DPRD Gresik Bikin Terobosan Naikkan Pendapatan Parkir Khusus

Sabtu, 19 Januari 2019 09:32

Gresik (beritakota. net)- Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor retribusi parkir terus digenjot untuk ditingkatkan. Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Gresik tiap tahun memang bisa memenuhi targat, namun perlu ada terobosan baru guna mencari potensi lahan parkir khusus. Tahun 2018 ditarget Rp 1,7 miliar namun hanya terealisasi Rp 1,8 miliar. Sedangkan tahun 2018 target manjadi Rp 4,3 miliar.

Karena itulah Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Ahmad Nurhamim didampingi Tim Dishub setempat menggelar studi lapangan untuk mengetahui kondisi pelayanan dan pengelolaan parkir di Kota Pudak, Rabu (16/1/2019). Salah satu ruas jalan yang menjadi sasaran adalah Jl KH. Hasyim Asy'ari.

Satu problem lama masih ditemukan Ketua Dewan di ruas jalan yang juga dikenal dengan nama Kali Tutup itu. Mobil milik warga setempat banyak diparkir di tepi jalan.

"Jalan atau gang menuju permukiman warga sangat sempit, lebarnya tidak sampai 3 meter. Jadi mereka selalu memarkir mobilnya di Jl KH. Hasyim Asy'ari," ujarnya.

Menurut Nurhamim, problem ini sebenarnya bisa menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan. Untuk menertibkan parkir kendaraan yang mengganggu, Pemkab harus memberikan solusi.

"Kita harus melakukan penertiban secara humanis, sehingga tidak menimbulkan gesekan. Kita harus menyiapkan lahan untuk mereka parkir, sehingga tidak lagi memanfaat jalanan lagi. Kalau di Surabaya ada Park & Ride," ujar Nurhamim.

Melalui penertiban ini, menurut Nurhamim, Pemkab Gresik juga bisa manfaatkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi pajak.

Selama ini jalan Kali Tutup kondisinya semerawut. "Jika ini ditertibkan dengan menyiapkan lahan, ruas jalan menjadi tertib, masyarakat mendapatkan fasilitas parkir yang aman dan nyaman, Pemkab juga mendapatkan pendapatan dari sektor retribusi parkir," lanjutnya.

Untuk membantu pemerintah dalam memberikan sumbangsih program dalam rangka menambah sektor pendapatan dari retribusi parkir. DPRD Gresik akan belajar ke Kota Makkasar.

Dengan menggandeng Komunitas Wartawan Gresik (KWG), dalam waktu dekat DPRD Gresik akan melakukan studi banding ke Kota Anging Mammiri.

Nurhamim melanjutkan, studi banding itu dalam rangka melihat cara kerja Pemkot Makkasar dalam mengelola potensi pendapatan melalui retribusi parkir.

Alasan utama untuk melakukan studi banding itu karena sejak beberapa tahun ini pendapatan retribusi parkir tidak pernah bisa mencapai target.

"Memang benar akan melakukan studi banding ke sana. Kita akan belajar penerapan parkir di sana bagaimana," lanjutnya.

Nurhamim menilai, saat ini pendapatan dari retribusi parkir di Kota Pudak belum maksimal banyak yang bocor sehingga target pendapatan selalu tidak mencapai target.

Meskipun sudah ada parkir elektronik, dikatakan dia, masih banyak parkir liar yang dikelola Pemdes atau kelurahan setempat. Dan anehnya, itu tidak dilaporkan ke Pemkab selaku yang punya wewenang. "Malah dikelola sendiri," ucapnya.

Menanggapi studi banding yang akan dilakukan DPRD Gresik, Sekretaris Dishub Agustin Halomoan Sinaga menyambut baik rencana tersebut. *adv/yan

Rate this item
(0 votes)
Read 52 times