beritakota.net

beritakota.net

Surabaya (beritakota.net) Walikota Surabaya Tri Rismaharini kembali menjadi pembicara sekaligus memotivasi ratusan perwakilan organisasi pelajar SMP negeri, swasta dan madarasah se-Surabaya (ORPES) dan pengurus OSIS dalam acara pagelaran talenta seni dan kreativitas siswa di gedung siola lantai IV, Sabtu (9/9/2017).

Ikut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Ikhsan, Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP)  Erna Purnawati, beberapa kepala sekolah dan para guru SMP se-surabaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan kepada siswa/siswi SMP se-surabaya bahwa penanganan anak-anak jaman sekarang dengan dahulu sangat berbeda.

Hal ini disebabkan karena adanya keterbukaan dalam mencari menyerap teknologi dan informasi sehingga persaingan ke depan akan terasa sangat berat, khususnya dalam mencari pekerjaan.

"Sudah saatnya kalian tidak lagi enak-enakan dan harus pintar atur waktu kalau mau jadi tuan dan nyonya di tanahnya sendiri. Kalian harus bekerja keras dan jangan takut atau lari ketika mendapat masalah. Hadapilah itu, karena ketika kalian mendapat masalah disitulah kalian menemukan kesuksesan," kata Risma di sela-sela sambutannya.

Menurut wali kota, godaan bagi anak-anak era sekarang sangat besar. Selain godaan kenakalan remaja dan narkoba juga ada bahaya pengunaan gadget. Karenanya wali kota meminta orangtua dan tenaga pendidik untuk saling mengingatkan agar waktu anak-anak ketika belajar tidak terbuang hanya karena lebih mengutamakan gadget ketimbang belajar.

"Saya pengen anak anak Surabaya bisa sejajar dan bersanding dengan anak anak di dunia, asalkan ada kemauan untuk berusaha dan bekerja keras. Semua ini untuk masa depan kalian, Surabaya, bangsa dan negara Indonesia," pungkas wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Selain memberi motivasi siswa-siswi pelajar SMP se-surabaya, wali kota juga menyerahkan bantuan berupa buku kepada perwakilan RT/RW di surabaya. Selain itu, dirinya juga menyerahkan hadiah kepada siswa/siswi smp yang berhasil menjuarai lomba fotografi, lomba menulis dan lomba vlog.

"Tularkan semangat dan prestasi yang sudah kalian buat kepada teman-temanmu yang lain supaya mereka juga bisa menorehkan prestasi seperti kalian," pesannya usai menyerahkan hadiah.

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan menambahkan bahwa acara ini dilakukan setiap tahun dan di inisiasi oleh perwakilan pelajar SMP yang terdiri dari pengurus-pengurus OSIS sekolah dan Organisasi Pelajar se-Surabaya (ORPES).

Tahun ini, lanjut Ikhsan tema yang diangkat ada 2 yaitu SuroHOPE dan SHAREboyo. Untuk SuroHOPE siswa-siswi diminta menuliskan harapan dan cita-cita mereka di banner yang sudah disediakan sedangkan SHAREboyo pelajar surabaya berbagi dengan teman-teman di surabaya yang lain.

"Khusus SHAREboyo, nantinya mereka akan menyumbangkan buku sebanyak 11.309 kepada PKBM dan PBM yang ada di taman baca," jelas Ikhsan.

Lewat acara ini, Ikhsan berharap supaya seluruh pelajar yang hadir bisa menularkan pesan dan semangat yang sudah disampaikan ibu wali kota kepada teman-teman lain yang ada di sekolahnya.

"Karena mereka ini pemimpin-pemimpin yang tergabung dalam anggota OSIS di sekolahnya masing-masing, maka pesan yang akan disampaikan akan cepat diterima dan diresapi oleh teman-temannya," imbuhnya. and.dan



Surabaya (beritakota.net) Warga Kota Surabaya bisa ikut berpartisipasi aktif dalam mengatasi masalah lingkungan di wilayah mereka. Utamanya dalam mengatasi masalah genangan air atau bahkan banjir yang acapkali terjadi ketika musim penghujan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan membangun tempat penampungan air di lingkungannya.

Upaya nyata itulah yang dilakukan warga Perum Nirwana Eksekutif, Wonorejo, Rungkut, Surabaya. Dengan dukungan dari Pemerintah Kota Surabaya, warga di lingkungan RW 06 berhasil "menyulap" tanah kosong menjadi sebuah mini bozem. Dan, Sabtu (9/9/2017), mini bozem tersebut diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Dalam sambutannya, wali kota menyampaikan apresiasi kepada warga Perum Nirwana Eksekutif yang memiliki inisiatif untuk membangun mini bozem di lingkungannya. Menurut wali kota, selama ini, umumnya warga berkeberatan ketika lingkungan tempat tinggalnya dijadikan waduk penampungan air.

"Awalnya warga mengirim surat untuk dibuatkan mini bozem. Oke kami buatkan kalau tanahnya memungkinkan. Biasanya banyak yang nggak mau ditempati waduk. Kami sampai merayu. Tapi di sini warga nya punya inisiatif dan partisipasi yang luar biasa. Atas nama Pemkot Surabaya, saya menyampaikan terima kasih," ujar wali kota.

Disampaikan wali kota, keberadaan mini bozem tersebut sangat penting. Ketika musim hujan, mini bozem tersebut akan berfungsi untuk penampungan air. Sehingga, masalah genangan air yang terjadi karena tidak adanya tempat tampungan air, bisa teratasi. Terlebih di kawasan perumahan, sistem drainase di perumahan sejak dulu kebanyakan hanya saluran tersier di depan rumah. Jarang sekali ada saluran sekunder.

"Sementara ketika musim kemarau, ini bisa jadi penetrasi air di bawah tanah supaya air laut tidak masuk. Karena air bawah tanah kita kalau kering, bisa terjadi intrusi air laut," sambung sambung wali kota alumnus ITS ini.

Pemkot Surabaya selama ini memiliki perhatian besar pada kebaradaan bozem ini. Menurut wali kota, sejak 2010 lalu, sudah ada kurang lebih 20 bozem yang telah dibangun Pemkot Surabaya. "Setiap tahun, sedikitnya ada lima bozem yang kami bangun," sambung wali kota.

Ikut hadir dalam peresmian mini bozem tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Erna Purnawati dan jajaran Muspika Kecamatan Rungkut.  Dalam kesempatan tersebut, wali kota bersama jajaran Muspika juga melakukan penanaman pohon di sekitar area mini bozem.

Ketua RW 06 Perumahan Nirwana Eksekutif, Eddy Sarwana menambahkan, inisiatif warga di lingkungan nya untuk membuat mini bozem dikarenakan kondisi perumahannya yang acapkali tergenang air ketika musim hujan, utamanya ketika curah hujan sangat tinggi.

"Karena kapasitas salurannya sedikit dan ada 7 RW. Karena itu, kami lalu sampaikan ke kelurahan. Kemudian muncul ide membuat kantong air dan bu wali merespons positif sehingga terlaksana," ujar Eddy Sarwana.  

Menurut Eddy, mini bozem tersebut dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Pematusan Kota Surabaya selama tiga bulan. Luas total mini bozem di Perum Nirwana Eksekutif tersebut mencapai 1,1 hektar. Sementara untuk luasan are penampungan airnya seluas 6000 meter persegi.

"Kami berharap bozem ini bukan hanya tempat penampungan air, tetapi ke depan juga menjadi pusat interaksi warga. Karena itu, kami berancana membuat hutan terpadu dan juga kebun sayur organic," imbuh dia. and.dan

Petrokimia Gresik Siap Sambut Musim Tanam

Rabu, 06 September 2017 23:04

Gresik (beritakota.net) PT Petrokimia Gresik (PG) menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi menjelang musim tanam Okmar (Oktober 2017 - Maret 2018).

Berdasarkan data per6September 2017, stok pupuk bersubsidi PG dari lini I hingga IV (gudang produsen, gudang penyangga, gudang distributor, hingga kios) mencapai 979.123 ton atau 5 kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum Kementerian Pertanian.

Sekretaris Perusahaan PG Wahjudi menyatakan bahwa perusahaan sebagai salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen penuh untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah yang menjadi tanggungjawabnya.

Karena pupuk merupakan salah satu elemen penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Menyambut musim tanam, lanjut Wahjudi, PG sudah mempersiapkan diri dengan baik.

Jumlah stok ditingkatkan dan distribusi dipercepat sebagai antisipasi lonjakan permintaan dan untuk menjangkau pelosok daerah. Sehingga diharapkan pada bulan Oktober 2017 pupuk bersubsidi sudah sampai dan tersedia di kios resmi (lini IV) di seluruh penjuru nusantara.

"Kami informasikankepada petani bahwa pupuk bersubsidi telah tersedia. Kami berkomitmenmenyediakan stok pupuk bersubsidi melebihi ketentuan stok yang disyaratkan oleh Kementerian Pertanian," ujar Wahjudi.

Dalam penyalurannya, lanjut Wahjudi,jumlah dan tujuan pupuk bersubsidi tersebutberpedoman pada peraturan pemerintah, mulai dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), Peraturan Gubernur (Pergub), hingga Peraturan Bupati (Perbup).

Untuk menjamin keberhasilan penyaluran, PG berpegang teguh pada Prinsip 6T, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi, PG didukung oleh jaringan pemasaran yang terdiri dari 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP), 323 asisten SPDP, 305 gudang penyangga dengan kapasitas 1,4 juta ton, 652 distributor, dan 28.228 kios resmi yang tersebar di seluruh nusantara.

Dalam pelaksanaannya, setiap kios resmi wajib menyalurkan pupuk bersubsidi berdasarkanPerbup yang penyusunannya didasarkan pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Oleh karena itu, PG menghimbau kepada petani agar dapat memperoleh pupuk bersubsidi petani harus tergabung dalam Kelompok Tani dan menyusun RDKK.

Untuk teknis penyaluran dan pengawasan, PG melalui petugas SPDP yang tersebar di seluruh nusantaramulai meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, mulai dari distributor, Dinas Pertanian, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, dan aparat penegak hukum.

"Masyarakat juga dapat turutmengawasi penyaluran pupuk bersubsidi ini,dan jikamenemukan penyelewengan maupun peredaran pupuk palsu, langsung saja laporkan ke pihak berwajib," tegasWahjudi. yan


Gresik (beritakota.net) SMA Nahdlatul Ulama (NU) 2 Gresik keluar sebagai juara Petrokimia Gresik Futsal Championship (PGFC) 2017 setelah mengandaskan perlawanan tim SMK PGRI 1 Gresik melalui drama adu penalti (3-2) di gedung Sarana Olah Raga (SOR) Tri Dharma PT Petrokimia Gresik (PG), Minggu (27/8). Sebelumnya, kedua tim hanya berbagi skor imbang 0-0 selama pertandingan di waktu normal.

"Besar harapan kami, dari turnamen ini nantinya akan muncul bibit pesepakbola handal, yang bisa mewakili Jawa Timur bahkan Indonesia di tingkat Internasional," ujar Direktur Produksi PG Ketut Rusnaya, selepas pengalungan medali untuk para pemenang.

Selain menampilkan pertandingan yang berkualitas, aksi atraktif dari para pendukung masing-masing sekolah dari tiga kota (Gresik, Surabaya, dan Lamongan) juga terlihat selama penyelenggaraan kegiatan, mulai tanggal 14 Agustus hingga 27 Agustus 2017 tersebut.

Dengan desain serta model koreografi, teriakan yel-yel, maupun spanduk yang mereka kibarkan dalam menyemangati tim kesayangan pada saat bertanding. Tontonan yang menghadirkan apresiasi tersendiri, sehingga PG berkeinginan untuk menggelar hajatan serupa pada tahun berikutnya.

"Melihat animo dari semua unsur yang begitu besar kepada ajang ini, ke depan PGFC sudah pasti akan terus dilanjutkan. Karena bagaimanapun, ini juga bentuk sumbangsih perusahaan dalam memajukan bangsa, dengan pola pembinaan khususnya di bidang futsal," terang Ketut Rusnaya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Wakil Bupati Gresik Mochammad Qosim, yang juga hadir dalam agenda penutupan. Di mana dirinya mewakili Pemerintah Kabupaten Gresik, mengucapkan terima kasih kepada PG yang telah turut memajukan Gresik dan generasi muda pada umumnya.

"Atas nama Pemkab Gresik, kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Petrokimia Gresik dalam menggelar turnamen futsal ini. Karena mereka sudah mampu menyelenggarakan acara dengan sangat baik. Dan saya harap, ini akan dapat dicontoh oleh BUMN yang lain, supaya bangsa dan generasi muda kita akan bertambah lebih bagus dan berkualitas," kata Qosim.

Sementara bagi pelatih tim futsal SMA NU 2 Gresik Noer Rohman, capaian sebagai yang terbaik dalam ajang tersebut sangat disyukuri oleh pihaknya. Meski kemenangan anak didiknya, harus ditentukan sampai dengan babak adu penalti.

"Untuk pertandingan final, kedua tim sebenarnya menampilkan permainan cukup bagus. Hanya sayang, saking ketatnya sampai-sampai tidak ada gol yang tercipta dalam waktu normal dan harus dilanjutkan dengan adu penalti. Dan Alhamdulillah, kami akhirnya berhasil menang, untuk keluar sebagai juara pertama kalinya selama mengikuti turnamen ini," ucap dia

"Saya kira turnamen ini juga cukup luar biasa. Karena penyelenggaran dari tahun ke tahun juga terus mengalami peningkatan, baik secara kualitas maupun jumlah peserta. Kami juga bersyukur ada kejuaraan seperti ini, karena sangat membantu mengembangkan bakat dan pembinaan para siswa dalam kemampuan di cabor (cabang olahraga) futsal," sambungnya.

Sementara manajer tim futsal SMK PGRI 1 Gresik Rhaka Sandy mengatakan, secara keseluruhan cukup puas dengan gelaran acara PGFC kali ini. Meskipun ia tetap kecewa dengan hasil yang didapat anak didiknya, yang harus puas keluar sebagai runner up.

"PGFC layak dinantikan setiap tahun. Karena harus diakui, persaingan ketat seperti yang ada di turnamen ini, belum kami temukan di ajang lain di Gresik. Sampai kami yang sebenarnya menargetkan juara, malah gagal karena kalah dalam adu tendangan penalti," tutur Rhaka.

Selain memberikan hadiah bagi sang juara dan runner up, PG juga tetap memberikan reward bagi penghuni peringkat ketiga dan keempat, yang di tempati oleh SMAN 1 Gresik dan MAN 1 Gresik. Dengan penghargaan kepada tim yang dianggap paling fair play, jatuh kepada SMAN 1 Sidayu.
 
Ada pula penghargaan untuk suporter terbaik, yang dalam edisi kali ini diraih oleh Smanemania (julukan bagi suporter SMAN 1 Manyar). Disusul Nusa Mania (suporter SMA NU 1 Gresik) di tempat kedua, dan SMANUDA yang merupakan suporter SMA NU 2 Gresik.

Sementara penghargaan manajer terbaik diraih oleh Rhaka Sandy, pelatih terbaik Noer Rahman, kiper terbaik atas nama Muhammad Noer Adiansyah dari MAN 1 Gresik dengan 27 kali penyelamatan, dan pemain terbaik disabet oleh Mohammad Dwiky Ramadhan. Sedangkan gelar top skorer, harus dibagi kepada tiga siswa lantaran sama-sama mengoleksi 8 gol. Yakni, Mohammad Dwiky Ramadhan (SMA NU 2 Gresik), Syaifullah Bayu Ardi (SMK PGRI 1 Gresik), dan Achmad Vicky Irawan (SMAN 1 Manyar).

"Dengan persaingan ketat dari awal hingga akhir turnamen, kami cukup bersyukur akhirnya bisa keluar sebagai yang terbaik. Apalagi, kali ini pesertanya juga berasal dari kota Surabaya dan Lamongan. Saya berharap, turnamen seperti ini akan tetap dipertahankan dan terus dilakukan secara rutin oleh Petrokimia Gresik," harap Dwiky.

PGFC edisi keempat, diikuti 32 tim futsal tingkat SMA/se-derajat dari Gresik, Surabaya, dan Lamongan. Dengan total hadiah yang dipersiapkan oleh PG untuk acara kali ini, total senilai Rp113 juta. Meliputi hadiah untuk peserta sebesar Rp18 juta, suporter terbaik Rp3,75 juta, uang pembinaan Rp82,72 juta dan media exposure senilai Rp7,55 juta.

Dengan rincian juara mendapatkan Rp5 juta, runner up Rp4 juta, peringkat ketiga Rp3 juta, dan keempat Rp2 juta. Sementara untuk tim fair play, best player, top scorer, serta kiper terbaik, masing-masing mendapatkan Rp1 juta.

Sementara hadiah media exposure mencakup, media sosial dengan urutan Rp1,5 juta untuk juara hingga Rp1 juta bagi pemenang ketiga. Sedangkan jurnalis sekolah mulai Rp1 juta untuk juara hingga Rp500 ribu bagi peringkat ketiga. Dengan foto terbaik, mendapatkan hadiah Rp750 ribu. yan


Page 7 of 787