Dewan Janji Plototi RPJMD

Senin, 14 Maret 2016 09:41

Gresik (beritakota.net) - Pembahasan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Gresik 2016-2021 dimulai. Senin (14/3), eksekutif-legislatif menggelar pembahasan perdana. Sejumlah sorotan muncul dalam evaluasi awal itu.

Salah satu yang paling disorot adalah rendahnya proyeksi kekuatan APBD hingga 2021 mendatang. Sebab, selain kecil, angka itu juga jauh dari proyeksi yang sudah diajukan bupati-wabup Sambari Halim Radianto-M Qosim.

Dalam agenda yang berlangsung di gedung DPRD Gresik kemarin, eksekutif dan para anggota DPRD mulai mengevaluasi draf awal RPJMD yang diterbitkan pemkab melalui Bappeda.

Selain memaparkan rencana program/pembangunan selama lima tahun ke depan, yang juga dibahas adalah proyeksi pendapatan daerah hingga kekuatan APBD setiap tahun hingga tahun 2021.

Dalam draf itu, pemkab mematok perkembangan APBD Gresik hingga 2021 mendatang hanya sebesar Rp 4,587 triliun. Angka ini hanya naik tak sampai separo dibanding kekuatan APBD 2016 yang diplot sebesar Rp 2,93 triliun.

Kenaikan APBD lima tahun ke depan itu dianggap rendah. Sebab, jika dikalkulasi, rata-rata kenaikan APBD Gresik di setiap tahunnya hanya Rp 330 miliar atau sekitar 10 persen.

Tak hanya itu, proyeksi kenaikan itu juga dianggap jauh dari target awal yang direncanakan. Sebelumnya, bupati-wabup Sambari-Qosim memproyeksikan kekuatan APBD Gresik lima tahun ke depan bisa tembus angka Rp 8 triliun. ”Karena itu, rencana kenaikan itu perlu ditinjau lagi,” kata anggota komisi B, Jumanto dalam pembahasan itu.

Senada, wakil ketua DPRD Gresik Nur Gholib menyebut, proyeksi itu terlalu rendah. ”Sebab, dengan estimasi kenaikan itu terlalu kecil dibanding dengan pertumbuhan yang akan terjadi lima tahun ke depan,” katanya. yan/adv

Last modified on Selasa, 15 Maret 2016 10:11
Rate this item
(0 votes)
Read 179 times