beritakota.net

beritakota.net

Surabaya (beritakota.net) Demi menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat, Tiga Pilar yang terdiri dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, TNI dan Kapolrestabes kembali melakukan pengamanan di Kota Pahlawan.

Kali ini sinergitas yang dibangun tiga pilar adalah revitalisasi himbauan KAMTIBMAS kepada RT/RW terkait wajib lapor tamu 1x24 jam.

Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Kapolrestabes Surabaya M, Iqbal, pejabat dari Polda Jatim, Korem 084 Bhaskara Jaya, perwakilan Dandim, Forum Pimpinan Daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Surabaya, Kepala Imigrasi kelas 1, para camat, lurah, ketua RT/RW, perwakilan pengelolaan rumah elit dan pengusaha.

Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Bambang Sukmo Wibowo dalam paparannya menyampaikan maksud dan tujuan revitalisasi himbauan KAMTIBMAS kepada RT/RW terkait wajib lapor tamu 1x24 jam.

Menurutnya, revitalisasi wajib lapor kembali digencarkan karena seiring perkembangan jaman, budaya wajib lapor perlahan-lahan tidak diterapkan sebagaimana mestinya oleh sebagian besar masyarakat kepada RT/RW. Akibatnya, tingkat kejahatan meningkat dan sulit untuk dideteksi sejak dini.

''Saat ini tingkat kepeduliaan masyarakat untuk melaporkan (individualisme) sangat memprihatinkan. Kesenjangan sosial yang menyebabkan rentang jarak interaksi antar warga, menurunnya rasa toleransi, rendahnya kesadaran hukum dari masyarakat dan masyarakat enggan berurusan dengan kepentingan orang lain,'' kata Bambang di Graha Sawunggaling Lt 6, Balai Kota Surabaya (5/9/2017).

Melihat hal itu, Polri akan melakukan beberapa strategi penanganan kejahatan dari pendekatan kejahatan yang cenderung bersifat represif (penindakan) menjadi penangan kejahatan yang lebih memprioritaskan pada pendekatan pre-emtif dan preventif (pencegahan).

''Dengan perubahan strategi ini, diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif untuk mendukung Kamdagri,'' imbuhnya.

Dirinya juga menegaskan perlu adanya sinergi antara Polri dengan Stakeholders (3 pilar) dan masyarakat agar mampu memecahkan akar persoalan kejahatan sehingga tercipta rasa aman dan nyaman untuk masyarakat dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

''Kemitraan Polri, masyarakat dan stakeholder dibutuhkan karena masyarakat setempat yang paling mengetahui dan merasakan berbagai persoalan kamtibmas di lingkungannya,'' jelas Bambang.  

Adapun solusi yang diberikan Polri dan tiga pilar terkait revitalisasi wajib lapor yakni melakukan sosialisasi secara intens kepada masyarakat, membangun persepsi tentang pentingnya melaporkan tamu kepada RT/RW setempat dan memberikan sanksi pidana bila diperlukan.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendukung adanya revitalisasi wajib lapor 1x24 jam kepada RT/RW yang diinisiasikan oleh Polri.

Baginya, program ini secara perlahan-lahan mampu mendeteksi segala bentuk kejahatan yang ada. ''Tidak hanya kriminalitas, tetapi terorisme juga kita deteksi sejak dini,'' ujar Risma.

Khusus untuk pendeteksian aksi terorisme, Risma berpesan kepada ketua RT/RW agar tidak mudah menandatangi surat ijin tinggal sementara di tiap-tiap kampung. Cara ini dinilai cukup untuk mendeteksi dini hal-hal yang mencurigakan.

''Kota ini ada batasnya, begitu pula dengan jumlah pekerja pasti ada batasnya. Kalau dibuka kota ini jadi tidak nyaman lagi,'' tegas Wali Kota sarat akan prestasi tersebut.

Sedangkan Kombespol M. Iqbal turut menambahkan terkait revitalisasi. Pihaknya berharap agar sosok RT/RW dapat mengetahui tindakan atau pergerakan individu yang mencurigakan dan merukunkan warganya.

''Ketika ada warga yang tidak wajib lapor, warga yang terdeteksi aneh dan lain sebagainya, peran RT/RW diminta untuk segera melapor kepada polsek atau danrem,'' pungkasnya.

Ke depan, pihaknya bersama tiga pilar akan terus melakukan optimalisasi di surabaya, sehingga tidak hanya mengentaskan program-program kota tetapi juga mengamankan masyarakatnya dari segala macam tindak kejahatan dan teroris agar tercipta situasi yang kondusif, aman, dan tentram.  

Di penghujung acara, Wali Kota Surabaya, kapolrestabes dan TNI memukul kentongan sebagai tanda dimulainya revitalisasi himbauan KAMTIBMAS tamu 1x24 jam Wajib Lapor RT/RW.

Acara kemudian dilanjutkan dengan  pemasangan stiker wajib lapor 1x24 jam di jalan gading RT 01 RW 09 kelurahan ketabang kecamatan genteng surabaya.  Pada kesempatan itu, tiga pilar didampingi ketua RT dan bu RW menyaksikan penempelan stiker di pos jaga dan pilar gapura. and.dan


Sampang (beritakota.net) Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Ke - 72 dan detik - detik Proklamasi 17 Agustus 2017 di Kabupaten Sampang di Pusatkan di Lapangan depan Pendopo Bupati Sampang dengan irup Komandan Kodim 0828 Kolenel Inf Indrama Bodi S.Pd.

Upacara yang berjalan dengan hitmat dan lancar tersebut juga diwarnai dengan persembahan - persembahan menarik dari Marcingband Gita Bahari dan Obade lagu - lagu perjuangan serta lagu Daerah.

Bupati Sampang H Fadhilah Budiono usai pelaksanaan upacar mengatakan menyampaikan bahwa dirinya tidak menjadi irup pada Upacara detik - Detik Proklamasi Kemerdekaan RI lantaran biar generasi muda tampil.

"Sederhana saja, saya sudah tua dan sudah sering menjadi Irup pada Upacara selama jadi Bupati terutama pada Upacara Hari Kemerdekaan ini,sudah waktunya bagi generasi muda untuk tampil makanya saya pasrahkan kepada Bapak Dandim untuk menjadi Irup pada Upacara Kemerdekaan ini," katanya.

Sementara Itu, Lanjut Fadilah, bahwa dirinya telah menjadi irup di Upacara Kemerdekaan RI di Lembaga Pemasyarakat Kelac II B Sampang.

"Disana saya selain sebagai irup juga menyerahkan remisi terhadap 79 warga binaan LP Sampang yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia,'' jelasnya.

Sementara Itu Komandan Kodim 0828 Sampang Kolonel Inf Indrama Bodi S.pd Menyampaikan rasa terima ksaih kepada Bupati Sampang.

"Beliau begitu sangat Menghargai Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA)," ucapnya.

Pada Peringatan HUT Kemerdekaan RI Forkopimda diberi tugas oleh Bupati Sampang pada setiap Rangkaian Kegiatan Upacara Kemerdekaan.

"Pada Malam Renungan di Taman Makam Pahlawan Kapolres yang di Wakili Oleh Wakapolres ditugas menjadi Irup, Sementara Saya Selaku Komandan Kodim 0828 bertugas Sebagai Irup pada Upacara Detik - Detik Proklamasi, sedangkan Kepala Kejaksaan Negeri Sampang ditugaskan sebagai Irup pada Penurunan bendera pada sore harinya," jelas Kolonel Inf. Indra Bodi S.Pd yang sudah Dua tahun menjadi orang nomer satu dilingkungan Kodim 0828 Sampang.

Dandim berharap dengan memperingati hari kemerdekaan ini masyarakat Sampang dapat mempertahankan kebergaman yang selama ini sudah terjalin.

"Ini dibuktikan bahwa Sampang sangat Kodusif rasa nasionalnya tumbuh dengan saling menghargai keberagaman tersebut," pungkasnya. gan

 

Surabaya (beritakota.net) Youtube meluncurkan program Creators for Change di Indonesia. Melalui program ini, anak usaha Google itu berharap bisa memunculkan kreator YouTube dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus memperbanyak persebaran konten video positif.

Setelah singgah dari beberapa daerah, kini youtube menyambangi sekaligus memberi pelatihan kepada anak-anak muda di koridor gedung Siola Lt. 3 Surabaya. Acara ini juga dihadiri oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Kepada anak-anak muda kreatif Surabaya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpesan agar anak-anak harus memanfaatkan pelatihan ini semaksimal mungkin. Sebab, baginya tidak hanya menambah dan mengasah ilmu tetapi harus ada sesuatu yang lebih.

"Jadi ketika kalian datang kesini tidak hanya menyalurkan hobi semata, tetapi diharapkan mampu menciptakan suatu karya yang kemudian menghasilkan uang," kata Risma, Sabtu, (19/8/2017).

Hal ini, lanjut Risma penting dilakukan anak-anak muda agar waktu, tenaga dan uang yang mereka luangkan tidak terbuang percuma. "Kalian harus melakukan ini, supaya ada feedbacknya," imbuhnya.

Dirinya juga menyampaikan bahwa beberapa tahun ke depan, pesan dari sebuah gambar akan lebih kuat ketimbang tulisan. Sebab, menurutnya, gambar lebih memudahkan orang untuk memahami suatu peristiwa ketimbang kata-kata. "Emosinya itu lebih dapat, bahkan bisa membuat orang menangis" ungkap Risma.

Di tempat yang sama, Risma juga memberi semangat kepada pelaku UKM yang mengikuti pelatihan bersama gapura digital. Pada kesempatan tersebut, dirinya mengingatkan kepada pelaku UKM yang mayoritas dihuni ibu-ibu untuk terus menginovasi produk-produknya.

"Dunia teknologi semakin hari semakin maju, jika kita tidak mengikutinya maka sudah pasti kita akan tertinggal," terang wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Oleh karenanya, dirinya berharap agar pelaku UKM mampu memanfaatkan wadah yang sudah tersedia bersama gapura digital. Karena dengan terus berlatih dan mengenal dunia digital, maka produk yang dihasilkan akan mengalami peningkatan dan bisa bersaing dengan pasar dunia lainnya.

"Jangan mudah menyerah, pelaku UKM harus terus belajar untuk mengenal lebih dalam bagaimana membangun usaha melalui digital," ujarnya. and.dan

 

SIKF 2017 Sarana Kenalkan Kota Surabaya

Sabtu, 19 Agustus 2017 20:29

Surabaya (beritakota.net) Aneka layang-layang hias dengan beragam ukuran, bentuk, motif dan warna, terbang gagah menghiasi langit timur Kota Surabaya, Sabtu (19/8/2017).

Bahkan ada sepasang layang-layang yang bisa berdansa layaknya manusia. Begitulah secuil gambaran keseruan Surabaya International Kite Festival (SIKF) 2017 di Side Area Long Beach Selatan Pakuwon City.

Event Surabaya International Kite Festival ini merupakan agenda yang rutin digelar setiap tahun di Surabaya. Untuk tahun ini, event hasil sinergi Pemerintah Kota Surabaya dengan Persatuan Layang-Layang Surabaya (Perlabaya) ini digelar dua hari, 19-20 Agustus 2017.

Karenanya, warga Kota Surabaya dan sekitarnya yang belum memiliki agenda mau ke mana untuk mengisi akhir pekan, bisa menikmati eksotisme layang-layang dari berbagai negara dan kabupaten-kota di Indonesia di Side Area Long Beach Pakuwon City.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ketika membuka Surabaya International Kite Festival ke-20 mengatakan, agenda ini bisa menjadi sarana untuk mengenalkan Surabaya ke dunia internasional. Karena memang, peserta nya tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.

"Dan setiap tahun, pesertanya bertambah banyak. Kreasi layang-layang yang ditampilkan juga semakin beraneka ragam. Semoga event ini bisa terus meningkat sehingga bisa menjadi destinasi wisata," tegas Wali Kota Tri Rismaharini.

Untuk Surabaya International Kite Festival tahun ini, ada peserta dari tujuh negara yang ikut serta. Mereka berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Hongkong, China, Singapura dan Prancis. Khusus dari Indonesia, pesertanya dari 26 kabupaten/kota. Diantaranya ada dari Riau, Jakarta, Depok, Bandung, Solo, Ponorogo, Sidoarjo, Malang, Denpasar, hingga Makassar.

Seusai memberikan sambutan, Wali Kota Tri Rismaharini lantas mencoba menerbangkan layang-layang dengan warna merah putih. Bukan hanya satu layang-layang.

Tetapi sebanyak 72 layang-layang yang didesain berjajar. Jadilah layang-layang merah-putih membentuk semacam "tangga ke langit". Bersamaan dengan itu, layang-layang bergambar logo Kota Surabaya, juga ikut terbang tinggi.

Angka 72 tersebut melambangkan usia Republik Indonesia yang baru saja merayakan HUT kemerdekaan ke-72 tahun. Dan memang, ada yang beda dengan tampilan layang-layang di festival tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Karena event ini hanya berselang dua hari setelah peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia, motif layang-layang yang difestivalkan pun mengusung semangat kemerdekaan.

Selain layang-layang merah putih, juga ada layang-layang bergambar pahlawan nasional, I Gusti Ngurah Rai dan Sultan Hasanuddin. Bahkan, ada layang-layang dengan motif Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit) yang pada tahun 1945 silam menjadi lokasi bersejarah perobekan warna biru bendera Belanda oleh Arek-Arek Suroboyo.

"Filosofi dari layang-layang ini, kita bisa terbang untuk menggapai cita-cita. Tadi juga ada layang-layang simbol bendera merah putih yang jumlahnya 72. Saya juga minta agar layang-layang simbol logo Surabaya juga terbang tinggi. Maknanya, ketika Indonesia terbang tinggi, Surabaya juga harus terbang tinggi," ujar wali kota menjawab pertanyaan wartawan.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro menuturkan, agenda Surabaya International Kite Festival 2017 ini penting sebagai bagian upaya untuk melestarikan budaya bangsa, serta meningkatkan apresiasi masyarakat kepada layang-layang.

"Selain itu tentunya memberikan hiburan kepada masyarakat untuk menyemarakkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Karenanya, silahkan warga untuk hadir meramaikan kegiatan ini," jelas Widodo.

Bahkan, sambung Widodo, para penonton tidak hanya disuguhi aneka layang-layang hias dengan beragam kreasi. Masyarakat juga bisa berkesempatan untuk belajar membuat layang-layang hias. "Ini juga ada pemberian keterampilan dan pelatihan membuat layang-layang," sambung Widodo. and.dan

 

Page 9 of 787