Gresik (beritakota.net)- Potensi wisata di Gresik sebenarnya banyak apabila mampu menggalinya, namun belum adanya kesiapan infastruktur sehingga perlu terobosan agar bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), karena itu DPRD Gresik dan Komunitas Wartawan Gresik (KWG), bersinergi untuk menggali potensi PAD dengan bentuk studi banding ke Kota Bandung yang bakal Maret 2018.

Kunjungan DPRD dan KWG ke Bandung ini, merupakan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) KWG tahun 2018, untuk memelajari tata kelola pariwisata di mana selama ini Kabupaten Gresik belum menggarapnya secara maksimal.

Sekretaris Komunitas Wartawan Gresik, M Syuhud Almanfaluty mengatakan
obyek wisata di Bandung saat ini sudah tertata dan terkelola dengan baik sehingga mampu menyumbang PAD yang signifikan bagi modal pembangunan daerah.

“Nah kita ke sana itu, ingin tahu seperti apa peran Pemerintah Kota Bandung dalam mengelola obyek wisatanya. Baik dari segi pengalokasian anggaran maupun kiat-kiatnya untuk menarik wisatawan,” ujarnya.

Ketua DPRD Gresik Ir. H. Abdul Hamid mengaku sangat mendukung kerja sama antara KWG dengan DPRD, sekaligus berharap studi banding mendapatkan hal positif yang bisa diterapkan di wilayah Kabupaten Gresik.

“Sebagai bentuk dukungan, kami telah membahas kegiatan studi banding ini dalam forum Badan Musyawarah (Banmus), dan kegiatannya akan dilakukan pada awal Maret tahun ini. Saya berharap sinergisitas ini terus terbangun dan bisa terus ditingkatkan,” harap politikus Partai Golkar ini.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Sholihudin mengaku pihaknya sangat terbantu dengan kegiatan KWG yang dinilainya sangat positif tersebut. Sebab, misi study banding ini ternyata sangat sesuai dengan bidang kerja komisi II tentang pendapatan. “Saya dan teman-teman Komisi II sangat apresiatif dengan kepedulian teman-teman KWG,” kata Sholihudin.

Agar studi banding itu lebih maksimal, Sholihudin mengaku, akan mengajak serta OPD sebagai mitra Komisi II. Mereka yang dipastikan berangkat ke Bandung, adalah Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), dan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Kami akan ajak kepala OPD yang bersangkutan untuk ikut, sehingga setelah studi banding bisa ditindaklanjuti hasilnya. Sebab, PAD Gresik dalam beberapa tahun ini cenderung merosot, sehingga berdampak terhadap pengurangan sejumlah program dan defisitnya anggaran,” ujar politikus PKB ini.

Di sisi lain, Kepala BPPKAD Andhy Hendro Wijaya menyambut positif kegiatan terebut. “Insya Allah saya dan teman-teman siap ikut, untuk mendukung sekaligus mensukseskan kegiatan yang sangat mendukung kinerja Pemkab Gresik ini,” ujarnya. adv/yan

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diundang menghadiri acara World Urban Forum (WUF) atau forum perkoraan dunia ke-9 di Kota Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7-13 Februari 2018. Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga akan tampil sebagai pembicara dalam beberapa side event.

Kepala Sub Bagian Kerjasama Luar Negeri Pemkot Surabaya Yanuar Hermawan memastikan Wali Kota Risma sudah berangkat ke Kuala Lumpur sejak Rabu (7/2/2018) sore, untuk menghadiri WUF bertema “Cities 2030, Cities for all: Implementing the new urban agenda”.

Kunjungan ini untuk memenuhi undangan dari Seknas Kementerian PU PR, karena Surabaya sebagai salah satu perwakilan Indonesia.

“WUF adalah forum non-legislatif tingkat dunia yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh UN Habitat sejak tahun 2002. Sebagai forum tingkat dunia, WUF ini akan dihadiri oleh 193 negara anggota PBB,” kata Yanuar di ruang kerjanya, Kamis (8/2/2018).

Menurut Wawan-sapaan Yanuar Hermawan, fokus dari WUF ini adalah bidang pembangunan berkelanjutan dan permukiman. Makanya, forum ini menghadirkan sejumlah ahli dari berbagai bidang, termasuk dari pemerintah nasional, regional, daerah, NGO, para profesional, lembaga penelitian dan pendidikan, sektor swasta, media, lembaga PBB, dan lembaga internasional lainnya.

“Forum ini menjadi forum pertama yang mendiskusikan tentang implementasi tujuan-tujuan dalam agenda baru perkotaan yang diadopsi pada forum Habitat III di Quito tahun 2016,” ujarnya.

Sementara Kota Surabaya, merupakan salah satu kota yang memiliki peran penting dalam perumusan naskah agenda baru perkotaan karena telah menjadi tuan rumah PrepCom 3 konferensi habitat III yang membahas zero draf dokumen agenda baru perkotaan.

Selain itu, model perkembangan perkotaan yang dilakukan oleh Surabaya dan inovasi-inovasi pembangunan yang diterapkan serta perannya dalam perumusah agenda baru perkotaan telah diakui dunia.

“Makanya, Bu Wali Kota diundang oleh Sekretariat Nasional Habitat untuk menjadi pembicara dalam sesi dialog bertema transformative partnerships in urban management,” tegasnya.

Wawan memastikan bahwa dialog WUF ini akan mengeksplorasi pengalaman beberapa negara dan daerah tentang inovasi yang telah dilakukan sejak tahun 2015 untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan agenda baru perkotaan.

Termasuk pula kerjasama yang telah terbentuk dan yang baru akan dilakukan, perangkat dan indikator yang dikembangkan untuk pengembangan kapasitas dan monitoring, serta pendekatan inklusif yang responsif usia dan gender.

Di hari yang sama, Wali Kota Risma akan menjadi pembicara yang digelar oleh organisasi women in cities international bersama dengan asosiasi kota-kota metropolis dunia.

Mereka mengangkat tema kebijakan metropolitan dalam mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan dan agenda baru perkotaan sebagai kota yang aman bagi wanita dan anak-anak perempuan.

“Pada forum itu, Bu Wali Kota akan memberikan paparan mengenai upaya Kota Surabaya dalam mengurangi kejahatan seksual terhadap wanita serta kebijakan-kebijakan yang dilakukan dalam isu pemberdayaan perempuan,” kata dia.

Selain dua forum tersebut, Wali Kota Risma pada hari ini, 8 Februari 2018, diminta oleh Asian Habitat Society untuk memaparkan materi yang bertema menciptakan lanskap perkotaan demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ia diminta menjadi pembicara karena Kota Surabaya pernah meraih penghargaan Asian Townscape Award tahun 2013 di Kota Fukouka Jepang.

“Penghargaan itu diberikan atas upaya terbaik transformasi Taman Bungkul menjadi taman kota ikon Kota Surabaya dan sebagai pusat kegiatan masyarakat,” ujar Wawan.

Dalam forum ini, Asian Habitat Society juga mengundang pembica pejabat dari lembaga internasional, pejabat pemerintah daerah, ahli lanskap dan ilmuwan, serta perwakilan dari perusahaan desain dan pengembangan. Para pembicara ini akan memperkenalkan prestasi, pengalaman, kebijakan dan pelajaran tentang bagaimana menciptakan lanskap perkotaan demi mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Di forum ini, Bu Wali Kota akan memaparkan best practices terkait program-program pengembangan infrastruktur dan penataan ruang di Surabaya dalam kerangka tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan agenda baru perkotaan, terutama dalam pengembangan Taman Bungkul,” pungkasnya. and.dan

 

 

 

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya selalu rutin menggelar yustisi di beberapa titik di Kota Surabaya. Bahkan, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya setiap hari melakukan razia yustisi. Hasilnya, sebanyak 5.458 orang terjaring razia selama tahun 2017.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya, Bagus Supriyadi mengatakan tim asuhan rembulan setiap harinya selalu melakukan operasi yustisi. Dari 5.458 orang yang terjaring razia selama tahun 2017 itu, pelanggarannya macam-macam.

“Ada anak yang bolos sekolah, kena yustisi di Taman, warkop/kafe, pekerja pitrat, pengamen di bawah umur, pengamen dewasa, T4, minum-minuman miras, balap liar, pengemis anak, pengemis dewasa, orang gila, PSK, kos-kosan, hotel atau wisma, sulak-sulak dan lainnya,” kata Bagus ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/2/2018).

Jika dirinci setiap bulannya, maka pada Bulan Januari 2017 berhasil menjaring sebanyak 627 orang, Februari 445 orang, Maret 482 orang, April 553 orang, Mei 363 orang, Juni 296 orang, Juli 378 orang, Agustus 429 orang, September 429 orang, Oktober 344 orang, November 647 orang, dan Desember 465 orang.

“Dari data tersebut, warga asli Surabaya yang terjaring yustisi selama tahun 2017 sebanyak 2.797 orang dan luar Surabaya 2.654 orang,” ujarnya.

Menurut Bagus, bagi mereka yang terjaring razia yustisi akan langsung dibawa ke kantor Satpol PP Jalan Jaksa Agung Suprapto untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Di kantor Satpol PP itu, mereka akan ditanya alasan pelanggarannya oleh Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pengendalian Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A).

Bahkan, Dinas Kesehatan juga akan melakukan tes kesehatan, akan diperiksa menggunakan narkoba atau tidak dan terjangkit HIV atau tidak.

“Bagi yang negatif menggunakan narkoba, akan dipulangkan dengan syarat keluarganya menjemput ke kantor Satpol PP dengan membawa KTP atau KK yang bersangkutan. Ini berlaku bagi pelanggaran tertentu,” tegasnya.

Sementara itu, bagi warga yang positif menggunakan narkoba, akan langsung dikirim ke kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya. Sedangkan yang positif terjangkit HIV, langsung dikirim ke Liponsos untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Pada tahun 2017, kami memulangkan 329 orang setelah dijemput oleh keluarganya, yang dibawa ke Liponsos 298 orang, yang positif narkoba dan dibawa ke BNNK 32 orang, dan yang positif HIV 6 orang,” jelasnya.

Selain itu, Bagus juga menjelaskan hasil yustisi di tahun 2018 hingga Rabu (7/2/2018) kemarin. Setidaknya, di awal tahun 2018 ini, Satpol PP Surabaya sudah beberapa kali memulangkan warga yang terjaring yustisi dan ada pula yang dibawa ke BNNK serta dibawa ke Liponsos.

“Pada Bulan Januari, kami menemukan 10 orang yang positif narkoba dan HIV satu orang. Sedangkan pada Bulan Februari baru 3 orang yang positif menggunakan narkoba,” tegasnya.

Bagus menambahkan, tujuan operasi yustisi ini untuk memberikan rasa aman dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat. Makanya, Satpol PP selalu mengecek kelengkapan kependudukannya sebagai fungsi kontrol pemerintah.

“Ini adalah wujud perhatian Pemkot Surabaya dalam mengamankan ketertiban dan keamanan Kota Surabaya,” pungkasnya. and.dan

 

 

 

Surabaya (beritakota.net) Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno hari ini berkunjung ke Balai Pemuda Kota Surabaya. Kedatangan Puti dalam rangka menghadiri acara pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Surabaya (DKS).

Dalam sambutanya Puti banyak menceritakan tentang sejarah Presiden pertama RI Ir Soekarno yang begitu mencintai kesenian. Menurut Puti, selain sebagai proklamator, Bung Karno juga merupakan budayawan besar yang ada di Indonesia.

"Menurut ayah saya, membangun tidak hanya berupa fisik. Tapi keindahan dan kebudayaan juga harus terbangun di dalam diri kita," ujar Puti Guntur Soekarno.

Puti menceritakan, sebagai tokoh besar di tanah air Bung Karno selalu memfasilitasi dan mendukung kemajuan budaya. Tidak Jarang Bung Karno dalam beberapa kesempatan juga menggelar diskusi dengan para seniman dan budayawan pada waktu.

Menurutnya, cerminan sebagai seorang budayawan pada diri Bung Karno juga terlihat dalam politik yang dijalankannya. Termasuk dalam loby yang dilakukan pada waktu itu.

"Bung Karno memiliki teman yang begitu banyak. Karena loby yang dilakukan beretika. Makanya, marilah kita berpolitik secara santun dan berkepribadian," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Puti juga memiliki impian Surabaya menjadi barometer kebudayaan di Jawa Timur bahkan nasional. Menurut dia, Kota pahlawan sudah memiliki modal untuk mewujudkannya.

Mantan anggota DPR RI ini kemudian mencontohkan keberadaan Balai Pemuda sebagai salah satu modal untuk itu. Puti menilai Surabaya merupakan kota satu-satunya yang memiliki gedung khusus yang diperuntukan untuk kesenian dan kebudayaan.

"Bahkan di Jakarta juga belum ada. Kalaupun ada data pernah melihatnya di Australia," jelas Puti.

Ditanya soal potensi yang dimiliki oleh Jawa Timur, calon gubernur yang diusung oleh PDI-P, PKB, Gerindra dan PKS ini menyebut cukup banyak. Mulai dari budaya, wisata hingga kekayaan yang dimiliki oleh Propinsi Jatim.

"Potensi yang ada di Jatim sangat banyak. Kalau dari segi budaya ada tari-tarian. Potensi wisatanya juga cukup bagus," imbuh Puti.

Sementara Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (WS) menambahkan jika Balai Pemuda memang sengaja dibuat sebagai pusat kesenian dan kebudayaan di kota pahlawan. Meskipun masih ada sedikit kekurangan dalam kebijakan.

"Balai Pemuda ini punya sejarah. Makanya kita akan terus berupaya untuk mengembangkannya," kata WS.

Pada acara tersebut, WS juga memborong empat lukisan yang dipamerkan. Yaitu lukisan dengan gambar Calon Gubernur Jatim,  Puti Guntur Soekarno, mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, Presiden Pertama RI Ir Soekarno serta lukisan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS) Chrisman Hadi mengaku bangga dengan kehadiran cucu Bung Karno dalam pameran lukisan kali ini. Menurutnya dalam pameran kali ini sengaja mengambil tema "tetesan darah untuk negeri".

"Kita sengaja mengambil tema ini. Bahwa kemerdekaan negeri ini merupakan jerih payah dari para pahlawan," pungkas Chrisman. and

 

 

Gresik (beritakota.net)- Komunitas Wartawan Gresik (KWG) Peringati Hari Pers Nasional (HPN) dengan kegiatan konkret peduli dan membantu masyarakat Gresik, yaitu diantaranya adalah santunan anak yatim dan donor darah serta menyantuni korban banjir juga kegiatan khataman al Qur'an ikut semarakkan HPN KWG. 

"Pagi ini khataman al Qur'an di sekretariat KWG nanti abis Jum'atan dilanjutkan acara tasyakuran resepsi HPN KWG dengan penyerahan santunan anak yatim", ujar Ketua HPN KWG 2018 Masduki, Jum'at (9/2). 

Dikatakan Masduki acara HPN KWG untuk lebih care pada masyarakat Gresik agar jurnalis tidak sekedar menulis, tapi juga bisa berbuat kemanfaatan masyarakat dengan berbagai kegiatan tersebut. 

Hal yang sama ditambahkan penasehat KWG Agus Adi Santoso HPN KWG tahun ini dikemas melalui kegiatan yang diharapkan bisa membawa manfaat untuk masyarakat Gresik.

"Dus kegiatan HPN itu dari KWG Gresik untuk manfaat masyarakat Gresik", ujar Sani sapaan akrab Adi Agus Santoso ini. 

Sementara itu Ketua KWG Sugiono berharap masyarakat Gresik bisa merasakan manfaat kegiatan HPN KWG yang peduli dan memiliki sense of belonging pada warga Gresik, hal ini mengingat sebagai insan pers saling meningkatkan kepedulian sesama.

"HPN jamannow harus peduli, jangan sampai kita wartawan tidak punya kepedulian kepada masyarakat, ini penting bagi KWG makanya kita gelar HPN KWG dengan kegiatan konkret, jadi HPN tidak dengan kegiatan glamor di luar kota Gresik misalnya yang justru itu tidak bermanfaat buat warga Gresik", papar Sugik panggilan biasa Sugiono dari Surya ini. Yan

 

 

Gresik (beritakota. net)- Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto rela menjadi supir, ketika mengantar Pejabat Pemkab Gresik yang purna tugas.
 
Sambari yang duduk dibelakang kemudi didampingi Kepala BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya mengendarai jeep terbuka warna kuning bernomer Polisi S 1697 AQ. Mereka mengantar langsung mantan Kepala BPPKAD Yetty Sri Suparyati  bersama suami yang berdiri dibelakang. Turut mengantar rombongan Karyawan Pemkab Gresik mengikuti dari belakang.
 
Dibelakangnya, Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim mengendarai jeep warna kuning bernomor polisi W 1891 AK didampingi Kepala Bapelitbangda, Tugas Husni Syarwanto mengantar Bambang Sugati. Mantan Asisten III yang juga purna Tugas menaiki jeep yang dikemudikan Wabup Qosim.
 
Sedangkan Bambang Isdianto, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang yang juga purna tugas menaiki jeep terbuka warna abu-abu yang diawaki oleh Sekda Gresik, Djoko Sulistiohadi menuju Gerbang kantor Bupati Gresik. Selanjutnya kedua Pejabat yang rumahnya di luar kota tersebut akan diantar oleh rombongan karyawan Pemkab Gresik menuju rumah masing-masing.  
 
Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati Gresik beserta segenap Pejabat Pemkab Gresik melakukan Prosesi pelepasan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Rabu (7/2/2017). Acara yang diikuti oleh segenap karyawan Pemkab Gresik ini banyak bertabur hadiah.
 
Selain Bupati dan Wabup, tampak hadiah juga diberikan dari perwakilan Dinas, Badan, BUMD serta beberapa OPD. Mereka memberikan hadiah kepada 3 orang pejabat yang purna tugas tersebut. Tampak dari dari raut ke 3 pejabat tersebut memancarkan wajah haru.  
 
Untung saja, Kepala Bapelitbangda Tugas Husni Syarwanto menetralisir keharuan tersebut dengan joke joke segar. Bahkan Pejabat yang sebentar lagi juga memasuki usia pension ini membawakan acara semacam fragmen, dengan menyelipkan humor-humor segar. Jadilah keharuan itu berbah menjadi ger geran yang panjang.
 
Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto menyatakan terima kasih atas pengabdiannya selama ini.
"Kami banyak melakukan pembangunan, kami banyak mendapat penghargaan dan Gresik berubah seperti sekarang ini karena peran anda. Banyak sekali kenangan bersama anda yang sulit kami lupakan. Semoga Allah memberikan balasan yang setimpal” ujar Bupati Sambari saat memberi sambutan.
 
Sementara itu Wabup Qosim juga menyampaikan terima kasih kepada ketiga pejabat yang telah memasuki Purna Tugas. Qosim juga menyatakan bahwa ketiganya telah lulus. “Semoga dengan setelah lulus ini, ketiganya bisa lebih banyak berkiprah di masyarakat dan tentunya lebih meningkatkan ibadah” ujar Qosim.
 
Hal yang sama Sekda Gresik, Djoko Sulistiohadi melalui kabag humas Suyono mengatakan, tiga Pejabat yang memasuki purna tugas ini masing-masing Bambang Sugati mantan Asisten III adalah Pejabat yang memulai karir pada 1 Maret 1985 dengan 14 jabatan struktural mulai eselon IV sampai eselon IIB masa kerja 33 tahun.
 
Bambang Isdianto, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ini memulai karir PNS pada 12 Mei 1998 dengan masa kerja 20 tahun menjalani 10 jabatan struktural. Sedangkan Mantan kepala BPPKAD, Yetty Sri Suparyati memulai karir PNS pada 1 Nopember 1989 selama 29 tahun dengan 13 jabatan Struktural. Yan

Gresik (beritakota. net)- Satu-satunya di Jawa Timur hanya Kabupaten Gresik yang telah melaksanakan Penandatanganan perjanjian kinerja tahun 2018 antara Bupati dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Biro Organisasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Budy Supriyanto saat memberikan materi pada kegiatan tersebut yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Selasa (23/1/2018).

“Ini sebuah konsekwensi yang luar biasa dalam pertanggungjawaban antara pemberi amanat yaitu Bupati Gresik dan penerima amanat yaitu para Kepala OPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik” ujarnya memuji upaya Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto yang telah serius dalam rangka peningkatan akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah Kabupaten Gresik.

Usai MoU, Bupati menyampaikan pihaknya bersama tim anggaran sudah sangat hati-hati dalam melaksanakan dan menjalankan pemerintahan ini sesuai peraturan perundangan.

“Kami berharap penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) diukur dari tingkat kesejahteraan masyarakat” ungkap Sambari.

Dikatakan Sambari beberapa hari sebelum pelaksanaan penandatanganan ini, pihaknya memimpin langsung Rapat Pimpinan Khusus bersama tim anggaran dan Kepala OPD untuk memberikan evaluasi setiap program yang diajukan oleh OPD. Disana Bupati mengaku menguji dan mengevaluasi semua program yang diajukan OPD dengan pemaparan dari para Kepala OPD masing-masing.

“Saya telah banyak melakukan rasionalisasi untuk efisiensi pada setiap program dan anggaran yang diajukan oleh OPD. Saya jamin pelaksanaan semua program ini tidak akan devisit, kecuali ada force majeure “ lanjut bupati dua periode ini.

Sementara Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyono menambahkan pada penyusunan program tahun 2018 ini Bupati mengawal langsung sejak mulai perencanaan dan penganggaran.

“Pada kegiatan Rapat Pimpinan Khusus selama 13 hari Bupati menghadirkan seluruh kepala OPD beserta pembantunya. Disana mereka disuruh memaparkan program yang telah disampaikan. Bupati banyak mengevaluasi dan merevisi anggaran bahkan menambah program yang dianggap perlu untuk dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat” terangnya. yan

Gresik (beritakota.net) - Pemkab Gresik membanggakan melalui Bupatinya  Sambari Halim Radianto menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat nilai BB dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur. Penghargaan ini diserahkan di Bali Nusadua Convention Centre, Rabu (31/1/2018).

Selain memberikan penghargaan, Menpan-RB juga menyerahkan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP).

Usai menerima penghargaan, Bupati menyampaikan terima kasih dan bangga atas nilai BB yang telah diraih oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik pada tahun 2018. "Kami sangat berterima kasih kepada semua jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan masyarakat yang membantu kami dalam bekerja, sehingga tahun ini kami memperoleh nilai BB," ujarnya.

"Tahun sebelumnya kita hanya mendapat nilai B. Nilai BB kali ini berarti ada peningkatan setingkat dari tahun sebelumnya," sambung Bupati.

Menurut Bupati keberhasilan Pemkab Gresik dalam meraih nilai BB tersebut adalah berkat kerja keras bersama. Adanya komitmen bersama dalam peningkatan akuntabilitas kinerja pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mulai dari tingkat desa, kecamatan, perangkat daerah, sampai tingkat Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Gresik.

"Kami semua di jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik sangat serius dalam rangka peningkatan akuntabilitas kinerja. Konsekuensinya, kami bertanggungjawab penuh dalam pelaksanaan pemerintahan. Makanya saya memimpin langsung Rapat Pimpinan Khusus (RPK) bersama tim anggaran dan Kepala OPD untuk memberikan evaluasi setiap program yang diajukan oleh OPD. Kami menguji dan mengevaluasi semua program yang diajukan OPD," terangnya.

Nilai BB yang didapat saat ini menandakan Pemkab Gresik telah memiliki sistem manajemen kinerja yang lebih baik dan dapat diandalkan. Seluruh aspek dokumentatif telah terpenuhi. Kualitas indikator kinerja telah berorientasi pada hasil. Pimpinan tinggi instansi pemerintah telah menunjukkan kinerjanya dan melibatkan langsung dalam proses manajemen kinerja.

"Prestasi dengan nilai BB kali ini sangat berguna untuk terus memacu kami. Insya Allah tahun depan akan ada perbaikan kinerja maupun akuntabilitas. Sehingga nilai puncak yaitu nilai A bisa kita raih," harap Bupati optimis.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Kng. Djoko Sulistiohadi yang ikut mendampingi Bupati. "Semakin bagus nilainya, maka semakin efisien penggunaan anggaran terhadap hasil yang didapat dan dirasakan oleh masyarakat. Ke depan kami akan memacu agar efisiensi ini semakin baik serta nilai yang didapat semakin baik pula," ungkapnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono menambahkan bahwa prestasi ini dibarengi dengan peningkatan akuntabilitas, di antaranya penyempurnaan dokumen perencanaan.

"Di sini Bupati banyak melakukan rasionalisasi untuk efisiensi pada setiap program dan anggaran yang diajukan oleh OPD, sehingga ada pengurangan sebesar 31 persen dari kegiatan yang tak punya kontribusi terhadap program prioritas Bupati. Bahkan pada APBD tahun 2017, Bupati telah berhasil menghemat anggaran sebesar Rp 153 miliar yang dikembalikan dalam bentuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa)," paparnya. Yan

Gresik (beritakota.net)- Saat Melaksanakan rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Komunitas Wartawan Gresik (KWG) mendapat sumbangan darah dari Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad.

Tak hanya Wabup Qosim, tampak beberapa orang Pejabat Pemkab Gresik juga ikut serta menymbangkan darahnya. Beberapa rombongan dari berbagai elemen masyarakat juga ikut hadir pada acara donor darah HPN yang berlangsung di Balai Wartawan Jalan Basuki Rahmat Gresik, Senin (5/2/2018).

Mereka yang mengaku dari Kodim 0817 Gresik, dari PT Petrokimia Gresik, Managemen Hotel Pesona Gresik, Pemuda Pancasila Gresik, Kelompok masyarakat penggiat Media social Gresik ikut berbondong-bondong untuk mendonorkan darah.

Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim mengaku bangga atas kiprah para kuli tinta yang tergabung dalam KWG. Menurut Qosim, para rekan Pers ini dalam kiprahnya tak hanya memberikan informasi kepada masyarakat. Tapi juga ikut memberi perhatian kepada masyarakat Gresik terutama berupa bantuan social dan kemaslahatan.

"Kami bangga, pada moment HPN 2018 ini anda ikut memberikan perhatian pada kegiatan social berupa donor darah. Saya berharap, Anda yang selama ini telah banyak berkiprah untuk kemajuan Gresik ini untuk lebih banyak lagi ikut serta dalam berkegiatan yang dapat membantu masyarakat. Silahkan banyak hal yang bisa anda perbuat untuk kesehatan, keagamaan, kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat” harap Qosim kepada segenap anggota KWG.

Kepada Kepala Bagian Humas pemkab Gresik Suyono, Ketua KWG Sugiyono mengatakan bahwa hampir seluruh rangkaian kegiatan HPN 2018 ini merupakan kegiatan social keagamaan.

"Setelah donor darah ini, kami akan menyelenggarakan Khotmil Qur’an. Selanjutnya kami akan memberikan santunan kepada Yatim piatu dan para Dhuafa. Kami merencanakan ada 150 orang yang akan mendapat santunan. Tapi saya yakin masih akan berkembang lagi mengingat ada kesediaan kelompok masyarakat dan pengusaha yang bersedia untuk memberikan donator untuk kegiatan tersebut” paparnya.  

Masih menurut Sugiyono, meski target donor darah kali ini hanya serratus orang. Namun tak menampik kemungkinan jumlah pendonor akan melebihi target.

"Sampai istirahat sholat Dhuhur saja, kami sudah mendapat 70 orang pendonor. Insyallah pada jam 17.00 jumlah pendonor akan melebihi target” tandasnya optimis.yan

Gresik (beritakota.net)- Kembali gerbong mutasi bergerak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik. Ada tiga orang pejabat eselon IIB bertukar tempat pada pelantikan yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Jum’at (2/2/2018).

Darmawan yang dulunya Staf Ahli Bupati Gresik Bidang II, kali ini  dilantik menjadi Asisten Administrasi Umum. Gunawan Setijadi yang mulanya menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman kali ini dilantik menjadi Kepala Dinas pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Sedangkan Andhy Hendro Wijaya dilantik menjadi Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) menggantikan Yetty Sri Suparyati yang telah pensiun.

Total pejabat yang dilantik kali ini sebanyak 144 orang. Selain pejabat eselon IIB, ada 5 orang pejabat eselon IIIA, 10 orang pejabat eselon IIIB, 51 orang Pejabat eselon IVA dan 28 Pejabat eselon IVB. Pejabat lain yang dilantik pada kesempatan itu yakni Kepala Sekolah SDN sebanyak 25 orang, Pengawas sekolah sebanyak 13 orang dan 9 orang Penilik sekolah.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengingatkan, tugas berat bagi seluruh pejabat yang dilantik untuk selalu meningkatkan kinerjanya yang penuh disiplin dan tanggung jawab.  

“Terutama kepada Pejabat eselon IIB, tugas berat menanti anda. Untuk Kepala Dinas PUTR yang menjadi sorotan publik. Dalam satu tahun ini PUTR harus ada kegiatan yang monumental. Pariwisata Bukit Holywood harus terwujud. Alun-alun harus selesai. Pembangunan seribu sumur setidaknya selesai 40 persen, trotor perkotaan, dan pembangunan jalan di beberapa tempat” tandas Sambari.

Kemudian Bupati Sambari merinci berbagai program tersebut satu persatu yang merupakan tugas Dinas PUTR. Untuk Badan BPPKAD, Bupati memberikan tugas untuk peningkatan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan (BPHTB)dan beberapa pajak daerah yang lain.

“Saya berharap pejabat yang akan datang bisa lebih mengefisienkan anggaran, dan mengoptimalkan anggaran tersebut untuk kesejahteraan masyarakat. Kalau perlu saya akan mengevaluasi tugas pokok dan fungsi setiap setahun sekali agar lebih efektif dan efisien” tegas Sambari.

Sementara Wakil Bupati Gresik, Dr. Mohammad Qosim berharap agar pejabat yang baru dilantik untuk meningkatkan disiplin dan tanggung jawab. “Anda para pejabat yang ada dibawahnya Kepala Dinas dan Badan harus secepatnya belajar dan menyesuaikan diri dengan tempat kerja anda yang baru. saya berdoa semoga anda memperoleh sukses” Ujar Qosim yang baru kemarin datang melaksanakan Umroh dari tanah suci.

Selain Bupati dan Wakil Bupati Gresik, pelaksanaan pelantikan kali ini dihadiri oleh Ketua DPRD Gresik, Abdul Hamid, Kepala BKD Gresik, Nadhif, Ketua TP. PKK Kabupaten Gresik, Ketua Dharma Wanita dan Ketua GOW Kabupaten Gresik. Yan

Page 1 of 235