beritakota.net

beritakota.net

Surabaya (beritakota.net) Masa tenang pemilihan Gubernur Jawa Timur menyisahkan waktu 5 hari lagi. Pengurus Anak Cabang (PAC) Kecamatan Bulak memaksimalkan sisa waktu menjelang masa tenang kampanye  dalam Pilgub Jatim 2018.

Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyampaikan, kegiatanvyang dilakukan oleh PAC Bulak ini dalam upaya memaksimalkan lima hari menjelang masa tenang Pilgub Jatim. "Ya ini momen yang kami maksimalkan menjelang masa tenang Pilgub 27 Juni mendatang," tuturnya.

Sisa 5 hari lagi masa tenang, jadi masih ada waktu untuk melakukan kegiatan. Lanjut dia, kebetulan bulan ini merupakan bulan ramadhan. Momen ramadhan ini kami isi dengan kegiatan silaturohim dan konsolidasi pengurus PAC kecamatan Bulak dan PAC di Dapil III beserta pengurus anak ranting, sambung Whisnu, saat diwawancarai awak media, Minggu (10/6) dirumah kediaman Anggota DPRD Kota Surahaya, Riswanto, S.Kom, M.I.Kom ini.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan eekaligus Ketua DPRD Kota Surabaya Ir. Armuji, MH dan seluruh pengurus PAC dan anak ranting khusunya di Kecamatan Bulak hadir dalam acara Silaturohim dan konsolidasi untuk penenangan paslon Gus Ipul - Mbak Puti dalam Pilgib Jatim.

Tampak juga seluruh pengurus RW dan RT kecamatan Bulak turut hadir dalam acara tersebut.

Sementara ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Riswanto,S.Kom, M.I.Kom menegaskan, acara silaturohimcdan huka bersama ini sekaligus konsolidasi untuk pemenangan suara paslon Gubernur Jatim Gus Ipul - Mbak Puti.

"Ya, ini acara silaturohim bersama seluruh pengurus PAC dan anak ranting kecamatan Bulak dan pengurus PAC dan anak ranting di Dapil III," papar Riswanto.

Ditambahkan Riswanto, menjelang masa tenang kampanye kami adakan kegiatan ini, sekaligus konsolidasi pada semua pengurus PAC PDIP di Kecamatan Bulak, tukas pria yang gemar olah raga bola ini. and

 

Surabaya (beritakota.net) Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri peringatan 73 tahun Pancasila dan 117 Tahun lahirnya Bung Karno di Kantor Pos Pusat jalan Kebon Rojo, Surabaya.

Acara yang digagas PT Pos Indonesia, APRI dan Komunitas Jas Merah dengan tema, Pancasila: Keberagaman dan Toleransi membahas falsafah Pancasila yang dicetuskan Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno dalam kehidupan bernegara maupun terhadap sesama.

Hadir pada acara tersebut, Wakil Ketua MPR Indonesia Ahmad Basarah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana, Anggota DPR sekaligus Ketua Komunitas Jas Merah, Rieke Diah Pitaloka, Kepala Arsip Negara Indonesia (ANRI) Mustari Irawan dan Eddi Santosa selaku Direktur Keuangan dan Umum PT. Pos Indonesia.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, bertepatan dengan peringatan lahir pancasila dan lahirnya Bung Karno, Kota Surabaya sempat mengalami peristiwa duka yang terjadi beberapa waktu lalu.

Namun pasca kejadian itu, dirinya merasa bahwa itulah kepercayaan falsafah Pancasila warga Surabaya sedang diuji. "Kalau kita semua memahami pancasila, tidak mungkin orang tega melakukan hal semacam itu. Sebab, dasarnya pancasila menciptakan kerukunan dan kedamaian antar sesama manusia serta mensejahterakan warganya," ujar Wali Kota Risma seusai acara, (6/7/2018).

Wali Kota Risma juga menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya akan terus menjalankan kelima butir pancasila, utamanya dalam mensejahterakan kehidupan warganya. Salah satu konkret nyata yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya dengan memberikan pelayanan dan pendidikan secara gratis kepada seluruh warganya.

"Saya akan terus menjalankan apa yang ada di dalam pancasila karena itu sungguh mulia," ungkapnya diiringi tepuk tangan.

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengapresiasi acara yang digagas Komunitas Jas Merah, APRI dan PT Pos Indonesia. Sebab, kata Dia, penting mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa acara ini merupakan cara untuk melawan lupa dari upaya untuk membuat Bangsa Indonesia yang sedang mengalami amnesia sejarah.

"Amnesia sejarah terhadap ideologinya, amnesia sejarah terhadap tokoh-tokoh bangsanya," ujar Basarah seusai acara.

Jadi, lanjut Basarah, tidak bisa generasi muda itu menerima pancasila taken for greanted tanpa ada upaya dari pemerintah sendiri untuk menggelorakan pancasila.

Oleh karenanya, pada kegiatan memperingati 73 tahun hari lahir Pancasila sekaligus memperingati 117 tahun lahirnya penggali pancasila merupakan salah satu upaya untuk menjaga memori kolektif Bangsa Indonesia.

"Sebab kalau generasi muda sudah lupa dengan tokoh-tokoh bangsanya dan justru mengidolakan tokoh-tokoh bangsa lain akhirnya falsafah yang diikuti adalah tokoh-tokoh dari bangsa lain itu," ungkapnya.

Anggota fraksi PDIP itu pun, mengajak tokoh-tokoh bangsa, pemimpin dari semua lembaga negara dan pemerintahan agar memberikan teladan kepada generasi muda dengan cara menghormati dan melestarikan hal-hal yang telah dilakukan para tokoh bangsa Indonesia terdahulu.

"Acara hari ini adalah kegiatan untuk melawan lupa agar bangsa ini tidak lupa dengan tokohnya dan mengenal siapa jati dirinya sendiri," tandas pria berkacamata tersebut. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mendapat kunjungan dari Tim Evaluasi Nasional Kota Layak Anak (KLA). Tim juri yang berjumlah lima orang tersebut, mengawali kunjungannya dilapangan dengan mendatangi sejumlah tempat di Surabaya.

Seperti Puspaga, CC Room 112, dan Koridor Co-Working Space. Kunjungan tersebut dalam rangka penilaian dan verifikasi lapangan lomba Kota Layak Anak tahun 2018.

Kemudian, penilaian dilanjutkan pada hari Kamis, (07/06) dengan penilaian paparan langsung dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, bagaimana selama ini Pemkot Surabaya menangani permasalahan anak di Surabaya. Dalam kesempatan ini, juga dihadiri oleh Forpimda Kota Surabaya, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Surabaya dan Camat.

Dihadapan Tim Juri, Wali Kota Risma menyampaikan berbagai upaya Pemkot Surabaya dalam menjadikan Kota Pahlawan, menjadi kota yang layak terhadap anak.

Mulai dari menyediakan berbagai fasilitas untuk anak-anak, hingga bagaimana menyelesaikan masalah anak-anak yang mengalami kasus hukum.

"Kita punya berbagai fasilitas untuk menampung anak-anak menyalurkan hobinya, dan berbagai fasilitas pendukung untuk sekolah mereka. Kita punya Taman Baca Masyarakat (TBM), Broadband Learning Center (BLC), rumah bahasa dan berbagai fasilitas olahraga di Surabaya," kata Wali Kota Risma, saat menyampaikan paparan di hadapan Tim Evaluasi Kota Layak Anak, bertempat di rumah kediaman, Kamis, (07/06/18).

Wali Kota Risma mencontohkan, Pemkot Surabaya melalui DP5A juga mempunyai Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di gedung Siola.

Di Puspaga, warga Surabaya bisa melakukan konsultasi seputar masalah keluarga hingga konsultasi bagi pasangan yang akan menikah (Pra-nikah).

"Pemkot juga mendorong anak-anak muda untuk aktif di Karang Taruna, yang tersebar di 154 kelurahan di Surabaya," paparnya.

Selain itu, lanjut ia, Pemkot Surabaya juga memiliki tempat khusus yang bertujuan untuk menampung anak-anak Surabaya yang tersandung dengan berbagai kasus hukum.

Menurut ia, penempatan anak-anak tersebut diperlukan untuk memberikan pembinaan kepada mereka agar bisa berubah dan tidak mengulangi perbuatannya. "Kami juga memiliki shelter khusus untuk anak-anak yang memerlukan penanganan khusus," terangnya.

Sekitar 1 jam lebih, Wali Kota Risma menyampaikan paparannya dihadapan Tim Juri, tentang bagaimana keberhasilan Kota Surabaya dalam menjadikan kota metropolitan yang ramah terhadap anak-anak.

Seorang Pakar Anak dari Ketua Tim Evaluasi Kota Layak Anak (KLA) Hamid Patilima memberikan apresiasi positif kepada Wali Kota Risma atas keberhasilannya dalam penanganan yang telah dilakukan kepada anak korban jaringan teroris. "Menurut saya ibu telah sukses untuk mengatasi itu," ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan dari para tamu undangan.

Menurut Hamid, salah satu kota yang menempati urutan utama Kota Layak Anak baru Surabaya dan Surakarta pada tahun 2017. Ia berharap Kota Surabaya bisa menularkan ke kota-kota lain, tentang bagaimana keberhasilan Surabaya menjadi Kota Layak Anak.

"Dokumen-dokumen ini harapannya nanti ada di kantor wali kota. Dan pada saat ada orang yang ingin belajar di Surabaya, setiap indikator yang dicapai oleh Surabaya, kemudian akan menyebar ke seluruh Indonesia," pesannya.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi menambahkan dalam analisanya, ia mencatat ada tiga hal yang membuat Surabaya lebih unggul dari kota-kota lain.

Strategi Tri Pusat Pendidikan yang telah diterapkan oleh Pemkot Surabaya, yang dimulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat dianggap sangat efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan Surabaya.

"Saya pikir ketiga-tiga pilar itu diperkuat, saya yakin anak-anak kita akan menjadi anak-anak yang luar biasa," tutupnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Jelang datangnya libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2018, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan beberapa langkahdalam menjaga suasana Kota Surabaya agar tetap kondusif dan aman.

Selain itu, pemkot telah memberikan imbauan kepada warganya dengan mengeluarkan surat edaran kepada 31 kecamatan dan lurah-lurah untuk mengajak bersama-sama menjaga suasana kondusifitas Kota Surabaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan dalam menyambut datangnya libur panjang selama lebaran, Pemkot Surabaya telah menyiapkan beberapa langkah dalam rangka mengamankan Kota Surabaya. Yang pertama, pihaknya telah meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Surabaya, untuk mengamankan kantornya terlebih dahulu.

"Kita punya aplikasi E-piket yang dikelolah oleh BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Ini untuk memastikan bahwa di kantor itu aman," kata dia, saat menggelar jumpa pers di kantor bagian Humas Pemkot Surabaya, Rabu, (06/06/18).

Kedua, lanjut Eddy, langkah yang dilakukan adalah semua kendaraan dinas, kecuali kendaraan operasional. Nantinya semua kendaraan dinas akan ditempatkan (parkir) di Taman Surya, Jimerto dan Siola. "Hingga tanggal 20 Juni tidak boleh ada satu kendaraan dinas pun yang digunakan, apalagi dibuat untuk mudik lebaran," katanya.

Yang ketiga, lanjut Eddy, akan dilaksanakan apel persiapan jelang libur lebaran pada Hari Jum'at, (08/06) pada pukul 16.00 WIB, dalam rangka menyamakan dan memberikan semangat kepada semua jajaran, baik dari jajaran pemerintah kota, kepolisian maupun TNI.

"Insya allah nanti hari Jum'at (08/06), akan kita laksanakan apel lebaran dan libur cuti bersama. Apel keamanan itu, nanti akan dipimpin langsung oleh Ibu Wali Kota," Ujar Eddy.

Disamping itu, pihaknya juga mengintruksikan kepada seluruh warga Surabaya dengan memberikan beberapa tips aman saat akan meninggalkan rumah.

Adapun beberapa tips aman tersebut Eddy menuturkan, pertama agar warga mengunci pintu dan jendela rumah saat akan meninggalkan rumah. Kedua, warga diharapkan menyalakan lampu di beberapa bagian rumah.

"Jika punya dana lebih, optimalkan alarm dan CCTV. Cabut seluruh peralatan rumah, mulai gas kompor, pompa air, dan peralatan listrik yang tidak digunakan," urainya.

Selanjutnya, Eddy mengimbau kepada masyarakat agar menitipkan hewan peliharaan ke tempat penitipan atau orang yang dapat dipercaya. Jika di lingkungan ada petugas keamanan, lanjut ia, masyarakat diharapkan memberikan informasi rencana mudik kepada petugas keamanan di wilayah.

"Yang terakhir yakni, sebelum meninggalkan rumah laporkan kepergian anda kepada ketua RT/RW serta tetangga terdekat," imbuhnya.

Disampaikan Eddy, bahwa untuk tahun ini, pelaksanaan takbir keliling di Kota Surabaya akan ditiadakan, hal ini untuk mengantisipasi adanya kecelakaan lalu lintas dan untuk menjaga ketertiban Kota Surabaya. Selain itu, menurutnya, selama libur lebaran pihaknya juga akan melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah.

"Nanti takbir keliling akan difokuskan di masjid-masjid. Nanti kami juga akan dibackup teman-teman dari kepolisian dan TNI, untuk pengamanan tempat-tempat ibadah," kata Eddy.

Menyambut libur panjang selama lebaran, pihaknya juga akan mengoptimalkan layanan 112, dengan melakukan penambahan pada shift kerja. Selain itu, posko terpadu yang berada di barat, timur, selatan dan utara akan terus bersiaga penuh selama 24 jam.

"Kita sekarang tambah satu posko di eks Kantor Kecamatan Dukuh Pakis, untuk membackup di daerah-daerah yang dianggap rawan, seperti jalan Mayjend Sungkono dan Lontar," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan menambahkan dalam menyambut datangnya libur panjang selama lebaran, dan mengantisipasi adanya kemacetan di beberapa titik Kota Surabaya, Dishub Surabaya telah menyiagakan penuh jajarannya, dengan menyiapkan beberapa lokasi parkir untuk mengantisipasi kemacetan kota.

"Kami mengantisipasi kemungkinan kebutuhan ruang parkir yang kurang seperti di KBS (Kebun Binatang Surabaya), Kenjeran, dan mall-mall di Surabaya" kata dia.

Disamping itu, untuk mengantisipasi adanya kecelakaan selama lebaran, pihaknya juga akan melakukan ram cek pada angkutan mudik. Hal ini bertujuan untuk menjamin keselamatan masyarakat saat akan melakukan perjalanan.

"Nanti (kendaraan) ada stickernya yang telah dilakukan ram cek. Setiap kendaraan yang keluar dari terminal dalam kondisi layak jalan, Jadi kita ingin menjamin keselamatan penumpang," pungkasnya. and.dan

 

Page 2 of 865