Pemkot Bersama Tiga Pilar Lakukan Sweeping Penduduk

Senin, 14 Mei 2018 18:57

Surabaya (beritakota.net) Pasca meledaknya bom rakitan di Rusunawa Sepanjang Sidoarjo pada Minggu (13/5/2018) malam kemarin, Senin (14/5/2018) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama tiga pilar yaitu Polsek dan Koramil melakukan monitoring dan sweeping penduduk. Monitoring dilakukan terutama yang tinggal Rusun diantaranya Rusun Tanah Merah, Rusun Randu, dan Rusun Tambak Wedi.

Menurut Ketua RT 13 RW 04 kelurahan Tanah Kali Kedinding kecamatan Kenjeran, Moh. Rokib mengatakan, tujuannya untuk mengantisipasi teroris serta mendata warga yang belum jadi warga sini (Rusun) agar segera pindah.

''Muspika yang turut hadir mendata warga, yaitu Bu Camat, Satpol PP, Linmas, Lurah Kenjeran Koramil, Bimas Pol dari Polsek Kenjeran, RT dan RW setempat. Semuanya lengkap kurang lebih ada 45 orang. Mereka dibagi dua, satu di Tanah Merah 1, sebagian di Tanah Merah 2," kata Moh. Rokib, saat dikonfirmasi melalui ponselnya.

Masih menurut Rokib, intinya untuk mengantisipasi teroris serta penduduk gelap. Untuk warga yang terdata di Tanah Merah 1 dan 2 ada 392 kepala keluarga (KK).

Hal senada di katakan warga Rusunawa Tanah Merah 1, Saripah membenarkan, tadi ada pendataan warga dari Satpol PP dan kepolisian mendata satu persatu warga rusun. ''Selain mendata dan meminta Kartu Keluarga (KK) juga mengtisipasi teroris,'' ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika ditemui menghimbau sekaligus berpesan kepada seluruh warga Kota Surabaya pasca ledakan bom bunuh diri yang dilakukan satu keluarga di tiga rumah ibadah pada, Minggu pagi, (13/5/2018).

''Ini adalah cobaan yang mana kita tidak boleh menyerah dan kita tidak boleh kalah dengan hal-hal yang sifatnya menakut-nakuti warga Surabaya semuanya. Ingat kita punya Tuhan Yang Maha Kuasa,'' pesan Wali Kota Risma, Senin, (14/5/2018).

Wali Kota Risma juga berpesan agar warga Surabaya tetap tenang dalam situasi saat ini. Sebab, kata dia, jajaran mulai dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Polres dan TNI sepakat untuk lebih intens menjaga Surabaya baik dari sisi strategi baru sampai intensitas keamanan.

''Saya membuat surat edaran kepada seluruh RT/RW agar mewaspadai orang-orang di sekeliling yang mencurigakan hingga pada hal-hal yang sepele melalui ucapan," tuturnya.  

Wali Kota Risma juga mengatakan hal sepele melalui ucapan diambil berdasarkan informasi yang diterima dari seseorang yang mengatakan, salah satu anak pelaku bom bunuh diri pernah ditanya apa cita-citanya dan ia menjawab ingin mati sahid. Bahkan, anak tersebut tidak mau mengikuti pelajaran pancasila/PPKN dan ikut upacara.

''Kita harus peka akan hal-hal ini. Penting mendapatkan informasi awal untuk bisa mendeteksi lebih dalam,'' ujarnya.  Kembali disampaikan Wali Kota Risma kepada seluruh RT/RW dan warga Surabaya apabila melihat orang-orang yang mencurigakan, orang baru, pertemuan-pertemuan yang tidak ada laporan patut diwaspadai dan segera dilaporkan.

''Bukan berarti berprasangka buruk, tetapi mendeteksi dini itu yang sangat penting dan terjaga. Tolong kita sama-sama peka," ungkap Risma.

Adapun, bentuk deteksi dini dan kepeduliaan yang bisa dilakukan masyarakat diantaranya, membuat surat edaran kepada RT/RW untuk melaporkan dan mewaspadai warga baru maupun warga yang datang dan pergi.

''Semua informasi harus dideteksi sedini mungkin dan jika semua sama-sama bergerak, maka kita berhasil mencegah aksi semacam ini," tegasnya.  

Sementara pesan bagi anak-anak agar tidak trauma secara berlebihan, Wali Kota Risma meliburkan sekolah SD dan SMP agar tenang. Selain itu, dirinya berharap kepada para orang tua untuk mendampingi anaknya agar tidak trauma. "Meskipun sekolah dijaga oleh aparat, tetapi kekuatan tetap ada di orang tua," pungkasnya.  

Tidak lupa, Wali Kota Perempuan pertama di Surabaya ini turut menyampaikan belasungkawa sebesar-besarnya kepada keluarga korban sekaligus meminta maaf kepada seluruh warga Surabaya atas pekerjaan yang belum maksimal dari pemerintah dalam melayani warganya. and.dan

Rate this item
(0 votes)
Read 31 times