Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengunjungi anak korban pelaku teror bom di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Selasa, (12/6/2018).

Pasca dilakukan perawatan secara intensif, ketujuh anak korban pelaku teror bom Surabaya dan Sidoarjo kini kondisi psikologinya sudah membaik.

Dalam kunjungannya, Wali Kota Risma juga memberikan hadiah berupa bola dan buku-buku yang bertujuan untuk menghibur mereka. Bersamaan dengan itu, Wali Kota Risma juga menyampaikan bahwa untuk perawatan kedepannya anak-anak ini kemudian akan diserahkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

“Ini nanti akan ditangani Kementerian Sosial. Kondisinya sekarang sudah ceria, walaupun ada salah satu yang tangannya patah. Tadi saya juga kasih buku ke anak-anak tersebut,” kata Wali Kota Risma, di sela-sela penyerahan ketujuh anak korban, oleh Polda Jatim ke Kementerian Sosial, bertempat di Mapolda Jatim, Selasa, (12/6/2018).

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya juga menjelaskan bahwa sulit untuk melakukan penanganan terkait keamanan bagi anak-anak itu.

Maka dari itu, Polda Jatim menyerahkannya kepada Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang lebih mampu untuk menangani dan memfasilitasi dengan lengkap.

"Ini nanti diserahkan ke Kemensos. Terus terang juga berat. Ini sudah diserahkan oleh Pak Kapolda. Nanti kita lihat perkembangannya. Karena neneknya masih ada, kalau bisa kembali ke keluarganya. Neneknya ikut kesana menemani juga," jelasnya.

Ia juga menginginkan ketujuh anak korban pelaku teror bom di Surabaya dan Sidoarjo kembali tumbuh menjadi anak yang normal usai mendapat perawatan lebih lanjut dari sisi psikologisnya di Kementerian Sosial (Kemensos).

"Saya ingin mereka tumbuh normal. Tadi saya juga sampaikan kalau banyak teman banyak saudara itu seneng bisa bermain bisa belajar bersama-sama. Mereka juga ingin sekolah," ujar Wali Kota Risma .

Ditanya apakah ada kemungkinan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan mengadopsinya, Wali Kota Risma menyatakan bahwa hal tersebut sangat sulit dilakukan. Sebab, hal ini berkaitan penanganan terutama terkait keamanannya mereka.

“Karena ini menyangkut juga keamanan mereka, ini nanti akan ditangani oleh Kementerian Sosial,” imbuhnya.

Ia menceritakan, pada awalnya, anak-anak tersebut sering melakukan perdebatan, sehingga waktu itu dirinya diminta untuk membantu mencarikan psikolog yang juga mengerti dengan agama.

"Terus saya carikan dari UINSA itu yang ngerti dalil-dalil. Jadi tadi juga jelaskannya ke anak-anak itu pakai dalil-dalil apa misalnya diajari senyum itu dalilnya apa senyum. Dan anak-anak itu lebih bisa menerima," tutur Wali Kota Risma.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan ke tujuh anak yang diserahkan tersebut telah selesai perawatan medisnya selama beberapa minggu ini di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

"Untuk psikologis kita sudah berkoordinasi segala pihak. Hari ini kita serahkan ke Kemensos untuk mendapatkan perawatan,” kata dia.

Nantinya, lanjut ia, setelah mendapat perawatan lebih lanjut terutama dari sisi psikologis, anak-anak tersebut akan diberikan kepada pihak keluarga yang berhak merawatnya. Sementara untuk lokasi perawatannya, Machfud menjelaskan, hal itu nanti akan dipilihkan yang terbaik oleh Kemensos.

“Baik Kepolisian dan Kemensos atau Negara akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak ini,” imbuhnya.

Ditanya terkait kondisi terkini ketujuh anak korban pelaku teror bom tersebut, ia menuturkan bahwa kesemuanya dalam aspek medis yang kondisinya bagus.

"Cuma masih ada pemahaman-pemahaman yang masih ingin kita lebih baik lagi. Di Kemensos nanti juga ada sekolahnya juga semuanya komplit," terangnya.

Direktur Rehabilitasi Anak Kementerian Sosial, Nahar menambahkan Kementerian Sosial (Kemensos) akan fokus pada rehabilitasi sosial untuk ketujuh anak korban pelaku teror di Surabaya dan Sidoarjo setelah dilakukan penyerahan mereka oleh Polda Jawa Timur.

"Proses rehabilitasi ini untuk memulihkan dan mengembalikan kondisi dari hambatan fungsi sosial mereka. Tadinya yang tidak sekolah bisa sekolah. Yang mendapat pendidikan tidak umum akan diberikan pendidikan yang umum," tutupnya. and.dan

 

 

Surabaya (beritakota.net) Dalam upaya untuk menstabilkan harga daging ayam ras, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perdagangan Kota Surabaya menggelar Operasi Pasar Mandiri.

Operasi pasar mandiri yang digelar sejak tanggal 5 juni hingga 12 Juni 2018 tersebut, bertempat di dua lokasi. Yakni, pasar Wonokromo dan Tambak Rejo.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan saat ini harga ayam ras terpantau di pasar-pasar tradisional masih tinggi, dengan kisaran harga Rp35 ribu hingga Rp37 ribu.

Maka dari itu, Pemkot Surabaya melalui Dinas perdagangan bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan intervensi dengan menggelar Operasi Pasar Mandiri untuk menstabilkan harga daging ayam.

“Operasi pasar mandiri digelar sejak pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB. Dalam operasi pasar tersebut, kami menyediakan daging ayam dengan harga Rp30 ribu per ekor,” kata dia, Senin, (11/06/18).

Disampaikan Wiwiek, Pemkot Surabaya telah bekerjasama dengan beberapa pihak untuk menggelar operasi pasar mandiri di dua titik lokasi tersebut.

Menurut ia, harga daging ayam pada operasi pasar harus normal dan tidak boleh lebih mahal. Bahkan, ketika kerjasama dengan pihak ketiga, harganya pun harus normal dan harus lebih murah.

“Jadi, harga daging ayam yang dijual pada operasi pasar mandiri jauh lebih murah dari pasaran,” imbuhnya.

Menurutnya, kualitas daging ayam ras yang dijual pada operasi pasar mandiri sama dengan yang dijual di pasar-pasar tradisional. Ayam ras yang dijual pada operasi pasar mandiri, terjamin halal dan secara higienis juga terjamin kebersihannya.

“Silahkan manfaatkan dengan baik kesempatan ini, untuk memenuhi kebutuhan daging ayam,” ujar mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya ini.

Ditanya apakah ada kenaikan harga daging sapi dan bahan pokok lainnya, Wiwiek menegaskan bahwa saat ini untuk harga kebutuhan bahan pokok dan daging lainnya masih terpantau dalam kondisi normal.

“Untuk harga daging sapi saat ini masih terpantau normal. Selain itu, untuk supply daging sapi per hari selama kebutuhan lebaran masih tercukupi,” ungkapnya.

Wiwiek juga menuturkan bahwa pihaknya setiap hari selalu melakukan pengecekan kondisi harga di pasaran, termasuk harga daging ayam yang mulai merangkak naik. Makanya, operasi pasar mandiri ini diharapkan mampu menstabilkan kembali harga daging ayam. “Jadi ini adalah alternatif pilihan untuk menstabilkan harga daging ayam,” imbuhnya.

Wiwiek menambahkan, dengan adanya operasi pasar ini, tidak ada lagi pedagang yang memanfaatkan kenaikan harga, khususnya daging ayam, sehingga harga komoditi di Surabaya, terutama daging ayam bisa kembali stabil. “Kami berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan moment ini dengan baik,” pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Dalam rangka kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1439 H, sebanyak 877 pasukan petugas gabungan dari TNI, Polri dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, melaksanakan apel gelar pasukan di Balai Kota Surabaya.

Apel yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tersebut, turut dihadiri oleh Forpimda Kota Surabaya, dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan berbagai hal kepada seluruh jajaran, diantaranya yakni agar lebih intens lagi dalam menjaga keamanan dan kestabilan Kota Surabaya.

"Kondisinya telah berbeda dengan tahun-tahun lalu. Pastinya tugas kita semua yang di lapangan tentu jauh lebih berat. Mari kita bergandengan tangan dengan lebih meningkatkan kewaspadaan kita dari tahun sebelumnya," kata Wali Kota Risma, Senin, (11/06/2018), Sore.

Menurutnya, pengamanan tahun ini akan jauh lebih siap dari tahun sebelumnya, pihaknya sudah membuat sistem control yang dimana cakupan-cakupannya akan lebih luas. Nantinya, pengamanan tidak hanya dilakukan pada kawasan kampung dan perumahan. Namun, juga pada fasilitas umum dan tempat-tempat ibadah.

“Kalau dulu Linmas kelurahan hanya menjaga perumahan. Kalau sekarang ini kita tambahi untuk menjaga fasilitas umum dan tempat ibadah,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Risma berpesan kepada seluruh jajaran agar pengamanan tidak hanya dilakukan untuk mengantisipasi adanya ancaman terorisme, namun juga bahaya lain yang dapat mengganggu kestabilan Kota Surabaya.

"Bukan hanya kita mengantisipasi ancaman terorisme. Namun juga bahaya-bahaya kebakaran, miras dan bahaya-bahaya lain yang disertai dengan kekerasan lainnya," pesannya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Risma juga melakukan penyematan username dan password terkait Aplikasi Kependudukan (Sipandu) kepada Kapolrestabes dan Danrem 084/Bhaskara Jaya.

"Saya kepingin beliau-beliau ini tau apa yang dilaporkan RT/RW. Kalau ada laporan langsung kita bisa diskusikan," terangnya.

Dalam apel sore ini, Wali Kota Risma juga menghibahkan 20 unit sepeda motor, yang merupakan hasil dari lelang untuk membantu operasional selama pengamanan lebaran. Secara langsung Wali Kota Risma memberikan bantuan sepeda motor tersebut kepada Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Tanjung Perak dan Danrem084/Bhaskara Jaya.

"Ada 20 unit motor yang kita berikan. Delapan untuk Polrestabes, empat ke pemkot, empat ke Korem dan empat ke Polres Tanjung Perak. Biar dipakai untuk operasional membantu pengamanan lebaran," ujarnya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengimbau kepada seluruh warganya, agar warga kembali mengontrol rumahnya saat akan ditinggal mudik. Hal ini untuk mengantisipasi adanya bahaya kebakaran.

“Sebelum ditinggalkan cabuti semua stop kontak, sehingga tidak ada konsleting listrik dan sebagainnya,” pesan Wali Kota Risma.

Jika warga akan melakukan mudik, lanjut Wali Kota Risma, masyarakat diharapkan melaporkan hal tersebut kepada RT/RW setempat. Selain itu, kata dia, kepada warga yang melakukan mudik, Wali Kota Risma berpesan apabila dirasa lelah selama perjalanan, lebih baik untuk beristirahat. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kecelakaan lalu lintas yang tidak diinginkan. "Untuk warga yang melakukan mudik, silahkan beristirahat di jalan, jika dirasa lelah," kata dia.

Untuk warga non muslim, Wali Kota Risma menegaskan agar tidak perlu merasa khawatir. Karena, Pemkot Surabaya bersama jajaran TNI dan Polri akan bekerja secara maksimal untuk menjaga keamanan dan kestabilan Kota Surabaya. “Kami tetap full kekuatan menjaga keamanan Kota Surabaya,” ujarnya.

Usai apel kesiapan pengamanan tersebut, Wali Kota Risma bersama jajaran Forpimda Kota Surabaya kemudian menuju ke pasukan untuk bersalaman dan mengecek kesiap-siagaan seluruh jajaran.

Menurut Wali Kota Risma, kesiapan ini berhubungan dengan pelaksanaan pengamanan yang sudah dilakukan sebelumnya bersama tiga pilar. Yakni dengan mengadakan pertemuan tiga pilar, bersama berbagai element masyarakat.

“Kita sudah berbicara dengan delapan kecamatan, 22 ribu Bumantik, kita sudah lakukan pertemuan dengan seluruh takmir masjid, seluruh kepala sekolah, kemudian kita juga bicara dengan para guru agama. Jadi kita sudah bicara banyak dengan lapisan masyarakat,” pungkasnya. and.dan 

 

Surabaya (beritakota.net) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur diwarnai terbitnya fatwa fardhu ain (wajib bagi setiap individu) untuk memilih calon gubernur Khofifah Indar Parawansa. Selain melalui surat ke masyarakat, fatwa itu rupanya juga disebar melalui spanduk.

Spanduk berisi fatwa itu bisa ditemui di sejumlah titik, seperti kawasan Ngagel Surabaya dan Jemursari. Spanduk itu bertuliskan, “Memilih Khofifah Fardhu ‘Ain”.

Terdapat gambar Khofifah, cawagub Emil Elestianto, dan KH Asep Saifuddin Chalim yang merupakan pendukung Khofifah sekaligus penyampai fatwa itu dalam pertemuan di Ponpes Ammanatul Ummah Mojokerto, 3 Juni 2018 lalu.

Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti, Hikmah Bafaqih, menyesalkan pemasangan spanduk tersebut. ”Padahal sejak awal kita semua sudah sepakat bahwa tidak ada politisasi agama,” ujar Hikmah saat dihubungi, Minggu (10/6/2018).

Hikmah mengatakan, metode pemasangan spanduk yang seolah-olah hasil serangan kubu lawan tersebut merupakan metode lama.

”Mungkin timnya Ibu Khofifah mencoba memainkan peran sebagai korban, playing victim, seolah-olah terzalimi dengan adanya spanduk berisi fatwa yang telah menjadi kontroversi tersebut,” ujar Hikmah.

Dia enggan berkomentar soal respons tim Khofifah-Emil terkait peredaran spanduk tersebut.

”Saya tahu ada fatwa itu dari media online dan televisi. Secara faktual, fatwa itu memang diterbitkan, lalu seolah-seolah merasa jadi korban dengan adanya spanduk tersebut,” kata dia.

Yang jelas, tim Gus Ipul-Puti tidak pernah melakukan praktik kampanye tak sehat serta memecah belah umat. Sejak awal, ratusan kiai yang merestui Gus Ipul tidak pernah menerbitkan fatwa yang membawa masalah politik ke urusan haram-halal. Juga tidak ada politisisasi agama, seperti fatwa jika tak memilih calon yang didukung, maka orang tersebut berkhianat kepada Allah.

”Para kiai yang merestui Gus Ipul hanya mengimbau, memberi tausiyah, menyarankan memilih Gus Ipul. Tidak lebih. Tidak pernah bawa urusan haram-halal dan surga-neraka,” kata Hikmah.

Seperti banyak diberitakan dan viral di media sosial, sejumlah kiai menggelar pertemuan di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, 3 Juni lalu, yang dihadiri Cagub Khofifah Indar Parawansa.

Pertemuan itu menghasilkan fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018 yang menyebut, mencoblos Khofifah-Emil Elestianto hukumnya Fardhu Ain alias wajib bagi setiap orang.

Hukum fardhu ain ini dalam Islam seperti ibadah salat dan puasa Ramadhan. Dalam Islam, meninggalkan aktivitas yang hukumnya fardu ain membuat pelakunya diganjar dosa oleh Allah.

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim selaku Tim 9 Khofifah-Emil mengatakan, orang yang memilih Gus Ipul, padahal ada yang lebih baik menurut KH Asep, yaitu Khofifah, maka orang itu mengkhianati Allah dan Rasulullah. Fatwa itu kini menuai pro-kontra di masyarakat. and

 

 

Surabaya (beritakota.net) Masa tenang pemilihan Gubernur Jawa Timur menyisahkan waktu 5 hari lagi. Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Bulak memaksimalkan sisa waktu menjelang masa tenang kampanye  dalam Pilgub Jatim 2018.

Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyampaikan, kegiatanvyang dilakukan oleh PAC Bulak ini dalam upaya memaksimalkan lima hari menjelang masa tenang Pilgub Jatim. "Ya ini momen yang kami maksimalkan menjelang masa tenang Pilgub 27 Juni mendatang," tuturnya.

Sisa 5 hari lagi masa tenang, jadi masih ada waktu untuk melakukan kegiatan. Lanjut dia, kebetulan bulan ini merupakan bulan ramadhan. Momen ramadhan ini kami isi dengan kegiatan silaturohim dan konsolidasi pengurus PAC kecamatan Bulak dan PAC di Dapil III beserta pengurus anak ranting, sambung Whisnu, saat diwawancarai awak media, Minggu (10/6) dirumah kediaman Anggota DPRD Kota Surahaya, Riswanto, S.Kom, M.I.Kom ini.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan eekaligus Ketua DPRD Kota Surabaya Ir. Armuji, MH dan seluruh pengurus PAC dan anak ranting khusunya di Kecamatan Bulak hadir dalam acara Silaturohim dan konsolidasi untuk penenangan paslon Gus Ipul - Mbak Puti dalam Pilgib Jatim.

Tampak juga seluruh pengurus RW dan RT kecamatan Bulak turut hadir dalam acara tersebut.

Sementara ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Riswanto,S.Kom, M.I.Kom menegaskan, acara silaturohimcdan huka bersama ini sekaligus konsolidasi untuk pemenangan suara paslon Gubernur Jatim Gus Ipul - Mbak Puti.

"Ya, ini acara silaturohim bersama seluruh pengurus PAC dan anak ranting kecamatan Bulak dan pengurus PAC dan anak ranting di Dapil III," papar Riswanto.

Ditambahkan Riswanto, menjelang masa tenang kampanye kami adakan kegiatan ini, sekaligus konsolidasi pada semua pengurus PAC PDIP di Kecamatan Bulak, tukas pria yang gemar olah raga bola ini. and

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri peringatan 73 tahun Pancasila dan 117 Tahun lahirnya Bung Karno di Kantor Pos Pusat jalan Kebon Rojo, Surabaya.

Acara yang digagas PT Pos Indonesia, APRI dan Komunitas Jas Merah dengan tema, Pancasila: Keberagaman dan Toleransi membahas falsafah Pancasila yang dicetuskan Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno dalam kehidupan bernegara maupun terhadap sesama.

Hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua MPR Indonesia Ahmad Basarah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Anggota DPR sekaligus Ketua Komunitas Jas Merah, Rieke Diah Pitaloka, Kepala Arsip Negara Indonesia (ANRI) Mustari Irawan dan Eddi Santosa selaku Direktur Keuangan dan Umum PT. Pos Indonesia.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, bertepatan dengan peringatan lahir pancasila dan lahirnya Bung Karno, Kota Surabaya sempat mengalami peristiwa duka yang terjadi beberapa waktu lalu.

Namun pasca kejadian itu, dirinya merasa bahwa itulah kepercayaan falsafah Pancasila warga Surabaya sedang diuji. "Kalau kita semua memahami pancasila, tidak mungkin orang tega melakukan hal semacam itu. Sebab, dasarnya pancasila menciptakan kerukunan dan kedamaian antar sesama manusia serta mensejahterakan warganya," ujar Wali Kota Risma seusai acara, (6/7/2018).

Wali Kota Risma juga menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya akan terus menjalankan kelima butir pancasila, utamanya dalam mensejahterakan kehidupan warganya. Salah satu konkret nyata yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya dengan memberikan pelayanan dan pendidikan secara gratis kepada seluruh warganya.

"Saya akan terus menjalankan apa yang ada di dalam pancasila karena itu sungguh mulia," ungkapnya diiringi tepuk tangan.

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengapresiasi acara yang digagas Komunitas Jas Merah, APRI dan PT Pos Indonesia. Sebab, kata Dia, penting mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa acara ini merupakan cara untuk melawan lupa dari upaya untuk membuat Bangsa Indonesia yang sedang mengalami amnesia sejarah.

"Amnesia sejarah terhadap ideologinya, amnesia sejarah terhadap tokoh-tokoh bangsanya," ujar Basarah seusai acara.

Jadi, lanjut Basarah, tidak bisa generasi muda itu menerima pancasila taken for greanted tanpa ada upaya dari pemerintah sendiri untuk menggelorakan pancasila.

Oleh karenanya, pada kegiatan memperingati 73 tahun hari lahir Pancasila sekaligus memperingati 117 tahun lahirnya penggali pancasila merupakan salah satu upaya untuk menjaga memori kolektif Bangsa Indonesia.

"Sebab kalau generasi muda sudah lupa dengan tokoh-tokoh bangsanya dan justru mengidolakan tokoh-tokoh bangsa lain akhirnya falsafah yang diikuti adalah tokoh-tokoh dari bangsa lain itu," ungkapnya.

Anggota fraksi PDIP itu pun, mengajak tokoh-tokoh bangsa, pemimpin dari semua lembaga negara dan pemerintahan agar memberikan teladan kepada generasi muda dengan cara menghormati dan melestarikan hal-hal yang telah dilakukan para tokoh bangsa Indonesia terdahulu.

"Acara hari ini adalah kegiatan untuk melawan lupa agar bangsa ini tidak lupa dengan tokohnya dan mengenal siapa jati dirinya sendiri," tandas pria berkacamata tersebut. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mendapat kunjungan dari Tim Evaluasi Nasional Kota Layak Anak (KLA). Tim juri yang berjumlah lima orang tersebut, mengawali kunjungannya dilapangan dengan mendatangi sejumlah tempat di Surabaya.

Seperti Puspaga, CC Room 112, dan Koridor Co-Working Space. Kunjungan tersebut dalam rangka penilaian dan verifikasi lapangan lomba Kota Layak Anak tahun 2018.

Kemudian, penilaian dilanjutkan pada hari Kamis, (07/06) dengan penilaian paparan langsung dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, bagaimana selama ini Pemkot Surabaya menangani permasalahan anak di Surabaya. Dalam kesempatan ini, juga dihadiri oleh Forpimda Kota Surabaya, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Surabaya dan Camat.

Dihadapan Tim Juri, Wali Kota Risma menyampaikan berbagai upaya Pemkot Surabaya dalam menjadikan Kota Pahlawan, menjadi kota yang layak terhadap anak.

Mulai dari menyediakan berbagai fasilitas untuk anak-anak, hingga bagaimana menyelesaikan masalah anak-anak yang mengalami kasus hukum.

"Kita punya berbagai fasilitas untuk menampung anak-anak menyalurkan hobinya, dan berbagai fasilitas pendukung untuk sekolah mereka. Kita punya Taman Baca Masyarakat (TBM), Broadband Learning Center (BLC), rumah bahasa dan berbagai fasilitas olahraga di Surabaya," kata Wali Kota Risma, saat menyampaikan paparan di hadapan Tim Evaluasi Kota Layak Anak, bertempat di rumah kediaman, Kamis, (07/06/18).

Wali Kota Risma mencontohkan, Pemkot Surabaya melalui DP5A juga mempunyai Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di gedung Siola.

Di Puspaga, warga Surabaya bisa melakukan konsultasi seputar masalah keluarga hingga konsultasi bagi pasangan yang akan menikah (Pra-nikah).

"Pemkot juga mendorong anak-anak muda untuk aktif di Karang Taruna, yang tersebar di 154 kelurahan di Surabaya," paparnya.

Selain itu, lanjut ia, Pemkot Surabaya juga memiliki tempat khusus yang bertujuan untuk menampung anak-anak Surabaya yang tersandung dengan berbagai kasus hukum.

Menurut ia, penempatan anak-anak tersebut diperlukan untuk memberikan pembinaan kepada mereka agar bisa berubah dan tidak mengulangi perbuatannya. "Kami juga memiliki shelter khusus untuk anak-anak yang memerlukan penanganan khusus," terangnya.

Sekitar 1 jam lebih, Wali Kota Risma menyampaikan paparannya dihadapan Tim Juri, tentang bagaimana keberhasilan Kota Surabaya dalam menjadikan kota metropolitan yang ramah terhadap anak-anak.

Seorang Pakar Anak dari Ketua Tim Evaluasi Kota Layak Anak (KLA) Hamid Patilima memberikan apresiasi positif kepada Wali Kota Risma atas keberhasilannya dalam penanganan yang telah dilakukan kepada anak korban jaringan teroris. "Menurut saya ibu telah sukses untuk mengatasi itu," ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan dari para tamu undangan.

Menurut Hamid, salah satu kota yang menempati urutan utama Kota Layak Anak baru Surabaya dan Surakarta pada tahun 2017. Ia berharap Kota Surabaya bisa menularkan ke kota-kota lain, tentang bagaimana keberhasilan Surabaya menjadi Kota Layak Anak.

"Dokumen-dokumen ini harapannya nanti ada di kantor wali kota. Dan pada saat ada orang yang ingin belajar di Surabaya, setiap indikator yang dicapai oleh Surabaya, kemudian akan menyebar ke seluruh Indonesia," pesannya.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi menambahkan dalam analisanya, ia mencatat ada tiga hal yang membuat Surabaya lebih unggul dari kota-kota lain.

Strategi Tri Pusat Pendidikan yang telah diterapkan oleh Pemkot Surabaya, yang dimulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat dianggap sangat efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan Surabaya.

"Saya pikir ketiga-tiga pilar itu diperkuat, saya yakin anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang luar biasa," tutupnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Jelang datangnya libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2018, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan beberapa langkahdalam menjaga suasana Kota Surabaya agar tetap kondusif dan aman.

Selain itu, pemkot telah memberikan imbauan kepada warganya dengan mengeluarkan surat edaran kepada 31 kecamatan dan lurah-lurah untuk mengajak bersama-sama menjaga suasana kondusifitas Kota Surabaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan dalam menyambut datangnya libur panjang selama lebaran, Pemkot Surabaya telah menyiapkan beberapa langkah dalam rangka mengamankan Kota Surabaya. Yang pertama, pihaknya telah meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya, untuk mengamankan kantornya terlebih dahulu.

"Kita punya aplikasi E-piket yang dikelolah oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Ini untuk memastikan bahwa di kantor itu aman," kata dia, saat menggelar jumpa pers di kantor bagian Humas Pemkot Surabaya, Rabu, (06/06/18).

Kedua, lanjut Eddy, langkah yang dilakukan adalah semua kendaraan dinas, kecuali kendaraan operasional. Nantinya semua kendaraan dinas akan ditempatkan (parkir) di Taman Surya, Jimerto dan Siola. "Hingga tanggal 20 Juni tidak boleh ada satu kendaraan dinas pun yang digunakan, apalagi dibuat untuk mudik lebaran," katanya.

Yang ketiga, lanjut Eddy, akan dilaksanakan apel persiapan jelang libur lebaran pada Hari Jum'at, (08/06) pada pukul 16.00 WIB, dalam rangka menyamakan dan memberikan semangat kepada semua jajaran, baik dari jajaran pemerintah kota, kepolisian maupun TNI.

"Insya allah nanti hari Jum'at (08/06), akan kita laksanakan apel lebaran dan libur cuti bersama. Apel keamanan itu, nanti akan dipimpin langsung oleh Ibu Wali Kota," Ujar Eddy.

Disamping itu, pihaknya juga mengintruksikan kepada seluruh warga Surabaya dengan memberikan beberapa tips aman saat akan meninggalkan rumah.

Adapun beberapa tips aman tersebut Eddy menuturkan, pertama agar warga mengunci pintu dan jendela rumah saat akan meninggalkan rumah. Kedua, warga diharapkan menyalakan lampu di beberapa bagian rumah.

"Jika punya dana lebih, optimalkan alarm dan CCTV. Cabut seluruh peralatan rumah, mulai gas kompor, pompa air, dan peralatan listrik yang tidak digunakan," urainya.

Selanjutnya, Eddy mengimbau kepada masyarakat agar menitipkan hewan peliharaan ke tempat penitipan atau orang yang dapat dipercaya. Jika di lingkungan ada petugas keamanan, lanjut ia, masyarakat diharapkan memberikan informasi rencana mudik kepada petugas keamanan di wilayah.

"Yang terakhir yakni, sebelum meninggalkan rumah laporkan kepergian anda kepada ketua RT/RW serta tetangga terdekat," imbuhnya.

Disampaikan Eddy, bahwa untuk tahun ini, pelaksanaan takbir keliling di Kota Surabaya akan ditiadakan, hal ini untuk mengantisipasi adanya kecelakaan lalu lintas dan untuk menjaga ketertiban Kota Surabaya. Selain itu, menurutnya, selama libur lebaran pihaknya juga akan melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah.

"Nanti takbir keliling akan difokuskan di masjid-masjid. Nanti kami juga akan dibackup teman-teman dari kepolisian dan TNI, untuk pengamanan tempat-tempat ibadah," kata Eddy.

Menyambut libur panjang selama lebaran, pihaknya juga akan mengoptimalkan layanan 112, dengan melakukan penambahan pada shift kerja. Selain itu, posko terpadu yang berada di barat, timur, selatan dan utara akan terus bersiaga penuh selama 24 jam.

"Kita sekarang tambah satu posko di eks Kantor Kecamatan Dukuh Pakis, untuk membackup di daerah-daerah yang dianggap rawan, seperti jalan Mayjend Sungkono dan Lontar," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan menambahkan dalam menyambut datangnya libur panjang selama lebaran, dan mengantisipasi adanya kemacetan di beberapa titik Kota Surabaya, Dishub Surabaya telah menyiagakan penuh jajarannya, dengan menyiapkan beberapa lokasi parkir untuk mengantisipasi kemacetan kota.

"Kami mengantisipasi kemungkinan kebutuhan ruang parkir yang kurang seperti di KBS (Kebun Binatang Surabaya), Kenjeran, dan mall-mall di Surabaya" kata dia.

Disamping itu, untuk mengantisipasi adanya kecelakaan selama lebaran, pihaknya juga akan melakukan ram cek pada angkutan mudik. Hal ini bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat saat akan melakukan perjalanan.

"Nanti (kendaraan) ada stickernya yang telah dilakukan ram cek. Setiap kendaraan yang keluar dari terminal dalam kondisi layak jalan, Jadi kita ingin menjamin keselamatan penumpang," pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Kedutaan Besar Inggris di Indonesia menunjuk Ivy Kamadjaja sebagai Konsul Jenderal Kehormatan Inggris yang baru di Surabaya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, saat melakukan kunjungan ke sembilannya di Kota Surabaya, Rabu, (06/06/18).

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik mengatakan tujuan utama dari penunjukan ini adalah untuk mewakili Inggris di Surabaya dalam bidang politik, bisnis, maupun untuk membantu dalam mengidentifikasi ekonomi dan peluang komersial untuk Inggris di Surabaya dan Jawa Timur.

"Saya senang mengumumkan Ivy Kamadjaja sebagai Konsul Kehormatan Inggris yang baru di Surabaya. Penunjukan Ivy adalah langkah maju lain dalam hubungan kami dengan Surabaya," kata Moazzam saat audiensi dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Balai Kota.

Nantinya, Ivy akan bergabung dengan perwakilan konsulat Inggris di Surabaya, yakni Erlin Puspitasari, dan bekerja bersama dengan beberapa perusahaan Inggris di Surabaya.

"Mereka akan bersama-sama membantu menciptakan hubungan yang lebih erat dan lebih kuat antara Inggris dan Surabaya," terangnya.

Ditanya alasan mengapa dipilih Kota Surabaya, Malik menyampaikan karena Kota Surabaya merupakan kota terbesar ke dua di indonesia. Selain itu, lanjut ia, Kota Surabaya merupakan kota berpotensi untuk masa depan indonesia. Kota Surabaya memiliki peran penting dalam kemajuan Indonesia. Sebagai kota terbesar ke dua dengan good governance yang telah dilakukan oleh Wali Kota Risma.

"Kalau Indonesia akan berhasil pasti Jatim dan surabaya akan memainkan peran yang penting," ujar pria kelahiran London ini.

Dalam kesempatan ini, Moazzam Malik juga menyampaikan ucapan duka cita atas musibah yg menimpa Kota Surabaya beberapa waktu lalu. Menurutnya, ini merupakan kunjungan pertamanya di Surabaya, pasca Kota Pahlawan ditimpa musibah beberapa pekan lalu.

"Saya menyampaikan duka cita atas nama pemerintah saya, atas nama pribadi saya, atas nama kedubes saya. Saya kira respon pemkot, pemrov dan kepolisian cepat. Sebagai Negara sahabat, kami secara penuh mendukung untuk mengendalikan resiko terorisme," ujarnya.

Menanggapi adanya hal tersebut, pihaknya masih berkomitmen untuk menjalin kerjasama dengan Surabaya. Malik menganggap adanya ancaman terror yang melanda Kota Surabaya beberapa pekan lalu, membuatnya tidak takut.

Bahkan, lanjut ia, adanya ancaman terror tersebut membuat kerjasama antara Indonesia dengan Inggris dalam bidang keamanan akan lebih ditingkatkan.

"Salah satu kota (Surabaya) yang berperang penting untuk indonesia, kami tidak takut. Sebagai Negara sahabat kami secara penuh mendukung Surabaya untuk menolong dan mengendalikan resiko terorisme," tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyambut baik adanya kabar tersebut. sebagai implementasi awal kerjasama antara Liverpool dengan Surabaya, dalam waktu dekat, Wali Kota Risma akan mengirim beberapa anak berkebutuhan khusus dengan para guru untuk mendapatkan pendidikan di Liverpool, Inggris.

"Nanti bulan Juli akan ada anak-anak tuna netra dan guru di Surabaya akan berangkat ke liverpool," kata Wali Kota Risma, usai menerima kunjungan dari rombongan dari Kedubes Inggris.

Menurut Wali Kota Risma, Ini merupakan langkah kongkret kerjasama dalam waktu dekat antara Kota Surabaya dan Liverpool. Dengan memberikan training pendidikan bahasa inggris kepada para guru sekolah di Surabaya.

"Jadi itu sebagai langkah kongkretnya dalam waktu dekat, Sehingga guru-guru komunikasinya bisa lebih luas," pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya langsung bergerak cepat untuk memfungsikan Jalan Kenari yang sudah kembali ke tangan Pemkot.

Kali ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung turun ke lokasi dengan didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga Erna Purnawati untuk mengetahui kondisi lapangan.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengatakan awalnya memang ingin memperbaiki jalan dan memfungsikannya. Sebab, selama ini jalan tersebut tidak difungsikan untuk umum.

Namun, setelah mencoba memperbaiki jalan, diketahui bahwa di bawah jalan itu terdapat saluran besar yang catchment areanya mulai dari embong malang sampai Blauran dan menuju Rumah Pompa Simpang Dukuh.

"Jadi, kita akan perbaiki dulu salurannya, baru setelah itu akan kita perbaiki jalannya untuk difungsikan sebagaimana mestinya jalan umum," kata Wali Kota Risma seusai meninjau Jalan Kenari, Rabu (6/6/2018).

Menurut Wali Kota Risma, saluran yang merupakan peninggalan Belanda itu disinyalir ada masalah, kemungkinan endapan. Makanya, ia meminta petugas Dinas PU Bina Marga untuk mengecek saluran itu apabila airnya sudah kosong.

"Nanti kalau sudah kosong airnya, maka anak-anak akan turun dan bisa mengetahui masalahnya," tegasnya.

Sembari memperbaiki saluran dan jalan, Pemkot Surabaya juga berencana membebaskan tanah untuk memperlebar jalan di Simpang Dukuh itu.

Nantinya, jalan di Simpang Dukuh itu akan menjadi dua lajur atau total semuanya empat lajur. Hal ini penting karena apabila trem mulai dibangun, maka akan dialihkan ke Jalan Simpang Dukuh, sehingga ini menjadi alternatif dari Jalan Tunjungan.

"Apalagi seringkali Jalan Tunjungan kan ditutup, dengan difungsikan jalan ini, maka tidak ada alasan lagi Jalan Tunjungan macet. Insyallah tahun ini kelar pembebasan tanahnya, karena kami sudah komunikasi dan sudah ada anggarannya. Jadi, nanti di sini lebar," tegasnya.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga menjelaskan asal muasal Jalan Kenari itu menjadi polemik hingga terancam lepas dari Pemkot Surabaya. Awalnya, memang ada wacana mau disewa, tapi ternyata tiba-tiba keluar sertifikat saat itu sekitar tahun 1990an.

Karena itu memang tanah aset, maka Pemkot Surabaya berkali-kali menggugat namun selalu berakhir dengan kekalahan. Namun, setelah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, ternyata ditemukan dan diketahui ada beberapa kesalahan prosedur.

"Karena kalau mau disertifikatkan tanah itu, kan harus melalui persetujuan Pemkot, tapi kami tidak ada itu," kata dia.

Makanya, Kejati Jatim berhasil mengembalikan aset tersebut ke tangan Pemkot Surabaya. Selanjutnya, aset tersebut langsung diberi plang bahwa itu tanah aset Pemkot Surabaya.

"Selain itu, ini sedang proses kami buatkan sertifikatnya, supaya segera bisa difungsikan untuk jalan umum," harapnya.

Proses penyerahan aset Jalan Kenari itu berbarengan dengan penyerahan aset Gedung Gelora Pancasila Jalan Indragiri. Proses serahterima itu dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Sunarta dan diterima langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, kemarin.

Secara keseluruhan, nilai kedua aset itu diperkirakan mencapai Rp200 miliar, dengan rincian luas tanah gelora pancasila mencapai 7.500 meter dengan taksiran harga mencapai Rp138 miliar. Sedangkan tanah di jalan kenari seluas 2.000 meter dengan taksiran harga Rp17 miliar.

"Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada Kajati Jatim dan timnya yang telah membantu menyelamatkan dua aset ini," pungkasnya. and.dan

 

Page 1 of 248