Surabaya (beritakota. net)- Ketua DPD Hanura Jatim Kelana Aprilianto akan all out menangkan pasangan Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Emil Elestianto Dardak nomer urut 1 pada 27 Juni mendatang, bahkan untuk mewujudkan target kemenangan itu Hanura akan bekerjasama dengan Muslimat dan Tim Relawan PPKN (Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah) Gerbangketosusilo yang menyiapkan pendukung Khofifah-Emil berbasis IT PlayStore android.

 "Sekarang ini sudah bukan bicara dukung mendukung calon, tapi sudah saatnya menghitung berapa jumlah pendukung konkret Khofifah-Emil", kata Kelana Aprilianto saat rapat dengan Tim Relawan PPKN Gerbangkertosusilo di Hotel Shangrilla Surabaya, kemarin.

Hadir dalam rapat membahas strategi kemenangan Khofifah-Emil itu selain Ketua PPKN Gerbangkertosusilo H. Norman F. Soelaiman yang juga Sekretaris DPC PPP Kota Surabaya didampingi Sekretaris PPKN Ahmad Yani Elbanis, juga Ketua PC Muslimat Surabaya Hj Lilik Fadhilah beserta para fungsionaris pengurus Muslimat Surabaya.

 "Kami beserta partai pengusung Khofifah-Emil bisa sinergi mendukung bersama Muslimat untuk kemenangan mutlak Khofifah-Emil", lanjut Kelana yang pernah fungsionaris DPC Hanura Pasuruan ini.

Dikatakan Kelana, program IT PlayStore Android yang digagas PPKN adalah salah satu terobosan yang bisa diterapkan nantinya di lapangan, misalnya untuk mengetahui pendukung riil Khofifah-Emil di kota Surabaya dan Sidoarjo atau Gresik Lamongan Tuban, Mojokerto Malang serta Bangkalan.

"Maka perlu sistim aplikasi yang bisa mengakses data pemilih riil itu dengan program IT Playstore Android, nanti tehnisnya kita bekerjasama dengan PPKN dan Muslimat dan kita akan support pelaksanaannya di lapangan, sehingga dengan begitu akan bisa diketahui hasil dari jumlah pemilih secara valid sebelum pencoblosan", terangnya.

Sementara itu Ketua PC Muslimat NU Surabaya Hj. Lilik Fadhilah menyambut positif kerjasama untuk kemenangan Khofifah-Emil.

"Pada prinsipnya Muslimat Surabaya membuka diri kerjasama dengan siapapun untuk bersama menangkan Khofifah-Emil", ujarnya.

Dikatakan Lilik Fadhilah guna mendukung program IT PPKN tersebut nantinya mulai dari ranting kelurahan dan kecamaran se Surabaya akan digerakkan untuk pendataan pendukung Khofifah-Emil ke dalam sistim database IT Playstore Android yang dimotori PPKN.

"Setelah rapat ini kami sudah bisa menyiapkan data konkret pendukung Khofifah-Emil", pungkasnya. ynn

 

Minta Daerah Contoh Surabaya dalam Pengelolaan Pendidikan

Surabaya (beritakota.net) Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) meninjau langsung persiapan UNBK di sejumlah sekolah di Kota Surabaya. Setelah pagi hari meninjau sekolah, siangnya mereka bertemu dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Kamis (5/4/2018).

Pada saat pertemuan itu, Wali Kota Risma menjelaskan berbagai terobosan yang telah dilakukan di Kota Surabaya dalam mengembangkan pendidikan, termasuk persiapan menghadapi UNBK yang akan digelar pada 23-26 April 2018. Ia memastikan bahwa UNBK di Kota Surabaya sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum kebijakan itu ditetapkan di tingkat nasional.

''Sebenarnya, kami sudah memulai lebih dulu dibanding nasional, karena selama ini ulang-ulangan pun kita sudah menggunakan teknologi informasi. Dan ternyata anak-anak lebih senang dibanding ketika manual yang harus gosok-gosok jawaban, sekarang tinggal klik dan lebih cepat," kata Wali Kota Risma dalam sambutannya ketika menyambut kunjungan DPR RI komisi X.

Menurut Wali Kota Risma, UNBK di Surabaya akan diikuti oleh 374 SMP dan MTs dengan peserta sebanyak 42.426 siswa. Adapun jumlah pengawas ruangan dalam UNBK ini sebanyak 2.611 orang dengan server yang disediakan sebanyak 1.924 buah.

Sementara untuk total clien 19.947 komputer, Proktor 638 orang, teknisinya 527 dengan ruang ujian 655 ruangan. Sekolah yang melaksanakan UNBK secara mandiri 366 sekolah dan sekolah yang bergabung dengan sekolah SMPN lain ada 8 sekolah.

"Jadi, kami pastikan UNBK di Kota Surabaya sudah 100 persen siap, karena kami sudah siapkan itu jauh-jauh hari," tegasnya.

Persiapan itu, lanjut dia, salah satunya dengan melakukan pengadaan komputer sebanyak 5.255 unit. Pengadaan yang didampingi langsung oleh pihak kepolisian dan kejaksaan itu disebarkan ke sekolah-sekolah yang akan menggelar UNBK.

"Setelah pelaksanaan UNBK, kami harapkan komputer-komputer itu bisa digunakan untuk media pembelajaran sehari-hari," ujarnya. Bagi Wali Kota Risma, yang paling penting dalam pelaksanaan UNBK ini adalah menanamkan kejujuran kepada anak-anak Surabaya. Bahkan, ia mengaku selalu menanamkan untuk menuju kesuksesan, kuncinya harus bekerja keras.

"Dan itu terbukti, setiap tahunnya anak-anak berprestasi di Kota Surabaya terus meningkat, baik itu di tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan sudah membangun 1.900 titik wifi gratis yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak. Ia juga membangun 44 lokasi broadband learning center dan 1.430 perpustakaan dan taman baca yang tersebar di berbagai titik di Kota Surabaya.

"Kami juga menganggarkan 33 persen dari APBD untuk bidang pendidikan. Sebab, pendidikan anak-anak sangat penting untuk masa depan bangsa ini," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra yang mewakili sambutan komisinya merasa terkagum-kagum dengan berbagai terobosan yang telah dilakukan oleh Wali Kota Surabaya.

Bahkan, ia mengaku dalam catatan komisi X selama ini, hanya DKI Jakarta yang menganggarkan pendidikan sebesar 20 persen. "Ternyata, di Kota Surabaya malah mencapai 33 persen, ini sesuatu yang sangat menggembirakan bagi kita semuanya," kata Sutan.

Politisi Gerindra ini juga menjelaskan bahwa kunjungannya ke Surabaya merupakan kunjungan spesifik persiapan UNBK. Setelah meninjau sejumlah sekolah, ia menilai bahwa Kota Surabaya sudah 100 persen siap melaksanakan UNBK dengan berbagai infrastruktur yang dipersiapkan.

"Artinya, ini juga sudah berkorelasi dengan anggaran yang sampai 33 persen. Kami apresiasi berbagai langkahyang sangat baik di Kota Surabaya," tegasnya.

Setelah acara penyambutan dan makan siang, kunjungan Komisi X ini dilanjutkan di ruang sidang Wali Kota Surabaya. Saat itu, anggota DPR berdiskusi dan meminta masukan dari jajaran Pemkot Surabaya, pihak PLN dan Telkom tentang berbagai persiapan yang telah dilakukan di Kota Surabaya dalam menyiapkan UNBK.

Pada saat itu, pujian tanpa henti disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi X dan anggota komisi. Mereka memuji jajaran Pemkot Surabaya, terutama Wali Kota Risma dalam menyiapkan UNBK dan mendidik anak-anak Surabaya.

''Setelah kunjungan ini, kami akan buat panja standart nasional pendidikan, karena kami ingin kita punya road map yang jelas tentang pendidikan di masa depan. Dan Kota Surabaya bisa dijadikan contoh yang baik dalam dunia pendidikan,'' tegasnya.

Selain itu, pujian serupa juga disampaikan oleh Direktur Pembinaan SMP Kemendikbud Supriyono yang mengikuti dari awal kunjungan komisi X ini. Bahkan, di forum itu dia menyampaikan uneg-uneg dari berbagai daerah di Kota Surabaya yang ingin mengadopsi berbagai aplikasi atau sistem pendidikan di Kota Surabaya.

"Karena sistem pendidikan di Surabaya ini sangat bagus, maka daerah-daerah lain menanyakan kepada saya bagaimana caranya supaya sistem pendidikan di Surabaya bisa diadopsi oleh daerah-daerah lain, apakah harus bentuk kerjasama atau bagaimana syaratnya," tanya Supriyono kepada Wali Kota Risma.

Tanpa pikir panjang, Wali Kota Risma langsung mengaku siap memberikan semua sistem yang telah diterapkan di Kota Surabaya apabila ingin diterapkan di daerah lain. Bahkan, apabila ada yang tertarik, dia bersama jajarannya akan menyiapkan copyan sistemnya itu.

"Pada prinsipnya kami tidak pernah keberatan dan kami persilahkan apabila ada yang ingin mengadopsi sistem pendidikan di Surabaya," tegas Wali Kota Risma.

Setelah mendapat lampu hijau dari Wali Kota Risma, ia mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Surabaya dan akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan di daerah lain yang ingin mengadopsi sistem tersebut. "Nanti akan kami coba komunikasikan dan mempelajari semuanya," pungkasnya. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Nama Kota Surabaya semakin terdengar gaungnya di level internasional. Kali ini, Raja Arab Saudi Salman bin Albudaziz al - Saud dipastikan mengundang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Kota Madinah.

''Ya saya diundang sebagai pembicara oleh Raja Salman di Kota Madinah pada tanggal 9-10 Mei 2018,'' kata Wali Kota Risma usai menerima kunjungan Wakil Ketua dan Anggota Komisi X DPR RI, Kamis, (5/4/2018) di lobby lantai 2 Balai Kota Surabaya.
 
Diakui Wali Kota Risma, undangan sebagai pembicara di Arab Saudi secara resmi dilakukan langsung oleh Raja Salman. "Ya memang Raja Salman yang mengundang," tegas Wali Kota sarat akan prestasi itu.

Menurut Wali Kota Risma, Raja Salam mengundang dirinya dalam rangka acara internal yang digelar oleh pemerintah Arab Saudi. Di sana, Wali kota sarat akan prestasi itu diminta menjadi pembicara tentang negara berkesejahteraan.
 
''Poin utama yang saya bahas tentang apa-apa saja yang sudah dilakukan di Surabaya, salah satunya bagaimana menangani dan melayani orang yang miskin dan membutuhkan,'' terangnya.

Ditanya kenapa Surabaya dipilih, Wali Kota Risma mengaku tidak mengerti. Namun, dirinya merasa ada alasan mengapa surabaya dipilih untuk menjadi pembicara di negara minyak tersebut.

''Mungkin tamu-tamu luar negeri yang pernah berkunjung ke Surabaya banyak bercerita tentang profil Surabaya dan profil saya sendiri,'' ujar Wali Kota Perempuan pertama di Surabaya ini.

Ia juga menegaskan jika selama melakukan kunjungan ke luar negeri untuk menjadi pembicara tidak pernah mengeluarkan uang perjalanan dinasnya. Bahkan, Dia mengungkapkan anggaran perjalanan dinas saat ini yang mencapai Rp 7 Miliar lebih banyak digunakan untuk keperluan pembangunan bidang pendidikan.

''Saya sering diundang dan itu tidak pernah membayar, karena semua biaya mereka yang tanggung. Dan sebelum jadi Wali Kota, anggaran perjalanan dinas mencapai Rp40 miliar dan sekarang menjadi Rp7 miliar tidak pernah saya pakai, lebih banyak saya berikan untuk anak anak (pendidikan)," ungkap Risma. and.dan


Surabaya (beritakota. net)- PPKN Gerbangkertosulilo menyiapkan perangkat khusus berbasis IT Playstore android, untuk pendataan pendukung riil pasangan Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Jatim Emil Elestianto Dardak nomer urut 1.

"PPKN Gerbangkertosusilo akan konsentrasi mendukung Khofifah-Emil berbasis IT yang nantinya sudah bisa diketahui jumlah perolehan suara pendukung konkret untuk Khofifah-Emil", kata H. Norman F. Soelaiman Ketua PPKN Gerbangkertosusilo didampingi sekretarisnya Ahmad Yani Elbanis.

Menurut Norman F. Soelaiman perangkat khusus tersebut bukan seperti survey, namun sebuah program yang nantinya bisa di akses di Playstore android dengan sistim canggih yang dirancang tim IT khusus PPKN.

"Cara kerjanya PPKN Gerbangkertosusilo melakukan pendataan dari mulai KTP dan daftar pemilih tetap untuk Khofifah-Emil kemudian kita masukkan program database IT dengan berbasis Playstore android", tambah Norman.

Dikatakan Norman, dengan program tersebut akan bisa diketahui pendukung riil Khofifah-Emil karena kinerja tim sukses PPKN dari mulai dusun desa atau kelurahan ngefixkan hanya yang benar-benar mendukung Khofifah-Emil baru dimasukkan database untuk diolah kordinasikan untuk kemenangan Khofifah-Emil.

 "Jadi gerakan kita tidak semata seremonial dan grudak gruduk tapi tidak jelas, namun kita konkretkan dukungan pendukung untuk mengarahkan kepastian mencoblos Khofifah-Emil nomer satu", lanjutnya mengingatkan.

Selain itu lanjut Norman dalam kinerja tim IT PPKN tersebut nantinya akan bekerjasama dengan tim relawan lain dari partai politik pengusung Khofifah-Emil, hal ini untuk memudahkan tim dalam bekerjasama sejahtera menangkan Khofifah-Emil.

 "Kalau mereka tahu konsep mapping data program berbasis IT PlayStore Android ini pasti akan mensupport, karena yang kita harapkan adalah dukungan riil untuk kemenangan Khofifah-Emil", imbuhnya.

PPKN adalah kepanjangan dari Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah, didirikan mengawal dan menjaga khittah NU dalam politik kebangsaan agar warga nahdliyin bertumpu pada politik kebangsaan khittah NU Muktamar 28 Yogjakarta. PPKN Gerbangkertosusilo terdiri dari Gresik, Bangkalan, Mojokerto Surabaya Sidoarjo.

"Target kami menang di Gerbangkertosusilo, juga Lamongan dan Pasuruan serta Malang dan Tuban Bojonegoro, karena di wilayah ini akan menentukan kemenangan Khofifah-Emil", pungkasnya. ynn

Gresik (beritakota. net)- Ketua PPKN Gresik menyatakan siap menangkan pasangan Cagub Khofifah Indarparawansa dan Cawagub Emil Elestianto Dardak nomer 1.

"PPKN Gresik sudah bentuk kepengurusan tingkat kecamatan sampai desa dan dusun se Kabupaten Gresik, untuk bersama menangkan Khofifah-Emil di Gresik", ujar Cak Man sapaan akrab Arif Rahman S. Ag.

Menurut Cak Man, PPKN kepanjangan dari Pergerakan Khittah Nahdliyah adalah ormas yang dibentuk dalam memperjuangkan khittah NU yang mengedepankan politik kebangsaan dan bukan pada tujuan politik pragmatis perorangan yang ambisius kekuasaan.

 "Maka dalam Pilgub Jatim sesuai intruksi PPKN pusat mendukung penuh Khofifah-Emil, karena politiknya adalah bertumpu pada kebangsaan dan bisa memperjuangkan warga NU khususnya", tambah Cak Man.

Dikatakan Cak Man, PPKN Gresik akan gerilya terus mengajak masyarakat Gresik untuk mencoblos Khofifah-Emil pada 27 Juni mendatang.

 "Banyak cara yang bisa kita lakukan sukseskan Khofifah-Emil bisa sebar stiker dan kaos juga pamflet menjelaskan program Nawa Setya Bhakti Khofifah-Emil", lanjutnya seraya menegaskan sambil ngopi pun di warkop warkop bisa jaring pendukung Khofifah-Emil.

Sementara itu Kordinator Wilayah (Korwil) PPKN Gresik Lamongan Ahmad Yani Elbanis menambahkan, PPKN Gresik dan PPKN Lamongan akan bisa menangkan Khofifah-Emil secara signifikan karena kerja cerdas PPKN Gresik dan PPKN Lamongan.

"Kita akan terus berjuang sampai Khofifah-Emil dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, tapi tentunya itu harus tahu ilmunya cara menang dan bergerak pun harus bisa tahu cara mengalahkan", katanya singkat. rls

Caption: Dari kiri Ketua PPKN Gresik Arif Rahman pose bersama pendiri PPKN Drs. H. Choirul Anam dalam sebuah kesempatan acara PPKN. (foto/istimewa).

Surabaya (beritakota. net)- Sejumlah senior  wartawan Jawa Timur siap menangkan Calon Gubernur Khofifah dan Calon Wakil Gubernur Elestianto Dardak nomer urut 1 pada 27 Juni mendatang. Hal itu terungkap dari Deklarasi Forum Masyarakat Jawa Timur Peduli Pemilihan Gubernur (Pilgub), Rabu (4/4) di Hotel Verwood Surabaya.

Deklarasi untuk masa depan Jawa Timur itu dipimpin Drs. H.Choirul Anam, H. Tatang Istiawan, Jalil Latuconsina, ketiga wartawan ini dikenal sudah malang melintang dan menjadi tokoh pers di Jawa Timur.

"Wartawan memang harus independen tapi juga tidak boleh membiarkan, apabila ada calon pemimpin yang tidak benar itu ndak boleh dibiarkan, namun harus diingatkan melalui tulisan berita disampaikan ke publik agar masyarakat tahu memilih pemimpin yang baik", terang Cak Anam sapaan akrab Choirul Anam saat menjelaskan tujuan deklarasi tersebut.

Menurut Cak Anam wartawan tidak saja menulis menjalankan tugas jurnalistik, melainkan punya tanggungjawab moral dengan masa depan bangsa terutama terkait kepemimpinan di alam demokrasi.

Maka menyikapi pilgub, lanjut Cak Anam wartawan harus jeli siapa calon yang benar-benar bisa bekerja memajukan Jawa Timur. "Saya melihat Emil pasangan dari Khofifah sangat cerdas punya pengalaman kelas dunia, waktu Emil datang ke tempat saya dia jelaskan konsep bagaimana membangun Jawa Timur bahkan bisa maju melebihi Belanda yang luas negaranya masih luas Jawa Timur", tambah mantan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur ini.

Cak Anam yang mantan wartawan Tempo ini melanjutkan potensi Jawa Timur sangat strategis dan kaya kekayaan alamnya, namun sayangnya masyarakatnya masih banyak di bawah garis kemiskinan.

 "Ini kan berarti ada salah pengelolaan, jadi kedepan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim harus bisa makmurkan dan sejahterakan masyaratnya, nah Khofifah-Emil yang punya kemampuan itu", lanjut pemilik Harian Duta Masyarakat ini.

Sementara Tatang Istiawan menambahkan sengaja pihaknya inisiator bersama wartawan senior Jatim, karena terpanggil untuk ikut serta dalam demokrasi pilgub agar masyarakat tidak salah pilih gubernur.

"Kami tidak ingin calon gubernur hanya bisanya pemberi harapan palsu (PHP, red) sehingga paling tidak melalui media nanti bisa mengingatkan masyarakat supaya berhati hati", ujar Tatang Istiawan.

Dikatakan Tatang Istiawan calon gubernur harus bisa melanjutkan program Gubernur Soekarwo, karena sudah terbukti mengentas kemikinan juga bisa memajukan pendidikan.

 "Khofifah-Emil yang punya kempuan meneruskan kepemimpinan Pakde Karwo maka ini perlu kita dukung bersama", pungkas mantan Pemred Surabaya Post ini.

Acara deklarasi berlangsung sukses dihadiri ratusan wartawan, mereka seusai deklarasi menyikapi positif dan mendukung langkah senior wartawan Jatim. Bahkan salah seorang dari peserta mengaku gembira dengan deklarasi karena sebagai insan pers mempunyai tanggungjawab yang independensinya tidak seperti tentara atau polisi dan PNS.

Terpisah Kordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi kepada wartawan menyikapi bahwa deklarasi dukungan yang dilakukan oleh wartawan bukanlah bentuk dari pelanggaran.

 “Sebab mereka ini kan juga punya hak pilih. Jadi tidak ada masalah dengan itu, sebagai individu, mereka punya hak pilih. Tapi, sebagai insan media mereka wajib juga memiliki profesionalisme dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan,” ujarnya. yan

Surabaya (beritakota.net) Sedikit demi sedikit Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak mulai membuka tabir benang merah pada alur terjadinya penyelewengan dana hibah dalam bentuk Jasmas yang dikucurkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tahun 2016.

Hal itu diungkapkan Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie, SH, MH saat dikonfirmasi terkait perkembangan perkara yang ditanganinya.

Diungkapkan Lingga, Jasmas merupakan Produk Politik, Dimana proses pengajuannya dilakukan oleh anggota DPRD Kota Surabaya melalui konstituennya sesuai dengan Daerah pemilihan (Dapil) para legislator itu terpilih.

"Jasmas itu memang milik dewan, sehingga bisa dibilang itu adalah produk politik, karena di jaring melalui reses," terang Lingga, Rabu (4/4).

Kendati penyelewengan Jasmas 2016 itu merupakan produk politik DPRD Kota Surabaya, Namun penyidikkan kasus ini belum menyentuh ke para legislator yang diduga terlibat pada dugaan korupsi berjamaah tersebut.

"Sementara kami belum ke arah sana, karena kami masih terus menggali keterangan tentang alur pengajuan proposal hingga penyalurannya," sambung Lingga.

Seperti diketahui, Penyelewengan dana hibah dalam bentuk jasmas itu digunakan untuk pengadaan terop, kursi, meja dan sound sytem yang disalurkan ke RT dan RW yang ada di Surabaya.

Penyidikkan kasus ini dimulai dilakukan pada 8 Februari 2018 lalu, berdasarkan surat perintah yang telah ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, SH, MH, dengan Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018. and


Dalami Kasus Jasmas 2016

Surabaya (beritakota.net) Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak terus bergerak dalam mengungkap penyidikkan dugaan korupsi pada kasus dana hibah Pemkot Surabaya Tahun 2016 yang berbentuk Jaringan Asiprasi Masyarakat (Jasmas).

Setelah menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk menghitung kerugian negara pada kasus ini, Penyidik pun telah memanggil sejumlah pejabat Pemkot Surabaya. Pemanggilan pejabat itu dilakukan untuk menggali keterangan tentang alur penyaluran Jasmas

"Minggu ini, penyidik sudah meminta keterangan pada sembilan orang dari Pemkot Surabaya, rata-rata jabatannya adalah Kepala Bagian," terang Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie, SH, MH saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Rabu (4/4).

Dijelaskan Lingga, Pemeriksaan terhadap sembilan pejabat Pemkot Surabaya tersebut dilakukan untuk menguak benang merah pada kasus ini. Mereka pun diperiksa dengan pertanyaan yang berbeda beda.

"Mereka kami mintai keterangan sesuai dengan bidangnya masing-masing, terkait verifikasi maupun administrasi tentang penyaluran dana hibah ini," jelas Lingga.

Selain memeriksa para pejabat Pemkot Surabaya, lanjut Lingga, pihaknya juga telah meminta keterangan dari beberapa toko terkait pembejaan barang-barang jasmas, diantaranya Sound Sytem, kursi, terop dan meja. "Rata-rata berada di Surabaya," lanjut Lingga.

Dari keterangan beberapa toko tersebut, penyidik menemukan adanya perbedaan harga yang tidak sesuai dengan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) yang dilaporkan.

"Memang ada selisih, dan sekarang akan terus kami gali lagi sambil menunggu hasil Audit BPK yang masih ditelaah," pungkas pria berpangkat jaksa pratama.

Usai memeriksa para pejabat Pemkot Surabaya dan beberapa toko, pihaknya akan memanggil ratusan Ketua RT dan RW yang ada di Surabaya. "Kami jadwalkan minggu depan, ada sekitar 200 RT yang akan dipanggil," sambung Lingga di akhir konfirmasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, muara adanya proyek yang didanai dari jasmas tersebut bermula dari seorang pengusaha berinisial 'ST' yang merupakan teman kuliah dari oknum Anggota DPRD Kota Surabaya bernisial 'D'.

Melalui tangan 'D' inilah para oknum legislator lainnya akhirnya mengikuti jejaknya dan pasrah bongkokan kepada 'D' mempromosikan program pengadaan terop, kursi, meja dan sound system tersebut ke para kepala RT dan RW di Surabaya.

Untuk menjalankan program itu, para legislator yang berkantor di jalan Yos Sudarso Surabaya tersebut menggunakan tangan konstituennya untuk meloby para RT maupun RW agar mau ikut dalam proyek jasmas tersebut.

Namun untuk menjalankan aksi tersebut pengusaha 'ST' tidak berjalan sendirian, ia di bantu tiga rekannya. Pada akhirnya pengusaha 'ST' dan Oknum Legislator 'D' telah menyusun rencana untuk bisa mengolah agar proyek yang didanai dari APBD Surabaya itu bisa dimainkan.

Ternyata, sejak pengajuan proposal hingga pembuatan laporan pertanggung jawaban (LPJ) sudah dikonsepkan oleh 'ST' bersama tiga rekannya. Para ketua RT dan RW hanya tahu beres dan menerima fee sebesar 1 hingga 1,6 persen dari 'ST'.

Sebelum dugaan penyimpangan ini ditangani Kejari Tanjung Perak, ternyata kasus ini juga pernah diperiksa oleh Inspektorat Pemkot Surabaya. Dan hasilnya cukup mengejutkan.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, Inspektorat dengan jelas menyebut adanya perbuatan pidana pada pengadaan terop, kursi, meja dan sound system yang dicairkan dari dana hibah Jasmas Pemkot Surabaya periode tahun 2016.

Penyidikkan penyelewangan dana Jasmas ini mulai dilakukan pada 8 Februari 2018 lalu, berdasarkan surat perintah yang telah ditanda tangani Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, SH, MH, dengan Nomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018. and

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana melaksanakan kerja sama dengan maskapai penerbangan Lion Air Group bersama anak usahanya yaitu PT Batam Aero Technic (BAT).

Kerja sama tersebut, meliputi bidang pengembangan kemampuan penyediaan sumber daya manusia di bidang perawatan pesawat terbang melalui pemberian kesempatan kerja bagi putra-putri terbaik Surabaya untuk berkarir di dunia penerbangan.

Wacana kerja sama ini, disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menggelar audiensi bersama dengan Direktur Batam Aero Technic (BAT), I nyoman Rai Pering, serta Direktur Utama Politeknik Surabaya, Setiyo. Bersama dengan Kepala Dinas Sosial Surabaya Supomo dan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan apresiasi dan menyambut baik dengan adanya wacana kerja sama tersebut. Melalui kerjasama ini, ia mengharapkan dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia anak-anak Surabaya, untuk turut meningkatkan kualitas masa depan mereka, khususnya dari kalangan anak Surabaya yang kurang mampu.

‘’Saya berharap, kesempatan tersebut akan bisa mengangkat kualitas hidup mereka agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” Kata Wali kota Risma, saat menggelar audiensi bersama Direktur Batam Aero Technic (BAT) dan Direktur Utama Politeknik Surabaya, bertempat di ruang kerja wali kota, senin, (02/04/18).

Sementara itu, Direktur Batam Aero Technic (BAT), I nyoman Rai Pering mengatakan, BAT merupakan anak perusahaan dari Lion Air Grup yang bergerak dibidang fasilitas perawatan pesawat udara, yang meliputi rangka, mesin dan komponen.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan SDM, pihaknya mengaku menjalin kerjasama dengan Pemkot Surabaya. Dengan adanya kerja sama ini, pihaknya berharap dapat melahirkan generasi-generasi muda baru yang berkompeten di bidang perawatan dan perbaikan pesawat udara.

‘’Kami sangat membutuhkan tenaga ahli seperti ini. Dengan adanya program dari ibu wali kota ini, mudah-mudahan bisa merangsang anak-anak yang tidak mampu untuk tidak putus sekolah,’’ ujarnya.

Disampaikan Rai Pering, melalui program kerja sama ini, BAT akan membuka kesempatan bagi siswa-siswi berprestasi di Surabaya, khususnya dari kalangan kurang mampu yang mempunyai potensi untuk berkarir di PT Batam Aero Technic (BAT).

Dengan bergulirnya program ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat anak-anak Surabaya untuk menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

‘’Dengan adanya program ini, sangat bagus dan pastinya juga sangat mendukung sekali bagi dunia penerbangan di Indonesia,’’ tuturnya.

Direktur Utama Politeknik Surabaya Setiyo menambahkan dengan adanya program beasiswa dari Pemkot Surabaya, pihaknya akan siap mencetak dan melahirkan lulusan-lulusan terbaik yang mampu bersaing di dunia global yang berkompeten dibidang perbaikan dan perawatan pesawat udara.

‘’Ini merupakan kerjasama yang ke tiga kalinya, Politeknik Surabaya bersama dengan Pemkot Surabaya,’’ terang pria berkacamata ini.

Pihaknya akan mengawali program ini dengan menyeleksi siswa-siswi terbaik bersama dengan Pemkot Surabaya, dan kemudian diberikan pendidikan teknisi perawatan pesawat terbang. Untuk ke depannya, para siswa-siswi yang telah lulus pendidikan akan diberi kesempatan untuk berkarir di Batam Aero Technic (BAT).

‘’Seleksi tersebut meliputi sehat jasmani rohani, mampu lulus akademik, mampu tes psikologi, tes kesehatan, tes bahasa inggris, dan yang pasti khusus bagi warga Surabaya yang kurang mampu,” tandasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bergerak cepat untuk mengisi kekosongan sejumlah posisi strategis yang ada di PD Pasar Surya. Menurut Risma, dalam waktu dekat akan dilakukan perekrutan untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.

Risma menjelaskan, dalam proses rekrutmen yang dilakukan pemerintah kota memprioritaskan pejabat internal yang berasal dari PD Pasar. Termasuk posisi Pejabat sementara (Pjs) yang akan diperpanjang.

‘’Kita cari dari internal dulu. Terus terang juga saya sedikit takut,’’ ujar Tri Rismaharini saat ditemui dalam acara peletakan batu pertama rumah jabatan Kajati Jatim, Selasa (3/4/2018).

Risma berharap, pejabat dari internal yang ditunjuk bisa membuat salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu lebih baik. Untuk itu, saat ini pihaknya sedang mencari sosok yang bisa diajak bersama-sama memajukan PD Pasar Surya.

‘’Kita cari dari internal yang bisa didorong untuk maju,’’ tegasnya. Ditanya apakah akan dilakukan test and propertest bagi calon yang berasal dari internal, mantan Kepala Bappeko ini membenarkanya.

Menurutnya, sangat tidak mungkin jika dirinya langsung melakukan penunjukan. ‘’Mana berani kita langsung tunjuk. Gak bisa kemudian seenakku,’’ imbuh Risma.

Terpisah, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya, Edi Rahmat kembali mendorong pemerintah kota segera mengisi jabatan yang kosong di PD Pasar Surya.

Menurutnya, saat ini Pemkot sedang menggodok nama-nama calon pejabat sementara yang akan diangkat. ‘’Sampai saat ini kelihatannya nama-nama itu masih di wali kota,’’ kata Edi.

Edi mengungkapkan, ada tiga posisi yang akan diisi pejabat sementara oleh wali kota. Ketiganya adalah posisi direktur teknik, direktur keuangan dan direktur perdagangan.

‘’Ada tiga direktur yang akan diisi. Sepertinya dalam waktu dekat akan diumumkan siapa nama Pjs itu,’’ pungkasnya. and

 

Page 9 of 246