Surabaya (beritakota.net) Program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membangun masjid As-Sakinah menjadi lebih besar dan megah kembali mendapat dukungan dan respon positif. Kali ini dukungan mengalir dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Surabaya dan Pemuda Muhammdiyah Surabaya.

Sebelumnya dukungan pembangunan masjid As-Sakinah datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya.

Ketua GP Anshor Cabang Surabaya Faridz Afif mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan sikap Pemkot Surabaya terkait pembangunan masjid As-Sakinah yang akan membangun kembali masjid dengan ukuran lebih besar dan megah.

Diharapkan dengan adanya perluasan masjid yang terletak di komplek Balai Pemuda itu, jumlah jamaah akan semakin bertambah banyak dan mampu menjadikan masjid sebagi pusat pendidikan serta kajian ilmu dalam mendidik umat berakhlaqul karimah.

“Kami secara tegas menyampaikan pernyataan bahwa GP Ansor bersama dengan Banser mendukung dan mengawal penuh pembangunan masjid As-Sakinah sampai tuntas,” kata Faridz Afif dalam jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya Jum’at, (15/12/2017).

Terkait bentuk pengawalan pembangunan masjid As-Sakinah yang akan dilakukan GP Ansor dan Muhammadiyah, Gus Afif – sapaan akrabnya akan menerjunkan beberapa pemuda untuk mengawal pembangunan masjid dan secepat mungkin melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Minimal kami menurunkan 50 orang untuk mengawal,” imbuhnya.

Sedangkan Novi Amirul Fatah selaku Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Surabaya menyampaikan beberapa sikap dari Pemuda Muhammadiyah terkait dukungan pembangunan masjid As-Sakinah.

Beberapa poin tersebut, jelas Novi, diantaranya, pembangunan masjid di lingkungan tersebut hendaknya menjadi ruang bagi publik. Kedua, masjid dibangun kembali lebih luas dan megah agar menampung jamaah lebih banyak. Serta ada tempat dan fasilitas pengganti sholat yang memenuhi syarat.

“Kami Pemuda Muhammaditah siap mengawal dan barangsiapa ada yang mengganggu proses pembangunan masjid akan berhadapan dengan kami,” tegas Novi. 

Setelah mendapat dukungan dari para alim ulama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Tata Ruang Kota Surabaya, Ery Cahyadi menyampaikan, pemkot bersama alim ulama segera melakukan pembongkaran masjid dalam waktu dekat.

“Setelah kami duduk bersama, Insya Allah hari Rabu, (20/12/2017) akan dilakukan pembongkaran,” ungkap Ery.

Pembongkaran, lanjut Ery, segera dilakukan berdasarkan arahan dari para sesepuh dan kyai yang meminta agar masjid segera dirobohkan dan dibangun masjid yang lebih besar dan megah.

Setelah mendapat dukungan dan respons positif dari para alim ulama, Ery berharap dengan dibangunnya kembali masjid As-Sakinah dapat berguna dan bermanfaat sebagai sarana ibadah yang lebih khusyu dan representatif. “Pembangunan masjid ini utamanya untuk membangun umat Islam yang berakhlaqul karimah,” pungkasnya. and

 

 

Surabaya (beritakota.net) ''Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau mengenang dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya''. Kalimat yang pernah diucapkan Mantan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno itu layak disematkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebagai wujud tindakan nyata untuk melestarikan, menjaga dan menghargai jasa pahlawannya dengan cara meresmikan museum Dr. Soetomo pada Rabu, (29/11/2017).

Di hari sebelumnya, Wali Kota Surabaya telah meresmikan museum HOS Cokroaminoto. Peresmian museum yang terletak di Gedung Nasional jalan Bubutan No. 87 tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Widodo Suryantoro dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Wiwiek Widayati.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sebagian besar anak-anak Surabaya belum mengetahui makna atau arti sesungguhnya alasan Surabaya disebut sebagai kota pahlawan.

Oleh karena itu, Wali Kota ingin mengembalikan memori anak-anak salah satu caranya meresmikan museum yang didalamnya berisi bukti atau replikasi barang-barang bersejarah.

''Jadilah anak bangsa yang berkarakter dan jangan sampai anak-anak kehilangan roh mantan pejuang,'' kata Wali Kota dalam sambutannya.

Wali kota yang telah menerima banyak penghargaan internasional ini juga menaruh harapan kepada anak anak agar mampu belajar dan mengeluarkan ide-ide kebangsaan untuk membangun bangsa yang lebih baik.

''Kedepan, ide kebangsaan harus terus didorong, agar anak bangsa tidak mudah rapuh dan dipecah belah karena dihasut isu-isu rasis,'' jelas wali kota kelahiran Kediri itu.

Disampaikan Risma, peresmian museum ini bukan final. Artinya, jika ada data atau arsip berupa foto, tulisan atau barang-barang bersejarah maka pemkot akan melakukan pembaharuan.

''Ini akan bergerak terus, jika ada koleksi serta informasi yang baru akan kita beritahukan kepada masyarakat,'' imbuhnya.  Agar kawasan tersebut bisa mendatangkan rejeki, Risma meminta kepada warga sekitar untuk menjaga dan meramaikan museum ini salah satunya berjualan kaos dan souvenir di area museum. Sehingga ke depan, sambung wali kota, Surabaya dapat menjadi kota budaya.

''Ini aset namun tetap mengikuti aturannya, tidak boleh seenaknya sendiri saat berjualan,'' tegasnya.

Usai melakukan penandatanganan prasasti dan pemotongan tali di museum berlantai 2 itu, Wali Kota berjalan-jalan memantau kondisi museum. Saat berada di lantai 2, wali kota menerangkan barang-barang peninggalan yang ada di dalam museum pendiri Budi Utomo tersebut.

''Barang-barang ini asli semua, kalau yang ini berasal dari rumah sakit simpang,'' ujar Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Sementara itu, Kasi Akuisisi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Emadarta menambahkan, selain menghadirkan barang-barang peninggalan Dr. Soetomo, Pemkot Surabaya juga menyediakan galeri foto di pendopo yang dilengkapi kode barcode pada setiap pigura dengan tujuan memudahkan pengunjung mengakses arsip foto dan artikel sejarah Dr.Soetomo.

''Setelah melakukan barcode, pengunjung langsung tersambung ke website www.dispusip.surabaya.go.id, yang mana di dalamnya tersedia berbagai macam  informasi terkait foto dan artikel museum Dr. Soetomo, HOS Cokroaminoto dan WR. Soepratman,'' pungkasnya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Memperingati Hari Ulang Tahun ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, diimbau untuk semakin profesional dan bisa bekerja lebih efektif. Diantaranya dengan terus memunculkan inovasi dalam pelayanan publik.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini seusai upacara peringatan HUT Korps Pegawai Negeri (Korpri) ke-46 tahun di halaman Taman Surya, Rabu (29/11/2017). Hadir dalam upacara HUT Korpri tersebut, pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Tantangannya kini semakin berat, karena itu kita harus bisa lebih profesional dan bisa (bekerja) lebih efektif. Juga tidak boleh mementingkan kepentingan pribadi, kelompok maupun organisasi seperti yang disampikan oleh pak presiden," terang wali kota.

Dalam konteks Surabaya, wali kota mengimbau pegawai negeri di lingkungan Pemkot Surabaya untuk terus bekerja keras. Meskipun, ada banyak pihak yang telah memberikan apresiasi atas prestasi Pemkot Surabaya. Namun, jelas wali kota, meraih penghargaan bukanlah tujuan akhir.

"Tujuan akhir bukanlah penghargaaan. Tujuannya agar warga sejahtera. Sepanjang warga belum sejahtera, kita harus terus bekerja keras," sambung wali kota.

Sebelumnya, di tengah sesi upacara, Wali Kota Tri Rismaharini yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Presiden RI, Joko Widodo. Ada beberapa poin penting dalam sambutan tertulis presiden tersebut.

Diantaranya harapan HUT Korpri menjadi momentum untuk menjaga solidaritas, soliditas dan menjadi perekat kebhinekaan. Selain itu, aparatur sipil negara juga harus terus berinovasi untuk menciptakan pelayanan publik yang optimal.

Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga memberikan bantuan pendidikan Korpri dan juga bantuan sosial untuk korban kebakaran untuk Sukardi, staf Puskemas Jagir Dinas Kesehatan. Wali kota juga menyerahkan santunan kematian anggota keluarga (suami) dari Semiati, staf kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Pakal.

Seusai upacara, wali kota bersama OPD (organisasi perangkat daerah) menuju ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa untuk berziarah ke makam pahlawan.

Seusai melakukan upacara penghormatan dan mengheningkan cipta, wali kota bersama Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan dan kepala OPD, menabur bunga di atas makam pahlawan.

Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan yang juga Ketua Korpri Surabaya menyampaikan, ulang tahun Korpri yang ke-46 tahun ini menjadi momentum tepat untuk lebih meningkatkan kinerja.

"Harapannya di ulang tahun Korpri yang ke-46 tahun ini, Korpri akan semakin baik dengan mengutamakan solidaritas dan soliditas. Selama ini sudah baik, tapi akan terus kami tingkatkan, terutama kualitas SDM," ujar Sekkota Surabaya. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Surabaya memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata pahlawan. Selaras dengan predikat sebagai kota pahlawan, di Surabaya ada banyak peninggalan bernilai sejarah yang menjadi rekam jejak para pahlawan pendiri bangsa.

Salah satunya rumah di Jalan Peneleh Gang VII nomor 29 yang dulunya merupakan kediaman guru bangsa, Raden Hadji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto.

Senin (27/11) siang, rumah bersejarah tersebut diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebagai museum HOS Tjoktoaminoto. Hadir dalam peresmian tersebut, cucu HOS Tojkroaminoto, Harjono Sigit dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Wiwiek Widayati.

Dalam sambutannya, wali kota menyampaikan bahwa museum HOS Tjokroaminoto tersebut belum sempurna. Karenanya, pemkot akan terus berupaya untuk menyempurnakannya dengan melengkapi isi museum tersebut.

"Ini memang belum sempurna. Ke depan akan terus kami sempurnakan sehingga jadi aset wisata pahlawan di Surabaya," jelas wali kota.

Wali kota juga meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kota Surabaya untuk membuat museum ini menjadi mudah dimengerti anak-anak. Semisal dibuatkan media interaksi yang membuat anak-anak senang dan lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan.

"Nanti akan ada media interaksi sehingga anak-anak senang. Semisal tentang siapa saja tokoh yang dulunya belajar di rumah ini," sambung wali kota.

Wali kota yang telah menerima banyak penghargaan internasional ini mengatakan, kawasan di Peneleh tersebut sarat sejarah. Selain museum HOS Tojkroaminoto, tidak jauh dari sana juga terdapat rumah kelahiran presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno. Dalam waktu dekat, Surabaya juga akan memiliki museum Dr Soetomo dan museum WR Soepratman.

"Ini bisa jadi kekuatan yang besar. Ini luar biasa asetnya. Bahkan, kelak bisa menjadi rezeki untuk warga," sambung mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.

Agar kawasan tersebut bisa mengalirkan rezeki untuk warganya, wali kota meminta warga di kawasan tersebut bisa memanfaatkan kawasan wisata pahlawan tersebut. Salah satu bentuknya dengan mengembangkan usaha mandiri. Warga juga berharap warga tidak mengubah bentuk rumah demi menjaga nuansa sejarahnya.

"Saya harap warga di sini bisa memanfaatkan dengan menjual souvenir semisal kaos atau gantungan kunci sesuai dengan temanya. Pak RW, tolong ya (supaya masyarakat bisa menangkap peluang)," sambung wali kota.

Sementara cucu HOS Tjokroaminoto, Harjono Sigit mengaku senang dan bangga karena rumah kakeknya dapat dimanfaatkan orang banyak. "Saya senang tentu saja dan bangga semoga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," kata Harjono.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Wiwiek Widayati menambahkan, koleksi yang ada di museum HOS Tojkroaminoto, selain berasal dari badan arsip nasional, juga dari bantuan keluarga. Beberapa koleksi tersebut diantaranya buku, mebel, baju, tempat tidur. "Ini sifatnya dinamis. Seperti kata bu wali, kami akan terus menyempurnakannya," ujar Wiwiek. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Pemerintah Kota Liverpool akan melakukan pengembangan kerja sama dalam lima bidang. Rencananya, penandatanganan nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama antara kedua kota, akan dilakukan tahun 2018.

Pembahasan pengembangan kerja sama dalam lima bidang antara kedua kota tersebut mengemuka saat Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menerima kunjungan delegasi Pemerintah Kota Liverpool yang dipimpin Wakil Wali Kota, Gary Millar di ruang kerja wali kota di Balai Kota Surabaya, Senin (27/11/2017).

Dalam pertemuan tersebut, ikut hadir Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya, Hendro Gunawan, Asisten II Sekkota M.Taswin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Surabaya Agus Imam Sonhaji, Kepala Dinas Perdagangan, Arini Pakistyaningsih, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Widodo Suryantoro dan Kepala Dinas Perhubungan, Irfan Wahyudrajat.

Seusai pertemuan, Gary Millar menyampaikan bahwa ada lima poin kerjasama yang nantinya menjadi dikerjakan bersama antara kedua kota. Lima bidang tersebut yakni industri kreatif, olahraga, art (film dan musik), perdagangan dan pendidikan.

"Jadi kami akan berkonsentrasi untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi kreatif, olahraga, art, perdagangan dan pendidikan. Ada lima poin utama yang masuk dalam letter of intent MoU kerja sama Surabaya dan Liverpool," ujar Gary Millar di Balai Kota Surabaya, Senin (27/11).

Disampaikan Millar, meskipun Surabaya selama ini telah menjalin kerja sama sister city dengan beberapa kota, termasuk kota-kota di Inggris, tetapi Liverpool sangatlah berbeda. "Liverpool adalah kota dengan sejarah yang bagus, orang yang ramah, industri yang bagus, dan universitas yang hebat. Dan kita akan bekerja sama dengan pemerintah kota Surabaya untuk mengembangkan hal tersebut. Terima kasih telah menjamu kami dengan sangat baik," jelas Millar.

Sebagai contoh, Gary Millar mengatakan Liverpool siap membagikan pengalaman dalam mengelola industri kreatif yaitu musik. Pemerintah Liverpool memiliki wadah bagi para pemuda untuk mengembangkan bakat di bidang musik dan seni.

"Kami punya banyak musisi jalanan, yang kemudian menjadi musisi besar. Itu sebab kami punya iklim industri musik yang bagus," ujarnya

Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini mengapresiasi positif kunjungan tersebut. Menurutnya, antara Surabaya dan Liverpool memiliki kesamaan.

"Dia (Kota Liverpool) kan semangatnya sama dengan Surabaya. Di sana seimbang antara pendidikan, seni, musik dan olahraganya bagus. Itu yang ingin saya kembangkan di Surabaya. Kalau itu bisa terpenuhi, seluruh komponen masyarakat yang tertarik di bidang apapun akan bisa berkembang," ujar walikota yang baru berulang tahun ini.

Terkait realisasi kerja sama di bidang olahraga dan art/musik, untuk program jangka pendek, wali kota menyebut tengah melakukan seleksi untuk anak-anak, U (under) 11 untuk bisa melakukan trial (latihan) sepak bola di Liverpool. Termasuk juga untuk seniman/pemusik di Surabaya.

"Saya berharap mereka punya visi bukan hanya bisa bermain musik, tetapi juga mengerti tentang manajemen, bagaimana kerja sama dengan pihak-pihak tertentu. Bagaimana me-manage dirinya," harap wali kota. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri acara penanaman batang pohon yang diselenggarakan oleh PT. PLN Persero. Mengusung tema pelestarian alam melalui aksi tanam batang pohon, wali kota dan pimpinan PLN melakukan aksi penanaman 5.250 batang pohon di Kebun Bibit Wonorejo Surabaya, Senin, (27/11/2017).

General Manajer PT. PLN Persero Distribusi Jawa Timur Dwi Kusmanto mengatakan, gerakan pelestarian alam yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian dari peringatan hari listrik nasional sekaligus merayakan ulang tahun PLN yang ke-72 tahun.

Disampaikan Dwi Kusmanto, melalui program misi operasional berwawasan lingkungan ini, PLN ingin mengajak masyarakat surabaya untuk peduli terhadap lingkungan. "Kegiatan ini merupakan implementasi dari visi pelaksanaan bina lingkungan untuk mewujudkan keharmonisan hubungan PLN dengan alam khususnya masyarakat surabaya," kata Dwi sela-sela sambutannya.

Dwi - panggilan Dwi Kusmanto menuturkan, jumlah batang pohon yang sudah dilakukan oleh PLN sepanjang tahun 2017 di Jawa Timur sebanyak 72.000 batang pohon salah satunya pohon cemara dan pagoda. "Angka 72 mencerminkan usia dari PLN yang kemarin baru saja merayakan ulang tahun," terang Dwi.

Dengan adanya program ini, Dwi berharap PLN mampu melanjutkan kegiatan lingkungan ini, utamanya mendukung acara green and clean yang telah dijalankan oleh Pemkot Surabaya. "Kita sangat mendukung terciptanya lingkungan yang ijo royo-royo, asri dan apik dan itu harus menjadi bagian dari PLN," tegasnya.

Mintarjo selaku Ketua Pensiunan PT. PLN Surabaya menambahkan, program pelestarian alam ibarat setetes embun di musim kemarau yang akan memberi kesejukan bagi warga Surabaya dan anak cucu di masa mendatang. "Semoga gerakan lingkungan ini mampu diresapi seluruh masyarakat surabaya," ungkap Mintarjo.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan bahwa Kota Surabaya tidak banyak memiliki kekayaan alam, oleh karena itu dirinya berusaha keras untuk mengenalkan Surabaya keluar negeri melalui program lingkungan green and clean. "Tujuan promosi ini bukan untuk mencari prestasi namun utamanya adalah mensejahterakan warga surabaya," tutur wali kota di sela-sela acara.

Berkat program Green and Clean, lanjut wali kota, warga yang ada di luar surabaya khususnya wisatawan asing telah mengetahui bagaimana situasi lingkungan di Kota Pahlawan dan sudah cukup banyak wisatawan lokal dan asing yang masuk ke surabaya.

Melihat banyaknya wisatawan yang masuk ke surabaya, kata dia, pemkot menaikkan indeks pembangunan (IP) seperti hotel dan apartemen sebanyak 200% dan itu tertinggi di Indonesia jika dibandingkan Jakarta, Bandung dan Semarang. "Kalau IP dinaikkan maka akan ada pemasukan bagi pekerja hotel, apartemen dan lainnya," terang wali kota sarat akan prestasi itu.

Di akhir sambutan, wali kota mengucapkan terima kasih kepada PT. PLN karena turut membangun Kota Surabaya dari sisi lingkungan. "Nantinya, program ini tidak saja dinikmati untuk kita, tetapi juga anak-anak dan cucu kita," pungkasnya. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Setelah sukses mengikuti pameran yang digelar oleh asosiasi perusahaan jasaboga Indonesia (APJI) di Garden Palace Hotel Surabaya, Selasa (24/10/2017). Kali ini, Pasar Komoditi Nasional (Paskomnas) Indonesia turut meramaikan Car Free Day di Jalan Darmo Surabaya, Minggu (26/11/2017) pagi.

Mereka membuka stand di halaman pusat penjualan sepeda angin dengan memajang buah dan sayuran segar seperti semangka biasa, semangka inul, pepaya, nanas, jeruk, buah naga, wortel, kentang, cabai, ketimun, cabai besar dan cabai kecil, bawang merah, bawang putih, jagung dan manisa. Produk yang masih segar itu langsung diserbu warga karena penasaran dengan Paskomnas.

Selain memajang buah dan sayuran segar, mereka juga menyiapkan tempat foto booth instagram serta hadiah voucher belanja sebesar Rp 25 ribu. Stand ini semakin ramai ketika para staf Paskomnas mengajak warga untuk menebak berat buah dan sayuran yang dipajang.

Bagi warga yang berhasil menebak berat buah dan sayuran itu, maka bisa langsung mengambilnya sebagai hadiahnya. Mereka juga diminta foto di booth instagram Paskomnas. Meski banyak yang berhasil, namun ada pula yang kurang beruntung.

Pada saat itu pula, semua staf Paskomnas memberikan pemahaman kepada warga penikmat CFD bahwa saat ini sudah tidak perlu lagi berbelanja buah dan sayur-sayuran ke pasar. Sebab, sudah ada aplikasi Paskomnas yang dapat memudahkan para ibu rumah tangga, pengusaha perhotelan, restoran dan para pengusaha catering untuk berbelanja.

"Cukup melalui handphone, anda bisa belanja buah dan sayuran segar untuk keperluan hotel, restoran dan catering," kata salah satu staf Paskomnas Rahayu Trisila kepada warga penikmat CFD.

Caranya, lanjut dia, tinggal buka play store lalu download aplikasi Paskomnas atau situs resminya www.paskomnas.com. Selanjutnya, tinggal mengikuti petunjuk dari aplikasi itu dan memilih apa saja yang perlu dibeli dari buah dan sayur-sayuran.

Pembayarannya pun sangat mudah, bisa langsung transfer atau dibayar ketika sudah diantarkan barangnya. Tentunya, dengan minimal pemesanan via online Rp 250 ribu.

"Paskomnas ini sudah banyak dimanfaatkan oleh ibu rumah tanggan yang super sibuk, para pengusaha restoran dan catering, karena terbukti mudah, murah dan barang-barangnya masih segar," imbuhnya.

Sementara itu, Sutarni, salah satu warga yang sedang menikmati CFD dan mampir ke stand Paskomnas sangat mengapresiasi terobosan tersebut, karena tidak perlu lagi berbelanja ke pasar, terlebih saat ini musim hujan yang kadang males ke pasar.

"Ini saya kira sangat bagus, apalagi sekarang males ke pasar musim hujan. Saya juga sibuk dengan pekerjaan, sehingga ini bisa menjadi solusi solutif untuk berbelanja buah dan sayuran," kata warga Jemur Gayungan ini sembari memamerkan buah semangka yang didapatkannya.

Bahkan, saat itu pula dia langsung men-download aplikasi Paskomas untuk berbelanja buah-buahan. Sebab, akan kedatangan tamu dari Jakarta. "Lumayan, ini kan juga dapat potongan Rp 25 ribu, dapat voucher barusan," imbuhnya sambil tersenyum. and

Surabaya (beritakota.net) Puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai dari sekretaris daerah (sekda), asisten sekda, kepala dinas hingga beberapa camat, berkumpul di ruang kerja Wali Kota di Balai Kota Surabaya, Sabtu (25/11/2017) siang.

Mereka berkumpul bukan untuk menghadiri agenda formal. Tetapi untuk menghadirkan kejutan ulang tahun bagi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang baru kembali dari melakukan sidak gorong-gorong di beberapa titik sejak pagi.

Selain mendapat "hadiah" lagu ulang tahun dan doa, Wali Kota juga mendapatkan kejutan sebuah kue tart miniatur gedung Siola berukuran jumbo.

Siola merupakan salah satu gedung sarat sejarah di Surabaya yang oleh Wali Kota Tri Rismaharini difungsikan sebagai pusat pelayanan publik dan juga co-working space untuk anak-anak muda yang memiliki passion di bidang startup.

"Karena bulan ini ibu (Wali Kota) berulang tahun, kami staf Pemkot Surabaya bersama OPD dan juga camat, memiliki ide untuk memberikan kejutan. Dan, Siola ini kan kini menjadi salah satu ikon Surabaya setelah difungsikan sebagai mal pelayanan publik oleh ibu," jelas Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser.

Selain kue miniatur Siola, Wali Kota yang telah meraih banyak penghargaan internasional ini juga mendapat kado berupa lampu hias bergambar replika dirinya bertuliskan "Pemimpin dengan Nurani".

Kado tersebut merupakan hasil kreasi warga eks kawasan lokalisasi Dolly yang kini telah berdaya usaha dan diserahkan oleh Camat Sawahan, M.Yunus.

Sejak lokalisasi Dolly dialihfungsi oleh Pemkot Surabaya pada Juni 2014 lalu, beberapa warga di sana yang telah mendapatkan pelatihan usaha dari Pemkot, kini telah mandiri dan bertumbuh menjadi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sukses.

"Saya senang sekali, warga di sana punya kemauan untuk sukses. Ditantang sedikit (untuk sukses), langsung keluar kreativitasnya. Jadi berpikirnya nggak linier tetapi out of the box," ujar Wali Kota.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini genap berulang tahun ke-56 pada 20 November lalu. Namun, ucapan ulang tahun secara langsung baru bisa disampaikan pejabat Pemkot Surabaya pada hari ini karena sebelumnya ketika di hari jadinya, Wali Kota tengah menghadiri beberapa acara di Eropa. Salah satunya diundang menghadiri agenda Startup Nations Summit 2017 di Tallin, Estonia.

Ditanya wartawan perihal harapannya di ulang tahunnya yang ke-56 tahun, Wali Kota alumnus ITS ini berharap warga Surabaya bisa lebih baik dan semakin sejahtera.

Menurut Wali Kota, pembangunan infrastruktur di Surabaya, juga dimaksudkan untuk bisa mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat Kota Pahlawan.

"Saya pengen warga Surabaya lebih sejahtera. Macam-macam sejahteranya. Kami bangun infrasruktur itu agar lebih cepat sejahteranya," harap Wali Kota. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pasca hujan lebat tadi malam yang mengakibatkan banjir di wilayah Surabaya barat membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung melakukan pengecekan dan pembersihan gorong-gorong di sekitaran bundaran dolog jalan A.Yani pada Sabtu, (25/11/2017).

Menggunakan sepatu kebersihan berwarna ungu, wali kota yang ditemani kepala dinas PU Bina Marga Erna Purnawati memimpin langsung dan membersihkan gorong-gorong yang ada di sekitar jalan A.Yani depan taman pelangi, ketintang dan gayungan.

Dibantu alat berat, wali kota, OPD terkait, petugas dari satgas pematusan dan Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) melakukan pembersihan gorong-gorong secara bertahap. Terlihat Wali kota memerintahkan kepala dinas PU Bina Marga Erna untuk menyuruh anak buahnya mengambil beberapa alat kebersihan.

"Tolong ambilkan pacul dan glansing," kata wali kota pagi tadi. Wali kota sarat akan prestasi itu pun juga melakukan pembersihan di sela-sela selokan menggunakan sekrup dan mengangkat kotoran yang ada di dalam sungai.

"Ayo kabelnya diangkat terus dibersihkan kotorannya," ucap wali kota. Usai memberi arahan kepada petugas, Risma kemudian berpindah tempat dan kembali memerintahkan petugas satgas untuk membersihkan selokan yang ada di seberang kantor pertanian ketahanan pangan.

"Ayo, itu segera dikeruk dan dibersihkan," perintahnya. Bahkan, wali kota juga memimpin aksi pengerukan dengan memberi arahan kepada pengemudi kendaraan alat berat (bego) sesuai dengan ayunan tangannya.

"Sebelah kiri sama tengah yang dikeruk, masuk agak ke dalam biar keangkat semua kotorannya," pinta perempuan yang baru saja merayakan ulang tahun beberapa hari kemarin.

Tidak lama kemudian, wali kota berpijak ke depan sungai yang letaknya tak jauh dari lokasi. Sembari menenteng handy talkey, wali kota memantau dan berkomunikasi dengan beberapa petugas terkait pembersihan kali.

"Kebersihan sini, naikkan itu (kotorannya) pakai jaring sama garukan sampah," tegasnya.

Lebih lanjut, di kali dekat gayungsari, wali kota meminta kepada petugas satgas dan DKP untuk membuka pintu air agar petugas bisa masuk ke dalam kali dan membersihkan kotoran yang ada di dalam kali.

"Diturunkan permukaannya, biar anak anak bisa turun, karena itu pasti ada yang buntu," ujar Risma kepada salah seorang petugas kebersihan.

Sembari duduk dan mengawasi anak buahnya membersihkan kali, Risma menuturkan kepada awak media bahwa curah hujan yang turun tadi malam sangat deras dan mengakibatkan banjir. Banjir itu, lanjut wali kota, disebabkan karena banyaknya sampah yang menumpuk sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar.

"Biasanya kalau hujan deras itu kekuatannya 90 meter kibik, tapi tadi malam hampir 124 meter kibik, itu super lebat," terangnya.

Ditanya soal banjir yang kemudian mengakibatkan kemacetan cukup parah di daerah benowo, tandes dan sememi, wali kota menegaskan bahwa saluran di wilayah sememi belum jadi.

"Insyaalah kalau sudah jadi seperti wilayah yang ada di banyu urip," tutur wali kota perempuan pertama di Surabaya.

Dikatakan wali kota, saluran yang ada di jalan banyu urip sebelumnya dikerjakan oleh pemerintah pusat, namun tiba-tiba pembangunan berhenti selama 2 tahun. Pemkot, kata dia, hanya menunggu dan tidak bisa melakukan apa-apa, tetapi akhirnya pemkot tetap mengusahakan agar pembangunan saluran terus berjalan.

"Kalau tidak diteruskan kan, kasihan warga sekitar dan seandainya pembangunan saluran di banyu urip jalan terus, insyallah sudah kelar itu," pungkasnya. and.dan

 

Meninggal Tersengat Listrik Charger Laptop

Surabaya (beritakota.net) Camat Wonocolo Denny Christupel menjelaskan kronologi meninggalnya mahasiswa UIN Sunan Ampel bernama Zakiyatus Shawa, Jumat (24/11/2017) siang.

Denny mengatakan, meninggalnya Zakiyatus dikarenakan tersengat listrik saat mencabut charger laptopnya saat ada genangan air muncul di kamar kontrakan korban.

"Sekitar pukul 13.18 WIB saya mendapatkan panggilan telepon dari warga, bahwa ada kabar seorang mahasiswa tersengat listrik dan meminta bantuan mobil untuk antar ke rumah sakit. Saya pun lalu menelepon Kasi Tramtib untuk segera menyiapkan mobil agar digunakan antar korban ke RSI," kata Camat Wonocolo saat ditemui di Kantor Kecamatan Wonocolo.

Namun, kata Denny, ketika mobil tersebut datang, ternyata korban bersama warga sudah berada di RSI. "Korban ternyata sudah diantar di RSI. Hingga akhirnya pihak rumah sakit menyatakan korban sudah meninggal," sambung Denny.

Ketua RW 4 Kelurahan Jemur Wonosari M. M Hidayat menambahkan, bahwa meninggalnya korban lebih dikarenakan adanya sumber air yang keluar dari dalam rumah kontrakan dan bukan akibat banjir.

"Sekitar 13.12 saya mendapatkan laporan dari pak rt bahwa ada kabar warga yang tersengat listrik. Warga saat itu menemukan korban dalam keadaan sudah tidak sadar dan akhirnya segera dibawa ke rumah sakit," ujar Hidayat.

Saat kejadian, dirinya berada di Masjid Agung usai melaksanakan salat jumat dan langsung menuju lokasi. Di lokasi, ternyata korban sudah berada di RSI oleh warga dan hanya bertemu dengan teman korban yang masih shock.

"Cerita dari teman kos korban, saat itu memang sumber air muncul dari dalam rumah kontrakan. Perlu diketahui, di rumah kontrakan korban, lantainya berupa plesteran. Sehingga empat orang yang tinggal di rumah kontrakan merasa perlu menyelamatkan barangnya masing - masing. Di saat itulah, korban tersengat listrik saat mencabut kabel charger laptop," katanya.

Menurut Hidayat berdasarkan cerita dari teman korban, saat itu tangan dan kaki korban masih dalam kondisi basah usai mengepel kamarnya.

Oleh karena itu, hal inilah yang membuat Camat Wonocolo dan Ketua RW perlu membuat klarifikasi tentang hal ini. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 3 RW 4 Kelurahan Jemur Wonosari Heriyanto Idrus.

Menurut Heriyanto, saat ditemukan korban masih dalam keadaan memegang charger laptopnya. Dirinya saat itu langsung datang di lokasi saat tahu kabar ini dari warganya. Bahkan untuk menolong korban, kata Heriyanto, diperlukan handuk kering untuk melepas charger tersebut.

"Korban saat itu sudah tidak sadar dekat pintu dan masih memegang charger. Tidak ada yang tahu pula berapa lama korban sudah tidak sadarkan diri karena tidak ada suara teriakan dari korban," kata Ketua RT setempat.

Dia juga mengatakan, memang saat itu genangan air bukanlah dari jalan, melainkan dari dalam rumah. Karena, kata Heriyanto, ada jangka waktu yang cukup lama antara kejadian korban tersengat listrik sampai akhirnya genangan air masuk ke perkampungan.

"Karena memang saat kejadian pukul 13.00 kondisi di rumah belum digenangi air. Barulah pada pukul 14.00, genangan air mulai menggenangi perkampungan," kata Heriyanto. and.dan

 

Page 1 of 231