Program E-Tilang Efektif Tekan Pelanggaran Lalu-lintas

Rabu, 06 September 2017 20:35

Surabaya (beritakota.net) Program e-tilang melalui CCTV (Closed-circuit television) yang digalakan Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya bekerjasama dengan Polrestabes Surabaya menghasilkan dampak positif.

Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya sejak disosialisasikan awal September jumlah perlanggaran ada 447 perhari, setelah berjalan lima hari dari tanggal 1-5 September jumlah pelanggaran menurun menjadi 89 per dua belas jam.

Kabid Lalu lintas Dinas Perhubungan kota Surabaya, Robben Rico mengatakan, jadi mulai awal sosialisasi ada kisaran 427-447 pelanggaran dalam sehari. Nah ini, sudah empat hari tapi trennya sudah mulai turun, dua belas jam kemarin cuma ada 89 jenis pelanggaran.

''Artinya kan setelah dilakukan sosialisasi oleh teman-teman media baik elektronik maupun cetak, kemudian teman-teman kepolisian melakukan action, melakukan teguran dengan mengirim surat ke rumah warga, kemudian kami juga mengekspos ke media sosial. Efeknya lumayan cukup besar untuk menurunkan angka pelanggaran,'' terang Robben, ketika ditemui diruang SITS Bratang kemarin.

Robben juga menambahkan bahwa  program ini masih proses uji coba. Untuk itu tidak hanya teknisnya saja, termasuk regulasinya, tata cara SOP nya perlu dipikirkan kembali.

''Untuk bulan Oktober ini rencananya akan kita pasang di jalan raya Darmo arah masuk kota dan juga jalan raya Darmo arah keluar kota,'' ujarnya.

Masih menurut Robben, kedepannya akan dipasang disemua titik yang dianggap rawan. Namun karena anggarannya terbatas jadi step by step. ''Pelan-pelan akan kami wujudkan, namun kami tidak ingin terburu-buru karena mekanisme masih kita siapkan,'' imbuhnya.

Seperti diketahui Pemkot Surabaya memunculkan terobosan baru untuk mengajak masyarakat Kota Pahlawan agar lebih tertib berlalu lintas.

Inovasi ini dimaksudkan untuk mengurangi pelanggaran lalu lintas (lantas) di jalan raya, utamanya karena melebihi batas kecepatan. Serta, agar tidak ada lagi penyalahgunaan fungsi pedestrian di Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, inovasi yang bersinergi dengan  Polrestabes Surabaya, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri itu siap diperkenalkan kepada masyarakat.

Menurut Wali Kota, nantinya akan ada sistem kamera yang ditempatkan di beberapa titik. Sistem ini akan mampu membaca terjadinya pelanggaran lalu lintas, utamanya pelanggaran karena melebihi batas kecepatan.

Yang dimaksud dengan kemampuan membaca tersebut, yakni plat kendaraan si pelanggar yang melebihi batas kecepatan tersebut, akan bisa diketahui. Sehingga bisa dilacak domisilinya.

"Kita bisa foto yang melanggar. Nomor (plat kendaraan) nya berapa. Dan pelanggarnya bisa kena tilang online. Ke depan akan seperti itu," jelas wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.  

Penerapan sistem ini agar perilaku berkendara di jalan raya, lebih tertib. Sebab, selama ini, beberapa kecelakaan yang memunculkan korban, acapkali terjadi.

Penyebabnya, pengendara melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi karena merasa jalannya lebar dan juga sepi. Bahkan, tidak jarang terjadi kecelakaan tunggal karena ketidakmampuan pengendara menguasai kendaraan yang melaju tinggi. and.dan  


Rate this item
(0 votes)
Read 66 times