Bangkalan (beritakota.net) Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0829-10/Galis, Kodim 0829/Bangkalan Sertu Sunari membantu pendistribusian bibit Padi dan pupuk bantuan dari Dinas Pertanian kepada Kelompok Tani di Kelurahan Kelbung Kecamatan Galis, Kecamatan Galis Bangkalan, Senin (16/10/2017).

Para Petani dengan mendapatkan bantuan bibit padi dan pupuk dari Dinas Pertanian  maka Petani  jadi lebih hemat sehingga Petani jadi bersemangat menanam Kedelai karena mendapat bantuan bibit dan pupuk gratis.

Ketua Kelompok Tani, Rois mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah khususnya Dinas Pertanian dan Koramil 0829-10/Galis yang telah membantu bibit Kedelai dan pupuk kepada Petani di Kelurahan Kelbung Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan

Sementara itu Babinsa Koramil Tanah Merah membantu Warga Operasi Katarak Gratis. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 0829/06 Tanah Merah Serka Yoga Arifianto melakukan pendampingan kegiatan bakti sosial (Baksos) pengobatan katarak di Puskesmas Tanah Merah Kabupaten Bangkalan. Puluhan warga mendapatkan fasilitas operasi katarak gratis di Puskesmas Tanah Merah.

Warga yang mendapatkan layanan gratis itu, melalui tiga tahap. Pertama, pasien dilakukan pemeriksaan awal-screening, baru kemudian dinyatakan positif.

“Lalu, dilakukan operasi oleh tenaga ahli,” kata Babinsa 0829/06 Tanah Merah Serka Yoga Arifianto, saat mendampingi warga operasi katarak. dan

Bangkalan (beritakota.net) Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0829/Bangkalan, Madura, Jawa Timur intensif melaksanakan pembinaan komunikasi sosial (Komsos) dengan menggandeng beberapa instansi dan tokoh masyarakat di wilayah masing-masing Koramil 01-18 dan Babinsa. 

Komandan Kodim 0829/Bangkalan, Letkol Inf Sunardi Istanto, SH mengungkapkan, untuk menyukseskan program pemerintah harus dibantu semua elemen, termasuk tentara pun harus ambil bagian.

Menurutnya, sebagai tentara milik rakyat, harus bisa ikut memberdayakan SDM-nya dengan terjun ke lapangan untuk mendukung ketahanan pangan.

“Banyak yang bisa dikerjasamakan dengan TNI, seperti program swasembada pangan, yang sudah  bisa kami lakukan dan menyosialisasikan kepada warga desa di pelosok-pelosok agar program swasembada pangan sukses,” katanya Senin (16/10/2017).

Saat ini, digiatkan pula cara bercocok tanam yang baik dan benar sesuai ilmu pertanian, khususnya pengolahan tanaman padi, jagung dan kedelai. Pemerintah sendiri telah menargetkan swasembada pangan tahun 2017. 

Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 0829/12 Modung, Bangkalan, Sertu Joko untuk melaksanakan silaturahim dan komunikasi sosial (Komsos) dengan Bapak Kepala Desa Pakong Kecamatan Modung serta dengan kelompok tani di Desa Serabi Barat Kecamatan Modung.

Selain itu, penambahan luas lahan tanam padi, untuk swasembada pangan UPSUS wilayah Desa Bangpendah, Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan, juga sudah dilakukan. dan

 

Surabaya (beritakota.net) Indonesia yang kaya akan budaya dan adat istiadat menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat dikagumi dan menarik simpati negara-negara lain.

Dalam hal ini salah satu budaya dan adat yang ada yakni di gelarnya kegiatan adat sedekah bumi yang dilaksanakan di Wilayah Koramil 0830/05 Tandes Kelurahan Putat Gede

Acara sedekah bumi ini dilakukan untuk memberikan rasa syukur dengan hasil bumi yang selama ini di nikmati oleh masyarakat Tandes khususnya warga Putat Gede Kecaman Tandes Surabaya Senin (16/10/2017).

Danramil 0830/05 Tandes Mayor Inf Eko Resmojo didampingi Wadanramil Kapten Inf Sugiharto dan anggota beserta Muspika menghadiri dan memberikan sambutan dalam perayaan kegiatan Sedekah Bumi yang digelar warga.

"Mari kita jadikan kegiatan seremonial  perayaan Sedekah Bumi ini menjadi sarana untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kita kepada Tuhan YME yang telah memberikan kita semua limpahan rizki baik secara jasmani maupun rohani,’’ ungkap Danramil Tandes Mayor Inf Eko Resmojo.

Danramil juga mengatakan bahwa sedekah bumi ini juga merupakan bagian dari Bhineka Tunggal Ika menjadi bingkai dalam segala keaneka ragaman budaya, suku, ras, adat serta agama yang ada di negara tercinta Indonesia. dan

 

 

 

Surabaya (beritakota.net) Aparat Komando Kewilayahan Kodim merupakan ujung tombak TNI khususnya TNI AD. Berbagai upaya pimpinan yang ada di jajaran TNI AD banyak meminta tiap tiap jajaran komando kewilayahan untuk lebih meningkatkan kemampuan dan keterampilan individu masing masing personel apkowil di tiap jajaran.

Kodim 0830/SU menggelar kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kemampuan Apkowil Tersebar dengan memberikan beberapa pemahaman kepada personil jajaran Kodim 0830/SU di Aula Makodim 0830/SU dengan di pandu oleh Kasdim 0830/SU Mayor Inf Herawady Karnawan dan Perwira Seksi Teritorial Kodim 0830/SU Kapten Inf Bachtiar Effendi.

‘’Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan bekal kepada masing masing individu personil Kodim 0830/SU guna dapat selanjutnya dapat di aplikasikan di wilayah tugasnya. Selain itu dapat memberikan kontribusi kepada warga di wilayah dan juga untuk bekal personil itu sendiri sehingga bisa menjadi apkowil yang profesional pada bidangnya,’’ ungkap Mayor Inf Herawady Karnawan Senin (16/10/2017).

Dandim 0830/SU Letkol Arm Beny Hendra Suwardi,S.Sos menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program dan wajib dilaksanakan dengan tujuan agar personil apkowil selalu dan terus mengasah serta meningkatkan kemampuan kemampuan khusus yang tentunya kedepan bisa memberikan manfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

‘’Diharapkan kemampuan ini juga bisa di sosialisasikan dan terapkan di wilayah tugasnya masing-masing,’’ jelasnya. dan

Untuk Efisiensi dan Ramah Lingkungan

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai memasang alat konverter kit bahan bakar gas pada 83 mobil operasional, Senin (16/10).

Pemasangan akan dilakukan secara bertahap. Diharapkan, pada akhir Oktober mendatang, 83 mobil operasional sudah terpasang alat komverter tersebut.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Kota Surabaya, Noer Oemarijati mengatakan, pemasangan alat konverter tersebut merupakan tindak lanjut arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Sebelumnya, Pemkot Surabaya juga telah ikut melakukan sosialisasi pada bulan lalu. 

“Pemasangannya akan dilakukan secara bertahap. Harapannya sampai dengan akhir Oktober sudah selesai. Ini kita dapat hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup sebanyak 83 unit,” ujar Noer Oemarijati.

Menurut Noer, untuk saat ini, alat konverter kit tersebut hanya bisa dipasang di kendaraan keluaran di atas tahun 2010 yang berbahan bakar bensin. Diantaranya eks mobil dinas hasil pengembalian dari DPRD Surabaya sebanyak 33 unit dan juga mobil pengadaan tahun 2017 sebanyak 50 unit. Di luar itu, Pemkot Surabaya sudah punya 25 unit mobdin yang sebelumnya sudah dilengkapi converter. 

Sementara untuk kendaraan diesel yang berbahan bakar solar, masih belum. Padahal, mobil operasional di lingkungan Pemkot Surabaya lebih banyak yang berbahan bakar solar. Seperti mobil operasional di 33 kecamatan dan juga mobil operasional di Satpol PP, Linmas dan dinas teknis yang lain.

“Untuk kendaraan diesel masih belum. Kami berharap kementerian LH menfasilitasi untuk yang diesel karena mobil kita banyak yang diesel,” sambung Noer. 

Pemkot, sambung Noer, tidak ragu untuk melakukan pemasangan alat koverter kit tersebut pada mobil operasional karena kemanfaatannya sangat besar. Selain ramah lingkungan, program ini juga merupakan upaya diversifikasi energi untuk menyukseskan program bauran energi yang dicanangkan pemerintah.

“Manfaatnya sangat besar. Selain ramah lingkungan, juga bagus untuk efisiensi,’ ujarnya.  

Ardi, staf vendor Perusahaan Gas Negara (PGN), yang bertugas memasang konverter kit, mengatakan alat konverter dipasang pada body mesin. Sementara untuk tabung gas dengan kapasitas 200 bar diletakkan di bagian bagasi mobil.

Menurutnya, tabung 200 bar tersebut kapasitasnya setara 15 liter premium. Selain itu, konverter kit ini juga dilengkapi dengan alat switch. Jika kapasitas tekanan pada tabung mulai rendah, mesin akan otomatis menggunakan bahan bakar bensin.

“Ini sistemnya untuk yang kendaraan besin. Kalau untuk diesel, spek nya beda. Ada tambahan alat-alat lain,” ujar Ardi. and.dan

 

 

Surabaya (beritakota) Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya, nampaknya harus kembali gigit jari. Padahal, Kamis (21/9/2017) kemarin baru saja mendapatkan angin segar dari komisi B DPRD Surabaya yang memberikan sinyal lampu hijau untuk usulan penyertaan modal revitalisasi RPH pasca melakukan sidak ke PD RPH.

Hal ini disebabkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kembali menunjukkan sikap penolakan terhadap rencana penyertaan modal yang diminta oleh PD RPH kepada Pemkot.

Sikap penolakan Risma tersebut rupanya bukan tanpa alasan. Risma mengaku trauma jika harus menyertakan modal untuk saat ini.

"Aku harus analisa. Aku gak mau kalau uang itu belum clear. Aku gak mau menyertakan. Terus terang aku trauma," tutur Risma kepada wartawan yang menemuinya diruang kerja Wali Kota Jumat (22/9/2017).

Lebih lanjut dikatakan Risma, bahwa saat ini pihaknya telah menggandeng pihak Kejaksaan Tanjung Perak untuk memeriksa keuangan di PD RPH.

"Saya kasih tau ya ini masih tak laporkan ke kejaksaan karena aku curiga ada uang yang hilang," lanjut Risma. Risma juga menyebutkan alasannya memilih Kejaksaan Tanjung Perak lantaran sudah tau kridibilitas Kajari Tanjung Perak.

"Kajarinya orangnya menakutkan. Kajarinya mantan KPK," katanya. Seperti yang diberitakan PD RPH berencana mengajukan penyertaan modal sekitar Rp30 Miliar.

Namun, rencana tersebut ditolak mentah-mentah oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sementara itu, Komisi B DPRD Surabaya setelah melakukan Sidak ke PD RPH dan memberikan sinyal untuk mendorong adanya penyertaan modal revitalisasi lantaran melihat kondisi gedung PD RPH yang harus diperbaiki. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Inisiatif kalangan mewajibkan rumah memilili garasi mendapat respon positif dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya mendukung wacana pengaturan garasi itu.

Keberadaan garasi mobil pada masing-masing rumah dipandang akan memudahkan akses. Mobil pribadi tak lagi parkir sembarangan di pinggir-pinggir jalanan kampung.

"Itu ide yang sangat cerdas, saya sangat dukung ide dari dewan, karena sangat bagus," ujarnya, Jumat (22/9). Risma, menyampaikan, beberapa peristiwa kebakaran telat ditangani karena mobil PMK tidak segera sampai ke lokasi. Penyebabnya adalah mobil warga yang parkir sembarangan di depan rumah menghambat akses.

"Respon kita terhadap kebakaran, kecelakaan, atau orang sakit paling lama 7 menit," katanya. Suatu ketika, saat ada kejadikan kebakaran di Mulyosari tahun lalu, mobil PMK telat sampai lokasi.

"Saya tanyakan ke Bu Chandra (Kadis PMK), ternyata karena mobil PMK susah lewat, apalagi kejadiannya saat itu malam," terangnya.

Raperda inisiatif ini harus memiliki sanksi bagi pemilik mobil yang tidak mempunyai garasi. "Saya belum tahu (sanksi), cuma karena ini perda pasti ada sanksinya," ujarnya.

Di Pondok Indah Benowo sudah memberlakukan aturan setiap rumah harus memiliki garasi. Regulasi itu merupakan inisiatif RT/RW setempat.

"Jadi kalau punya mobil di Pondok Indah Benowo itu ya harus punya garasi," ujarnya.

Diketahui, wacana aturan garasi mobil ini tengah digodok di dewan Surabaya. Pansus Klasifikasi dan Kelas Jalan DPRD Surabaya berencana memasukkan kewajiban satu mobil satu garasi.

Ketua Pansus Klasifikasi dan Kelas Jalan Vinsensius mengatakan, selama ini aturan untuk membangun garasi sudah masuk persyaratan mengurus izin mendirikan bangunan (IMB).

Namun, aturan tersebut lebih dikhususkan pada pengembang perumahan. "Belum mengatur pada rumah di perkampungan," ujarnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Program bersepeda ke kantor bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada setiap Jumat di akhir bulan, tidak sekadar demi mengurangi emisi di Surabaya.

Lebih dari itu, program yang akan mulai dilaksanakan pada 29 September mendatang ini bertujuan untuk menjaga kesehatan. Utamanya kesehatan jantung.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, di Indonesia, utamanya di kota-kota besar, akhir-akhir ini ada banyak orang meninggal mendadak karena serangan jantung.

Menurut wali kota, tinggi nya angka orang meninggal mendadak alias sudden unexpected death karena serangan jantung tersebut bukan semata karena penyakit, tetapi lebih karena perilaku masyarakat perkotaan yang cenderung tidak sehat dan malas bergerak.

"Karena itu, saya membuat program ini. Tujuan nya untuk kesehatan. Kalau emisi itu terselamatkan karena banyak pohon. Kalau ini untuk kesehatan," tegas wali kota kepada wartawan di ruang kerja wali kota, Jumat (22/9/2017).

Disampaikan wali kota, menurut data di RSUD M.Soewandhie (salah satu rumah sakit milik Pemkot Surabaya), semakin banyak orang melakukan operasi jantung termasuk pasang ring. Bahkan, frekuensi operasi jantung di rumah sakit di kawasan Tambah Rejo ini bahkan hampir setiap hari.

"Banyak yang terkena serangan jantung karena perilaku gaya hidup. Semisal makan makanan nggak sehat dan kurang gerak. Jadi bukan penyakit. Kalau mau sehat, yang pertama-tama dilakukan ya mengubah gaya hidup," sambung wali kota.

Wali kota yang baru saja menerima penghargaan Learning City dari UNESCO di Cork, Irlandia ini menambahkan, program bersepeda ke kantor setiap hari Jumat pada akhir bulan ini diharapkan bukan hanya untuk PNS di lingkungan Pemkot Surabaya.

Namun, ajakan hidup sehat melalui bersepada ini juga bisa dilakukan oleh masyarakat Surabaya pada umumnya.

"Kami juga mengajak masyarakat. Bukan orang Pemkot aja. Saya pengen warga Surabaya sehat dengan rajin bergerak. Kalau sudah biasa, masyarakat nggak susah. Kalau jarak nya pendek bisa berjalan kaki. Toh, trotoar nya sudah bagus. Intinya mau sehat nggak?" sambung wali kota.

Wali Kota juga menyebut tidak terlalu peduli apakah program bersepeda ke kantor yang akan diterapkan di lingkungan Pemkot Surabaya ini merupakan yang pertama di Indonesia atau sudah ada pemerintah kota/kabupaten/provinsi yang sebelumnya sudah menerapkan program ini.

Bagi wali kota yang terbiasa berolahraga sejak kecil ini, yang terpenting warga Surabaya menjadi lebih sehat.

"Ini bukan masalah nomor satu atau nomor berapa, yang terpenting mengubah perilaku untuk jadi lebih sehat. Dan kalau sudah terbiasa, hidup jadi lebih terencana karena kita bisa mengatur waktu. Dan saya optimistis warga Surabaya akan merespons positif karena warga Surabaya mudah sekali untuk diajak berperilaku positif," sambung wali kota.

Ajakan untuk hidup sehat demi jantung sehat melalui program bersepeda ke kantor yang dilaksanakan pada tanggal 29 September mendatang juga bertepatan dengan World Heart Day alias Hari Jantung Sedunia.

Menyambut World Heart Day, wali kota menyebut Pemkot akan bersinergi dengan dokter untuk melakukan simulasi kepada masyarakat perihal penanganan pertama pada penyakit jantung.

"Minggu nanti di Car Free Day Raya Darmo (kawasan Taman Bungkul, kami bersama dokter-dokter, akan melakukan simulasi pertolongan pertama kalau ada yang terkena serangan jantung tiba-tiba di jalan," jelas wali kota. and.dan

Gresik (beritakota.net) Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto meminta Kelompok barisan Dinas Kesehatan Gresik serta Kelompok barisan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag untuk tinggal di lapangan.

"Untuk kelompok barisan Dinas Kesehatan Gresik serta Kelompok barisan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag tinggal di tempat" ujar Sambari saat memimpin apel pagi yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (18/9).

Bupati yang saat itu didampingi Wabup Gresik Dr. Mohammad Qosim, Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik Nadhif dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono segera membariskan 2 kelompok dinas tersebut.

Selain 2 kelompok dinas, Bupati Sambari juga memanggil 6 orang PNS yang tidak memakai seragam korpri serta 2 orang PNS lain yang datang terlambat.

Pada kesempatan itu, Bupati kembali mengingatkan tentang disiplin PNS. "Sebagai PNS mestinya anda bisa menjadi contoh panutan masyarakat dalam hal kedisiplinan. Datang tepat waktu, pakaian harus sesuai aturan.

Meski anda yang dari Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag tidak terlambat. Saya ingin menekankan agar anda selalu mengingatkan teman anda untuk berlaku disiplin" kata Sambari.

"Tolong besok saat apel pagi 2 dinas ini harus lengkap. Ingatkan teman kerja saudara untuk juga datang tepat waktu dan disiplin sesuai aturan. Kerena anda sudah mendapat Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP). Kepada BKD agar dicatat nama-nama yang tidak hadir apel pagi ini, kalau besok masih tidak hadir langsung kasih surat teguran" tegas Sambari.

Kepala Bagian Humas Suyono yang ikut mendampingi Bupati mengatakan, permintaan Bupati Sambari ini terkait minimnya jumlah barisan kedua Dinas tersebut. Dari data yang disampaikan Kepala BKD, jumlah PNS Dinas Kesehatan 88 orang namun yang hadir apel hanya 48. Sedangkan jumlah PNS Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag 83 orang yang hadir hanya 55 orang.

"Stressing ini adalah salah satu upaya untuk mendisiplinkan PNS Pemkab Gresik, dan wajib dilakukan di semua lingkungan kantor Pemkab Gresik termasuk juga pada kantor pelayanan masyarakat. Dengan disiplin ini maka tidak ada lagi laporan masyarakat yang merasa tidak dilayani dengan alasan tidak ada pegawai yang melayani saat jam dinas" papar Suyono. yan

 

Surabaya (beritakota.net) Saat ini, masyarakat muslim di Indonesia, berbondong-bondong menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah yang jatuh pada tanggal 21 September esok.

Pada kesempatan itu, dengan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah S, Sos. seluruh prajurit dikumpulkan di masjid At-Taqwa, Makodam V/Brawijaya, Kota Surabaya Rabu (20/9/2017) pagi.

Dalam sambutannya, Kasdam memberikan beberapa wejangan kepada seluruh prajurit. Menurut Kasdam, memasuki Tahun Baru Islam saat ini, dirinya menghimbau seluruh personelnya untuk terus berbuat baik.

"Peringatan Tahun Baru Islam seperti ini, dapat kita jadikan wahana untuk melakukan perbaikan diri dengan berinstropeksi terhadap apa yang sudah dan belum kita lakukan," tegas Brigjen Widodo dihadapan seluruh prajuritnya melalui amanat Pangdam yang dibacakannya.

Selain itu, kata Kasdam, melalui proses instrospeksi tersebut, seluruh prajurit bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Utamakan berbuat baik kepada sekeliling, khususnya masyarakat," imbuhnya.

Tahun Baru Islam saat ini, kata Kasdam, merupakan salah satu momentum dalam memperkuat sekaligus memperbarui etos kerja yang selama ini menjadi kewajiban seluruh prajurit TNI-AD, khususnya di jajaran Kodam V/Brawijaya.

"Tingkatkan kedisiplinan, mantapkan etos kerja dan jalin terus kebersamaan bersama seluruh komponen bangsa," pintanya.

Selain dihadiri seluruh prajurit, berlangsungnya acara penyambutan Tahun Baru Islam itu, juga dihadiri oleh Kyai Haji Sholihin Yusuf sebagai penceramah, para Persit KCK PD/V Brawijaya dan beberapa pejabat teras di Makodam V/Brawijaya. dan

 

Page 1 of 225