Surabaya (beritakota.net) Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) bersama Pemerintah Kota Surabaya menggelar kegiatan Jaga Bhumi Festival. Salah satu kegiatannya adalah sarasehan yang diikuti oleh Pendiri YKRI Megawati Soekarno Putri, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan 84 peraih kalpataru se-Indonesia.

Sarasehan yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya itu memberikan kesempatan kepada para peraih kalpataru untuk menyampaikan usulan dan rekomendasi tentang pembangunan lingkungan di Indonesia.

Salah satu perwakilan peraih kalpataru menyampaikan usulan dan rekomendasinya yang meminta untuk difasilitasi bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Bahkan, mereka juga meminta untuk dibuatkan semacam organisasi yang dapat menguatkan komunikasi diantara para peraih kalpataru. Menanggapi permintaan itu, Megawati Soekarno Putri selaku pendiri YKRI dan yang menginisiasi acara itu mengaku akan menyampaikan semua usulan dan rekomendasi itu kepada pemerintah, termasuk kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

“Tentunya, kami akan menghubungi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta akan menyampaikan apa-apa yang sudah diusulkan oleh mereka,” kata Megawati saat acara itu, Sabtu (28/4/2018).

Megawati mengaku sangat mendukung apabila para peraih kalpataru itu membuat forum atau organisasi yang bisa menjalin komunikasi dan menjadi wadah pembelajaran kepada mereka. Namun, ia mengingatkan supaya organisasi itu tidak disalahgunakan untuk kepentingan lainnya.

“Saya sangat senang dan mendukung kalau mau dibuat organisasi, tapi semangat untuk membangun lingkungan dan ruhnya kalpataru harus tetap dijunjung tinggi, tidak boleh sampai hilang,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Risma juga mengapresiasi dikumpulkannya para peraih kalpataru itu. Sebab, dengan cara itu mereka bisa saling berbagi untuk mengembangkan lingkungan dan diharapkan bisa menambah semangat para peraih kalpataru untuk mengembangkan lingkungannya.

“Saya pikir ini bagus, karena kita bisa saling berbagi. Bekerja di lingkungan itu tidak ada yang mengapresiasi, padahal pekerjaanya itu sangat berat. Boleh dicek, kemarinnya kita kerja bakti cuman sedikit aja, capeknya minta ampun. Melalui cara ini, diharapkan mereka bisa lebih semangat lagi di lapangan,” kata Wali Kota Risma.

Di forum sarasehan itu, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu banyak menjelaskan perkembangan pembangunan lingkungan.

Mulai dari menanam padi dan sayur-sayuran di Balai Kota, pertanian yang semakin pesat hingga menyejahterakan para petani hingga perkampungan yang masing-masing warganya gemar menanam.

Selain itu, Wali Kota Risma juga menjelaskan kualitas cabai made yang tidak busuk hingga satu bulan, termasuk pula setiap bulannya ada program minggu pertanian yang digelar di Balai Kota Surabaya.

Minggu pertanian ini untuk memasarkan hasil pertanian di Kota Surabya. “Boleh dicek di perkampungan kami, warga sudah semakin gemar menanam di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga memastikan akan terus membangun hutan-hutan kota di semua wilayah di Kota Surabaya. Baik di wilayah utara, barat dan selatan. Khusus di wilayah Surabaya barat, ia mengaku sudah banyak karena daeranya lebih tinggi dan memang untuk menyerap air.

“Di bara itu sudah ada tiga lokasi. Di selatan ada satu di Balasklumprik , mungkin satu lagi lalu dikebraon. Mungkin di Waru Gunung dan sekarang yang sedang dibangun di Mulyorejo,” kata dia.

Khusus untuk di Kebraon, lanjut dia, Pemkot Surabaya berencana membangun hutan kota obat-obatan yang akan ditanami daun kelor, bambu dan beberapa tanaman obat lainnya.

“Lokasinya, nanti yang hutan kota obat-obatan di Kebraon, karena itu aset pemkot yang berhasil diamankan oleh pihak kejaksaan. Suatu saat, hutan kota obat-obatan itu diharapkan bermanfaat untuk pengembangan pengobatan di Indonesia,” pungkasnya. and.dan

 

 

 

Surabaya (beritakota.net) Gerakan Nasional 1000 startup kembali dibuka di Kota Surabaya tahun 2018. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membuka langsung gerakan nasional 1000 startup itu di Graha Sawunggaling, Sabtu (28/4/2018).

Dalam sambutannya, Wali Kota Risma mengatakan bahwa anak muda saat ini memasuki era yang sangat luar biasa dan berat. Namun, apabila anak muda itu mau dan ingin untuk menang, maka pasti bisa, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama seseorang itu berusaha.

“Kalau kita mau belajar dan mendengarkan orang lain, maka pasar di dunia ini akan  milik kita. Begitu juga sebaliknya, apabila kita tidak mau, maka mereka yang akan menyerang kita dan kita akan menjadi pasar bagi mereka,” kata Wali Kota Risma saat membuka Gerakan Nasional 1.000 startup.

Oleh karena itu, salah satu kuncinya untuk sukses dalam dunia startup adalah langsung memulai dan melakukan apa yang diinginkan. Ia juga mewanti-wanti untuk tidak takut atau pun ragu dalam memulainya, dan tidak malu untuk bertanya, karena bertanya itu bukan berarti bodoh.

“Jangan takut untuk memulai, mulailah dan lakukanlah. Saya juga pernah seperti itu, saya sudah bangun, lha ternyata masih ada masalah, tidak ada yang salah dalam memulai, mungkin kurang sempurna saja, makanya kita harus terus belajar untuk menjadi sempurna,” kata dia.

Wali Kota Risma juga meminta untuk tidak hanya ngomong saja untuk memulai startup, sebab nanti akan bingung sendiri lama kelamaan. Ia menilai, dengan bersama-sama, maka pasti bisa dan tidak ada yang tidak mungkin.

“Yang paling penting juga, kita harus patahkan ego kita bahwa kita paling bisa, patahkan ego kita kalau kita paling mengerti, kalau kita bisa patahkan itu, maka kita akan mudah berkolaborasi,” kata dia.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan bahwa kalau mau berkolaborasi, maka harus dipahami dan diterima kelebihan dan kekurangan partnernya. Sebab, peluang ke depannya sangat banyak untuk bisa dikembangkan.

“Jadi, jangan sampai disia-siakan. Tuhan itu tidak pernah membeda-bedakan kita asalkan kita mau. Ayo kita bergerak,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga mengajak anak muda yang hadir pada acara itu untuk membuktikan kepada dunia bahwa meskipun negara Indonesia tidak terlalu kaya, tapi warganya bisa berhasil di dunia.

“Kalau emaknya bisa, masak kalian tidak bisa?. Ayo kita buktikan bahwa kita bisa dan mampu untuk berhasil. Mari kita balikkan anggapan bahwa meskipun negara Indonesia tidak terlalu kaya, tapi kita mampu dan bisa sukses,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Gerakan Nasional 1000 startup di Kota Surabaya Lastriani Yumna Fariha mengatakan acara ini diikuti oleh sekitar 450 mahasiswa dan umum yang sudah konfirmasi hadir.

Namun, tidak menutup kemungkinan jumlah itu bertambah mengingat pada waktu mengisi daftar hadir banyak yang tidak konfirmasi sebelumnya.

“Pesertanya berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, tapi yang paling banyak mahasiswa dan umum serta pelaku startup di Kota Surabaya,” kata Lastriani disela-sela acara.

Menurut Lastriani, setelah berjalan selama lebih dari satu tahun, Gerakan Nasional 1.000 Startup Digitalini sudah menjaring lebih dari 33.000 pendaftar, lebih dari 7.000 peserta yang terpilih yang melibatkan  370  mentor,  dan  sekitar  127 startup.

Mereka sudah mengikuti tahapan inkubasi di 10 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, Bali, Makassar, dan Pontianak.

“Berbeda dengan proses sebelumnya, program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital kali ini lebih fokus dalam mematangkan konsep para peserta dengan mendatangkan para domain expert di sektor atau industri yang merupakan fokus dari prioritas pemerintah,” kata dia.

Adapun sektor industri yang menjadi prioritas tersebut adalah agrikultur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, logistik, dan energi. Fokus terhadap keenam sektor ini ditujukan agar para entrepreneur di Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap permasalahan yang riil di lapangan.

Gerakan ini, lanjut dia, terdiri dari lima tahapan, yaitu dimulai dari Ignition, Networking, Workshop, hacksprint, bootcamp dan yang terakhir inkubasi. Namun, pada kesempatan kali ini hanya pada tahap ignition dan akan dilanjutkan pada tahapan berikutnya di lain waktu.

“Kami yakin, startup di Kota Surabaya akan semakin berkembang karena Pemkot Surabaya atau Bu Risma sangat mendukung tumbuh kembangnya Startup. Terbukti dengan adanya Co-working spacedi gedung Siola yang memang diperuntukkan untuk anak-anak muda supaya berkembang, terutama dalam mengembangkan startup-nya,” pungkasnya. and.dan

 

 

 

Surabaya (beritakota. net)- Kopdar ID42ER Chapter Jatim Toyota Fortuner Club of Indonesia di The Carnivore dan Garden Peeleace berlangsung semarak riuh meriah, Jumat malam (27/4).

Dalam pertemuan suasana keakraban itu terlihat guyub rukun dan bersahabat dengan keluarga para member.

Id42er adalah media silaturrahmi pemilik fortuner se-Indoneaia yg memiliki cabang hampir diseluruh Indonesia.

 "Luar biasa membernya sudah mencapai 2000 an, sehingga kita punya sahabat yang hampir menyebar ke seluruh Indonesia", ujar Ali Azhar Ketua Chapter Jatim.

Menurut Om Ali demikian akrab dipanggil di komunitas Chapter Jatim ini, banyaknya member akan memudahkan untuk urusan urusan bisnis juga dengan berbagai kegiatan lainnya.

Dikatakan Om Ali, ID42ER lebih mengedepankan silaturrahmi dan media sosil untuk saling berbagi dan mengenal alam indonesia.

"Untuk media sosial kita sering melakukan baksos baik di panti asuhan maupun dilokasi tertinggal hal semacam ini sering kita laksanakan ketika toring di tempat wisata juga masih banyak lagi kegiatan2 kita kedepannya", beber Om Ali.

Bagi yang ingin bergabung dengan Chapter Jatim, imbuh Om Ali bisa mereka yang mempunyai mobil fortuner.

"Silakan kalau ingin lebih dalem mengetahuinya dan bergabung dengan kami", pungkasnya seraya memberikan nomer WA bagi yang mau menjadi anggota ID42ER bisa langsung japri di 081357507450. ynn

Lamongan (beritakota.net)- Ratusan pedagang pasar ikan Lamongan mengelu-elukan Cagub Jatim Khofifah Indarparawansa yang berkunjung di Pasar Ikan Lamongan, Sabtu (28/4). Kedatangan Cagub nomer urut 1 ini sejak Pukul 08.30 sebelumnya sudah disanggong ratusan pedagang Ikan yang ingin bertemu bersalaman dengan Khofifah Indarparawansa, saat tiba di lokasi yang bersangkutan mereka menyambut dengan teriakan yel yel mendukung Khofifah Indarparawansa.

 "Ada ibu Khofifah, hidup Khofifah wes wayahe coblos nomer siji" teriak salah seorang pedagang Ikan membuat senyum Khofifah Indarparawansa, kemudian mereka disapa dan ditanyai soal bagaimana dagangan ikan dan kondisinya pasar tersebut.

Dalam kesempatan itu mereka tampak berebutan bahkan sampai berlarian meninggalkan stand jualannya, demi untuk bisa bersalaman dan berfoto dengan Cagub nomer 1.

Menurut Khofifah Indarparawansa fasilitas pasar perlu dibenahi misalnya tempat jualan ikan supaya kalau terik matahari tidak panas, juga bila hujan turun tidak kehujanan.

"Tadi pedagang menyampaikan pasar supaya ada owning, kalau panas tidak kepanasan dan bila hujan tidak kehujanan, sehingga pedagang merasa nyaman berjualan", ujar Khofifah Indarparawansa.

Selain itu lanjut Ketua PP Muslimat NU ini kebutuhan pupuk untuk petani tambak juga perlu perhatian, karena untuk membesarkan ikan.

 "Saya lihat banyak ikan bandeng kecil kecil yang dibawa petani tambak tadi, kemudian saya tanya kenapa tidak bisa besar ikannya dijawab mereka karena kurang pupuk, nah ini juga perlu stok pupuk yang bisa memenuhi kebutuhan petani tambak", tambah mantan Menteri Sosial era Presiden Gus Dur dan Kabinet Kerja Presiden Jokowi ini menjelaskan.

Di sela sela dialog dengan pedagang, Khofifah Indarparawansa sempat memborong berbagai jenis ikan mulai dari bandeng, juga ikan tombro atau ikan emas dan ikan udang vanami serta ikan kerang juga jajan pasar Lamongan, tentu saja para pedagang bertambah sumringah melihat Cagub nomer urut 1 yang merakyat ini, apalagi Khofifah Indarparawansa tidak canggung menyalami tangan para pedagang yang berlumuran amis ikan ikan baru dientas dari tambak diantar ke pasar ini. yan

Surabaya (beritakota. net)- Kalau ada alumni PMII yang getol memperjuangkan suksesnya pasangan Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak nomer urut 1, dialah Akhmad Subhan Ketua Ika PMII Kota Mojokerto.

Aktivis yang sempat menjadi anggota DPRD Jatim ini tidak kenal lelah harus pontang panting, sibuk dengan berbagai kegiatan yang terkait kampanye menangkan Khofifah-Emil.

"Biyen Pakde saiki Bude (Khofifah Indarparawansa, red) wes wayahe Gubernur Jatim", ujar Subhan mengawali pembicaraan.

Menurut Subhan, semua alumni  PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) harus all out mendukung dan menangkan Khofifah Indarparawansa, karena yang bersangkutan adalah alumni terbaik PMII yang sangat layak memimpin Jawa Timur lebih baik.

"Bu Khofifah dan Mas Emil itu punya rekam jejak kepemimpinan sangat baik sehingga menjadi modal untuk bisa membawa perubahan Jawa Timur yang lebih sejahtera", ujarnya.

Dikatakan Subhan, misalnya Khofifah Indarparawansa selain teruji kepemimpinannya di Muslimat NU, juga pernah menjadi pertama perempuan yang menjabat Ketua PC PMII Surabaya juga pengalamannya di pemerintahan era Presiden Gus Dur dan Presiden Jokowi sebagai Menteri Sosial sangat dirasakan manfaaf bagi bangsa dan negara.

 "Bangga punya alumni seperti beliau, makanya perlu kita perjuangkan kerja bersama menangkan Khofifah-Emil", lanjutnya.

Selain itu imbuh Subhan, pendamping Khofifah Indarparawansa yaitu Emil Elestianto Dardak juga punya pengalaman di usianya yang relatif muda mewakili generasi milenial jam terbangnya sudah mendunia, karena kecerdasan akademisnya dan pengalamannya berbagai organisasi seperti aktif di NU, bahkan pernah menjabat Ketua PCI NU Jepang, di Bank Dunia serta menjadi Bupati Trenggalek menjadikan sempurna kedua pasangan Cagub dan Cawagub Jatim tersebut.

 "Harapan Masyarakat Jawa Timur yang ingin lebih baik dan sejahtera akan terpunuhi, apabila Khofifah-Emil terpilih pada 27 Juni mendatang", lanjutnya.

Sebelumnya, Subhan bersama alumni PMII se Jawa Timur mendeklarasikan Sahabat Khofifah Jatim di Ponpes Amanatul Ummah Surabaya, juga bersama sejumlah tokoh NU Subhan ikut mendirikan PPKN (Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah).

Deklarasi dilakukan sebelum pasangan Cagub dan Cawagub tersebut mendaftar dan ditetapkan KPUD Jatim. Sahabat Khofifah untuk mewadahi alumni PMII yang tersebar di seluruh Jawa Timur dalam menyukseskan Khofifah-Emil. Sedangkan PPKN adalah ormas ke-NU-an yang bertujuan untuk menegakkan Khittah NU hasil Muktamar NU ke 28 Yogyakarta, yaitu menekankan politik kebangsaan dan bukan politik perseorangan yang sekedar memanfaatkan NU kedalam kepentingan politik pragmatis. ynn

Caption: Dari kiri Akhmad Subhan, Emil Elestianto Dardak dan Ahmad Yani Elbanis Ketua Relawan Khofifah-Emil Gresik dalam sebuah acara di gedung Astranawa Surabaya. (dok. berikota. net)

Surabaya (beritakota. net)- Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil Jawa Timur M. Roziqi menghimbau tim relawan bersatu, saling bekerjasama untuk menangkan pasangan Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak.

"Tim relawan Khofifah-Emil begitu banyak sehingga harus dijadikan satu agar sejalan dan satu komando di lapangan", ujar Roziki.

Menurut Roziqi dileburnya tim relawan supaya di lapangan tidak terjadi benturan, namun antar tim relawan saling bisa kordinasi kerja bersama dalam menangkan Khofifah-Emil.

 "Semua tim relawan dari berbagai elemen menjadi satu", ujarnya.

Mantan Kepala Kanwil Depag Jawa Timur ini melanjutkan tim relawan dari berbagai elemen secara suka rela dengan tenaga dan pikirannya membantu suksesnya Khofifah-Emil.

"Semoga kerja keras dari berbagai tim relawan itu menjadi amal kebaikan dan bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur yang lebih baik bersama Khofifah-Emil", lanjutnya.

Dikatakan Roziqi Tim Pemenangan Khofifah-Emil Jawa Timur, menargetkan kemenangan mutlak melalui strategi simpatik agar nantinya pemilih mencoblos pasangan nomer urut 1, yaitu dengan politik santun menjauhi cara cara politik yang menghalalkan segala cara.

 "Tim relawan harus elegan berkampanye sesuai aturan KPUD, kalau mereka melanggar bisa dikordinasikan untuk diproses lebih lanjut ke Panwaslu tingkat kabupaten dan Bawaslu tingkat Propinsi", tegasnya. ynn

Caption: Dari kiri KH Afifuddin Tim 9 Khofifah-Emil, Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil Jawa Timur, M.Roziqi dan Ahmad Yani Elbanis dari PPKN dalam sebuah kesempatan konsolidasi di Surabaya. (dok/beritakota. net)

Surabaya (beritakota. net)- Kalau ada tim relawan terbanyak sepanjang sejarah di negeri ini, adalah Tim Suksesnya Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak. Bayangkan saja tim relawannya berjumlah 80 tim relawan tersebar di seluruh Jawa Timur untuk menangkan Khofifah-Emil dengan suka rela tanpa ada yang membiayai. Dibalik sukses banyaknya tim relawan itu ternyata tidak lepas sentuhan tangan Ketua Sahabat Jatim Ali Azhar SH.

Pria kelahiran Banyuwangi ini mengawali gebrakan deklarasi Sahabat Khofifah Jawa Timur di Ponpes Amanatul Ummah asuhan KH Asep Syaifuddin sebelum pendaftaran resmi pasangan Khofifah-Emil ke KPUD Jatim.

 "Sepanjang sejarah bangsa Indonesia belum ada Pasangan Calon Gubernur di Dukung 80 elemen relawan kecuali Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak", ujar Gus Ali sapaan akrab Ali Azhar.

Menurut Gus Ali awalnya dirinya bersama alumni PMII se Jawa Timur menggagas Sahabat Khofifah Jawa Timur untuk ikut serta mengawal dan menyukseskan Khofifah Indarparawansa sebagai Cagub Jatim, setelah terbentuk Sahabat Khofifah Jatim kemudian ditetapkannya pasangan Khofifah-Emil nomer urut 1 baru kemudian mengepakkan sayap dengan kordinasi pada tim tim relawan dari berbagai unsur elemen, misalnya ada PPKN, Bagus, Kamil, Kiai Santri, Sedulur Rikho Khofifah-Emil.

 "Semuanya tim relawan dilebur sesuai arahan Ibu Khofifah Indarparawansa menjadi Relawan Kamil", lanjutnya.

Salah satu deklarator PPKN ini menambahkan dengan meleburnya tim menjadi satu itu tidak mengurangi dari program masing-masing tim relawan, namun hanya untuk memudahkan kordinasi dengan Cagub Khofifah Indarparawansa.

"Tim relawan sudah lama bekerja keras untuk menangkan Khofifah-Emil maka tim tim relawan yang tersebar se Jatim itu bisa menjalankan programnya menangkan Khofifah-Emil, tapi tentunya dengan cara elegan tidak menghalalkan cara seperti calon lainnya", imbuhnya.

Dikatakan Gus Ali setelah pembekalan 80 tim relawan Khofifah-Emil di Pondok satunya Amanatul Ummah asuhan KH Asep Syaifuddin yang di Pacet, maka diharapkan langsung tancap gas untuk bekerjasama menangkan Khofifah-Emil dengan bekal dan materi yang sudah diberikan, misalnya membentuk tim tingkat ranting per desa/kelurahan sampai tingkat kecamatan dan kabupaten, hal ini sangat urgen mengingat semakin dekatnya pencoblosan 27 Juni mendatang, terutama terkait saksi saksi sudah harus disiapkan untuk mengawasi segala bentuk kecurangan dari kubuh sebelah.

"Semuanya tim relawan harus solidkan barisan dan bisa bekerja lebih keras lagi untuk bersama menangkan Khofifah-Emil, juga kalau ada pelanggaran dilakukan kubu sebelah misalnya money politik atau memanfaatkan fasilitas negara dari calon sebelah harus dilaporkan ke tim Kamil agar diteruskan ke proses hukum lebih lanjut", terangnya menegaskan. yan

Keterangan foto: Dari kanan tampak dalam sebuah kesempatan Gus Ali memberikan sambutan selaku Ketua Panitia Pembekalan Tim Pemenangan Khofifah-Emil dihadapan KH. Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), KH Asep Syaifuddin dan KH Afifuddin. (dok/beritakota. net)

Gresik (beritakota. net)- Tak kenal lelah, tiada hari tanpa gerilya menangkan Pasangan Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak nomer urut 1. Itulah dia yang disapa Cak Muslih bernama lengkap Muslih Hasyim Syufi. Pria yang menjabat Sekretaris DPD KNPI Jatim ini sangat populer di kalangan aktivis PMII dan Ansor, maklum Cak Muslih juga pernah aktif di organisasi tersebut. 

"Harga mati untuk alumni kader PMII memperjuangkan Khofifah Indarparawansa menjadi Gubernur Jatim, karena beliau adalah alumni PMII terbaik yang harus kita sukseskan bersama", ujar Cak Muslih. 

Menurut Cak Muslih figur Khofifah Indarparawansa sudah teruji kepemimpinannya, baik selama menjadi Menteri Sosial era Presiden Gus Dur juga pada kabinet kerja Presiden Jokowi. 

"Beliaulah yang menjadikan kementerian sosial punya nama di dunia internasional, pada saat beliau menjabat menteri kinerjanya sangat bagus, bahkan Presiden Jokowi memuji kinerjanya", tambah Cak Muslih. 

Ketua Relawan Gerakan Sosial (RGS) Jatim ini melanjutkan pengalaman Khofifah Indarparawansa sangat dibutuhkan masyarakat Jatim, makanya sangat tepat bila kemudian Khofifah Indarparawansa mundur dari jabatan Mensos untuk mencalonkan Gubernur Jatim, hal ini menunjukkan dia tidak ambisi jabatan tapi betul betul sebagai pengabdian kepada bangsa dan negara untuk bisa memajukan Jawa Timur.

 "Kalau ngomong ambisi jabatan maka jabatan Menteri itu masih lebih tinggi daripada jabatan gubernur, tapi beliau (Khofifah, red) rela meletakkan jabatannya hanya untuk memajukan Jawa Timur", tambahnya. 

Selain itu lanjut Cak Muslih figur Khofifah Indarparawansa adalah satu satunya Cagub yang berlatar jelas ke-NU-annya baik pengabdiannya sebagai Ketum Muslimat maupun perjuangannya untuk NU sangat dirasakan warga nahdliyin, sehingga tidak heran Gus Dur menyebutnya Khofifah Indarparawansa dengan Srikandi NU.

"Ibu Khofifah Indarparawansa sangat dekat dengan ulama kiai NU juga warga NU karena peran beliau selama ini, maka pasti kalau beliau menjadi Gubernur akan memberdayakan sejahtera nahdliyin khususnya juga umumnya untuk masyarakat Jawa Timur dengan programnya Nawa Bhakti Satya", lanjutnya. 

Sekretaris Tim Sahabat Khofifah-Emil Jatim ini mengimbuhkan semakin dekatnya pencoblosan 27 Juni mendatang, semua relawan harus ekstra kerja keras untuk bersama gerilya menangkan Khofifah-Emil, juga tidak kalah penting relawan harus siap siaga dengan gerakan gerakan mencurigakan lawan yang ingin menjatuhkan Khofifah-Emil dengan berbagai cara, karena kemenangan Khofifah-Emil semakin terbuka lebar. 

 "Jangan sampai kita kecolongan dari segala black campaign lawan yang ingin menang curang, kita buktikan tim Khofifah-Emil menang secara terhormat tidak dengan cara cara halalkan segala cara, karena politik harus dengan santun dan program yang bisa sejahterakan bersama rakyat Jawa Timur", terangnya seraya menegaskan tim relawan Khofifah-Emil nantinya harus pasang satgas di tiap TPS monitoring segala bentuk kecurangan dan pelanggaran pilgub lawan. yan

Keterangan foto:  Tampak Cawagub Jatim Emil Dardak memakaikan Rompi Tim Sukses Pemenangan Khofifah-Emil kepada Cak Muslih pada kesempatan acara konsolidasi di Surabaya. (foto/dok/beritakota. net)

Lamongan (beritakota. net)- Kholis Fahmi, salah seorang pendamping PKH Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan merasa kaget mendengar informasi yang beredar di media atas Laporan Pengurus Ranting PDIP terhadap pendamping PKH ke Panwaslu Kabupaten Lamongan.

"Saat dapat kabar dari teman sesama pendamping PKH terkait informasi yang beredar di media, saya langsung kroscek ke lapangan menemui beberapa warga penerima manfaat PKH yang menerima stiker," jelas Kholis Fahmi, Kamis (26/04).

Kholis Fahmi menyampaikan ada kejanggalan atas berita yang beredar. Pasalnya, dirinya sebagai pendamping PKH yang bertugas mendampingi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di  Desa Kendalkemlagi tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan seperti membagikan stiker salah satu Paslon Pilgub Jatim.

Namun, Kholis Fahmi menyampaikan, saat kroscek ke warga ternyata LM yang dilaporkan ke Panwaslu Kabupaten Lamongan, sebenarnya warga biasa dan bukan pendamping PKH. Jadi, sepertinya pelapor yang juga PR PDIP salah melaporkan orang.

"Ibu yang dilaporkan ke Panwas itu loh bukan Pendamping PKH, dan ternyata juga bukan orang yang membagikan stiker Paslon Pilgub Jatim yang dimaksud pelapor." Tutur Kholis Fahmi.

Lagipula, Kholis Fahmi menduga Khotamin, Pengurus Ranting PDIP yang melaporkan tersebut juga tidak mendengar dan mengetahui secara langsung kejadian pembagian stiker salah satu Paslon di Pilgub Jatim.

Hingga kini, Kholis Fahmi selaku pendamping PKH Desa Kendalkemlagi, mengaku juga belum mendapatkan panggilan dari Panwaslu Lamongan untuk klarifikasi atau kepentingan lainnya.

Sebelumnya diketahui, Khotamin, PR PDIP Desa Kendalkemlagi bersama sejumlah warga melaporkan salah seorang oknum Pendamping PKH dengan inisial LM yang membagikan stiker dan mengajak warga memilih salah satu Paslon di Pilgub Jatim.mim/yan

Lamongan (beritakota. net)- Tim sukses pemenangan Cagub - Cawagub Jatim nomor urut 1  pasangan Khofifah - Emil Dardak  Kabupaten Lamongan, menganggap "Lebay" terhadap cara timses lawan yang mengunakan isu PKH untuk menyerang pasangan Khofifah - Emil Dardak di Pilgub Jatim.

"Bagaimana tidak lebay, melaporkan pembagian stiker yang diduga dilakukan pendamping PKH, terus di blow up, padahal bukan pendamping PKH," kata Khoirul Huda, Sekretaris Tim Sukses Pemenangan Pasangan Khofifah - Emil Dardak Cagub - Cawagub Jatim Kabupaten Lamongan, Kamis (26/04).

Khoirul Huda menduga tim sukses lawan sengaja membuat berita ini untuk melawan atau menjatuhkan pasangan Khofifah - Emil Dardak yang secara prestasi dan programnya lebih bagus jika dibandingkan dengan Paslon Lainnya.

"Bisa jadi ini ulah mereka timses lawan sendiri yang merasa ketakutan terhadap pergerakan kita dan para relawan Khofifah - Emil dengan membagikan stiker. Padahal, stiker seperti itu kan semua bisa buat," kata Khoirul Huda, Mantan Ketua GP Ansor Kabupaten Lamongan.

Sejauh ini, kata Khoirul Huda, Tim Sukses Pemenangan Pasangan Khofifah - Emil Dardak Kabupaten Lamongan, tidak pernah mencetak stiker atau alat peraga kampanye diluar ketentuan yang sudah diatur oleh KPU.

Dirinya berharap pada Perhelatan Pilgub Jatim ini, timses lawan agar bermain yang santun dan menjaga kondusifitas daerah dan jangan sampai memicu perselisihan antar warga pendukung Paslon yang akan berebut di Pilgub Jatim.

"Ayolah bermain yang santun, jaga kondusifitas daerah dalam mengkampanyekan paslon dukungannya. Kita bisa juga kok berain kasar, cuma itu tidak kita lakukan demi kondusifitas daerah," ucap pria yang pernah menjabat Ketua KPU Kabupaten Lamongan.

Terkait persoalan pelaporan oknum pendamping PKH ke Panwaslu Kabupaten Lamongan oleh pengurus ranting PDIP Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, pihaknya juga telah melakukan investigasi dan hasilnya ternyata tidak seperti apa yang dilaporkan.

"Ternyata tidak ada oknum PKH yang membagikan stiker kepada warga Keluarga Penerima Manfaat Program PKH di Desa Kendalkemlagi," tuturnya.mim/yan

 

 

Page 9 of 250