Camat Wonocolo Klarifikasi Meninggalnya Mahasiswi UINSA

Sabtu, 25 November 2017 21:34
Almarhumah Zakiyatus Shawa semasa hidup Almarhumah Zakiyatus Shawa semasa hidup

Meninggal Tersengat Listrik Charger Laptop

Surabaya (beritakota.net) Camat Wonocolo Denny Christupel menjelaskan kronologi meninggalnya mahasiswa UIN Sunan Ampel bernama Zakiyatus Shawa, Jumat (24/11/2017) siang.

Denny mengatakan, meninggalnya Zakiyatus dikarenakan tersengat listrik saat mencabut charger laptopnya saat ada genangan air muncul di kamar kontrakan korban.

"Sekitar pukul 13.18 WIB saya mendapatkan panggilan telepon dari warga, bahwa ada kabar seorang mahasiswa tersengat listrik dan meminta bantuan mobil untuk antar ke rumah sakit. Saya pun lalu menelepon Kasi Tramtib untuk segera menyiapkan mobil agar digunakan antar korban ke RSI," kata Camat Wonocolo saat ditemui di Kantor Kecamatan Wonocolo.

Namun, kata Denny, ketika mobil tersebut datang, ternyata korban bersama warga sudah berada di RSI. "Korban ternyata sudah diantar di RSI. Hingga akhirnya pihak rumah sakit menyatakan korban sudah meninggal," sambung Denny.

Ketua RW 4 Kelurahan Jemur Wonosari M. M Hidayat menambahkan, bahwa meninggalnya korban lebih dikarenakan adanya sumber air yang keluar dari dalam rumah kontrakan dan bukan akibat banjir.

"Sekitar 13.12 saya mendapatkan laporan dari pak rt bahwa ada kabar warga yang tersengat listrik. Warga saat itu menemukan korban dalam keadaan sudah tidak sadar dan akhirnya segera dibawa ke rumah sakit," ujar Hidayat.

Saat kejadian, dirinya berada di Masjid Agung usai melaksanakan salat jumat dan langsung menuju lokasi. Di lokasi, ternyata korban sudah berada di RSI oleh warga dan hanya bertemu dengan teman korban yang masih shock.

"Cerita dari teman kos korban, saat itu memang sumber air muncul dari dalam rumah kontrakan. Perlu diketahui, di rumah kontrakan korban, lantainya berupa plesteran. Sehingga empat orang yang tinggal di rumah kontrakan merasa perlu menyelamatkan barangnya masing - masing. Di saat itulah, korban tersengat listrik saat mencabut kabel charger laptop," katanya.

Menurut Hidayat berdasarkan cerita dari teman korban, saat itu tangan dan kaki korban masih dalam kondisi basah usai mengepel kamarnya.

Oleh karena itu, hal inilah yang membuat Camat Wonocolo dan Ketua RW perlu membuat klarifikasi tentang hal ini. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 3 RW 4 Kelurahan Jemur Wonosari Heriyanto Idrus.

Menurut Heriyanto, saat ditemukan korban masih dalam keadaan memegang charger laptopnya. Dirinya saat itu langsung datang di lokasi saat tahu kabar ini dari warganya. Bahkan untuk menolong korban, kata Heriyanto, diperlukan handuk kering untuk melepas charger tersebut.

"Korban saat itu sudah tidak sadar dekat pintu dan masih memegang charger. Tidak ada yang tahu pula berapa lama korban sudah tidak sadarkan diri karena tidak ada suara teriakan dari korban," kata Ketua RT setempat.

Dia juga mengatakan, memang saat itu genangan air bukanlah dari jalan, melainkan dari dalam rumah. Karena, kata Heriyanto, ada jangka waktu yang cukup lama antara kejadian korban tersengat listrik sampai akhirnya genangan air masuk ke perkampungan.

"Karena memang saat kejadian pukul 13.00 kondisi di rumah belum digenangi air. Barulah pada pukul 14.00, genangan air mulai menggenangi perkampungan," kata Heriyanto. and.dan

 

Rate this item
(0 votes)
Read 31 times