beritakota.net

beritakota.net

Surabaya (beritakota.net) Konsul Jenderal Jepang Tani Masaki bertatap muka dengan 6 alumni ITS (Institut Tehnologi Sepuluh November Surabaya) yang akan menempuh studi pasca sarjana di Universitas-Universitas di Jepang selama sekitar 3 tahun sebagai peserta Program "Innovative Asia" yang disalurkan oleh JICA.

6 alumni tersebut adalah :
1.  Wibowo Zefanya Hiro (Tokai University)
2.  Widyanto Sinung (Ritsumeikan University)
3.  Djusdek Djuned Fernando (Toyohashi University of Technology)
4.  Pradiptojati Damar (Toyohashi University of Technology)
5.  Andono Muhammad Lucky Hari (Shibaura Institute of Technology)
6.  Wiratama Bintan Yoga (Hiroshima University)

Program "Innovative Asia" yang ditawarkan JICA ini mengundang para lulusan S1 di bidang Tehnologi Informatika(Information Technology), Internet of Things (IoT), Kecerdasan Buatan (AI) dan lain-lain dari universitas yang berperstasi tinggi dari 12 negara Asia termasuk ITS.

Setelah meraih gelar pasca sarjana di universitas di Jepang, peserta program ini akan mendapatkan kesempatan bekerja di peruhasan Jepang atau Perusahaan Jepang di Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan pertukaran tenaga ahli yang handal dan mendorong kemajuan innovasi kedua negara. Program ini rencananya akan diselenggarakan sampai tahun 2021.

Pada kesempatan itu, Konjen Tani menyampaikan harapannya agar mereka dapat memberikan sumbangsihnya sebagai pendorong innovasi di kedua negara sekaligus agar menjembatani hubungan Jepang - Indonesia. and.dan

Surabaya (beritakota.net) Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Liverpool, Inggris untuk menjalin menjalin kerjasama di beberapa bidang bakal segera terwujud.

Pasalnya, kedua kota tersebut akan segera mematangkan kesepakatan kerjasama di bidang sistercity (pengaturan tata ruang kota), transportasi dan pendidikan bahasa inggris.

Bentuk bahasan kerjasama tersebut mengemuka ketika Pemkot Surabaya menerima kunjungan Dubes Inggris yang dipimpin oleh Mozzam Malik di dampingi dua orang perwakilannya membahas bentuk kerjasama di Ruang Kerja wali kota Surabaya, Kamis (7/9/2017).

Mereka diterima Wali Kota Kota Surabaya,Tri Rismaharini dan beberapa OPD terkait. Duta Besar Inggris Mozzam Malik mengatakan, dalam waktu dekat fokus kerjasama yang akan dilakukan bidang kerjasama di bidang transportasi, perencanaan tata ruang kota dan pendidikan bahasa Inggris bagi guru dan murid di surabaya.

"Khusus untuk transportasi, spesifikasi pembahasannya adalah menyediakan kebutuhan-kebutuhan transportasi yang sudah direncanakan oleh pemkot," kata Mozzam Malik seusai acara.

Adapun, Malik kembali menjelaskan kerjasama di bidang bahasa Inggris. Menurutnya, pelajaran bahasa inggris sudah menjadi keperluan yang penting untuk masa depan semua orang, tidak hanya anak remaja tetapi pembelajaran ini akan kami terapkan di seluruh dunia.

"Insyaalah bulan depan lembaga di bawah naungan pemerintah Inggris berkunjung dan berdiskusi dengan dinas pendidikan surabaya membahas cara untuk meningkatkan kemampuan murid dan guru dalam berbahasa inggris," urainya.

Selain kerjasama di bidang transportasi dan tata ruang kota, lanjut Malik, pemkot dan Liverpool juga berencana mendatangkan pelatih dari Inggris untuk melatih pemain-pemain sepak bola yang ada di surabaya.

"Tujuannya, agar mereka mampu menjadi pemain yang berprestasi, berkualitas, terkenal dan mampu membawa Indonesia di level internasional," pungkas pria berkacamata ini.

Ditanya soal peluang kerjasama di bidang bisnis antara Surabaya dan Liverpool, Mozzam mengaku sulit menjawab. Pasalnya, sudah banyak pengusaha Inggris yang beriventasi di Surabaya.

"Sekitar 80 pengusaha sudah melakukan bisnis di Surabaya dan mereka sudah memperkerjakan ribuan WNI di Jawa Timur," ungkapnya.

Usai bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Mozzam Malik dan jajarannya akan berkunjung ke beberapa sekolah menjelaskan hubungan antara Inggris dengan Surabaya dan menemui perusahaan inggris yang ada di surabaya salah satunya PT. PAL.
 
Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menambahkan, untuk kerjasama di bidang transportasi yakni pembangunan Trem angkutan massal, pemkot tertarik melakukan kerjsasama dengan Liverpool.

Alasannya, Fider and trunk di Inggris bentuknya lowdeck sehingga berem jalan tidak mudah habis dan rusak akibat kendaraan umum dan pribadi.

"Bandingkan dengan berem yang ada di pojok-pojok jalan surabaya sudah hancur dimakan kendaraan umum," ujarnya.

Wali kota perempuan pertama di surabaya ini berencana menjalin kerjasama dengan Inggris di bidang sepak bola. Dirinya berharap dengan adanya kerjasama ini, surabaya mampu menelurkan pemain-pemain berkualitas seperti halnya Evan Dimas.

"Saya ingin 89 SSB (Sekolah Sepak Bola) yang ada di kampung-kampung surabaya untuk bisa  mengambil dan memanfaatkan peluang ini," tegas perempuan yang semasa muda juga hobi berolahraga.

Dari hasil diskusi jalinan kerjasama yang akan dibangun surabaya dan liverpool, pencapaian dalam waktu dekat adalah menyiapkan penandatangan Mou.

"Insyaalah kemungkinan besar dilakukan pada bulan November 2017," ujar Risma. and.dan



Warga Pindah Datang ke Surabaya Akan Diketati

Minggu, 10 September 2017 08:54

Surabaya (beritakota.net) Warga luar kota yang ingin tinggal atau menjadi penduduk Surabaya, kini tidak bisa sembarangan untuk pindah datang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, akan melakukan pengetatan bagi warga luar kota yang ingin tinggal/pindah datang ke Surabaya.   

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, M Suharto Wardoyo mengatakan, setiap penduduk yang datang ke Surabaya setelah ada surat keterangan pindah dari daerah asal, kemudian meminta surat keterangan jaminan tempat tinggal dari RT/RW lalu ke kelurahan.

Di kelurahan, petugas akan melakukan verifikasi tempat tinggalnya. Termasuk juga pekerjaan nya. Kecuali bila ada keterangan formal pekerjaan dari perusahaan.

"Lurah akan menugaskan staf untuk melakukan verifikasi di lapangan. Tempat tinggalnya akan dicek. Jangan sampai tinggal nya di wilayah pinggir sungai dan mengganggu ketertiban kota. Jangan sampai tinggal di Surabaya tidak ada pekerjaan. Intinya, di Surabaya betul-betul sudah ada jaminan tempat tinggal yang layak dan juga suda ada pekerjaan layak. Jangan sampai di Surabaya tidak ada pekerjaan," ujar Suharto Wardoyo di kantor nya, Jumat (8/9/2017)

Menurut Suharto, ketentuan tersebut berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan yang telah diubah dengan Perda Kota Surabaya Nomor 14 tahun 2014 yang mengatur pindah datang dan penerbitan kartu keluarga baru bagi penduduk yang pindah datang ke Kota Surabaya.

Sesuai mekanisme proses pelayanan pindah datang dan penerbitan kartu keluarga, ketua RT dan ketua RW akan memberikan surat pengantar pindah datang untuk menjadi penduduk Surabaya hanya kepada penduduk pindah datang yang mempunyai tempat tinggal di Surabaya atau ada yang menjamin/ditumpangi serta memiliki pekerjaan tetap yang akan mendapatkan surat pengantar pindah datang untuk menjadi penduduk Surabaya dari ketua RT/ketua RW.

Bila ternyata pemohon pindah datang itu tidak memenuhi syarat, Suharto menyebut pihak kelurahan akan melaporkan ke kecamatan. Pihak kecamatan lalu meneruskan ke Dispendukcapil Kota Surabaya yang kemudian menyampaikan surat ke Dispendukcapil kota/kabupaten asal pemohon tersebut.

Bahwa yang bersangkutan tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan Perda Surabaya Nomor 14 tahun 2014 tentang Administrasi Kependudukan.

"Kami akan melakukan pengetatan. Petugas akan melakukan verifikasi setiap permohonan pindah datang ke Surabaya. Bila tidak memenuhi syarat tentunya akan ditolak permohonan pindah datangnya," sambung Suharto Wardoyo.
 
Mantan Kabag Hukum Pemkot Surabaya ini menegaskan, setiap orang dari kota/kabupaten manapun, berhak hidup di manapun. Termasuk di Surabaya. Namun, karena jumlah penduduk Surabaya yang sudah cukup padat, diharapkan warga yang pindah datang, memang memenuhi ketentuan atau benar-benar karena alasan penting semisal ditugaskan di Surabaya.  

"Kami tidak ingin Surabaya terganggu ketentraman dan ketertiban nya bila ada banyak pendatang yang tidak memenuhi ketentuan. Kalau ingin tinggal di Surabaya, harus patuh pada aturan Perda Kota Surabaya. Kalau misalnya keberatan, silahkan tinggal di luar Surabaya. Toh, tetap bisa bekerja di Surabaya tetapi tinggal nya di luar Surabaya," sambung Suharto Wardoyo.

Selama ini, jelas Suharto, pemohon yang mengajukan pindah datang kebanyakan warga yang sudah tinggal di Surabaya tetapi Kartu Keluarga /Kartu Tanda Penduduk (KTP) masih luar Surabaya sehingga mereka mengurus pindah. Atau, sebelumnya mereka tinggal di luar kota tetapi menginginkan anak nya bersekolah di Surabaya.

Sehingga, orang tua nya juga ingin tinggal di Surabaya. Atau juga karena alasan bekerja sehingga pindah dokumen lintas kependudukan ke Surabaya.

Data di Dispendukcapil Kota Surabaya, dalam empat tahun terakhir, jumlah warga pindah masuk ke Surabaya, memang cukup tinggi. Pada tahun 2016 lalu, warga luar kota yang pindah datang ke Surabaya mencapai 45.388 jiwa.

Untuk tahun 2017 ini, hingga bulan Juli, data warga pindah masuk mencapai 22.278 jiwa. Dari jumlah tersebut, jika dipilah per kecamatan, ada enam kecamatan yang jumlah warga pindah datang nya mencapai lebih dari 1000 jiwa (hingga Juli 2017).

Yakni Kecamatan Wonokromo, Sawahan, Tambaksari, Krembangan, Semampir Kenjeran. Warga pendatang itu berasal dari kota/kabupaten tetangga Surabaya sepeerti Bangkalan, Sampang, Sidoarjo, Lamongan. and.dan


Surabaya (beritakota.net) Meski harus merawat ribuan penderita psikotik serta gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Liponsos Keputih, namun Pemkot tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan manusiawi terhadap mereka. Secara bertahap, Pemkot bahkan memulangkan penderita psikotik yang dinyatakan sudah sembuh.

Kepala UPTD Liponsos Keputih Sugianto menyatakan, Senin besok (11/9), Pemkot bakal memulangkan 83 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). 56 di antaranya merupakan mantan penderita psikotik, sedangkan 27 orang tercatat sebagai Gepeng.

Rombongan rencananya akan dilepas langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Taman Surya. Menurut Sugianto, pihaknya memang sudah beberapa kali memulangkan PMKS yang dinilai sudah layak hidup membaur di masyarakat.

Namun, kali ini skalanya lebih besar. Sebab, ini akan menjadi pertama kalinya bagi Pemkot memulangkan PMKS hingga daerah asal di luar Propinsi Jatim.

"Sebelumnya kita sering memulangkan PMKS tapi hanya di lingkup kota atau kabupaten di Jawa Timur. Untuk Senin besok (11/9), ada beberapa daerah di luar Jawa Timur yang menjadi daerah tujuan pemulangan," ungkap Sugianto saat dijumpai di balai kota, Jumat (8/9).

Sejumlah daerah di luar Jawa Timur yang dimaksud Sugianto antara lain, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara dan Bangka Belitung.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser mengiyakan terkait rencana agenda Wali Kota Tri Rismaharini yang direncanakan melepas langsung rombongan yang akan dipulangkan.

"lya, rencananya memang akan dilepas langsung oleh Ibu Wali Kota," ujarnya usai rapat persiapan pemulangan di balai kota, Jumat (8/9). Ditambahkan Fikser, setiap rombongan telah dibagi menurut daerah tujuan masing-masing.

Nantinya, mereka akan didampingi oleh minimal satu dokter dan satu pendamping TKSK. Jumlah pendamping menyesuaikan jumlah rombongan.

Sebelumnya, para penderita psikotik telah melewati masa pengobatan berkala di Rumah Sakit Jiwa Menur dan dirawat dengan baik di Liponsos Keputih. Rentang waktunya beragam mulai tiga hingga lima tahun.

"Nanti saat sampai di daerah tujuan akan diserah-terimakan kepada pemerintah daerah setempat. Ada berita acaranya juga," pungkas pejabat asal Serui ini. and.dan


Page 6 of 787