beritakota.net

beritakota.net

Gresik (beritakota.net) Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto meminta Kelompok barisan Dinas Kesehatan Gresik serta Kelompok barisan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag untuk tinggal di lapangan.

"Untuk kelompok barisan Dinas Kesehatan Gresik serta Kelompok barisan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag tinggal di tempat" ujar Sambari saat memimpin apel pagi yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (18/9).

Bupati yang saat itu didampingi Wabup Gresik Dr. Mohammad Qosim, Sekda Gresik Djoko Sulistio Hadi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Gresik Nadhif dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono segera membariskan 2 kelompok dinas tersebut.

Selain 2 kelompok dinas, Bupati Sambari juga memanggil 6 orang PNS yang tidak memakai seragam korpri serta 2 orang PNS lain yang datang terlambat.

Pada kesempatan itu, Bupati kembali mengingatkan tentang disiplin PNS. "Sebagai PNS mestinya anda bisa menjadi contoh panutan masyarakat dalam hal kedisiplinan. Datang tepat waktu, pakaian harus sesuai aturan.

Meski anda yang dari Dinas Kesehatan dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag tidak terlambat. Saya ingin menekankan agar anda selalu mengingatkan teman anda untuk berlaku disiplin" kata Sambari.

"Tolong besok saat apel pagi 2 dinas ini harus lengkap. Ingatkan teman kerja saudara untuk juga datang tepat waktu dan disiplin sesuai aturan. Kerena anda sudah mendapat Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP). Kepada BKD agar dicatat nama-nama yang tidak hadir apel pagi ini, kalau besok masih tidak hadir langsung kasih surat teguran" tegas Sambari.

Kepala Bagian Humas Suyono yang ikut mendampingi Bupati mengatakan, permintaan Bupati Sambari ini terkait minimnya jumlah barisan kedua Dinas tersebut. Dari data yang disampaikan Kepala BKD, jumlah PNS Dinas Kesehatan 88 orang namun yang hadir apel hanya 48. Sedangkan jumlah PNS Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindag 83 orang yang hadir hanya 55 orang.

"Stressing ini adalah salah satu upaya untuk mendisiplinkan PNS Pemkab Gresik, dan wajib dilakukan di semua lingkungan kantor Pemkab Gresik termasuk juga pada kantor pelayanan masyarakat. Dengan disiplin ini maka tidak ada lagi laporan masyarakat yang merasa tidak dilayani dengan alasan tidak ada pegawai yang melayani saat jam dinas" papar Suyono. yan

 

Surabaya (beritakota.net) Saat ini, masyarakat muslim di Indonesia, berbondong-bondong menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriah yang jatuh pada tanggal 21 September esok.

Pada kesempatan itu, dengan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah S, Sos. seluruh prajurit dikumpulkan di masjid At-Taqwa, Makodam V/Brawijaya, Kota Surabaya Rabu (20/9/2017) pagi.

Dalam sambutannya, Kasdam memberikan beberapa wejangan kepada seluruh prajurit. Menurut Kasdam, memasuki Tahun Baru Islam saat ini, dirinya menghimbau seluruh personelnya untuk terus berbuat baik.

"Peringatan Tahun Baru Islam seperti ini, dapat kita jadikan wahana untuk melakukan perbaikan diri dengan berinstropeksi terhadap apa yang sudah dan belum kita lakukan," tegas Brigjen Widodo dihadapan seluruh prajuritnya melalui amanat Pangdam yang dibacakannya.

Selain itu, kata Kasdam, melalui proses instrospeksi tersebut, seluruh prajurit bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Utamakan berbuat baik kepada sekeliling, khususnya masyarakat," imbuhnya.

Tahun Baru Islam saat ini, kata Kasdam, merupakan salah satu momentum dalam memperkuat sekaligus memperbarui etos kerja yang selama ini menjadi kewajiban seluruh prajurit TNI-AD, khususnya di jajaran Kodam V/Brawijaya.

"Tingkatkan kedisiplinan, mantapkan etos kerja dan jalin terus kebersamaan bersama seluruh komponen bangsa," pintanya.

Selain dihadiri seluruh prajurit, berlangsungnya acara penyambutan Tahun Baru Islam itu, juga dihadiri oleh Kyai Haji Sholihin Yusuf sebagai penceramah, para Persit KCK PD/V Brawijaya dan beberapa pejabat teras di Makodam V/Brawijaya. dan

 

Surabaya (beritakota.net) Di rumah dinas Konsul Jenderal Jepang di Surabaya Selasa (19/9/2017) telah diadakan orientasi dan makan siang bersama untuk para penerima beasiswa pemerintah Jepang, Monbukangakusho/MEXT (Ministry of Education, Culture, Sport, Science and Technology) tahun anggaran 2017.

Penerima beasiswa ini dengan berbagai program yakni Japanese Studies, Teacher Training, S-1, Research Student, S-2 dan S-3 melalui rekomendasi universitas di Jepang serta program training jangka panjang JICA "Innovative Asia 2017".

Mereka akan menempuh study di Jepang sejak bulan September dan Oktober tahun ini. Orientasi ini dihadiri 28 penerima beasiswa tersebut yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur antara lain : Surabaya, Malang, Jember dan lain-lain.

Pada pembukaan acara, Konsul Jenderal Masaki Tani memberikan kata sambutan yang mengatakan sangat bersuka cita karena banyak penerima beasiswa berasal dari Jawa Timur.

Sebelum berangkat ke Jepang mungkin banyak kekhawatiran, namun dengan nasehat-nasehat dari para senior yang berbagi pengalaman dalam orientasi ini bisa menepis kekhawatiran tersebut dan berangkat dengan tenang.

''Saya harap anda sekalian dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya di Jepang serta berperan aktif sebagai jembatan penghubung Jepang-Indonesia," katanya.

Setelah itu, para penerima beasiswa memperkenalkan diri masing-masing dan sambil menikmati makan siang, 2 anggota Persada (Perhimpunan Alumni Dari Jepang) Ibu Maretaningtias Dwi Ariani, drg, M.Kes.Ph.D dan Ibu Karina Erda S.KG, keduanya dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Airlangga, alumni Universitas Hiroshima memberikan orientasi tentang kehidupan dan kiat-kiat study di Jepang serta berbagi pengalamannya selama study di Jepang.

Dengan demikian para peserta orentasi bisa tersenyum puas karena pertanyaan-pertanyaan yang dikhawatirkan mereka sebelum berangkat sudah terpecahkan bahkan hubungan persahabatan di antara mereka pun semakin akrab. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pasar tradisional yang dikelola oleh PD Pasar Surabaya selalu diidentikkan dengan kondisi kumuh, berbau dan becek. Hal ini kemudian menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan beberapa praktisi dari UNAIR dan ITS untuk mentransformasikan Pasar Surabaya masa depan.

Prof. Dr. Djoko Mursinto selaku Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) mengatakan, pasar tradisional yang selalu diidentikkan kumuh, bau dan becek disebabkan banyaknya kesalahan yang dilakukan pengelolaan manajemen dari pengelola PD Pasar.

Kesalahan ini, lanjut Djoko, terletak pada manusianya, bukan pada sistem yang ada di dalamnya atau yang biasa disebut dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi). Baginya, pengelola harus memiliki jiwa wiraswasta yang inovatif dan kreatif, tidak hanya sekedar menjalankan apa yang tertuang dalam Tupoksinya

"Tugas pengelola tidak hanya menarik retribusi dan menyewakan tempat untuk berjualan saja, tetapi juga harus mampu memikirkan cara untuk bisa meramaikan pasar," kata Djoko saat jumpa pers di kantor bagian Humas pada Rabu, (20/9/2017).

Menurut Djoko, transformasi yang harus dilakukan adalah meramaikan pasar. Artinya, pihak pengelola harus mampu mencari sumber pendapatan lain diluar retribusi pasar dan penyewaan stan. "Ada ruang-ruang tertentu yang dapat disewakan untuk iklan dan pameran yang akan mendatangkan pendapatan dari PD Pasar, memang saat ini sudah dilakukan namun pengelolaannya masih belum profesional," jelasnya.

Selain meramaikan pasar, transformasi lain yang dapat dilakukan pengelola pasar adalah mengembangkan pasar. Artinya, tidak hanya menjadikan pasar sebagai tempat untuk berbelanja melainkan juga sebagai tempat rekreasi yang tentunya harus bersih, terang dan tidak kumuh seperti kondisi saat ini.

"Kondisi pasar yang saya sebutkan di Jawa Timur ada di pasar tradisional Kota Malang yang kebersihannya terjaga dan lampunya terang benderang, dengan kondisi yang sedemikian rupa tidak dipungkiri akan muncul ikon-ikon tertentu yang dapat ditonjolkan berkaitan dengan Kota Surabaya seperti gantungan kunci Suro Ing Boyo," urai Djoko.

Disampaikan Djoko, tidak hanya pembenahan secara fisik tetapi juga pembenahan terhadap pengelola pasar yang tidak hanya diperuntukkan kepada direksi, melainkan juga kepada manajemen menengah yakni kepala pasar juga harus terlibat dalam pembenahan ini. Sebab baginya, unutk mewujudkan perubahan pasar surabaya masa depan, kepala pasar diharuskan untuk berani mengambil keputusan dengan segala macam risiko serta memiliki pemikiran yang visioner.

"Merekalah yang memegang kekuasaan terbesar terhadap maju atau tidaknya pasar, mereka juga yang mengetahui persis kondisi pasar mulai dari penjual, pembeli, serta lingkungan sosial yang menguasainya," pungkas pria berambut putih tersebut

Drs. Kresnayana Yahya selaku Pakar Statistik Universitas Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menuturkan, keberadaan pasar tradisional tidak akan surut. Sebab, kebutuhan pasar masih sangat diperlukan. "Ada 120 ribu usaha kecil makanan minuman yang perlu kulakan harian, belum lagi hotel, resto dan kantin (HOREKA) yang masih memerlukan pasar," ujar Kresna.

Adapun cara agar bisa mewujudkan pasar Surabaya masa depan diantaranya, dengan membuat pasar pasar tematik yang mampu terintegrasi dengan kebutuhan wilayah perumahan, menjadikan pasar sebagai "show room" kultur, asal usul dan pertemuan kultural serta membuat pasar yang sifatnya spesifik. "Pasar spesifik yang dimaksud adalah setiap pasar fokus menjual buah, sayur, daging, ayam, telur sampai kebutuhan spesifik seperti empon empon dan bahan jamu," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, drs. Khalid berharap pihak manajer atau direktur PD Pasar yang baru dapat memahami tata cara pengelolaan pasar supaya transformasi pasar surabaya masa depan dapat segera terwujud.

"Calon pemimpin pasar harus mengerti mulai dari manajemen aset, kemudian bekerja berdasarkan waktu jadi ada batas waktu kalau bekerja, mampu menghier seluruh elemen pelayan publik, dan mampu melayani masyarakat dengan baik melalui bisnisnya tersebut," imbuhnya. and.dan

 

Page 3 of 787