Pemkot Surabaya Tingkatkan Mutu Pendidik PAUD

Kamis, 18 Oktober 2018 23:44

Surabaya (beritakota.net) Untuk meningkatakan mutu pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengadakan kegiatan Diklat Model Pembelajaran PAUD.

Diklat diberikan kepada penilik dan kepala/pendidik satuan TK dan KB. Total peserta sebanyak 1.750 orang. Diklat dilaksanakan mulai 16 Oktober sampai 3 November secara bergelombang.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan, Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat, Kesenian dan Olahraga Pendidikan (PDKOP) Dispendik Surabaya, Siti Asiyah Agustini mengatakan, materi diklat mengarah kepada pelatihan entrepreneurship.

''Para pendidik diarahkan bagaimana cara membentuk karakter anak-anak agar mandiri. Ini masih latihan dasar," katanya, Kamis (18/10/2018).

Salah satu pemateri diklat ialah Pamong Belajar Balai Pengembangan (BP) PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Jatim Erma Inayati. Menurut dia, jumlah entrepreneur di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan beberapa negara lain.

"Tahun lalu angkanya masih 1,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia," ujar Erma. Padahal, lanjut dia, pemerintah sudah membuat program wirausaha mahasiswa. Namun, hal itu belum mendongkrak pertumbuhan angka entrepreneur di Indonesia.

"Kalau menurut Pak Ciputra, membangun karakter entrepreneur itu harus dimulai dari anak usia dini," terangnya. Karakter yang bisa dibangun sejak dini, antara lain karakter mandiri, tangguh, berani mengambil keputusan, ulet, kreatif, inovatif, dan lain-lain.

Erma menjelaskan, entrepreneurship bukan hanya sebatas berdagang. Anak usia dini bisa diajari untuk membuat proyek. Beberapa tahapannya dengan diajari cara menggali ide, kemudian berani menyusun perencanaan.

"Muwujudkan ide gagasan anak sampai menjadi produk juga menjadi tugas orang tua," terangnya. Sebenarnya, lanjut Erma, model diklat ini sesuai dengan pendekatan pengajaran di PAUD.

Di antaranya pendekatan saintifik, eksplorasi, merencanakan, melaksanakan, mengomunikasikan, serta merefleksikan. "Diharapkan, pembangunan karakter sejak dini ini bisa menjadi pembiasaan anak sampai di usia dewasa," tandasnya. and

Rate this item
(0 votes)
Read 76 times