Dewan Usul Gresik Selatan Layak Dijadikan Destinasi Wisata

Senin, 23 April 2018 09:10

Gresik (beritakota. net)- Potensi Gresik utara menjadi destinasi wisata cukup besar, hanya saja belum digarap maksimal.

Demikian penegasan Wakil ketua DPRD Gresik Nur Qolib, menyarankan Pemkab agar menggarap seriusr sektor wisata, dimana disektor ini punya potensi besar untuk meningkatkan   Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan.

Salah satu potensi tempat wisata yang belum digarap secara maksimal lanjut Nur Qolib, adalah di Desa Mengare,kecamatan Bungah. Tempat tersebut punya keindahan alam yang luar biasa  berupa pantai dan juga ada bangunan bekas peninggalan Belanda (Benteng Mengare) . Namun sayangnya potensi alam itu masih belum dikelola atau termenejemen dengan baik.

Selain di Mengare, bekas galian C di kecamatan Bungah, Sidayu, Ujung Pangkah,serta Panceng menurut Nur Qolib layak dimanfaatkan menjadi wisata. “ Untuk wilayah utara menurut saya sudah seharusnya. (Menjadi daerah wisata red-). Saya melihat potensi bekas galian seolah seolah menjadi bangunan kan itu, . Kemudian wilayah Mengare, waduh! pantainya luar biasa,” bebernya.(23/4/18)

Lebih lanjut, politikus PPP ini, menegaskan kembali agar Pemkab benar-benar menggarap sektor ini. Apalagi kota di pesisir utara pulau Jawa ini sudah punya wisata yang lain yakni wisata makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim yang menyedot ribuan wisatawan tiap harinya. Artinya mereka yang berkunjung menikmati wisata religi juga bisa ditawari wisata alam yang dampaknya sangat positif bagi masyarakat dan Pemkab Gresik.

Untuk itu, kunci pengelolahan di sektor wisata ini lanjut Nur Qolib, ada pada menejemen (penganggaran, pengelolaan) dan Infrastruktur. Sedang terkait kewenangan, Pemkab Gresik bisa memberi kewenangan kepada setiap Desa untuk menggali atau menciptakan potensi wisata masing-masing sesuai dengan kearifan lokal.

“Saya berfikir harus ada potensi wisata yang ditangkap oleh masing-masing desa. Untuk Infrastruktur Pemkab Gresik wajib membangunkan jalan poros Desa, sebab anggaran Desa tidak cukup membangunnya,” tambahnya.

Terkait dengan Penganggaran, jika dalam rencana pembangunan terkendala biaya Nur Qolib, kembali memberikan masukkan yakni Pemkab maupun PemDes untuk tidak segan-segan menggandeng investor atau pihak ketiga,”Ketika Desa itu tidak ada dana bisa saja bekerja sama dengan pihak lain, bisa investor,” bebernya.

Namun Ia memberi catatan, sebelum menggandeng investor, harus ada payung regulasi terlebih dahulu yang intinya mendukung dan mendorong wisata Desa. yang nantinya memberikan keuntungan bagi PemDes, serta Masyarakat sekitar serta menghindari sengketa hukum dikemudian hari.

Selain payung hukum atau regulasi yang harus siapkan dengan pihak ketiga perlu juga disiapkan menejemen seperti disain tata ruang, aturan kepada setiap wisatawan untuk mengantisipasi dampak negatif. ." Nanti kan ada pertiban, dalam hal mana tentu dibatasi jam, kemudian didisain tempat ini tidak memberikan keluasaan hal-hal negatif,” bebernya.

 " Pemerintah Daerah harus membackup itu termasuk DPRD. agar dana Desa dapat digunakan BumDes untuk pengembangan pariwisata,” paparnya. yan/adv

Last modified on Rabu, 02 Mei 2018 09:33
Rate this item
(0 votes)
Read 35 times