beritakota.net

beritakota.net

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PTSP) terus berusaha menjadikan kota Surabaya sebagai kota Perdagangan berkelas dunia.

Target tersebut menjadikan Surabaya sebagai city hub dan logistic atau  penghubung perdagangan dan logistik di Indonesia Timur harus direalisasikan.

Dalam upaya mencapai target tersebut, sebanyak 100 perusahaan dan asosiasi bidang perdagangan dan logistik dikumpulkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM dan PTSP) di Hotel Bumi Surabaya, Rabu (15/11/2017).

''Tujuan dari pertemuan ini adalah kami meminta masukan ke stake holder di bidang perdagangan dan logistik sebagai pelaku usaha, apa yang mereka keluhkan dan kebijakan apa yang ingin diwujudkan dalam mendukung Surabaya sebagai perhubungan perdagangan dan logistik,'' kata Kepala DPM dan PTSP, Eko Agus Supiadi Sapoetro ketika ditemui

Menurutnya Pemkot tidak bisa sendiri mewujudkan Surabaya city logistic, melainkan harus dibantu para stake holder tersebut. Sejauh ini dikatakan Eko, Surabaya sudah memiliki modal besar. Pelabuhan internasional di Teluk Lamong, bandara dan juga pergudangan.

''Logistic yang masuk ke Surabaya saat ini masih sekitar kurang lebih 15% saja. Untuk itu Pemkot Surabaya saat ini bersama dinas terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas PU Bina Marga, menyediakan sarana prasarana,'' kata Eko.

Menurut Eko pula, faktor paling utama adalah ketersediaan infrastruktur yang memadai. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot Surabaya telah membangun jalan-jalan baru seperti Frontage Road (FR), Midlle East Ring Road (MEER) dan jalan-jalan lain yang terbukti mampu mengurai kemacetan lalu lintas.

''Faktor lainnya adakah kondisi keamanan kota yang kondusif. Dua faktor itu menjadi syarat utama sebuah kota bisa jadi destinasi investasi terutama logistic,'' tambahnya.

Selain itu disampaikan Eko, untuk yang juga penting adalah penyediaan kawasan pergudangan. Selama ini gudang-gudang sudah banyak ada di Surabaya.

''Namun sekarang belum tertata. Banyak yang menyebar. Ke depan akan coba kita tata nanti di kawasan Margomulyo. Akan ada pergudangan khusus untuk makanan, barang industri, agar tidak tercecer nanti dibuat cluster,'' ucapnya.

Harapannya arus perdagangan di Indonesia Timur akan transit dulu di Surabaya. Begitu juga untuk perdagangan internasional. Diharapkan bisa mampir ke Surabaya dan akan disediakan area pergudangan.

''Selain rekomendasi dari forum ini juga kami menawarkan investor agar mau berpartisipasi investasi mendukung Surabaya city logistic,'' ucapnya.

Pemkot pun menjanjikan kemudahan perizinan pada stake holder. Di mana perizinan sudah dilakukan online dan dapat diurus dari mana saja. Temasuk mengurus izin bongkar muat juga akan dilakukan secara online.

Hal senada juga dikatakan oleh Public Relation PT. Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Muhammad Soleh. Menurutnya PT. TPS telah meningkatkan system layanan online.

''Dengan system layanan online, pengusaha bisa membayar secara online. Bahkan juga bisa mencetak billing tagihan secara online pula. Dengan demikian pengusaha tak perlu datang ke PT. PTS,'' tambah Mohammad Soleh.
 
Sementara itu Kepala Laboratorium Logistic and Supply Chain Management ITS Ahmad Rusdiansyah mengatakan sebelum menjadi city hub, maka Surabaya harus menjadi city logistic terlebih dahulu.

''Artinya untuk menjadi kota penghubung perdagangan internasional dan antar pulau, maka Surabaya juga harus menjadi city logistik lebih dahulu. Yaitu Surabaya harus ramah logistik,'' kata Rusdiansyah.

Menurutnya meski Surabaya sudah memiliki pelabuhan yang bagus, dwelling time sudah dapat ditekan tinggi, tapi kalau arus pengiriman barang dalam kota masih tersendat, di dalam kota banyak terdapat kecelakaan, macet, maka upaya menjadi city logistic sudah gagal.

''Maka arus distribusi barang dari atau ke dalam kota pun harus diperbaiki. Agar bisa menunjang penyaluran logistik secara total bukan hanya ada kapal sandar bongkar muat,'' ucapnya. and.dan



Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya kembali melaksanakan lelang non eksekusi wajib barang milik daerah. Bulan ini akan ada 30 kendaraan roda empat yang akan dilelang, 3 kendaraan diantaranya tergolong stok lama.

Ke-30 kendaraan itu diantaranya Station Wagon Toyota Kijang KF50 Tahun 1992 yang dijual secara scrap (tanpa BPKB dan tanpa STNK) dengan harga limit Rp 5.400.000 juta dengan uang jaminan Rp 1,8 juta. Hingga mobil Jeep Daihatsu F70R-R Taft Tahun 1995 dengan harga limit Rp 35 juta.

"Harga limit beberapa kendaraan yang dilelang telah mengalami penyesuaian setelah hasil evaluasi lelang sebelumnya. Semisal ada yang sebelumnya harga imit nya Rp 20 juta, setelah dievaluasi jadi Rp 14 juta," ujar Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Pemkot Surabaya, Noer Oemarijati, Selasa, (14/11/2017).

Dijelaskan Noer, lelang akan dilaksanakan dengan metode penawaran secara tertulis tanpa kehadiran peserta (metode close bidding) dengan mengakses situs www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id.

Untuk pendaftaran, peserta lelang bisa perseorangan maupun badan usaha. Mekanismenya, calon peserta lelang mendaftarkan diri dan mengaktofkan akun pada Aplikasi Lelang Email (ALE) pada alamat domain angka 1) dengan merekam softcopy (scan) KTP, NPWP, dan nomor rekening bank atas nama sendiri.

Peserta lelang yang bertindak sebagai kuasa badan usaha diwajibkan menggugah surat kuasa, akta pendirian perusahaan dan perubahannya, NPWP dalam satu file.

Noer melanjutkan, peserta lelalng diwajibkan menyetor uang jaminan lelang dengan ketentuan, jumlah/nominal yang disetorkan harus sama dengan uang jaminan yang disyaratkan oleh penjual dalam pengumuman lelang dan disetorkan sekaligus (bukan dicicil).

Setoran uang jaminan lelang harus sudah efektif diterima KPKNL selambat-lambatnya satu hari kerja sebelum pelaksanaan lelang. Uang jaminan lelang tersebut disetor ke nomor virtual ccount masing-masing peserta lelang.

"Nomor VA akan dikirimkan secara otomatis dari alamat domain di atas kepada akun masing-masing peserta lelang pada ALE setelah berhasil melakukan pendaftaran dan data identitas dan dinyatakan valid," sambungnya.

Penawaran lelang dimulai dari limit dan dapat dilakukan berkali-kali sampai batas waktu yang ditentukan. Pemenang lelang harus melunasi harga pembelian dan bea lelang sebesar 2 % ditujukan ke nomor VA pemenang lelang paling lambat lima hari kerja sejak pelaksanaan lelang.

"Dan apabila wanprestasi atau tidak melunasi kewajiban pembayaran sesuai ketentuan uang jaminan akan hangus dan selanjutnya disetorkan ke kas negara," jelas Noer.

Untuk tahun 2017 ini, lelang kendaraan sebelumnya sudah digelar pada bulan Januari, Maret, Juni, Juli, September dan terakhir pada awal Oktober lalu. Selam itu, kendaraan yang berhasil dilelang berjumlah 22 mobil dengan jumlah pendapatan mencapai Rp 2,4 miliyar.

"Jumlah itu termasuk pembongkaran bangunan dan reklame dan hasil penjualannya akan masuk ke kas daerah," sambung pejabat kelahiran Bojonegoro ini.

Peserta lelang dan atau pihak-pihak yang berkepentingan tidak dapat melakukan tuntutan/keberatan dalam bentuk apapun kepada pihak penjual/pejabat lelang, KPKNL Surabaya, Kanwil DJKN Jawa Timur dan kantor pusat DJKN.

Dan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut obyek lelang dan persyaratan lelang, calon peserta lelang dapat menghubungi KPKL Surabaya di Jalan Indrapura No 5 Surabaya atau nomor telepon (031) - 3573953, 3523516.
 
Sementara untuk penetapan proses lelang, tambah Noer, belum dapat dikeluarkan secara pasti Sebab, pihaknya belum menyerahkan surat permohonan lelang ke KPKNL.

"Nanti setelah penetapan proses lelang diserahkan ke KPKNL, akan muncul jadwalnya. Nah, disitu kami berharap secepatnya segera keluar," ungkapnya. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Sosial (Dinsos) bekerjasama dengan PT. Citilink Indonesia akan memberikan kesempatan kepada anak-anak Surabaya yang berprestasi dari keluarga kurang mampu agar mampu untuk terus menapaki pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
 
Caranya dengan memberikan bantuan beasiswa pendidikan Pramugari dan Ikatan Dinas kepada anak-anak Surabaya berprestasi yang lulus dari SMA/SMK, D3 dan S1.
 
Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo mengatakan, progam ini gratis atau tidak dipungut biaya, sedangkan jumlah kuota yang dibutuhkan sebanyak 24 orang. Selanjutnya setelah lulus akan langsung bekerja di PT. Citilink Indonesia (Ikatan dinas).
 
''Setelah menjalani pendidikan para siswa dipastikan langsung bekerja, sebaliknya kalau sekolah sendiri belum tentu langsung bekerja sebagai pramugari, itu bedanya,'' tegas Supomo saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (14/11/2017).

Pemkot juga sudah berkoordinasi dengan Citilink terkait peluang bagi anak-anak Surabaya agar kembali bisa diterima bekerja di sana. Karenanya, Pemkot akan gencar melakukan sosialisasi terkait peluang beasiswa tersebut.

''Kami akan terus melakukan sosialisasi ke RT/RW, harapannya agar semakin banyak warga Surabaya dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan kesempatan untuk mengangkat martabat keluarganya jadi lebih sejahtera,'' sambung Supomo.

Menurut Supomo, warga Surabaya yang akan menerima beasiswa harus memenuhi syarat sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan oleh PT. Citilink dan Dinsos.
 
''Usia 18-25 tahun pada bulan Desember 2017, berjenis kelamin Perempuan, Tinggi badan 160-170 cm diimbangi dengan berat badan proposional (tinggi badan - berat badan = 110), belum menikah dan sanggup tidak menikah selama menjalani ikatan dinas, sehat, tidak buta warna, tidak berkacamata atau memakai kontak lens, bisa berbahasa inggris lisan dan tulisan serta berpenampilan menarik dan ramah,'' terang Supomo.  

Adapun tata cara pendaftaran program penerimaan beasiswa pendidikan Pramugari yakni melengkapi administrasi berupa, surat lamaran, curiculum vitae (CV), surat ijin dari orang tua/wali, fotocopy kartu keluarga, akte kelahiran, ijazah, Nilai Ujian Nasional, SKCK, foto berwarna seluruh badan ukuran postcard sebanyak 1 lembar, foto berwarna close up ukuran 4x6 (2 lembar), surat keterangan bebas narkoba, surat keterangan miskin dari kelurahan, surat pernyataan belum pernah menikah diketahui RT/RW serta surat keterangan sehat yang dikeluarkan oleh Dokter Pemerintah yang menyebutkan tidak buta warna dan tidak berkacamata.

''Seluruh persyaratan berkas diserahkan ke kantor Dinas Sosial Jl. Arif Rahman Hakim No. 131-133 Surabaya paling lambat hari Jum'at, tanggal 1 Desember 2017,'' tutur Supomo. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Ribuan pekerja lapangan di Kota Surabaya, tumpah ruah di halaman Taman Surya, Minggu (12/11/2017) pagi. Kehadiran petugas lapangan seperti pasukan kuning (kebersihan), satgas pemeliharaan jalan dan saluran air, penjaga makam, petugas Linmas, Satpol PP, pemadam kebakaran, hingga petugas Dinas Sosial di Liponsos, membuat acara Pesta Cak Koen 2017 benar-benar meriah layaknya pesta.

Dan layaknya sebuah pesta meriah, petugas lapangan yang tiap hari berpeluh keringat demi menjaga kebersihan dan kenyamanan kota ini, benar-benar dimanjakan. Ada panggung hiburan. Juga ada hadiah doorprize dari para donatur. Serta, mereka juga mendapatkan bantuan Sembako.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam sambutannya mengatakan, Pesta Cak Koen yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kepada para pekerja lapangan yang selama ini telah bekerja keras untuk Kota Pahlawan .

"Acara ini untuk memberikan penghargaan kepada petugas lapangan. Dan kami tidak ada satu rupiah pun yang keluar dari APBD. Kami dibantu donatur yang memiliki perhatian dan kepedulian kepada petugas lapangan di Surabaya karena sudah bekerja dengan baik. Dan ke depannya harus terus ditingkatkan," ujar wali kota.

Dalam kesempatan tersebut, Wali kota juga memotivasi para pekerja lapangan untuk tetap menjaga semangat kerja dengan bekerja secara tulis dan tidak menyerah pada nasib. Dengan semangat kerja itulah, akan menjadi jalan bagi para pekerja lapangan untuk bisa membawa anak-anak mereka menjadi lebih baik.

"Tuhan akan memberikan jalan bagi siapapun yang ingin berhasil. Nggak apa-apa kalau sekarang bapak nya tukang sapu, tapi anak-anaknya harus jadi pintar. Anak-anaknya harus berhasil," tegas wali kota.

Apalagi, sambung wali kota, Pemkot Surabaya selama ini telah menyediakan banyak beasiswa bagi anak-anak Surabaya yang berprestasi dan berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka bisa meneruskan pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun untuk jalur keahlian.

"Banyak putra/putri panjenengan yang bisa mendapatkan beasiswa (dari Pemkot). Jadi jalan itu sudah dibukakan oleh Tuhan. Putra/putri panjenengan kelak akan bisa mengubah nasib panjenengan," sambung wali kota.

Wali kota juga berpesan kepada petugas lapangan di Surabaya agar dalam bekerja tetap menjaga kerukunan antar pekerja. Sebab, dengan rukun, kekuatan akan terbangun. "Kerjo sing rukun, ojo tukaran aeh karena sama-sama nyari makan," ujarnya.

Pesta Cak Koen 2017 disambut antusias oleh petugas lapangan di Kota Surabaya. Salah satunya Zaenal. Petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau yang sehari-hari mengambil sampah di kawasan Jalan Kedondong ini mengaku menunggu acara Pesta Cak Koen. Menurutnya, acara tahunan tersebut tidak hanya memberikan apresiasi kepada petugas lapangan. "Acaranya dikemas gembira, lucu dan juga dapat sembako dan hadiah," ujar bapak dua anak ini. and.dan

 

Page 7 of 806