beritakota.net

beritakota.net

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) kembali menggelar kegiatan tahunan yakni lomba foto.

Kegiatan ini merupakan serangkaian dari Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke 725. Dalam lomba foto tahun ini, Pemkot Surabaya mengambil tema "Enjoy Public Space” yang dipilih karena Kota Surabaya sangat terkenal dengan semakin banyaknya ruang publik yang tersedia untuk memanjakan warganya.

Tiga dewan juri profesional pun disiapkan dalam mendukung penilaian juara. Yakni, Pakar Tata Kota ITS Johan Silas, Ketua PSS Surabaya Tan Josua Victor dan Dosen Fotografi Universitas Widya Mandala Surabaya Noveina Dugis.

Sebanyak 28 karya foto terbaik dipamerkan di Grand City Surabaya, panitia mengambil tiga juara dan 10 nominator terbaik yang sebelumnya telah dilakukan penilaian oleh para dewan juri.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya M. Taswin mengatakan bahwa sebuah karya foto selain menjadi sebuah dokumen yang penting, juga bisa menginspirasi banyak orang, melalui pesan yang disampaikan.

Selain itu, lanjutnya, selama ini Pemkot Surabaya menyampaikan hasil-hasil pembangunan kemajuan kota melalui media foto. Maka dari itu, Pemkot Surabaya sangat mendukung sekali dengan dunia fotografi.

“Dalam konteks Kota Surabaya, saya juga menggunakan foto sebagai salah satu cara menyampaikan hasil-hasil pembangunan Kota Surabaya, dalam paparan saya.” kata dia, saat membuka pameran foto bertempat di Grand City Surabaya, Jum’at, (25/05/18).

Disisi lain, sambungnya, para insan fotografi Surabaya juga mempunyai peran penting dalam membantu menyampaikan pembangunan kota di mata dunia.

Oleh karena itu, pemerintah Surabaya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para insan fotografi yang telah membantu dalam mempromosikan kota Surabaya di mata dunia. 

“Karena itu pentingnya dunia fotografi, maka Pemkot Surabaya secara rutin menyelenggarakan kegiatan ini,” terangnya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Muhammad Fikser menambahkan acara ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-725 pada 31 Mei 2018. Untuk tahun ini, tema "Enjoy Public Space” dipilih, karena Kota Surabaya sangat terkenal dengan semakin banyaknya ruang terbuka yang berbeda dengan kota-kota lain.

“Melalui lomba foto ini, kita ingin mengenalkan dimana keceriaan warga kota, dimana memanfaatkan sarana dan prasana yang disiapkan oleh Pemerintah Kota,” ujarnya.

Apalagi, menurutnya, tahun 2017 Pemkot Surabaya mendapatkan penghargaan Learning City Awards dari UNESCO, terkait dengan ruang terbuka. Melalui agenda tahunan ini, pemerintah ingin menyampaikan kepada warganya agar bisa menikmati fasilitas publik yang telah disediakan oleh Pemkot Surabaya.

“Melalui pameran ini, kita juga ingin mengenalkan kepada warga Surabaya. Silahkan warga datang menikmati fasilitas dan berbagai isinya,” pungkasnya. and.dan 

 

Surabaya (beritakota.net) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Lion Air Group menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman tentang pemanfaatan dan pengembangan potensi Kota Surabaya atas prinsip kemitraan dan memberikan  manfaat.

MoU itu dilakukan di Gedung Serbaguna Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya, Kamis (24/5/2018). Pada kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan terimakasih banyak kepada Lion Air Group karena sudah mau menerima anak-anak Surabaya sebagian siswa hasil seleksi Dinas Sosial Kota Surabaya dari keluarga tidak mampu.

Bahkan, ketika sudah lulus nanti akan dipekerjakan sebagai karyawan di Lion Air Gruoup. “Jadi, saya menyampaikan terimakasih banyak karena sudah membantu anak-anak kami,” kata Wali Kota Risma di ATKP, Kamis (24/5/2018).

Menurut Wali Kota Risma, beasiswa ini sebagai upaya Pemkot Surabaya dalam rangka memutus garis kemiskinan struktural di Kota Surabaya. Melalui cara ini, Pemkot ingin menepis anggapan bahwa anaknya orang miskin pasti akan miskin. "Nah, dengan cara ini kemiskinan struktural itu kita coba pangkas," tegasnya.

Wali Kota Risma menjelaskan kuota beasiswa untuk lion air kali ini sebanyak 48 orang yang nantinya akan dibagi menjadi dua kelas. Hingga saat ini, perekrutannya masih dalam proses dan akan berakhir pada 30 Mei 2018.

“Bagi yang lolos, nanti akan didik di ATKP ini menempuh pendidikan D3 teknik pesawat udara yang masa kuliahnya 3 tahun. Ini pertama kalinya kerjasama dengan Lion Air Group dalam beasiswa ini,” kata dia.

Sementara itu, President and CEO Lion Air Group Edward Sirait mengatakan kerjasama cukup menguntungkan bagi dua belah pihak. Sebab, Lion Air sangat membutuhkan tenaga teknisi banyak ke depannya, apalagi dunia penerbangan terus berkembang.

"Bicara industri perawatan pesawat, bukan hanya milik kami, tapi juga dari luar negeri bisa perawatan kesini. Hingga tahun 2025, kebutuhan teknisi sekitar 20 ribu," kata Edward.

Erdward menjelaskan beasiswa yang kerjasama dengan Pemkot Surabaya ini merupakan yang pertama dan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan untuk perekrutan pramugari dan pilot.

“Pramugari juga kita lakukan seleksi melalui Dinas Sosial Surabaya, mungkin juga pilot, tapi tahun ini baru teknisi," tandas Edward. Beasiswa ini, lanjut dia, merupakan bagian dari tanggungjawab sosial Lion Air Group untuk memberikan hak-hak yang sama bagi mereka-mereka yang kurang mampu.

Mereka itu memang harus diberi kesempatan supaya bisa berkembang. “Kami harap kerjasama ini bisa semakin langgeng dan dikembangkan ke depannya,” imbuhnya.

Dirut PT Batam Aero Technic (BAT) I Nyoman Rai Pering Santaya mengatakan, SDM lulusan ATKP yang telah dipilih oleh Pemkot Surabaya nantinya dipersiapkan untuk memperkuat BAT. PT BAT merupakan anak perusahaan Lion Air Group yang bergerak di bidang Maintenance, Repairing, and Overhole Pesawat dengan fasilitas di Batam yang mampu menampung 48 pesawat.

BAT yang kini sudah berkapasitas hampir sama dengan GMF, membutuhkan tenaga dengan skill tinggi berskala internasional di bidang teknisi pesawat untuk memperkuat fasilitas yang terus dikembangkan oleh BAT.

Direktur Politeknik Penerbangan Surabaya Ir Setyo MM menjelaskan, posisi ATKP dalam skema kerjasama ini adalah untuk melakukan pendidikan terhadap anak-anak terpilih.

Seleksi SDM calon teknisi penerbangan ini pertama dilakukan oleh Dinas Sosial Surabaya, untuk kemudian menjalani seleksi persyaratan mengikuti pendidikan di sini.

"Nanti, persyaratan untuk menjadi pegawai, psikotes, dan tes bahasa Inggrisnya, itu yang menentukan nanti Lion Group," kata Setyo. Tahun ini, lanjut dia, ATKP mewisuda 24 orang siswa hasil seleksi Pemkot Surabaya yang prosesi pelepasannya juga dilakukan hari ini.

Namun, mereka ini akan bekerja di GMF. "Jadi ini kontrak kerja sama tahun lalu. Pelepasan dan penyerahterimaan siswa ke GMF dilakukan hari ini. Lion Air itu selanjutnya," ujarnya. and.dan

 

Surabaya (beritakota.net) Program bantuan beasiswa penerbangan di bidang pendidikan aircraft, structure dan maintenace yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, kini telah terlihat hasilnya.

Beberapa anak Surabaya yang diterima di Akadami Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya,  diwisuda hari ini, Kamis (24/5/2018).

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku gembira sekaligus bangga, ada beberapa anak muda asal Surabaya yang mampu mencapai pendidikan tinggi. Bahkan, boleh jadi mereka yang diwisuda tersebut, sebelumnya tidak pernah membayangkan bisa bersekolah dan lulus dari akademi penerbangan.

“Kami bangga kalian bisa mencapai pendidikan tinggi yang mungkin sebelumnya belum pernah kalian pikirkan. Saya ucapkan selamat berkarier dan jangan lupakan asal mula kalian. Saya juga sampaikan terima kasih kepada ATKP Surabaya yang telah berkenan membina anak-anak kami di Surabaya,” kata Wali Kota Risma dalam sambutannya.

Menurut Wali Kota Risma, beasiswa ini sebagai upaya Pemkot Surabaya dalam rangka memutus garis kemiskinan struktural di Kota Surabaya. Melalui cara ini, Pemkot ingin menepis anggapan bahwa anaknya orang miskin pasti akan miskin. "Nah, dengan cara ini kemiskinan struktural itu kita coba pangkas," tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga meminta kepada para wisudawan yang baru lulus itu untuk selalu memegang teguh kepercayaan dari orang lain. Sebab, sekali kepercayaan itu diingkari, maka habislah sebagai manusia. "Pegang teguhlah komitmen, kalian adalah arek-arek Suroboyo dan anak-anaknya para pejuang," katanya.

Selain itu, Wali Kota Risma juga meminta supaya meraka ingat asal muasalnya yang bisa bersekolah di ATKP ini. Bahkan, ia meminta supaya mereka bisa membantu orang-orang yang kurang mampu juga.

"Tolong kalau nanti sudah dapat gaji. Saya nitip kalian berangkat dari anak-anak yang kurang mampu. Jangan macem-macem dulu. Saya ingin kalian membantu orang tuanya kalau misal punya adik. Ringankan beban orang tua," pesan Wali Kota Risma.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo mengatakan ada 24 anak Surabaya yang ikut diwisuda dalam wisuda taruna AKTP tersebut. Beberapa dari mereka merupakan hasil seleksi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya yang sebelumnya melakukan seleksi di beberapa sekolah di Surabaya, kemudian bekerja sama dengan berbagai instansi. Diantaranya dengan PT Garuda Maintenance Facility (GMF) dan ATKP.

“Kami akan terus berupaya untuk memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak berprestasi di Surabaya yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ujar Supomo.

Supomo menambahkan, dengan diwisudanya 24 orang itu, maka total yang sudah masuk ke GMF sebanyak 48 orang. Jumlah itu akan terus bertambah karena Pemkot terus berusaha menjalin komunikasi yanh baik dengan Garuda.

Suasana haru terlihat ketika selesai upacara wisuda, tepatnya ketika para orang tua menemui putra-putrinya. Beberapa dari mereka terlihat sesenggukan tanda haru sekaligus bangga setelah anaknya diwisuda.

Salah satu anak Surabaya yang diikut diwisuda adalah Bartolomius A.V. yang berasal dari Jalan Pucangkerep Kecamatan Gubeng. Saat diwisuda itu, dia hanya dihadiri oleh neneknya dan beberapa saudaranya. Ia mengatakan tidak pernah berpikir dan tidak pernah menyangka bisa bersekolah dan menempuh pendidikan di ATKP.

“Jadi, saya sangat senang karena tidak pernah berpikir bisa lulus di ATKP ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia menyampaikan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada Pemkot Surabaya dan pihak Garuda yang telah membantunya menempuh pendidikan hingga lulus. Ia juga mengaku akan selalu mengingat pesan-pesan Wali Kota Risma untuk membantu sesama apabila nanti sudah sukses. “Bagaimana pun juga, kami pernah menjadi seperti mereka itu, sehingga saya kira sudah sepantasnya harus bantu,” pungkasnya. and.dan

 

 

Surabaya (beritakota.net) Masa tugas Konsul Jenderal Amerika Serikat Heather Variava berakhir di Kota Surabaya Kamis (24/5/2018) kemarin.

Untuk itu Heather berpamitan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sekaligus mengucapkan belasungkawa atas kejadian bom yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Saya pamit dan mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan Wali Kota Risma dan Pemkot Surabaya dalam menjalin hubungan kerjasama maupun program yang telah disusun konsulat Amerika untuk Surabaya selama ini,” kata Heather seusai acara di lobby balai kota.

Menurutnya, hubungan antara Amerika Serikat di Surabaya sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan beberapa jalinan kerjasama antara kedua negara seperti pertukaran pelajar dan program pelatihan bagi generasi muda. “Lebih spesifiknya di bidang pendidikan, pertukaran budaya, enterpreneurship, sains dan teknologi,” jelasnya.

Dia juga optimis, siapa pun orang yang akan menggantikan posisinya akan mampu menjaga hubungan serta meningkatkan kerjasama dengan Kota Surabaya secara maksimal dan efisien.

Sebagai tanda penghormatan dari kedua negara, Wali Kota Risma memberi hadiah lukisan berupa wajah Heather yang digarap oleh anak-anak Liponsos Kalijudan. Terlihat bagaimana raut wajah senang dan gembira saat menerima lukisan tersebut. “Ini lukisan yang sangat cantik dan indah bagiku,” ungkapnya.

Sedangkan Heather memberi dua buah buku kepada Wali Kota Risma. Satu buku tentang negara bagian asalnya Iowa dan satu buku tentang makanan khas Amerika. Alasan memberi buku kuliner kepada Wali Kota Risma karena dirinya sangat menyukai kuliner.

Ditanya apa makanan favorit selama bertugas di Surabaya, dia mengaku sulit untuk menjawab namun ada beberapa pilihan makanan yang menurutnya paling enak. “Saya sangat suka Rawon dan Soto,” jawabnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut mengucapkan banyak terima kasih kepada Heather atas perannya yang dinilai sukses dalam menjalankan hubungan kerjasama di beberapa bidang antara Kota Surabaya dan Amerika Serikat. “Peran anda selama bertugas di sini sangat baik dan care terhadap keanekaragaman yang ada di Surabaya,” tutur Wali Kota Risma.  

Rekam jejak Heather sebagai konsul jenderal AS terbilang sarat akan pengalaman. Sebelum ditugaskan di Surabaya, dia pernah menjabat sebagai Direktur Kantor di Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, Maladewa serta Bhutan pada Biro Urusan Asia Tengah dan Selatan Departemen Luar Negeri AS. Setelah ini, Heather akan ditugaskan di Jakarta. and.dan

 

 

Page 1 of 859