beritakota.net

beritakota.net

Sampang (beritakota.net) Memasuki hari ke-2 berpuasa di Bulan Ramadan 1439 H Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Sampang Kembali Menggelar Safari Ramadan seperti halnya agenda rutin setiap Bulan Suci Ramadan tiba.

Safari Ramadan kali ini dilaksanakan di kediaman KH Buhori Maksum di desa Kara Kecamatan Torjun Sampang, lokasi pertama dari agenda ke 14 Kecamatan yang ada di Sampang, Jum'at (20/05/2018).

Sekretaris Daerah Sampang, Ir. Phutut Budi Santoso, hadir sebagai Pimpinan Acara bersama Forkopimda, sementara PJ Bupati Sampang H. Jhonatan Judianto berhalangan hadir karena ada acara di Surabaya.

Hadir pula, segenap jajaran kepala SKPD, Kepala Desa, Camat, Tokoh Masyarakat dan masyarakat setempat.

Diungkapkan Phutut, Tujuan Safari Ramadan adalah momentum terbaik untuk silaturahmi antara pemerintah dengan rakyatnya, sehingga dapat menjadikan sarana membangun Kabupaten Sampang yang bermartabat dan mandiri.

''Momentum safari Ramadan ini diharapakan menjadi ajang silaturahmi Pemkab Sampang dengan rakyat, dan menjadi serap aspirasi terhadap semua keluhan, saran atas pembangunan Sampang,'' jelas Phutut dalam sambutannya.

Ditambahkan Phutut, menjelang Pimilu serentak, baik Pilbup dan Pilgub, diharapkan Masyarakat juga menjaga keamanan dan kelancaran kesuksesan pada tanggal 27 juni mendatang.

''Jangan sampai pemilu menjadikan perbedaan berakibat permusuhan hingga pertengkaran, yang akhirnya memutus tali silaturrahmi, kita semua Saudara, jagalah persatuan dan kesatuan untuk membangun Bangsa, khususnya membangun Sampang lebih baik, harapnya.
 
Hadir Fokopimda dalam Safari Ramadan, Kapolres Sampang AKBP. Budi Wardiman, SH,S.IK, Dandim 0828 Sampang Letkol (CZI) Ary Syahrial, SE, perwakilan Kejaksaan, Pengadilan hingga Kemenag Sampang.
 
Sebelum acara buka puasa, Ir. Phutut Budi Santoso menyerahkan bantuan sejumlah uang kepada takmir masjid, yang sekaligus Ketua MUI Sampang, KH. Bukhori Maksum untuk membantu sarana dan prasarana masjid, khususnya untuk kemaslahatan Ummat.

Bantuan sejumlah uang tersebut diharapakan bisa bermanfaat untuk kepentingan umat, khususunya kemakmuran masjid setempat. ''Saya harap bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk kepentiangan umat, khususunya dalam memakmurkan masjid,'' jelas Phutut.
 
Selesai buka puasa bersama, dilanjutkan sholat Magrib, Isyak dan Tarawih Berjamaah sebelum acara selesai. is


Surabaya (beritakota.net) Surat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta solusi atau fatwa tentang pemakaman terduga teroris yang ditolak warga ternyata sudah direspon. Bahkan, MUI sudah melakukan sejumlah pertemuan untuk membahas solusi pemakaman terduga teroris itu.

"Sudah kami selesaikan dengan para kiai dan Wali Kota Risma melalui jalur kemasyarakatan umat," ujar Sekretaris Umum MUI Kota Surabaya, Moch Munief Sabtu, (19/5/2018) di Masjid Muhajirin.

Karena permasalahan ini sudah selesai, maka Munief meminta kepada Wali Kota Risma untuk tetap memperhatikan kemasyarakatan umat. Artinya, jangan sampai permasalahan sepele ini, dimanfaatkan beberapa orang untuk menambah gesekan antar elemen masyarakat.

"Kami mohon kepada semua pihak agar semuanya ditangani secara baik," tandasnya. Ia juga menjelaskan keputusan ini diambil dengan pertimbangan melihat dua versi, pertama dari segi kemanusiaan, kedua dari akhlaknya.

"Manusia ya tetap manusia. Nanti saat pemakaman ya disesuaikan menurut agama masing-masing. Kalau yang Islam ya disholati dan dikafani," tuturnya.  

Selain itu, Munief juga menegaskan kepada masyarakat, apabila masih ada warga yang tetap menolak ketujuh jenazah teroris pihaknya akan bertindak tegas. "Nanti kami langsung datangi dan diberikan penjelasan secara baik-baik agar mereka (warga) memahami," tegasnya.

Ditanya kapan 7 jenazah itu dimakamkan, Munief mengaku belum mengetahui secara pasti. Namun, dirinya menegaskan bahwa ketujuh pelaku teroris tersebut telah mendapat tempat untuk dimakamkan. "Nanti dibicarakan selanjutnya dengan pihak yang bersangkutan," imbuh Munief.

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih menunggu keputusan dan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal pemakaman terduga teroris yang ditolak warga. Penolakan itu diwujudkan dengan berbagai cara, mulai memasang spanduk-spanduk kecaman hingga penutupan liang lahat jenazah.

Kamis (17/5/2018) warga menutup 7 liang lahat jenazah teroris yang hendak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jarak, Jalan Putat Jaya, Surabaya.

Penolakan itu dikarenakan warga mengecam keras aksi tindakan bom bunuh diri. Selain itu, tidak ada satu pun keluarga atau kerabat yang datang saat jenazah hendak dimakamkan.
 
Mendengar hal itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengambil langkah konkret dengan melakukan koordinasi dan komunikasi MUI. Ia mengaku mengirim surat kepada MUI meminta solusi atau pun fatwa soal penolakan pemakana itu.

Menurut Wali Kota Risma, langkah ini merupakan alternatif satu-satunya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sebab, dirinya pun tidak berani mengambil keputusan saat memperoleh informasi tersebut.

"Saya tidak berani mengambil keputusan karena takut menimbulkan gesekan yang semakin besar dengan masyarakat. Masalah satu belum selesai terus ada gesekan dengan warga. Jangan sampai itu terjadi dan Itu berat bagi saya," ungkapnya. and.dan



Surabaya (beritakota.net) Pelatihan Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya di Kaza City Mall, Minggu (20/5/2018), kedatangan dua tamu istimewa, Bayu Skak dan Dennis Adhiswara. Kedua cowok yang dikenal sebagai aktor film dan YouTuber itu, berbagi tips dan trik jualan di media sosial (medsos) kepada sekitar 500 pelaku usaha kecil menengah (UKM) Surabaya.

Bayu Skak mengaku sengaja datang ke Surabaya karena penasaran. Pasalnya, ia mendapat kabar kalau situasi Surabaya sangat kondusif pascateror bom, pekan lalu.

Dan hal itu ia buktikan setelah sebelumnya ia keliling kota, melihat dari dekat denyut kehidupan Kota Pahlawan, termasuk saat bertemu pelaku usaha di Surabaya.

Bayu pun mengaku surprise. Sebab, kegiatan dan program pemberdayaan ekonomi yang dirintis sejak tahun 2010 itu, dipenuhi banyak orang yang mayoritas perempuan. Mereka bersemangat ikut pelatihan digital marketing.

"Saya salut. Saya tadinya gak ada rencana ke sini. Tapi Mas Dennis ngajak ketemu jenengan semua. Saya senang, saya bangga," tutur pria yang bernama lengkap Bayu Eko Moektito itu.

Bayu lalu menceritakan pengalamannya menjadi YouTuber. Awalnya, dia mengaku berjuang keras untuk mencuri perhatian pemirsa. "Dua tahun dia membuat konten di YouTube, namun belum dapat hasil apa-apa," kata dia.

Dalam perjalanan, Bayu lantas memutuskan untuk konsisten dengan jati dirinya sebagai orang Jawa. Ngomong bahasa Jawa. Baginya, hal ini harus dipilih karena ia harus fokus dengan segmentasi pasar pemirsanya.

Hasilnya pun positif. Konten-konten vide Bayu Skak ditonton jutaan orang. Bayu juga sukses menggaet jutaan subscriber. Buntutnya, beberapa brand terkemuka mengontrak dia sebagai endorser.

"Saya orang Jawa. Bikin film orang Jawa. Lelucon Jawa. Targetnya orang Jawa. Lha, setelah bikin filmnya ada komen bagus dan menunggu video lainnya, di situlah saya lalu hajar maksimal," tutur Bayu, lalu disambut tawa peserta pelatihan.

Dengan pengalaman itu, lanjut dia, ia mengajak pelaku usaha Surabaya untuk benar-benar memamahi pasar. "Awak dewe iki ate dodolan nang di?  Targetnya perempuan atau bayek (bayi) harus jelas. Lebih baik maksimal salah satu saja, daripada serabutan," tutur Bayu.

Selain itu, sambung Bayu, pelaku usaha harus konsisten menjual dan memasarkan produk.  "Jangan sampai kita puas kalau barang kita laku. Yang harus dipikirkan bagaimana usaha lebih gedeh maneh (besar lagi)," tutur Bayu.

Bayu juga memberi tips agar pesan jualan di medsos menggunakan soft selling, bukan hard selling. Sederhananya, bagaimana menggunakan teknik marketing secara halus, tidak sekoyong-koyong menjual produk.
 
Sementara itu, Dennis Adhiswara mengatakan, penjualan lewat dunia maya merupakan keniscayaan. Hampir semua aktivitas kita sangat bergantung dengan adanya internet. Kuliner, transportasi, belanja, semua bisa dilakukan diinternet. Pendeknya, banyak kemudahan yang bisa diraup dari dunia digital.

"Dengan bermodalkan smartphone, semua orang dapat memiliki showroom sendiri, koran sendiri, televisi sendiri secara gratis," tutur pemain film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) ini.
 
Dennis juga menyorori banyak pelaku usaha tidak sabar dan mudah patah semangat bila jualannya di medsos kurang banyak mendapat respons. Sementara konten, etika, dan timing menyebarkannya mereka abaikan. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharni membuka acara refleksi dan doa lintas iman yang bertajuk peran perempuan, anak, dan keluarga dalam menciptakan indonesia bebas terorisme dan kekerasan di Graha Sawunggaling, Minggu (20/5/2018).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengajak semua elemen masyarakat untuk memperkuat silaturrahmi pasca terjadinya teror bom di Kota Surabaya.

Wali Kota Risma mengaku selama beberapa hari ini terus belajar, terutama dampak dari beberapa kejadian ini. Ternyata, selama ini masih lemah dalam silaturrahmi atau komunikasi atau koordinasi dengan orang lain.

"Silaturrahmi itu mulai di tingkat keluarga, tetangga dan yang lainnya. Makanya, saya senang sekali dengan adanya forum ini," kata Wali Kota Risma saat membuka acara itu.

Menurut Wali Kota Risma, momentum ini sangat pas dan sangat bagus untuk bergandeng tangan dan saling berkomunikasi antar elemen masyarakat. Tujuannya, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kalau satu sakit, maka kita turut merasakan sakit, dan itu sangat bagus. Dengan cara ini, maka kita bisa terselamatkan dari berbagai masalah," ujarnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan sesama bapak-bapak dan sesama ibu-ibu harus selalu menjalin silaturrahmi. Yang paling penting, tidak boleh membatasi sebuah perbedaan, baik yang beragama Konghucu, kristen maupun islam.

"Kita harus perkuat tali silaturrahmi, harus berkomunikasi. Saya sebenarnya selalu berusaha seperti itu, saya tidak pernah membeda-bedakan siapapun, tapi masih ada yang bilang aneh-aneh," kata dia.

Selain itu, Wali Kota Risma juga meminta untuk mengingatkan dan mengajarkan anak-anak supaya tahu dan paham bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini dibangun atas dasar perjuangan semua elemen masyarakat. Dan perjuangan kala itu tidak mudah, sehingga tidak bisa dilupakan begitu saja.  

"Waktu kita berjuang, ayo jong Java, jong Ambon, jong Sumatera, semua kita berjuang. Lha, kalau kita sudah merdeka, lalu kita mau ngomong minggir kamu, saya yang pegang kendali. Mana bisa seperti itu?" ujarnya.

Oleh karena itu, Wali Kota Risma mengajak untuk tidak lupa dengan sejarah berdirinya NKRI ini. Bahkan, ia juga mengajak semua elemen masyarakat untuk terus bergandeng tangan menyelesaikan berbagai masalah dan persoalan pasca terjadinya teror bom di Surabaya.

"Kita harus selalu tanamkan kepada anak-anak kita, bahwa kita tidak bisa hidup sendiri dan harus selalu mengerti satu sama yang lainnya," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga menjelaskan bahwa pasca teror bom di Surabaya itu, ia sudah mengumpulkan RT/RW, Kepala Sekolah se Surabaya, Takmir Masjid se Surabaya dan guru-guru agama se Surabaya. Bahkan, ia masih berencana untuk mengumpulkan para guru-guru di Surabaya.

"Nanti, saya akan framing, bukan ngomong Bahasa Inggris atau Matematika. Tapi kita akan ngomong bagaimana saling menghormati dan bersilaturrami antar sesama. Kita harus bersama-sama dan saling menghormati sesama makhluk tuhan," pungkasnya. and.dan


Page 1 of 857