Risma Ajak Kejaksaan Tanjung Perak Pelototi PD RPH

Jumat, 22 September 2017 22:35

Surabaya (beritakota) Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya, nampaknya harus kembali gigit jari. Padahal, Kamis (21/9/2017) kemarin baru saja mendapatkan angin segar dari komisi B DPRD Surabaya yang memberikan sinyal lampu hijau untuk usulan penyertaan modal revitalisasi RPH pasca melakukan sidak ke PD RPH.

Hal ini disebabkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kembali menunjukkan sikap penolakan terhadap rencana penyertaan modal yang diminta oleh PD RPH kepada Pemkot.

Sikap penolakan Risma tersebut rupanya bukan tanpa alasan. Risma mengaku trauma jika harus menyertakan modal untuk saat ini.

"Aku harus analisa. Aku gak mau kalau uang itu belum clear. Aku gak mau menyertakan. Terus terang aku trauma," tutur Risma kepada wartawan yang menemuinya diruang kerja Wali Kota Jumat (22/9/2017).

Lebih lanjut dikatakan Risma, bahwa saat ini pihaknya telah menggandeng pihak Kejaksaan Tanjung Perak untuk memeriksa keuangan di PD RPH.

"Saya kasih tau ya ini masih tak laporkan ke kejaksaan karena aku curiga ada uang yang hilang," lanjut Risma. Risma juga menyebutkan alasannya memilih Kejaksaan Tanjung Perak lantaran sudah tau kridibilitas Kajari Tanjung Perak.

"Kajarinya orangnya menakutkan. Kajarinya mantan KPK," katanya. Seperti yang diberitakan PD RPH berencana mengajukan penyertaan modal sekitar Rp30 Miliar.

Namun, rencana tersebut ditolak mentah-mentah oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sementara itu, Komisi B DPRD Surabaya setelah melakukan Sidak ke PD RPH dan memberikan sinyal untuk mendorong adanya penyertaan modal revitalisasi lantaran melihat kondisi gedung PD RPH yang harus diperbaiki. and.dan

 

Rate this item
(0 votes)
Read 76 times