Ery Cahyadi Maafkan Tindakan Terdakwa Royce

Kamis, 03 Mei 2018 18:16

Surabaya (beritakota.net) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Eri Cahyadi berlapang dada kepada pelaku perusakan mobilnya. Eri mengaku tidak memiliki dendam.

Sikap bijaksana ini ditunjukkan saat bersaksi atas kasus penembakan mobilnya yang dilakukan terdakwa Royce Muljanto, anak bos Liek motor di ruang Garuda Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (3/5/2018).

''Saya ikhlas memaafkan dan tidak ada rasa dendam sesama manusia. Karena saya sudah memaafkan maka tidak perlu ada perbaikan atau ganti rugi apapun biar semua jadi pembelajaran agar setiap manusia bisa saling menghargai dan menyayangi satu sama lain tanpa  harus ada imbalan tertentu,'' ujarnya.

Eri Cahyadi menyambut kata maaf setelah adanya pengakuan salah dari terdakwa Royce Muljanto. Suasana sidang yang awalnya tegang berubah mencair, setelah terdakwa Royce Muljanto mendatangi Eri Cahyadi dan bersalaman serta memeluk tubuh Eri Cahyadi.

Seperti diingat,  Kasus penembakan mobil Toyota All New Innova milik Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Ery Cahyadi dilakukan terdakwa Royce Muljanto pada 14 Maret 2018 lalu.

Penembakan itu diduga bermotif dendam lantaran bengkel Motor Gede (Moge) milik terdakwa Royce Muljanto di bongkar oleh Pemkot Surabaya.

Sidang kasus ini digelar diruang Garuda PN Surabaya dengan majelis hakim yang diketuai Anne Lusiana dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso.

Tepat pukul 09. 10 WIB, Jaksa Ali Prakoso membacakan surat dakwaannya dan dilanjutkan dengan pembuktian lantaran terdakwa Royce Muljanto melalui tim pembelanya tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi.

Ada empat saksi yang dihadirkan pada sidang perdana tersebut, mereka adalah Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Ery Cahyadi, dua security Perumahan Puri Kencana Karah, Kecamatan Jambangan Surabaya yakni

Muhamad Sudaryanto dan Arik Triyono serta saksi J Agung Sulistya dari Polrestabes Surabaya.

Selain mendengarkan keterangan keempat saksi tersebut, Jaksa Ali Prakoso membacakan beberapa keterangan saksi yang tidak hadir pada persidangan.

Keterangan saksi dalam BAP yang dibacakan itu adalah keterangan saksi ahli Langgeng Bayu Laksono (ahli dari Polda Jatim), Erikermawan Prasetyo (ahli dari Perbakin), Ragil Ismanto dari Polrestabes Surabaya dan Fadli Badjeber, anggota Sat Pol PP Pemkot Surabaya.

Pada dakwaan jaksa, Anak Bos Liek Motor itu didakwa melanggar pasal 406 KUHP tentang penggerusakan, 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan pemberatan dan melanggar pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api. and


Rate this item
(0 votes)
Read 29 times