beritakota.net

beritakota.net

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengumpulkan camat se-Surabaya di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Jum'at, (13/07/18). Hal itu dilakukan Wali Kota Risma seusai mengecek pencetakan e-KTP di kantor Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Dispendukcapil) Siola.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma meminta kepada para camat untuk mendata warganya yang sudah mendapatkan Surat Keterangan (Suket) yang merupakan pengganti e-KTP sementara.

"Hari ini, camat saya minta identifikasi seluruh Surat Keterangan yang dikeluarkan seluruh kecamatan. Saya ingin tahu berapa jumlah Surat Keterangan yang telah dikeluarkan," kata dia, usai menggelar rapat koordinasi bersama camat di ruang sidang wali kota, Jum'at, (13/07/18).

Menurut dia, hal ini perlu dilakukan agar diketahui jumlah Surat Keterangan yang telah dikeluarkan, baik dari Dispendukcapil maupun di 31 kecamatan Surabaya. Ia berharap kepada tiap kecamatan bisa segera melaporkan data tersebut, dalam dua hari ini. "Kalau masih ada blangkonya (e-KTP), akan kami selesaikan minggu depan," ujarnya.

Kendati demikian, Wali Kota Risma mengungkapkan bahwa saat ini blangko untuk cetak e-KTP masih ada. Namun, ia belum mengetahui persis berapa jumlah blangko yang akan dibutuhkan. Maka dari itu, ia berkoordinasi dengan para camat agar diketahui jumlah seluruh data Surat Keterangan yang telah dikeluarkan.

"Agar bisa diketahui kurangnya, nanti biar saya sampaikan ke Dirjen Dispendukcapil. Saya minta tolong minggu ini kelar, dan minggu depan tidak ada Suket lagi," ujarnya dihadapan camat se-Surabaya.

Selain memberikan arahan terkait pelaporan data warga yang mendapat Surat Keterangan atau e-KTP sementara, Wali Kota Risma juga menegaskan kepada camat agar bisa melakukan kroscek lagi terkait distribusi e-KTP yang telah tercetak kepada pemohon.

Ia juga meminta e-KTP yang telah tercetak bisa terdistribusi ke pemohon dengan benar. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi adanya e-KTP warga yang telah tercetak namun belum terdistribusikan.

"Supaya kita tahu, kalau e-KTP ndak nyampai itu kemana?. Jadi kita bisa identifikasi langsung ke yang bersangkutan," tegasnya. Dalam kesempatan ini, wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga berpesan kepada para camat agar lebih memperhatikan lagi hak-hak warganya.

Berbagai terobosan-terobosan pun dilakukan guna mempercepat target penyelesaian rekam maupun cetak e-KTP bagi warga Surabaya. Menurut dia, e-KTP menjadi hak dasar bagi setiap warga Negara.

"Saya mohon sekali lagi, perhatikan semua hak asasi manusia. Kenapa saya sampai turun?, karena ini menyangkut hak dasar manusia," pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota Surabaya tengah gencar-gencarnya mengejar target menyelesaikan perekaman e-KTP bagi warga Surabaya.

Bahkan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini setiap hari mengecek dan mengontrol target penyelesaian 32 ribu e-KTP yang siap cetak dari persediaan blanko sebanyak 23 ribu. Target itu pun semakin berkurang dari hari ke hari.

Di tengah-tengah mengejar target itu, ada sedikit permasalahan, yaitu warga tidak bisa mengecek data hasil perekaman KTP elektronik. Sebab, selama dua hari ini ada perbaikan system di Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

"Jadi, selama dua hari ini, aplikasi untuk pengecekan data hasil perekaman KTP elektronik ada perbaikan di Kementerian Dalam Negeri, sehingga tidak bisa melayani penarikan data hasil perekaman KTP elektronik yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik, yang kemudian proses penunggalan data-data center, ini belum bisa ditarik datanya," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya Suharto Wardoyo di kantornya, Jumat (13/7/2018).

Oleh karena itu, bagi pemohon KTP elektronik yang baru melakukan perekaman KTP elektronik, belum bisa dilakukan pengecekan, apakah bisa dicetak KTP elektroniknya atau tidak. Sebab, selama dua hari ini, ada perbaikan di data center di Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

"Solusi sementara ini, bisa menghubungi kami di WhatsApp atau SMS di nomor: 081331386611 untuk menanyakan apakah bisa dilakukan pengecekan data hasil perekaman KTP elektroniknya," kata dia.

Sebelumnya, demi mengejar target penyelesaian e-KTP ini, Wali Kota Risma melakukan terobosan-terobosan, diantaranya dari sisi teknis, Pemkot menyediakan komputer untuk mengambil nomor antrian serta pengajuan permohonan cetak e-KTP.

Kemudian, tambahan 2 alat printer e-KTP bagi data NIK yang sudah siap cetak serta menyiapkan aktivasi dengan finger scan. "Jadi, total alat cetak saat ini berjumlah 11 buah dan e-KTP yang sudah siap cetak mulai sekarang saya sampaikan one day service," tuturnya.

Selain itu, beberapa dinas seperti DPBT turut dilibatkan untuk membantu membuat penanda dan zonasi alur pelayanan kependudukan. Tujuannya, supaya warga tidak bingung.

"Selain DPBT, adapula dinas Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Kota Surabaya untuk menyuplai beberapa buah komputer kepada Dispendukcapil," terangnya.

Sedangkan jam pelayanan pun ditambah, yaitu mulai hari Senin hingga Jum'at buka hingga pukul 9 malam untuk mempercepat proses pelayanan e-KTP. "Saya juga sampaikan hari Sabtu kami juga buka sampai sore," ujarnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Sunarta beserta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya dan Kepala Kejaksaan Tanjung Perak kompak menanam pohon bersama-sama di Taman Harmoni, Surabaya, Kamis (12/7/2018).

Acara yang dibalut dalam penghijauan dan pembuatan Biopori itu dalam rangka memperingati bakti sosial HBA ke-58 dan HUT IAD ke 18 tahun 2018. Para pejabat kejaksaan itu menanam satu persatu pohon yang terdiri dari berbagai jenis, diantaranya pohon Jokorondo, Pule, Mahoni dan beberapa jenis lainnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma mengucapkan terimakasih kasih kepada pihak kejaksaan yang telah memilih Kota Surabaya dan Taman Harmoni untuk melakukan bakti sosial. Ia pun optimis apabila taman itu terus dikembangkan dengan konsisten, tidak menutup kemungkinan akan menjadi wisata taman kelas dunia.

"Taman Harmoni ini konsep atau temanya bunga. Jadi, seluruhnya berbunga, baik pohonnya maupun semaknya berbunga, sehingga seluruhnya berbunga. Saya yakin kalau ini bisa konsisten, suatu saat nanti akan jadi wisata dunia, karena ini luas dan ada konsepnya," kata Wali Kota Risma seusai acara taman pohon bersama Kajati Jatim.

Selain itu, di sebelah barat taman itu Dinas Pertanian membuat hutan kota berupa buah. Di hutan kota itu, terdapat semua jenis buah-buahan di seluruh Indonesia, termasuk semua jenis bamboo dan jenis mangga di Indonesia. "Kita punya semuanya, mungkin satu tahun lagi akan berbuah, karena usianya sudah cukup," tegasnya.

Menurut Wali Kota Risma, Taman Harmoni itu masih baru digarap sepertiganya dari luas keseluruhan sekitar 60 hektar, sehingga masih banyak yang belum digarap di taman itu. Makanya, pihak kementerian dan juga CSR banyak menanam di taman itu. Wali Kota Risma pun tidak menampik akan ada pihak lain yang akan menanam di taman itu.

"UCLG itu kan sudah tanam di sini. Bahkan, Singapura pun kemarinnya tertarik untuk belajar ke Surabaya dari segi taman dan hijaunya kota. Mereka pun bertanya tentang taman yang memiliki tema, saya jelaskan supaya warga tidak bosen jika pindah-pindah," kata dia.

Pada kesempatan itu pula, Wali Kota Risma menjelaskan riwayat tanah Taman Harmoni yang dulunya menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang kemudian pindah ke Benowo. Bahkan, tanah itu sempat tidak dikelola selama hampir 10 tahun.

"Ketika saya menjabat Kepala Pertamanan, tanah ini tidak bisa ditanami apapun, karena masih mengeluarkan gas metan yang berbahaya, sehingga saya hanya bisa menanam bambu sebisanya," ujarnya.

Selanjutnya, ketika awal-awal menjabat Wali Kota Surabaya, ternyata ada penelitian dari ITS yang menjelaskan bahwa tanah di daerah itu sudah tidak mengandung gas metan berbahaya dan tanahnya sudah stabil, sehingga ia langsung menanami tanah itu. "Pokoknya saya tanami apapun yang kita punya. Sejak saat itu, penanaman di sini terus berlanjut," jelasnya.

Oleh karena itu, apabila ada pihak-pihak yang ingin berpartisipasi menanam di Taman Harmoni, ia sangat berterimakasih. Sebab, hal itu sangat membantu Dinas Pertamanan untuk mengembangkan Taman Harmoni.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Sunarta mengatakan bahwa penghijauan ini merupakan bentu bakti social yang biasa dilakukan oleh pihak kejaksaan. Selain penghijauan, ada pula bakti social berupa khitan missal dan nikah missal.

"Kami juga menyadari bahwa kami ini bagian dari masyarakat. Jadi, kami bukan hanya melulu soal penindakan hokum, tapi kami juga berbuat untuk masyarakat," kata Sunarta seusai acara itu.

Melalui penanaman pohon itu, ia juga berharap bisa membantu Kota Surabaya supaya terbebas dari banjir ke depannya. Sebab, melalui pohon-pohon dan Biopori merupakan salah satu upaya pencegahan banjir.

Di akhir sambutannya, Sunarta juga memastikan bahwa kerjasama dan kolaborasi dengan Pemkot Surabaya tidak hanya berhenti sampai di sini. Namun, ia juga memastikan siap memback-up apapun kegiatan Pemkot Surabaya ke depannya.

"Saat ini, kami juga ada kegiatan yang sedang ditangani, ada beberapa aset Pemkot Surabaya yang sedang kami tangani, mudah-mudahan bisa kembali juga seperti Gor Pancasila yang sudah kembali ke tangan pemkot," pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan Penandatangan Nota Kesepakatan (MoU) dengan Bank Mayapada Internasional Tbk yang diwakili oleh Prof. Datuk Sri Tahir. Kali ini, Pemkot Surabaya menerima dana hibah berupa dua bus tingkat serta beasiswa donasi pendidikan sebesar Rp 5 miliar.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sebelumnya Prof Datuk pernah membantu Pemkot Surabaya berupa bantuan beasiswa donasi pendidikan senilai RP 5 miliar bagi anak-anak pasukan kuning dan pekerja lapangan agar bisa sekolah. "Sekarang mereka sudah jadi pilot dan teknisi pesawat terbang," kata Risma saat melakukan pers conference pada Kamis, (12/7/2018) di lobby balai kota lantai 2.

Disampaikan Wali Kota Risma, bus tingkat ini akan beroperasi secara umum. Namun, kata dia, rute bus dan sasaran penumpang lebih dikhusukan bagi mahasiswa yang berada di wilayah timur dan barat yakni Kampus C Unair, ITS dan UNESA Lidah Kulon.

"Kita lagi konek kan dan maunya disitu. Bus ini memang umum tapi lebih dikonekkan ke tiga perguruan tinggi besar untuk mengurangi tingkat kecelakaan. Kan sayang, tinggal memetik hasil selama kuliah tiba-tiba kecelakaan," ujarnya.

Selain bantuan bus, Pemkot Surabaya juga mendapat bantuan dana beasiswa pendidikan bagi anak anak yang mengalami putus sekolah sebesar Rp 5 miliar. Melalui dana tersebut, Wali Kota Risma akan menyekolahkan kembali anak-anak yang menglami putus sekolah. Selain itu, hasil bantuan beasiswa tersebut juga akan dibuat sekolah SMA plus bagi anak-anak SMA di wilayah Surabaya Barat yang mengalami putus sekolah.

"Harapannya setelah lulus mereka langsung siap bekerja," terang Wali Kota yang baru saja menerima penghargaan Lee Kwan Yew beberapa waktu lalu di Singapura.

Tidak berhenti sampai disitu, Wali Kota Risma juga bekerjasama dengan Universitas UBAYA untuk menampung anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena terbentur biaya. "Setelah lulus dari bangku perkuliahan, mereka langsung bekerja karena UBAYA sendiri telah menjalin kerjasama dengan 16 perusahaan. Harapannya, setelah lulus akan ditampung ke perusahaan bersangkutan," urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Irvan Wahyu Drajad menambahkan, bus tingkat dengan kapasitas sekitar 71 penumpang itu melayani rute barat timur dengan jarak kurang lebih 31 km. "Bila terlalu panjang akan dipecah dua, dari UNESA ke Joyoboyo - Joyoboyo ke ITS," jelasnya.

Diharapkan, setelah serah terima yang dilakukan Bank Mayapada dan Pemkot Surabaya, status penggunaannya dapat langsung diserahkan kepada Dishub. Setelah itu, langsung dilakukan uji coba rute kemudian melakukan sosialisasi untuk softopening atau pengoperasiannya. "Rencana bulan Agustus kami operasionalkan," kata Irvan.

Mengingat bus tingkat ini masih berplat merah, Irvan mengatakan, setiap penumpang tidak dikenakan biaya. Cukup membayar dengan sampah plastik sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat mengurangi bahaya polusi sampah plastik di Surabaya. "Sistemnya tidak jauh berbeda dengan Bus Suroboyo," papar Irvan.

Adapun penambahan jumlah armada bus yang akan dilakukan Dishub hingga bulan desember sebanyak 14 bus. Masing masing 10 bus low deck (bus suroboyo) dan 4 bus sekolah. "Ini dilakukan untuk menurunkan angka kecelakaan dan kemacetan di Surabaya," tandasnya. and.dan

 

Page 3 of 874