ribu meter persegi. Terluas kedua Bozem Kedurus 143 ribu meter persegi dan terluas ketiga Bozem Wonorejo 120 ribu meter persegi.

Erna menjelaskan, lokasi-lokasi yang dipilih untuk membangun bozem itu bermacam-macam. Ada lahan yang sudah dibebaskan oleh Pemkot Surabaya, seperti lahan yang ada di bundaran PTCyang sudah dibebaskan pada tahun lalu dan ada pula di perumahan. "Di lahan yang dibebaskan itulah kami jadikan bozem," tegasnya.

Selain itu, ada juga bozem yang dibangun di atas lahan milik militer, seperti Waduk Banpur yang lokasinya berada di area marinir. Oleh karena itu, waduk tersebut diberi nama Waduk Banpur yang merupakan singkatan dari bantuan tempur. "Tidak apa-apa meskipun di lahan marinir, asalkan mereka sudah memberikan izin pembangunannya," kata dia.

Erna menambahkan, saat ini masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya bozem untuk menampung air pada saat hujan deras. Makanya, semakin banyak warga mengusulkan dan meminta supaya daerahnya dibangun bozem. Padahal, dulu banyak warga yang menolak pembangunan bozem itu karena berbagai alasan, termasuk alasan pembebasan tanah.  

"Kalau sekarang sudah banyak yang sadar fungsi bozem. Malah sekarang ada warga yang meminta untuk dibuatkan jembatan dan gazebo di tengah-tengah bozem itu, sehingga bisa dijadikan tempat untuk memancing," imbuhnya.

Ia memastikan bahwa pembangunan bozem di berbagai titik di Kota Surabaya ini untuk mengantisipasi terjadinya global warming yang sudah mulai dirasakan di belahan dunia, mulai dari banjir dimana-mana hingga bencana kekeringan. Tujuan itulah yang biasanya selalu disampaikan oleh Wali Kota Risma ketika meresmikan bozem di Surabaya.

"Makanya, Bu Wali juga selalu meminta supaya di kawasan bozem dibuat lebih hijau sehingga dapat terhindar dari kesan gersang dan panas," pungkasnya. and.dan



Sampang (beritakota.net) Setelah melakukan Musrembang di masing-masing Desa di 14 Kecamatan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang. Akhirnya Pj Bupati Sampang, Drs Ec H Jonathan Judianto MMT membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Sampang Tahun 2019, bertempat di Pendopo Bupati Jalan Wijaya Kusuma Sampang. Kamis (22/03) kemarin.

Acara Musrenbang RKPD Tahun 2019 dengan tema "Pengembangan Akses Pelayanan Dasar Masyarakat serta Peningkatan dan Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Menuju Kabupaten Sampang Yang Harmonis, Mandiri dan Sejahter".

Selain di buka langsung oleh Pj Bupati Drs Ec H Jonathan Judianto MMT, hadir pula Bakorwil Madura,  Ketua DPRD KH Imam Ubaidillah, Sekda Sampang Puthut Budi Santoso, Kepala OPD, Camat, Tomas dan elemen masyarakat serta LSM Sampang.

Sambutan Ketua DPRD Sampang KH Imam Ubaidillah mengatakan, sebenarnya ke 3 (tiga) calon Bupati Sampang di undang agar kedepan apabila terpilih menjadi Bupati dapat menjalankan Musrenbang. Bicara tentang IPM Sampang tetap statnan, padahan setiap tahunnya telah di anggarkan cukup besar.

"Mungkin ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita, apa mungkin pelaksanaan di lapangan atau perencanaanya yang salah dan pengawasannya yang kurang maksimal, sehingga banyak program di Sampang, seperti inprastruktur yang baru saja di bangun dan baru saja selesai di Bulan Desember sekarang sudah rusak kembali," ungkap Imam.

Lanjut dia, terkait penanganan banjir di Kabupaten Sampang hingga sekarang tidak pernah terselesaikan, bahkan begitu banyak anggaran yang di keluarkan oleh Pemerintah, namun hingga sekarang penanganan banjir di Sampang belum pernah terselesaikan.

"Di tahun ini, hampir kurang lebih 60 Miliyart yang di kucurkan oleh Pemerintah Pusat. Perlu kita awasi bersama seperti pompa air pengendali banjir yang baru saja di bangun tahun 2017 kemarin, jangan-jangan itu tidak berpungsi, sama dengan menanam besi," ujarnya.

Sambutan Pj Bupati Sampang, Drs H Jonathan Judianto MMT memaparkan, di Bulan Januari ini kita sudah melakukan Musrenbang di tingkat desa dan Kecamatan, setiap tahunnya itu saja yang di usulkan dan yang di bangun, sebenarnya ada proses konfermasi di tingkat desa yang akan di bawa ke tingkat kecamatan.

"Sekarang kita berkumpul kembali di tingkat Kabupaten untuk memilah mana yang belum terselesaikan, mari kita selesaikan di forum musrenbang ini, kita berharap ada perubahan di Tahun 2019 mendatang dan ini bukan forum biasa. Provinsi nantinya akan menilai dengan melihat sekala priritas dan ini akan kita kawal bersama," jelasnya

Di tambahkannya, secara indikator ekonomi Kabupaten Sampang sangatlah rendah, yang bisa merubah itu tentu masyarakat Sampang. Termasuk penanganan banjir yang ssring melanda Kabupaten Sampang selama ini.

"Ada siasat khusus dari teman-teman untuk menangani banjir dengan cara sodet sungai dan memindah pompa itu ke tepi sungai untuk menyedot air ke laut, apabila pompa itu tudak dindah, maka tetap tidak ada gunanya," tambahnya.

Usai acara Musrenbang di buka oleh Pj Bupati Sampang, beliau langsung meninggalakan Pendopo dan acara selanjutnya isoma di lanjutkan dengan pembahasan Musrenbang dengan di ikuti oleh peserta dari masing-masing Kecamatan se-Kabupaten Sampang. is

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat mulai dari pengusaha, perguruan tinggi, media dan seluruhnya atas peran sertanya dalam membangun Kota Surabaya.

Hal ini yang menjadi kunci keberhasilan Kota Surabaya meraih penghargaan Internasional Spesial Mention pada Lee Kuan Yew Word City Prize 2018, Sabtu (17/3/2018).

“Terus terang ini efort dari masyarakat yang terbaik di dunia,” kata Wali Kota Risma usai menghadiri acara Pelatihan Manajemen Keuangan dan Ketahanan Ekonomi Keluarga di Graha Sawunggaling, Minggu (18/3/2018).

Diawal penjurian, Wali Kota Risma telah memupuk rasa percaya diri untuk bisa memperoleh penghargaan ini. Sebab, Wali Kota sarat akan prestasi itu menilai, seluruh elemen masyarakat mau berkumpul dan mencari terobosan secara bersama-sama untuk membangun Kota Surabaya.

“Itulah kelebihan Surabaya yang tidak dimiliki oleh negara lain dan itu yang membuat saya percaya diri,” tegasnya.  

Kendati begitu, perjuangan Kota Surabaya meraih penghargaan ini tidaklah mudah. Sebab, selama proses penjurian, Wali Kota Risma mengaku sulit untuk meyakinkan para juri yang dalam pemikiran para juri dari Jerman dan Cina itu, Kota Surabaya tidak jauh berbeda dengan kota modern yang ada di dunia.

“Modern yang dalam arti sebenarnya transportasi massal yang masih modern dan vertical hosting,” ucapnya.

Tidak menyerah begitu saja, Wali Kota sarat akan prestasi itu menjelaskan bahwa ada perbedaan dari sisi budaya, regulasi, lalu melihat kampung secara langsung serta bagaimana penanganan masalah perekonomian dan remaja.

“Setelah saya jelaskan dan diajak melihat kampung Jambangan, Gundih dan kampung produktif daerah Kebraon, di situ mereka baru tertarik,” urainya.  

Atas pencapaian ini, wali kota Risma menegaskan bahwa prestasi semacam ini harus dipertahankan karena ini adalah kekayaan yang dimiliki Surabaya. Selain itu, dirinya juga akan berusaha untuk menjadikan Surabaya sebagai Kota Metropolitan yang tidak melupakan sejarah.

Adapun penghargaan yang digelar setiap dua tahun sekali ini diberikan oleh Urban Redevelopment Authority (URA) di Singapura dan Centre for Liveable Cities (CLC). Selain  Surabaya, ada kota besar lain yang mendapat penghargaan ini antara lain, Hamburg di Jerman, Kazan di Rusia, dan Tokyo di Jepang. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengadakan pelatihan manajemen keuangan dan ketahanan ekonomi keluarga terhadap 163 peserta dari Pengurus Cabang Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Surabaya di Graha Sawunggaling, Minggu (18/3/2018).

Hadir dalam acara tersebut, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah, Pengurus Cabang Fatayat NU Surabaya Siti Musyfiqoh beserta anggota serta Kepala Kementerian Agama Kota Surabaya dan PC Muslimat NU Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, tujuan pelatihan ini untuk menguatkan dan menstabilkan ekonomi kerakyatan agar hidup warga lebih sejahtera.

‘‘Saya ingin kalian semua sejahtera lewat ajaran rukun Islam dengan zakat dan naik haji,’‘ kata Wali Kota Risma diiringi tepuk tangan.

Agar warga Surabaya dapat hidup sejahtera, Wali Kota menuturkan kepada puluhan perempuan yang tergabung dalam anggota PC Fatayat NU untuk mau bekerja keras agar mampu mewujudkan sekaligus mengatur ekonomi yang kuat dalam keluarga maupun Kota Surabaya.

‘‘Jangan pernah cepat berpuas diri, kita semua harus survive. Sehingga cita-cita untuk menjadi tuan dan nyonya di rumahnya sendiri terwujud,’‘ tegas Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Untuk bisa mewujudkan hal itu, Wali Kota perempuan dua periode ini meminta kepada seluruh anggota PC Fatayat NU untuk menyusun program pemberdayaan ekonomi yang baik. Dalam hal ini, lanjut wali kota Risma, anggota Fatayat diminta menekuni usaha kecil menegah (UKM).

‘‘Ibu-ibu yang lain itu semua mulai dari nol, tetapi setelah beberapa tahun hasilnya mulai terlihat,’‘ imbuhnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Wali Kota Risma berharap agar anggota Fatayat NU mau berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan hidupnya dan membangun ekonomi kota atau negara yang tangguh.

‘‘Mari bersama-sama kita berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan dengan mendongkrak ekonomi masyarakat yang ada di bawah sehingga roda perekonomian di Surabaya terus bergerak naik,’‘ ujar wali kota sarat akan prestasi itu.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah menambahkan, pelatihan pengelolaan keuangan keluarga dan ketahanan pangan dinilai penting. Sebab, peran ibu sangat kuat untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran uang di dalam sebuah keluarga.

‘‘Harus pintar mengatur dan mengelola uang, kalau tidak bisa berbahaya,’‘ ungkap Difi di sela-sela sambutannya.  

Selain itu, alasan lain mengapa pelatihan ini penting, karena tantangan ke depan jauh lebih berat. Menurutnya, biaya pendidikan, kesehatan, bahan pokok, mengalami peningkatan.

Diharapkan, lanjut Difi, setelah mengikuti pelatihan ini, PC Fatayat NU dapat memikirkan pengeluaran dan pemasukan keuangan keluarga dengan baik. Serta tidak mudah dibohongi oleh tawaran investasi bodong yang akan menghancurkan ekonomi setiap individu.

‘‘Yang terpenting jadilah ‘Menteri Keuangan’ dalam keluarga anda masing-masing dan jangan menjadi warga yang komsumtif,’‘ tegasnya.

Di penghujung acara, Wali Kota Risma bersama seluruh jajaran melaunching produk UKM Fatayat NU Surabaya lalu meninjau stand produk UKM Fatayat NU yang berada di dalam gedung Sawunggaling.  Tampak, Wali Kota Risma mengajak para pelaku UKM Fatayat NU untuk berkomunikasi.

‘‘Kain ini harganya berapa, tapi saya mau gratis,’‘ celetuk Wali Kota Risma sambil tertawa. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) tidak hentinya terus berupaya dalam mengentaskan kemiskinan, salah satunya adalah melalui pelaksanaan program terpadu Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK).

Tahun 2018, Pemkot Surabaya menargetkan penyelesaian Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 1.038 unit rumah ditambah dengan 1.000 unit jamban.

Kepala Seksi Rehabilitasi Penyandang Cacat dan RSDK Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Agus Rosid mengatakan pelaksanaan RSDK di tahun ini, untuk anggaran tiap unit rumah akan dibedakan berdasarkan dengan klasternya, dengan anggaran tiap unit rumah antara Rp5 juta, Rp15 juta, Rp25 juta, sampai dengan Rp30 juta.

''Nantinya kita intervensi berdasarkan klaster nya, jadi masing-masing rumah kita lihat dulu berdasarkan tingkat kerusakan,'' kata Rosid, saat ditemui di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Rabu, (14/03/18).

Dari masing-masing anggaran tersebut, lanjut Rosid, untuk lama waktu pengerjaannya akan disesuaikan dengan besarnya jumlah anggaran yang sebelumnya telah ditentukan.

Rinciannya yakni, untuk anggaran sebesar Rp5 juta pengerjaan akan dilaksanakan selama enam hari, Rp15 juta akan dikerjakan selama 12 hari, dan untuk anggaran sebesar Rp25 juta akan dikerjakan selama 16 hari. Sedangkan untuk anggaran sebesar Rp30 juta nanti akan dilaksanakan dalam kurun waktu 19 hari.

''Sementara itu pada pengerjaan jamban, tiap unit akan dianggarkan sebesar Rp3 Juta, dengan lama pengerjaan dalam kurun waktu empat hari,'' urainya.

Menurut data dari Dinas Sosial Kota Surabaya menyebutkan, tahun 2016 Pemkot telah menyelesaikan sebanyak 1.184 unit RTLH, sedangkan tahun 2017 sebanyak 1.444 unit RTLH ditambah dengan perbaikan 187 unit jamban.

Disampaikan Rosid, dalam program ini Pemkot bekerja sama dengan Unit Pembinaan Keluarga Miskin (UPKM), yaitu kelompok masyarakat yang berada di tingkat kelurahan yang melaksanakan tugas perbaikan rumah.

Disamping itu, dalam pengerjaanya nanti UPKM akan didampingi oleh satgas pendamping dari Dinas Sosial, selain itu juga ada petugas pengawas di lapangan.

''Nanti, keluarga penerima juga akan dilibatkan mulai dari perencanaan. Begitu pula saat pembangunan selesai, warga penerima juga akan dilibatkan dengan melakukan pengawasan dari hasil pembangunan,'' jelasnya.

Karena jumlah kuotanya terbatas, lanjut Rosid, nantinya akan ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh pelaksana. Tahapan-tahapan tersebut terdiri dari usulan, verifikasi administrasi, dan verifikasi di lapangan. Dari hasil peninjauan di lapangan nanti pihaknya juga akan melihat status tanahnya apakah jelas.

''Kalau misal status tanahnya berada di atas saluran irigasi atau dalam status sengketa, maka otomatis juga tidak akan kami loloskan,'' tegasnya.

Setelah itu, kata dia, baru akan dilakukan musyawarah ditingkat kelurahan dengan melibatkan semua unsur, yakni LPMK, RT, RW, PKK dan pihak dari kelurahan sendiri, untuk menentukan warga tersebut layak atau tidak nya mendapat program bantuan RSDK.

''Dari hasil musyawarah itu nanti akan kita lakukan perangkingan, untuk menetapkan berdasarkan kuota dari tingkat kerusakannya,'' imbuh pria berkacamata ini.

Rosid menambahkan, dengan digulirkannya program RSDK tahun 2018 diharapkan keluarga penerima manfaat bisa lebih meningkatkan sumber pendapatan yang dapat menunjang perekonomian mereka.

''Sementara dari sisi perbaikan jamban, kedepan warga Surabaya tidak lagi buang air besar di sungai, sehingga Kota Surabaya bisa menjadi kota bebas dari BAB sembarangan,'' tandasnya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercantik tata ruang kota dengan memasang bola-bola warna-warni di trotoar Jl Blauran. Warnanya yang mencolok dan sedap dipandang mata membuat sebagian orang menyempatkan diri untuk berfoto.

Bola warna-warni berdiameter 50 sentimeter itu terpasang di sepanjang Jalan Blauran hingga Jalan Kranggan. Dengan pemasangan bola warna-warni itu, kawasan trotoar di pusat kota semakin nampak cantik. Ditambah, ruas jalan trotoar sudah dilebarkan dan nyaman bagi pejalan kaki.

Nabila (18) salah seorang warga Surabaya Pusat yang kebetulan melintas usai berbelanja di pasar Blauran awalnya mengaku bingung dengan kehadiran bola-bola di sekitar trotoar Jalan Blauran.

"Sempat bingung tapi akhirnya tahu manfaatnya setelah membaca di media online," katanya sambil tersenyum.

Ditanya apakah pemasangan bola-bola memiliki manfaat dan membangun kesadaran pengendara motor agar tidak melintas di atas trotoar, Nabila mengaku belum mengerti sepenuhnya.

Tetapi, perempuan asli Surabaya itu berharap agar pengendara mentaati peraturan yang sudah diterapkan pemkot untuk mewujudkan kenyamanan bagi warganya, utamanya pejalan kaki.

"Semoga ini bermanfaat bagi pejalan kaki dan tentunya akan semakin banyak anak muda yang akan melakukan foto di sini," ujar perempuan kelahiran Surabaya ini.

Dengan adanya bola-bola berwarna tersebut, Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Chalid Buhari menginginkan agar warga kota Surabaya sadar berlalu lintas dengan tidak lewat trotoar.

''Tujuan pemasangan bola warna-warni sebagai pengaman bagi pejalan kaki, mencegah sepeda motor melintas di atas trotoar sekaligus memperindah kawasan trotoar di Surabaya," ujar Chalid.

Chalid mengatakan, bola warna-warni terbuat dari beton semen, dipasang di sejumlah ruas trotoar, misalnya di sisi timur Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Blauran. Sekitar 30 buah 'bola dunia' sudah terpasang.

Rencananya, kata Chalid, pemasangan bola-bola akan terus dilakukan di setiap trotoar yang ada di surabaya. Bahkan, tidak hanya satu atau dua warna, melainkan akan dicat dengan warna emas dan warna yang lain.

"Nanti akan kita cat dan pasang secara bertahap dengan melihat kondisi di lapangan. Untuk jumlah perkiraan ada ratusan bola yang telah terpasang," ucapnya.

Adapun, pemasangan bola dunia dan bola warna-warni telah terpasang di beberapa titik antara lain, sisi timur Jalan Urip Sumoharjo, kawasan Jl Adiyawarman, Jl Embong Malang dan terbaru kawasan Jl Blauran. and.dan


Page 10 of 246