Ririn dan Seluruh Keluarga Tak Bersedia di Visum

Selasa, 23 Mei 2017 20:26

Humbahas  (beritakota.net) Kasus Tindak pidana pelecehan seksual dibawah umur yang terjadi di Onan Ganjang baru-baru ini, merupakan kasus azas manfaat yang dilakukan keluarga korban (Nainggolan-Red.) kepada D.S dari desa Parbotihan Onan Ganjang Tapanuli Utara.

D.S. yang kesehariannya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kab. Humbahas dan profesi sehabis pulang kerja melakukan pengobatan  di kampung yang sudah 18 tahun lamanya digulutinya.

Selama pengobatan yang bertahun-tahun dikerjakannya, belum pernah terdengar di Humbahas, D.S melakukan perbuatan tidak terpuji dalam pengobatan tersebut. Nasib buruk menimpa D.S. pada tanggal 17 Mei, memfitnah D.S telah melakukan perbuatan tercela terhadap Ririn br. Nainggolan.
 
Berdasarkan hasil konfirmasi bersama D.S dirumahnya, D.S menyampaikan bahwa peristiwa itu tidak ada. ''Saya dan keluarga difitnah. Dengan alasan apa R.N meninggalkan rumah dengan melompat dari jendela. Jika terjadi apa-apa terhadap rumah saya, siapa yang bertanggung jawab,'' ungkapnya.

Menurut D.S, R.N sengaja lari dari rumah pada malam hari. ''Entah jam berapa saya kurang tahu pasti. Ketepatan saya mau kekamar kecil, saya lihat pintu kamar R.N dan jendela kamar terbuka lebar-lebar, saya sengaja menghidupkan lampu kamarnya, dan saya lihat dikamar, RN. tidak ada , lantas saya memanggil dan membangunkan istri saya dan mengatakan bahwa R.N lari,'' jelasnya.

Menjelang pagi hari, D.S beserta temannya menuju Desa Sibaragas Tapanuli Utara untuk menjelaskan kepada keluarga RN, sebab masalah kenapa RN pergi meninggalkan rumah begitu saja dimalam hari tanpa lebih dahulu permisi kepada tuan rumah.

Dua setengah jam lamanya menunggu, keluarga korban mengatakan kepada  D.S agar visum tidak perlu dilaksanakan terkait kasus yang tenggah terjadi dengan catatan bahwa keluarga korban meminta berdamai.  

Atas ketidak mauan D.S, pihak keluarga kembali untuk mengadukan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian. Kesepakatanpun terjadi, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Humbang Hasundutan, dan begitu juga D.S melapor ke Polsek Onan Ganjang, namun tidak dilayani karena lokasi perkara didaerah Desa Sibaragas, Tapanuli Utara.

Kembali D.S melanjutkan perjalanan menuju polsek Siborong-Borong, namun perjalanan D.S sia-sia, karena Polsek Siborong-Borong tidak bersedia menerima, dengan catatan keluarga Ririn sudah terlebih dahulu melapor ke Polres Humbang Hasundutan. bern



Rate this item
(0 votes)
Read 100 times