Program Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya Go Online

Selasa, 05 September 2017 20:50

Surabaya (beritakota.net) Ibu-ibu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang selama ini tergabung dalam Pahlawan Ekonomi (PM) dan Pejuang Muda (PM) Kota Surabaya, diimbau untuk terus belajar mengembangkan produk yang mereka produksi, serta berani melakukan ekspansi pemasaran.
 
Termasuk melalui pemasaran produk via pasar online yang tidak mengenal batas teritorial (borderless). Terkait go online ini, warga kota pahlawan didorong untuk belajar soal branding dan cara mengemas produk yang menarik.

Imbauan tersebut disampaikan oleh pengamat ekonomi, Kresnayana Yahya di acara media gatering ''menyiapkan sector usaha kota Surabaya agar mampu bersaing diera digital" bersama para Pahlawan Ekonomi (PE) dan Pejuang Muda (PM) Surabaya di kantor Humas Pemkot Surabaya, Selasa (5/9/2017).
 
''Tentunya harus mau belajar. Seperti misalnya cara men-foto produk yang dijual agar tampilannya menarik. Di awal mungkin sulit. Tetapi tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Kalau sejak awal sudah bilang nggak bisa, ya nggak akan bisa selamanya,'' katanya.

Akademisi dari ITS ini mengingatkan, para pelaku UKM harus terus melakukan inovasi untuk mengembangkan produk sehingga kelak bisa menjadi tuan dan nyonya di kota sendiri.

Dan salah satu alternatif dalam meningkatkan kelas UKM adalah dengan melakukan pemasaran secara digital sehingga dapat memberikan dampak yang lebih luas lagi dalam meningkatkan daya saing UKM di daerah.  

Ia juga menekankan pentingnya komunitas seperti yang ada di Bukalapak. Bahwa pilihannya ada dua: mau sukses sendiri atau sukses bersama-sama.

"Kenapa kita perlu bentuk komunitas? Karena lewat komunitas, orang lain bisa kasih saran. Dan itu ibarat suara konsumen yang sebenarnya. Di era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) ini, yang datang itu perusahaan kecil dengan modal kecil seperti UKM. Dan kita harus bisa survive,'' terangnya.

Krenayana Yahya mencontohkan perjalanan pengembangan kacang Tree G. Perjalanan kacang Tree G dimulai saat Supari pulang menjadi TKI di Malaysia, dan berusaha berjualan kacang goreng. Kacang tersebut kemudian diolah dengan berbagai rasa dan packaging yang menaik.

''Ada hal unik dibalik perjalanan kacang Tree G, kacang yang awalnya dijual hanya seribu perbungkus dan hanya dijual di warung kopi, kini berubah menjadi olahan makanan yang menarik minat beli, dan tentunya dengan harga yang menguntungkan penjual. Oleh karena itu, ilmu berperan penting dalam marketing produk para ibu-ibu pelaku UKM di Kota Surabaya,'' imbuhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Arini Pakistyaningsih juga menjelaskan kepada para pelaku usaha, agar tidak malu dan takut untuk memulai usaha.

Pemerintah Kota Surabaya akan secara intensif membantu para pelaku usaha mengembangkan usahanya. Jajaran OPD yang bersinggungan dengan giat Pahlawan Ekonomi menyatakan siap untuk melakukan jemput bola kepada para pelaku UKM ini.

"Jika usaha ibu-ibu belum memiliki ijin, maka Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan membantu pengurusan ijin. Nantinya, jangan lupa ibu-ibu juga mengurus ijin Pangan Industeri Rumah Tangga (PIRT) jika usaha ibu-ibu ini nantinya berada di bidang kuliner," tegasnya. and.dan


Rate this item
(0 votes)
Read 54 times