beritakota.net

beritakota.net

Gresik (beritakota.net)- Komunitas Wartawan Gresik (KWG) Peringati Hari Pers Nasional (HPN) dengan kegiatan konkret peduli dan membantu masyarakat Gresik, yaitu diantaranya adalah santunan anak yatim dan donor darah serta menyantuni korban banjir juga kegiatan khataman al Qur'an ikut semarakkan HPN KWG. 

"Pagi ini khataman al Qur'an di sekretariat KWG nanti abis Jum'atan dilanjutkan acara tasyakuran resepsi HPN KWG dengan penyerahan santunan anak yatim", ujar Ketua HPN KWG 2018 Masduki, Jum'at (9/2). 

Dikatakan Masduki acara HPN KWG untuk lebih care pada masyarakat Gresik agar jurnalis tidak sekedar menulis, tapi juga bisa berbuat kemanfaatan masyarakat dengan berbagai kegiatan tersebut. 

Hal yang sama ditambahkan penasehat KWG Agus Adi Santoso HPN KWG tahun ini dikemas melalui kegiatan yang diharapkan bisa membawa manfaat untuk masyarakat Gresik.

"Dus kegiatan HPN itu dari KWG Gresik untuk manfaat masyarakat Gresik", ujar Sani sapaan akrab Adi Agus Santoso ini. 

Sementara itu Ketua KWG Sugiono berharap masyarakat Gresik bisa merasakan manfaat kegiatan HPN KWG yang peduli dan memiliki sense of belonging pada warga Gresik, hal ini mengingat sebagai insan pers saling meningkatkan kepedulian sesama.

"HPN jamannow harus peduli, jangan sampai kita wartawan tidak punya kepedulian kepada masyarakat, ini penting bagi KWG makanya kita gelar HPN KWG dengan kegiatan konkret, jadi HPN tidak dengan kegiatan glamor di luar kota Gresik misalnya yang justru itu tidak bermanfaat buat warga Gresik", papar Sugik panggilan biasa Sugiono dari Surya ini. Yan

 

 

Gresik (beritakota. net)- Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto rela menjadi supir, ketika mengantar Pejabat Pemkab Gresik yang purna tugas.
 
Sambari yang duduk dibelakang kemudi didampingi Kepala BPPKAD Gresik Andhy Hendro Wijaya mengendarai jeep terbuka warna kuning bernomer Polisi S 1697 AQ. Mereka mengantar langsung mantan Kepala BPPKAD Yetty Sri Suparyati  bersama suami yang berdiri dibelakang. Turut mengantar rombongan Karyawan Pemkab Gresik mengikuti dari belakang.
 
Dibelakangnya, Wakil Bupati Gresik Dr. Mohammad Qosim mengendarai jeep warna kuning bernomor polisi W 1891 AK didampingi Kepala Bapelitbangda, Tugas Husni Syarwanto mengantar Bambang Sugati. Mantan Asisten III yang juga purna Tugas menaiki jeep yang dikemudikan Wabup Qosim.
 
Sedangkan Bambang Isdianto, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang yang juga purna tugas menaiki jeep terbuka warna abu-abu yang diawaki oleh Sekda Gresik, Djoko Sulistiohadi menuju Gerbang kantor Bupati Gresik. Selanjutnya kedua Pejabat yang rumahnya di luar kota tersebut akan diantar oleh rombongan karyawan Pemkab Gresik menuju rumah masing-masing.  
 
Sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati Gresik beserta segenap Pejabat Pemkab Gresik melakukan Prosesi pelepasan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Rabu (7/2/2017). Acara yang diikuti oleh segenap karyawan Pemkab Gresik ini banyak bertabur hadiah.
 
Selain Bupati dan Wabup, tampak hadiah juga diberikan dari perwakilan Dinas, Badan, BUMD serta beberapa OPD. Mereka memberikan hadiah kepada 3 orang pejabat yang purna tugas tersebut. Tampak dari dari raut ke 3 pejabat tersebut memancarkan wajah haru.  
 
Untung saja, Kepala Bapelitbangda Tugas Husni Syarwanto menetralisir keharuan tersebut dengan joke joke segar. Bahkan Pejabat yang sebentar lagi juga memasuki usia pension ini membawakan acara semacam fragmen, dengan menyelipkan humor-humor segar. Jadilah keharuan itu berbah menjadi ger geran yang panjang.
 
Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto menyatakan terima kasih atas pengabdiannya selama ini.
"Kami banyak melakukan pembangunan, kami banyak mendapat penghargaan dan Gresik berubah seperti sekarang ini karena peran anda. Banyak sekali kenangan bersama anda yang sulit kami lupakan. Semoga Allah memberikan balasan yang setimpal” ujar Bupati Sambari saat memberi sambutan.
 
Sementara itu Wabup Qosim juga menyampaikan terima kasih kepada ketiga pejabat yang telah memasuki Purna Tugas. Qosim juga menyatakan bahwa ketiganya telah lulus. “Semoga dengan setelah lulus ini, ketiganya bisa lebih banyak berkiprah di masyarakat dan tentunya lebih meningkatkan ibadah” ujar Qosim.
 
Hal yang sama Sekda Gresik, Djoko Sulistiohadi melalui kabag humas Suyono mengatakan, tiga Pejabat yang memasuki purna tugas ini masing-masing Bambang Sugati mantan Asisten III adalah Pejabat yang memulai karir pada 1 Maret 1985 dengan 14 jabatan struktural mulai eselon IV sampai eselon IIB masa kerja 33 tahun.
 
Bambang Isdianto, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ini memulai karir PNS pada 12 Mei 1998 dengan masa kerja 20 tahun menjalani 10 jabatan struktural. Sedangkan Mantan kepala BPPKAD, Yetty Sri Suparyati memulai karir PNS pada 1 Nopember 1989 selama 29 tahun dengan 13 jabatan Struktural. Yan

Gresik (beritakota. net)- Satu-satunya di Jawa Timur hanya Kabupaten Gresik yang telah melaksanakan Penandatanganan perjanjian kinerja tahun 2018 antara Bupati dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Biro Organisasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Budy Supriyanto saat memberikan materi pada kegiatan tersebut yang berlangsung di Ruang Mandala Bakti Praja, Selasa (23/1/2018).

“Ini sebuah konsekwensi yang luar biasa dalam pertanggungjawaban antara pemberi amanat yaitu Bupati Gresik dan penerima amanat yaitu para Kepala OPD di jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik” ujarnya memuji upaya Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto yang telah serius dalam rangka peningkatan akuntabilitas kinerja instansi Pemerintah Kabupaten Gresik.

Usai MoU, Bupati menyampaikan pihaknya bersama tim anggaran sudah sangat hati-hati dalam melaksanakan dan menjalankan pemerintahan ini sesuai peraturan perundangan.

“Kami berharap penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) diukur dari tingkat kesejahteraan masyarakat” ungkap Sambari.

Dikatakan Sambari beberapa hari sebelum pelaksanaan penandatanganan ini, pihaknya memimpin langsung Rapat Pimpinan Khusus bersama tim anggaran dan Kepala OPD untuk memberikan evaluasi setiap program yang diajukan oleh OPD. Disana Bupati mengaku menguji dan mengevaluasi semua program yang diajukan OPD dengan pemaparan dari para Kepala OPD masing-masing.

“Saya telah banyak melakukan rasionalisasi untuk efisiensi pada setiap program dan anggaran yang diajukan oleh OPD. Saya jamin pelaksanaan semua program ini tidak akan devisit, kecuali ada force majeure “ lanjut bupati dua periode ini.

Sementara Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik, Suyono menambahkan pada penyusunan program tahun 2018 ini Bupati mengawal langsung sejak mulai perencanaan dan penganggaran.

“Pada kegiatan Rapat Pimpinan Khusus selama 13 hari Bupati menghadirkan seluruh kepala OPD beserta pembantunya. Disana mereka disuruh memaparkan program yang telah disampaikan. Bupati banyak mengevaluasi dan merevisi anggaran bahkan menambah program yang dianggap perlu untuk dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat” terangnya. yan

Gresik (beritakota.net) - Pemkab Gresik membanggakan melalui Bupatinya  Sambari Halim Radianto menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat nilai BB dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur. Penghargaan ini diserahkan di Bali Nusadua Convention Centre, Rabu (31/1/2018).

Selain memberikan penghargaan, Menpan-RB juga menyerahkan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP).

Usai menerima penghargaan, Bupati menyampaikan terima kasih dan bangga atas nilai BB yang telah diraih oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik pada tahun 2018. "Kami sangat berterima kasih kepada semua jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan masyarakat yang membantu kami dalam bekerja, sehingga tahun ini kami memperoleh nilai BB," ujarnya.

"Tahun sebelumnya kita hanya mendapat nilai B. Nilai BB kali ini berarti ada peningkatan setingkat dari tahun sebelumnya," sambung Bupati.

Menurut Bupati keberhasilan Pemkab Gresik dalam meraih nilai BB tersebut adalah berkat kerja keras bersama. Adanya komitmen bersama dalam peningkatan akuntabilitas kinerja pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mulai dari tingkat desa, kecamatan, perangkat daerah, sampai tingkat Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Gresik.

"Kami semua di jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik sangat serius dalam rangka peningkatan akuntabilitas kinerja. Konsekuensinya, kami bertanggungjawab penuh dalam pelaksanaan pemerintahan. Makanya saya memimpin langsung Rapat Pimpinan Khusus (RPK) bersama tim anggaran dan Kepala OPD untuk memberikan evaluasi setiap program yang diajukan oleh OPD. Kami menguji dan mengevaluasi semua program yang diajukan OPD," terangnya.

Nilai BB yang didapat saat ini menandakan Pemkab Gresik telah memiliki sistem manajemen kinerja yang lebih baik dan dapat diandalkan. Seluruh aspek dokumentatif telah terpenuhi. Kualitas indikator kinerja telah berorientasi pada hasil. Pimpinan tinggi instansi pemerintah telah menunjukkan kinerjanya dan melibatkan langsung dalam proses manajemen kinerja.

"Prestasi dengan nilai BB kali ini sangat berguna untuk terus memacu kami. Insya Allah tahun depan akan ada perbaikan kinerja maupun akuntabilitas. Sehingga nilai puncak yaitu nilai A bisa kita raih," harap Bupati optimis.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Kng. Djoko Sulistiohadi yang ikut mendampingi Bupati. "Semakin bagus nilainya, maka semakin efisien penggunaan anggaran terhadap hasil yang didapat dan dirasakan oleh masyarakat. Ke depan kami akan memacu agar efisiensi ini semakin baik serta nilai yang didapat semakin baik pula," ungkapnya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Suyono menambahkan bahwa prestasi ini dibarengi dengan peningkatan akuntabilitas, di antaranya penyempurnaan dokumen perencanaan.

"Di sini Bupati banyak melakukan rasionalisasi untuk efisiensi pada setiap program dan anggaran yang diajukan oleh OPD, sehingga ada pengurangan sebesar 31 persen dari kegiatan yang tak punya kontribusi terhadap program prioritas Bupati. Bahkan pada APBD tahun 2017, Bupati telah berhasil menghemat anggaran sebesar Rp 153 miliar yang dikembalikan dalam bentuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa)," paparnya. Yan

Page 2 of 822