beritakota.net

beritakota.net

Surabaya (beritakota.net) Partai Demokrat Surabaya diperintahkan untuk merebuit kembali kemenangan dalam Pemilu 2019 nanti. Pada pemilu 2009 di Surabaya Partai Demokrat sempat mendominasi peta politik dengan raihan 16 kursi.

Perintah ini disampaikan Wakil Ketua Bidang OKK DPD Partai Demokrat Jatim Agus Dono Wibawanto  kepada jajaran DPC Demokrat Surabaya  saat yang hadir pada gelar Musyawarah Anak Cabang(Musancab) serentak Partai Demokra Surabaya, Minggu (6/52018).

"Harapannya adalah Surabaya bisa menjadi lokomotif bagi pergerakan partai. Karena Surabaya adalah barometer nasional. Jadi siapapun yang jadi Ketua DPAC harus bisa menyentuh langsung masyrakat di akar rumput," ujar Agus Dono yang juga anggota DPRD Jatim itu.

Memang untuk memperisapkan kader Demokrat dalam Pemilu 2019 dan Pilkada 2018 , DPC  Partai Demokrat Surabaya menggelar Musancab serentak bertempat di secretariat DPC, jalan Sumatra.

Pada kesempatan itu juga Agus Dono menegaskan agar semua elemen Partai Demokrat Surabaya untuk bisa  merangkul mayarakat di semua lapisan, seperti telah dicanangkan Ketua Umum partai Demokrat Susilo Bambang yudhoyono dan ketua DPD Demokrat Jatim Soekarwo.

"Mereka juga harus bisa merangkul masyarakat yang peduli dengan Partai Demokrat untuk bisa menjadi saksi. Ini penting bagi kejayaan Partai Demokrat yang pernah jadi juara di Kota Surabaya," pungkas pria yang akrab disapa Gus Don ini.

Pada kesempatan itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya Dr.Ratih Retnowati mengatakan bahwa salah satu cara untuk mewujudkan kemenangan ini adalah dengan lebih memantapkan kader partai di tengah-tengah masyarakat.

"Untuk setiap ranting minimal punya 10 orang pengurus yang tersebar di masing-masing RW yang ada disana. Karena di level itu adalah ujung tombak bagi kemenangan Partai Demokrat, baik bagi Pilgub, maupun Pileg dan Pilpres 2019," kata Ratih.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini juga menegaskan bahwa keterlibatan anak muda di dalam tubuh kepengurusan partai juga menjadi salah satu langkah yang menjadi andalan bagi partai dengan logo mercy itu.

"Demokrat siap menggodok kader muda untuk bisa menjadi politisi handal. Mereka tidak akan hanya menjadi penggembira," tegasnya. and


Surabaya (beritakota.net) Ribuan pasang mata menjadi saksi kemeriahan Surabaya Vaganza yang digelar oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Surabaya ke-725.

Wali Kota Surabya Tri Rismaharini membuka dan memberangkatkan peserta Surabaya Vaganza dari Tugu Pahlawan depan Kantor Bappeprov Jatim, Minggu (6/5/2018).

Acara bergengsi yang sebelumnya diberi nama Parade Budaya dan Pawai Bunga itu diikuti oleh 83 peserta. Mereka berjalan beriringan dari Jalan Pahlawan hingga finish di Taman Bungkul.

Sepanjang perjalanan, ribuan warga menyemut menyaksimakn berbagai atraksi dan mobil hias yang diikuti oleh SKPD Pemkot Surabaya, BUMD Pemkot Surabaya, perguruan tinggi, instansi/perusahaan juga duta dari kota tetangga dan juga kota-kota dari luar provinsi dan luar pulau.

Selain menyaksikan di sepanjang rute Surabaya Vaganza, ribuan warga juga menyemut dan memenuhi area Taman Bungkul. Bahkan, delapan negara anggota Unicef, yaitu perwakilan dari Indonesia, Malaysia, Cina, Vietnam, Myanmar, Philipina, Thailand, dan Kamboja juga turut menanti kedatangan peserta Surabaya Vaganza itu di Taman Bungkul.

Mereka pun terlihat menyaksikan dengan seksama penampilan dan atraksi para peserta setelah tiba di depan Taman Bungkul. Sesekali Wali Kota Risma mengajak para perwakilan dari Unicef itu untuk foto bersama dengan peserta yang dinilai bagus hiasan bunganya.

Bahkan, ia juga sempat menari bersama dengan para peserta dari Papua yang kemudian diikuti oleh beberapa perwakilan Unicef. Wali Kota Risma juga tak canggung-canggung menyapa anak-anak yang menjadi peserta Surabaya Vaganza itu, termasuk salah satu anak yang menabuh drum band.

Bocah itu diberi kesempatan tampil di depan Wali Kota Risma dan para tamu undangan, dengan lihainya dia menabuh drum ban itu layaknya orang dewasa.

Berbagai penampilan dan atraksi dari peserta Surabaya Vaganza itu sangat diapresiasi oleh Unicef. Kepala Perwakilan Unicef untuk Indonesia, Gunilla Olson mengatakan semua penampilan dari peserta Surabaya Vaganza itu sangat bagus dan sangat fantastis. Dari acara ini, sangat terlihat jelas bahwa Bhinneka Tunggal Ika di Kota Surabaya benar-benar terwujud.

''Penampilannya sangat bagus dan fantastis. Ini sebuah gambaran bahwa Bhinneka Tunggal Ika benar-benar terjadi di Kota Surabaya. Bu Risma juga sangat patut dijadikan teladan di Indonesia ini, karena menunjukkan perhatian khusus kepada anak-anak, terutama anak-anak yang berpartisipasi menjadi peserta dalam Surabaya Vaganza ini,'' kata Gunilla setelah menyaksikan semua penampilan dan atraksi dari peserta Surabaya Vaganza.

Wanita asal Swedia itu juga memastikan masa depan Kota Surabayasangat cerah, terutama apabila memperhatikan anak-anak, terutama dalam pembangunan perekonomiannya. Sebab, mereka akan menjadi masa depan Surabaya di kemudian hari.

Sementara itu, Wali Kota Risma memastikan bahwa agenda Surabaya Vaganza itu akan menjadi agenda tahunan yang bisa dijual di luar negeri, sehingga akan menjadi destinasi wisata saat pelaksanaannya.

''Kami juga sengaja meminta semua kelompok dan komunitas yang terdiri dari berbagai suku dan etnis untuk ikut serta dalam Surabaya Vaganza ini, karena mereka juga tinggal di Surabaya,'' kata dia.

Menurut Risma, Kota Surabaya sudah memasuki usia yang ke 725 tahun. Usia tersebut tidaklah muda lagi. Pastinya, banyak hal yang telah dilewati, dimana banyak pejuang-pejuang lahir di kota ini. Di usia Surabaya yang sudah dewasa ini, Wali Kota Risma berpesan untuk selalu bersikap dewasa dalam menghadapi setiap permasalahan yang terjadi. Ia meminta untuk tidak egois dalam menghadapi permasalahan.

''Kota ini adalah kota perjuangan. Maka dari itu saya mohon kepada seluruh warga Surabaya untuk tidak boleh mengenal kata menyerah, dan putus asa. Dan tidak boleh lari kalau ada masalah. Mari kita hadapi dan selesaikan masalah secara bersama-sama,'' ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga berpesan untuk terus memegang teguh budaya gotong-royong, meskipun saat ini Kota Surabaya sudah menjadi Kota Metropolitan. Dengan budaya gotong-royong itu, maka Surabaya bisa membangun dan berpretasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
 
''Pada Bulan Juni nanti, Kota Surabaya akan mendapatkan penghargaan Lee Kwan Yeuw Award. Jadi, saya minta kepada warga Kota Surabaya untuk terus gotong-royong, karena itu menjadi pusaka yang menjadikan Kota Surabaya bisa sejajar dengan kota-kota lain di dunia,'' imbuhnya.

Ia juga berpesan, jika ada tetangga yang tidak bisa makan atau merasa kekurangan, warga diminta agar tidak merasa acuh dan egois. Setidaknya bisa disampaikan ke pihak terkait agar bisa diteruskan ke pemerintah kota. Karena Pemkot Surabaya telah menyiapkan berbagai program dalam upaya mensejahterahkan warganya.

''Selamat hari jadi untuk Kota Surabaya, dan selamat hari jadi untuk warga Surabaya yang saya cintai,'' pungkasnya. and.dan





Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi telah membuka agenda yang bertajuk Surabaya Health Season (SHS) 2018. Selama bulan Mei, seluruh institusi kesehatan di Surabaya, akan memberikan pelayanan dengan harga khusus (Diskon).

Agenda tahunan ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke 725. Turut hadir dalam pembukaan tersebut yakni, seluruh direktur rumah sakit, kader kesehatan, Danrem 084/Bhaskara Jaya, Ketua organisasi profesi kesehatan, perwakilan dari seluruh Puskesmas, rumah sakit, serta beberapa laboratorium klinik di Surabaya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan dengan dibukanya acara Surabaya Health Season (SHS) 2018, ia berharap agar kedepan seluruh instansi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium hingga apotek, semakin meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu bentuk pelayanan tersebut, selama bulan mei 2018, puluhan rumah sakit, klinik dan seluruh fasilitas kesehatan di Surabaya, akan memberikan pelayanan dengan harga khusus untuk pelayanan kesehatannya.

"Selama bulan Mei akan dilakukan diskon pelayanan kesehatan mulai tanggal 1 hingga 31 Mei 2018," kata Febria, saat membuka acara SHS yang bertempat di Taman Surya Surabaya, Sabtu, (05/05) pagi.

Disampaikan Febria, Institusi pelayanan kesehatan di Kota Surabaya siap untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya dengan memberikan akses berobat yang mudah kepada masyarakat. Di sisi lain, masyarakat Surabaya juga diimbau untuk membiasakan pola hidup sehat.

"Kami harapkan bapak ibu sekalian untuk melaksanakan kegiatan promotif, preventif. Bahwa pencegahan itu lebih baik dari pada kuratif (mengobati)," tuturnya.

Pada acara SHS tahun ini, sambung dia, pihaknya mengambil tema "Keselamatan Pasien Untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan". Artinya, ia ingin menyampaikan kepada seluruh instansi kesehatan di Kota Surabaya agar lebih mengedepankan pada keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Selain itu, ia juga berpesan kepada masyarakat Surabaya tentang pentingnya bagaimana mengatur pola hidup sehat.

"Marilah kita bersama-sama melakukan pencegahan untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat," imbuh perempuan berkerudung ini.

Warga Surabaya yang hadir dalam acara tersebut pun tidak menyia-nyiakan adanya pelayanan kesehatan gratis yang telah disiapkan oleh panitia. Terlihat beberapa antrian warga untuk mendapatkan fasilitas kesehatan, seperti cek gula darah, kolesterol dan indeks massa tubuh (Body Mass Index).

Berbagai hadiah menarik juga disiapkan oleh panitia untuk meramaikan acara pembukaan SHS pagi ini. Disamping itu, kehadiran para pelaku UKM yang berjajar di stand-stand yang telah disiapkan oleh panitia juga mampu menarik minat pengujung untuk hadir meramaikan pembukaan SHS 2018.

Sementara itu, Ketua Panitia Surabaya Health Season (SHS) 2018, Pudjo Hartono menambahkan, dengan dibukanya SHS 2018 ia berharap kedepan seluruh pelayanan fasilitas kesehatan bisa lebih mengedepankan keselamatan pada pasien dan terlebih untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada masing-masing institusi kesehatan yang ada di Surabaya.

"Saat ini pelayanan kesehatan di Surabaya sudah semakin bagus. Kita ada tim kendali mutu. Jadi setiap ada masalah yang tidak nyaman kita lakukan evaluasi," pungkas alumni Kedokteran Universitas Airlangga ini. and.dan

 

Surabaya (beritakotanet) Nama Kota Surabaya semakin terdengar gaungnya di kancah internasional. Hal ini dibuktikan dengan dijadikannya Kota Surabaya sebagai tuan rumah pertemuan tingkat Internasional Kota Layak Anak.

Acara ini digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama dengan United Nations Children's Fund (UNICEF) yang akan diselenggarakan pada tanggal 6-8 Mei 2018 di Hotel JW Marriot Surabaya.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan acara yang bertajuk Growing Up Urban Making Cities Safe and Sustanable for every child atau yang biasa disebut Kota Layak Anak ini akan dihadiri perwakilan dari 8 negara se-asia pasifik yang dikemas dalam bentuk diskusi untuk membahas visi para wali kota dalam membangun kota layak anak jangka panjang.

"Nantinya acara ini akan dibuka secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Hotel JW Marriot Surabaya pada hari Senin 7 Mei 2018," kata Hidayat, saat menggelar jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Jum'at, (04/05).

Disampaikan Hidayat, adapun rincian dari delapan Negara tersebut yakni, Indonesia, Malaysia, Cina, Vietnam, Myanmar, Philipina, Thailand, dan Kamboja. Totalnya sebanyak 100 orang yang akan hadir dalam acara tersebut. "Mereka yang hadir terdiri dari para wali kota dan didampingi oleh pejabat setempat," jelasnya.

Hidayat menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif bagi Kota Surabaya, khususnya akan berdampak pada peningkatan ekonomi bagi masyarakat Surabaya. Intinya adalah ketika mereka datang ke Kota Surabaya pasti akan menginap, dan secara otomatis income pendapatan hotel-hotel di Surabaya juga akan meningkat.

"Belum lagi restoran atau kuliner dan souvenir pasti juga akan laku. Dan lebih penting lagi Kota Surabaya akan lebih dikenal di kancah internasional," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Antiek Sugiharti menyampaikan inti pertemuan antar wali kota se-asia pasifik tersebut untuk berdiskusi secara langsung, saling tukar ilmu dan berbagi untuk mencari solusi dari problem-problem yang dialami setiap kota tentang kondisi anak di perkotaan.

"Hasil dari acara tersebut nanti akan ada deklarasi para wali kota. Kesepakatan untuk membangun kotanya khusus pro kepada anak," terangnya.

Menurut Antiek, kedatangan para tamu istimewa tersebut akan dimulai pada Sabtu, (5/5) mendatang. Dan pada hari Minggu (6/5) mereka akan mengikuti kegiatan Surabaya Vaganza untuk bersama-sama berkeliling Kota Surabaya. Kemudian malam harinya akan dilakukan welcome dinner bertempat di Balai Kota.

"Selanjutnya, pada Senin pagi (7/5), mulai pukul sembilan akan dimulai diskusi di Hotel JW Marriot dari pagi sampai sore hari," ujar perempuan yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya ini.

Lebih lanjut Antiek mengatakan, pada hari yang sama, malam harinya (7/5), mereka akan mengikuti acara mlaku-mlaku nang tunjungan yang diawali dengan menaiki perahu bersama untuk menyusuri sungai di sepanjang kalimas dan akan berakhir finish di depan gedung Siola.

"Kemudian, pada selasa (8/5) masih dilakukan pertemuan di Hotel JW Marriot, dan akan dilanjutkan dengan kunjungan di lapangan," urainya.

Adapun beberapa tempat yang akan dikunjungi oleh mereka antara lain, Antiek menjelaskan, Pusat Pengaduan Keluarga (Puspaga), Ruang Layanan Keluarga khusus untuk ABK, Co-Working Space, dilanjutkan dengan kunjungan ke kampoeng lawas Maespati. "Kemudian pada hari Rabu (9/05) mereka akan kembali ke negaranya masing-masing," pungkasnya. and.dan

 

Page 10 of 859