250 UKM dan Pelaku Usaha Pasarkan Produknya di Festival Mlaku-mlaku Nang Tunjungan

Selasa, 19 Desember 2017 19:04

Surabaya (beritakota.net) Geliat Jalan Tunjungan pada Selasa (19/12/2017), terlihat ramai dengan pemberiaan penghargaan pelaku UKM yang tergabung dalam program Pemerintah Kota Surabaya, Pahlawan Ekonomi. Dalam Awarding Pahlawan Ekonomi ini, ada tiga kategori pemenang, yaitu Creative Industry, Home Industry dan Culinary Business.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ketika membuka acara ini mengatakan, melalui program PE (Pahlawan Ekonomi) ini, para pelaku usaha bisa meningkatkan kualitas mutu produk dan harga.

"Sama capeknya dalam membuat produk UKM. Namun karena dilatih oleh PE, rasanya jadi enak, bersih dan sehat, membuat harga bisa lebih tinggi sampai Rp25.000. Dengan begitu, saya berharap, produk warga Surabaya ini bisa masuk ke kelas ekonomi atas," kata Tri Rismaharini di depan warga Surabaya.

Semua produk, kata Wali Kota, bisa masuk ke dalam program Pahlawan Ekonomi. Sehingga warga Surabaya bisa bergabung di program ini tanpa harus bingung memikirkan bentuk usahanya. Bahkan bila usaha ini berkembang besar menjadi perusahaan, hal itu bisa diwariskan kepada anak cucunya.

"Bila jabatan, tidak dapat diwariskan. Jadi lebih baik kita buat usaha sendiri yang bisa diwariskan kepada anak kita. Saya ingin warga Surabaya mau seperti ini dan menjadi tuan dan nyonya di kota sendiri," ujarnya.

Dalam sambutannya ini, Wali Kota Risma mengajak salah satu pelaku UKM binaan Pemkot Surabaya yang biasa di panggil Bu Jai. ''Saya ikut PE sejak tahun 2010. Alhamdulillah sudah pernah naik haji dengan cucu. Dengan pendapatan di PE ini, di umur yang sekarang saya masih bisa berkarya tanpa perlu meminta anak dan cucu,'' kata ibu yang kini umurnya sudah70 tahun saat ditanya oleh Wali Kota Surabaya.

Wali Kota juga berpesan agar warga Surabaya tidak boleh malas dan terus bekerja keras agar bisa lebih maju.

Dalam Awarding ini, pemenang sudah diumumkan dan dipilih Juara 1 sampai Juara 3 dalam tiga kategori. Tiga Kategori itu, Creative Industry, Home Industry, Culinary Business. Para pemenangnya yaitu, ULS Collection, ESM Collection dan Bintang Collection untuk pemenang Pahlawan Ekonomi Kategori Creative Industry.

Sedangkan untuk pemenang Kategori Culinary Bussiness, yaitu Omah Duren, Juice Niar dan Kikil Rizky. Dalam Kategori Home Industry, pemenangnya yaitu, Cita Rasa Alami, Sari dan Bunda.

"Sangat senang, bangga dan puas rasanya," kata Trisnawati pemilik UKM Omah Duren dengan produk olahannya Udur - Udur. Trisnawati memenangkan Juara 1 Kategori Culinary Bussiness.

Menurutnya kesusahan dalam usaha ini adalah dari segi harga produk yang tinggi. Trisnawati mengatakan, karena harga produknya yang tinggi dan berkelas ini, dirinya takut tidak laris. Namun karena semangat terus, konsumen juga akhirnya tahu bahwa harga duren juga tinggi.

"Akhirnya produk kita laris. Saya memasarkan produk ini dengan promosi lewat online, whatsapp, tester sehingga tahu rasanya. Jadi ketika orang tahu rasanya, yang suka duren pasti beli. Kita harus berani promo dengan tester ini," katanya. Saat ini produknya tidak hanya dijual di Surabaya saja, namun juga sampai di Jakarta.

Sama halnya dengan Trisnawati, pemilik UKM Cita Rasa Alami Yuli Ningsih juga menyampaikan kegembiraannya memenangkan lomba di Pahlawan Ekoonomi ini. Dia memenangkan Juara 1 Kategori Home Industry.

Dengan produk jajanan kering, seperti Egg Roll, Brownies Kering, Keripik Usus, Dan Kacang Sengon dia mampu mendapatkan peningkatan pendapatan hingga 50 juta/bulan.

"Awalnya coba - coba dan saya hanya bisa buat kue kering, saat ini produknya sudah sampai di Manado, Jakarta dan sampai di Singapura," kata Yuli.

Keramaian di sepanjang Jalan Tunjungan ini tidak hanya sekedar Awarding kepada para UKM Surabaya yang tergabung dalam Pahlawan ekonomi saja, namun juga ada penjualan produknya selama seharian.

Ada sekitar 250 UKM PE yang berjualan di sepanjang Jalan Tunjungan ini dengan aneka macam produk. Mulai dari olahan makanan hingga pakaian ada disini. and.dan


Rate this item
(0 votes)
Read 39 times