beritakota.net

beritakota.net

Surabaya (beritakota.net) Pasca hujan lebat tadi malam yang mengakibatkan banjir di wilayah Surabaya barat membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung melakukan pengecekan dan pembersihan gorong-gorong di sekitaran bundaran dolog jalan A.Yani pada Sabtu, (25/11/2017).

Menggunakan sepatu kebersihan berwarna ungu, wali kota yang ditemani kepala dinas PU Bina Marga Erna Purnawati memimpin langsung dan membersihkan gorong-gorong yang ada di sekitar jalan A.Yani depan taman pelangi, ketintang dan gayungan.

Dibantu alat berat, wali kota, OPD terkait, petugas dari satgas pematusan dan Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP) melakukan pembersihan gorong-gorong secara bertahap. Terlihat Wali kota memerintahkan kepala dinas PU Bina Marga Erna untuk menyuruh anak buahnya mengambil beberapa alat kebersihan.

"Tolong ambilkan pacul dan glansing," kata wali kota pagi tadi. Wali kota sarat akan prestasi itu pun juga melakukan pembersihan di sela-sela selokan menggunakan sekrup dan mengangkat kotoran yang ada di dalam sungai.

"Ayo kabelnya diangkat terus dibersihkan kotorannya," ucap wali kota. Usai memberi arahan kepada petugas, Risma kemudian berpindah tempat dan kembali memerintahkan petugas satgas untuk membersihkan selokan yang ada di seberang kantor pertanian ketahanan pangan.

"Ayo, itu segera dikeruk dan dibersihkan," perintahnya. Bahkan, wali kota juga memimpin aksi pengerukan dengan memberi arahan kepada pengemudi kendaraan alat berat (bego) sesuai dengan ayunan tangannya.

"Sebelah kiri sama tengah yang dikeruk, masuk agak ke dalam biar keangkat semua kotorannya," pinta perempuan yang baru saja merayakan ulang tahun beberapa hari kemarin.

Tidak lama kemudian, wali kota berpijak ke depan sungai yang letaknya tak jauh dari lokasi. Sembari menenteng handy talkey, wali kota memantau dan berkomunikasi dengan beberapa petugas terkait pembersihan kali.

"Kebersihan sini, naikkan itu (kotorannya) pakai jaring sama garukan sampah," tegasnya.

Lebih lanjut, di kali dekat gayungsari, wali kota meminta kepada petugas satgas dan DKP untuk membuka pintu air agar petugas bisa masuk ke dalam kali dan membersihkan kotoran yang ada di dalam kali.

"Diturunkan permukaannya, biar anak anak bisa turun, karena itu pasti ada yang buntu," ujar Risma kepada salah seorang petugas kebersihan.

Sembari duduk dan mengawasi anak buahnya membersihkan kali, Risma menuturkan kepada awak media bahwa curah hujan yang turun tadi malam sangat deras dan mengakibatkan banjir. Banjir itu, lanjut wali kota, disebabkan karena banyaknya sampah yang menumpuk sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar.

"Biasanya kalau hujan deras itu kekuatannya 90 meter kibik, tapi tadi malam hampir 124 meter kibik, itu super lebat," terangnya.

Ditanya soal banjir yang kemudian mengakibatkan kemacetan cukup parah di daerah benowo, tandes dan sememi, wali kota menegaskan bahwa saluran di wilayah sememi belum jadi.

"Insyaalah kalau sudah jadi seperti wilayah yang ada di banyu urip," tutur wali kota perempuan pertama di Surabaya.

Dikatakan wali kota, saluran yang ada di jalan banyu urip sebelumnya dikerjakan oleh pemerintah pusat, namun tiba-tiba pembangunan berhenti selama 2 tahun. Pemkot, kata dia, hanya menunggu dan tidak bisa melakukan apa-apa, tetapi akhirnya pemkot tetap mengusahakan agar pembangunan saluran terus berjalan.

"Kalau tidak diteruskan kan, kasihan warga sekitar dan seandainya pembangunan saluran di banyu urip jalan terus, insyallah sudah kelar itu," pungkasnya. and.dan

 

Meninggal Tersengat Listrik Charger Laptop

Surabaya (beritakota.net) Camat Wonocolo Denny Christupel menjelaskan kronologi meninggalnya mahasiswa UIN Sunan Ampel bernama Zakiyatus Shawa, Jumat (24/11/2017) siang.

Denny mengatakan, meninggalnya Zakiyatus dikarenakan tersengat listrik saat mencabut charger laptopnya saat ada genangan air muncul di kamar kontrakan korban.

"Sekitar pukul 13.18 WIB saya mendapatkan panggilan telepon dari warga, bahwa ada kabar seorang mahasiswa tersengat listrik dan meminta bantuan mobil untuk antar ke rumah sakit. Saya pun lalu menelepon Kasi Tramtib untuk segera menyiapkan mobil agar digunakan antar korban ke RSI," kata Camat Wonocolo saat ditemui di Kantor Kecamatan Wonocolo.

Namun, kata Denny, ketika mobil tersebut datang, ternyata korban bersama warga sudah berada di RSI. "Korban ternyata sudah diantar di RSI. Hingga akhirnya pihak rumah sakit menyatakan korban sudah meninggal," sambung Denny.

Ketua RW 4 Kelurahan Jemur Wonosari M. M Hidayat menambahkan, bahwa meninggalnya korban lebih dikarenakan adanya sumber air yang keluar dari dalam rumah kontrakan dan bukan akibat banjir.

"Sekitar 13.12 saya mendapatkan laporan dari pak rt bahwa ada kabar warga yang tersengat listrik. Warga saat itu menemukan korban dalam keadaan sudah tidak sadar dan akhirnya segera dibawa ke rumah sakit," ujar Hidayat.

Saat kejadian, dirinya berada di Masjid Agung usai melaksanakan salat jumat dan langsung menuju lokasi. Di lokasi, ternyata korban sudah berada di RSI oleh warga dan hanya bertemu dengan teman korban yang masih shock.

"Cerita dari teman kos korban, saat itu memang sumber air muncul dari dalam rumah kontrakan. Perlu diketahui, di rumah kontrakan korban, lantainya berupa plesteran. Sehingga empat orang yang tinggal di rumah kontrakan merasa perlu menyelamatkan barangnya masing - masing. Di saat itulah, korban tersengat listrik saat mencabut kabel charger laptop," katanya.

Menurut Hidayat berdasarkan cerita dari teman korban, saat itu tangan dan kaki korban masih dalam kondisi basah usai mengepel kamarnya.

Oleh karena itu, hal inilah yang membuat Camat Wonocolo dan Ketua RW perlu membuat klarifikasi tentang hal ini. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 3 RW 4 Kelurahan Jemur Wonosari Heriyanto Idrus.

Menurut Heriyanto, saat ditemukan korban masih dalam keadaan memegang charger laptopnya. Dirinya saat itu langsung datang di lokasi saat tahu kabar ini dari warganya. Bahkan untuk menolong korban, kata Heriyanto, diperlukan handuk kering untuk melepas charger tersebut.

"Korban saat itu sudah tidak sadar dekat pintu dan masih memegang charger. Tidak ada yang tahu pula berapa lama korban sudah tidak sadarkan diri karena tidak ada suara teriakan dari korban," kata Ketua RT setempat.

Dia juga mengatakan, memang saat itu genangan air bukanlah dari jalan, melainkan dari dalam rumah. Karena, kata Heriyanto, ada jangka waktu yang cukup lama antara kejadian korban tersengat listrik sampai akhirnya genangan air masuk ke perkampungan.

"Karena memang saat kejadian pukul 13.00 kondisi di rumah belum digenangi air. Barulah pada pukul 14.00, genangan air mulai menggenangi perkampungan," kata Heriyanto. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) PDAM Surya Sembada Surabaya ditahun 2018 mendatang berencana bakal melakukan maneuver dalam menjalankan roda bisnis. Manajemen PDAM akan melakukan efisiensi dan mempercepat respon terhadap pelayanan kepada pelanggan.

Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya Mujiaman mengatakan dalam langkah maneuver tersebut PDAM akan melakukan investasi besar-besaran.

Menurutnya dalam tahun 2018 ini pihaknya memproyeksikan akan ada pertumbuhan sekitar 12 persen, jika dinominalkan PDAM akan melakukan penghematan sekitar Rp. 80 Miliar.

"Dulu PDAM setiap tahun pertumbuhannya hanya diseputar 1 persen hingga 2 persen. La nanti ditahun 2018 kita menargetkan pertumbuhan sekitar 12 persen. Ya sekitar Rp 80 Miliar yang akan kita hemat," ujarnya usai melakukan apel dalam HUT PDAM ke 41, Jumat (24/11).

Dalam mendukung langkah tersebut, lanjut Mujiaman pihaknya akan melakukan program swakelola terhadap pekerjaaan yang bersifat vital. Dalam program swakelola tersebut PDAM akan membentuk tim khusus untuk mempercepat respon terhadap keluhan.

"Kita tidak lagi menggunakan pihak ketiga untuk mengatasi keluhan konsumen. Ya Seperti yang dilakukan Pemkot, semisal mengecat marka dimana pemkot punya tim khusus yang direkrut untuk melakukan tugas yang membutuhkan respon cepat," imbuhnya.

Ia menambahkan, jika program ini berjalan maka akan terbuka peluang kerja bagi masyarakat khususnya warga Surabaya.

"Kalau saja ini berjalan kami pada tahap pertama akan membutuhkan sekitar 500 orang. dan kita akan prioritaskan warga yang ber-KTP Surabaya," ujarnya.

Selain itu, imbuh Mujiaman pihaknya akan melakukan inovasi di bidang produksi. "Untuk bidang produksi kita juga melakukan berbagai inovasi untuk menunjang proyeksi ini," pungkasnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Kiprah Surabaya di tingkat dunia semakin terlihat nyata. Tidak hanya berupa penghargaan skala internasional yang diraih Pemerintah Kota Surabaya atau juga diundangnya Wali Kota Tri Rismaharini tampil sebagai pembicara acara di tingkat global. Selain itu, Surabaya juga beberapa kali mendapat kepercayaan untuk menggelar agenda berskala internasional.

Terbaru, jaringan kewirausahaan Global (GEN Global) mengumumkan bahwa mereka akan bermitra dengan Kota Surabaya untuk menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Tinggi Startup Nations berikutnya yang akan digelar pada bulan November 2018.

Para pembuat kebijakan dan penasihat dari banyak negara akan berkumpul di konferensi tingkat tinggi tersebut untuk meneliti kebijakan inovatif guna mendorong pertumbuhan kewirausahaan.

Para pembuat kebijakan dan penasihat akan mengeksplorasi perubahan peraturan dan inisiatif kebijakan yang inovatif guna membantu mempercepat pembentukan perusahaan baru dan pertumbuhan kewirausahaan di seluruh dunia.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Tri Rismaharini, walikota Surabaya, pada akhir Konferensi Tingkat Tinggi Startup Nations 2017 yang digelar di Tallinn, Estonia.

"Surabaya dipercaya untuk menjadi tuan rumah Start Up Nations Summit di tahun 2018 mendatang. Ibu berada di Tallin karena mendapat undangan untuk menjadi salah satu juri startup summit yang digelar di sana," ujar Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser.

Disampaikan Fikser, Wali Kota Tri Rismaharini yang merupakan runner-up kedua oleh Majalah Fortune untuk Walikota Terbaik Dunia pada tahun 2015, dinilai telah berhasil dalam mengubah Surabaya menjadi pusat pengusaha yang berkembang.

Salah satu inisiatifnya, Start Surabaya, adalah inkubator startup teknologi tingkat kota pertama di Indonesia yang berfokus pada pengusaha kreatif di industri digital.

Startup Nations adalah sebuah inisiatif yang dijalankan oleh Global Entrepreneurship Network dan didanai oleh Ewing Marion Kauffman Foundation yang akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak tersebut.

Pengumuman tersebut muncul saat GEN memperluas upayanya untuk membantu para pembuat kebijakan menavigasi lingkungan yang cepat berubah untuk kebijakan publik dan kewiraswastaan.

Salah satu fungsi utama KTT ini adalah untuk mengidentifikasi upaya yang paling menjanjikan untuk dibawa sebelum pertemuan menteri pemerintah berbulan-bulan kemudian di Kongres Kewirausahaan Global.

Selain pertemuan tersebut, GEN telah mulai meluncurkan serangkaian panel kebijakan dan hackat kebijakan di semua tingkat untuk memfasilitasi pembagian pengetahuan yang luas.

"Banyak pemimpin pemerintah telah menunjukkan komitmen untuk menetapkan lingkungan kebijakan yang memungkinkan pengusaha berkembang," kata Jonathan Ortmans, presiden Jaringan Kewirausahaan Global.

"Bangsa Startup adalah komitmen kami untuk membantu mereka mengidentifikasi dan menerapkan kebijakan dan program yang dapat memberikan dampak yang berarti," sambungnya.

Sebelumnya, Startup Nations Summit telah diselenggarakan di Toronto (Kanada), Kuala Lumpur (Malaysia), Seoul (Korea), Monterrey (Meksiko), Cork (Irlandia) dan Tallinn (Estonia). Konferensi Tingkat Tinggi Startup 2018 akan diselenggarakan di Surabaya mulai bulan November 2018. and.dan

 

Page 3 of 806