2 ABK Kapal Tenggelam Belum Diketemukan

Selasa, 26 Agustus 2014 20:40

Gresik (beritakota.net) - Diduga cuaca jelek, Kapal KM Pertama1 bertabrakan dan tenggelam, 2 ABK belum diketemukan hingga sore hari. Kapal KM Pertama 1 yang memuat pupuk 2000 ton ini bertabrakan dengan KM Crane di perairan Gresik Selasa (26/8) sekitar pukul 00.30 WIB.

ABK yang ada di dalam kapal KM Pertama 1 sebanyak 15 orang dan 13 orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri, sedangkan 2 lainnya yakni Frans Rontisulu Kepala Mesin dan Andri Eko Juru Mudi belum diketemukan.

Kasat Polair Polres Gresik AKP Arisandi, mengatakan, proses evakuasi dua ABK yang terjebak dalam kapal menunggu arus dasar laut membaik.

"Saat ini arus masih kencang. Rencana akan menerjunkan Basarnas untuk mencari dua ABK yang dikabarkan masih ada di dalam kapal," imbuhnya.

Untuk menerjunkan penyelam, Arisandi mengatakan, sebelum menyelam letak kedua korban harus diketahui letaknya agar tidak membuang energi dalam pencarian.

"Dari keterangan saksi dan gambar kapal dapat mempermudah pencarian dua ABK yang di dalam kapal," katanya.

Awalnya KM Pertama 1 bermuatan pupuk melakukan olah gerak namun karena arus yang cukup kuat mengakibatkan dua kapal berbenturan dan mengakibatkan lubang sebesar 2 meter di lambung ujung kiri KM Pertama 1.

Mengetahui kapalnya berlubang, seluruh ABK mencoba melakukan perbaikan namun gagal hingga akhirnya kapal tenggelam sekitar pukul 04.30 WIB.

Saat ini tim gabungan dari Syahbandar, Tim SAR dan Basarnas juga masih melakukan koordinasi guna melakukan pencarian dua korban yang masih terjebak di dalam kapal tenggelam.

Akibat tragedi tersebut alur layar di kawasan Pelabuhan Gresik terganggu, akibatnya  kapal-kapal yang akan sandar atau melakukan olah gerak di sekitar lokasi menjadi terganggu.

Abdul Aziz Kepala Syahbandar Pelabuhan Gresik mengungkapkan, "Rambu-rambu yang dipasang ini agar kapal yang lewat sana bisa tahu dan tidak ada di alur sehingga lalu lintasnya tidak terganggu," kata Abdul Aziz.

Untuk posisi kapal yang tenggelam, lanjut dia, sekitar 500 meter dari alur kapal dan berada di pinggir. Sedangkan untuk kapal yang larat tidak jauh di lokasi akan segera dialihkan. gus

Rate this item
(1 Vote)
Read 1286 times